31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaEkonomiKembang Buah, Toko...

Kembang Buah, Toko Buah dengan Harga Paling Murah di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang yang terik tak begitu terasa di tengah-tengah ramainya salah satu toko buah murah di pinggir jalan Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Angin sepoi-sepoi dan dedaunan rindang yang melambai-lambai di sekitarnya membuat toko Kembang Buah itu tak terasa panas meski terlihat bejubel oleh pembeli yang menggunakan sepeda motor hingga berkendara mobil. Dari yang masih muda hingga hingga ibu rumah tangga, nampak satu persatu memarkir kendaraan dan langsung memilih buah yang akan di beli.

Empat orang karyawan toko semi permanen pinggir jalan itu juga nampak sibuk melayani pembeli dengan lincah.Terlihat berbagai plang nama buah beserta harga per kilo di setiap raknya mempermudah para pembeli untuk memilah langsung buah yang ingin dibeli. Sehingga mereka cukup mengambil kresek dan memilih buah lalu di timbang oleh penjual dan dibayar langsung tanpa tawar menawar. Dari plang itu pula, terpampang berbagai jenis buah dengan kisaran harga Rp 6 ribu hingga Rp 20 ribu per Kilogramnya.

“Kalau toko ini baru sekitar tiga bulan. Pemiliknya orang Demak. Kalau saya sendiri aslinya Jepara. Memang kami menjual berbagai buah dengan harga yang cukup murah. Kulakannya itu dari Semarang Mbak. Ini memang buah lokal. Kalau impor, biasanya anggur. Tapi di kondisi seperti ini agak susah. Jadi sementara ini memang dari petani lokal semua,” papar Ahmad Rifki (17), salah seorang karyawan toko yang baru saja pulang dari Salat Jumat.

- Ads Banner -

Baca juga : Miris dengan Nasib Kopi Muria, Hikma Munculkan Brand Kopi Muria Wilhelmina

Lelaki muda berpeci hitam itu kemudian mengatakan, jika semenjak buka, toko Kembang Buah memang sudah ramai pengunjung. Sehingga mereka harus menyetok buah setiap hari. Karena hampir setiap hari dagangan ludes dibeli pembeli.

Beberapa konsumen terlihat sedang membeli buah di toko Kembang Buah. Foto : Titis Widjayanti

Dikatakan Rifki pula, untuk memenuhi permintaan pembeli, mereka buka toko 24 jam setiap harinya. Dari hal itu, diakui Rifki, omzet tiap hari mencapai Rp 7 hingga 12 juta. Tergantung dengan ramai tidaknya pembeli yang datang.

Baca juga : DAV Coffee, Kopi Asal Pati dengan Cita Rasa Tiada Dua

Senada dengan hal itu, seorang pelanggan berjilbab hitam yang datang mengenakan masker coklat mengakui baru pertama kali membeli buah di tempat itu. Akan tetapi, ia mengatakan jika secara harga memang lebih murah. Apalagi sewaktu ia lewat hari ini, melihat betapa ramainya toko, sehingga membuatnya tertarik dan penasaran untuk ikut membeli. Ialah Nur Fai’dah (20), gadis asli Kota Kretek yang siang itu menjadi salah satu pembeli di Kembang Buah.

“Kebetulan ini baru pertama kali sih Mbak. Tadi lewat, terus lihat kok ramai. Ya sudah sekalian beli di sini. Ternyata memang lebih murah. Ini beli alpukat 1 Kilogram,” kata dia, Jumat (10/4/2020).

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler