BETANEWS.ID, PATI – Siang itu, bangunan berderet bekas salah satu TPQ di area pertambakan Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati terlihat ramai dengan aktivitas beberapa orang di salah satu petak ruangan paling kanan. Di luarnya, pohon cemara sepanjang jalan setapak menuju parkiran sesekali bergoyang diterpa angin.
Ketika didekati, ruangan satu-satunya yang menghadap ke arah timur itu nampak kontras dengan banner bertuliskan Hanggo Coffee. Setelah pintunya diketuk, seorang pemuda keluar dengan senyum ramah. Ia mempersilakan kami masuk dan duduk. Ialah Dafiq Riska (29) Owner Hanggo Coffee yang memiliki produk kopi dengan merek DAV Coffee.

“Untuk usahanya namanya Hanggo, itu dalam bahasa Temanggung artinya silakan. Dulu sempet punya usaha dengan nama itu, terus saya teruskan memakai namanya. Tapi seiring perkembangan zaman, kok kelihatannya kurang menarik. Akhirnya untuk kopinya kami beri merek DAV Coffee,” ungkap Dafiq kepada betanews.id, Jumat (13/3/2020).
Baca juga : Kopi Muria Wilhelmina Aman Dinikmati Bagi Penderita Lambung
Pria asli Temanggung tersebut kemudian menceritakan awal mula berdirinya bisnis yang sudah hampir satu tahun itu berdiri. Ia mengatakan, bahwa sebagai keturunan keluarga yang dekat dengan penghasil tembakau dan biji kopi, ia kemudian mencoba peruntungan mendirikan produksi kopi di tanah kalahiran sang istri.
“Kebetulan, saya asli Temanggung. Keluarga besar di sana banyak yang berprofesi sebagai petani kopi. Selain itu, setelah menikah dan tinggal di sini, melihat Juwana adalah salah satu kota dengan penikmat kopi cukup besar. Buktinya banyak warung kopi hampir di sepanjang jalan. Dari sana, akhirnya bisnis kami mulai,” papar Dafiq.
Sambil sesekali menunjukkan hasil olahan ia menuturkan bahwa sebagai usaha baru, untuk sementara DAV Coffee memang dipasarkan dengan metode ditawarkan door to door ke warung-warung kopi terdekat, selain melalui online. Diakuinya, memang masih sulit menembus pasar dengan perbandingan realita pemproduksi kopi yang menjamur di sekitar.
“Untuk pemasaran masih menggunakan sales kami yang menawarkan dan mengunjungi warung-warung kopi sekitar sini. Selain pelanggan dari online, atau kenalan ya kita coba kembangkan dan perkenalkan produk kami. Meskipun masih sulit. Karena hampir setiap warung sudah mengolah kopinya sendiri,” kata dia.
Selain itu, Dafiq menambahkan, bahwa pesaing pasar lain kebanyakan punya trik tersendiri yang sudah lama dipakai. Namun, karena hal itulah justru ia berani memastikan produknya layak untuk dipilih. Andalan dari produknya adalah kualitas dan harga yang merakyat.
“Kalau di sini, kebanyakan produk kopi yang manual cara pengolahannya. Yang masih pakai kuali dan tungku, sedangkan di sini salah satu dari dua pembuat kopi dengan alat atau roaster modern. Kelebihannya suhu dan kualitas lebih terjaga. Karena ada pengujur suhu dan api. Selain itu, lebih ekonomis dan efektif. Kalau biasanya pakai kuali itukan bisa satu jam untuk satu kilo, kalau di sini maksimal 15 menit,” jelas dia.
Baca juga : Miris dengan Nasib Kopi Muria, Hikma Munculkan Brand Kopi Muria Wilhelmina
Unggulan lain dari produknya adalah kopi khas Temanggung yang dikatakan memiliki aroma tembakau. Lalu ia juga menambahkan jika penyimpanan dan pemilihan biji kopi yang teliti juga merupakan kunci dari kualitas kopi yang diproduksi.
“Dari mulai penyimpanan, pemilihan sampai pemrosesan kami jamin terjaga. Seperti biji kopi yang baru datang tidak boleh dibiarkan ditumpuk dengan langsung menempel lantai atau tanah. Karena itu memengaruhi kelembapan kopi. Lalu pemilihan biji yang baik dan layak diproses sampai pembuangan kulit ari. Setelah digiling pun harus disimpan di wadah yang kedap udara untuk menjaga aromanya,” tambah dia.
Pada ujung perbincangan ia mengatakan jika tidak hanya kopi Temanggung, ia menyetok beberapa kopi dari kota lain. Seperti Kopi Mandailing. Namun keseluruhannya memiliki grade berbeda-beda. Dari grade 1, 2, sampai 3. Harganya pun menyesuaikan. Yakni dari sekitar Rp 80 hingga Rp 150 ribu. Sedangkan untuk bentuk, ia menunjukkan jika Dav Coffee menjual dalam bentuk biji kopi matang dan serbuk kopi yang sudah digiling.
Editor : Kholistiono

