Beranda blog Halaman 1864

Ojol Dapat Cashback BBM 50 Persen, Tapi Pencairannya Tunggu Sepekan

0
Sebuah mobil pikc up tampak meninggalkan SPBU Jalan A Yani No 3, Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, SPBU Jalan A Yani No 3, Kudus cukup ramai. Dari kejauhan, terdapat beberapa mobil dan sepeda motor yang sedang antri membeli BBM. Dari beberapa petugas yang sedang melayani pembeli, terlihat seorang wanita dengan seragam berbeda sedang bercakap-cakap dengan temannya.

Wanita bernama Zakia itu memang terlihat sibuk dalam beberapa hari ini. Kesibukannya ini berkaitan dengan program terbaru Pertamina yang memberi promo cashback sebesar 50 persen, khusus bagi mitra pengemudi ojek online atau ojol.

Antrian warga saat hendak membeli BBM di SPBU Jalan A Yani No 3, Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi.

Wanita yang menjadi admin di SPBU 4459304 Kudus itu mengatakan, kebijakan ini dikeluarkan sebagai upaya meringankan beban ojol yang terimbas pandemi Covid-19. Namun, promo ini hanya berlaku untuk pembelian BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertalite, dan Pertamax Turbo.

“Setiap harinya, Pertamina akan memberikan cashback kepada 10.000 ojol di seluruh Indonesia. Promo ini berlaku mulai 14 April hingga 12 Juli 2020,” terang warga Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu, Rabu (15/4/2020).

Namun, lanjut dia, promo ini punya batasan maksimal pengembalian dana sebesar Rp 15 ribu dalam setiap pembelian BBM. Tak hanya itu, cashback ini juga tidak bisa didapatkan di waktu yang sama saat melakukan pembayaran. Ojol harus menunggu paling lama sepekan, karena perlu adanya pengecekan konsumen tersebut masuk 10 ribu pembeli pertama atau tidak.

“Kalau masuk 10.000 pembeli pertama, nanti saldonya otomatis bertambah 50 persen dari nominal pembelian. Kalau tidak termasuk, berarti tidak dapat cashback. Tapi maksimal Rp 15 ribu, ya. Jika beli BBM lebih dari Rp 30 ribu, potongannya tetap Rp 15 ribu,” ungkapnya.

Baca juga: Alfamart Bagikan Sembako untuk 30 Ribu Mitra Gojek

Zakia kemudian menjelaskan, syarat utama mendapatkan pengembalian dana ini adalah ojol harus punya akun di aplikasi MyPertamina dan LinkAja. Setelah mendaftar, dua aplikasi tersebut kemudian disambungkan untuk memulai pembelian.

“Pembelian BBMnya melalui aplikasi LinkAja. Setelah itu, bukti transaksi di LinkAja harus discreenshot dan diupload ke aplikasi MyPertamina dan masukkan Reference Number,” tandas Zakia.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

UMK Tunda Wisuda 600 Mahasiswa

0
Kampus Universitas Muria Kudus. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Rencananya, pada 22 April mendatang, Universitas Muria Kudus (UMK) akan mewisuda sebanyak 600 mahasiswa. Namun, adanya pandemi Covid-19 ini, pelaksanaan wisuda ditunda.


Rektor UMK Suparnyo menuturkan, hal tersebut harus dilakukan untuk mencegah adanya penyebaran Virus Corona.”Wisuda ditunda sampai kondisi covid-19 mereda. Nanti kami akan update lagi” paparnya.

Baca juga : Sekolah Diliburkan, Guru Pantau Pembelajaran Siswa di Rumah Secara Online

Suparnyo menjelaskan, dari total 600 mahasiswa yang akan diwisuda, berasal dari mahasiswa strata satu dan strata dua (pascasarjana). Keseluruhan dari enam fakultas dan 18 progam studi.

Sementara itu terkait berkas ijazah, mahasiswa dapat mengunduh scan ijazah dan transkrip nilai di laman http://baak.umk.ac.id/ijazah mulai tanggal 18 April 2020.

Mendengar hal tersebut, satu di antara mahasiswa UMK Siti Alimah (24) mengaku senang bisa mendapatkan ijazah dan transkrip nilai walau masih berupa scan.

Namun dirinya mengharapkan agar Covid-19 segera usai dan dia dapat segera di wisuda. “Semoga gak batal aja Mas,” tutur mahasiswi yang mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tersebut.

Baca juga : SMK RUS Kudus Menuju Revolusi Industri 4.0, Ita : ’Keterampilan Saja Belum Cukup’

Menurutnya, orang tuanya juga sudah mengerti dan dapat memaklumi. “Yang dinanti-nanti itu kan wisudanya Mas. Orang tua mana yang tidak senang ketika anaknya diwisuda,” jelas gadis yang tinggal di Mejobo, Kabupaten Kudus tersebut.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kebutuhan APD di Jateng Masih Aman

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau produksi APD di salah satu SMK. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Untuk pemenuhan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis, salah satu cara yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo adalah dengan menggandeng perusahaan serta usaha kecil menengah di sektor garmen.

Setidaknya, sampai saat ini minimal 356.978 APD tersedia di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Tengah. Sedangkan kebutuhan APD di Jawa Tengah untuk menangani COVID-19 ini diperkirakan mencapai satu juta unit.

Ganjar menyampaikan, keperluan yang sangat besar itu akan sulit tercukupi jika hanya mengandalkan pabrikan. Salah satu jalan keluarnya adalah dengan menggerakkan seluruh potensi produksi.

“Saya orang yang dari awal meyakini, ketika produksi pabrikan begitu mahal dan sulit pasti akan muncul kekuatan-kekuatan dalam negeri. Saya berterimakasih pada pelaku usaha yang mau membantu penyediaan APD ini,” kata Ganjar, Selasa (14/4/2020).

Baca juga : Jateng Belum Ajukan Status PSBB, Ini Kata Ganjar

Akhirnya beberapa produsen kaos di Jateng pun kini memilih lajur lain dengan memproduksi APD. Balai Latihan Kerja, memanfaatkan pesertanya untuk turut serta. Puluhan UKM, rumah sakit bahkan sampai siswa SMK pun tidak mau ketinggalan.

“Pemerintah bisa memberi stimulan kain, teknologi untuk mereka bisa menjahit. SMK, BLK dan masyarakat bisa home industri, termasuk perusahaan. Ini akan sangat membantu,” ungkapnya.

APD tersebut diutamakan untuk para tenaga medis di 202 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Tengah. Dari 202 tersebut, 67 rumah sakit telah melakukan input data ketersediaan APD-nya. Secara keseluruhan per tanggal 14 April ini terdapat 356.978 APD. Rinciannya, sepatu boot ada 1.876 pasang, google glass tersedia 3.844 buah, coverall sebanyak 23.123, masker bedah 313.802 dan masker N95 sebanyak 14.333.

“Masih ada 135 rumah sakit yang belum input data. Sampai sekarang kebutuhan APD di Jateng masih aman. Meskipun kami terus mendorong pa rukan maupun UKM untuk terus memproduksi,” katanya.

Baca juga : Bantuan Terus Mengalir, Ganjar : ‘Ini Wujud Gotong Royong Masyarakat’

Selain APD yang sudah terdistribusi ke rumah sakit tersebut, puluhan ribu APD juga masih tersedia di Wisma Perdamaian, rumah dinas Gubernur Jateng yang dialih fungsikan untuk gudang logistik.

Hal tersebut disampaikan Ganjar usai beberapa perusahaan di Jawa Tengah turut nyengkuyung peralatan untuk melawan Covid-19 ini. Seperti dari PT Triangle Motorindo, PT Sampoerna dan PT Agro Manunggal.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pabrik dan Rumah Makan Banyak Tutup, Peternak Ayam Rugi Puluhan Juta

0
Nurul Khamdani sedang memberi makan ayam ternaknya. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Udara sejuk terasa saat masuk di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Di sebelah timur desa tersebut tampak berjajar kandang ayam pedaging. Di dalam salah satu kandang itu terlihat pria mengenakan kaus kuning sedang memberi makan ribuan ayam peliharaan. Pria tersebut yakni Nurul Khamdani (27) peternak ayam pedaging.


Seusai memberi makan ayam, pria yang akrab disapa Nurul itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, mulai usaha ternak ayam pada tahun 2010. Tapi nasib ternak ayamnya saat pandemi corona ini sangat bikin pusing kepalanya.

Nurul Khamdani sedang memberi pakan ayam ternaknya. Foto : Rabu Sipan

“Jangan dikira senyum ini tidak pusing. Sebenarnya sangat pusing kepala saya. Harga ayam rusak sejak ada corona. Harga daging ayam turun drastis,” ujar Nurul kepada betanews.id.

Baca juga : Omzet Barbershop Anjlok Hingga 50 Persen

Sambil menatap nanar ribuan ayam di kandang, dia mengatakan, harga daging ayam hidup di kandang saat ini yakni kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram. Padahal sebelum ada pandemi Covid-19 harga daging ayam berada di angka Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kilogram.

Anjloknya harga ayam pedaging saat pandemi itu tuturnya, dikarenakan sepi peminat. Selain itu, pabrik – pabrik pengolahan daging ayam juga banyak yang tutup. Serta banyak wilayah yang membatasi gerak di ruang publik.

“Karena sepi peminat, stok ayam jadi berlimpah. Panen ayam tidak bisa dikirim ke pabrik. Pasar juga sepi permintaan. Warung dan rumah makan banyak yang tutup, serta sudah jarang ada orang hajatan,” ungkap pria berjambang tersebut.

Pria yang tergabung dalam paguyuban peternak ayam di desanya yang bernama Wonolangu itu menuturkan, memelihara ayam pedaging sekitar 8 ribu ekor. Dengan harga yang turun bebas itu, Nurul mengaku merugi sekitar Rp 32 juta dalam satu musim panen.

Baca juga : Faruq Kini Harus Door to Door Tawarkan Jasa Angkut Barang

Pria yang dikaruniai satu anak itu berharap, kerugian yang ditanggungnya itu akan ada keringanan dari perusahaan kemitraan yang diikutinya. Atau mungkin malah kerugian peternak itu bisa ditanggung semua oleh perusahaan.

“Semoga saja corona cepat hilang dari Nusantara, sehingga dunia peternakan stabil lagi. Serta semoga saja kerugian nanti juga ditanggung sama perusahaan,” harap Nurul.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Laboratorium Tes Covid-19 di Jateng Ditambah, Hasil Swab Tak Perlu Nunggu Lama

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Setelah Laboratorium Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, kini laboratorium tes Covid-19 Jateng bertambah satu, yakni Rumah Sakit Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (RS UNS).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku senang, karena RS UNS telah ditetapkan sebagai laboratorium pengecekan Covid-19. Dengan begitu, maka penanganan Covid-19 di Jateng akan semakin cepat.

“Sebenarnya kami sudah menyiapkan banyak, ada beberapa rumah sakit dan perguruan tinggi. Alhamdulillah UNS sudah bisa dan menawarkan menjadi rumah sakit rujukan. Saya senang dan akan saya siapkan keperluan untuk itu,” kata Ganjar di rumah dinasnya, Selasa (14/4/2020).

Baca juga : Jateng Belum Ajukan Status PSBB, Ini Kata Ganjar

Beberapa rumah sakit yang disiapkan lainnya lanjut Ganjar tinggal menunggu ketetapan dari Kementerian Kesehatan. Di antaranya RSUD Moewardi Solo, RSUP Kariadi Semarang, UNDIP Semarang, UNSOED Purwokerto dan RSUD Margono.

“Ada lagi rumah sakit Pertamina di Cilacap yang disiapkan pemerintah. Semuanya sudah disiapkan, tinggal on saja. Mudah-mudahan segera disetujui sehingga penanganan lebih cepat,” katanya.

Apabila semua itu disetujui, Ganjar menegaskan, pengecekan lab untuk pasien Covid-19 di Jateng tidak akan membutuhkan waktu lama. Dalam hitungan jam saja, hasil tes akan diketahui.

Baca juga : Sejuta TKI Akan Pulang, Pemprov Jateng Siapkan Tempat Karantina Khusus

“Kalau Salatiga ada, Solo didukung Jogja, Semarang dan Banyumas sudah on, ini bisa sangat membantu. Area layanan akan semakin banyak dan mempercepat penanganan,” sebutnya.

Sebelumnya, pengecekan tes Covid-19 di Jateng selalu dikirim ke Jakarta dan Yogyakarta. Akibatnya, hasil tes cukup lama didapat dan penanganan pasien menjadi terkendala. Kemudian Kementerian Kesehatan menunjuk laboratorium B2P2VRP di Salatiga sebagai tempat pengecekan. Namun kapasitas yang belum mumpuni, sehingga waktu pengecekan juga cukup lama.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Alfamart Bagikan Sembako untuk 30 Ribu Mitra Gojek

0
Driver Gojek mendapatkan bantuan sembako dari Alfamart. Foto : Ist

BETANEWS.ID, JAKARTA – Pandemi Corona berimbas terhadap anjloknyapendapatan para pekerja noninformal. Seperti halnya ojek online (ojol). Untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, khususnya dalam pemenuhan sembako, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menyalurkan bantuan kepada 30.000 mitra Gojek.

Bantuan senilai total Rp 1,5 miliar itu berasal dari, Rp 1 miliar merupakan hasil donasi konsumen Alfamart dengan menggandeng 4 yayasan, yakni BMCI Rp 500 juta, LazisMu Rp 250 juta, LazisNu Rp 150 juta dan juga Mizan Amanah Rp 100 juta. Sementara tambahan Rp 500 juta merupakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Alfamart.

Bantuan untuk mitra Gojek ini merupakan rangkaian program tanggap ‘Alfamart Melayani Indonesia’, dalam penanganan wabah Covid-19.

“Mereka (ojek online) terkena imbas dalam kondisi penyebaran wabah seperti sekarang ini. Di saat mayoritas pekerja harus Work From Home dan menerapkan physical distancing, menyebabkan penghasilan mereka ikut berkurang . Kita akan salurkan terhadap driver GoJek yang benar-benar membutuhkan bantuan,” kata Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin.

Baca juga : Ganjar Telepon Anies Gegara Banyak Warga Jateng Belum Terima Bantuan

Bantuan yang bersumber dari donasi konsumen Alfamart dan CSR Alfamart tersebut akan disalurkan berupa 30.000 voucher digital bagi mitra driver Gojek, yang bisa dibelanjakan untuk subsidi pembelian kebutuhan makanan pokok seperti beras, gula minyak goreng maupun mie instan.

Voucher tersebut akan diutamakan pada mitra driver yang berusia lanjut, telah berkeluarga serta bertempat tinggal di wilayah merah, yang lebih rentan terkena imbas pada masa tanggap darurat Covid-19. Sehingga bantuan lebih tepat sasaran dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Gojek menyambut baik bantuan yang diberikan Alfamart untuk mitra-mitranya. Sebelumnya Gojek dan Yayasan Anak Bangsa Bisa juga telah mendonasikan sembako kepada 200 ribu mitra driver Gojek senilai @Rp100.000, melalui voucher digital yang dapat ditukarkan di seluruh gerai Alfamart. Lewat jaringan luas Alfamart yang tersebar di seluruh Indonesia, Gojek dapat menjangkau ratusan ribu mitra driver dengan bantuan yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan mereka.

Baca juga : Bantuan Terus Mengalir, Ganjar : ‘Ini Wujud Gotong Royong Masyarakat’

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Alfamart serta konsumennya. Termasuk dengan adanya donasi bagi 30.000 mitra driver kami. Kami percaya, kolaborasi ini dapat membantu meringankan beban biaya harian mitra driver serta menjadi jaring pengaman (safety net) untuk mereka. Lewat hal ini, kita berupaya memastikan mitra driver dan keluarganya tetap dapat terus memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Hans Patuwo, Chief of Operations Gojek.

Sebelumnya, Alfamart juga telah menyalurkan paket bantuan nutrisi dan vitamin untuk paramedis di 50 RS rujukan penanganan COVID-19, melakukan penyemprotan desinfektan dilebih dari 100 titik fasilitas umum seperti rumah ibadah, serta pemberian hand sanitizer dan peralatan kesehatan lainnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Simak Langkah Daftar Kartu Pra Kerja di Situs Prakerja.go.id

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Pendaftaran Kartu Pra Kerja gelombang pertama telah dibuka sejak Sabtu (11/4/2020) lalu hingga Kamis (16/4/2020) pukul 16.00 WIB. Nah, bagi Sahabat Beta yang mau mendaftarkan diri sebagai peserta Kartu Pra Kerja hanya perlu mengakses situs www.prakerja.go.id dan meluangkan waktu sekitar 30 menit.

Sebelum memulai langkah pertama pendaftaran, Sahabat Beta harus memastikan, bahwa persyaratan sudah dipenuhi. Adapun persyaratannya, yakni Warga Negara Indonesia (WNI) harus berumur 18 tahun ke atas dan tidak sedang menempuh pendidikan formal. Pekerja yang baru saja terkena PHK dan tidak menempuh pendidikan formal juga bisa ikut.

Jika Sahabat Beta sudah memenuhi persyaratan di atas, jangan lupa menyiapkan KTP untuk keperluan mendaftar. Apabila sudah siap, maka bisa mengakses situs resmi Kartu Pra Kerja dan memilih menu ‘Masuk’. Sebelum memasukkan akunnya, Sahabat Beta harus mendaftar terlebih dahulu.

Baca juga : Warga Kudus Keluhkan Susahnya Daftar Kartu Pra Kerja

Dalam menu daftar akun, Sahabat Beta hanya perlu mengisi email dan password yang harus dibuat lebih dari 8 karakter dengan huruf kapital dan kecil, serta angka. Setelah itu centang pilihan ‘saya menyetujui syarat dan ketentuan privasi yang berlaku’.

Usai mendaftar, Sahabat Beta secara otomatis memperoleh pesan verifikasi di kotak masuk alamat email yang didaftarkan. Jika sudah diverifikasi, maka akan langsung kembali ke laman utama www.prakerja.go.id, dan sudah bisa memasukkan akunnya.

Nah, jika sudah selesai langkah ini, maka resmi memiliki akun di situs Kartu Pra Kerja. Apabila gagal lolos gelombang pertama, maka tak perlu mengulang membuat akun lagi.

Langkah selanjutnya yakni verifikasi KTP dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan tanggal lahir. Lalu berlanjut pada pengisian formulir data diri. Pada tahapan ini, yang harus dipersiapkan adalah foto KTP dan foto selfie dengan memegang KTP.

Baca juga : Disnakerperinkopukm Kudus Siap Fasilitasi Warga untuk Daftar Kartu Pra Kerja

Jangan lupa, file maksimal 2 MB dengan format JPEG. Jika sudah berhasil, kemudian mengisi nomor ponsel dan memastikan nomor tersebut aktif. Karena akan mendapat kode verifikasi melalui SMS.

Pemohon juga wajib mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar sebagai syarat untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja. Setelah selesai seluruh tahapan, warga tinggal menunggu hasil evaluasi pada tanggal 17 April 2020. Jika gagal, bisa mendaftar kembali pada gelombang selanjutnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

52 ODP yang Dikarantina Tidak Tunjukkan Gejala Covid-19, Satu Sakit

0
Salah seorang petugas dengan APD lengkap sedang mengirimkan makanan ke para pemudik yang dikarantina, Rabu (15/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Tiga orang petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap tampak menata nasi kotak yang akan diberikan kepada orang dalam pemantauan (ODP) yang dikarantina di Rusunawa Kudus, Rabu (15/4/2020).

Nasi kotak yang berisi aneka lauk itu sudah disiapkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus untuk memenuhi gizi harian para pemudik yang kondisinya terus dipantau.

Seorang petugas tampak mempersiapkan kamar yang akan digunakan pemudik, Rabu (15/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi mengungkapkan, kondisi kesehatan 52 pemudik yang dikarantina di Rusunawa dan Balai Diklat Menawan tidak menunjukkan gejala yang menjurus ke Covid-19.

Dari jumlah tersebut, terdapat satu pemudik yang sedang sakit. Menurutnya, pasien yang berada di Rusunawa Bakalankrapyak itu memiliki riwayat darah tinggi.

“Hasil informasi dari DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus) keseluruhan (ODP) baik. Tidak ada gejala (Covid-19). Namun ada satu pemudik yang butuh pengobatan rutin dan sedang diterapi,” jelasnya.

Saat ini, tim medis secara rutin melakukan pengecekan. Bila mana dirasa perlu dirujuk, pihaknya akan merujuk ke rumah sakit. “ODP yang sakit berjenis kelamin laki-laki,” kata Andini.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Agung Karyanto menuturkan, per tanggal 15 April 2020, Rusunawa sudah menerima 39 pemudik dengan rincian 38 laki-laki dan satu orang perempuan. Sedangkan di Balai Diklat Menawan terdapat 13 orang dengan komposisi 12 laki-laki dan satu perempuan.

“Untuk Hotel Graha Muria masih kosong,” jelasnya saat melakukan video konferensi pers melalui aplikasi Zoom.

Baca juga: Bertambah Lagi, Satu Pasien Positif Covid-19 Asal Kudus Dirawat di Semarang

Khusus untuk rusunawa, saat ini para pemudik sudah menempati 39 kamar dari 95 kamar yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Rinciannya, 23 orang di lantai lima dan 16 orang di lantai empat.

“Penempatannya memang difokuskan untuk mengisi lantai paling atas terlebih dahulu. Kemudian kalau sudah penuh, baru bergeser ke lantai bawahnya,” kata Agung.

Baca juga: Pemkab Kudus Libatkan Lima Perguruan Tinggi untuk Bantu Tangani ODP

Dia melanjutkan, sesuai perkembangan, pihaknya akan mengubah regulasi penempatan pemudik di rusunawa. Jika sebelumnya satu kamar diisi satu pemudik, sekarang menjadi dua orang.

“Sebelumnya kan, satu kamar untuk satu orang. Supaya biar muat banyak dan memaksimalkan tempat, kamar akan diisi dua orang. Itu berlaku untuk penghuni baru,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Disnakerperinkopukm Kudus Siap Fasilitasi Warga untuk Daftar Kartu Pra Kerja

0
Kepala Disnakerperinkopukm Kudus, Bambang Tri Waluyo sedang mengecek kesiapan petugas untuk memfasilitasi warga dalam mendaftar Kartu Pra Kerja. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Terik matahari terasa menyengat di Jalan Conge No 99, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin (13/4/2020) siang. Di tepi jalan tersebut tampak sebuah taman bertuliskan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerperinkopukm) Kabupaten Kudus. Bambang Tri Waluyo (59), Kepala Dinas Disnakerperinkopukm, menjelaskan kepada betanews.id terkait kesiapan memfasilitasi warga dalam mendaftar Kartu Pra Kerja.

Petugas sedang mendampingi warga untuk mendaftar Kartu Pra Kerja. Foto : Ahmad Rosyidi

Dia mengaku baru mendapat surat edaran dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Setelah membaca, dirinya langsung menindaklanjuti surat tersebut. Dengan menyiapkan petugas untuk membantu warga yang kesulitan mendaftar Kartu Pra Kerja secara online.

“Saya baru menerima surat edaran siang ini. Saya tugaskan lima pegawai untuk melayani warga yang kesulitan daftar. Kami manfaatkan ruang Pelayanan Kartu AK1 atau kartu untuk pencari kerja, karena selama pandemi Covid-19 ini ditutup sementara,” paparnya.

Baca juga : Warga Kudus Keluhkan Susahnya Daftar Kartu Pra Kerja

Saat ini, pihaknya hanya mendapat surat edaran untuk membantu warga yang kesulitan mendaftar. Untuk tindak lanjut, dia masih menunggu informansi dari pusat.

Pria yang akrab disapa Bambang itu kemudian mengajak untuk melihat lokasi yang digunakan. Dia menjelaskan, jika pelayanan harus sesuai prosedur seperti imbauan pemerintah. Jarak tidak berdekatan, menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk.

“Selain itu, kami juga menyediakan wifi gratis, agar warga bisa coba mengakses sambil menunggu. Di depan juga sudah ada panduannya. Karena nanti yang masuk lima orang bergiliran,” tambahnya sambil menunjukan papan informasi.

Baca juga : Pemegang Kartu Prakerja Bisa Dapat Rp 3,5 Juta, Ganjar: ‘Yang Kena PHK Buruan Daftar!’

Satu di antara sejumlah warga yang datang yakni Muhammad Bacharudin Habibullah (22). Dia mengaku kesulitan upload foto KTP. Abi sapaan akrabnya, mengaku sudah berhasil membuat akun.

“Tengah malam saya membuat akunnya. Tetapi saat tahap upload foto KTP untuk persyaratan gagal. Jadi ini saya mau minta bantuan,” terang Pria yang sebelumnya kerja di angkringan itu.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Warga Kudus Keluhkan Susahnya Daftar Kartu Pra Kerja

0
Beberapa warga terlihat sedang mendaftar Kartu Pra Kerja di situs www.prakerja.go.id, yang dilakukan di Kantor Disnakerperinkopukm Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua pria tampak duduk memandang monitor di ruangan Pelayanan Kartu AK1, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerperinkopukm) Kabupaten Kudus. Seorang perempuan mengenakan masker terlihat berdiri mengamati mereka. Dia yakni Dwi Puspa (39), Satu di antara sejumlah pegawai di dinas tersebut.

Dia mengungkapkan, kebanyakan warga yang datang untuk mendaftar Kartu Pra Kerja kesulitan mengakses website www.prakerja.go.id. Ada yang sudah bisa mendaftar tetapi gagal saat mengupload foto. Jadi kami hanya bisa menyemangati untuk bersabar.

Belasan warga terlihat sedang mendaftar Kartu Pra Kerja di Disnakerperinkopukm Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi

“Jika kesulitan mengakses websitenya ini di luar kemampuan kami. Semoga ini segera ada perbaikan dan bisa lancar diakses. Mungkin karena banyaknya orang yang mengakses secara bersamaan, jadi websitenya down,” ungkap perempuan yang akrab disapa Dwi itu, Senin (13/4/2020).

Baca juga : Sejuta TKI Akan Pulang, Pemprov Jateng Siapkan Tempat Karantina Khusus

Dia juga menjelaskan, saat ini di sana menyiapkan dua unit komputer yang bisa digunakan warga. Selebihnya dia mengarahkan pendaftaran menggunakan ponsel masing-masing. Dia bersama empat temannya yang bertugas akan membantu semaksimal mungkin.

Satu di antara dua yang duduk menghadap monitor adalah Muhammad Bacharudin Habibullah (22). Dia mengaku kesulitan upload foto KTP. Setelah dicek, ternyata foto yang diupload melebihi kapasitas.

“Setelah dicek ternyata ukuran file fotonya terlalu besar. Ini sudah saya kecilkan tetapi masih gagal. Sepertinya websitenya yang down. Ini saya coba terus,” jelas warga Samirejo, Kecamatan Dawe, Kudus itu kepada betanews.id.

Baca juga : Data Penerima Bantuan Jaring Pengaman Sosial dari Pemerintah Pusat Diminta Valid

Sama halnya Zuhri Syarofi (26), dia gagal dalam membuka website. Dirinya juga menduga jika saat ini banyak yang mengakses. Zuhri sapaan akrabnya, memilih lain waktu untuk mencoba lagi.

“Ini tadi masuk websitenya saja susah. Mungkin nanti saya coba lagi di rumah. Sepertinya saat ini sedang banyak yang buka websitenya,” ujar warga Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kudus itu.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jateng Belum Ajukan Status PSBB, Ini Kata Ganjar

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen saat menerima bantuan masker belum lama ini. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Setelah DKI Jakarta ditetapkan berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), beberapa wilayah di Jawa Barat dan Banten juga menyusul. Itu karena, lonjakan kasus Covid-19 di tiga daerah tersebut sangat tinggi. Jakarta di peringkat teratas dengan 2.186 kasus, Jawa Barat yang terdapat 540 kasus berada di peringkat kedua dan Banten terdapat 285 kasus berada di peringkat keempat. Sementara Jateng di peringkat keenam kasus terbanyak.

Hingga saat ini, total kasus Covid-19 di Jawa Tengah yang terkonfirmasi sebanyak 203 orang, 25 di antaranya meninggal dan 19 sembuh. Landainya tingkat kenaikan kasus tersebut, membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa belum memerlukan pengajuan status PSBB untuk wilayahnya.

“Belum (ajukan PSBB). Kita lagi siapkan dengan baik, agar kita mantab betul, mulai dari bagaimana percepatan persebarannya, tapi kita lebih hati-hati betul menghitung,” kata Ganjar, Selasa (14/4/2020)di Puri Gedeh.

Baca juga : Bantuan Terus Mengalir, Ganjar : ‘Ini Wujud Gotong Royong Masyarakat’

Hitungan yang dimaksud, kata Ganjar, adalah dukungan atau bantuan pemerintah kepada masyarakat. Termasuk sistem logistik, sistem transportasi sampai sistem keuangan.

“Jadi PSBB bukan tujuan, tapi mesti dihitung secara matematis, statistik secara epidemologis sehingga kita perlu pakar untuk membantu,” kata Ganjar.

Selain itu, juga belum ada kabupaten/kota di Jateng yang hendak mengajukan penetapan status tersedia. Saat ini Ganjar tengah mematangkan pendataan masyarakat sebagai salah satu skenario teknis pemberian bantuan.

Baca juga : Sejuta TKI Akan Pulang, Pemprov Jateng Siapkan Tempat Karantina Khusus

“Sampai akhir April akan kita eksekusi soal bantuan. Agar kita menyiapkan skenarionya. Termasuk ketika kita mengajukan atau menuju PSBB, kota mana, kabupaten mana, kecamatan, desa, kita hitung betul,” tandasnya.

Selain itu, yang tidak kalah penting bagi Ganjar adalah pendataan warganya yang saat ini berada di luar daerah, Jabodetabek khususnya. Pendataan tersebut juga dalam rangka penyaluran bantuan. Ganjar mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk percepatan pendataan tersebut.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Aris Buka Rahasia Agar Ikan Cupang Menang Kontes

0
Aris Wibowo sedang mengamati Ikan Cupang yang dibudidayakannya. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi timur Jalan Pangeran Puger, Kelurahan Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tampak rumah berwarna krem. Di dalam ruang tamu rumah tersebut terlihat ratusan botol plastik serta kaca transparan berbentuk kotak berisi aneka ikan cupang. Di ruangan itu juga, tampak seorang pria sedang memberi makan ratusan ikan peliharaannya itu. Pria itu bernama Aris Wibowo seorang pembudidaya ikan cupang.

Sambil melanjutkan memberi makan ratusan cupang, Aris Wibowo sudi berbagi kisah tentang usahanya itu. Dia mengatakan, mulai merintis usaha budi daya ikan cupang sejak 2016. Usaha itu ditekuni tuturnya, karena ikan cupang itu diminati banyak orang dan tanpa memandang usia.

Pembeli Ikan cupang sedang memilih ikan yang hendak dibeli. Foto: Rabu Sipan.

“Ikan cupang itu disukai banyak orang. Dari anak -.anak hingga dewasa banyak yang hobi memelihara ikan kecil berwarna penuh goda tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Aris kepada betanews.id.

Setelah selesai memberi makan semua ikan peliharaannya itu, Aris pun kemudian duduk melanjutkan memberi penjelasan. Dia mengungkapkan, sebenarnya ikan cupang itu ada lima jenis yakni, cupang plakat, halfmoon, ekor serit, double tail, serta giant raksasa.

“Dari kelima jenis ikan cupang itu, saya fokus budi daya cupang plakat dan cupang halfmoon. Karena perawatannya lebih mudah dan tentunya lebih diminati,” ungkap pria tinggi besar itu.

Pria yang memberi nama usahanya 354 Betta Farm Kudus itu menuturkan, menjual ikan cupangnya mulai harga Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu per ekor. Harga tersebut untuk anak – anak. Sedangkan khusus para penghobi dia mematok mulai Rp 50 ribu hingga ratusan ribu per ekor.

Meski begitu, terangnya, tak jarang para anak – anak yang masih duduk di bangku sekokah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) itu beli cupang untuk penghobi. Bahkan mereka rela menabung demi bisa memiliki ikan cupang impian mereka.

“Padahal sering saya ingatkan lho, mending beli yang murah aja, soalnya yang bagus itu mahal. Mereka malah bilang, gak apa – apa uang ini hasil tabungan dari sisihkan uang jajan Om,” ujar Aris menirukan perkataan pelanggannya.

Baca juga: Kotot Beri Nama Bengkel Cat Mobilnya Sesuai Wasiat Sang Kakek

Pria yang sudah dikaruniai satu anak itu pun tidak pelit membagikan tips memilih ikan cupang yang bagus. Menurutnya, ikan cupang yang bagus itu yang badannya proposional, ekornya mampu mengembang, sirip atas dan bawah itu lebarnya sama. Serta yang mentalnya berani.

“Urusan warna itu nomor sekian. Kalau mentalnya bagus setiap kontes disandingin sama cupang warna apa aja berani ngembangin ekornya, pasti ikan cupang itu akan sering menang kontes,” paparnya.

Baca juga: Manjakan Konsumen, A’betta Elektronik Gratiskan Ongkir Barang Reparasian

Aris mengaku, suka dengan ikan cupang sejak belia. Karena suka dan hobi tuturnya, pada tahun 2014 Aris memutuskan ternak ikan cupang khusus penghobi. Hingga dua tahun berselang teman – temannya menyarankan untuk fokus dan budi daya ikan cupang itu dijadikan usaha.

“Ternyata benar juga saran teman saya itu. Kini peminat ikan cupang saya tidak orang Kudus saja, melainkan seantero Pulau Jawa,”  beber Aris yang mengaku juga menjual ikan cupangnya secara daring.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Bantuan Terus Mengalir, Ganjar : ‘Ini Wujud Gotong Royong Masyarakat’

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mencoba motor tangki untuk penyemprotan disinfektan, Selasa (14/4/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi bantuan dari berbagai pihak untuk penanganan Covid-19 yang terus mengalir. Ini disampaikannya saat menerima secara langsung berbagai kebutuhan tersebut di Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah, Selasa (14/4/2020).

Hari ini, bantuan yang diterimanya berupa tiga unit motor tangki untuk penyemprotan disinfektan dari PT Triangle Motorindo (Motor Viar). Kemudian dari PT Sampoerna menyerahkan portable sink 15 unit, APD full set 60 paket, sprayer kit 25 buah, Refill disinfektan sprayer 250 liter, disinfektan 250 liter, hand sanitizer 250 liter, dan 2500 masker. Sedangkan PT Agro Manunggal menyerahkan bantuan 28.000 masker.

“Terima kasih, masyarakat terus bergerak. Nilai besarnya adalah gotong royong, nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujar Ganjar Pranowo.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima berbagai bantuan penanganan Covid-19, Selasa (14/4/2020). Foto: Ist.

Khusus untuk bantuan motor tangki, Ganjar akan memanfaatkannya untuk menyemprotkan disinfektan di pasar-pasar yang akan diujicobakan terlebih dahulu di Kota Semarang.

“Liburkan satu sampai dua hari. Setelah disemprot dan ditata jarak antar pedagang, baru hari kedua boleh berdagang. Di pintu masuk juga harus dibatasi, disiapkan cuci tangan, dan wajib pakai masker,” paparnya.

Baca juga: Grab Kudus Sumbang Wastafel Portabel dan Bagikan Masker

Menurutnya, motor tangki ini akan sangat berguna untuk membantu pencegahan menyebarnya Virus Corona di Jawa Tengah. Mengingat, alat ini mudah dibawa ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Motor ini lebih moveable, bergeser kemana-mana, bisa bergilir karena untuk Jawa Tengah. Jadi siapa saja boleh. Untuk masker nanti disalurkan ke seluruh Jawa Tengah,” imbuh Ganjar.

Baca juga: Eks Napiter Sumbang Ribuan Masker, Harun : ‘Ini Jahit Sendiri Selama Sepekan’

Di sisi lain, General Manager PG Triangle Motorindo Dimas Tomi Radityo mengatakan, bantuan motor tangki ini merupakan wujud kepedulian perusahaan dalam upaya membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam penanganan Covid-19.

“Nilai bantuannya tidak besar, tapi harapan kami dapat bermanfaat untuk penanganan Covid-19 lebih cepat. Semoga Indonesia kembali normal,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Bisnis Rebana Sunarwi Punya Pelanggan Hingga Luar Jawa

0
Salah seorang pekerja di Anugrah Rebana sedang mengerjakan ornamen alat musik rebana. Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, PATI – Sunarwi (46) tampak antusias saat menceritakan usaha membangkitkan kembali bisnis kuningannya yang ambruk beberapa tahun lalu. Meski beberapa kali terbata-bata saat tiba di momen kegagalan dalam berbisnis, ia terus saja bersemangat meneruskan kisahnya hingga sukses berbisnis alat musik rebana.

Beberapa karyawan terlihat sedang bercengkerama di depan toko Anugrah Rebana. Foto: Titis Widjayanti.

Di tengah sorotan matahari sore yang menghampiri tokonya di Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, pria beranak tiga ini menjelaskan usaha barunya yang bergerak di pembuatan alat rebana. Di dalam toko itulah ia memamerkan alat-alat rebana, mulai dari yang belum diwarnai hingga yang sudah siap jual.

Setelah memperlihatkan isi toko, pria yang sudah menjalankan bisnis rebana selama lima tahun ini bergerak pelan menuju rumahnya yang digunakan untuk tempat produksi. Di rumah berdinding bata putih itu, ada lima karyawan yang mengerjakan bagian-bagian rebana.

Sunarwi menjelaskan, dalam bisnis peralatan alat musik bernama ‘Anugrah Rebana’ tersebut, ia masih menggunakan kuningan sebagai bahan utama, bersanding dengan aluminium dan kayu.

Alhamdulilah sudah punya pelanggan tetap, mulai dari Pulau Jawa sampai Kalimantan dan Sumatera,” ungkap dia sumringah, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Kualitas dan Harga Murah, Kunci Noto Mebel Bisa Bertahan Lebih 20 Tahun

Sambil memperlihatkan beberapa hasil produknya, ia membeberkan, pesanan rebana ini memang tidak setiap saat ramai. Makanya, ia juga mengerjakan peralatan lain yang masih bisa dikerjakan di tempatnya, asalkan dari alumunium dan kuningan.

“Pesanan rebana ini datang di musim-musim tertentu. Seperti waktu awal puasa itu sepi pesanan dan akhir puasa adalah musim paling banyak pesanan. Namun, untuk pesanan di luar rebana seperti perkakas rumah tangga, itu tergantung pelanggan yang datang,” papar pria asli Desa Growong, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati ini.

Baca juga: Roastbean Coffee, Varian Baru dari Kopi Itheng

Sunarwi mengakui, pengalaman berkecimpung di dunia kuningan sejak umurnya masih 17 tahun menjadi pelajaran berharga yang terus ia pegang.

“Memang masih dibilang usaha rumahan yang kadang terkendala permodalan. Tapi sejauh ini kami usahakan supaya tetap beroperasi, agar karyawan tetap punya penghasilan layak,” pungkas dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Dari Produksi Keripik, Abdul Banting Setir Bisnis Kopi Itheng

0
Abdul Rohman sedang memilah biji kopi yang habis diroasting. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin penggoreng kopi terdengar di sebuah rumah. Seorang pria memakai topi terlihat memasukKan biji kopi ke dalam mesin tersebut. Setelah memasukKan biji kopi, kemudian dia mengambil handphone dan mengaktifkan timer.

Dia tak lain adalah Abdul Rohman, pemilik Kopi Itheng. Sambil menunggu biji kopi hingga matang siap diangkat, dia sudi berbagi cerita kepada betanews.id tentang usahanya. Abdul, begitu dia akrab disapa mengatakan, bahwa memulai bisnis kopi pada tahun 2018.

Beberapa kemasan dari Kopi Itheng. Foto : Ahmad Rosyidi

“Saya mulai bisnis kopi tahun 2018. Sebelumnya pada 2017 saya bisnis membuat keripik pisang, talas dan ganyong. Karena bahan bakunya naik tiga kali lipat, jadi saya beralih bisnis kopi,” terang warga Desa Colo, RT 02 RW 01, Kecamatan Dawe,Kabupaten Kudus, Sabtu (4/4/2020).

Baca juga : Roastbean Coffee, Varian Baru dari Kopi Itheng

Sebelum bisnis kopi, Abdul sudah belajar tentang kopi serta cara pengolahannya selama dua tahun. Meski sudah belajar banyak, awal proses menggoreng dia masih gagal. Meski begitu dia tidak menyerah dan terus mencoba hingga berhasil.

Biji kopi yang dia produksi diambil langsung dari petani sekitar lereng Muria. Kemudian Abdul mengolahnya sendiri. Menurutnya, sejak mendapat edukasi, para petani kopi lereng Muria sudah mulai paham akan menjaga kualitas.

“Kalau dulu sebelum mendapat edukasi, kopi yang belum merah sudah dipanen.Tetapi sekarang menunggu merah baru dipanen, karena lebih mahal ketika dijual. Kata teman-teman saya, kopi yang paling enak dibuat kopi susu adalah kopi lereng Muria,” jelasnya.

Baca juga : Kopi Muria Wilhelmina Aman Dinikmati Bagi Penderita Lambung

Setelah 30 menit menunggu, kemudian dia mengeluarkan biji kopi yang sudah matang. Kapasitas mesin penggoreng kopi di sana maksimal 4 Kilogram. Jika hari-hari biasa, setiap hari dia produksi 2 Kilogram. Tetapi adanya wabah Virus Covid-19, Abdul hanya memproduksi 2 hingga 3 Kilogram dalam sepekan.

Editor : Kholistiono

- advertisement -