BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan melibatkan lima perguruan tinggi jurusan kesehatan untuk membantu penanganan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 yang dikarantina di Rusunawa Bakalankrapyak, Balai Diklat Menawan dan Hotel Graha Muria.
Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, pihaknya sedang memproses kerja sama pengiriman relawan medis dengan Akbid Muslimat NU, Stikes Cendekia Utama, Universitas Muhammadiyah Kudus, Akper Krida Husada, dan Politeknik Kudus.

“Saat ini kami kekurangan 48 tenaga medis. Dengan adanya bantuan tenaga medis dari mahasiswa, pasti akan sangat membantu,” tuturnya saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (14/4/2020).
Dia melanjutkan, pihaknya akan menjamin semua kesehatan dan kebutuhan para mahasiswa selama bertugas. Kebutuhan itu meliputi alat pelindung diri (APD), makanan bernutrisi, dan vitamin. Nantinya, mereka akan bertugas melaksanakan screening dan mendampingi dokter.
“Mahasiswa yang dipilih harus izin orang tua terlebih dahulu. Setelah boleh, baru boleh ikut,” jelasnya.
Di sisi lain, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) Anny Rosiana menambahkan, pihak kampus sudah menyiapkan 40 sampai 50 mahasiswa untuk jadi relawan. Untuk tahap pertama, pihaknya mengirim 15 orang dulu. Selanjutnya akan dikirimkan lagi sesuai permintaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus.
“Keseluruhan mahasiswa dari jurusan kesehatan. Sampai sekarang yang sudah mengembalikan surat izin orang tua ada 25 mahasiswa,” jelasnya saat ditemui di UMKU.
Sebelum diterjunkan, Anny menjelaskan, mahasiswa akan diberi pembekalan tentang keperawatan dan penempatan. Termasuk juga pembekalan dari DKK Kudus terkait tugas dan protokol penanganan ODP.
Baca juga: Pemkab Kudus Karantina 28 Pemudik di Rusun dan Menawan
“Kami akan terus mendampingi para mahasiswa. Jadi orang tua tidak usah khawatir. Kami pastikan mahasiswa akan mengikuti protokol yang berlaku,” tambahnya.
Atas jasa yang dilakukan mahasiswanya, kampus akan memberikan penghargaan berupa Surat Keputusan Rektor dan mendapatkan nilai A untuk mata kuliah tertentu. “Seperti mata kuliah komunitas enam SKS,” ungkap Anny.
Baca juga: 17 PDP Meninggal di Kudus Punya Penyakit Penyerta
Salah seorang mahasiswa yang akan jadi relawan Novia Setyaning Putri (23), mengaku cukup deg-degan dengan penugasan ini. Namun, panggilan hati untuk ikut membantu penanganan ODP membuatnya yakin untuk menyumbangkan tenaganya.
“Sebelumnya tidak boleh ikut sama bapak. Namun setelah diyakinkan, akhirnya diperbolehkan dan saya bisa ikut,” tukas mahasiswa semester akhir Program Studi Profesi Ners itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

