Beranda blog Halaman 1850

Di Lahan 3000 Meter Persegi, Aan Wujudkan Mimpi Buat Tempat Wisata Edukasi Buah Anggur

0
Sama'an sedang memotong beberapa buah anggur di kebunnya. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Angin terasa sepoi – sepoi mengiringi langkah saat menyusuri perbukitan yang ditanami jagung. Meski anginnya sepoi – sepoi, sengatan sang surya begitu terasa. Di salah satu ladang tampak beberapa baja ringan tertancap kokoh. Di antara baja berwarna putih itu terdapat ratusan tanaman anggur. Tempat tersebut yakni sebuah ladang anggur milik Sama’an (32).

Sama’an mengungkapkan, sebagai petani dan penyedia bibit anggur. Dirinya juga punya harapan untuk menjadikan kampungnya yakni Dukuh Ngrangit Baru, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus sebagai kampung wisata anggur. Untuk mewujudkan mimpinya tersebut, dia memanfaatkan lahan perhutani seluas 3000 meter persegi.

Di lahan ini, nantinya direncanakan bakal dibuat sebagai tempat wisata edukasi dan petik buah anggur. Foto : Rabu Sipan

“Dengan tanah seluas itu saya bisa menanam sekitar 550 bibit anggur. Sekarang usia tanaman anggur saya itu sudah tiga bulan,” ujar pria yang akrab disapa Aan kepada betanews.id, Senin (4/5/2020).

Baca juga : Embung Panguripan Desa Ngemplak Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Air, Ada Area Outbond

Kelak saat anggur sudah berbuah, tuturnya, kebun anggurnya itu bisa untuk wisata edukasi serta wisata petik buah anggur. Dengan usia tanam anggurnya yang baru tiga bulan, dirinya harus menunggu sekitar tujuh bulan lagi agar anggurnya bisa berbuah.

Sedangkan dari bunga hingga buah benar – benar matang, dibutuhkan waktu sekitar 120 hari atau empat bulan. Setelah mulai berbuah, tanaman anggur kelak akan rutin berbuah.

“Sebenarnya tanaman anggur itu berbuahnya tidak mengenal musim. Namun agar bisa menghasilkan buah yang bagus dianjurkan agar berbuah setahun tiga kali saja,” ungkapnya sambil mengecek daun tanaman anggur.

Selain berbuahnya yang tak mengenal musim, lanjutnya, buah anggur juga terkenal dengan harganya mahal. Jadi dari segi nilai ekonomi sangat menguntungkan. Buah anggur juga dikenal mengandung zat anti oksidan, flavonoid, resveratol senyawa fenolik.

“Zat tersebut dikenal sebagai anti kanker dan anti flamasi. Buah anggur juga baik untuk jantung,” bebernya.

Baca juga : Ada Sentuhan Cinta, Tanaman Hias Milik Giat Diburu Pembeli

Cara tanam dan perawatan juga sangat simpel bahkan bisa dianggap murah. Bisa ditanam di pot maupun langsung di tanah. Modalnya, kata dia, palingan pupuk, serta obat fungisida saat hujan saja. Agar buahnya tidak terserang jamur.

Dia mengatakan, untuk takaran pupuknya hanya satu sendok, itu pun seminggu sekali. Namun yang dibedakan hanya jenis pupuk. Saat pertumbuhan, pupuknya khusus untuk pertumbuhan. Sedangkan saat usia tanaman sudah siap berbuah, dianjurkan diberi pupuk yang mengandung kalsium.

“Dan juga, saat tanaman anggur sudah mulai berbuah harus dilakukan penjarangan. Buang kiranya buah yang tidak bagus. Kalau bagus semua tetap harus dikurangi. Agar ada ruang untuk buah berkembang maksimal,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Tidak Semua Nakes RS Mardi Rahayu Dites Swab, Hanya yang Reaktif Covid-19

0
Seorang pengendara sedang melewati Rumah Sakit Mardi Rahayu. Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Mardi Rahayu melakukan tes swab kepada tenaga kesehatannya yang hasil RDTnya reaktif Covid-19, bukan seluruh karyawan di rumah sakit tersebut.

Informasi ini sekaligus sebagai ralat pemberitaan sebelumnya yang berjudul “Seluruh Tenaga Medis RS Mardi Rahayu Dites Swab” yang tayang Senin (5/5/2020) pukul 13.14 WIB.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu dr Pujianto menjelaskan, sejak 20 April sampai 29 April 2020, pihaknya sudah melakukan skrining menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) ke seluruh tenaga kesehatannya. Dari total 1.423 orang, 15,8 persen hasil RDTnya reaktif Corona.

“Selanjutnya kami melakukan tes swab kepada 15,8 persen (tenaga kesehatan) yang reaktif Corona,” jelasnya saat ditemui selepas rapat dengan Plt Bupati Kudus, Senin (5/4/2020).

Dari 15,8 persen yang RDTnya reaktif tersebut, lanjutnya, terdapat 37 tenaga kesehatan dinyatakan negatif dan 13 dikonfirmasi positif Covid-19, setelah hasil swabnya turun.

“Sesuai instruksi dari Dinkes Kabupaten Kudus, tenaga kesehatan yang hasil swabnya positif isolasinya dilanjutkan di ruang perawatan di RS Mardi Rahayu,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan RDT kepada 763 orang yang kontak erat dengan tenaga kesehatan yang RDTnya reaktif. Proses skrining ini akan berakhir 5 Mei 2020.

Menyadari pentingnya skrining dengan RDT bagi masyarakat umum, RS Mardi Rahayu kemudian membuka layanan pemeriksaan RDT ini. Layanan yang menggunakan Drive Thru tersebut dimulai Selasa (5/5/2020). Untuk mengikuti rapid test ini, masyarakat akan dikenai biaya Rp 400 ribu. Sedangkan pendaftaran, jadwal pemeriksaan dan hasil tes nantinya akan dikirim secara daring.

“Layanan rapid test yang dilakukan menggunakan mesin Imunoserologi dari Korea. Sehingga hasilnya lebih sensitif dibandingkan metode RTD dengan stik,” bebernya.  

Pujianto juga menjelaskan, RDT bukanlah tes untuk menentukan sesorang positif terinfeksi Corona atau tidak. Penentuan positif Covid-19 ditentukan dari hasil pemeriksaan swab melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Dari hasil RDT ini, masyarakat akan bisa lebih hati-hati. Masyarakat harus tetap melakukan social distancing, physical distancing dan bila hasilnya reaktif, wajib melakukan isolasi mandiri. Sekali lagi saya tegaskan, RDT bukan diagnosis positif Corona tetapi upaya skrining,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Masjid Wali Hadiwarno, Satu Abad Lebih Tua dari Masjid Menara Kudus

0
Masjid Baitul Aziz atau sering disebut Masjid Wali Hadiwarno yang terletak di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kudus. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi timur Jalan Raya Sadang – Mejobo, tepatnya di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus tampak sebuah bangunan. Atap bangunan tersebut berbentuk tajug tiga tingkat. Lantainya masih berupa tegel serta pintu utama berbentuk gapura berelief Hindu – Budha. Bangunan itu yakni Masjid Wali Hadiwarno Kudus yang belum diketahui siapa wali yang mendirikan masjid bernama Baitul Aziz tersebut.

Mimbar di Masjid Wali Hadiwarno yang masih asli. Foto : Rabu Sipan

Saelan (50), Takmir Masjid membenarkan, bahwa sampai sekarang belum diketahui siapa sebenarnya wali yang mendirikan Masjid Wali Hadiwarno. Karena menurutnya, masjid itu didirikan hampir seabad lebih dulu, dibandingkan Masjid Menara Kudus.

“Masjid Wali Hadiwarno itu didirikan pada tahun 863 Hijriyah, sedangkan Masjid Menara Kudus dibangun Sunan Kudus pada tahun 956 Hijriyah,” terang Saelan, kepada betanews.id, Kamis (30/4/2020).

Tahun pembuatan Masjid Wali Hadiwarno tuturnya, terpahat di kusen bagian atas pintu utama masjid. Tahun tersebut disimbolkan berupa Trisula Naga. Yang menurut bahasa Sansekerta, berarti tri itu tiga, sula berarti enam dan naga itu delapan.

Baca juga : Dibangun Sunan Kudus dan Arya Penangsang, Begini Sejarah Masjid Wali Jepang

“Karena arti bahasa Sansekerta dibaca dari belakang, jadi bacanya itu tahun 863 Hijriyah. Soalnya, kalau dibaca dari depan, umur bangunan Masjid Wali Hadiwarno malah makin tua lagi,” jelasnya.

Meski belum diketahui wali siapa yang mendirikan masjid di desanya tersebut, Saelan dan warga sekitar meyakini, bahwa Masjid Baitul Aziz itu didirikan langsung oleh seorang wali. Oleh sebab itu, masyarakat Hadiwarno menyebutnya sebagai masjid peninggalan para wali.

“Bisa saja kan masjid ini dibangun oleh wali sebelum Sunan Kudus. Soalnya penyebaran agama Islam di tanah Jawa itu dimulai dari wilayah timur,” ujar pria berkaca mata tersebut.

Pria yang siang itu mengenakan kemeja batik warna kuning itu menambahkan, layaknya masjid wali pada umumnya, di Masjid Baitul Aziz Hadiwarno juga terdapat beberapa bagian yang dipertahankan hingga sekarang.

Antara lain, gapura yang sekaligus pintu utama masjid. Pintu utama masjid ini unik karena hanya setinggi 125 sentimeter. Serta dibuka setiap hari Jumat.

Kemudian ada tiang kayu saka empat penyangga atap utama masjid. Keempat tiang itu ada beberapa bagian yang sambungan. Meski menggunakan kayu sambungan bangunan masjid tetap kokoh hingga sekarang.

“Ada juga mihrab berornamen gaya Hindu – Budha. Mimbar kayu, mustaka serta sumur peninggalan wali,” ungkapnya.

Baca juga : Menyusuri Sejarah Berdirinya Masjid Jami’ Nganguk Wali

Sumur di Masjid Wali Hadiwarno lanjutnya, bernama Sumur Panguripan. Disebut Sumur Panguripan, karena pada tahun 1970 Desa Hadiwarno mengalami kemarau panjang. Semua sumur warga kering. Ajaibnya kata dia, sumur di Masjid Wali Hadiwarno tidak kurang sedikitpun airnya.

Warga pun kemudian memanfaatkan air sumur peninggalan wali itu untuk keperluan sehari – hari. Dari minum, mencuci, mandi dan lainnya.

“Karena memberi kehidupan masyarakat sekitar, disebutlah Sumur Panguripan. Masyarkat juga percaya air Sumur Penguripan bisa dibuat obat,” tutup Saelan.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Bisa Buat Jokowi Tertawa Terpingkal, Begini Sosok Didi Kempot di Mata Ganjar Pranowo

0
Ganjar Pranowo bersama dengan Didi Kempot pada salah satu acara beberapa waktu lalu. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kabar duka tentang kepergian pelantun lagu ‘Sewu Kutho’ sangat mengejutkan banyak pihak, termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ia yang usai salat Subuh kembali tidur, kaget saat bangun dan mendengar kabar kepergian dari The Godfather of Broken Hearth.

Didi Kempot, penyanyi sekaligus pencipta lagu Campursari meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Selasa (5/5) pukul 07.30 WIB.

“Saya terkejut karena setelah salat Subuh saya tidur lagi. Kemudian ada wartawan yang telepon saya dan menanyakan soal ini. Saya tidak tahu dan mengejutkan memang. Saya berdoa semoga beliau husnul khotimah,” kata Ganjar.

Baca juga : Heboh Warga Klaten Mau Jual Ginjal Karena PHK, Begini Respon Ganjar

Kabar meninggalnya Didi Kempot, lanjut Ganjar memang sangat mendadak. Sebelumnya, ia tidak pernah mendengar bahwa adik pelawak Mamiek itu sedang sakit.

“Saya beberapa hari ini tidak pernah mendengar Mas Didi Kempot sakit. Jadi kabar kepergian beliau sangat mengagetkan,” terangnya.

Di mata Ganjar, Didi Kempot merupakan sosok musisi yang luar biasa. Ganjar yang mengenal Didi Kempot cukup lama mengatakan, ia adalah seniman yang sangat merakyat dan seniman yang sangat mengerti bagaimana berkreasi.

“Beliau bisa memahami pendengar, bagaimana membuat musik Campursari diterima di dunia yang cukup modern ini. Musik yang dulu banyak orang bicara itu katrok, itu musik tradisional, ternyata bisa dibuat sebagai musik yang sangat populer dan digemari semua kalangan,” terangnya.

Bahkan, Didi Kempot lanjut Ganjar mampu menembus batasan-batasan dan kelompok-kelompok pecinta musik. Jika biasanya orang pilah-pilih jenis musik sesuai tingkat pendidikan dan lainnya, batasan itu bisa ditembus Didi Kempot.

“Dalam bermusik, biasanya orang mengatakan, saya berpendidikan tinggi, tidak suka musik seperti ini. Batasan-batasan itu semua disasak habis oleh Didi Kempot. Beliau sangat fenomenal dan menurut saya beliau adalah maestro yang mampu membawa musik tradisional bisa digemari di seluruh dunia,” terangnya.

Ganjar mengatakan, banyak sekali kenangan bersama Didi Kempot. Setiap Ramadan saat mudik bersama, biasanya Didi Kempot sering menghibur para pemudik sebelum pulang kampung.

Ganjar juga masih ingat betul saat acara kebangsaan yang digelar TNI/Polri di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. Saat itu, Ganjar ambyar bareng bersama Didi Kempot dan ribuan Sobat Ambyar lainnya.

“Itu seru sekali dan sangat menghibur. Semua Sobat Ambyar bersuka cita tidak memandang suku, ras, agama. Ada adik-adik dari Papua ikut nyanyi dan berjoget bersama, itu sangat bagus,” terangnya.

Baca juga : Ganjar Rela jadi Bintang Iklan Gratis untuk Produk Warganya

Terakhir ketemu lanjut dia, saat Didi Kempot hendak mengadakan konser amal dari rumah di salah satu televisi nasional, belum lama ini. Saat itu, Ganjar diundang menjadi salah satu tamu kejutan yang membuat Didi Kempot kaget.

“Saya juga pernah nonton wayang bersama Pak Jokowi dan bintang tamunya Didi Kempot. Waktu itu Pak Jokowi sampai terpingkal-pingkal ketawa. Kami ngobrol bertiga bareng, dan saat ada permintaan Didi Kempot nyanyi lagu Bojo Galak, dia nggak berani, takut sama Pak Jokowi,” kenangnya.

Banyak sekali kenangan indah dan lucu-lucu antara Ganjar bersama Didi Kempot. Semuanya kini tinggal kenangan dan ia berharap Didi Kempot di terima di sisi-Nya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Intip Proses Pembuatan Patung di Desa Tamansari Pati

0
Baruno sedang membuat patung Budha pesanan pelanggan. Foto: Titis Widjayanti

BETANEWS.ID, PATI – Dua orang terlihat sibuk mengerjakan sebuah patung dari tanah liat di sebuah studio patung sederhana yang terletak di sebuah gang kecil di Dukuh Sani, Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Studio beratap asbes itu tidak terlalu besar, akan tetapi beberapa karya patung bernilai tinggi banyak diciptakan di Studio Patung Baruno ini. Beberapa contoh patung yang sudah jadi pun terlihat menghiasi setiap sudut ruangan.

Ialah Baruno Sidi (48), lelaki asli Purwodadi itu merupakan pendiri Studio Patung Baruno. Seniman patung ini, sudah melalang buana hingga ke mancanegara.

Rekan Baruno sedang mengecat patung yang sudah dibuat di Studio Patung Baruno Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Pati. Foto : Titis Widjayanti

Sambil membuat cetakan patung Buddhisme pesanan dari Bali, ia membagikan ilmu tentang pembuatan patung, khususnya yang sudah sering ia kerjakan. Baruno mengatakan jika pembuatan patung di tempatnya ada dua macam, yakni patung semen dan patung fiber. Meski begitu, tak jarang dirinya berkolaborasi dengan berbagai usaha seperti kuningan dan alumunium jika ada pemesan patung dengan bahan tersebut.

Baca juga : Kisah Saryono, Seniman yang Rela Melepas Jabatan Manajer di Perusahaan Asing, Hingga Ikut Andil Terwujudnya Museum Jenang Kudus

“Kalau awal kita buat cetakannya dulu dari tanah liat. Buat yang dalam, pakai lempung yang agak padat, buat luarnya pakai lempung yang lunak. Kerangkanya dari besi, biar lempungnya nggak roboh. Setelah itu baru dikasih fiber. Kalau sudah, fibernya itu jadi cetakan. Nanti baru dikasih fiber lagi buat patung yang aslinya. Terus nanti kalau sudah baru diwarnai sesuai pesanan,” papar Baruno, Sabtu (2/4/2020).

“Kalau patung yang seukuran manusia begini biasanya penggarapan sekitar satu bulan. Itu sudah full sampai finishing. Tapi tergantung kerumitan juga. Sebelum dicat, kalau patung besar tidak hanya amplas tetapi juga di gerinda hingga halus dan rapi. Baru setelah bentuknya rapi, nanti diwarnai,” papar lelaki lulusan Sekolah Menengah Seni Rupa Yogyakarta 27 tahun silam itu.

Baruno mengatakan, jika sudah banyak patung yang ia buat. Mulai dari ikon produk snack terkenal dari Kota Pati, hingga beberapa festival Internasional bersama dengan studio dari salah satu dosen seni rupa ISI Yogyakarta.

Diakuinya, sebelum berani membuka studio sendiri, dirinya sudah bertahun-tahun menjadi bagian dari studio seni rupa lain yang berkali-kali menyabet kejuaraan perlombaan patung di kancah internasional.

Baca juga : Panggilan Mertua Pembuka Jalan Takdir Gimbal Jadi Seniman Bambu

“Memang untuk sekarang belum berani produksi massal. Masalahnya modal dan tenaga. Karena pematung yang benar-benar bisa matung itu nggak banyak. Pun bahan baku mahal. Seperti lempung yang saya pakai ini dari Yogyakarta saja per kilo harganya sampai Rp 10 ribu. Belum bahan buat membuat patungnya, paling murah memang patung semen, tetapi prosesnya paling lama,” paparnya.

Sejak tiga tahun studionya berdiri, dikatakan lelaki berkumis tebal itu, pembuatan patung sebesar manusia asli dari fiber dipatok dari harga Rp 7 juta sampai dengan Rp 12 juta. Sedangkan untuk ukuran di atas tiga meter dipatok hingga Rp 20 jutaan ke atas.

Dikatakan Baruno, interval harga tergantung kerumitan dan besar kecilnya patung. Dan pelanggan bisa sekaligus menggunakan jasa gambarnya untuk design awal patung atau membawa contoh gambar sendiri.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pertamina Promo Pertamax Cashback 30 Persen, Banyak Warga Kudus Belum Tahu

0
Petugas SPBU sedang melayani pembeli BBM. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah kendaraan roda dua berbaris untuk mengisi bahan bakar minyak pertamax di SPBU Jalan A Yani No 3, Kudus, Senin (4/5/2020). Satu persatu tampak selesai mengisi BBM jenis Pertamax. Namun tak satu pun terlihat pelanggan melakukan transaksi nontunai di SPBU 4459304 itu.

Dari sejumlah orang di sana, Miftahul Janah (20), mengaku belum tahu adanya program Pertamina memberi cashback 30 persen untuk pembelian pertamax. Sehingga dirinya masih membayar dengan uang tunai seperti biasa.

Baca juga : Program Ramadan Cashback, Pertamina Obral Pertamax

“Saya malah belum tahu kalau ada program dari Pertamina yang diskon 30 persen. Nanti lah saya coba cari tahu,” terang warga Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus itu kepada betanews.id.

Tak berbeda dengan Ariyanto (32), satu di antara pembeli BBM Pertamax di sana. Ia juga belum mengetahui adanya program tersebut. “Saya belum tahu. Ini beli seperti biasa,” jelas warga Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus itu sambil buru-buru.

Sama halnya dengan Sri Mulyani (21), dirinya juga belum tahu tentang program chasback dari pertamina. Dia belum mendengar adanya program tersebut, sehingga masih belum mengakses cashback 30 persen setiap pembelian pertamax.

“Saya malah belum tahu, memangnya ada cashback 30 persen? Caranya bagaimana, saya mau coba,” tanya warga Nganguk, Kecamatan Kota, Kudus itu.

Baca juga : Ojol Dapat Cashback BBM 50 Persen, Tapi Pencairannya Tunggu Sepekan

Sementara itu, Zakia (37), selaku Admin SPBU tersebut menjelaskan, untuk mengakses program Ramadan Cashback 30 persen harus menggunakan aplikasi Mypertamina dan LinkAja. Hampir sama dengan program diskon bagi ojek online.

“Bedanya, ini hanya berlaku bagi pembelian pertamax, pertamax turbo dan pertamax dex. Ini untuk seluruh warga Indonesia, tidak ada batasan 10.000 pembeli pertama seperti Ojol. Chasback maksimal Rp 20 ribu per hari,” terangnya kepada Sri Mulyani.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pemuda di Sejumlah Desa di Jepara Bergerak Aplikasikan Program Jogo Tonggo

0
Bantuan untuk warga yang kurang mampu. Program ini merupakan aplikasi dari program Jogo Tonggo yang diterapkan sejumlah desa di Jepara. Foto : Ist

BETANEWS.ID, JEPARA – Sejumlah desa di Kabupaten Jepara mengaplikasikan Program Jogo Tonggo sebagaimana yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Mereka yang mayoritas pemuda menggalang dana bantuan untuk disalurkan kepada warga tidak mampu atau terdampak Covid-19.

Di Desa Kendengsidialit Kecamatan Welahan, misalnya. Di desa ini bahkan telah terbentuk relawan penanganan Covid-19. Mereka open donasi bagi siapapun untuk turut memberikan bantuan. Mulai dari masker, pengadaan cairan desinfektan, sampai dalam bentuk sembako.

Sampai saat ini, sudah 2.400 masker dan 100 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Penggalangan bantuan masih akan terus dilakukan hingga masa pandemi berakhir.

Baca juga : Setiap Ketua RW Bakal Pimpin Satgas Jogo Tonggo untuk Antisipasi Warga Kelaparan

Siti Nor Alisa, seorang anggota Relawan Covid-19 Kendengsidialit mengatakan, bahwa masa pandemi membuat ekonomi warga menurun drastis.

“Sehingga banyak warga yang membutuhkan uluran tangan. Maka di sini dibentuk relawan khusus dalam penanganan Covid-19,” katanya, Senin (4/5/2020).

Hal serupa juga dilakukan oleh Karang Taruna Dhamar Boemi Desa Telukwetan, Kecamatan Welahan. Mereka menggalang bantuan untuk disalurkan kepada warga yang tidak mampu tapi belum terkover bantuan dari pemerintah.

Saat ini, bantuan yang sudah terkumpul sekitar Rp 1,8 juta dan 450 kilogram beras. Rencananya, bantuan akan disalurkan menjelang lebaran nanti.

Ardi Abdi Nugroho, koordinator open donasi karang taruna tersebut menyebutkan, bahwa kegiatan kali ini merupakan langkah untuk mengaplikasikan program Jogo Tonggo.

Baca juga : Bukan PSBB, Senin Depan Kota Semarang Berlakukan Jogo Tonggo

“Di saat seperti ini semua orang terdampak, sehingga ingin mendapat bantuan. Open donasi ini untuk menutup mereka yang terdampak tapi tidak dapat bantuan dari pemerintah,” tuturnya.

Gerakan di desa bukan hanya untuk berbagi sembako. Misalnya pemuda di Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, telah iuran untuk membeli cairan desinfektan dan masker.

“Iya, kami melakukan penyemprotan terutama di masjid dan musala dengan kerja bareng puskesmas. Selain itu bagi-bagi masker ke warga. Uangnya dari iuran pemuda,” tandas Muhammad Fiki, ketua pemuda setempat.


Editor : Kholistiono

- advertisement -

Tarif Rapid Test di RS Mardi Rahayu Rp 400 Ribu, Begini Cara Daftarnya

0
Seorang pengendara motor sedang lewat depan RS Mardi Rahayu Kudus, Sabtu (18/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – RS Mardi Rahayu Kudus meluncurkan layanan Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 bertarif Rp 400 ribu. Layanan ini akan dibuka mulai Selasa (5/5/2020), dan terbuka untuk masyarakat umum.

Direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto mengatakan, metode RDT yang digunakan berbeda dari biasanya. Menurutnya, metode RDT menggunakan mesin Imunolserologi dari Korea. Sehingga hasilnya lebih sensitif dibandingkan metode RTD menggunakan stik. “Tentu alatnya lebih mahal,” ungkapnya Senin (5/4/2020).

Dari pengumuman yang diberikan pihak rumah sakit, biaya rapid test mencapai Rp 400 ribu per orang. Pendaftaran dapat dilakukan mulai Minggu hingga Kamis pukul 07.00 sampai 13.00 Wib di setiap pekannya.

Teknisnya, lanjut dia, pendaftaran rapid test dilakukan satu hari sebelum pemeriksaaan, dengan mengisi form di . Setelah itu, melakukan pembayaran melalui transfer ke Bank Mandiri dengan nomor rekening 1350043470788.

“(Pendaftaran rapid test) mulai hari Selasa 5 Mei 2020,” jelasnya.

Baca juga: RS Mardi Rahayu Buka Layanan Rapid Diagnostic Test Covid-19, Bisa Drive Thru

Selanjutnya, pemeriksaan akan dilakukan sesuai jadwal yang sudah diatur dari rumah sakit. Petugas nantinya akan mengirimkan jadwal pemeriksaan melalu pesan WhatsApp.

“Jadwal rapid test Senin sampai Jumat pukul 09.00 hingga 14.00. Dimulai tanggal 6 Mei 2020,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Pujianto, hasil pemeriksaan juga akan dikirim melalui WhatsApp oleh petugas. Sehingga, masyarakat tidak perlu datang lagi ke rumah sakit.

Baca juga: Lagi-Lagi Bertambah, 13 Tenaga Medis di Kudus Positif Covid-19

Pujianto menegaskan, RDT merupakan tes untuk menentukan reaktif Corona atau tidak. Artinya, RDT bukan diagnosis positif Covid-19. Dengan adanya RDT masyarakat diharapkan akan lebih hati-hati lagi.

“Dari hasil tes ini, masyarakat akan lebih hati-hati. Masyarakat bisa melakukan social distancing, physical distancing dan mengisolasi diri. Sekali lagi saya tegaskan, RDT bukan diagnosis positif Corona,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Surati Dua Kementerian, Ganjar Minta Keluwesan Penyaluran Bansos dan Kartu Prakerja

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa prihatin dengan persoalan bantuan sosial (bansos) dan Kartu Prakerja yang membuat masyarakat geger. Apalagi, di Jateng sudah terjadi beberapa permasalahan di masyarakat yang menyangkut bantuan ini.

Tak ingin masalah semakin runyam, Ganjar kemudian mengirimkan dua surat resmi kepada Menteri Sosial dan Menteri Perekonomian, Senin (4/5/2020), saat memimpin rapat koordinasi penanganan covid-19. Inti dari surat tersebut adalah meminta pemerintah pusat memberikan keluwesan dalam penyaluran bansos dan kartu prakerja.

“Progres di lapangan, jaminan sosial dan kartu prakerja ini masih ramai. Maka saya hari ini mengirim dua surat agar pemerintah pusat melakukan evaluasi,” katanya.

Baca juga: Rawan Masalah, Ganjar Minta Penyaluran Bansos Tidak Kaku

Kepada Kemensos, Ganjar menyoroti perihal penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, banyaknya jenis bantuan sosial dan perbedaan jumlah bantuan bisa memicu konflik di lapangan.

“Kami usul agar pemerintah memberikan keluwesan pada kami untuk mengelola bantuan itu. Kami minta bantuan yang Rp 600.000 itu disamakan dengan bantuan lain yang Rp 200.000, agar mudah dalam penyaluran dan tidak bikin iri,” tegasnya.

Ganjar juga meminta agar penyaluran bantuan-bantuan itu diserahkan pada kabupaten/kota atau pemerintah desa. Sebab, mereka yang paling tahu kondisi warganya masing-masing yang memang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Kami berharap besar usulan ini disetujui. Tentu kami akan melakukan pendampingan agar semua tepat sasaran. Kalau ini tidak disetujui, pasti repot. Makanya kami berikhtiar kepada Mensos agar bisa dibantu,” terangnya.

Terkait kartu prakerja, Ganjar menerangkan, banyak buruh di Jateng kesulitan mengakses program itu. Faktor penyebabnya mulai dari tingkat pendidikan, akses internet dan lain sebagainya.

“Kami usul kepada Kementerian Perekonomian agar yang kesulitan itu kami bantu. Mereka akan kami data secara offline dan kami serahkan ke pusat. Soalnya kalau semua dengan mekanisme online dan hanya satu jalur, banyak yang kesulitan,” pintanya.

Baca juga: Ganjar Rela jadi Bintang Iklan Gratis untuk Produk Warganya

Dalam rapat tersebut, Ganjar juga membahas persoalan Jaring Pengamanan Sosial (JPS) dan Jaring Pengamanan Ekonomi (JPE). Untuk JPS, Ganjar mengatakan akan segera menyalurkan bantuan sosial dari provinsi kepada kabupaten/kota yang telah menyalurkan bantuan di daerahnya masing-masing.

“Ada beberapa daerah yang sudah menyalurkan, seperti Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Tegal dan ada satu kota lagi saya lupa. Nanti, kami akan segera menyalurkan bantuan itu ke daerah itu agar masyarakat segera mendapatkan bantuan. Jadwalnya sudah kami siapkan dan akan kami laksanakan dalam waktu dekat ini,” terangnya.

Khusus Jaring Pengaman Ekonomi, Ganjar akan fokus dalam mengembalikan industri kecil dan menengah (IKM). Saat ini, pihaknya telah melakukan pendataan dan juga penyiapan pola bantuan agar para pelaku IKM dapat bangkit kembali.

“Kami harapkan segera dieksekusi, sehingga saat pandemi ini selesai, mereka sudah bisa berlari. Bukan menunggu selesai dulu. Teman-teman dari bagian ekonomi sudah saya minta menyusun semuanya, soal pembiayaan kami akan kerjasama dengan Bank Jateng dan Jamkrida sebagai backup permodalan. Saya minta ini dipercepat agar denyut ekonomi IKM bisa kembali bergerak,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

RS Mardi Rahayu Buka Layanan Rapid Diagnostic Test Covid-19, Bisa Drive Thru

0
Simulasi tes PCR di RSND UNDIP dengan model drive thru. Foto : Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Mardi Rahayu akan membuka layanan Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19, mulai Selasa (5/5/2020), besok. Dengan layanan ini, masyarakat bisa mengetahui dirinya positif atau negatif reaktif Corona.

Direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto mengatakan, RDT ini hanya tes untuk menentukan orang reaktif Corona atau tidak. Artinya, RDT bukan diaknosis positif Covid-19. Menurutnya, fungsi RDT ini agar masyarakat lebih hati-hati lagi dan bisa melakukan isolasi mandiri.

“Dari hasil tes ini masyarakat akan lebih hati-hati. Masyarakat akan melakukan social distancing, physical distancing dan mengisolasi mandiri. Sekali lagi saya tegaskan, RDT bukan diaknosis positif Corona,” tegasnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Kumpulkan Pengelola Laboratorium PCR

Menurutnya, layanan RDT diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Nantinya, warga juga bisa menggunakan Drive Thru atau Drive Through yang artinya tidak perlu turun dari mobil untuk melakukan tes.

“Jika diketahui reaktif Corona. Bisa langsung melakukan isolasi mandiri,” tuturnya usai mengikuti rapat di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Senin (4/5/2020).

Selain itu, teknik pemeriksaannya juga berbeda dari biasanya. Menurut Pujianto, metode RDT yang akan dilakukan menggunakan mesin Imunolserologi dari Korea. Hasilnya diklaim lebih sensitif dibandingkan metode RTD dengan stik.

Baca juga: Seluruh Tenaga Medis RS Mardi Rahayu Dites Swab

“Awal mula permintaan layanan tersebut datang dari kalangan perusahaan. Mereka ingin mengetahui kondisi kesehatannya. Apakah reaktif Covid-19 atau tidak,” beber Puji.

Saat ini, pihaknya telah menyiapkan banyak RDT untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dinilai perlu. “Sudah kami siapkan banyak jumlah RDT,” tukas Pujianto.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Soal Pemotongan Pendapatan ASN untuk Penganganan Corona, Eropa Sudah Melakukannya

0
Gubernur Ganjar Pranowo saat mengikuti Musrenbangnas secara daring. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Usulan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait pemotongan pendapatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai sangat relevan dan sangat dibutuhkan dalam penanganan Covid-19 secara nasional. Hal itu disampaikan oleh Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati.

“Yang diusulkan Pak Ganjar itu sangat relevan dan sangat dibutuhkan. Itu juga sudah dilakukan banyak negara. Negara tetangga kita hampir semuanya dan negara Eropa demikian,” kata Enny, Sabtu (2/5/2020).

Enny menjelaskan, anggaran penanganan Covid-19 secara nasional sangat besar, terlebih belum ada satupun yang bisa menetapkan kapan berakhirnya pandemi ini. Untuk mendapatkan anggaran besar dalam waktu singkat, menurut Enny cara yang paling efektif bukan melakukan pinjaman, tapi merealokasi anggaran. Salah satu langkah merealokasi anggaran tersebut adalah seperti yang diusulkan Ganjar.

Baca juga : Kasus Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Kumpulkan Pengelola Laboratorium PCR

Kalau di negara maju, kata Enny, gaji pejabatnya langsung di cut off atau dipotong otomatis untuk penanganan Covid-19. Menurut Enny, di Indonesia sangat memungkinkan melakukan hal serupa, sebagaimana yang jadi usulan Ganjar, terutama dari pejabat eselon dan kepala daerah bukan dari ASN golongan 1 sampai 3.

“Dipotong tunjangannya, karena dampak atau hasil pemotongan tunjangan itu akan sangat signifikan. Kalau yang gaji pokok, sukarela saja. Karena kalau tunjangan itu kan tidak akan menggangu kemampuan finansial mereka,” kata Enny.

Tanpa adanya suntikan dana dari realokasi anggaran tersebut, selain berdampak buruk pada penanganan pagebluk, juga akan menambah penduduk miskin di negeri ini. Padahal utang luar negeri di saat inipun sangat tidak memungkinkan. Sementara jumlah penduduk berkategori rawan miskin di negeri ini mencapai 40 juta dan jumlah penduduk miskin mencapai 25 juta jiwa.

Baca juga : Ganjar Siap Seluruh Pendapatannya Dipotong untuk Penanganan Covid-19

“Jika pemotongan tunjangan jabatan itu langsung di cut off, 20 persen saja misalnya, dan itu dilakukan secara nasional maka penanganan Covid-19 ini akan mendapatkan tambahan anggaran yang cukup signifikan,” katanya.

Jika hal tersebut tidak segera direalisasikan, dirinya khawatir akan terjadi persebaran penularan yang sangat luas, terutama di pulau Jawa. Namun demikian, dirinya juga mewanti-wanti jangan sampai menyepelekan penanganan di daerah pedalaman, baik di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi maupun Papua. Maka menurut Enny akan lebih baik jika apa yang diusulkan Ganjar tersebut dibahas lebih mendalam oleh pemerintah pusat.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Program Ramadan Cashback, Pertamina Obral Pertamax

0
Petugas SPBU sedang melayani pembeli BBM. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan mengenakan jilbab dan masker berjalan mendatangi operator di SPBU 4459304 Kudus. Dia sedang melakukan pengecekan, apakah sudah banyak warga Kudus yang mengakses Program Ramadan Cashback 30 Persen dari Pertamina pada Senin (4/5/2020) siang. Setelah mendatangi petugas operator, perempuan bernama Zakia (37), sudi berbagi penjelasan kepada betanews.id tentang program tersebut.

Menurutnya, sejauh ini cukup banyak yang mengakses program Ramadan Cashback dari Pertamina. Karena sebelumnya sudah pernah ada program Pertamina yang hampir sama. Tetapi bagi warga yang belum tahu cara mengakses cashback 30 persen, bisa datang ke SPBU tersebut.

Baca juga : Ojol Dapat Cashback BBM 50 Persen, Tapi Pencairannya Tunggu Sepekan

“Karena program seperti ini bukan yang pertama, jadi sudah cukup banyak yang mengakses program ini. Bagi warga Kudus yang belum tahu bisa datang kemari dan akan kami ajarkan cara mendapat cashbacknya,” terang Admin SPBU di Jalan A Yani No 3, Kudus itu.

Dia juga menjelaskan, jika program ini tidak ada batasan bagi pembeli pertama seperti cashback yang diberikan kepada ojol dan angkutan umum. Tetapi batasan pembelian sehari sekali dengan nominal cashback maksimal Rp 20 ribu.

“Untuk Program Ramadan Cashback 30 Persen bagi pembelian Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamax Dex, tidak ada batasan berapa ribu orang pertama. Jadi semua bisa dapat cashbacknya. Ini kami baru pesan banner untuk menginformasikan, biar warga Kudus pada tahu program ini,” ungkapnya.

Warga Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus itu juga menambahkan, bahwa cara mengaksesnya cukup mudah. Yang diperlukan adalah mendaftar aplikasi MyPertamina dan LinkAja. Kemudian setiap transaksi pembelian pertamax menggunakan aplikasi tersebut.

“Jadi kita isi saldo dulu di aplikasi LinkAja, baru bisa digunakan untuk membeli BBM Pertamax. Setelah itu kita akan mendapat cashback 30 persen dari total pembelian. Cashback akan masuk ke saldo LinkAja dalam waktu kurang dari tujuh hari,” jelasnya.

Baca juga : Sosialisasi Minim, Ojol Kudus Bingung Manfaatkan Promo Cashback BBM 50 Persen

Sedangkan Tri Suryanto (45), selaku operator, menambahkan, bahwa hari ini masih sedikit yang mengakses Program Ramadan Casback. Dirinya belum melayani pembeli pertamax menggunakan aplikasi, hanya menjawab beberapa orang yang bertanya tentang cashback itu.

“Hari ini masih sedikit sepertinya, kebanyakan masih pada tanya-tanya dan belum mencoba. Kalau kemarin cukup banyak,” tambah warga Garung Lor, Kaliwung Kudus itu.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Heboh Warga Klaten Mau Jual Ginjal Karena PHK, Begini Respon Ganjar

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Seorang warga Klaten bernama Frans Larry Oktavianus (43) hendak menjual ginjal demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Kabar ini langsung menyebar luas dan jagad media sosial langsung heboh dengan hal tersebut. Warga Klaten itu, juga nekat berjalan kaki dari Klaten menuju Semarang untuk menemui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sambil berjalan kaki, Frans membawa poster dengan tulisan hendak menjual ginjalnya. Poster itu ia pasang di bagian dada dan punggung.

Tindak Frans yang nekal mau menjual ginjalnya tersebut, kabarnya karena dirinya kesulitan ekonomi. Dia yang dirumahkan dari perusahaannya akibat pandemi, kebingungan mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

“Kemarin setelah masuk media, saya dikabari dan saya komunikasi dengan wartawan yang menulis. Dari sana, saya dapat informasi sudah dibantu. Dinsos saya juga langsung komunikasi dengan dinsos Klaten, TNI/Polri sudah turun tangan dan sudah memberikan bantuan. Bupati juga sudah turun tangan,” ujar Ganjar usai memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Gradhika Bhakti Praja, Senin (4/5/2020).

Baca juga : Ganjar Gandeng MAJT Bagikan 7 Ton Beras pada Masyarakat Terdampak Covid-19

Ganjar, katanya, bahkan sudah menelepon istri Frans dan menanyakan kronologinya. Namun anehnya, istri Frans mengatakan, sampai saat ini tidak tahu nasib suaminya dan kebingungan dimana saat ini dia berada.

“Katanya mau ketemu saya, tapi sampai sekarang belum tahu dimana, malah saya khawatir jangan sampai hilang,” tegasnya.

Ganjar menerangkan, masa pandemi ini semua orang pasti mengalami kesulitan. Meski begitu, Ganjar menerangkan agar tidak perlu melakukan hal seperti itu.

“Tidak perlu seperti itu, dia bisa lapor ke RT/RW atau lurah di daerahnya itu sudah cukup. Saya kira Bupati Klaten juga cukup responsif soal ini,” katanya.

Baca juga : Ganjar Minta Perusahaan Ikut Bantu Buruh yang Kena PHK dan Dirumahkan

Kalau ada yang kesulitan dan membutuhkan bantuan, Ganjar meminta agar langsung meminta kepada aparat pemerintah setempat. Apakah ke kelurahan, kabupaten atau bahkan ke provinsi.

“Minta saja bantuan ke pemerintah, atau langsung ke saya. Biasanya ada orang yang minta bantuan ke saya, langsung diverifikasi dan langsung dapat. Jadi silahkan itu ditempuh, jangan membuat suasana jadi ngeri, orang melihat situasi jadi semengerikan itu. Saya khawatir saja sebenarnya, orang itu belum lapor pada aparat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Bendung Wilalung, Tempat Ngabuburit Asyik yang Tak Lekang Waktu

0
Warga melintasi jalan Bendung Wilalung saat jelang puasa, untuk menikmati panorama alam di sekitar tempat tersebut, Minggu (3/5/2020). FOto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, Bendung Wilalung yang berada di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tampak ramai oleh warga yang ingin menikmati waktu jelang buka puasa. Ada yang bergerombol duduk di atas motor, ada juga yang duduk di atas hamparan rumput hijau, serta beberapa yang lain berswafoto dengan latar belakang bangunan waduk.

Kendaraan roda dua yang melintasi jalan bendung yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak sore itu juga tampak ramai. Tak jarang para pengendara membunyikan klakson karena merasa perjalanannya terhambat.

Beberapa warga saat ngabuburit di Bendung Wilalung, Minggu (3/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

Suara bising itu ternyata tidak begitu mengganggu Kirman, yang masih terlihat asyik menikmati pemandangan bendung. Bersama anak, istri, dan kerabat, dia jauh-jauh datang dari Kabupaten Jepara demi menikmati ngabuburit di Bendung Wilalung.

Selama bulan Ramadan, dia selalu mencari tempat untuk ngabuburit. Hari itu, Kirman memilih Bendung Wilalung, lantaran penasaran dengan bangunan serta keindahan alamnya.

Baca juga: Padureksan, Gapura Masjid Wali Jepang yang Dibuat Sunan Kudus dan Filosofinya

“Ternyata tempatnya asyik. Pemandangannya bagus. Suasananya juga ramai. Terbayar sudah rasa penasaran saya,” ungkap warga Perumahan Kuas Harjo, Kabupaten Jepara saat ditemui, Minggu (3/5/2020).

Hal senada juga disampaikan Yuliani (35), yang mengaku hampir setiap sore datang ke Bendung Wilalung untuk ngabuburit. Kadang dia datang bersama keluarga, dan tak jarang pula datang bersama teman-temannya.

“Soalnya tempatnya itu asyik. Pemandangannya hijau, anginnya juga sepoi-sepoi serta cocok buat foto-foto. Tapi sayangnya agak berisik suara knalpot motor lewat,” ungkap warga Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak itu.

Di sisi lain, Koordinasi Lapangan (Korlap) Bendung Wilalung Noor Ali (43) menuturkan, bangunan yang futuristik serta pemandangan yang elok membuat bendungan yang dibangun pada masa Belanda itu cukup diminati masyarakat sekitar untuk dijadikan tempat ngabuburit, terutama para remaja.

Baca juga: Sambal Terasi dan Botok jadi Menu Favorit di Warung Mbak Tari

Oleh sebab itu, tambahnya, setiap sepekan tiga kali di waktu sore, ia datang ke Bendung Wilalung untuk memantau keadaan. Sebab, pengalaman tahun sebelumnya, pernah terjadi sebuah insiden kenakalan remaja.

“Soalnya suasananya cukup ramai. Maka dari itu saya ingin memastikan keadaan di Bendung Wilalung tetap kondusif. Bila ada sesuatu yang tidak diinginkan saya bisa secepatnya mengontak Polsek Undaan,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Rawan Masalah, Ganjar Minta Penyaluran Bansos Tidak Kaku

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai, program bantuan sosial yang dilakukan pemerintah pusat rawan menimbulkan permasalahan. Oleh karenanya, dia meminta penyaluran bantuan tersebut tidak kaku.

“Persoalan bansos ini sudah menimbulkan geger genjik. Di kalangan bawah sudah ribut-ribut sampai sejumlah pimpinan daerah merasa dibentur-benturkan. Ini sudah terjadi, sampai ada satu kades di Jateng yang viral gara-gara ini,” kata Ganjar kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19, Doni Monardo saat rapat terbatas melalui video conference, Minggu (3/5/2020).

Ganjar mencontohkan, di Banyumas, ada seorang kepala desa yang mengatakan sudah mendata 300 warganya yang berhak mendapatkan bantuan ke pusat. Dari data itu, yang turun dan mendapatkan bantuan hanya 200 orang. Ironisnya, 200 orang itu beda dengan data yang diusulkan.

Baca juga: Ganjar Siap Seluruh Pendapatannya Dipotong untuk Penanganan Covid-19

“Misalnya ada kasus lain begini, ada warga yang sudah dapat PKH, dia tanya, apakah masih bisa memperoleh bantuan lain. Sesuai undang-undang, kan tidak boleh, tapi nyatanya dia kekurangan. Atau barangkali ada masyarakat yang berebut untuk dapat bantuan tunai yang Rp 600.000, mereka tidak mau yang Rp 200.000. Ini kan jadi persoalan dan itu membuat kami di bawah kesulitan,” tegasnya.

Untuk itu, Ganjar mengusulkan agar pemerintah pusat bisa memberikan keluwesan. Bantuan-bantuan yang ada itu, silahkan semuanya dipasrahkan kepada kepala desa masing-masing.

“Alangkah indahnya apabila bantuan sosial ini diselesaikan di level desa. Kami serahkan pada kades, silahkan gunakan sesuai kriteria dan dengan lokalitas yang ada. Tentu kami baik dari Pemerintah Provinsi hingga Kabupaten/Kota memberikan pendampingan,” usul Ganjar.

Baca juga: Ganjar Gandeng MAJT Bagikan 7 Ton Beras pada Masyarakat Terdampak Covid-19

Atau, lanjut Ganjar, bantuan-bantuan yang diterima desa itu bisa dikumpulkan menjadi satu dan dijadikan untuk lumbung pangan. Nantinya, lumbung pangan itu dapat dibagikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Termasuk penerapan kartu Prakerja, kami juga usul bagaimana kalau itu diserahkan ke daerah. Dengan begitu, maka penggunaanya akan tepat sasaran dan para buruh tidak perlu kesulitan mendaftar via online. Apalagi sudah terjadi, kalau pendaftaran hanya mengandalkan satu sistem, itu pasti akan berjubel,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -