BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Mardi Rahayu akan membuka layanan Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19, mulai Selasa (5/5/2020), besok. Dengan layanan ini, masyarakat bisa mengetahui dirinya positif atau negatif reaktif Corona.
Direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto mengatakan, RDT ini hanya tes untuk menentukan orang reaktif Corona atau tidak. Artinya, RDT bukan diaknosis positif Covid-19. Menurutnya, fungsi RDT ini agar masyarakat lebih hati-hati lagi dan bisa melakukan isolasi mandiri.
“Dari hasil tes ini masyarakat akan lebih hati-hati. Masyarakat akan melakukan social distancing, physical distancing dan mengisolasi mandiri. Sekali lagi saya tegaskan, RDT bukan diaknosis positif Corona,” tegasnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Kumpulkan Pengelola Laboratorium PCR
Menurutnya, layanan RDT diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Nantinya, warga juga bisa menggunakan Drive Thru atau Drive Through yang artinya tidak perlu turun dari mobil untuk melakukan tes.
“Jika diketahui reaktif Corona. Bisa langsung melakukan isolasi mandiri,” tuturnya usai mengikuti rapat di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Senin (4/5/2020).
Selain itu, teknik pemeriksaannya juga berbeda dari biasanya. Menurut Pujianto, metode RDT yang akan dilakukan menggunakan mesin Imunolserologi dari Korea. Hasilnya diklaim lebih sensitif dibandingkan metode RTD dengan stik.
Baca juga: Seluruh Tenaga Medis RS Mardi Rahayu Dites Swab
“Awal mula permintaan layanan tersebut datang dari kalangan perusahaan. Mereka ingin mengetahui kondisi kesehatannya. Apakah reaktif Covid-19 atau tidak,” beber Puji.
Saat ini, pihaknya telah menyiapkan banyak RDT untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dinilai perlu. “Sudah kami siapkan banyak jumlah RDT,” tukas Pujianto.
Editor: Ahmad Muhlisin

