31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Seluruh Tenaga Medis RS Mardi Rahayu Dites Swab

BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Mardi Rahayu tengah melangsungkan tes swab ke seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut, setelah ada 13 tenaga medis positif Covid-19.

Direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto mengatakan, dari total tenaga kesehatan yang berjumlah 1.423 orang, sebanyak 15,8 persen dinyatakan reaktif positif setelah dilakukan Rapid Diagnostic Test (RDT). Dari 15,8 persen yang reaktif Corona, dilanjutkan tes swab. Hasilnya 37 negatif dan 13 positif.

“Saat ini, proses swab dari keseluruhan tenaga medis masih terus berlangsung,” ungkapnya, Minggu (3/5/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Lagi-Lagi Bertambah, 13 Tenaga Medis di Kudus Positif Covid-19

Puji melanjutkan, sejak 20 April 2020, pihaknya sudah melakukan skrining menggunakan RDT untuk seluruh karyawan, termasuk PIDI, tenaga kebersihan dan sekuriti, staf parkir dan staf koperasi karyawan.

“Selain itu, kami juga melakukan rapid test kepada 763 orang yang kontak kepada pasien Covid-19. 359 orang sudah selesai dan 404 orang akan diselenggarakan sampai 5 Mei 2020,” beber Puji.

Menurutnya, tujuan dari skrining untuk menciptakan keselamatan pasien dan staf rumah sakit. Tenaga kesehatan yang reaktif positif langsung diminta untuk diisolasi mandiri.

“Sesuai instruksi dari Dinkes Kabupaten Kudus, mereka yang positif langsung diisolasi di Ruang Perawatan di RS Mardi Rahayu sejak hasil tes swabnya keluar,” tambahnya.

Di sisi lain, Rs Mardi Rahayu memastikan pelayanan kesehatan tidak akan terganggu. Pihaknya masih menerima pelayanan medis, baik pasien Covid-19 maupun tidak. Menurutnya, tenaga kesehatan di rumah sakit masih mencukupi.

“Karena yang hasil RDTnya (Rapid Diagnostic Test) non reaktif sangat banyak, sedangkan yang swabnya negatif sudah bisa bekerja lagi,” katanya.

Baca juga: Satu Pasien Positif Covid-19 Asal Undaan Kudus Meninggal Dunia

Dia mengimbau, masyarakat tidak perlu khawatir untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan di RS Mardi Rahayu. Pihaknya sudah melaksanakan progam Aman Covid-19 dengan menerapkan satu pasien satu kamar sejak April lalu.

“Pelayanan rawat jalan sejak 1 April juga telah dilakukan skrining pengunjung di posko Covid-19 dan berbagai pembatasan lainnya,” tutup Puji.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER