31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Ganjar Gandeng MAJT Bagikan 7 Ton Beras pada Masyarakat Terdampak Covid-19

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menyalurkan bantuan kepada warga terdampak Covid-19. Jika sebelumnya telah membagikan beras kepada warga sekitar Masjid Agung Kauman Semarang, kali ini, masyarakat sekitar masjid yang ada di Jl Gajah Raya Kota Semarang dapat giliran.

Dalam penyaluran itu, Ganjar menggandeng Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk menyalurkan tujuh ton beras. Bantuan ini merupakan sumbangan pribadi Ganjar, bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan juga donasi dari masyarakat yang dihimpun Satgas Covid-19 MAJT.

“Saya senang banyak masjid di Jateng membuat gerakan ini. Ini bagian dari penguatan yang ada di masyarakat dan umat. Sehingga kita bisa saling bekerjasama,” kata Ganjar saat menyerahkan bantuan di aula MAJT, Sabtu (2/5/2020).

-Advertisement-

Baca juga: PPAT dan Notaris Berikan Bantuan Sembako dan APD

Dengan banyaknya pihak yang memberikan bantuan, maka, distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan juga semakin banyak. Bantuan-bantuan itu sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Setidaknya masyarakat bisa lega, dapat bantuan beras atau sembako atau bantuan lain. Ini sangat membantu membuat masyarakat lebih tenang. Harapan hidupnya lebih panjang dan tidak bergantung pada satu sumber, namun sumber-sumber lainya seperti masjid ini,” terangnya.

Meski begitu, Ganjar meminta masyarakat untuk tidak hanya menengadahkan tangan untuk meminta bantuan. Pihaknya mendorong masyarakat tetap memiliki semangat untuk produktif dan bisa berdaya.

“Makanya kami buat program Jogo Tonggo, sebagai upaya membuat masyarakat tetap produktif. Bahwa mereka terkena PHK, tidak bisa bekerja kita bantu, namun bantuan hanya stimulan. Selebihnya masyarakat harus dilatih, diberdayakan agar bisa mandiri,” tegasnya.

Baca juga: Jemaah Masjid Agung Semarang Dapat Bantuan Sembako dari Pemprov Jateng

Ganjar lantas meminta masyarakat membuat lumbung pangan untuk wadah pengumpulan donasi dan bantuan untuk dipakai bersama-sama. Selain itu, masyarakat juga diminta memberdayakan pekarangan rumah masing-masing sebagai tempat menanam kebutuhan pangan.

“Kalau memang mau usaha, silahkan didata. Nanti pemerintah akan mendampingi, memberikan pelatihan hingga permodalan agar bisa mandiri. Kalau mandiri, tentu tidak akan hanya mengandalkan bantuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PP MAJT KH Noor Achmad mengatakan, dari 7 ton beras tersebut, semuanya dijadikan 1400 paket. Masing-masing paket berisi beras sebanyak 5 kilogram. Bantuan akan distribusikan dalam dua tahap, yakni Sabtu ini sebanyak 1000 paket dan tahap II akan didistribusikan pada 16 Mei 2020, dengan masih mencari tambahan donasi dan bahan natura.

“Semuanya disasarkan kepada masyarakat terdampak Covid-19, diantaranya masyarakat di sekitar MAJT, para PKL, guru ngaji dan marbot masjid di Kota Semarang, fakir miskin di sekitar pemukiman pengurus MAJT dan jemaah pengajian Ibu-Ibu MAJT yang terdampak,” tutup Noor.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER