Beranda blog Halaman 1848

Indonesia Kaya Ajak Nonton Teater Kisah Hidup Chairil Anwar di Rumah Aja

0
Pertunjukan teater Perempuan-Perempuan Chairil Anwar, beberapa waktu lalu. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, KUDUS – Bakti Budaya Djarum Foundation mengajak penikmat seni menyaksikan pertunjukan teater secara daring. Melalui program Indonesia Kaya, pementasan teater yang akan dipertontonkan berjudul Perempuan-Perempuan Chairil.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian mengatakan, pementasan Perempuan-Perempuan Chairil dapat dilihat secara streaming di chanel Youtube Indonesia Kaya dan website www.indonesiakaya.com. Acara tersebut akan ditayangkan 9 Mei hingga 10 Mei 2020 pukul 14.00 WIB.

Renita menjelaskan, pertunjukan Perempuan-Perempuan Chairil merupakan rekaman dari pementasan yang diselenggarakan pada 11 hingga 12  November 2017 silam. Pertunjukan tersebut menampilkan aktor Reza Rahardian, Marsha Timothy, Chelsea Islan, Tara Basro dan Sita Nursanti.

“Melihat antusiasme tinggi dari penikmat seni ketika di Teater Jakarta silam, maka kami menghadirkan rekaman pementasan ini dalam kegiatan nonton di rumah aja,” ungkapnya melalui siaran pers, Kamis (7/5/2020).

Pertunjukan teater Perempuan-Perempuan Chairil Anwar, beberapa waktu lalu. Foto: Ist.

Penayangan itu, kata Renita, merupakan upayanya dalam mengenalkan sosok Chairil Anwar kepada masyarakat. Menurutnya, Chairil Anwar merupakan seorang penyair Indonesia yang legendaris. Karya-karyanya sangat fenomenal dan mendunia.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kita lebih mengenal sosok Chairil Anwar melalui kisah dibalik puisi ciptaannya,” jelasnya.

Renita menuturkan, kisah yang diangkat dalam teater terinspirasi dari buku karya Hasan Aspahani. Buku berjudul Chairil tersebut menceritakan perjalanan hidup Chairil Anwar melalui sosok perempuan yang hadir dalam puisinya. Termasuk juga mengungkap pemikiran penyair legendaris Indonesia itu mengenai makna kemerdekaan manusia dan bangsa.

“Pertunjukan teater Perempuan-Perempuan Chairil disutradarai oleh Happy Salma dan Agus Noor. Happy Salma selain menjadi sutradara juga sebagai produser dalam pertunjukan ini,” tambahnya.

Baca juga: Berawal dari Hobi, Kini Seni Patung jadi Jalan Hidup Bagi Baruno

Sementara itu, Happy Salma Produsen Teater Perempuan-Perempuan Chairil mengungkapkan, selain menceritakan kisah perjalanan hidup Chairil Anwar, pertunjukan juga memperlihatkan kegelisahan Chairil Anwar dalam menjalani hidup. Selain itu, juga menyuguhkan pemikirannya dalam semangat kemerdekaan di negeri ini.

Heppy Salma menceritakan, alur cerita tersaji dalam empat babak. Yakni pertama kisah hubungan dengan wanita bernama Ida Nasution yang diperankan Marsha Timothy.

Ida Nasution menurutnya yakni seorang mahasiswa dengan pemikiran kritis dan bisa menyaingi intelektual Chairil. Mereka selalu berdebat.

“Ida juga seorang penulis yang hebat,” tuturnya.

Selanjutnya, wanita kedua yakni Sri Ajati. Dia diperankan aktris muda Chelsea Islan. Sri Ajati seorang mahasiswa yang suka bermain teater dan model lukisan. Dia juga gadis ningrat yang tidak membeda-bedakan teman.

Wanita ketiga yakni Sumirat. Sumirat diperankan oleh Tara Basro . Dia seorang yang terdidik dan lincah. Sumirat sangat mengagumi Chairil. Dia pun tahu betul cara mencintai Chairil. Chairil juga mencintainya. Namun akhirnya cinta mereka kandas.

“Pada akhirnya Chairil bertemu dengan Hapsah yang menggapnya pria biasa,” tuturnya.

Baca juga: 11 Tahun Teater Keset Berkarya

Happy Salma melanjutkan, Hapsah diperankan oleh Sita Nursanti. Hapsah dikisahkan orang yang tenang dan berani mengambil resiko. Kelak Hapsah akan menjadi istri Chairil dan memberikan keturunan untuknya.

“Jadi keseluruhan cerita yakni empat perempuan yang tak sama, dan empat cerita berbeda,” tambahnya.

Hal yang sulit dari pementasan ini, kata Happy Salma, yakni dialog yang disuguhkan tersusun dari berbagai puisi. Menurutnya, dia harus menggali lebih dalam sosok Chairil.

“Saya harus membaca berulang-ulang karyanya,” jelasnya.

Menurut Happy Salma, pementasan ini juga dimeriahkan pemain pendukung Sri Qadariati sebagai perempuan malam dan Indrasitas sebagai Affandi. Selain itu juga didukung tim solid dan profesional.

“Selamat menikmati dan stay at home, ya,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

20 Tahun Produksi Furnitur, Ini Barang Paling Laris di Mebel Jati Agung

0
Dua orang pekerja sedang memasang busa kursi di Toko Mebel Jati Agung, Selasa (5/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan furnitur terbungkus plastik tampak dipajang di ruangan depan pabrik Mebel Jati Agung yang berada di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Di tempat itu, terdapat seorang pria sedang mengecek mebel-mebel yang siap untuk dikirim. Dia adalah Atot Alrifianto (44), yang bekerja sebagai marketing di tempat tersebut.

Dia menjelaskan, pabrik mebel yang sudah berdiri selama 20 tahun itu punya produk-produk andalan yang jadi langganan toko-toko furnitur di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Permintaan paling banyak adalah dipan, kursi tamu, dan kursi makan.

Seorang pekerja sedang merakit kayu yang akan dijadikan kursi di Toko Mebel Jati Agung, Selasa (5/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Menurutnya, Banyaknya pesanan dari toko-toko furnitur itu, lantaran kualitas produk di Mebel Jati Agung dijamin bagus, dan harganya miring. Ia menyebut, rentang harga produk berkisar Rp 1 jutaan sampai Rp 5 jutaan.

“Mebel Jati Agung khusus menerima pesanan dari toko-toko furnitur yang sudah menjadi pelanggan. Oleh karena itu, di sini tidak menjual eceran,” katanya saat ditemui, Selasa (5/4/2020).

Setiap pekan, pihaknya rata-rata mampu memproduksi 45 set furnitur berbahan kayu akasia dan jati. Ini bisa saja bertambah jika ada peningkatan permintaan, khususnya saat Ramadan.

“Biasanya memang kalau Lebaran permintaan naik dan setelah tahun baru adalah musim paling sepi,” ungkap dia di pabrik yang juga memproduksi almari, kursi teras dan buffet itu.

Baca juga: Produk Mebel Jati Agung jadi Langganan Toko Furnitur di Jateng dan Jatim

Selain fokus melayani pelanggan, Mebel Jati Agung juga sering menjajaki kerja sama dengan perusahaan properti. Dalam kerja sama ini, pihaknya akan menyediakan produk dan jasa pembuatan interior perumahan.

“Bahan yang ditawarkan juga sama. Dari kayu akasia dan jati,” tutup Atot.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Meski Awalnya Terpaksa dan Kesulitan, Yusuf Kini Sukses Lanjutkan Usaha Sang Ayah

0
Yusuf Budi Setiawan sedang mengemas keciput. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan kaus oblong coklat tampak sedang sibuk di ruang belakang sebuah rumah berwarna kuning. Pria itu terlihat mengangkat keciput dan menuangkan ke dalam dandang besar. Kemudian dia memasukkan keciput yang sudah dikemas ke dalam kardus. Pria tersebut yakni Yusuf Budi Setiawan (36) generasi ke dua usaha dagang (UD) Baskuni Jaya.

Sembari melakukan aktivitasnya, pria yang akrab Yusuf itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, melanjutkan usaha yang dirintis ayahnya sejak 18 tahun silam. Setelah usaha itu dirintis oleh ayahnya lima tahun sebelumnya. Diakuinya, sebenarnya saat itu merasa terpaksa melanjutkan usaha ayahnya tersebut.

Beberapa pekerja di UD Baskuni Jaya sedang memotong bahan keciput. Foto : Rabu Sipan

“Pada 18 tahun silam, ayah saya meninggal dunia. Dan ketika itu saya juga baru lulus SMA. Karena saya anak pertama, mau tidak mau aku yang harus terjun melanjutkan usaha orang tua saya,” ujar Yusuf kepada betanews.id, Selasa (5/5/2020).

Baca juga : Andalkan Resep Leluhur, Keciput Baskuni Jaya Tetap Bertahan Lebih dari Dua Dasawarsa

Sebenarnya, katanya, setelah lulus SMA dirinya ada rencana untuk kuliah. Seandainya tidak kuliah, pilihannya adalah kerja di pabrik. Namun sayang nasib berkata lain. Sejak ayahnya berpulang, Yusuf yang harus bertanggung jawab melanjutkan usaha UD Baskuni Jaya.

UD Baskuni Jaya, terangnya, memproduksi keciput, widaran, jumputan serta kacang bawang. Dia mengaku, pertama melanjutkan usaha ayahnya itu mengalami kesulitan. Bukan karena membuat produknya, namun lebih karena jaringan pemasarannya.

“Sebab semasa ayah masih hidup itu, pemasaran produk dipegang ayah semua. Kalau resep dan memproduksi aneka camilan saya sudah paham, karena memang sering bantu di bagian produksi,” bebernya.

Sehingga, tambah Yusuf, saat itu dirinya harus mencari semua nota penjualan aneka produk Baskuni Jaya. Dengan nota itu, kata dia, mencari semua pelanggan ayahnya dan meyakinkan pada mereka agar tetap mau berlangganan serta memastikan bahwa cita rasa produk Baskuni Jaya tetap sama dan tidak berubah.

“Saya bersyukur, karena semua pelanggan tetap percaya dan tetap berlangganan. Bahkan sejak saya pegang permintaan meningkat,” ujar pria yang tercatat sebagai warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.

Dia mengungkapkan, produk camilan Baskuni Jaya dikenal bergambar donal bebek dan bercita rasa khas. Keciputnya rasa original, renyah, manis, gurih, dengan rasa wijen. Widaran rasanya asin dan gurih.

Baca juga : Kopi Muria Wilhelmina Aman Dinikmati Bagi Penderita Lambung

Sedangkan jumputan dan kacang punya rasa yang sama yakni rasa bawang. Untuk harga urainya, keciput dijual dengan harga Rp 54 ribu per kilogram. Wedaran dibanderol Rp 64 ribu per kilogram. Sedangkan jumputan dihargai Rp 12 ribu per kemasan.

“Keciput dan wedaran tersedia juga dalam kemasan setengah dan seperempat kilogram. Kami juga melayani pembelian ecer maupun grosir,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, Baskuni Jaya punya pelanggan sekitar 50 toko yang tersebar di Kudus, Demak, Jepara, Pati dan daeah lainnya. Di hari biasa tuturnya, Baskuni Jaya mampu memproduksi 50 kilogram adonan sepakan dua kali.

Sedangkan sepekan menjelang puasa tambahnya, produksinya meningkat yakni 50 kilogram sehari. “Adonan 50 kilogram tersebut setelah digoreng bisa jadi satu kwintal camilan,” bebernya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pandemi Covid-19, Permintaan Ekspor Sarung Goyor Tegal Justru Meningkat

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengunjungi produsen Sarung Goyor di Kota Tegal, Kamis (7/5/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, TEGAL – Pandemi Covid-19 ternyata tidak berdampak pada produsen Sarung Goyor di Kota Tegal, Jawa Tengah. Bahkan, permintaan ekspor ke luar negeri usaha yang dijalankan dua kakak beradik bernama Fahmi Lukman dan Nabil Lukman ini justru meningkat.

Fahmi menjelaskan, sampai saat ini, pihaknya masih tetap ekspor ke beberapa negara di Timur Tengah. Meski pasar Jeddah Arab Saudi tutup karena lockdown, tapi pasar lain masih bagus.

“Di Dubai, Kenya dan Somalia masih menerima. Kami sampai sekarang masih tetap ekspor ke negara-negara itu,” kata Fahmi, Kamis (7/5/2020).

Menurutnya, Covid-19 ini memang memukul penjualan dalam negeri di Industri kecil menengah bernama PT Altatex Jaya itu. Namun untuk ekspor, pangsa pasar tetap terbuka.

“Bahkan karena pesanan meningkat, kami sampai kesulitan mencari karyawan. Akhirnya, kami melakukan pelatihan dan memberdayakan saudara-saudara yang ada di Lembaga Pemasyarakatan,” terangnya yang memulai bisnis sejak 2012 itu.

Baca juga: Ganjar Rela jadi Bintang Iklan Gratis untuk Produk Warganya

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Kota Tegal, menyempatkan untuk mampir melihat usaha yang berada di Jalan Kauman Tengah, Kota Tegal itu.

“Saya senang, di tengah kondisi ini masih ada industri kecil yang tetap berjalan bahkan ekspor. Ini bagus sekali, masih beroperasi dan merekrut karyawan,” kata Ganjar.

Ganjar lantas meminta kepala daerah lain untuk mencari industri besar, kecil dan menengah yang masih bisa berproduksi, khususnya mereka yang ekspor, agar bisa dibantu.

“Kalau di tempat lain ada yang seperti ini, tolong dibantu habis-habisan. Didorong habis-habisan agar ekonomi tumbuh. Apalagi ini ekspor, bisa meningkatkan devisa kita,” imbuhnya.

Baca juga: Ganjar Minta Perusahaan Ikut Bantu Buruh yang Kena PHK dan Dirumahkan

Menurut Ganjar, setelah fokus pada persoalan sosial dan kesehatan, saat ini pihaknya fokus pada aspek kesenian dan bisnis ekonomi. Untuk kesenian, beberapa sudah jalan dengan menggandeng seniman di Jateng tampil online di Panggung Kahanan yang ada di rumah dinasnya.

“Nah sekarang saya dorong aspek bisnis ekonomi. Karena ekonomi Jateng pertumbuhannya saat ini menurun drastis, sampai separuh lebih dari 5 persen menjadi 2,6 persen. Ini bahaya dan harus ditindaklanjuti,” terangnya.

Pihaknya juga sedang menyiapkan untuk membantu industri mikro lain. Dengan Jaring Pengaman Sosial ditambah Jaring Pengaman Ekonomi yang disiapkan, diharapkan mereka para industri kecil dan mikro bisa tetap produktif di rumah.

“Mereka selama tiga bulan minimal terus dilatih agar bisa lebih produktif. Kami juga minta kepada perusahaan yang masih bisa jalan, agar bisa kerja sama dengan para industri kecil yang ada di sekitarnya. Sehingga kita bisa bersama-sama melawan corona,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Begini Konsep Jogo Tonggo yang Diterapkan di Perumahan SUPM Tegalsari Kota Tegal

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberi makan ikan lele yang dibudidayakan menggunakan ember di Taman TOGA di Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, Kamis (7/5/2020). Foto : Ist

BETANEWS.ID, TEGAL – Di Kota Tegal, salah satu RW yang berada di Perumahan SUPM RT 6/3 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal telah menerapkan konsep Jogo Tonggo yang dicetuskan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sambil bergotong royong, warga yang ada di kompleks tersebut membuat apotik hidup dan warung hidup di lahan kosong perumahan mereka.

Lahan itu ditanami aneka sayuran, empon-empon dan bumbu masak lainnya. Selain itu, ada pula ember-ember berjajar berisi ikan lele dengan bagian atas ditanami kangkung dan sawi.

“Jadi kami gunakan tempat ini sebagai tempat menanam kebutuhan sehari-hari. Kalau ada masyarakat yang membutuhkan, diambilkan dari sini,” kata Ketua RW Edi Warsito.

Baca juga : Awalnya Banyak yang Protes Diberlakukan PSBB, Kini Kota Tegal Nol Positif Covid-19

Selain apotik dan warung hidup, di lokasi itu juga telah dibuat lumbung pangan. Lumbung tersebut digunakan untuk menampung bantuan dari luar atau bantuan dari jimpitan masyarakat.

Karena masyarakatnya mayoritas mampu, beberapa bantuan juga diserahkan kepada pihak luar. Para guru ngaji dan masyarakat yang terdampak di luar RW juga mendapat perhatian.

“Lumbung pangan kami gunakan untuk menampung bantuan baik dari luar atau dari internal warga. Alhamdulillah jimpitan warga mampu masih berjalan dan kami gunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tambah pengurus lumbung pangan, Witoyo.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang mendengar kabar itu langsung tertarik untuk meninjaunya. Kamis (7/5) pagi, Ganjar menyempatkan waktu menengok aktivitas warga di lokasi itu.

“Saya senang, meskipun di perkotaan aktivitas masyarakat untuk gotong royong antarmasyarakat masih berjalan. Ada apotik hidupnya, ada warung hidupnya yang berisi aneka sayuran, lele dan macem-macem yang bisa untuk dikonsumsi sendiri,” katanya.

Baca juga : Pemuda di Sejumlah Desa di Jepara Bergerak Aplikasikan Program Jogo Tonggo

Apotik dan warung hidup menurutnya menjadi salah satu cara bertahan di tengah pandemi. Apalagi, di lokasi itu ada lumbung pangan dan mengaktifkan jimpitan masyarakat.

“Ini sebenarnya bagian dari kita mencukupi kebutuhan bagi mereka yang kekurangan atau perlu makan. Ini spirit gotong royong, sehingga tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah,” tegasnya.

Ganjar meminta daerah lain mencontoh kegiatan yang dilakukan di lokasi itu. Ia juga menitipkan kepada masyarakat untuk memperhatikan ibu hamil dan menyusui.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Tak Mau Terpuruk Usai Kena PHK, Joko Buka Usaha Jahit di Tepi Jalan

0
Joko Purwanto saat menjahit pakaian pelanggan. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, Rabu (6/5/2020) cuaca begitu terik. Panas yang menyengat seolah tak menyurutkan aktivitas seorang pria di tepi Jalan Lingkar Utara UMK Kudus, tepatnya di samping masuk perumahan Muria Indah 3, Desa Gondang Manis, Kecamatan Bae, Kudus. Pria tersebut yakni Joko Purwanto yang beralih jadi tukang jahit pinggir jalan, setelah kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Sembari beraktivitas, pria yang akran disapa Joko itu sudi berbagi kisah tentang hidupnya. Dia mengungkapkan, menerima order jahitan sudah sekitar dua bulan yang lalu, setelah diberhentikan kerja sebagai sopir di perusahaan ekspedisi.

Joko Purwanto membuka usaha jahit di pinggir jalan. Foto : Rabu Sipan

“Selain ada pandemi, di pekerjaan saya yang dulu itu ada masalah. Ada persaingan tidak sehat antarkaryawan. Dan saya kena dampaknya,” ujarnya kepada betanews.id.

Baca juga : Maslihat, Sang Dokter Permak Levis yang Siap Kustom Celana Jeans Milikmu

Pria yang berasal dari Sidoarjao, Jawa Timur itu menuturkan, awalnya dia menerima order jahitan atau tepatnya vermak pakaian itu di rumahnya. Namun, karena dianggap sepi pelanggan, sehingga sepekan yang lalu dia memutuskan untuk pindah di tepi jalan.

“Pas di rumah sepi mas, tidak sesuai dari harapan. Tidak cukup untuk penuhi kebutuhan sehari – sehari. Sehari palingan dapat uang Rp 20 ribu kok,” ungkap Joko sambil melepas benang jahit pada celana hitam.

Setelah pindah di tepi jalan, tuturnya, orang yang datang untuk vermak pakaiannya selalu saja ada. Setidaknya ada peningkatan pendapatan daripada sewaktu masih jahit di rumah. Dia mengaku, sejak buka ditepi jalan bisa membawa pulang uang Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu sehari.

“Tapi ya itu kalau panas ya kepanasan. Payung ini sebenarnya tidak begitu mampu menghalau panas, tapi lumayanlah,” ujar Joko yang mengaku tetap puasa meski kerja berada di bawah sengat matahari.

Pria yang dikaruniai dua anak itu menuturkan, menerima order vermak aneka jenis pakaian pria dan wanita. Dari celana, baju anak – anak serta dewasa. Kemudian ganti resleting dan lain sebagainya.

Baca juga : Dirikan Usaha, Marwoto Ingin Ajarkan Filosofi Gusjigang pada Santri

“Ongkosnya mulai dari Rp 3 ribu hingga Rp 20 ribu. Selain itu saya juga berjualan masker dengan harga Rp 7 ribu sampai Rp 15 ribu per pcs.,”bebernya.

Dia berharap usaha vermak pakaiannya itu berjalan lancar dan makin banyak pelanggan. Sebab dia merupakan tulang punggung keluarga yang harus menafkahi istri dan anaknya. Apalagi kedua anaknya juga masih sekolah yang otomatis masih membutuhkan banyak biaya.

“Anak saya yang pertama itu kuliah di UMK baru semester satu. Anak kedua saya kelas dua SMA. Semoga saja usaha saya ini lancar dan berkah, sehingga saya bisa membiayai mereka sampai lulus,” harap Joko.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pemkab Kudus Salurkan Bantuan Sosial Tahap Pertama pada 239 Karyawan UMKM

0
Kepala Disnakerperinkopukm Bambang Tri Waluyo saat memberikan bantuan kepada warga yang bergerak disektor UMKM, Rabu (6/5/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan warga tampak berbaris di depan pintu masuk Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkopukm) Kabupaten Kudus, Rabu (6/5/2020). Setiap orang yang hendak masuk akan di tes suhu badan dengan thermo gun, dan beberapa yang lain terlihat sedang mencuci tangan di tempat yang telah disediakan.

Setelah diperiksa, mereka kemudian masuk ke dalam kantor untuk menemui petugas, dengan memberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setelah petugas memastikan namanya masuk dalam daftar penerima, mereka kemudian bisa mengambil beras dan amplop warna putih yang sudah disiapkan.

Warga yang bekerja di sektor UMKM tampak antri untuk mendapatkan bantuan di kantor Disnakerperinkopukm, Rabu (6/5/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

Salah satu petugas Frans Syuryadi (49) menjelaskan, beras tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Pihaknya hanya membantu melaksanakan teknis pembagian saja.

“Ini kebetulan kami mendapat jatah menyalurkan bantuan kepada karyawan UMKM terdampak Covid-19. Ini ada sejumlah 239 orang yang dapat. Dengan rincian, sektor karyawan citra sukses 10 orang, sektor karyawan Maju Jaya Furindo 13 orang, dan sektor terdampak UMKM 216 orang, jadi total 239 yang kami salurkan,” jelasnya.

Baca juga: Satpol PP Kudus Terjun ke Pasar untuk Putus Penyebaran Covid-19

Setiap orang akan diberikan 10 kilogram beras dan uang senilai Rp 100 ribu. Penyaluran tersebut akan dilakukan selama tiga kali kepada orang yang sama, dalam waktu tiga bulan.

“Jadi ini pembagian pertama tahap satu. Nanti akan dibagikan selama tiga kali, sebulan sekali. Jadi karyawan UMKM yang terdampak akan mendapat sebulan sekali selama tiga bulan. Nanti juga akan ada tahap ke dua dengan penerima yang berbeda,” ungkap Seksi Pengembangan Promosi Produksi dan Pembiayaan Itu.

Sementara itu, Masamah (47), mengaku senang dengan adanya bantuan tersebut. Dirinya merasa terbantu, karena usahanya terkena dampak Covid-19. Dia juga berterima kasih kepada Pemkab Kudus yang sudah memberi bantuan kepada pengusaha kecil.

“Saya merasa terbantu dengan adanya bantuan ini. Karena saat ini jahitan sudah sepi, jadi bantuan ini bisa meringankan saya,” ungkap warga Burikan RT 01 RW 01, Kecamatan Kota, Kudus itu.

Baca juga: Gandeng Banom NU, Anggota DPRD Jateng Bagikan Sembako

Sama halnya dengan Khanafi (50), yang sehari-hari jadi perajin pisau. Dia juga merasa senang adanya bantuan tersebut, karena usahanya saat ini sedang menurun akibat Covid-19.

“Ya senang pastinya, karena mendapat bantuan. Apalagi saat kondisi usaha saya yang menurun akibat Corona,” ungkap warga Desa Tenggeles RT 04 RW 01, Kecamatan Mejobo, Kudus itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Awalnya Banyak yang Protes Diberlakukan PSBB, Kini Kota Tegal Nol Positif Covid-19

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau tempat karantina pemudik di Kota Tegal. Foto : Ist

BETANEWS.ID, TEGAL – Di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Wali Kota Tegal M Jumadi menyampaikan, jika penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal ternyata efektif membuat perubahan besar di kota itu. Saat ini, tidak ada seorangpun yang positif Covid-19 di kota tersebut.

“Dari satu orang yang positif Covid-19, saat ini sudah sembuh sehingga Kota Tegal saat ini nol kasus positif. Untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), grafiknya juga terus melandai,” ujar Jumadi, Kamis (7/5/2020).

Katanya, PSBB telah membuat masyarakat Kota Tegal menjadi disiplin. Meski awal penerapan banyak protes dan pelanggaran, namun saat ini masyarakat sudah patuh dan melaksanakan dengan baik aturan yang berlaku.

Baca juga : Kota Tegal Tetapkan PSBB, Ganjar Instruksikan Pemkot Segera Beraksi

“Awalnya banyak pelanggaran dilakukan masyarakat, baik yang tidak pakai masker, berkerumun dan lainnya masih tinggi. Namun di minggu kedua PSBB, jumlahnya terus menurun dan masyarakat semakin tertib,” tegasnya.

Meski cukup berdampak dan memberikan perubahan, namun penerapan PSBB di Kota Tegal, kata Jumadi masih mengalami banyak kendala. Selain masih ada masyarakat yang belum patuh, ada pemudik dari zona merah yang terus berdatangan.

“Selain itu, aktivitas keagamaan di tempat ibadah di beberapa titik masih berjalan. Kami akan terus berupaya agar penerapan PSBB ini bisa optimal,” tutupnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi capaian dari penerapan PSBB di Kota Tegal. Ia berharap, capaian itu bisa tetap dijaga dengan baik.

“Hari ini Kota Tegal yang positif Covid nol, jadi sebenarnya Kota Tegal bisa disebut kembali hijau. Memang awalnya banyak orang protes dan marah-marah, tapi sekarang kita mendapat hasil yang bagus,” ucapnya.

Baca juga : Semarang Zona Merah, Walikota Diminta Tak Ragu Terapkan PSBB

Meski begitu, Pemkot Tegal tidak boleh berpuas diri. Sebab menurutnya, pandemi ini belum selesai, sehingga semua harus menjaga agar yang hijau ini tetap bertahan dan ekonomi bisa kembali bergerak

Sebelum memutuskan untuk melakukan relaksasi, Ganjar wanti-wanti betul kepada Pemkot Tegal untuk benar-benar memberlakukan protokol kesehatan. Jarak diatur, wajib pakai masker dan kalau melanggar harus ditindak secara hukum.

“Saya juga ingatkan, Kota Tegal ini kiri kanannya dekat dengan daerah yang masih merah seperti Brebes, Kabupaten Tegal dan Pemalang. Dikhawatirkan ada interaksi antara masyarakat, sehingga ini harus dijaga dengan baik. Saya minta pada warga Tegal, tolong kalau tidak penting jangan keluar rumah, kalau terpaksa harus pakai masker dan tetap jaga jarak,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Djarum Sumbang Alat Tes Swab ke Pemkab Kudus, Hasil Keluar dalam Satu Hari

0
Plt Bupati KUdus HM Hartopo sedang melakukan kunjungan ke RSUD dr Loekmono Hadi. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan memiliki alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang digunakan untuk tes swab Covid-19. Alat sumbangan PT Djarum itu rencananya akan datang minggu depan.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi mengatakan, untuk melakukan tes swab, pihaknya membutuhkan alat RT-PCR. Alat tersebut berfungsi untuk mengetahui pasien terkonfirmasi positif atau negatif Covid-19.

Selama ini, pihaknya harus melakukan tes swab di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta, Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang, BBTKLPP Yogyakarta dan B2P2VRP Salatiga. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk menunggu hasil swab yakni lima sampai tujuh hari.

“Rencana kita akan punya sendiri. Alat tersebut pemberian dari PT Djarum,” ungkapnya Kamis, (7/5/2020).

Baca juga: Ganjar Minta Tes PCR Diprioritaskan pada Tenaga Kesehatan RS Mardi Rahayu

Andini menyebutkan, alat tersebut berjumlah satu buah yang akan difungsikan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Rencananya, alat tes swab itu akan tiba di Kudus minggu depan.

Dengan adanya alat RT-PCR, kata Andini, pihaknya dapat mengetahui pasien terkonfirmasi positif atau negatif hanya dalam satu hari saja. Selain itu, kapasitas perhari yakni 90 swab.

“Tentu dengan adanya alat ini akan sangat membantu. Waktu untuk mengetahui hasilnya pun lebih cepat,” ungkapnya.

Menurut Andini, alat RT-PCR yang akan digunakan di Kudus bermerek Bio-Rad. Perusahaan yang memproduksi alat tersebut yakni Bio-Rad Laboratories, Inc yang memiliki kantor pusat di Amerika Serikat.

Mengenai harga, situs resmi www.bio-rad.com tidak menampilkan secara detail. Tertulis barang terbatas dan harus konfirmasi dulu untuk membeli.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Kudus Bertambah 3, Kini Total Ada 40 Pasien

Sebelumnya, Plt Bupati Kudus HM Hartopo sudah melakukan pengecekan tempat yang akan digunakan untuk menaruh alat RT-PCR, selasa (5/5) kemarin. Alat tersebut akan difungsikan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Dengan adanya alat tersebut, kata Hartopo, sampel lendir untuk keperluan tes swab tidak lagi dikirim ke laboratorium di luar Kabupaten Kudus. Pihaknya sudah dapat melakukan tes secara mandiri.

“Hasilnya lebih akurat dan bisa memangkas waktu,” jelasnya.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian PT Djarum yang telah mendonasikan alat RT-PCR. “Bantuan yang diberikan sangat membantu untuk penanganan Covid-19,” tukas Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

SD Islam Kauman Pati Berikan Beasiswa Selama Dua Semester untuk Siswa Yatim Piatu

0
Riyanawati, Kepala SD Islam Kauman Pati menyerahkan beasiswa kepada salah satu siswa yatim dan piatu. Foto : Ist

BETANEWS.ID, PATI – Di tengah kondisi sulit akibat dampak dari pandemi Covid-19 ini, SD Islam Kauman Pati terus berupaya agar peserta didiknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan berkelanjutan. Sebagai respon dari adanya dampak Corona tersebut, pihak yayasan memberikan santunan kepada siswa sekolah tersebut yang berstatus yatim, piatu maupun yatim piatu.

Santunan yang diberikan terhadap siswa yatim piatu tersebut, berupa beasiswa selama satu tahun atau dua semester. Yakni, semester gasal dan semester genap untuk tahun pembelajaran 2020/2021. Penyaluran beasiswa itu sendiri diserahkan secara simbolis oleh kepala sekolah pada Senin lalu.

Baca juga : Fokus Potensi Anak, Sekolah Alam Nara Mulia Ingin Siapkan Individu Tangguh

“Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian kami terhadap peserta didik, khususnya mereka yang statusnya adalah yatim maupun piatu. Beasiswa ini, kami berikan terhadap 6 siswa yatim dan piatu, mulai dari kelas I hingga kelas V,” ujar Riyanawati, Kepala SD Islam Kauman Pati, Kamis (7/5/2020).

Katanya, sekolah yang beralamat di Jl Kamandowo Gg Sunan Kalijaga No 87 Pati tersebut, selalu berupaya agar peserta didik yang menempuh pendidikan di SD Islam Kauman Pati mampu mendapatkan pelayanan yang baik. Tidak hanya dalam hal kegiatan belajar mengajar, namun juga dalam sisi sosial.

Apalagi menurutnya, pihaknya sejak dini berupaya menanamkan sikap peduli terhadap sesama. Hal itu dilakukan, dengan memberikan contoh secara langsung kepada peserta didik.

Baca juga : Guru SMP di Kudus Sumbang Rp 100 Juta untuk Beli APD

“Misalnya, kami mengajak anak-anak untuk menyambangi panti asuhan dan memberikan santunan kepada mereka. Atau, hal-hal kecil lain yang berhubungan dengan kepedulian sosial,” ujar perempuan berkaca mata tersebut.

Dengan bantuan beasiswa yang diberikan terhadap siswa yatim dan piatu tersebut, dirinya berharap bisa memberikan motivasi agar anak-anak tetap belajar dengan semangat dan mampu meniti untuk mewujudkan cita-citanya sejak dini.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Produk Mebel Jati Agung jadi Langganan Toko Furnitur di Jateng dan Jatim

0
Seorang pekerja sedang mengecat kursi di Toko Mebel Jati Agung, Selasa (5/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Lantunan musik Dangdut terdengar cukup keras dari sebuah bangunan di Jalan Raya Pati-Kudus, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, siang itu. Lagu-lagu tersebut menemani para pekerja yang sedang mengerjakan berbagai furnitur yang diproduksi di tempat tersebut.

Di sisi lain, beberapa furnitur yang sudah jadi terpampang di bagian depan toko bernama Mebel Jati Agung itu. Di situ juga terlihat Atot Alrifianto (44), yang sedang mengecek produk jadi yang hendak dikirim ke toko furnitur langganan.

Beberapa pekerja sedang mengamplas kursi di Toko Mebel Jati Agung, Selasa (5/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Pria yang bekerja di bagian pemasaran itu menjelaskan, berbagai mebel yang diproduksi di tempat tersebut adalah dipan, almari, kursi makan, kursi tamu, kursi teras hingga buffet. Sedangkan bahan yang digunakan untuk pembuatannya dipilih dari kayu akasia dan jati.

“Paling banyak memang pesanan dari bahan kayu akasia. Karena harganya lebih murah, dan kualitasnya hampir sama dengan yang berbahan jati,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (5/4/2020).

Baca juga: Saptaria Fashion, Produksi Hijab Premium Harga Miring

Sambil memperlihatkan proses produksi, Atot melanjutkan, sampai saat ini, pihaknya sudah punya pelanggan tetap toko-toko furnitur di hampir seluruh Jawa Tengah, serta beberapa kota di Jawa Timur, seperti Bojonegoro, Lamongan, Tuban dan Gresik.

“Mebel Jati Agung khusus menerima pesanan dari toko-toko furnitur yang sudah menjadi pelanggan. Oleh karena itu, di sini tidak menjual eceran,” katanya.

Atot lantas menjelaskan proses pembuatan mebel di tempatnya. Proses pertama pengerjaan furnitur adalah memotong kayu sesuai dengan ukuran. Setelah itu, kayu-kayu tersebut dibentuk sesuai pola yang sudah ada. Ketika pola-pola sudah terkumpul, pengerjaan berlanjut ke perakitan.

“Setelah dirakit, kami ada proses ukir. Kalau sudah baru diamplas. Setelah diamplas baru diwarnai. Di sini ada tiga jenis warna, yaitu natural, walnut, sama salak brown,” papar dia.

Baca juga: Bosan Merantau, Piti Rintis Bisnis Furnitur di Kudus Demi Dekat Keluarga

Tidak sampai di situ, lanjut Atot, furnitur yang sudah melalui proses panjang hingga pengecetan, kemudian dimasukkan ke ruang oven. Proses terakhir ini membutuhkan waktu 24 jam.

“Proses paling akhir adalah pemasangan busa atau pengejokan. Jadi rangka yang sudah dioven tadi, dipasang karet ban dan busa. Setelah itu dilapisi bahan jok. Kalau di sini ada dua macam bahan, yaitu oscar sama kain. Setelah itu, furnitur siap untuk dikirim,” tutup Atot.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Andalkan Resep Leluhur, Keciput Baskuni Jaya Tetap Bertahan Lebih dari Dua Dasawarsa

0
Yusuf Budi Setiawan menunjukkan keciput produksinya. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma penggorengan begitu terasa saat masuk di ruangan dapur rumah bercat kuning. Di ruangan itu beberapa perempuan duduk melingkar menghadap tumpukan wijen. Tampak mereka memegangi adonan panjang yang dipotong kecil hingga jatuh pada wijen. Kemudian adonan bercampur wijen tersebut diayak dan kemudian digoreng. Itulah proses pembuatan keciput produk Baskuni Jaya yang mampu bertahan hinga lebih dua dasa warsa.

Sambil memasukkan keciput yang sudah dikemas ke dalam kardus, Yusuf Budi Setiawan (36) pemilik usaha dagang (UD) Baskuni Jaya itu menuturkan, keciput produksinya itu diolah secara tradisional, serta mempertahankan resep warisan orang tuanya. Sebab itulah cita rasanya tidak berubah dari dulu hingga sekarang.

Proses menggoreng keciput di UD Baskuni Jaya. Foto : Rabu Sipan

“Keciput kami itu terkenal dengan rasa originalnya, yakni manis, gurih, serta rasa wijen. Itu lah resep yang diajarkan leluhur kami. Tetap akan kami pertahankan dan saya yakin keciput produk UD Baskuni Jaya tetap diminati,” ujar pria yang biasa dipanggil Yusuf kepada betanews.id, Selasa (5/5/2020).

Baca juga : Diklaim Banyak Khasiat, Suyatno Buka Resto Olahan Kalkun

Pria warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu mengatakan, usaha keciput Baskuni Jaya dirintis oleh almarhum ayahnya di tahun 1997. Pada tahun 2002 usaha tersebut dilanjutkannya sampai sekarang. Berarti sudah 23 tahun usaha keciput Baskuni Jaya bertahan.

Meski sekarang banyak produk keciput dengan aneka rasa, Yusuf mengaku tidak tertarik untuk mengikuti memproduksi keciput serupa. Karena dia percaya, keciput dengan cita rasa original resep dari leluhurnya masih diminati masyarakat.

Dia mengungkapkan, keciput adalah camilan khas Kudus. Masyarakat Kudus biasanya menjadikan keciput hidangan wajib saat Lebaran. Kata dia, dari nenek moyang hingga sekarang rasa keciput ya yang persis dipoduksinya.

“Rasanya enak, renyah, gurih dan ada wijennya. Serta yang makan keciput itu rasanya tidak ingin berhenti,” celetuknya sambil mengacungkan jari jempolnya.

Pria yang saat itu mengenakan kaus oblong warna coklat mengatakan,jika usahanya menyediakan keciput dengan berbagai kemasan. Yakni kemasan seperempat kilogram yang dijual dengan harga Rp 13.500. Untuk kemasan setengah kilogram dibanderol Rp 27 ribu. Serta harga Rp 54 ribu untuk kemasan satu kilogram.

Baca juga : Asyiknya Belajar Olahan Kelor di Lokasi Wisata Edukasi Komunitas Pangan Sehat

Dia mengaku, melayani pembelian ecer maupun grosir. Untuk harga grosir minimal pembelian lima kilogram. Kecuali mereka bakul langganan yang sudah dikenalnya. Menurutnya, saat ini pelanggannya lumayan banyak, meliputi Kudus, Demak, Jepara, Pati serta Juwana.

Memasuki Bulan Ramadan, tambahnya, produksi keciput di Baskuni Jaya alami peningkatan. Meski diakui Yusuf, belum dikalkulasi secara pasti ada tidaknya efek pandemi virus Corona terhadap usaha keciput miliknya.

“Semoga saja tidak ada efeknya, dan keciput Baskuni Jaya tetap laris manis di pasaran. Serta semoga Corona cepat hilang, ekonomi dan dunia usaha kembali normal,” harapnya sambil tersenyum.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sambut Lebaran, Saptaria Fashion Luncurkan Hijab Couple Ibu dan Anak

0
Seorang karyawan sedang memasang kerudung di maneken di Saptaria Fashion, Senin (4/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan tampak menata hijab di maneken yang terpajang di bagian depan toko Saptaria Fashion, sore itu. Kerudung-kerudung berbagai model tersebut ditata sedemikian rupa, menyesuaikan model baju muslim yang sudah ditata lebih dulu di boneka untuk memajang produk fashion itu.

Di sisi lain, seorang pria berbaju biru terlihat sedang mengecek produk-produk yang dipajang, termasuk kerudung pasangan yang sama atau kerudung couple Ibu dan anak yang baru diluncurkan, Ramadan ini. Dia adalah Manajer Saptaria Fashion Maesah Anggni (40).

Maesah Anggni sedang mengecek kerudung di Saptaria Fashion, Senin (4/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Dia menjelaskan, hampir setiap bulan, Saptaria Fashion pasti mengeluarkan desain baru. Seperti Lebaran tahun ini, dari yang tadinya fokus pada pangsa pasar per orangan, pihaknya kemudian punya ide meluncurkan produk anyar berupa kerudung couple ibu dan anak.

“Untuk bulan ini, karena bertepatan dengan bulan Ramadan, kami menyasar model couple. Yaitu seragam anak dan ibu,” ungkap dia saat ditemui di toko yang beralamat di Desa Kauman, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Senin (4/4/2020).

Baca juga: Saptaria Fashion, Produksi Hijab Premium Harga Miring

Menurutnya, desain-desain keluaran brand yang telah dirintis sejak tiga tahun lalu itu, didesain sendiri oleh sang pemilik dan juga desainer yang bekerjasama dengan Saptaria Fashion. Model-model kerudungnya juga memperhatikan pangsa pasar produk yang menyasar usia remaja hingga orang tua.

“Konsep awal memang menyasar usia remaja hingga orang tua. Selain itu juga kelas menengah ke atas dengan bahan kain premium. Sehingga secara desain pun ciri khas dari kami lebih elegan. Segi jahitan dan rancangan kerudung yang tetap membuat muka tirus juga kami pikirkan,” beber Maesah.

Perpaduan itu, lanjut Maesah, diharapkan bisa membuat produknya bisa menyuarakan, dengan berkerudung, seseorang tetap terlihat stylish dan elegan, juga nyaman untuk digunakan

“Secara perpaduan warna pun hampir sama, kami memilih paduan yang simpel dan elegan. Karena itu ciri khas dari produk Saptaria,” jelasnya.

Baca juga: Penjahit Ganteng Ini Siap Ubah Tas Milikmu Jadi Baru Lagi

Selain hijab couple yang baru diluncurkan, Septaria juga menjual berbagai produk kerudung, mulai kerudung khimar, segi empat, pasmina rompel, dan lain lain. Sampai saat ini, desain kerudung yang sudah dirilis meliputi model Bergo Naura, Aqila Bergo, Bergo Aziza, Ataya Bergo, Pashmina Zara, Naura Bergo, Nayara Khimar, Kiara Bergo, Amora Bergo, Freya Khimar, dan Humaira Khimar.

“Bahan yang digunakan di setiap kerudung juga sama, yaitu bahan jersey twist, ceruty, dan bahan lain,” kata Maesah.

Meskipun brand lokal, lanjut dia, pihaknya selalu memperbarui desain. Tak hanya itu, kualitas produk yang premium juga membuat ia yakin, Saptaria Fashion bisa menjadi salah satu produk kerudung unggulan.

Baca juga: Produk Rajut Essa Colection Diminati Konsumen Hingga Mancanegara

Seperti halnya model pashmina yang sengaja dikeluarkan untuk para remaja yang ingin membuat bentuk kerudung lebih stylish. Selain itu, untuk para perempuan yang aktif bergerak disediakan beberapa model seperti bergo dengan bahan dasar jersey twist yang adem dan mudah menyerap keringat.

“Untuk harga masih cukup terjangkau. Antara Rp 70 ribu sampai dengan Rp 140 ribu untuk harga satuan. Sedangkan untuk agen atau reseller harganya di bawah itu,” tutup Maesah.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Hingga Lebaran, ‘Bank Titil’ Tak Boleh Masuk Desa di Demak Ini

0
Salah satu ruas jalan di Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak ditutup. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, DEMAK – Siang itu, terik matahari terasa menyengat di salah satu akses jalan memasuki Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Sejumlah pria tampak menjaga jalan yang separuhnya tertutup portal dari bambu. Satu di antara mereka yakni Sudarmo (62). Dia mengatakan, jika desanya saat ini memberlakukan lockdown.

Pria paruh baya itu tak bisa banyak menjelaskan, dirinya hanyalah relawan yang ikut berpartisipasi menjaga keamanan desa. Karena baru hari pertama, jadwal piket masih belum terbentuk sehingga dia suka rela ikut membantu. Dia juga mengarahkan untuk bertemu dengan Ketua RW 02, agar bisa mendapat keterangan yang lebih jelas.

“Rencana ini akan dijaga selama 24 jam. Karena belum terbentuk jadwal, jadi saya ikut jaga saja. Kebetulan rumah saya dekat dengan akses jalan ini,” terangnya sambil menunjukkan rumah Ketua RW 02, Selasa (5/5/2020).

Baca juga : Jenazah Warganya Dimakamkan dengan SOP Covid-19, Desa Ngemplik Wetan Demak ‘Lockdown’

Sementara itu, Agus Sulistiyanto (48), Ketua RW 02 menjelaskan, bahwa warga dari luar desa untuk sementara tidak diperbolehkan masuk. Termasuk pedagang keliling, penarik utang atau bank titil. Hal itu dilakukan karena pekerjaan tersebut banyak berinteraksi dengan orang luar.

“Bukan bermaksud berlebihan, tetapi semua demi keselamatan bersama. Karena pekerjaan seperti itu kan banyak berinteraksi dengan orang di luar sana. Jadi kami melakukan antisipasi agar warga kami aman,” jelasnya kepada betanews.id.

Saat ini, pihaknya sudah melakukan penutupan di sejumlah akses masuk desa. Semua diarahkan melalui akses satu jalan saja. Untuk penjagaan, pihaknya akan menugaskan Linmas yang akan dibantu oleh pemuda.

“Sementara kami sepakati hingga Lebaran. Tetapi masih menunggu kabar nasional terkait perkembangan Covid-19. Jadi sementara hanya warga sini saja yang boleh lewat. Jika sudah membaik dan dirasa cukup ya kami buka seperti biasa,” ungkap Sulis sapaan akrabnya.

Baca juga : Satu Warganya Positif Covid-19, Desa Kutuk Berlakukan Lockdown

Dia juga menambahakan, warga RW 02 Desa Ngemplik Wetan sejauh ini sudah melakukan upaya pencegahan. Dengan menyemprot jalan dan halaman rumah warga dengan disinfektan. Penyemprotan rencana akan dilakukan secara rutin satu pekan sekali.

“Kami juga sudah berjalan penyemprotan disinfektan. Untuk cairan disinfektan kami mendapat bantuan dari kelurahan. Tetapi penyemprotan kami melakukan secaya gotong royong,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pemberlakuan lockdown di Desa Ngemplik Wetan tersebut, karena ada salah satu warganya yang meninggal dan dimakamkan dengan prosedur Covid-19. Sehingga, hal tersebut membuat warga lebih waspada dan menerapkan pembatasan akes warga.


Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kasus Positif Covid-19 di Kudus Bertambah 3, Kini Total Ada 40 Pasien

0
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, Andini Aridewi. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus positif Covid-19 di Kudus bertambah tiga. Sebelumnya kasus positif sebanyak 37 kasus, sehingga kini jumlah total kasus sebanyak 40 kasus.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menjelaskan, penambahan tiga kasus ini, yakni dua dari dalam Kabupaten Kudus, sisanya dari Kabupaten Demak. Dari tiga pasien baru, dua di antaranya tidak memiliki riwayat perjalanan.

“Untuk dua dari Kudus tidak memiliki riwayat perjalanan maupun kontak pasien positif Covid-19. Namun yang dari Demak ada riwayat perjalanan Kudus-Demak,” ungkap Andini Rabu (6/5/2020) malam.

Andini merinci ketiga pasien baru tersebut, pasien pertama yakni perempuan usia 42 tahun berdomisili di Kecamatan Bae, Kudus. Pada pasien ini sudah dilakukan swab Polymerase Chain Reaction (PCR) pada 24 April. Pasien ini dinyatakan positif Covid-19 6 Mei lalu.

Baca juga: Positif Covid-19 di Kudus Bertambah 6 Kasus, 3 Tenaga Medis di RS Mardi Rahayu

“Pasien tersebut tidak memiliki penyakit penyerta. Sekarang orangnya dirawat di rumah sakit Mardi Rahayu sejak 6 Mei,” jelasnya.

Untuk pasien kedua, kata Andini, yakni perempuan usia 27 tahun, beralamat di Kecamatan Jati, Kudus. Pasien yang tergolong muda ini tidak memiliki penyakit penyerta. Menurut Andini, hasil swab pasien tersebut telah keluar 6 Mei.

Pasien ketiga, kata Andini, berasal dari Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Menurutnya, pasien tersebut berjenis kelamin perempuan berusia 26 tahun. Selama ini dia bekerja di Kudus.

Baca juga: Satu Pasien Positif Covid-19 Asal Undaan Kudus Meninggal Dunia

“Pasien tersebut tidak memiliki penyakit penyerta. Untuk tracking dikondisikan Dinas Kesehatan setempat (Dinas Kesehatan Kabupaten Demak),” jelasnya.

Sementara itu, baru-baru ini ada informasi yang mengemuka bahwa ada satu pasien positif Covid-19 di Kudus yang dinyatakan meninggal. Menurut Andini, pasien tersebut bukan pasien baru, melainkan pasien lama. Pasien ini berasal dari Kecamatan Bae, Kudus.

Dia menjelaskan, pasien yang meninggal tersebut berjenis kelamin perempuan berusia 52 tahun. Pasien ini sudah dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi sejak 23 Maret 2020. Dia meninggal tanggal 5 Mei dan memiliki penyakit penyerta.

“Jadi pasien ini pasien lama. Dia tidak memiliki riwayat perjalanan maupun kontak pasien Covid-19,” ungkapnya.

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Kudus Capai 21 Orang, 5 Sembuh, 4 Meninggal

Andini menceritakan, pasien yang meninggal itu sebelumnya sempat dipulangkan sebelum hasil swab keluar. Menurutnya, saat itu hasil pemeriksaan menyatakan pasien dalam kondisi baik. Berdasarkan hasil tersebut, pasien dibolehkan untuk isolasi mandiri di rumah.

“Kemudian setelah hasil swab resmi keluar, pasien tersebut diisolasi dan dirawat di rumah sakit kembali,” jelasnya.

Hingga kini, kata Andini, ada total 40 pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Dia merinci, Dari jumlah tersebut, 29 pasien masih dirawat, lima pasien dinyatakan sembuh dan enam pasien telah meninggal. Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP), sebanyak 33 orang dalam perawatan, 51 orang telah sehat dan pulang, dan tiga orang dirujuk, serta 26 orang meninggal.

Editor: Suwoko

- advertisement -