31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaKISAHTak Mau Terpuruk...

Tak Mau Terpuruk Usai Kena PHK, Joko Buka Usaha Jahit di Tepi Jalan

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, Rabu (6/5/2020) cuaca begitu terik. Panas yang menyengat seolah tak menyurutkan aktivitas seorang pria di tepi Jalan Lingkar Utara UMK Kudus, tepatnya di samping masuk perumahan Muria Indah 3, Desa Gondang Manis, Kecamatan Bae, Kudus. Pria tersebut yakni Joko Purwanto yang beralih jadi tukang jahit pinggir jalan, setelah kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Sembari beraktivitas, pria yang akran disapa Joko itu sudi berbagi kisah tentang hidupnya. Dia mengungkapkan, menerima order jahitan sudah sekitar dua bulan yang lalu, setelah diberhentikan kerja sebagai sopir di perusahaan ekspedisi.

Joko Purwanto membuka usaha jahit di pinggir jalan. Foto : Rabu Sipan

“Selain ada pandemi, di pekerjaan saya yang dulu itu ada masalah. Ada persaingan tidak sehat antarkaryawan. Dan saya kena dampaknya,” ujarnya kepada betanews.id.

- Ads Banner -

Baca juga : Maslihat, Sang Dokter Permak Levis yang Siap Kustom Celana Jeans Milikmu

Pria yang berasal dari Sidoarjao, Jawa Timur itu menuturkan, awalnya dia menerima order jahitan atau tepatnya vermak pakaian itu di rumahnya. Namun, karena dianggap sepi pelanggan, sehingga sepekan yang lalu dia memutuskan untuk pindah di tepi jalan.

“Pas di rumah sepi mas, tidak sesuai dari harapan. Tidak cukup untuk penuhi kebutuhan sehari – sehari. Sehari palingan dapat uang Rp 20 ribu kok,” ungkap Joko sambil melepas benang jahit pada celana hitam.

Setelah pindah di tepi jalan, tuturnya, orang yang datang untuk vermak pakaiannya selalu saja ada. Setidaknya ada peningkatan pendapatan daripada sewaktu masih jahit di rumah. Dia mengaku, sejak buka ditepi jalan bisa membawa pulang uang Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu sehari.

“Tapi ya itu kalau panas ya kepanasan. Payung ini sebenarnya tidak begitu mampu menghalau panas, tapi lumayanlah,” ujar Joko yang mengaku tetap puasa meski kerja berada di bawah sengat matahari.

Pria yang dikaruniai dua anak itu menuturkan, menerima order vermak aneka jenis pakaian pria dan wanita. Dari celana, baju anak – anak serta dewasa. Kemudian ganti resleting dan lain sebagainya.

Baca juga : Dirikan Usaha, Marwoto Ingin Ajarkan Filosofi Gusjigang pada Santri

“Ongkosnya mulai dari Rp 3 ribu hingga Rp 20 ribu. Selain itu saya juga berjualan masker dengan harga Rp 7 ribu sampai Rp 15 ribu per pcs.,”bebernya.

Dia berharap usaha vermak pakaiannya itu berjalan lancar dan makin banyak pelanggan. Sebab dia merupakan tulang punggung keluarga yang harus menafkahi istri dan anaknya. Apalagi kedua anaknya juga masih sekolah yang otomatis masih membutuhkan banyak biaya.

“Anak saya yang pertama itu kuliah di UMK baru semester satu. Anak kedua saya kelas dua SMA. Semoga saja usaha saya ini lancar dan berkah, sehingga saya bisa membiayai mereka sampai lulus,” harap Joko.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler