BETANEWS.ID, KUDUS – Disria Ariyanti (46 tahun) tampak serius memperhatikan omongan dua orang di depannya. Sesekali, ia terlihat ikut menanggapi, dan membuat obrolan di rumah makan Andrawina Food Terrace (After), makin seru.
Rupanya, ketiga orang tersebut sedang berdiskusi soal pengembangan Sekolah Alam Nara Mulia. Disria bersama suaminya, Andi B. Mochtar dan Solichah Amir merupakan owner After yang membangun sekolah tersebut setahun lalu.

Disria, panggilan akrabnya, kemudian bercerita awal mula pendirian sekolah yang berada di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu. Menurutnya, keinginan untuk membantu menyiapkan individu tangguh menjadi tanggung jawab semua warga. Makanya, ia kemudian tergerak untuk ikut berpartisipasi dengan mendirikan sekolah.
“Kita harus menyiapkan anak-anak yang tangguh. Anak-anak yang tangguh itu lahir dari pendidikan yang tepat,” tegasnya saat ditemui, Senin (13/4/2020).
Sekolah yang dinaungi Yayasan Prasasti Sanusi itu rencananya akan memaksimalkan potensi anak dengan memadukan dua kurikulum, yaitu kurikulum pemerintah dan kurikulum khas Nara Mulia.
Baca juga: K-Plug, Alat Perekam Canggih Buatan Warga Kudus Diminati Musisi Mancanegara
Disria melihat, setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang mampu memfasilitasi ragam kecerdasan dan potensinya. Namun, keterbatasan ekonomi menjadikan seseorang akhirnya tidak mendapatkan hak tersebut.
“Kurikulum khas Nara Mulia ini bertujuan untuk mengasah potensi anak, akhlak dan budi pekerti, agama, kemampuan berpikir kritis dan kemandirian. Jadi misalnya ketika sedang melakukan pembelajaran yang sama, bisa berbeda metodenya disesuaikan dengan potensi anaknya,” beber wanita berhijab yang pernah bekerja di BPPN Jakarta itu.
Baca juga: Rexsove, Brand Tas Lokal Berkualitas Buatan Loram Wetan
Selain fokus pada potensi anak, sekolah ini juga menggratiskan semua biaya yang diperlukan dalam pembelajaran.
“Kami sudah mengembangkan berbagai usaha termasuk After. Kedepan kami juga ada rencana pendirian peternakan sebagai laboratorium alam yang terbuka bagi investor untuk bergabung. Dari sana, pendanaan dan subsidi silang digunakan untuk membiayai operasional sekolah,” katanya.
Baca juga: Tak Diizinkan Sekolah Fotografi, Albert Pernah Kabur dari Rumah
Saat ini, siswa di Sekolah Alam Nara Mulia masih menempati ruang pertemuan rumah makan yang disulap menjadi kelas, sambil menunggu gedung sekolah selesai dibangun.
“Kami menggunakan meeting room untuk ruang kelas, sambil menunggu selesainya pembangunan gedung. Rencananya, nanti akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar sampai SMA. Tapi untuk sekarang kita fokus di jenjang SD,” tutup Disria.
Editor: Ahmad Muhlisin

