31 C
Kudus
Rabu, April 1, 2020
Beranda UMKM Rexsove, Brand Tas...

Rexsove, Brand Tas Lokal Berkualitas Buatan Loram Wetan

BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, nampak seorang pemuda berkaos merah sedang sibuk riwa-riwi menyiapkan beberapa bahan tas untuk dibawa pulang oleh seorang wanita di gudang yang berlokasi di pojok Gang Rejomulyo, Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus. Di antaranya tampak gunungan tas yang menumpuk. Pemuda itu bernama Hendrawan Triyanto (25), seorang wirausahawan muda yang telah berhasil membangun bisnis tas lokal berkualitas tinggi dari Kota Kudus.

Di tangannya pula, bisnis yang dirintis sejak tahun 2013 tersebut, telah melebarkan pasar ke berbagai kota hingga luar pulau Jawa. Bahkan semenjak tahun 2015, produknya kemudian memiliki brand sendiri dengan nama Rexsove.

Ratusan tas dengan brand Rexsove buatan warga Kudus. Foto : Titis Widjayanti

Selesai mengepak bahan-bahan mentah ke dalam karung yang dibawa pulang oleh salah satu penjahit tersebut, Hendra kemudian bercerita, jika awalnya bisnis tersebut dijalankan oleh sang ayah tanpa brand atau merek pribadi. Namun, setelah tahun 2015, usaha tersebut dijalankan dirinya dan membuat merek dagang sendiri. Hal tersebut ia lakukan bahkan sebelum lulus dari UNDIP tahun lalu.

“Sebenarnya dari tahun 2013. Waktu itu dipegang sama orang tua dan belum punya merek sendiri. Sejak 2015 mulai saya pegang. Lalu memutuskan untuk berdiri dan pakai merek sendiri,” ungkap Hendra, Selasa (3/3/2020) kepada betanews.id.

Baca juga : K-Plug, Alat Perekam Canggih Buatan Warga Kudus Diminati Musisi Mancanegara

Tepatnya berada di Desa Loram Wetan, RT 04/RW 03 Gang Rejomulyo, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rexsove diproduksi setiap harinya. Akan tetapi, di sana hanya ada proses finishing berupa pengecekan, bartek dan packing. Sedangkan untuk proses awal penjahitan, dikatakan Hendra ada di beberapa tempat. Yakni dibawa pulang oleh karyawan sekitar rumah, di daerah Kecamatan Undaan hingga daerah Gadu, Kabupaten Pati.

“Kalau di sini memang khusus gudang untuk finishing. Sedangkan untuk proses penjahitan itu ada yang dibawa ke rumah sama penjahitnya. Ya penjahit sekitar sini, ada yang di daerah Undaan sama daerah Gadu, Pati. Kalau finishing meliputi pengecekan. Dicek semua tas yang sudah dikirim atau kami ambil dari penjahit. Jika ada yang rusak kami kembalikan untuk diperbaiki. Kedua, bartek. Jadi jahitannya ditambah di beberapa bagian supaya lebih kuat. Lalu kalau sudah semua baru dipacking,” paparnya.

Wirausaha muda itu menuturkan, bahwa Rexsove rata-rata memproduksi sekitar 64 lusin tas tiap bulan dan siap untuk dipasarkan. Akan tetapi untuk musim-musim tertentu, ada lonjakan produksi sesuai dengan kalender sekolah sebagai pangsa pasar utama.

Baca juga : Berawal dari Cibiran, Sekarang Sri Buktikan Hasil Usahanya dari Bank Sampah

“Paling ramai itu kalau musim kenaikan sekolah. Stok berapapun pasti habis. Jadi buat produksi juga biasanya kami tambah di waktu seperti itu,” kata dia.

Untuk pemasaran, Hendra mengatakan, produknya merambah beberapa kota sekitar Kudus, seperti Pati bahkan hingga luar pulau Jawa, yakni Palembang. Dari beberapa jenis tas yang diproduksi olehnya seperti model tas backpack, slingbag, waistbag, handbag, totebag dan tas seminar. Diakuinya, backpack atau ransel masih menjadi produk paling tinggi peminat.

“Karena pangsa pasar paling besar adalah anak sekolah, paling banyak diproduksi ya tas ransel. Kecuali memang ada pesanan dari pembeli,” kata dia.

Ketika disinggung mengenai omzet, Hendra membocorkan, bahwa rata-rata per minggu ia mengantongi Rp 2 juta sebagai hasil kotor. Omzet tersebut belum dikurangi untuk gaji karyawan dan bahan-bahan produksi. Oleh karena itu, ia menambahkan, bahwa bisnis tersebut secara penghasilan nominal tidak seberapa, bahkan sering minus. Akan tetapi, lebih terlihat pada jumlah tas yang menjadi stok dengan range harga, antara Rp 80-150 an ribu.

“Kalau nominal omzet nggak seberapa. Kadang juga minus, kecuali musim-musin kenaikan kelas. Tapi uang yang masuk kemudian tetap diputar lagi untuk produksi tiap hari. Jadi keuntungannya yang kelihatan ya masih berupa barang (tas) yang distok di sini. Dari sana bisa dihitung, jika per tas bisa dijual Rp 80-150 an ribu untuk grosir. Tinggal dikalikan dari sana. Soalnya tas kan bukan barang primer, nggak bisa langsung dijual habis,” ungkap dia.

Baca juga : Perajin Miniatur Menara Kudus Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

Berbicara mengenai kualitas, ia berani memastikan bahwa Rexsove memiliki kualitas yang cukup kuat dan bagus. Seperti model tas ransel, mulai dari bahan kain yang dipakai, bentuk dalam tas yang dilengkapi busa untuk pengaman laptop, resleting, jahitan hingga kelengkapan seperti rainbag dari bahan plastik.

“Kelebihan dari Rexsove ini saya rasa selain harganya yang murah, juga bahan-bahan yang kami gunakan memang kami pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan. Seperti ransel, kami sediakan busa di dalam dan bawah tas untuk keamanan semisal dipakai untuk laptop. Lalu ada pegangan tas di atasnya dan rainbag dari bahan plastik supaya tidak tembus air. Resleting dan sablon juga kami sesuaikan dengan model dan kebutuhannya. Hingga adanya quality control seperti pengecekan jahitan dan bartek sebelum di packing,” paparnya lagi.

Sejauh ini, Hendra menambahkan, bahwa melalui bisnisnya tersebut ia sudah mempekerjakan sejumlah 19 orang karyawan yang di antaranya adalah tetangganya sendiri. Mulai dari penjahit, pembartek, hingga pengepak atau tukang packing. Oleh karena itu, ia berharap para pemuda pada khususnya terpantik untuk berwirausaha. Karena baginya, selain bisa sebagai mata pencaharian dan mencintai brand lokal, juga sebagai lapangan pekerjaan untuk orang lain. Khususnya di daerah sekitar produsen.

“Ya meskipun pasang-surut, harus tiap hari mikir bagaimana cara pemasaran dan model yang setiap waktu berubah, setidaknya dengan menciptakan brand lokal yang berkualitas kita bisa mencintai produk lokal. Selain itu, secara penghasilan juga lumayan. Bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain,” pungkas dia.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

20,599FansSuka
13,415PengikutMengikuti
4,309PengikutMengikuti
10,120PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

1,8 Juta Warga Jateng Akan Terima BLT, Anggaran Rp 1,4 T Sudah Disiapkan

BETANEWS.ID, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,4 triliun untuk menanggulangi kasus penyebaran virus corona. Dana tersebut akan...

Polisi Kudus Datang, Kerumunan Muda-Mudi Tunggang-Langgang

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara sirine dari mobil polisi memecah suasana malam di sekitar GOR Bung Karno Kudus, Sabtu (28/3/2020) malam. Dari pengeras...

Produksi Dupa di Kudus Terdampak Corona

BETANEWS. ID, KUDUS - Aroma dupa tercium di sebuah ruangan berukuran 4,5 x 3 meter di Desa Loram Kulon, RT 01 RW...

Peduli Pencegahan Corona, Pemdes Jepang Adakan Penyemprotan Disinfektan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebuah mobil pick up terlihat melintas di sebuah jalan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Terdengar suara dari...

Jokowi ke Gubernur: Tirulah Jateng, Anggarkan Warga Terdampak Corona!

BETANEWS.ID, SEMARANG - Presiden Jako Widodo memerintahkan semua kepala daerah untuk meniru langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi kasus dan dampak...

Perangi Covid-19, Rumah Warga Ketitang Wetang Kembali Disemprot Disinfektan

BETANEWS.ID, PATI -Wabah Covid-19 kian membuat warga berbondong-bondong mencari langkah-langkah pencegahan awal. Tak terkecuali warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati...

Sembilan Jurnalis Pati yang Kontak dengan Mbah Roso Dinyatakan Negatif Covid-19

BETANEWS.ID, PATI – Sembilan wartawan di Kabupaten Pati telah menjalani rapid test, yang diadakan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati di halaman Stadion...