31 C
Kudus
Jumat, Januari 23, 2026

SYAM’S Indonesia Handicraft, Produk Tas Anyaman Limbah Plastik yang Tembus Pasar Global

BETANEWS.ID, KUDUS – Produk tas anyaman berbahan limbah plastik buatan SYAM’S Indonesia Handicraft kian diminati pasar mancanegara. Sejak berdiri pada 2019, usaha rumahan ini berkembang pesat hingga menembus Jepang, China, Inggris, dan Jerman. Kualitas anyaman tangan yang dikerjakan secara manual menjadi daya tarik utama bagi pembeli luar negeri.

Direktur Ekspor SYAM’S Indonesia Handicraft, Sugeng Widodo menjelaskan, saat ini pihaknya memiliki sekitar 50 jenis tas yang seluruhnya dibuat dari bahan plastik daur ulang. Tiga jenis anyaman menjadi ciri khas produk mereka, yaitu anyaman satu baris, dua baris, dan tiga baris.

Baca Juga: Mudah Diternak, Budidaya Kambing Boer Mulai Diminati Peternak Jepara 

-Advertisement-

“Khusus untuk Jepang, mereka meminta yang tiga baris. Kualitas memang harus bagus dan standar kekuatan tasnya minimal bisa menahan 10 kilogram,” jelasnya saat ditemui di acara HIPMI Jawara Go Global di Kirana, Kudus, Selasa (25/11/2025).

Sugeng mengungkapkan, pasar Jepang sudah mengincar produk mereka sejak 2020. Kendati ekspor sempat tersendat akibat pandemi, kesempatan kembali terbuka setelah seorang agen dari Jepang datang langsung ke Jakarta. Agen tersebut menemukan produk SYAM’S lewat unggahan media sosial.

“Selain Jepang, permintaan juga datang dari China, Inggris, dan Jerman. Mereka suka karena produk kami dibuat manual melalui anyaman tangan, bukan dari mesin,” imbuhnya.

Dari sisi permintaan, SYAM’S mencatat penjualan stabil sebanyak 13–15 ribu unit per bulan untuk pasar lokal dan ekspor. Untuk pasar Jepang sendiri, kebutuhan mencapai 16 ribu unit per bulan, namun kapasitas produksi baru mampu memenuhi sekitar 6–7 ribu unit.

“Karena untuk proses pembuatan juga terbilang agak ribet. Mulai dari mendaur ulang plastik biasa menjadi bahan yang siap untuk dianyam,” ujar Sugeng.

Baca Juga: Dekorasi Janur Kelapa Kembali Jadi Primadona, Perajin Pati Kebanjiran Pesanan

Harga produk SYAM’S untuk pasar lokal dibanderol mulai Rp25 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung ukuran dan jenis anyaman. Proses pembuatannya juga cukup memakan waktu karena seluruhnya dilakukan secara manual.

“Untuk jenis tas yang paling banyak diminati adalah jenis tas beranyaman 3 baris. Dari segi seni juga terlihat unik dan antik,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER