Pemkab Kudus Pasang Target Investasi Rp1,4T di 2026

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memasang target investasi sebesar Rp 1,4 triliun pada tahun 2026. Angka tersebut mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Kudus serta rencana kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kepala DPMPTSP Kudus, Mohammad Fitriyanto mengatakan, target tersebut menjadi pijakan awal sembari menunggu rilis resmi target investasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Biasanya, pembagian target nasional ke kabupaten/kota diumumkan pada akhir triwulan pertama.

“Kalau untuk target nasional per kabupaten/kota, kami masih menunggu dari provinsi. Biasanya informasi itu keluar sekitar akhir bulan ketiga,” ujar pria yang akrab disapa Aan di Mall Pelayanan Publik (MPP) belum lama ini.

-Advertisement-

Meski demikian, lanjut Aan, pihaknya tetap menyiapkan langkah-langkah strategis agar target Rp 1,4 triliun bisa tercapai. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha, baik yang baru memulai maupun yang sudah berjalan.

Menurutnya, pelaku usaha yang telah beroperasi di Kudus memiliki potensi untuk terus berkembang. Ekspansi usaha maupun penambahan klasifikasi baku lapangan usaha dinilai bisa mendongkrak nilai investasi sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Bupati Kudus Minta OPD untuk ‘Chek Up’

“Biasanya pengusaha yang sudah ada tidak berhenti begitu saja. Mereka mengembangkan usahanya lagi. Di situ ada tambahan investasi dan penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

Selain pendampingan, pihaknya, juga melakukan pengawasan terhadap kewajiban pelaku usaha dalam melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Pelaporan dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang telah disediakan pemerintah.

Dia menambahkan, nntuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), laporan disampaikan setiap tiga bulan sekali. Sementara untuk usaha besar, pelaporan dilakukan per semester. Dari laporan tersebut, pemerintah dapat memantau realisasi investasi secara berkala.

Terkait capaian realisasi investasi belum dapat dilihat dalam waktu dekat. Pihaknya masih menunggu laporan periode pertama yang diperkirakan masuk pada April mendatang.

“Kami berharap tren investasi di Kudus tetap positif meski dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk keterbatasan lahan pengembangan usaha,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER