31 C
Kudus
Sabtu, November 28, 2020
Beranda Kuliner Andalkan Resep Leluhur,...

Andalkan Resep Leluhur, Keciput Baskuni Jaya Tetap Bertahan Lebih dari Dua Dasawarsa

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma penggorengan begitu terasa saat masuk di ruangan dapur rumah bercat kuning. Di ruangan itu beberapa perempuan duduk melingkar menghadap tumpukan wijen. Tampak mereka memegangi adonan panjang yang dipotong kecil hingga jatuh pada wijen. Kemudian adonan bercampur wijen tersebut diayak dan kemudian digoreng. Itulah proses pembuatan keciput produk Baskuni Jaya yang mampu bertahan hinga lebih dua dasa warsa.

Sambil memasukkan keciput yang sudah dikemas ke dalam kardus, Yusuf Budi Setiawan (36) pemilik usaha dagang (UD) Baskuni Jaya itu menuturkan, keciput produksinya itu diolah secara tradisional, serta mempertahankan resep warisan orang tuanya. Sebab itulah cita rasanya tidak berubah dari dulu hingga sekarang.

Proses menggoreng keciput di UD Baskuni Jaya. Foto : Rabu Sipan

“Keciput kami itu terkenal dengan rasa originalnya, yakni manis, gurih, serta rasa wijen. Itu lah resep yang diajarkan leluhur kami. Tetap akan kami pertahankan dan saya yakin keciput produk UD Baskuni Jaya tetap diminati,” ujar pria yang biasa dipanggil Yusuf kepada betanews.id, Selasa (5/5/2020).

Baca juga : Diklaim Banyak Khasiat, Suyatno Buka Resto Olahan Kalkun

Pria warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu mengatakan, usaha keciput Baskuni Jaya dirintis oleh almarhum ayahnya di tahun 1997. Pada tahun 2002 usaha tersebut dilanjutkannya sampai sekarang. Berarti sudah 23 tahun usaha keciput Baskuni Jaya bertahan.

Meski sekarang banyak produk keciput dengan aneka rasa, Yusuf mengaku tidak tertarik untuk mengikuti memproduksi keciput serupa. Karena dia percaya, keciput dengan cita rasa original resep dari leluhurnya masih diminati masyarakat.

Dia mengungkapkan, keciput adalah camilan khas Kudus. Masyarakat Kudus biasanya menjadikan keciput hidangan wajib saat Lebaran. Kata dia, dari nenek moyang hingga sekarang rasa keciput ya yang persis dipoduksinya.

“Rasanya enak, renyah, gurih dan ada wijennya. Serta yang makan keciput itu rasanya tidak ingin berhenti,” celetuknya sambil mengacungkan jari jempolnya.

Pria yang saat itu mengenakan kaus oblong warna coklat mengatakan,jika usahanya menyediakan keciput dengan berbagai kemasan. Yakni kemasan seperempat kilogram yang dijual dengan harga Rp 13.500. Untuk kemasan setengah kilogram dibanderol Rp 27 ribu. Serta harga Rp 54 ribu untuk kemasan satu kilogram.

Baca juga : Asyiknya Belajar Olahan Kelor di Lokasi Wisata Edukasi Komunitas Pangan Sehat

Dia mengaku, melayani pembelian ecer maupun grosir. Untuk harga grosir minimal pembelian lima kilogram. Kecuali mereka bakul langganan yang sudah dikenalnya. Menurutnya, saat ini pelanggannya lumayan banyak, meliputi Kudus, Demak, Jepara, Pati serta Juwana.

Memasuki Bulan Ramadan, tambahnya, produksi keciput di Baskuni Jaya alami peningkatan. Meski diakui Yusuf, belum dikalkulasi secara pasti ada tidaknya efek pandemi virus Corona terhadap usaha keciput miliknya.

“Semoga saja tidak ada efeknya, dan keciput Baskuni Jaya tetap laris manis di pasaran. Serta semoga Corona cepat hilang, ekonomi dan dunia usaha kembali normal,” harapnya sambil tersenyum.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

27,184FansSuka
13,973PengikutMengikuti
4,307PengikutMengikuti
23,029PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Setiap Hari Ratusan Orang Menikmati Sedapnya Nasi Gandul Pak Harjo yang Legendaris

BETANEWS.ID, PATI - Di tepi Jalan Diponegoro, Desa Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, terlihat sebuah warung makan yang ramai  pengunjung. Beberapa orang...

Milad Muhammadiyah, Hartopo : ‘Teruslah Konsisten Memberi Solusi untuk Negeri’

BETANEWS.ID, KUDUS - Plt Bupati Kudus HM Hartopo menghadiri Resepsi Milad Muhammadiyah ke-108 di Auditorium Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Sabtu (21/11/2020). Dalam...

Mie Ayam Goreng Buah Naga, Kuliner Enak yang Murah dan Menyehatkan

BETANEWS.ID, KUDUS - Di sebuah kedai yang berada di komplek kuliner JJS depan Universitas Muria Kudus tampak sepasang suami istri sedang sibuk....

Tolak Gaji Rp 25 Juta Per Bulan di Jepang, Safuan Pilih Rintis Usaha Produksi Pupuk Organik

BETANEWS.ID, KUDUS - Beberapa pria tampak sedang sibuk di sebuah pekarangan di Dukuh Bonajar RT 2 RW 6, Desa Puyoh, Kecamatan Dawe,...

UMK Eks Karesidenan Pati, Rembang Terendah Kudus Tertinggi

BETANEWS.ID, MAGELANG - Upah Minimum Kabupaten (UMK) di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020. Kenaikannya bervariasi mulai dari...

IAIN Salatiga Ciptakan Aplikasi Belajar Daring yang Diklaim Ungguli Google Clasroom

BETANEWS.ID, SALATIGA – Seorang pria terlihat sedang sibuk mengoperasikan komputer di sebuah ruang Gedung Rektorat IAIN Salatiga, Senin (12/10/2020). Tangannya tampak cekatan...

Angkat Kearifan Lokal Desa Tawangrejo Melalui Ragam Motif Batik Tawung Sari

BETANEWS.ID, PATI - Di sebuah rumah yang berada di Desa Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati terlihat beberapa orang sedang membuat kain batik....