31 C
Kudus
Kamis, Juni 4, 2020
Beranda Kuliner Andalkan Resep Leluhur,...

Andalkan Resep Leluhur, Keciput Baskuni Jaya Tetap Bertahan Lebih dari Dua Dasawarsa

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma penggorengan begitu terasa saat masuk di ruangan dapur rumah bercat kuning. Di ruangan itu beberapa perempuan duduk melingkar menghadap tumpukan wijen. Tampak mereka memegangi adonan panjang yang dipotong kecil hingga jatuh pada wijen. Kemudian adonan bercampur wijen tersebut diayak dan kemudian digoreng. Itulah proses pembuatan keciput produk Baskuni Jaya yang mampu bertahan hinga lebih dua dasa warsa.

Sambil memasukkan keciput yang sudah dikemas ke dalam kardus, Yusuf Budi Setiawan (36) pemilik usaha dagang (UD) Baskuni Jaya itu menuturkan, keciput produksinya itu diolah secara tradisional, serta mempertahankan resep warisan orang tuanya. Sebab itulah cita rasanya tidak berubah dari dulu hingga sekarang.

Proses menggoreng keciput di UD Baskuni Jaya. Foto : Rabu Sipan

“Keciput kami itu terkenal dengan rasa originalnya, yakni manis, gurih, serta rasa wijen. Itu lah resep yang diajarkan leluhur kami. Tetap akan kami pertahankan dan saya yakin keciput produk UD Baskuni Jaya tetap diminati,” ujar pria yang biasa dipanggil Yusuf kepada betanews.id, Selasa (5/5/2020).

Baca juga : Diklaim Banyak Khasiat, Suyatno Buka Resto Olahan Kalkun

Pria warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu mengatakan, usaha keciput Baskuni Jaya dirintis oleh almarhum ayahnya di tahun 1997. Pada tahun 2002 usaha tersebut dilanjutkannya sampai sekarang. Berarti sudah 23 tahun usaha keciput Baskuni Jaya bertahan.

Meski sekarang banyak produk keciput dengan aneka rasa, Yusuf mengaku tidak tertarik untuk mengikuti memproduksi keciput serupa. Karena dia percaya, keciput dengan cita rasa original resep dari leluhurnya masih diminati masyarakat.

Dia mengungkapkan, keciput adalah camilan khas Kudus. Masyarakat Kudus biasanya menjadikan keciput hidangan wajib saat Lebaran. Kata dia, dari nenek moyang hingga sekarang rasa keciput ya yang persis dipoduksinya.

“Rasanya enak, renyah, gurih dan ada wijennya. Serta yang makan keciput itu rasanya tidak ingin berhenti,” celetuknya sambil mengacungkan jari jempolnya.

Pria yang saat itu mengenakan kaus oblong warna coklat mengatakan,jika usahanya menyediakan keciput dengan berbagai kemasan. Yakni kemasan seperempat kilogram yang dijual dengan harga Rp 13.500. Untuk kemasan setengah kilogram dibanderol Rp 27 ribu. Serta harga Rp 54 ribu untuk kemasan satu kilogram.

Baca juga : Asyiknya Belajar Olahan Kelor di Lokasi Wisata Edukasi Komunitas Pangan Sehat

Dia mengaku, melayani pembelian ecer maupun grosir. Untuk harga grosir minimal pembelian lima kilogram. Kecuali mereka bakul langganan yang sudah dikenalnya. Menurutnya, saat ini pelanggannya lumayan banyak, meliputi Kudus, Demak, Jepara, Pati serta Juwana.

Memasuki Bulan Ramadan, tambahnya, produksi keciput di Baskuni Jaya alami peningkatan. Meski diakui Yusuf, belum dikalkulasi secara pasti ada tidaknya efek pandemi virus Corona terhadap usaha keciput miliknya.

“Semoga saja tidak ada efeknya, dan keciput Baskuni Jaya tetap laris manis di pasaran. Serta semoga Corona cepat hilang, ekonomi dan dunia usaha kembali normal,” harapnya sambil tersenyum.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

23,879FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,305PengikutMengikuti
12,024PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Unika Soegijapranata Semarang Temukan Alat Pelumpuh Covid-19

BETANEWS.ID, SEMARANG - Pepohonan yang rindang di sekitar Universitas Katolik Unika Soegijapranata Semarang membuat udara semakin segar. Ditambah lagi, siang itu cukup...

Makam Sunan Muria Dibuka 8 Juni, Jam Kunjungan dan Kapasitas Peziarah Dibatasi

BETANEWS.ID, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus akan membuka Makam Sunan Muria untuk simulasi new normal atau kenormalan baru pada 8-14 Juni 2020...

Polres Kudus Gelar Simulasi Antisipasi Dampak Terburuk Covid-19

BETANEWS.ID, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus bersama dengan Kepolisian Resort (Polres) Kudus melakukan simulasi Tactical Floor Game (TFG) di Pendopo Kabupaten Kudus,...

Waspada, Kudus Ditetapkan sebagai Wilayah Transmisi Lokal Covid-19

BETANEWS.ID, KUDUS - Kabupaten Kudus ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai salah satu wilayah di eks Karesidenan Pati sebagai transmisi lokal baru...

Ayah dan Anak di Kudus Positif Covid-19, Hari Ini Sang Ayah Meninggal

BETANEWS.ID, KUDUS – Di antara warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kudus, dua di antaranya merupakan ayah (57) dan anak (23)....

Awalnya Ikut-Ikutan, Kini Bonsai Jadi Mata Pencaharian Ali Fadli

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebuah pohon bonsai dengan kawat melilit batangnya tampak di halaman sebuah rumah di Desa Gondangmanis RT 04 RW 04,...

Si Jago Merah Mengamuk di Istana Ban Kudus, Jalur Pantura Lumpuh

BETANEWS.ID, KUDUS - Bau karet terbakar menyengat di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kudus, Rabu (3/6/2020) malam. Bau tersebut datang dari gudang ban...