31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Berawal dari Hobi, Kini Seni Patung jadi Jalan Hidup Bagi Baruno

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, seorang lelaki berkumis dan berkaus hitam sedang sibuk bergulat dengan tanah liat di sebuah studio patung pinggir sawah. Bersama seorang pria berambut gondrong, lelaki bernama Baruno Sidi (48) itu sedang mengerjakan sebuah patung Budha ukuran besar. Bentuk setengah jadi dari cetakan yang ia buat terlihat mulai mengering. Oleh karena itu, sesekali ia sengaja menyemprotnya dengan air supaya tidak retak.

Lulusan Sekolah Menengah Seni Rupa Yogyakarta tahun 1993 tersebut, merupakan seniman patung sekaligus pemilik Studio Baruno yang sberada di Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Baruno Sidi sedang menyelesaikan proses pembuatan patung. Foto : Titis Widjayanti

Baruno bercerita, jika sebelum mendirikan studio sendiri pada tiga tahun lalu, dirinya sudah bekerja di studio-studio terkenal di Yogyakarta berpuluh tahun lamanya. Ia juga menceritakan awal mula menerjuni seni rupa hingga sekarang menjadi mata pencaharian bapak dari dua anak tersebut.

-Advertisement-

Baca juga : Intip Proses Pembuatan Patung di Desa Tamansari Pati

“Sebenarnya dari dulu, saya sudah suka membuat patung. Saya kan asli Purwodadi, terus ada tetangga saya yang kuliah Seni Tari di Jogja. Dia memberitahu kalau di sana ada sekolah menengah yang mempunyai jurusan seni rupa. Dari sana saya sekolah dan mendapatkan banyak ilmu sampai kenal beberapa seniman patung terkenal,” ungkap Baruno, Sabtu (2/4/2020).

Katanya, usai lulus sekolah, ia ikut beberapa studio milik salah satu dosen ISI Jogja, Ichwan Noor dalam ajang perlombaan membuat patung. Pada saat itu, berhasil menyabet juara satu. Hingga akhirnya, beberapa kali ia ikut mengerjakan pesanan dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan.

Sambil masih menumpuk lempung, ia meneruskan cerita. Dikatakan Baruno, studionya sendiri baru mulai dibuka tiga tahun yang lalu. Akan tetapi memang ia belum bisa banyak bergerak. Karena selain terkendala modal, ia mengakui belum punya koneksi serta sumber daya manusia yang mumpuni.

Baruno mengatakan, bahwa seni patung masih banyak diperlukan, utamanya untuk membuat ikon-ikon daerah atau usaha seperti waterboom dan sebagainya. Akan tetapi perupa patung yang ada sudah mulai berkurang.

Baca juga : Panggilan Mertua Pembuka Jalan Takdir Gimbal Jadi Seniman Bambu

“Membuat patung kan nggak sembarangan. Ada ilmunya, ada pengalamannya. Jadi untuk saat ini, masih susah mencari perupa patung yang benar-benar bisa membuat patung. Padahal secara pasar, masih terbuka lebar. Dari sana, saya mencoba berani membuat studio sendiri mengandalkan koneksi lama. Sampai saat ini memang rata-rata per bulan ada pesanan dua sampai 3 patung. Itu kadang dari sekitar Pati sendiri, Semarang sama Bali,” kata dia.

Hal tersebut yang membuat Baruno ingin terus melanjutkan hobinya menjadi sebuah kisah inspiratif bagi para pemuda. Ia berharap, nantinya seni rupa, khususnya patung masih ada penerus. Untuk saat ini, ia masih merintis Showroom Patung Baruno untuk memamerkan dan meletakkan patung-patung buatannya. Selain itu, dia juga akan merambah patung gerabah dan keramik di waktu dekat.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER