Beranda blog Halaman 1810

Pemdes Colo Salurkan Bantuan untuk MA NU Raden Umar Sa’id

0
Kepala Desa Colo (kiri) menyerahkan bantuan kepada MA NU Raden Umar Said. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan topi hitam dengan lambang garuda terlihat mendatangi Madrasah Aliyah (MA) NU Raden Umar Sa’id di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus. Sambil membawa dua kantong plastik berwarna dan jeriken berwarna putih memasuki ruangan guru. Dia yakni Mochamad Destari Andryasmoro (38), Kepala Desa Colo yang menyalurkan bantuan kepada sekolah tersebut.

Sambil duduk di sofa, dia menjelaskan kepada pihak sekolah tentang bantuan berupa hand sanitizer, masker dan sabun itu dari ibu-ibu PKK. Sebelumnya, PKK di Desa Colo mendapat pelatihan membuat masker dan sabun dari Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).

Baca juga : Bulan Depan Bakal Ada Wisata Edukasi Kopi di Lereng Pegunungan Muria

“Selain itu juga mendapat pelatihan membuat hand sanitizer dari Mahasiswa Farmasi, Semarang. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan bisa menghindarkan kita semua dari wabah Covid-19,” jelasnya.

Bantuan yang diberikan di antaranya, 100 masker, 5 liter hand sanitizer, dan 50 paket yang berisi sabun, masker dan hand sanitizer. Pihaknya akan berupaya untuk memantau seluruh sekolah yang ada di Desa Colo. Agar protokol kesehatan selalu dilaksanakan.

“Di sekolah ini sudah baik, protokol sudah di siapkan. Kami akan terus berusaha membantu dan memantau langsung ke sekolah,” ungkapnya kepada betanews.id, Sabtu (18/7/2020).

Sementara itu, Salman (53), selaku Wakil Humas dan Agama sekolah tersebut merasa senang dan berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari perangkat Desa Colo.

Baca juga : Jalankan Protokol Kesehatan, Penumpang Ojek Colo Wajib Gunakan Face Shield

Munurutnya, dari pihak sekolah saat ini sudah menjalankan protokol kesehatan. Sehingga dengan bantuan tersebut bisa berguna untuk meningkatkan upaya pencegahan Covid-19.

“Ya kami berterima kasih kepada Pemdes Colo, karena sudah memberi perhatian dan bantuan. Tentu hal ini bermanfaat bagi kami. Kebetulan ini sudah mulai ada siswa baru yang masuk untuk diberikan sosialisasi,” terangnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Mawar Hartopo Bergabung, PKB Target Raih Tiga Kursi di Dapil 4

0
Mukhasiron (tengah), Ketua DPC PKB Kudus. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Bergabungnya istri Plt Bupati Kudus Mawar Anggraeni Hartopo di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tampaknya akan membawa angin segar. Selain menduduki jabatan sebagai wakil ketua di DPC PKB Kudus, Mawar juga rencananya akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari partai berlambang bola dunia tersebut.

Ketua DPC PKB Kudus Mukhasiron menuturkan, bergabungnya istri Plt Bupati Kudus HM Hartopo di partai yang dipimpinnya atas keinginan Mawar Hartopo sendiri. Menurutnya, partainya sangat terbuka kepada siapa pun yang ingin bergabung.

Kegiatan Taaruf pengurus baru DPC PKB Kudus di Hotel @Hom Kudus. Foto: Imam Arwindra

“Kami sangat terbuka dengan siapa pun yang ingin bergabung. Ibarat PKB ini sebuah bus. Jadi siapa pun boleh naik dan mari berjalan bersama-sama,” tuturnya saat ditemui di Kegiatan Ta’aruf Pengurus Baru DPC PKB Kudus di Hotel @Hom Kudus, Selasa (21/7/2020).

Selain itu, Mawar Hartopo juga masih aktif di organisasi Muslimat NU Kudus. Menurutnya, dengan bergabungnya Mawar Hartopo bisa mewarnai organisasi yang dipimpinnya. Selanjutnya, juga bisa menambah kursi di DPRD Kudus di daerah pemilihan (Dapil) 4, yang meliputi Mejobo, Bae dan Undaan.

“Memang sudah lama Bu Mawar ingin nyaleg. Dan nyalegnya memang lewat PKB,” tuturnya.

Menurut Mukhasiron, selama dua periode ini di Dapil 4, PKB hanya memiliki satu kursi saja. Dirinya berharap dengan bergabungnya Mawar Hartopo, jumlah kursi di Dapil 4 bisa bertambah menjadi tiga kursi.

“Selama ini yang jadi cuma Pak Sutejo saja. Semoga nanti Dapil 4 Bisa Tambah tiga kursi,” terangnya.

Baca juga : Istri Plt Bupati Jadi Wakil DPC PKB Kudus, Hartopo: ‘Itu Keputusan Dia Sendiri’

Mukhasiron yakin, Mawar Hartopo akan menjadi anggota DPRD Kudus pada pemilu tahun 2024 mendatang. Menurutnya, dengan latar belakang istri Plt Bupati Kudus, Mawar Hartopo akan sangat dikenak pemilihnya. “Ya mosok istri bupati gak jadi,” tuturnya.

Namun dalam kegiatan Ta’aruf Pengurus Baru DPC PKB Kudus, Mawar Hartopo tidak bisa hadir karena sakit. Menurut Mukhasiron, Mawar Hartopo masih harus berada di atas kursi roda karena memiliki masalah terhadap kakinya.

“Maaf Bu Mawar hari ini tidak bisa hadir. Karena kakinya masih sakit dan masih harus menggunakan kursi roda,” terangnya.

Sementara itu selain Mawar Hartopo, pengurus baru yang berada di jajaran DPC PKB Kudus menurut Mukhasiron diambil dari perwakilan Banom NU. Menurutnya, banom-banom NU merekomendasikan anggotanya untuk menjadi pengurus di DPC PKB Kudus.

“Ya ada dari Ansor, Muslimat, Fatayat, Pagar Nusa, PMII dan masih banyak lainnya,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Istri Plt Bupati Jadi Wakil DPC PKB Kudus, Hartopo: ‘Itu Keputusan Dia Sendiri’

0
Mawar Anggraeni Hartopo. Foto : Instagram Diskominfo.

BETANEWS.ID, KUDUS – Istri Plt Bupati Kudus HM Hartopo, yakni Mawar Anggraeni Hartopo resmi diangkat sebagai Wakil Ketua DPC PKB Kudus. Keputusan itu, tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat PKB Nomor 3011/DPP/01/VII/2020. Surat ini berisi tentang penetapan susunan pengurus DPC PKB Kabupaten Kudus.

Mawar Anggraeni ditunjuk untuk mendampingi ketua baru DPC PKB Kudus Mukhasiron, yang menggantikan kedudukan Ilwani yang saat ini ditunjuk sebagai Sekretaris Dewan Syura.

Menanggapi hal tersebut, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan, dirinya tidak keberatan dengan keputusan istrinya untuk masuk partai politik, selama tidak menyebabkan konflik dan keributan di masyarakat.

“Selama itu yang terbaik untuk anak dan istri saya, dan tidak menyebabkan konflik dan macam-macam, saya izinkan,” tuturnya saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (21/7/2020).

Hartopo menegaskan, keputusan untuk ikut PKB murni dari keputusan istrinya sendiri. Menurutnya, dirinya tidak meminta ataupun mendorong untuk aktif di partai politik. “Gak ada dorongan dari saya. Itu murni dari dia sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, sebelum gabung di PKB, Mawar Hartopo aktif di kepengurusan Muslimat NU Kabupaten Kudus. Jadi bila bergabung di PKB, menurutnya itu hal yang biasa. “Dari pada nganggur, ya saya persilakan,” tuturnya.

Baca juga : Pemkab Kudus Bakal Siapkan Dapur Umum di Setiap Kecamatan

Kata Hartopo, sebelum masuk struktur DPC PKB Kudus, Mawar Hartopo sempat akan masuk ke DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus. Namun karena adanya sejumlah pertimbangan, istrinya mengurungkan niatnya tersebut.

“Saat itu kan ada pencopotan Bu Rina (Istri Bupati Kudus non aktif Tamzil, red), jadi gak enak,” tuturnya.

Saat ditanya tentang karir politik Hartopo sendiri, dirinya saat ini ingin bersikap netral dulu. Namun dia menuturkan, ada beberapa partai politik yang sudah melamarnya. “Untuk PDI sendiri sampai sekarang saya belum menerima suratnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kudus Mukhasiron menuturkan, dalam surat keputusan yang diberikan DPP PKB, selain mengangkat dirinya sebagai ketua dan Mawar Hartopo sebagai wakil ketua, juga mengangkat Ketua DPC PKB sebelumnya Ilwani menjadi Sekretaris Dewan Syura DPC PKB Kudus.

Ilwani akan mendampingi Ketua KH Ahmad Jazuli Ba’asyir di jajaran kepengurusan Dewan Syura DPC PKB Kudus.

“Sebenarnya selain Bu Mawar juga ada beberapa nama baru yang kami masukkan dalam struktal partai,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jual Masker di Tepi Jalan, Sholikin Pernah Raup Omzet Rp 3,5 Juta Sehari

0
Sholikin menunjukkan berbagai jenis masker kepada pembeli di depan Pasar Jember, Kamis (16/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Sholikin pagi itu sudah sibuk dengan aneka dagangan maskernya. Di atas trotoar depan Pasar Jember, Kabupaten Kudus, ia mulai menjajakan barang yang diburu selama pandemi itu mulai pukul 09.00 sampai 21.00 WIB. Dagangan tersebut dipajangnya di sebuah papan agar bisa dilihat orang yang lewat.

Di sela aktivitasnya melayani pembeli, Sholikin pun sudi berbagi informasi tentang pendapatannya berjualan masker di tepi jalan. Dalam sehari, dia mampu menjual ratusan masker.

Sholikin menunjukkan berbagai jenis masker kepada pembeli di depan Pasar Jember, Kamis (16/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Hasilnya tidak tentu, tapi lumayan, lah. Bahkan saya pernah dapat omzet Rp 3,5 juta sehari,” ujar Sholikin kepada Betanews.id, Kamis (16/7/2020).

Pria yang dulunya berjualan guci dan vas bunga itu membeberkan, omzet dengan jumlah fantastis itu hanya didapatkan sekali saja, yakni saat hari pertama jualan. Tepatnya sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga: Permintaan Meningkat, Ulil Bisa Jual Ratusan Lusin Masker Scuba Tiap Hari

Menurutnya, saat itu yang jualan masker di Kudus masih jarang. Sedangkan yang butuh masker banyak. Setelah hari itu dan dengan berjalannya waktu omzetnya terus turun. Saat ini dalam sehari ia hanya bisa meraup omzet antara Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu.

“Sebenarnya omzet tidak tentu. Terkadang bisa lebih dari yang saya sebutkan, tapi juga pas hujan nilai omzet bisa lebih sedikit,” ungkap pria yang sudah dikaruniai satu anak itu.

Setiap hari, Sholikin menjajakan masker sponge bond dan scuba. Untuk sponge bond dia menjual Rp 5 ribu dan Rp 8 ribu, tergantung tebal dan tipisnya masker. Sedangkan untuk scuba, dijual dengan harga Rp 8 ribu dan Rp 15 ribu dapat dua. Sedangkan masker scuba karakter dan masker scuba hijab dijual Rp 15 ribu. Selain itu ada juga masker anak-anak.

“Selain eceran, saya juga melayani pembelian grosir. Pelanggan bisa pesan model dan karakter sesuai keinginan,” katanya.

Baca juga: Hijab Masker Produksi Rumah Jilbab Laku Keras di Pasaran

Dia berharap pandemi Corona segera hilang, agar event-event besar boleh diadakan lagi. Karena menurutnya, ia lebih memilih berjualan guci dan vas bunga yang sudah jadi pekerjaanya selama bertahun-tahun.

“Kalau nanti ada event-event besar saya akan jualan guci dan vas bunga lagi. Namun, saya juga akan tetap berjualan masker, sebab masker ke depan akan tetap dibutuhkan,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Bikin KK Online, Ini Tips dari Kepala Dukcapil Kudus Agar Prosesnya Cepat

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria tampak sedang menandatangani sejumlah berkas di mejanya. Dia tak lain adalah Eko Hari Djatmiko (51), Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kudus. Setelah menandatangani berkas itu, dia berbagi penjelasan kepada betanews.id tentang layanan online Dukcapil. Di antaranya adalah Kartu Keluarga (KK).

Menurutnya, saat ini banyak warga yang sedang mengurus pembaruan KK. Dalam mengurus KK online, pria yang akrab disapa Eko itu berbagi tips agar cepat prosesnya, yakni dengan memperhatikan ukuran file foto yang hendak diunggah sebagai persyaratan.

Eko Hari Djatmiko, Kepala Dukcapil Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : Sekarang Cetak KK Hingga Akta Pakai Kertas HVS, Ini Alasannya

“Karena ada batasan maksimal ukuran file, biasanya gagal saat mengunggah foto persyaratan. Saran saya discreenshot dulu agar file menjadi lebih kecil. Selain itu juga pastikan foto masih terlihat jelas, agar bisa dibaca,” terangnya.

Dia juga menjelaskan persyaratan untuk memperbarui KK jika ada keluarga yang meninggal. Pertama harus mengurus akta kematian terlebih dahulu. Setelah itu baru diunggah semua persyaratannya.

“Suaratnya yaitu foto akta kematian, KK asli, KTP yang meninggal, kemudian KTP suami atau istri. Jika yang meninggal belum menikah maka cukup KTP yang bersamgkutan saja. Karena tidak ada pasangan yang dirubah statusnya,” jelasnya belum beberapa hari yang lalu saat ditemu di ruangannya.

Baca juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19, Dukcapil Kudus Maksimalkan Layanan Online

Kepala Dinas tersebut juga melanjutkan, selain mengunggah persyaratan, semua anggota juga harus dicek datanya. Setelah pilih edit dan dicek, kemudian disimpan. Hal itu guna memastikan jika data benar sudah dilakukan pengecekan.

“Jadi kalau dicek dibuka saja maka belum terbaca oleh sistem kami. Maka dari itu perlu dipilih edit meskipun tidak ada perubahan, kemudian disimpan,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pernah Ditipu Ratusan Juta, Kerja Keras Arif di Bisnis EO Kini Membuahkan Hasil

0
Arif Noor Asro saat bekerja di kantornya yang berada di Desa Purwosari, Kecamatan Kota Kudus. Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Langit mulai gelap saat Arif Noor Asro (27) atau yang lebih akrab disapa Arif Enter sampai di kantor Enter Management. Kantor yang berada di Desa Purwosari, Kecamatan Kota Kudus itu merupakan penyedia jasa event organizer dan wedding organizer yang dibangunnya 2014 lalu.

Ia mengakui, perjalanannya bisnisnya itu tidaklah mudah. Ada banyak kesulitan yang dilalui, hingga saat ini usahanya tersebut sudah mampu mengangkat namanya dan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.

Rintangan itu mulai dari difitnah oleh orang-orang yang tidak suka dengan dirinya, dikirimi benda-benda mistis hingga ditipu oleh temannya. Semua hal itu datang padanya seiring semakin naiknya bisnis yang ia geluti. Bahkan, ia sempat putus asa dan berserah diri.

Baca juga: Enter Management, Puaskan Pelanggan dengan Totalitas Konsep

“Jadi saya kan orangnya selalu positive thinking sama orang. Diajak buat event, saya iyakan. Itu modalnya sampai saya jual aset. Mobil yang saya dapat dari kerja di Jakarta dan tabungan. Jumlahnya ratusan juta. Ternyata saya ditipu. Saat itu, di tabungan saya tinggal Rp 500 ribu. Benar-benar tinggal segitu,” ungkap dia.

Saat terpuruk itu, Arif yang rutin berdonasi di Yayasan Yatim Mandiri setiap Ramadan dihubungi oleh pengurus panti. Karena merasa tidak enak, Arif ikhlas menggunakan sisa uang di tabungan untuk didonasikan dan hampir menjual ponsel satu-satunya untuk makan dan kebutuhan Lebaran di rumah.

“Saya juga anak yatim. Dari dulu memang biasa ngasih ke Yayasan Yatim Mandiri. Waktu ditelepon sama pihak yayasan, saya sempat menangis. Karena bimbang, saya sudah tidak ada uang sama sekali. Sampai akhirnya saya pasrah dan ikhlas. Saya putuskan untuk tetap titip,” beber Arif.

Namun, sebuah keajaiban datang. Setelah ia ikhlaskan semua yang menimpanya, tepat sebelum ia pergi ke konter ponsel, Arif mendapatkan panggilan telepon dari orang Jepara. Dari panggilan tersebut ia ditawari untuk mengerjakan event dengan anggaran Rp 200 juta.

Baca juga: Kisah Hidup Winarni, 40 Tahun Dedikasikan Hidupnya untuk Dunia Tari

“Dengan susah payah, saya naik motor. Dulu belum ada Google Maps. Saya nanya dari satu orang ke orang lain alamatnya sampai ketemu. Waktu itu langsung dibayar di muka 50 persen. Saya hari itu juga mendapat transferan Rp 100 juta. Saya langsung nangis,” kata dia.

Menurutnya, event di Jepara itu jadi titik balik karirnya di event organizer. Lantaran dari situ dia mulai banyak dapat kerjaan, mulai dari khitanan, pernikahan, tedhak sinten, ulang tahun, melatih duta wisata Kota Kudus hingga event besar lain pernah ia pegang.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Dishub Kudus: ‘Banyak Pesepeda Penuhi Jalan dan Tak Taat Aturan’

0
Ilustrasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Pesepeda wajib mengikuti peraturan lalu lintas termasuk lampu lalu lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Imbauan tersebut diberikan Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, mengingat masih banyaknya pesepeda yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas.

Kepala Dishub Kudus Abdul Halil menuturkan, pihaknya masih menjumpai banyaknya pesepeda yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Dari yang berhenti di depan marka jalan, bersepeda melawan arah, hingga menerobos lampu merah.

Pesepeda melewati salah satu jalan protokol di Kabupaten Kudus. Foto: Khaerul Umam.

“Masih ada oknum-oknum yang tidak patuh (lalu lintas), namun juga ada yang menaati,” tuturnya, Senin (20/7/2020).

Selain itu, dirinya juga masih menjumpai pesepeda rombongan yang berjajar tiga hingga ke titik tengah ruas jalan. Menurutnya, perilaku tersebut sangatlah berbahaya hingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Baca Juga: Dishub Kudus Berencana Buat Jalur Khusus Sepeda

“Kalau bisa jalur yang dipilih jangan jalur-jalur utama seperti Pantura. Pilihlah jalur-jalur ke arah wisata. Kan bisa sambil menikmati wisata. Di Kudus wisata sangat banyak,” tuturnya yang ternyata juga senang bersepeda.

Memang diakui, hingga saat ini pemberlakuan tilang layaknya kendaraan bermotor belum diatur. Namun, pihaknya mengimbau agar pesepeda harus mengikuti rambu lalu lintas termasuk melengkapi kelengkapan bersepeda.

Di antara perlengkapan yang dimaksud, yakni lampu atau alat pemantul cahaya. Halil menuturkan, pesepeda bisa menggunakan rompi, tapi akan lebih baik jika sepeda dilengkapi dengan lampu di bagian depan dan belakang.

“Kalau malam hari harus ada (lampu) ya. Biar tidak ada kecelakaan,” jelasnya.

Baca juga: Penjualan Sepeda di Toko Suka Jaya Meroket, Sepeda Gunung dan Lipat Terlaris

Selain itu, penggunaan helm juga penting, termasuk kacamata google dan bel. Menurutnya, itu standar pesepeda yang aman.

“Terus kalau bawa anak kecil yang baik sepeda harus benar-benar diawasi,” tuturnya.

Menurutnya, bersepeda sangat baik untuk kesehatan. Terutama untuk menjaga imunitas tubuh di saat pandemi.

“Tetap kalau bersepeda harus lakukan protokol kesehatan. Bawa masker dan hand sanitizer,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Mahasiswa Polines Ciptakan Robot Ater-Ater untuk Layani Pasien Covid-19

0
Tim robotik dari Polines menunjukkan robot ciptaannya di hadapan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Robot ini sebagai alat pengganti suster untuk melayani pasien di rumah sakit. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tim robotik Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengenalkan robot untuk layani pasien Covid-19. Robot bernama RAMA (Robot Asisten Medis Autonomus) tersebut, bentuknya seperti rak makanan yang biasa digunakan suster mengantar makanan dan obat-obatan di rumah sakit.

Bedanya, robot rak makanan itu bisa berjalan sendiri sehingga aman saat mengantar kebutuhan pasien penyakit menular seperti covid-19.

Robot tersebut untuk pertama kali diperkenalkan kepada Ganjar di rumah dinasnya, Minggu (19/7). Selain demonstrasi, tim robotik Polines juga meminta masukan dari orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Baca juga : Unika Soegijapranata Semarang Temukan Alat Pelumpuh Covid-19

Saat pertama melihat robot tersebut, Ganjar tidak menduga bahwa rak makanan itu adalah robot yang dimaksud. Ekspektasinya, robot yang diciptakan seperti robot yang lengkap dengan kaki, tangan dan kepala.

“Ini robotnya to, saya kira robot seperti yang biasanya itu. Ada kaki dan kepalanya,” kata Ganjar pertama melihat robot itu.

Ganjar pun meminta tiga mahasiswa pencipta robot tersebut yakni Abbas Kiarostami Permana, Ainur Rofik dan Wahyu Hidayat untuk mendemonstrasikan. Setelah dihidupkan dan dikontrol melalui remot, robot RAMA itu bisa berjalan sendiri ke sejumlah tempat dengan sukses.

Selain bisa mengantar makanan, obat-obatan dan kebutuhan pasien, robot itu juga dilengkapi dengan tab yang bisa digunakan untuk komunikasi. Jadi, pasien dapat video call dengan perawat atau dokter melalui layar tab yang menempel di robot itu.

“Kalau melihat bentuk dan fungsinya, ini sebenarnya nama yang paling pas adalah robot ater-ater (tukang hantar),” kata Ganjar.

Ganjar mengapresiasi inovasi robot yang diciptakan Polines itu. Dengan robot tersebut, maka pasien Covid-19 dapat dilayani dengan baik tanpa ada sentuhan langsung dengan tenaga medis lainnya.

“Ini bagus, kelebihannya menggantikan perawat sehingga tidak bersentuhan langsung, sehingga melindungi tenaga medis kita. Ini juga bisa mengurangi penggunaan APD,” jelasnya.

Secara keseluruhan, robot pengganti tenaga medis itu sudah bisa diaplikasikan. Namun, perlu terus dikembangkan agar lebih optimal.

“Seperti kakinya harus diperbaiki agar bisa menaiki tangga atau jalan yang terjal, juga bisa ditambah sensor atau alat untuk membuka pintu kamar pasien. Kalau itu bisa, tentu sangat bermanfaat untuk penanganan pasien, tidak hanya covid-19, tapi bisa untuk penyakit menular lainnya,” pungkasnya.

Salah satu pembuat robot RAMA, Abbas Kiarostami mengatakan, ide pembuatan robot itu awalnya prihatin dengan banyaknya tenaga medis yang gugur saat menjalankan tugasnya melayani pasien Covid-19. Selain itu, penggunaan APD yang sangat tinggi membuat banyak rumah sakit kekurangan APD.

Baca juga : Alat Pelumpuh Covid-19 Temuan Mahasiswa Unika Adalah Pengembangan Terapi Biophilia

“Jadi kami berinovasi membuat robot ini, agar kontak pasien dengan tenaga medis bisa dikurangi. Dengan robot ini, semua kebutuhan pasien bisa diantar dengan jarak jauh tanpa harus bersinggungan langsung. Selain praktis dan aman, juga bisa mengurangi penggunaan APD,” jelasnya.

Proses pembuatan robot tersebut lanjut Abbas memakan waktu sekitar sebulan. Biaya riset yang dikeluarkan sekitar Rp 25 juta.

“Harapannya robot ini bisa segera digunakan untuk membantu tenaga medis yang bekerja melayani covid-19. Tentu, masukan dari beberapa tokoh termasuk pak Ganjar Pranowo ini akan kami jadikan evaluasi untuk mengembangkan robot ini agar semakin optimal,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Terdepan dalam Penanganan Dampak Pandemi, DPR RI Puji Program Jogo Tonggo

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI, Senin (20/7/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Program Jogo Tonggo yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam menghadapi Covid-19 mendapat pujian dari anggota DPR RI. Para wakil rakyat itu sepakat, program Jogo Tonggo tepat diterapkan untuk mempercepat penanganan pandemi di negeri ini.

Ketua rombongan kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf mengatakan, program Jogo Tonggo yang diprakarsai Ganjar ini bisa jadi solusi tepat penanganan Covid-19 di Indonesia. Selama ini, penyaluran bantuan punya problem pada data orang miskin, pengangguran, dan siapa yang layak mendapat bantuan.

“Ini menarik. Jogo Tonggo ini seperti gugus tugas paling terdepan karena berada di tingkat RW. Kebijakan-kebijakan yang diambil dalam program ini sudah pasti mengena, kepada mereka yang benar-benar miskin, pengangguran, dan sebagainya. Terdata dengan baik,” kata dia dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah, Senin (20/7/2020).

Bukhori menyebut, langkah Ganjar yang tidak hanya mengandalkan APBD patut dicontoh. Dengan menggerakkan banyak sektor, maka percepatan penanganan Covid-19 akan optimal.

Baca juga: Pemprov Jateng Bagikan Paket Jogo Tonggo Kit ke Seluruh Desa dan Kelurahan

“Salah satu yang menarik di Jateng ini Baznas. Baznas memiliki peran signifikan dalam penanggulangan Covid, untuk mengcover masyarakat yang terdampak secara langsung. Misalnya tadi diceritakan ada mahasiswa Jateng yang di Sudan tidak bisa pulang, dibantu. Ada juga bantuan untuk para santri yang tidak pulang, bantuan untuk guru ngaji, dan sebagainya. Ini keren dan sangat menginspirasi,” bebernya.

Soal pemanfaatan Baznas, anggota Komisi VIII dari Fraksi Gerindra, Husni menambahkan, optimalisasi Baznas dalam penanganan Covid-19 di Jawa Tengah itu bagus sekali. Menurutnya, langkah itu luar biasa karena tidak hanya mengandalkan asupan anggaran dari pemerintah.

“Di daerah lain, Baznas itu untuk buat gedung dan beli kebun, tapi di sini dimanfaatkan benar-benar untuk kepentingan masyarakat. Masyarakat yang terdampak Covid-19 bisa benar-benar merasakan,” terangnya.

Ganjar menjelaskan, bantuan dari negara selama pandemi berlangsung dipastikan tidak akan pernah cukup untuk mengcover semua masyarakat. Untuk itu, ia tidak hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah, namun menggerakkan kearifan lokal dan membentuk program Jogo Tonggo itu.

Baca juga: Ganjar Minta Perhatikan Lansia dan Balita dalam Program Jogo Tonggo

“Kami buat program Jogo Tonggo, artinya menjaga tetangga. Program ini mengurusi urusan kesehatan, sosial keamanan, dan hiburan. Ada juga lumbung pangan dengan pemanfaatan lahan agar kebutuhan makan tercukupi. Gerakan ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, gotong royong di tengah masyarakat. Ini saya hidupkan dan ternyata jalan dengan baik,” kata Ganjar.

Selain itu, untuk membantu masyarakat, Ganjar juga mengoptimalkan anggaran dari sektor lain. Selama ini, bantuan berdatangan dari CSR perusahaan, instansi, masyarakat, hingga para filantropi.

“Dan satu lagi yang menjadi andalan saya adalah Baznas. Baznas ini paling bisa diandalkan untuk membantu percepatan penanganan Covid-19 di Jateng,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Ganjar Larang Pembukaan Destinasi Wisata Tanpa Izin Pemerintah

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pengelola pariwisata di Jawa Tengah dilarang membuka destinasi wisata tanpa seizin pemerintah. Kebijakan ini sebagai imbas dari viralnya ribuan wisatawan yang mendatangi Puncak Telomoyo di Ngablak Kabupaten Magelang tanpa memperhatikan jaga jarak.

Mendapati itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung menelepon pengelola Telomoyo untuk menutup tempat wisata alam itu.

“Itu saya cek kemarin, ternyata gara-gara ada yang membuat vlog negeri di atas awan. Pemandangannya kan bagus. Langsung direspon masyarakat, semua datang. Saya langsung minta ditutup dan memang sudah ditutup untuk dilakukan evaluasi,” kata Ganjar.

Baca juga: Pelaku Pariwisata di Jateng Dapat Bantuan Sembako dari Kemenparekraf

Tidak hanya itu, lanjut Ganjar, untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi di tempat lain, pengelola harus mengantongi izin untuk membuka kawasan wisata di daerahnya.

“Setelah ini nggak boleh sembarangan membuka destinasi wisata. Kalau mau dibuka, harus izin dulu. Agar semua bisa dikontrol dengan baik, khususnya protokol kesehatannya,” tegasnya, Senin (20/7/2020).

Setelah mengantongi izin, lanjut Ganjar, semua tempat wisata harus mengontrol pengunjung yang datang. Kapasitas pengunjung yang bisa ditampung juga harus diperhatikan, termasuk protokol kesehatan dan penyiapan sarana prasarana.

“Tidak boleh datang mak byuk (berbondong-bondong) begitu, semua harus diatur. Maka saya minta seluruh daerah menjaga masing-masing, khususnya pengelola pariwisata,” tegas Ganjar.

Baca juga: Ganjar Usul Wajibkan Wisatawan Dieng Pakai Pemandu Wisata

Menurut Ganjar, viralnya Puncak Telomoyo itu, lantaran di tengah kondisi pandemi, banyak masyarakat yang sudah bosan di rumah. Mereka ingin segera piknik dan menikmati pemandangan di sejumlah objek wisata.

“Istilahnya itu mereka kurang piknik, maka kalau melihat apa yang beredar di medsos, langsung menarik dan orang pengen datang. Kalau ini nggak dijaga, kan bahaya,” tukas Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Kelompok Tani Undaan Kidul Pertanyakan Lelang P3A, Audiensi Sempat Memanas

0
Kelompok tani Desa Undaan Kidul melakukan audiensi dengan pemdes setempat terkait lelang P3A. Foto: Imam Arwinda

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan petani di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus melakukan audiensi dengan pemerintah desa setempat. Dengan berkumpul di ruang aula balai desa, mereka mempertanyakan proses lelang Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang dianggap tidak transparan.

Satu di antara peserta audiensi yakni Muhammad Tahris menuturkan, proses pelelangan P3A di Desa Undaan Kidul dianggap tidak transparan. Menurutnya, pelelangan dianggap tertutup dan hanya mementingkan kelompok kepala desa saja.

Camat Undaan memfasilitasi audiensi antara pemdes Desa Undaan Kidul dan kelompok tani. Foto: Imam Arwindra

“Kami mempertanyakan proses pelaksanaan lelang. Kami juga tidak tahu kapan lelang dilaksanakan. Tiba-tiba sudah ada pemenang,” tuturnya saat melaksanakan audiensi, Senin (20/7/2020).

Baca juga : Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Kudus Baru Aman Hingga September

Selain itu, harga pemenang lelang P3A juga dianggap sangat murah, yakni Rp 610 juta selama tiga tahun. Menurutnya, pertanian di Desa Undaan Kidul sangat luas. Jadi dimungkinkan bisa lebih dari Rp 610 juta.

“Hasil dana P3A pun tidak pernah masuk kas desa. Jadi pasti dinikmati orang-orang tertentu saja,” jelasnya.

Setelah audiensi berjalan sekitar 30 menit, tampak peserta audiensi mulai memanas. Mereka terlihat kurang puas dengan jawaban Kepala Desa Undaan Kidul Suroto. Sempat audiensi tidak ada titik temu.

Hingga Danramil Undaan dan Polsek Undaan datang menenangkan suasana. Tampak juga Camat Undaan Rifai Nawawi ikut menengahi jalannya audiensi.

Tahris melanjutkan, dalam proses lelang P3A seharusnya pemerintah desa hanya sebagai fasilitator saja. Selanjutnya dibentuklah panitia seleksi P3A yang melibatkan petani atau gabungan kelompok tani (Gapoktan).

“Namun ini tidak ada informasi apapun. Kami minta untuk lelang diulang,” tutur Tahris yang juga koordinator Gapoktan Dulur Tani.

Namun dalam kesepakatan, akhirnya peserta audiensi menerima kesepakatan yang dibuat. Yakni lelang tidak diulang, namun yang asalnya pemenang lelang memiliki hak P3A tiga tahun, menjadi dua tahun.

“Ya mau gimana lagi. Alasannya tadi sudah menjadi kebiasaan di sini (Desa Undaan Kidul),” tuturnya.

Sementara itu, Camat Undaan Rifai Nawawi menuturkan, ketidak puasaan dari masyarakat memang sering terjadi di setiap desa. Terutama, Desa Undaan Kidul baru saja selesai pemilihan kepala desa di tahun 2019. “Tentang P3A tadi semua sudah menerima,” tuturnya.

Baca juga : Kiprah Petani Milenial Bertanam Sayur Organik, Omzetnya Capai Rp 300 Juta Sebulan

Rifai memberitahukan, hasil kesepakatan waktu pengelolaan P3A yang sudah dimenangkan peserta lelang yakni dua tahun saja. Menurutnya, seharusnya tiga tahun.

Nominalnya pun berkurang, dari Rp 610 juta selama tiga tahun, menjadi Rp 543 juta semalam dua tahun.

“Selain itu, tadi juga direncanakan keuntungan dari P3A akan dimasukkan ke kas desa,” jelasnya.


Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sebelumnya Hanya 2.000, Ganjar Genjot Tes Covid di Jateng Jadi 4.991 Sehari

0
Ganjar Pranowo saat memimpin rapat percepatan penanganan Covid-19 di gedung B lantai 5 kompleks kantor Gubernur Jateng, Senin (20/7). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meningkatkan kapasitas tes di Jateng, dari 2.000 menjadi 4.991 tes perhari. Peningkatan tes massal itu akan mulai dilakukan Rabu pekan ini. Untuk daerah yang menjadi prioritas adalah Semarang Raya dan Solo Raya.

“Kenapa daerah itu yang jadi prioritas, karena masukan dari tim ahli kami terkait peningkatan kasus di daerah-daerah itu yang cukup tinggi. Selain itu, tentu potensi Pantura yang cukup bahaya juga menjadi perhatian,” katanya usai memimpin rapat percepatan penanganan Covid-19 di gedung B lantai 5 kompleks kantor Gubernur Jateng, Senin (20/7).

Ganjar memastikan, jumlah laboratorium yang ada di Jateng bisa mencukupi peningkatan kapasitas tersebut. Bahkan Ganjar menyebut, kapasitas dari seluruh lab bisa menangani 8.000 spesimen dalam sehari.

“Saat ini kalau dihitung masih 51 persen dari kapasitas itu yang digunakan. Maka kalau targetnya menjadi 5.000, kita masih bisa. Bahkan kalau ditingkatkan lagi, kita bisa maksimal 8.000 spesimen,” terangnya dalam rapat yang diikuti Wakil Gubernur Jateng, Ketua DPRD Jateng dan jajaran Forkompimda lainnya.

Baca juga: WHO Sebut Pemeriksaan Covid-19 di Jateng Rendah, Ganjar: ‘Kami Pilih Metode Tracing’

Meski begitu, penyiapan sarana prasana juga tetap akan diperhitungkan. Kebutuhan reagen dan barang habis pakai akan tetap dijaga serta penambahan sumber daya manusianya.

“Termasuk evaluasi SOP para tenaga medis kita yang menangani lab ini. Sebab, faktanya di tenaga laboratorium kita ada yang positif Covid. Artinya, siapa saja bisa terkena penyakit ini meskipun sudah dijaga maksimal,” imbuhnya.

Selain itu, Ganjar juga memerintahkan seluruh bupati/wali kota untuk melakukan tes massal. Beberapa daerah seperti Banyumas sudah bagus dalam pelaksanaan program ini.

“Saya minta teman-teman Bupati/Wali Kota terus lakukan tes massal. Jangan hanya rapid, tapi PCR tes. Itu bisa dilakukan dengan cara mengejar siapa saja yang memiliki hubungan erat, dekat, dan sosial dengan kasus positif. Kalau satu orang dimungkinkan berhubungan dengan 28 orang sesuai hitungan ahli begitu, maka ini bisa dikejar dan petanya ketahuan,” tuturnya.

Baca juga: Percepat Penanganan Covid, Jateng Lakukan 51.000 Tes PCR dan 80.000 Rapid Test

Ganjar juga meminta program Jogo Tonggo tetap dioptimalkan. Program ini bisa membantu untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di daerah.

“Bantuan dari masyarakat bawah ini penting untuk menjaga. Mereka-mereka yang memiliki penyakit bawaan seperti jantung, kanker, hipertensi, gula, dan sebagainya tolong dijaga. Jangan keluar rumah dulu, karena mereka rentan,” pungkas Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Pondok Bunga Budi Karya, Tersedia Lebih 50 Jenis Aglonema yang Laris Manis

0
Munawaroh menunjukkan salah satu bunga aglonema koleksinya. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi selatan Jalan Cut Nyak Dien, Desa Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus, terlihat bidang tanah dikelilingi pagar besi. Di dalamnya tampak ribuan tanaman hias berjajar rapi memenuhi area tersebut. Tanaman hias berjumlah ribuan itu merupakan Pondok Bunga Budi Karya yang menjual lebih dari 50 jenis Aglonema.

Di sela aktivitasnya melayani pembeli, Munawaroh (44) pemilik dari Pondok Bunga Budi Karya sudi berbagi penjelasan tentang tanaman yang lagi hits tersebut. Dia mengatakan, Aglonema beberapa bulan terakhir memang banyak diburu para pecinta tanaman hias. Menurutnya, di Pondok Bunga Budi Karya sendiri ada lebih dari 50 jenis tanaman aglonema, dan semuanya laris diborong pembeli.

Aneka bunga aglonema di Pondok Bunga Budi Karya. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Versi Aslinya Lagi Ngehits, Bunga Janda Bolong Sintetis Yanti Laris Diborong Pelanggan

“Aglonema itu jenisnya banyak. Kalau di tempat saya, mungkin lebih dari 50 jenis tanaman aglonema. Dari sekian banyak jenis, hampir semuanya diminati. Apalagi saat ini lagi ngehits lagi tanaman hias tersebut,” ujar Munawaroh kepada betanews.id, Kamis (17/7/2020).

Dia mengatakan, tidak tahu pasti sebab dari populernya lagi Aglonema. Menurutnya, dulu tanaman berjuluk ratu daun itu juga pernah ngehits dan diburu para pecinta tanaman hias, tapi kemudian ditinggalkan. Namun sejak ada pandemi tanaman yang punya nama lain Sri Rejeki itu mulai banyak dilirik lagi.

“Mungkin sewaktu ada pandemi kan ada intruksi stay at home. Jadi mereka banyak cari hiburan di rumah. Mungkin satu di antaranya dengan melihat keindahan daun Aglonema,” tebak Munawaroh.

Di Pondok Bunga Budi Karya sendiri ada banyak jenis Aglonema. Antara lain, Lady Gaga, Stardust, red stardust, adelia, rindu, lod, mahaseti, frozen, red borju, red spider, moonlight, red anjamani, super white, widuri, gajah mada, red twister, dud tricolor, suksom, red king, black maroon, golden siam, sundrop dan lain sebagainya.

“Yang saya sebut itu jenis Aglonema impor ya. Kalau yang lokalan itu ada, lipstik siam aurora, lulaiwan, pocin, butterfly, dona carmen, diven gurita, dan masih banyak lagi jenisnya,” terangnya.

Untuk harga, lanjutnya, memang lumayan jauh berbeda antara Aglonema impor dan Aglonema lokal. Untuk yang lokal harganya lebih murah, bekisar mulai Rp 20 ribu sampai paling besar atau indukan itu Rp 250 ribu. Kalau yang impor itu kecilnya saja sudah dibanderol Rp 100 ribu dan yang indukan itu bisa sampai Rp 500 ribu, bahkan bisa sampai jutaan.

“Tapi di tempat saya tidak ada yang harganya sampai jutaan. Paling mahal di Pondok Budi Karya itu Aglonema dengan harga Rp 500 ribu,” terangnya.

Baca juga : Bunga Adenium di Pondok Bunga Ambar Banyak Diminati Bapak-Bapak

Untuk penjualan, jelasnya, jumlahnya tidak menentu. Kalau pas yang beli itu para bakul, sekali transaksi bisa puluhan Aglonema. Tapi kalau yang beli itu perorangan paling mereka beli satu atau dua aglonema. Menurutnya, sejak mulai populer, setiap hari pasti ada saja yang beli Aglonema.

“Kalau ditotal penjualan Aglonema cukup lumayan. Sepekan masih bisa terjual ratusan Aglonema dengan berbagai macam jenis,” bebernya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ganjar Siapkan Lapangan Kerja untuk Atasi Kemiskinan Saat Pandemi

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang menyiapkan berbagai lapangan kerja untuk mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran akibat pandemi. Salah satu yang digodok adalah pekerjaan di proyek-proyek yang menggunakan anggaran pemerintah.

“Ini kan kemiskinan sudah bertambah, pengangguran sudah bertambah. Maka kita coba petakan. Berapa yang kena PHK dan berapa kemudian yang menganggur, untuk kita siapkan lapangan kerja,” kata Ganjar di Puri Gedeh, Minggu (19/7/2020).

Ganjar menuturkan, pihaknya akan memetakan pekerjaan-pekerjaan yang menggunakan mesin atau kontraktor untuk diganti dengan model padat karya.

“Saya sedang menyiapkan pekerjaan-pekerjaan dari anggaran (pemerintah) yang tidak kena refocusing agar bisa dikerjakan dengan model padat karya,” katanya.

Baca juga: Setiap Minggu Ganjar Buka Lapak Tawarkan Produk UKM di Instagram

Menurut Ganjar, padat karya akan menyerap lebih banyak orang sehingga mereka yang kena PHK atau pengangguran bisa punya pekerjaan lagi. Model ini contohnya juga sudah ada, yaitu dari Kementerian PUPR dengan pekerjaan padat karya di tingkat desa.

“Kita reset lagi, kita setting ulang lagi, agar mereka bisa kembali punya kepercayaan diri, bisa bekerja, bisa menghidupi keluarga meskipun tingkat pendapatan tidak seperti semula alias berkurang,” jelasnya.

Permasalahan pekerjaan ini sebenarnya juga sudah memiliki solusi yaitu program Kartu Prakerja. Makanya, optimalisasi Kartu Prakerja itu sekarang menjadi penting. Maka ketika akses kartu tersebut tidak mudah dilakukan oleh masyarakat, Ganjar langsung menginstruksikan kepada Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah untuk mendampingi dalam pengumpulan data.

“Di sisi lain kita tidak boleh berhenti, maka kita harus membangun entreprenuership di kelompok-kelompok masyarakat termasuk industri mikro. Dinas UMKM dan Dinas Perindustrian kita minta untuk meng-capture itu agar siapa saja bisa kita bantu. Kita juga bekerja sama dengan marketplace atau unicorn untuk berbagi dan melatih secara praktis agar menjadi jalan untuk menjual produk mereka,” papar Ganjar.

Baca juga: Dijadikan Penopang Kebangkitan Ekonomi, Ganjar Percepat Operasional KEK Kendal

Cara lain untuk meningkatkan perekonomian adalah arahan kepada pegawai dan semua dinas di lingkungan Provinsi Jawa Tengah untuk membeli produk dari rakyat. Hal itu untuk menggulirkan roda perekonomian masyarakat.

“Seperti di IG saya itu ada Lapak Ganjar. Ini baru Minggu kedua dan ternyata cukup membantu. Sudah ada yang lapor kalau penjualannya meningkat,” tandas Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Enter Management, Puaskan Pelanggan dengan Totalitas Konsep

0
Arif, pemilik Enter Management saat mengarahkan pengantin di sebuah acara pesta pernikahan. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma pengharum ruangan begitu terasa saat memasuki kantor Enter Management di Desa Purwosari, Kecamatan Kota Kudus. Di dalamnya, seorang pria tampak duduk di kursi kerjanya. Dia adalah Arif Noor Asro (27), owner dari Enter Management.

Hari itu, pria yang akrab disapa Arif Enter akan berbagi cerita tentang bisnisnya yang cukup terkenal di Kudus. Apalagi, bisnis event organizer dan wedding organizer itu dirintisnya sejak nol.

“Awal mula saya merintis Enter Management ini waktu usia masih 20-an. Sebelumnya, saya sempat bekerja di Jakarta. Lalu akhirnya pada tahun 2014 saya mencoba membuat kelas modeling dan akting. Setelah itu, baru tahun 2016 event pertama saya merancang event khitanan anaknya temen saya di Jepara,” papar Arif, Rabu (1/7/2020).

Sejak saat itu, ia optimis bisnisnya itu akan berkembang. Kemudian Arif merangkul beberapa anak didiknya untuk jadi tim di manajemennya. Dengan kepiawaiannya, Arif mengemas beberapa event yang ia tangani menjadi momen yang berbeda. Salah satunya melalui konsep totalitas diberikan kepada klien.

Baca juga: Nikmah, Peronce Bunga Pernikahan Langganan 80 Persen MUA Kudus

“Kalau ciri khas saya, selain mengubah bentuk tempat, juga totalitas kru. Jadi misal konsepnya adat jawa, semua kru yang terlibat mulai dari among tamu sampai MC semua berpakaian adat Jawa. Kalau arabian, ya semua memakai kostum arabian, sesuai konsep yang diinginkan oleh klien,” kata dia.

Hingga saat ini, Enter Management sudah memegang event dengan budget Rp 7 juta hingga Rp 1,5 miliar. Mulai dari khitanan, pernikahan, hingga event-event lain yang seluruh pernak-pernik, kru, dan bintang tamunya lengkap disediakan olehnya.

“Salah satu event besar yang saya pegang adalah Fashion On the Street Kudus 2017 bersama Ivan Gunawan. Beliau adalah inspirasi saya untuk berkarya,” ungkap Arif.

Baca juga: Melihat Simulasi Resepsi Pernikahan New Normal di Kudus

Selain kerja sama dengan Ivan Gunawan, pihaknya juga pernah mendatangkan beberap artis, seperti Wali Band, Zaskia Gotic, Ely Sugigi, hingga Baim, mantan gitaris Ada Band.

Arif mengakui, terus menjalin hubungan dengan klien adalah salah satu cara agar bisnisnya terus berkembang. Sehingga memudahkannya untuk terus mendapatkan kepercayaan klien dengan membangun komunikasi yang baik.

“Pentingnya jaringan di sana. Saya selalu menjaga komunikasi dengan klien, meskipun pasca-acara. Sehingga, kalaupun nanti ada acara lagi, mereka tidak sungkan untuk menggunakan jasa kami,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -