31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Sebelumnya Hanya 2.000, Ganjar Genjot Tes Covid di Jateng Jadi 4.991 Sehari

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meningkatkan kapasitas tes di Jateng, dari 2.000 menjadi 4.991 tes perhari. Peningkatan tes massal itu akan mulai dilakukan Rabu pekan ini. Untuk daerah yang menjadi prioritas adalah Semarang Raya dan Solo Raya.

“Kenapa daerah itu yang jadi prioritas, karena masukan dari tim ahli kami terkait peningkatan kasus di daerah-daerah itu yang cukup tinggi. Selain itu, tentu potensi Pantura yang cukup bahaya juga menjadi perhatian,” katanya usai memimpin rapat percepatan penanganan Covid-19 di gedung B lantai 5 kompleks kantor Gubernur Jateng, Senin (20/7).

Ganjar memastikan, jumlah laboratorium yang ada di Jateng bisa mencukupi peningkatan kapasitas tersebut. Bahkan Ganjar menyebut, kapasitas dari seluruh lab bisa menangani 8.000 spesimen dalam sehari.

-Advertisement-

“Saat ini kalau dihitung masih 51 persen dari kapasitas itu yang digunakan. Maka kalau targetnya menjadi 5.000, kita masih bisa. Bahkan kalau ditingkatkan lagi, kita bisa maksimal 8.000 spesimen,” terangnya dalam rapat yang diikuti Wakil Gubernur Jateng, Ketua DPRD Jateng dan jajaran Forkompimda lainnya.

Baca juga: WHO Sebut Pemeriksaan Covid-19 di Jateng Rendah, Ganjar: ‘Kami Pilih Metode Tracing’

Meski begitu, penyiapan sarana prasana juga tetap akan diperhitungkan. Kebutuhan reagen dan barang habis pakai akan tetap dijaga serta penambahan sumber daya manusianya.

“Termasuk evaluasi SOP para tenaga medis kita yang menangani lab ini. Sebab, faktanya di tenaga laboratorium kita ada yang positif Covid. Artinya, siapa saja bisa terkena penyakit ini meskipun sudah dijaga maksimal,” imbuhnya.

Selain itu, Ganjar juga memerintahkan seluruh bupati/wali kota untuk melakukan tes massal. Beberapa daerah seperti Banyumas sudah bagus dalam pelaksanaan program ini.

“Saya minta teman-teman Bupati/Wali Kota terus lakukan tes massal. Jangan hanya rapid, tapi PCR tes. Itu bisa dilakukan dengan cara mengejar siapa saja yang memiliki hubungan erat, dekat, dan sosial dengan kasus positif. Kalau satu orang dimungkinkan berhubungan dengan 28 orang sesuai hitungan ahli begitu, maka ini bisa dikejar dan petanya ketahuan,” tuturnya.

Baca juga: Percepat Penanganan Covid, Jateng Lakukan 51.000 Tes PCR dan 80.000 Rapid Test

Ganjar juga meminta program Jogo Tonggo tetap dioptimalkan. Program ini bisa membantu untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di daerah.

“Bantuan dari masyarakat bawah ini penting untuk menjaga. Mereka-mereka yang memiliki penyakit bawaan seperti jantung, kanker, hipertensi, gula, dan sebagainya tolong dijaga. Jangan keluar rumah dulu, karena mereka rentan,” pungkas Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER