31 C
Kudus
Senin, Agustus 10, 2020
Beranda Gaya Hidup Versi Aslinya Lagi...

Versi Aslinya Lagi Ngehits, Bunga Janda Bolong Sintetis Yanti Laris Diborong Pelanggan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di teras sebuah rumah tampak terpajang aneka tanaman sintetis. Satu di antaranya yang berada di rak kerucut putih itu adalah tanaman yang diwadahi pot putih itu tidak berbunga, daunnya tampak bolong – bolong. Tanaman itu bernama Janda Bolong, bunga sintetis yang paling laris dijual oleh Sri Haryanti (32).

Perempuan yang tinggal di Perumahan Muria Indah Kudus, Jalan Muria Raya Dua, Nomor 29 itu mengatakan, saat ini di tempat penjual bunga hidup yang lagi hits itu janda bolong. Ternyata hal itu juga berbanding lurus di versi bunga sintetisnya. Tanaman janda bolong selalu laris manis diborong para pembeli.

Yanti sedang menyusun bunga sintetis di rak. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Bunga Adenium di Pondok Bunga Ambar Banyak Diminati Bapak-Bapak

“Ini stok bunga janda bolong saya tinggal satu saja. Baru kemarin datang banyak, langsung diborong para reseller dan pembeli ecer. Sekarang ya tinggal satu itu saja,” ujar perempuan yang akrab disapa Yanti sambil menunjuk bunga janda bolong sintetis yang dimaksud.

Untuk harga, lanjutnya, tanaman bunga janda bolong sintetis memang tak semahal bunga aslinya yang sampai ratusan ribu. Bunga janda bolong versi sintetis hanya dibanderol Rp 50 ribu dengan ukuran pot diameter 15 sentimeter. Selain janda bolong tuturnya, tanaman sintetis tanpa bunga yang diburu pembeli itu aglonema.

“Untuk aglonema satu ini yang tersedia ukuran kecil, harganya Rp 20 ribu. Ukuran besar sudah terjual semua,” ungkap Yanti kepada betanews.id, Rabu (16/7/2020).

Perempuan yang sudah dikaruniai dua anak itu menuturkan, sebenarnya tanaman bunga sintetis yang dijualnya hampir semua laris. Semuanya laris diminati para pembeli, di antaranya bunga anggrek, mawar merah dan putih, tulip serta bunga sakura, labender dan lain sebagainya.

Baca juga : Bonsaiku, Jual Bonsai Cantik Harga Menarik

Menurutnya, berjualan tanaman bunga sintetis itu lebih aman dari risiko kerugian. Karena tidak bakal layu dan mati, yang terpenting rajin dibersihkan agar selalu indah dipandang. Serta harus tahu bunga kesukaan para pembeli dan paham bunga yang lagi hits saat ini.

“Sebab saat ada bunga aslinya lagi hits. Bunga versi sintetisnya pasti juga banyak diburu pembeli,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Karir Beta Media

Kami menantang kalian untuk bergabung di Tim Beta Media. Sebagai Media baru kami butuh talenta muda yang suka tantangan.

Tinggalkan Balasan

25,139FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,304PengikutMengikuti
15,292PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Lestarikan Peninggalan Sunan Muria dengan Bertani Parijoto, Suwono Bisa Panen 50 Kg Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS - Pagi itu dengan mengendarai motor matik, melalui jalur ekstrem yang berliku berupa tanah liat, serta udara yang sejuk mengiringi...

Menengok Peternakan Sapi Brangus Kudus yang jadi Langganan Artis Ibu Kota

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan tampak sedang menyemprot beberapa sapi berukuran besar di sebuah kandang yang berada di pinggir sawah yang ada...

Yan Laksmana Terpilih Jadi Direktur Teknik PDAM Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Yan Laksmana terpilih menjadi Direktur Teknik (Dirtek) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus. Dia menyisihkan dua peserta yang mengikuti...

Ingin Cepat Selesaikan Skripsi, Isna Senang Perpusda Kudus Kembali Dibuka

BETANEWS.ID, KUDUS - Seorang perempuan tampak sedang memilih buku di perpustakaan yang berada di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus. Sambil memegang...

Punya Usaha Makanan? Ini Cara Mengurus Izin PIRT di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah orang mengenakan baju putih terlihat di ruang Klinik Pelayanan Perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu...

Mana yang Lebih Sehat, Minum Jus atau Makan Buah dan Sayur Langsung?

Inneke Hantoro Dosen Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata Di...

Soal Pasien Covid Memaksa Pulang, Hartopo: ‘Ini Kejahatan yang Luar Biasa’

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebanyak 13 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (29/7/2020) malam memaksa pulang ke rumah. Mereka yang seharusnya masih harus menjalani...