PT Formosa Bag yang merupakan bagian dari Industri Korrun Group resmi dibuka di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada Senin (27/10/2025). Foto: Umi Nurfaizah
BETANEWS.ID, JEPARA – Kawasan pabrik di Kabupaten Jepara kini bertambah setelah PT Formosa Bag yang merupakan bagian dari Industri Korrun Group resmi dibuka di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada Senin (27/10/2025).
Pabrik baru milik investor asal Cina ini menjadi tonggak penguatan sektor industri padat karya di Kabupaten Jepara, sekaligus memperluas lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Chairman & GM Korrun Group, Jinsong Fan, menjelaskan bahwa Korrun Group merupakan perusahaan global yang bergerak di bidang industri pakaian, tekstil, hingga koper dengan hasil produksi yang telah dikenal luas dengan merek-merek dunia seperti Puma, Nike, Adidas, hingga Uniqlo.
“Korrun Group memiliki cabang di Indonesia, Tiongkok, dan India, dengan jumlah karyawan mencapai 30 ribu orang. Indonesia menjadi yang terbesar dengan total 23 ribu karyawan,” ujar Jinsong Fan.
Sampai saat ini, Jinsong Fan mengatakan Korrun Group telah memiliki lima pabrik, di mana empat di antaranya berada di Jawa Tengah dengan total tenaga kerja mencapai 20 ribu orang.
Ke depan ia menarget, jumlah tenaga kerja yang diserap bisa bertambah. Sekitar 40-50 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia.
“Pabrik yang hari ini kami resmikan berdiri di atas lahan seluas 450.000 meter persegi. Ke depan, kita menarget dapat menyerap hingga 40 hingga 50 ribu tenaga kerja seiring peningkatan kapasitas produksi,” jelasnya.
Jinsong Fan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan talenta lokal dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan serta pengembangan keterampilan.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri ini juga menjadi sarana bagi masyarakat lokal untuk berkembang dan berdaya saing global,” katanya.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyambut baik kehadiran Korrun Group di Jepara. Ia menyebut bahwa investasi ini akan memberikan dampak besar bagi penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Prioritas utama kami adalah penyerapan tenaga kerja. Sampai September 2025, sudah terserap sekitar 14 ribu tenaga kerja dengan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun,” ungkap Wiwit.
Wiwit melanjutkan, pabrik baru Formosa tersebut diharapkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja tambahan.
“Formosa yang baru ini diperkirakan akan menyerap sekitar 3-6 ribu karyawan. Saya berpesan agar mayoritas pekerjanya berasal dari Jepara,” ujarnya.
Namun, saat ini penyediaan lahan untuk investasi kawasan industri di Jepara mengalami tantangan berupa penyediaan lahan. Menurutnya, keterbatasan tata ruang menjadi salah satu faktor yang perlu dibenahi agar investasi terus mengalir.
“Banyak investor ingin masuk, tapi mencari lahan yang luas di satu tempat di Jepara masih sulit. Karena itu, tahun depan kami akan mengusulkan pembaruan tata ruang wilayah agar bisa membentuk sentra-sentra kawasan industri baru,” pungkasnya.
1.032 hektare lahan tanaman padi di Kabupaten Jepara terancam mengalami gagal panen akibat tercemar air asin. Foto: Umi Nurfaizah
BETANEWS.ID, JEPARA – 1.032 hektare lahan tanaman padi di Kabupaten Jepara terancam mengalami gagal panen akibat tercemar air asin atau air laut yang mengalir ke Bendungan Bongpes.
Sebab saat ini, karet bendungan yang berada di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara itu rusak. Fungsi bendungan itu salah satunya untuk mencegah intrusi atau menahan air laut agar tidak masuk ke area lahan pertanian warga.
Saifudin (42), Salah satu petani terdampak di Desa Sidigede, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara bercerita masuknya air asin ke lahan pertanian warga di desanya terjadi sekitar 20 hari yang lalu.
Saat itu, ia bersama beberapa petani lainnya berusaha membendung air laut agar tidak masuk ke area lahan pertanian yang sudah ditanami padi dan jagung.
“Lahannya kita biarkan kering, supaya tidak kena air asin. Tapi dampaknya jadi banyak rumput,” katanya saat ditemui di area lahan sawah Desa Sidigede, pada Senin (27/10/2025).
Sebab apabila terkena air laut, Saifudin mengatakan tanaman padi akan tumbuh kerdil hingga gagal tumbuh atau mati.
“Tapi alhamdulillah sekarang sudah tidak, karena ada hujan,” ujar Saifudin.
Namun, ia berharap kerusakan itu bisa segera diperbaiki. Sehingga air Sungai SWD II dari Bendungan Bongpes bisa digunakan kembali untuk mengaliri lahan pertanian milik petani.
Terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Anisah Salmah menjelaskan kerusakan pada karet Bendungan Bongpes sebenarnya sudah terjadi sekitar tahun 2024.
Pada saat itu, kerusakan masih bisa ditangani dengan cara ditambal. Namun, saat ini kerusakan pada karet bendungan sudah semakin parah sehingga sudah tidak bisa digunakan kembali.
“Bocornya itu sebenernya sudah lama, sekitar tahun 2024 atau mungkin sebelumnya. Sudah ditangani dengan ditambal, tapi kondisinya sekarang sobek berat dan sudah tidak bisa ditambal sehingga air laut masuk ke lahan pertanian petani,” jelasnya saat ditemui di Kantor DKPP Kabupaten Jepara.
Sedangkan untuk tahun ini, dari laporan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) kebocoran karet bendungan yang mengakibatkan lahan warga tercemar air asin sudah terjadi sekitar Bulan September 2025.
Kebocoran karet itu, saat ini berdampak ke lahan pertanian di empat kecamatan. Yaitu Kecamatan Kalinyamatan seluas 596 hektare, Kecamatan Welahan 298 hektare, Kecamatan Pecangaan 98 hektare, dan Kecamatan Kedung 40 hektare.
“Totalnya ada 1.032 hektare. Dampaknya tanaman padi yang sudah ada (bisa) terancam gagal panen atau puso,” sebutnya.
Untuk mengatasi kebocoran, Annisa mengatakan sudah melaporkan hal itu kepada Dirjen Tanaman Pangan, Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan (HHTP), Kementerian Pertanian.
Dari pihak Dirjen Tanaman Pangan kemudian berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang menangani Bendungan Bongpes.
“Informasinya karet bendungan memang akan diganti dan sudah dianggarkan pada tahun anggaran 2027. Namun karena kondisinya yang kemudian berdampak luas ke tanaman padi menuju Swasembada Pangan, dari pihak kementerian mendesak BBWS agar bisa ditangani di 2026,” pungkasnya.
Potret salah satu street coffee yang ada di Kudus. Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Fenomena kedai kopi jalanan atau street coffee kini semakin menjamur di Kabupaten Kudus. Dua ruas jalan utama, yakni Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan Ahmad Yani, menjadi lokasi favorit para pelaku usaha muda untuk menjajakan racikan kopi mereka setiap malam.
Menyikapi tren ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bakal mengenakan retribusi kepada para pedagang kopi yang berjualan di tepi jalan tersebut.
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Djati Solechah, menyampaikan, retribusi dikenakan karena para pedagang memanfaatkan fasilitas umum berupa trotoar yang termasuk dalam aset kekayaan daerah. Hal itu sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
“Penerapan retribusi terhadap usaha street coffee terhitung akan dimulai pada November 2025 yang dibayarkan pada bulan berikutnya yakni awal Bulan Desember,” ujar Djati di ruang kerjanya belum lama ini.
Djati mengungkapkan, tarif retribusi yang bakal diberlakukan kepada street coffee bersifat non komersial. Yakni sebesar Rp 1 ribu semeter persegi per hari. Menurutnya, tujuan penerapan retribusi ini sebagai upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Fenomena ini sudah menjadi tren, maka kami melihatnya sebagai potensi yang bisa dikelola. Selain itu, penerapan retribusi juga sebagai langkah pengendalian jumlah pedagang street coffee, dan penataan lokasi,” bebernya.
Djati menambahkan, sosialisasi terkait retribusi dan aturan berjualan sudah dilakukan oleh Dinas Perdagangan kepada para pedagang di aula dinas beberapa waktu lalu. Nantinya, proses pemungutan retribusi akan dilakukan langsung oleh petugas dari Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus.
Ia menambahkan, berdasarkan pendataan sementara, lokasi usaha street coffee di Kudus tersebar di beberapa titik. Di Jalan Jenderal Soedirman, terdapat tiga zona yaitu Jensud 1 mulai Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus sampai Perempatan Lampu Merah SMP 2 Kudus.
Kemudian Jensud 2 yakni mulai depan SMP 2 Kudus sampai Pasar Kliwon. Sementara Jensud 3 yakni mulai Pasar Kliwon sampai Perempatan Lampu Merah Pentol..
“Jensud 1 tercatat terdapat 37 pedagang street coffee. Sementara Jensud 2 dan 3 total sekitar 40 pedagang. Sedangkan di Jalan Ahmad Yani, tercatat ada sekitar 26 pedagang street coffee yang aktif berjualan setiap malam,” rincinya.
Djati menuturkan, besaran retribusi yang dibayarkan pedagang nantinya tergantung pada luas lahan yang digunakan serta frekuensi berjualan dalam sebulan. Nantinya petugas Dinas Perdagangan akan melakukan absensi tiap malam.
“Sehingga jumlah yang dibayarkan bisa jadi akan berbeda antara pedagang satu dengan lainnya. Tergantung luas area dan seberapa sering pedagang beroperasi,” ungkapnya.
Terkait parkir, kata Djati, hal tersebut jadi kesepakatan antara pedagang street coffee dengan pemenang lelang parkir. Apakah retribusinya ditanggung pedagang atau dibebankan kepada para pengunjung.
“Tetapi selama ini kayaknya retribusi parkir ditanggung pedagang dan dibayarkan kepada pemenang lelang. Sehingga pelanggan tak perlu membayar parkir ketika menikmati nikmatnya kopi di tepi jalan,” sebutnya.
Warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati ngadu ke Presiden karena wilayahnya kebanjiran dan belum dapat bantuan. Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Ratusan rumah di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati masih terendam banjir hingga Senin (27/10/2025). Sampai hari keempat ini, banjir belum ada tanda-tanda surut dan justru makin naik tinggi setelah daerah tersebut kembali diguyur hujan deras, Minggu (26/10/2025).
Belum diperbaikinya tanggul Sungai Widodaren yang jebol sepanjang 35 meter membuat limpasan air ke permukiman warga semakin tak terbendung. Saat ini, ketinggian air di jalan mencapai satu meter, sementara di dalam rumah mencapai 60 centimeter.
Ketinggian air yang terus bertambah membuat warga khawatir. Mereka berupaya membuat tanggul darurat dari batu bata di depan pintu rumah masing-masing agar air tidak masuk lebih tinggi ke dalam rumah. Selain itu, warga juga gotong royong membuat tanggul darurat dengan sak berisi tanah di lokasi tanggul sungai yang jebol.
Kesal karena belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, sejumlah warga, terutama ibu- ibu, menggelar aksi di tengah banjir dengan membentangkan tulisan, Senin (27/10/2025). Tulisan-tulisan itu berisi permintaan bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu warga, Suwarti, mengatakan, sudah hampir seminggu warga kebanjiran, tapi belum ada bantuan dari Pemkab Pati. Makanya, warga kemudian memohon kepada Presiden Prabowo untuk membantu logistik dan perbaikan tanggul yang jebol.
“Kami minta bantuan sama Pak Prabowo supaya dibantu. Ini banjir sudah hampir seminggu melanda desa kami,” katanya sambil memegang tulisan.
Dia mengaku sudah kehabisan bahan baku pangan karena sampai saat ini belum ada bantuan logistik dari mana pun.
“Bahan sembako saya sudah kehabisan Pak Prabowo. Sampai sekarang belum ada bantuan, sepeser pun belum pernah,” ungkapnya.
Selain bahan pangan, Suwarti juga berharap Presiden segera membantu memperbaiki tanggul yang jebol. Mengingat, sejak pertama kali jebol pada Jumat (24/10/2025) lalu, sampai sekarang belum ada penanganan serius dari pemerintah.
“Banjir kok terus menerus melanda desa kami. Tolong Pak Prabowo, perbaiki tanggulnya,” ucapnya.
BETANEWS.ID, JEPARA – Persijap Jepara dijadwalkan akan melakoni pertandingan ke-10 pada babak pertama BRI Super League Musim 2025/2026 melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (27/10/2025) pukul 15.30 WIB.
Setelah sebelumnya mengalami kekalahan tiga kali berturut-turut, Tim Laskar Kalinyamat bertekad penuh untuk bangkit saat melawan The Guardians of Saburai.
Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, menegaskan timnya akan tampil total untuk meraih hasil maksimal. Lemos menyadari, laga kali ini tidak mudah. Tapi ia sudah mengingatkan anak asuhnya agar pantang menyerah saat bermain di lapangan.
“Pertandingan sebelumnya kami belum mendapatkan hasil yang sempurna. Jadi pertandingan besok kami akan berusaha mendapatkan poin dan memberikan yang terbaik di lapangan,” kata Lemos saat konferensi pers jelang pertandingan melawan Bhayangkara FC, Minggu (26/10/2025).
Bagi pelatih asal Portugal, Bhayangkara FC tetap menjadi tim yang harus dihormati. Namun, Persijap datang dengan semangat tinggi untuk mengakhiri tren negatif dan membuka peluang meraih kemenangan perdana melawan The Guardians.
“Selama saya melatih, saya belum pernah menghadapi Bhayangkara. Jadi saya ingin mematahkan rekor itu. Dalam sepak bola, selalu ada kemungkinan untuk meraih kemenangan pertama, seperti saat kami melawan Perib atau Persis Solo,” tambahnya.
“Yang terpenting, kami harus menang. Kami harus menyerang dan bertahan dengan baik. Bhayangkara punya servis dan kualitas yang bagus, tapi kami juga akan bermain sesuai karakter kami,” tegas Lemos.
Sementara itu, pemain tengah Persijap, Restu Akbar, menyebut laga kontra Bhayangkara FC menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim setelah tiga kekalahan beruntun di kandang.
“Seperti yang dikatakan coach, kami sudah tiga kali kalah di home. Pertandingan besok sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan diri. Karena itu, tiga poin sangat penting bagi kami,” ucap Restu.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Senin (27/10/2025). Foto: Ist
BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait untuk mengupayakan rekayasa (modifikasi) cuaca di Kota Semarang dan sekitarnya. Hal ini guna mengatasi banjir dan mencegah tingginya curah hujan di daerah tersebut.
“Saya terus koordinasi dengan pusat (BMKG dan BNPB) untuk rekayasa cuaca,” ujar Ahmad Luthfi saat meninjau dan menyerahkan bantuan di Kecamatan Genuk, Kota Semarang pada Senin (27/10/2025).
Menurut dia, rekayasa cuaca dinilai perlu, mengingat dalam lima hari terakhir wilayah Semarang, Demak, dan sekitarnya terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Pihaknya juga terus koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi cuaca di Jawa Tengah.
Luthfi menjelaskan, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota terus bersinergi dalam penanganan banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Baik itu jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Jangka pendeknya adalah terus mengecek kondisi masyarakat korban banjir agar kebutuhan dasarnya tidak terganggu, termasuk fasilitas umumnya.
“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan kabupaten/kota standby 1×24 jam,” kata dia.
Adapun jangka panjangnya, pemerintah saat ini masih dalam proses pengerjaan tanggul laut (giant sea wall) yang menghubungkan Semarang-Demak. Selain itu juga sedang melakukan pengerjaan kolam retensi Terboyo dan Sriwulan.
“Ada dua kolam yang nanti bisa menampung, diharapkan awal 2026 selesai,” ungkap Luthfi.
Camat Genuk, Pranyoto mengatakan, banjir di wilayahnya sudah memasuki hari keenam. Beberapa daerah yang terdampak antara lain Kelurahan Gebangsari, Genuksari, Muktiharjo Lor, Terboyo Wetan, dan Trimulyo. Titik genangan tertinggi ada di depan RSI Sultan Agung yang sempat mencapai 80 cm.
“Pompa ada 27 titik, tersebar di beberapa sungai. Pompa itu berada di Kali Tenggang, Kali Sringin, kali Babon, dan belakang terminal Terboyo,” katanya.
Ia bersama instansi terkait dan seluruh lurah terus melakukan upaya penanganan dan menyiapkan antisipasi apabila ada peningkatan air yang saat ini sudah mulai surut. Selain itu juga menyiapkan antisipasi dalam beberapa bulan ke depan.
“Semoga saja sudah tidak ada (banjir) lagi. Karena prediksi BMKG masih akan ada hujan lagi. Insya Allah kita siap menghadapi musim hujan,” kata dia.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Senin (27/10/2025). Foto: Ist
BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Senin (27/10/2025).
“Hari ini kita memastikan bahwa semua OPD (organisasi perangkat daerah) Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang bergerak bersama-sama. Kita pastikan semua bantuan dari dinas-dinas terkait tepat sasaran, itu penting,” kata Ahmad Luthfi di Kantor Kecamatan Genuk.
Total bantuan yang diserahkan sebanyak Rp410.453.526. Terdiri dari bantuan logistik permakanan dan non-permakanan, termasuk beras 2,5 ton, serta obat-obatan.
“Semuanya dari sembako, obat-obatan, permakanan, serta donasi-donasi yang lain. Diharapkan tepat sasaran sehingga masyarakat kita bisa lebih berdaya,” katanya.
Selain itu, layanan kesehatan pascabanjir juga dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah provinsi dengan pemerintah Kota Semarang. Layanan kesehatan itu disiagakan selama 1×24 jam.
“Posko-posko kesehatan juga ada, ini saya mau cek,” ujarnya didampingi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.
Salah seorang Warga Genuksari, Ririn menyampaikan, berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Bantuan berupa beras, sembako, dan lainnya itu sangat membantu, apalagi ia sudah tidak jualan selama satu pekan.
“Terima kasih sekali atas bantuannya. Tidak terduga-duga ini dapat bantuan. Kondisi rumah aman, cuma depannya penuh air. Bantuan ini membantu karena tidak bisa jualan selama seminggu. Akses jalan banjir semua,” ujarnya.
Camat Genuk, Pranyoto mengatakan, bantuan seperti sembako dan logistik lainnya termasuk obat-obatan memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pascabanjir.
“Harapannya tentu tidak ada banjir lagi setelah ini. Kondisi sekarang tidak ada pengungsi di Kecamatan Genuk,” katanya.
Sebagai informasi, Sejumlah upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jateng untuk mengatasi banjir di Kota Semarang, di antaranya pendirian dapur umum, penambahan pompa penyedot air, bantuan logistik, petugas untuk mengatur lalu lintas, dan sebagainya.
Ahmad Luthfi juga sudah menginstruksikan kepada seluruh dinas dan stakeholder terkait untuk terus memantau dan mengambil langkah cepat. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk penanganan, termasuk membuat sodetan-sodetan di lokasi banjir, harus disiapkan dengan matang, mengingat kondisi cuaca masih tidak menentu.
Outlet Es Teler Amanda & Odang Odeng di Kelet, Jepara. Foto: Melly Andila Putri
BETANEWS.ID, JEPARA – Menjelang senja di Jalan Raya Kelet, Jepara, aroma gurih bercampur asam pedas tercium dari sebuah outlet sederhana yang tampak selalu ramai pengunjung. Outlet bertuliskan “Es Teler Amanda & Odang Odeng” itu kini menjadi tempat nongkrong baru yang sedang naik daun di kalangan anak muda Kelet.
Eva (26), pemilik sekaligus peracik utama, mengatakan, eski terbilang baru, usaha tersebut sudah viral di media sosial, terutama TikTok.
“Odang odeng di sini beda dari yang lain. Kuahnya tom yam, rasanya asam, pedas, dan gurih. Pelanggan bisa ambil sendiri, sistemnya prasmanan,” ujar Eva saat ditemui beberapa waktu lalu.
Tak hanya menu kuah pedasnya, es teler Amanda juga jadi primadona. Campuran buah-buahan premium dan kuah susu yang baru dibuat saat dipesan, membuat sensasi segarnya berbeda.
“Es teler di sini benar-benar fresh, creamy, dan buahnya nggak asal-asalan,” tambahnya.
Menurutnya, dengan harga Rp10.000 hingga Rp15.000 untuk es teler dan Rp5.000 hingga Rp20.000 untuk odang odeng, pelanggan merasa puas dengan cita rasa yang sebanding. Ia mengaku, setiap hari buka mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB dan nyaris tak pernah sepi pembeli.
Eva bercerita, bahwa ide awal muncul setelah melihat temannya berjualan odang odeng di Tayu. Melihat usaha temannya yang selalu ramai pembeli, akhirnya ia memutuskan untuk ikut membuka usaha yang sama.
“Saya lihat teman jualan di Tayu rame banget. Di Kelet belum ada yang jual, akhirnya saya coba buka bareng teman. Nggak nyangka viral lewat TikTok,” ungkap Eva.
Video-video buatan Eva di TikTok menampilkan proses pembuatan es teler dan odang odeng dengan tampilan menggugah selera. Alhasil, strategi promosi kreatif ini berhasil menarik perhatian warganet dan mendatangkan pelanggan baru setiap harinya.
Meski usahanya tergolong baru, Eva sudah memegang prinsip yang kuat dalam berbisnis. Baginya, kesuksesan bukan hanya soal omzet, tapi soal kepercayaan. Itulah yang membuat pelanggan kembali lagi dan lagi.
“Saya bersaing dengan sehat. Yang penting jaga kualitas makanan, ramah sama pelanggan, dan jangan pernah asal-asalan. Pelanggan tahu mana yang tulus dan mana yang asal jualan,” tegasnya.
Wedang Ronde di tepi Jalan P Diponegoro Nomor 29, Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Pati. Foto: Wulan Divatia Dewi
BETANEWS.ID, PATI – Malam itu, di tepi Jalan P Diponegoro Nomor 29, Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Pati, asap tipis dari rebusan jahe berpadu tawa ringan para pembeli yang duduk di bangku plastik hadir dari sebuah gerobak kuning bertuliskan “Wedang Ronde Cabang Kajen”.
Dari balik gerobak, Kholik (35) bercerita, wedang ronde racikannya sebenarnya menggunakan bahan-bahan sederhana.
“Paling bola-bola tepung ketan berisi kacang tanah. Penyajiannya kapai kuah jahe hangat dengan taburan kacang, kolang-kaling, dan potongan roti,” terangnya.
Kholik mengaku sudah berjualan wedang ronde sejak tahun 2013 saat masih merantau di Jakarta. Dari pengalaman itulah, ia dan teman-temannya akhirnya memutuskan untuk pulang kampung dan membangun usaha serupa di tanah kelahiran.
“Dulu saya jualan di Jakarta dari tahun 2013. Nah, mulai 2024, muncul ide buat pulang kampung. Kami buka cabang di Kajen Margoyoso, terus di Tayu juga, alhamdulillah sekarang ada di Wedarijaksa,” tutur Kholik saat ditemui, Sabtu (5/10/2025).
Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari wedang ronde susu madu, skoteng, susu jahe madu, wedang jahe, STMJ, hingga jus pinang. Semua disajikan dengan harga yang terjangkau, mulai Rp5.000 hingga Rp12.000 per porsi.
Usaha kripik milik Siti Kunsururoh (43) di Desa Dongos RT 3 RW 4, Kecamatan Kedung. Foto: Umi Nurfaizah
BETANEWS.ID, JEPARA – Sejak pagi, puluhan Ibu Rumah Tangga (IRT) di desa sekitar Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara datang ke kediaman Siti Kunsururoh (43) di Desa Dongos RT 3 RW 4, Kecamatan Kedung.
Dengun penuh semangat, mereka mengolah ratusan kilogram singkong markonah menjadi keripik singkong siap jual dan siap makan. Sebelum diolah, singkong markonah yang memiliki kandungan racun dan bercita rasa pahit, dikupas kemudian dicuci bersih.
Singkong kemudian dipotong tipis menggunakan alat khusus, lalu direndam dengan air selama 2 hari 2 malam. Perendaman itu berfungsi untuk menghilangkan racun serta rasa pahit.
Setelah direndam, singkong direbus menggunakan tungku kayu hingga warnanya berubah menjadi bening. Potongan singkong kemudian ditata dalam tampah berbahan bambu untuk selanjutnya dijemur di bawah terik matahari.
Dalam sehari, industri keripik singkong rumahan bernama Keripik Singkong 57 Jaya milik Siti Kunsururoh itu mampu memproduksi satu kwintal atau 100 kg keripik singkong per hari.
Siti Kunsururoh bercerita, industri skala rumahan itu ia rintis bersama suaminya, Suparno sekitar 20 tahun yang lalu.
“Sudah 20 tahun, dulu ngerintis sendiri sama suami. Belajar sendiri, tanya sama orang-orang tua, karena di Dongos ini kan memang banyak yang produksi kripik singkong,” ujar Siti pada Betanews.id, Sabtu (25/10/2025).
Selain memproduksi sendiri, Siti yang juga menjual keripik singkong siap makan juga menerima keripik singkong mentah buatan para tetangganya.
Untuk keripik singkong mentah, ia jual dengan harga Rp15 ribu per kg, sementara yang siap makan ia jual dengan harga Rp35 ribu per kg.
“Kemasan kecil juga ada, Rp6 ribu per bungkus, itu dari 1 kg saya jadikan 7 kemasan,” kata Siti.
Dari penjualan kripik singkong, dalam sehari Siti biasanya mampu mendapat laba bersih sekitar Rp200-300 ribu per hari.
Laba itu berasal dari modal yang setiap harinya ia putarkan untuk membeli bahan baku serta operasional sebesar Rp10 juta.
Untuk membeli bahan baku, Siti membutuhkan modal sebesar Rp1 juta per hari. Modal itu ia gunakan untuk membeli 500 kg atau 20 karung singkong markonah, dengan harga Rp50 ribu per karung.
“Kendalanya ini dimodal, untuk bisa produksi butuh modalnya paling ngga Rp10 juta. Pernah ngajakan KUR (Kredit Usaha Rakyat) tapi ditolak,” ungkap Siti.
Siti mengaku, membutuhkan bantuan modal sebab usaha yang ia rintis secara mandiri itu, tidak hanya menjadi tumpuan ekonomi bagi keluarganya. Tetapi juga bagi 20 karyawannya yang semuanya merupakan ibu rumah tangga dan sudah menjadi janda.
Mereka tidak hanya berasal dari Desa Dongos, tetapi juga dari desa sekitar yaitu Desa Troso, Desa Menganti, Desa Sowan, dan Desa Petekeyan.
“Karyawan ada 20, semuanya ibu-ibu, janda semua dan kebanyakan sudah lansia. Produksinya setiap hari, karena kalau ngga produksi kasian karyawan, mereka mengendalkan kebutuhan sehari-hari dari kerja di tempat saya,” beber Siti.
Bonsai santigi milik Wayan Wibowo Putra. Foto: Kaerul Umam
BETANEWS.ID, KUDUS – Bonsai santigi milik Wayan Wibowo Putra menjadi pemenang lomba bonsai Pameran Nasional Bonsai 2025, di Balai Jagong, Kudus. Bonsai milik pria asal Rembang itu meraih best in show dan best in class.
Bonsai tersebut disebut Wayan pernah ditawar dengan harga fantastis, Rp200 juta.
“Pohon santigi ini saya beli dari Rembang sekitar satu tahun lalu. Dulu belinya Rp80 juta, dan penawaran terakhir kemarin Rp200 juta, tapi belum saya kasih ke pembeli,” bebernya, Sabtu (25/10/2025).
Santigi miliknya kini menjadi primadona di berbagai ajang pameran bonsai. Dalam dua kali ajang Pamlog, bonsainya meraih juara, bahkan di Pamnas pertama kali berhasil menyabet best in show.
“Untuk keseluruhan lawan-lawan di sini bagus semua, jadi waktu dapat Best Madya itu juga saya nggak menyangka. Bersyukur sekali,” tuturnya.
Menurut Wayan, bonsai santigi memiliki keistimewaan pada daun, batang, dan usianya. Pohon yang ia rawat kini diperkirakan berusia sekitar delapan tahun sejak dari pemilik lama. Meski indah, perawatan santigi tak mudah.
“Perawatannya lumayan susah, harus stabil dari segi cuaca, kesuburan daun, dan airnya juga. Penyiraman rutin dua kali sehari dengan air tawar, dan sebulan sekali pakai air laut supaya daun tetap segar,” jelasnya.
Selain air laut, pupuk juga menjadi kunci perawatan agar santigi tetap subur. “Kuncinya perawatan saja. Harga bonsai tinggi tergantung karakter pohon, kesuburan, dan bentuknya. Kalau dirawat bagus, 3–4 tahun bisa naik banyak nilainya,” jelasnya.
Kini, Wayan memiliki lebih dari 50 bonsai santigi di rumahnya. Ia mengaku mulai serius menekuni hobi ini sejak awal 2024 setelah diajak temannya melihat pameran bonsai.
“Awalnya cuma penasaran, ternyata daya jualnya bagus juga. Lama-lama jadi suka dan serius ngerawat,” katanya.
Menurutnya, di antara berbagai jenis bonsai, santigi memiliki nilai jual tertinggi. Hal tersebut menjadi alasan utama, puluhan bonsai yang dimilikinya adalah jenis santigi.
“Kalau menurut saya, jenis yang paling tinggi harganya ya santigi. Karakternya unik, daun kecil, batang tua, dan kesannya hidup di alam liar,” tuturnya.
Salah satu pertandingan PON Bela Diri 2025. Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), menyisakan perburuan medali di tiga cabang olahraga, yaitu karate, ju-jitsu, dan wushu. Pada Sabtu (25/10/2025), tiga cabang olahraga ini menjadi bidikan para atlet dari berbagai kontingen provinsi demi menjaga asa meraih gelar juara umum dalam ajang multi-event nasional yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut.
Ketua Panitia PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, menuturkan persaingan sengit meraih gelar juara umum sangat terasa di tiga cabang olahraga tersebut, yang merupakan cabor tahap ketiga PON Bela Diri Kudus 2025. Sebelumnya, pada tahap pertama yakni Minggu (12/10/2025) hingga Kamis (16/10/2025) sebanyak empat cabang olahraga dipertandingkan yakni taekwondo, gulat, tarung derajat, dan judo. Sementara pada tahap kedua mempertandingkan pencak sIlat, sambo, dan shorinji kempo, pada Jumat (17/10/2025) hingga Selasa (21/10/2025).
“Kalau melihat tabel klasemen perebutan medali, memang menarik sekali, jarak beberapa kontingen sangat rapat sehingga juara umum masih terbuka lebar. Ini membuat peta persaingan semakin ketat, khususnya di cabang olahraga wushu yang masih akan mempertandingkan beberapa nomor di hari terakhir,” ujar Ryan saat sesi jumpa pers pada Sabtu (25/10/2025).
Sinyal ketatnya persaingan perburuan medali pada tahap ketiga PON Bela Diri Kudus 2025 terlihat dari kontingen Jawa Timur (Jatim), yang berhasil mendominasi perolehan medali emas sementara pada cabang olahraga wushu sejak Jumat (24/10/2025). Dari delapan medali emas yang diperebutkan pada nomor taolu – kung fu, Jatim berhasil memborong setengah lusin keping emas sekaligus.
Sehari kemudian, Sabtu (25/10/2025), Jatim kembali menambah dua medali emas melalui Muhammad Daffa “Golden Boy” Hidayatullah di nomor jian shu putra dan Jennifer Tjahyadi di nomor gun shu putri. Jatim kini memimpin klasemen sementara perolehan medali wushu dengan 12 medali yang terdiri atas delapan medali emas, tiga medali perak, serta satu perunggu.
Daffa dan Jennifer kembali melanjutkan tren positif setelah sehari lalu masing-masing atlet sukses merebut medali emas di nomor chang quan putra dan putri. Jennifer pun meluapkan rasa gembiranya atas pencapaian dua keping emas yang berhasil diraih dalam dua hari terakhir.
“Saya bangga bisa menyumbangkan dua medali emas untuk Jawa Timur, tetapi perjuangan belum selesai karena masih ada satu pertandingan lagi besok. Semoga saya bisa tetap tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Jawa Timur,” katanya.
Hampir senada dengan Jennifer, Daffa juga mengungkapkan rasa syukur atas raihan medali emas keduanya dari tiga nomor yang diikuti. Ia menilai, kunci keberhasilannya tidak semata berasal dari kemampuan pribadi, melainkan juga dari kekompakan tim yang solid. Dukungan pelatih, rekan-rekan atlet, serta para pengurus yang terus memberikan semangat.
“Tim yang tidak terlihat di lapangan itu, bagi saya, juga menjadi hal penting dari kemenangan seorang atlet,” ujar sang “Golden Boy”.
Sementara, Ketua Pengurus Provinsi Wushu Jatim HM Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti menyatakan, target delapan medali emas yang dicanangkan sejak awal akhirnya tercapai. Meski demikian, ia menegaskan para atlet tetap harus rendah hati, mengingat masih ada lima nomor pertandingan yang berpeluang menambah koleksi medali.
“Jadi saya sampaikan ke rekan-rekan atlet dan ofisial, jangan jadikan target ini menjadi beban, tapi justru menjadi inspirasi. Bermain lepas, jangan terlalu tertekan,” ujar pria berkacamata yang karib disapa Andi ini.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI), Ngatino, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya PON Bela Diri Kudus 2025. Menurutnya, ajang ini menjadi momentum penting yang mampu membangkitkan kembali semangat para atlet yang telah lama berlatih dan menantikan kesempatan untuk unjuk kemampuan di level nasional.
Bagi PBWI, ajang yang berlangsung pada 11-26 Oktober ini menjadi kesempatan penting untuk menjaring dan menggali potensi atlet-atlet berbakat. Data dan rekam jejak para atlet pada ajang multi-event ini juga menjadi bahan pertimbangan utama dalam proses pemanggilan ke pelatnas.
“PON Bela Diri Kudus 2025 menjadi bagian pengamatan kami dalam menilai dan mengambil atlet berdasarkan record pertandingannya,” jelasnya.
Sementara itu, menukil perebutan medali di cabang olahraga karate, sebanyak 242 karateka dari berbagai provinsi di Tanah Air beradu ketangkasan untuk memperebutkan total 60 medali. Satu di antara ratusan karateka yang berlaga di Djarum Arena adalah atlet muda asal Kudus, Muhammad Dzaka Hibatullah, yang mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Jateng pada PON Bela Diri Kudus 2025.
Bertanding di nomor kumite -75 kg putra, Dzaka tampil percaya diri sejak babak penyisihan. Langkahnya terhenti di semifinal setelah kalah dari atlet pelatnas asal Jatim, Ignatius Joshua Kandou. Meski gagal menembus partai final, pencapaian Dzaka tetap menjadi sumber kebanggaan bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat Kudus.
Debut di hadapan publik sendiri memberi semangat tersendiri bagi Dzaka. Ia mengaku telah mempersiapkan diri menghadapi lawan-lawan tangguh pada ajang multi-cabang ini. Meski di babak awal lawan-lawan yang dihadapinya tampil kuat, ia terus mendapatkan arahan dari pelatih untuk tetap tampil tenang dan menikmati permainan agar performanya bisa maksimal.
“Walaupun cuma perunggu, tapi ini sudah hasil terbaik,” Dzaka, sumringah.
Sementara, Umar Syarief, legenda karate Indonesia yang hadir di Djarum Arena, mengapresiasi pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025 yang disebutnya sebagai gebrakan luar biasa dalam upaya membangun ekosistem kompetisi cabang olahraga bela diri di Tanah Air. Ia berharap kegiatan yang digagas KONI Pusat bersama Djarum Foundation itu tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Umar juga menekankan pentingnya keberlanjutan kompetisi sebagai wadah bagi atlet-atlet muda untuk terus mengasah kemampuan dan memperkuat mental bertanding.
“Semua prestasi itu datang dari bawah. Kalau mau membangun, ya harus ada kompetisi seperti ini. Kita berikanlah ruang bertanding, karena dari situ atlet naik ke nasional, lalu ke multi-event seperti SEA Games dan Asian Games,” ujarnya.
Pada daftar akhir perolehan medali cabang olahraga karate, DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan total enam medali yang terdiri atas tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu). Jawa Barat (Jabar) menyusul di peringkat kedua dengan tujuh medali (2 emas, 2 perak, dan 3 perunggu), sementara Sulawesi Selatan melengkapi tiga besar lewat raihan enam medali (2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu).
Adapun pada daftar terakhir perolehan medali cabang olahraga ju-jitsu, kontingen Jawa Timur menempati posisi teratas dengan raihan delapan medali (5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu). Di posisi kedua terdapat Jawa Barat dengan 11 medali (4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu), disusul DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan enam medali (4 emas dan 2 perunggu). Sementara itu, Jawa Tengah menempati posisi keempat dalam klasemen akhir dengan 1 emas, 7 perak, dan 6 perunggu.
Kilas Balik Perolehan Medali dari Tujuh Cabang Olahraga
Menjelang hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 pada Minggu (26/10/2025), tujuh cabang olahraga telah merampungkan pertandingan. Gulat dan judo menjadi dua cabang olahraga yang menuntaskan seluruh rangkaian pertandingannya pada tahap pertama PON Bela Diri Kudus 2025 pada Selasa (14/10/2025).
Jatim menempati posisi teratas klasemen akhir pada cabang olahraga gulat dengan raihan total 10 medali (6 emas, 3 perak, dan 1 perunggu). Di posisi kedua, Jateng mengumpulkan 15 medali (5 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), disusul Jabar di peringkat ketiga dengan sembilan medali (3 emas, 2 perak, dan 4 perunggu).
Adapun pada cabang olahraga judo, DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan raihan 15 medali, (7 emas, 4 perak, dan 4 perunggu). Jabar di peringkat kedua dengan 16 medali (5 emas, 4 perak, dan 7 perunggu), sementara Bali melengkapi tiga besar dengan torehan 11 medali (3 emas, 3 perak, dan 5 perunggu).
Begitu pun dengan rangkaian pertandingan pada cabang olahraga taekwondo yang rampung pada hari yang sama, Selasa (14/10/2025). Kontingen Jabar menempati peringkat teratas dalam klasemen terakhir perolehan medali taekwondo dengan raihan 14 medali (10 emas dan 4 perunggu). Jateng, yang mengoleksi total 19 medali (4 emas, 6 perak, dan 9 perunggu), menempati peringkat kedua, lalu peringkat ketiga ditempati oleh DKI Jakarta dengan raihan 11 medali, (3 emas, 4 perak, dan 4 perunggu).
Sementara pada Kamis (16/10/2025), kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan sejarah dengan menempati posisi teratas daftar perolehan medali terakhir cabang olahraga tarung derajat. Para atlet tarung derajat NTB memborong sembilan medali (5 medali emas, 3 perak, 1 perunggu).
Setelah NTB, posisi tiga besar perolehan medali akhir tarung derajat dilengkapi oleh Bali di urutan kedua dengan tujuh medali (3 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Jawa Timur menempati peringkat ketiga dengan enam medali (3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu).
Pencak silat, sambo, dan shorinji kempo, menjadi tiga cabang olahraga yang mengisi tahap kedua penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Jateng menegaskan dominasinya pada cabang olahraga sambo dengan torehan lima medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu, sekaligus menambah daftar panjang prestasi mereka pada PON Bela Diri 2025.
Peringkat kedua pada cabang olahraga ini ditempati oleh Kalimantan Timur (4 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), lalu DKI Jakarta di peringkat ketiga (4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu), dalam daftar perolehan medali terakhir.
Pencak silat juga menjadi lumbung medali bagi kontingen Jateng dengan perolehan setengah lusin keping emas serta satu perunggu. Peringkat kedua ditempati DKI Jakarta dengan delapan medali (3 emas, 2 perak, dan 3 perunggu), lalu Lampung melengkapi tiga teratas daftar perolehan medali terakhir, dengan catatan lima medali (2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu).
DKI Jakarta keluar menempati posisi teratas tabel medali terakhir pada cabang olahraga shorinji kempo dengan raihan 11 medali (7 emas, 2 perak, 2 perunggu). Jabar menyusul di posisi kedua dengan lima medali (3 emas dan 2 perak), disusul Maluku di peringkat ketiga dengan empat medali (3 emas dan 1 perunggu).
Senyum penjual sate kambing di ajang PON Bela Diri 2025. Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 juga berdampak positif terhadap perekonomian Kabupaten Kudus terutama para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Para pekaku UMKM merasa mendapat berkah, karena jualan laris manis.
PON Bela Diri Kudus 2025 di yang digelar Djarum Arena, Kaliputu, Kudus merupakan kerja sama antara Djarum Foundation dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memang menyediakan belasan stand gratis untuk pelaku UMKM.
Terlihat setiap hari, terutama jam istirahat siang stand-stand UMKM yang disediakan selalu ramai pembeli. Satu di antaranya adalah stand sate dan gulai kambing Pak Ahmad yang setiap hari penjualan laris manis.
Putra Pak Ahmad yakni Ahmad Riyadi (34).mengatakan selama berjualan di gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 cukup laris. Setiap hari rata-rata mampu menjual sampai 2 ribu tusuk sate kambing.
“Kita berjualan sejak hari pertama PON Bela Diri Kudus 2025, mulai pukul 07:00 WIB sampai pukul 17:00 WIB. Seharinya kami mampu menjual 2 ribu tusuk sate kambing atau kurang lebih 200 porsi,” ujarnya saat ditemui di stand, Sabtu (25/10/2025).
Dia mengungkapkan, menjual sate kambing di even PON Bela Diri Kudus 2025 dengan harga Rp50 ribu per porsi. Sementara gulai dijual dengan harga Rp40 ribu seporsi. Sajian sate dan gulai sudah bersama nasi putih.
“Penjualan sate dan gulai kambing selama gelaran PON Bela Diri Kudus cukup laris. Dan kami berterima kasih kepada Djarum Foundation yang memberikan stand gratis bagi UMKM, termasuk kami. Kami berharap, ke depan bisa dilibatkan lagi ketika ada event-event olahraga di Kudus,” harapnya.
Penjualan cukup laris juga terjadi pada Soto Kerbau Djatmi. Makanan khas Kabupaten Kudus tersebut cukup diminati para atlet dan pengunjung.
Penjaga stand yakni Rusmiati menuturkan, banyak pengunjung dari lain daerah yang datang untuk mencicipi enaknya Soto Kerbau Djatmi. Menurutnya, hampir seluruh kontingen yang datang ke PON Bela Diri Kudus 2025
“Penjaualannya cukup laris.Rata-rata kami mampu menjual 150 porsi soto kerbau per hari,” ujarnya.
Untuk bisa menikmati Soto Kerbau Djatmi para pengunjung hanya cukup membayar dengan harga Rp15 ribu seporsi. Harga tersebut belum termasuk minum dan lauk lainnya seperti begedel, tempe goreng maupun kerumpuk rambak (kulit kerbau).
Gelaran PON Bela Diri Kudus beberapa kali disebut berdampak pada perekonomian, baik dari pihak Djarum Foundation maupun Bupati Kudus. Selain UMKM, kamar hotel, wisma maupun kos-kosan di Kudus hampir semuanya penuh. Travel juga ramai disewa oleh para kontingen peserta PON.
Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna. Foto: Umi Nurfaizah
BETANEWS.ID, JEPARA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Agus Sutisna menilai pendataan dan sinkronisasi data Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kota Ukir masih lemah.
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara jumlah TKA di Jepara yang tercatat pada tahun 2025 sebanyak 419 orang.
Agus menilai angka itu belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Data resmi menunjukkan ada 419 tenaga kerja asing di Jepara. Tapi saya yakin jumlah riilnya lebih besar dari itu. Artinya, masih ada TKA yang bekerja tanpa terdata atau tidak melaporkan pembaruan izin,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (25/10/2025).
Agus menjelaskan, lemahnya pelaporan dan sinkronisasi data antara perusahaan dan pemerintah daerah membuat pengawasan menjadi tidak optimal.
Padahal, setiap tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia wajib tercatat dan memiliki izin kerja resmi sebagaimana diatur dalam Perpres No. 34 Tahun 2021 dan Permenaker No. 8 Tahun 2021.
“Tanpa data yang akurat, kita kehilangan kendali kebijakan. Kita tidak tahu siapa yang bekerja, di mana, dan berapa kontribusinya bagi daerah,” tambahnya.
Selain itu, Agus juga menyoroti pentingnya penerapan transfer of knowledge atau alih keterampilan dari TKA kepada tenaga kerja lokal.
Menurutnya, kehadiran tenaga asing harus menjadi jembatan peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan justru menciptakan ketimpangan kompetensi.
“Kita tidak menolak TKA. Tapi mereka harus berbagi ilmu, bukan sekadar bekerja. Transfer of knowledge harus menjadi budaya, bukan formalitas,” ujarnya.
Agus mendorong setiap perusahaan di Jepara yang menggunakan TKA untuk memiliki program pendampingan tenaga lokal baik berupa pelatihan langsung, mentoring, atau sertifikasi bersama. Dengan begitu, keahlian yang dibawa tenaga asing bisa menjadi modal penting bagi penguatan SDM lokal.
Evakuasi YL (50), warga asal Jawa Barat. Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Warga Dukuh Cacah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam rumah yang dipenuhi tumpukan sampah, Sabtu (25/10/2025).
Penemuan tersebut bermula dari bau menyengat yang sudah tercium warga sejak empat hari terakhir.
Korban diketahui berinisial YL (50), warga asal Jawa Barat yang diketahui tinggal seorang diri sejak tahun 2017. Selama ini, YL dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Seorang warga setempat, Prihanto, mengungkapkan, kecurigaan mulai muncul ketika bau tidak sedap semakin menyengat dan sejumlah lalat terlihat keluar dari rumah korban.
“Korban dikenal tertutup, hidup sebatang kara, dan tidak pernah keluar rumah sejak tahun 2017. Terakhir saya melihat korban empat hari lalu saat menerima pesanan makanan secara online,” ujarnya.
Warga kemudian melaporkan temuan itu ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas Polsek Margorejo datang ke lokasi bersama tim medis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Margorejo, AKP Dwi Kristiawan, membenarkan laporan penemuan mayat tersebut. Menurutnya, laporan masuk ke pihak kepolisian pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
“Berdasarkan identifikasi fisik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” jelasnya.
Jenazah YL kemudian dievakuasi ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih menelusuri identitas lengkap dan keberadaan keluarga korban guna menentukan langkah berikutnya.
Sementara itu, suasana di sekitar rumah korban dipadati warga yang penasaran. Petugas memasang garis polisi untuk menjaga lokasi agar tidak mengganggu proses penyelidikan.