Beranda blog Halaman 164

Liga 4 Tak Jadi Bergulir di Pati

0
Rapat Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Kompetisi Liga 4 putaran kabupaten di Pati dipastikan tak dapat bergulir tahun ini. Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati Dian Dwi Budianto mengungkapkan, keputusan itu diambil lantaran hanya dua klub lokal yang berbadan hukum.

“Belum bisa untuk tahun ini. Sampai sekarang belum ada (klub) yang mendaftar,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).

Baca Juga: PON Bela Diri 2025, Jawa Barat Masih Perkasa di Puncak Klasemen Ju-jitsu dan Wushu Mulai Dipertandingkan

Dalam audiensi dengan Bupati Pati, Askab PSSI menyampaikan sejumlah program yang telah dilaksanakan maupun. Termasuk rencana program yang tengah dipersiapan, yakni Liga 4 putaran kabupaten.

Hanya saja, PSSI Pati menghadapi kendala mendasar untuk memutar kompetisi lokal tersebut. Mengingat, sesuai regulasi syarat memutar Liga 4 minimal diikuti delapan klub lokal yang telah berbadan hukum. Kondisi di Pati saat ini klub lokal yang berafiliasi dengan PSSI setempat mayoritas belum memiliki badan hukum.

“Perlu kami informasikan, saat ini baru ada dua klub yang berbadan hukum, yaitu Safin FC dan Pati Soccer Akademi. Padahal untuk meyelenggarakan Liga 4 Piala Bupati harus diikuti minimal delapan klub berbadan hukum,” ungkapnya.

Kondisi demikian menjadikan pihaknya tidak bisa menyelenggarakan Liga 4 putaran kabupaten. Askab PSSI Pati kini fokus untuk mendorong klub lokal agar segera mengurus badan hukum.

“Kalau tahun depan kami yakin bisa menyelenggaran Liga 4. Kemungkinan tidak hanya delapan klub yang berbadan hukum, bisa jadi 22 klub untuk tahun depan,” jelasnya.

Optimisme itu diungkapkan Dian setelah dalam audiensi Bupati Sudewo menjanjikan untuk membantu pengurusan badan hukum untuk klub-klub lokal.

“Alhadulillah, tadi Pak Bupati merespon langsung keluhan kami. Kemudian langsung ditargerkan pengurusan badan hukum 20 klub lokal akan rampung dalam dua bulan,” lanjutnya.

Untuk mendukung percepatan badan hukum itu, Askab PSSI Pati segera melakukan verifikasi klub lokal yang siap berbadan hukum. Pihaknya juga akan mendampingi klub dalam mempersiapkan proses tersebut. 

Selain Liga 4 dan badan hukum klub, PSSI Pati dalam kesempatan itu juga sekaligus meminta dukungan terhadap tim Pati yang akan berlaga dalam kualifikasi Porprov Jateng. Pihaknya menargetkan tim Bumi Mina Tani lolos dan dapat berlaga dalam Porprov Jateng tahun depan.

Sementara, Bupati mengapresiasi semangat dan kerja keras pengurus PSSI Kabupaten Pati yang terus berupaya memperbaiki tata kelola sepak bola lokal. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja kerjanya itu, menurut bupati sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan meneguhkan komitmen bersama untuk membangkitkan kembali kejayaan sepak bola di Pati.

“Saya menerima silaturahmi Pengurus PSSI Kabupaten Pati. Mereka akan berjuang sekuat tenaga untuk membangkitkan sepak bola Kabupaten Pati, termasuk mengupayakan semua klub lokal berbadan hukum,” katanya.

Baca Juga: PON Bela Diri Kudus 2025, Momentum Lahirnya Bintang Ju-jitsu Indonesia

Sudewo juga membenarkan pihaknya akan sepenuhnya membantu pengurusan badan hukum klub lokal. Langkah itu sebagai wujud dukungan penuh Pemkab Pati memperkuat keberadaan klub lokal dengan memenuhi regulasi PSSI. 

Bupati pun mengungkapkan, dirinya sejak lama support dengan upaya membangkitkan sepak bola Pati. Di antaranya dengan mengupayakan pembenahan infrastruktur berupa renovasi Stadion Joyokusumo agar berstandar FIFA.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kalah di Tiga Laga Terakhir, Manajemen Persijap Bakal Evaluasi Tim

0
Latihan tim Persijap. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Permainan Persijap Jepara selama tiga laga terakhir BRI Super League Musim 2025/2026 di kandang sendiri membuahkan hasil yang tidak memuaskan. 

Meski masih mampu dua kali mencetak gol saat melawan Persita Tangerang dan Bali United, hasil itu tetap membuat kecewa para pendukung setia Laskar Kalinyamat. Kekecewaan juga turut disampaikan oleh pihak manajemen Persijap. 

Baca Juga: PON Bela Diri 2025, Jawa Barat Masih Perkasa di Puncak Klasemen Ju-jitsu dan Wushu Mulai Dipertandingkan

Manajer Persijap Jepara, Egat Sacawijaya menyampaikan bahwa pihaknya merasa sangat kecewa, namun tetap berusaha berpikir jernih dan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum mengambil langkah tegas.

“Pastinya kami semua kecewa dengan hasil yang sangat buruk ini. Dari tiga pertandingan home, kami belum mendapatkan poin penuh,” katanya pada Sabtu, (25/10/2025). 

Menurut Egat, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan anak asuh Mario Lemos tidak mendapatkan hasil yang maksimal. 

Yaitu absennya neberapa pemain andalan akibat cedera dan akumulasi kartu. Dalam laga terakhir melawan Bali United, Laskar Kalinyamat juga hanya bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. 

“Inilah sepak bola, kami tidak bisa memprediksi. Tapi kami terus berpikir ke depan dan melakukan evaluasi di setiap pertandingan,” katanya. 

Meski kecewa, Egat menegaskan jika pihak manajemen tidak akan mengambil keputusan dengan terburu-buru. 

Ia memastikan setiap langkah akan dipertimbangkan dengan matang, termasuk kemungkinan perubahan dalam struktur tim maupun strategi pelatih. 

Kemungkinan perubahan itu menurutnya akan dilakukan usai melihat hasil pertandingan melawan Bhayangkara FC pada Senin, (27/10/2025) mendatang. 

“Kompetisi masih panjang. Kami tidak bisa mengambil keputusan sepihak. Setelah melawan Bhayangkara FC, baru kami duduk bersama membicarakan keputusan manajemen,” katanya. 

Saat ini pihakn manajemen, menurut Egat masih memberikan kepercayaan penuh kepada pemain dan pelatih Mario Lemos untuk meracik strategi terbaik. 

Beberapa pemain yang sebelumnya belum mendapatkan kesempatan tampil, akan dimunculkan sebagai opsi dalam laga berikutnya. 

“Kami harus memberikan kepercayaan kepada pemain yang ada. Coach Mario yang akan menentukan siapa yang layak dimainkan lawan Bhayangkara nanti,” ujarnya.

Meski belum ada keputusan resmi, Egat mengisyaratkan adanya kemungkinan penambahan pemain di putaran kedua. 

“Kalau menambah pemain, tentu belum bisa sekarang. Tapi di putaran kedua kami sudah mulai mempersiapkan,” jelasnya.

Baca Juga: PON Bela Diri Kudus 2025, Momentum Lahirnya Bintang Ju-jitsu Indonesia

Dengan pernyataan tegas, Egat menekankan bahwa saat ini fokus utama Persijap adalah memperbaiki performa tim dan meraih hasil positif di pertandingan selanjutnya.

“Kalau ditanya puas, tentu sangat tidak puas. Tapi kami harus tetap profesional, jalankan kompetisi sampai akhir, dan berharap perbaikan bisa segera terlihat,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tanggul Sungai Widodaren Ambrol, Warga Ketitangwetan Cemas Ancaman Banjir Susulan

0
Tanggul Sungai Widodaren jebol sepanjang 35 meter. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Suasana panik melanda warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, setelah hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (24/10/2025) malam menyebabkan tanggul Sungai Widodaren ambrol selebar 35 meter. Pondasi tanggul yang terkikis derasnya arus air membuat sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kini terancam longsor.

Sejak Jumat pagi, warga bahu-membahu bersama aparat keamanan menahan luapan air agar tak semakin meluas. Rasa cemas kian terasa, sebab curah hujan masih tinggi dan debit sungai belum juga menunjukkan tanda-tanda surut.

Baca Juga: Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Sudewo Bakal Digelar 31 Oktober Mendatang

Untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah, personel Polsek Batangan dan Koramil Batangan bersama warga setempat langsung turun tangan membangun tanggul darurat dari karung berisi tanah.

“Tanggul darurat ini dibuat agar air tidak semakin menggerus tanggul dan meluas ke permukiman,” ujar Kapolsek Batangan IPTU Muhammad Setiawan, Sabtu (25/10/2025).

Setiawan mengingatkan, jika penanganan tidak dilakukan segera, ambrolan tanggul bisa bertambah lebar. Air bahkan dikhawatirkan meluap hingga ke jalur Pantura yang letaknya tidak jauh dari lokasi.

Ia menilai, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan dan mengganggu arus lalu lintas nasional, mengingat jalur Pantura menjadi nadi utama transportasi di Jawa Tengah bagian timur.

Sementara itu, Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi. Tahun lalu, tanggul Sungai Widodaren juga sempat ambrol, namun kerusakannya tak separah kali ini.

“Tahun lalu sudah pernah ambrol, tapi tidak selebar sekarang. Kami sudah ajukan perbaikan ke BBWS maupun Dinas PU Pati, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

Baca Juga: Atasi Banjir di Batangan, Gorong-gorong Raksasa Akan Dibangun di Jalur Pantura

Ali berharap, pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera turun tangan memperbaiki tanggul secara permanen. Sebab, lokasi ambrolnya tanggul ini berada di jalur vital yang berdampak langsung pada permukiman warga dan aktivitas lalu lintas di jalur Pantura.

“Jika dibiarkan, bukan hanya warga yang dirugikan, tapi juga pengguna jalan yang melintas di jalur utama antarprovinsi ini,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kabar Baik! Debit Air Bendung Klambu Turun, Bukaan ke Sungai Juwana Ditutup Total

0
Bendung Wilalung. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Debit air di Bendung Klambu saat ini menunjukan penurunan, Sabtu (25/10/2025). Sehingga bukaan pintu nomor 8 Bendung Wilalung yang semula dibuka 20 centimeter ke arah Sungai Juwana, kini telah ditutup total.

Operator dan Pemeliharaan (OP) Bendung Wilalung, Karno mengatakan, saat ini debit air di Bendung Klambu sudah mengalami penurunan. Menurutnya, per pukul 8.00 WIB, debit air sudah di angka 745m³/detik.

Baca Juga: Sumringahnya Laeli, Penjualan Naik 60 Persen Berkat ASN Belanja di Pasar Kliwon Kudus

“Sedangkan untuk elevasi air di Bendung Wilalung saat ini masih tinggi. Dengan elevasi walking tanggul di angka 225 centimeter dan tinggi jagaan tanggul 25 centimeter,” bebernya saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/10/2025). 

Ia menyebut, penutupan pintu nomor 8 yang mengarah ke Sungai Juwana dilakukan pukul 20.00 WIB, Jumat (24/10/2025). Sehingga saat ini kondisi pintu nomor 8 sudah ditutup total. 

“Mudah-mudahan debit air semakin menurun dan intensitas hujan di daerah hulu juga menurun. Himbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada dengan kondisi apapun,” tuturnya. 

Baca Juga: Gerakan Belanja di Pasar Tradisional Mulai Dilaksanakan, Pasar Kliwon Kudus Diserbu Ratusan ASN

Diberitakan sebelumnya, Karno menuturkan, bahwa pintu nomor 8 Bendung Wilalung dibukan sekira 20 centimeter ke arah Sungai Juwana. Hal itu dilakukan karena debit air sudah melebihi standar operasional prosedur (SOP) di angka 800m³/detik. 

“Bukaan ke arah Juwana kami lakukan penambahan dengan 10 centimeter pada pukul 6.00 WIB. Ini kita tambah karena sesuai SOP, jadi total saat ini, bukaan ke arah Juwana 20 centimeter,” bebernya, saat ditemui di kantornya, Jumat (24/10/2025).

- advertisement -

Meski Senang Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Tapi Petani Khawatir Munculnya Mafia Pupuk

0
Kamelan, petani Pati saat menggarap sawah. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen mulai Rabu (22/10/2025). Ketetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.

Kebijakan ini disambut antusias oleh petani di Kabupaten Pati, salah satunya Kamelan. Warga Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo itu mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena telah membantu meringankan petani.

Baca Juga: Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Sudewo Bakal Digelar 31 Oktober Mendatang

“Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah. Yang mana, sebagai tanda untuk mendukung pertanian, pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen,” ujarnya.

Kamelan menyampaikan, dengan kebijakan ini, harga pupuk urea yang tadinya Rp112.500 per sak kemasan 50 kilogram turun menjadi Rp90.000. Kemudian untuk Pupuk NPK Phonska turun dari Rp115.000 per sak kemasan 50 kilogram menjadi Rp92.000.

“Untuk stok, karena selama ini kuota subsidi itu dicukupi, ditambah, jadi stoknya lumayan aman,” imbuhnya.

Menurutnya, belum banyak petani yang mengetahui harga terbaru pupuk bersubsidi ini karena baru diumumkan kemarin. Tingkat pembelian juga masih normal seperti hari-hari sebelumnya.

“Sebetulnya ini kan baru, ya. Baru ada keputusan turun dan kemarin kemungkinan belum ada penebusan. Untuk hari ini mungkin mulai ada penebusan,” kata Kamelan.

Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani soal kemungkinan munculnya mafia pupuk yang menyebabkan langkanya pupuk bersubsidi di pasaran. Mengingat, harga pupuk bersubsidi dan non-subsidi bedanya cukup besar. Dia mencontohkan, harga Pupuk Urea per sak isi 50 kilogram bisa mencapai Rp450.000.

Baca Juga: Atasi Banjir di Batangan, Gorong-gorong Raksasa Akan Dibangun di Jalur Pantura

“Perbedaan harga antara non-subsidi dan subsidi yang terlalu tinggi itu kan untungnya banyak. Jadi sangat menggiurkan di mata para mafia pupuk,” sebutnya.

Makanya, Kamelan meminta pemerintah harus melakukan pengawasan sangat intens pada distribusi pupuk bersubsidi agar tidak dimainkan oleh para mafia.

“Bila pengawasan di tingkat distribusi tidak ada, kelangkaan pupuk bersubsidi bisa saja terjadi,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kolaborasi Pemprov Jateng dan Jatim Perkuat Kerja Sama Ekonomi

0
Penandatanganan 10 nota kesepahaman, dalam rangka peningkatan perekonomian Jateng-Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (24/10/2025) malam. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meningkatkan kerja sama, guna memperkuat perekonomian di kedua provinsi tersebut.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman, dalam rangka peningkatan perekonomian kedua daerah, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (24/10/2025) malam.

Baca Juga: Pemprov Jateng dan Kepolisian Atur Lalu Lintas di Titik Banjir, Kemacetan Jalur Demak-Semarang Mulai Terurai

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut, menambah beberapa kerja sama yang sebelumnya sudah disepakati antara kedua provinsi.

“Kerja sama ini untuk meningkatkan dan menumbuhkan ekonomi baru di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Ahmad Luthfi disela acara.

Sejumlah kerja sama yang dibangun meliputi: Dinas Ketahanan Pangan Jateng-Jatim terkait pembangunan dan pengembangan ketahanan pangan; Dinas Koperasi dan UMKM Jateng-Jatim terkait pemberdayaan dan pengembangan koperasi dan UMKM; Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan bidang industri dan perdagangan.

Selain itu, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan SDM industri produk tekstil dan alas kaki; Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim tentang pengelolaan perlindungan tanaman; dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan.

Sejumlah BUMD kedua provinsi juga menjalin kerja sama, meliputi PT Jateng Petro Energi (Perseroda) dengan PT Petrogas Jatim Utama; PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan PT Jatim Grha Utama (Perseroda); PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan dengan PT Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim; Kadin Jateng dengan Kadin Jatim; dan Hipmi Jateng dengan Hipmi Jatim.

“MoU (nota kesepahaman) ini akan segera kita tindaklanjuti, tidak hanya dengan antar OPD-nya (Organisasi Perangkat daerah) tetapi juga dengan beberapa BUMD, Kadin, dan Hipmi. Sehingga di dua provinsi ini akan timbul ekonomi baru di beberapa sektor,” katanya.

Luthfi mengatakan, kerja sama kedua provinsi tersebut merupakan salah satu bentuk collaborative government (pemerintahan kolaboratif). Dengan kerja sama ini harapannya mampu memperkuat ekonomi di kedua provinsi tersebut.

Ditambahkan Luthfi, sejumlah potensi ekonomi yang dapat dikolaborasikan di antaranya pemenuhan kebutuhan susu di Jawa Tengah yang diambil dari Jawa Timur, juga gula kristal yang banyak diproduksi di Banyumas Jawa Tengah dan sangat dibutuhkan oleh Jawa Timur.

“Kerja sama dan kolaborasi ini dalam rangka memperkuat posisi Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam rangka mendukung kebijakan Presiden, serta memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ucapnya.

Setali tiga uang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah pusatnya (punjere) nusantara.

“Dhawuh Mbah Kiai Maimoen Zubair, Jawa Timur dan Jawa Tengah harus nyawiji (bersatu). Jadi kalau Pak Gubernur (Ahmad Luthfi) bilang puser, beliau bilang Jawa Timur dan Jawa Tengah itu punjere Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga: Kaligawe dan Genuk Semarang Banjir, BPBD Jateng Kerahkan Mobil Pump

Oleh karenanya, menurut Khofifah, kerja sama dan kolaborasi antara Jawa Tengah dan Jawa Timur itu penting. Seluruh elemen strategis di kedua provinsi tersebut diharapkan tidak hanya tersambung secara institusional, tetapi juga dari sisi kemajuan bersama. Salah satunya dalam bidang perekonomian, di mana dua provinsi tersebut termasuk yang terbesar dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tentu, harapan kita adalah sinergi, sinergi, sinergi. Kolaborasi, kolaborasi, kolaborasi. Banyak sektor-sektor yang potensinya besar di Jawa Tengah dan kita membutuhkan. Sebaliknya ada sektor yang Jawa Tengah masih membutuhkan dari Jawa Timur, ini bentuk sinergi dan kolaborasi,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Penerimaan Bea Cukai Kudus Tercapai Rp29,9 T, Masih Jauh dari Target Rp48 T

0
Program Pemusnahan Serentak Bertahap Barang Hasil Penindakan (BHP) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta (Kanwil DJBC Jateng dan DIY), Rabu (22/10/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Kinerja penerimaan Kantor Bea Cukai Kudus hingga triwulan ketiga tahun 2025 masih menghadapi tantangan. Hingga akhir September 2025, realisasi penerimaan cukai baru mencapai Rp29,9 triliun dari target sebesar Rp48 triliun, atau sekitar 62 persen dari total target yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Lenni Ika Wahyudiasti, mengakui bahwa capaian tersebut menjadi evaluasi penting bagi jajarannya untuk terus memperkuat strategi pengawasan dan optimalisasi penerimaan di sektor hasil tembakau. Meski belum mencapai target, ia menegaskan bahwa tren pengawasan dan upaya pemberantasan rokok ilegal tetap menunjukkan hasil positif.

Baca Juga: Sumringahnya Laeli, Penjualan Naik 60 Persen Berkat ASN Belanja di Pasar Kliwon Kudus

“Selain menjaga arus penerimaan, kami berupaya keras memastikan agar peredaran rokok ilegal dapat ditekan semaksimal mungkin. Langkah ini penting untuk menjaga persaingan usaha yang sehat serta melindungi penerimaan negara,” ujarnya di Kantor Bea Cukai Kudus belum lama ini..

Sepanjang Januari hingga September 2025, kata Lenni, Bea Cukai Kudus mencatat 121 kali penindakan terhadap peredaran rokok ilegal dengan total 18,4 juta batang senilai Rp28,48 miliar, serta potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp19,07 miliar.

Dari sisi penanganan perkara, sebanyak 12 kasus telah diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice (Ultimum Remidium) dengan total denda administrasi senilai Rp4,18 miliar. Skema ini dipilih untuk menegakkan hukum secara humanis, sekaligus memulihkan potensi penerimaan negara dari pelanggaran cukai.

“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian penindakan pada 2025 memang menurun secara kuantitas, namun tetap efektif dalam menekan kerugian negara,” tandasnya.

Lenni mengungkapkan, pada 2024, Bea Cukai Kudus mencatat 164 penindakan dengan total 22,1 juta batang rokok ilegal senilai Rp30,46 miliar, serta potensi kerugian negara sebesar Rp21,18 miliar. Sementara di bidang penyidikan, pada tahun lalu Bea Cukai Kudus juga menunjukkan kinerja positif.

“Sepanjang 2024, 10 kasus tindak pidana cukai telah dinyatakan lengkap (P21) oleh kejaksaan, dan Restorative Justice senilai Rp2,25 miliar diterbitkan untuk memulihkan potensi penerimaan negara dari sektor tersebut,” ungkapnya.

Lenni menjelaskan, berbagai modus pelanggaran berhasil digagalkan, mulai dari penjualan melalui platform e-commerce, pendistribusian lewat jasa ekspedisi, hingga produksi dan penimbunan konvensional. Seluruh barang hasil penindakan telah diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami terus mendorong masyarakat agar berani menolak, melapor, dan tidak membeli produk rokok ilegal. Sementara bagi pelaku usaha, seluruh proses perizinan cukai dapat dilakukan dengan mudah dan gratis di Kantor Bea dan Cukai,” tegas Lenni.

Selain fokus pada pengawasan, tutur Lenni, Bea Cukai Kudus juga berperan dalam menyalurkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), sebesar 3 persen dari penerimaan cukai hasil tembakau dalam negeri disalurkan kembali ke daerah untuk mendukung program kesejahteraan masyarakat, kesehatan, serta penegakan hukum di bidang cukai.

Baca Juga: Gerakan Belanja di Pasar Tradisional Mulai Dilaksanakan, Pasar Kliwon Kudus Diserbu Ratusan ASN

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di wilayah eks Karesidenan Pati, Bea Cukai Kudus berkomitmen menegakkan hukum secara tegas, transparan, dan berkeadilan.

“Semangat Tangguh Mengawasi, Tulus Melayani bukan sekadar slogan, tetapi tekad seluruh insan Bea Cukai untuk hadir menjaga negeri sekaligus melayani masyarakat dengan hati,” tandas Lenni.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

PON Bela Diri 2025, Jawa Barat Masih Perkasa di Puncak Klasemen Ju-jitsu dan Wushu Mulai Dipertandingkan

0
Salah satu pertandingan ju-jitsu PON Bela Diri 2025. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Jumat (24/10/2025) pagi menandai dimulainya cabang olahraga wushu pada PON Bela Diri Kudus 2025. Rangkaian pertandingan yang berlangsung hingga Minggu (26/10/2025) itu digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, dengan mempertandingkan nomor taolu (seni jurus) dan sanda (tanding) putra dan putri dari total 24 kelas.

Seiring bergulirnya cabang olahraga wushu, ju-jitsu juga menggelar laga perdananya sebagai bagian dari tahap penutup ajang multi-cabang di kota kretek itu.

Baca Juga: Status Awas, Pintu Bendung Wilalung Dibuka 20 cm ke Arah Juwana

Rangkaian pertandingan ju-jitsu digelar selama dua hari, Jumat (24/10/2025) hingga Sabtu (25/10/2025), mempertandingkan total 15 nomor dari tiga kategori, yaitu show system, fighting system, dan newaza.

Pada hari pertama, cabang olahraga ini mempertandingkan kategori show system dan fighting system, dengan sembilan medali emas yang diperebutkan. Sehari berselang, nomor newaza digelar dengan enam medali emas tambahan.

Secara keseluruhan, sebanyak 153 atlet ju-jitsu dari 34 provinsi berkompetisi memperebutkan 15 medali emas sepanjang dua hari penyelenggaraan.

Cabang olahraga karate menuntaskan rangkaian pertandingan hari pertama pada PON Bela Diri 2025, yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/10/2025) petang.

Pada hari pembuka tersebut, kontingen Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah (Jateng), Banten, dan Nusa Tenggara Barat, masing-masing berhasil meraih medali emas perdana. Meski demikian, tuan rumah Jateng menempati posisi teratas dalam daftar perolehan medali sementara cabang olahraga ini berkat tambahan satu keping perunggu.

Beberapa sorotan pada hari pertama cabang olahraga karate datang dari nomor kata perorangan putra ketika karateka asal Nusa Tenggara Barat, Ahmad Zigi Zaresta Yuda, berhasil meraih medali emas. Sementara, Marzella Sekar (Banten) tampil gemilang dengan menjuarai nomor kata perorangan putri.

Pertandingan juga menyajikan aksi sengit di nomor kumite, dengan Fahrel Apriyansah Amartha (Lampung) keluar sebagai juara di kelas -60kg putra, sedangkan Ignatius Joshua Kandou (Jawa Timur) sukses meraih medali emas di kelas -75kg putra. Penampilan impresif lainnya datang dari Hera Irnandha (Jawa Tengah), yang menyumbangkan medali emas bagi tuan rumah pada nomor kumite +68kg putri.

Sementara, dalam seremoni pembukaan cabang olahraga karate, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya PON Bela Diri Kudus 2025. Ia berharap ajang tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi wadah pembinaan atlet-atlet bela diri nasional di masa depan.

Yoppy juga menegaskan komitmen Djarum Foundation untuk terus mendukung PB FORKI maupun induk olahraga bela diri lainnya. Bahkan, Djarum Arena disebutnya selalu terbuka untuk menjadi tuan rumah dan digunakan untuk berbagai kejuaraan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional.

“Kami pastikan GOR ini akan selalu hidup dan ramai oleh aktivitas olahraga. Kudus siap menerima kalian, dan Djarum Foundation siap mendukung kalian,” jelasnya.

Adapun, setelah menuntaskan pertandingan hari pertama, cabang olahraga karate pada PON Bela Diri Kudus 2025 melanjutkan rangkaian pertandingan pada Jumat (24/10/2025), dengan tetap menggunakan satu arena pertandingan di Djarum Arena 2A. Pada hari kedua ini, karate mempertandingkan nomor kata beregu putra dan putri, serta kumite -67 kg putra, kumite -55 kg putra, dan kumite +84 kg putra.

Seluruh pertandingan dimulai pukul 08.00 WIB dan akan ditutup dengan seremoni penyerahan medali sesudah seluruh nomor selesai dipertandingkan.

Hingga Jumat (24/10/2025) siang, kontingen Jawa Barat (Jabar) masih kokoh di puncak klasemen perolehan medali PON Bela Diri Kudus 2025 dengan total 66 medali, yang terdiri atas 27 emas, 11 perak, dan 28 perunggu. Dari tujuh cabang olahraga yang telah rampung dipertandingkan, taekwondo menjadi lumbung medali bagi Jabar melalui raihan 14 medali (10 emas dan 4 perunggu)

Dengan tiga cabang olahraga tersisa, yaitu ju-jitsu, karate, dan wushu, masih terbuka besar peluang bagi Jabar untuk mempertahankan posisi teratas hingga penutupan ajang multi-event ini.

Ketua Kontingen Jawa Barat (Jabar) Muhammad Budiana menyatakan, pencapaian pada PON Bela Diri Kudus 2025 menjadi bukti kesungguhan atlet dan pelatih di bawah koordinasi para ketua cabang olahraga bela diri di Jabar. Ia menegaskan, pasca-PON Aceh-Sumatra Utara, Jabar tak pernah berhenti berbenah dan terus melakukan evaluasi menyeluruh atas berbagai kekurangan yang terjadi pada ajang sebelumnya.

“Akibat evaluasi yang sering dilakukan oleh teman-teman dari masing-masing cabor (cabang olahraga), maka inilah hasilnya,” Budiana menanggapi perolehan sementara medali yang diraih kontingen Jabar.

Lebih lanjut Budiana menjelaskan, sebagian besar atlet Jabar yang tampil pada ajang yang berlangsung pada 12-29 Oktober ini, merupakan tim lapis kedua. Meski demikian, ia menegaskan bahwa persiapan Jabar tidak bisa disebut singkat, mengingat pembinaan prestasi di Jabar telah berjalan konsisten dari satu periode kepengurusan KONI ke periode berikutnya, sehingga proses pembinaan atlet tidak pernah terputus.

Oleh karena itu, kontingen Jabar datang ke Kudus dengan penuh rasa optimisme untuk berlaga di seluruh cabang olahraga, tanpa mengunggulkan satu atau dua cabang tertentu dari sepuluh yang dipertandingkan. Budiana menegaskan, seluruh cabang olahraga bela diri murni yang dipertandingkan menjadi andalan bagi kontingen Jabar dalam upaya mempertahankan dominasi prestasi pada PON Bela Diri Kudus 2025.

Baca Juga: Festival Kopi Muria 2025 Siap Digelar, Angkat Cita Rasa Kopi Khas Kudus ke Panggung Nasional

“Target kami juara umum dan harapannya hingga akhir ajang ini, kita tetap teratas,” kata Budiana.

“Dan lebih daripada itu, tidak hanya mengejar angka sebagai juara pertama, tetapi juga menjadikan PON Bela Diri Kudus 2025 ini sebagai sebuah evaluasi. Karena kita bertemu, berjumpa, dan bersilaturahmi lagi, dengan lawan-lawan kita. Nah, kita mengevaluasi terutama di sisi kelemahan kita, itu ditutup supaya menjadi keunggulan kita nantinya,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sumringahnya Laeli, Penjualan Naik 60 Persen Berkat ASN Belanja di Pasar Kliwon Kudus

0
Laeli Praditasari, pedagang pasar tradisional di Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berbelanja di pasar tradisional mulai dilaksanakan dan secara simbolis dilakukan di Pasar Kliwon, Jum’at (24/10/2025). Gerakan tersebut disambut suka cita para pedagang karena mampu mendongkrak penjualan.

Salah satu pedagang Pasar Kliwon yakni, Laeli Praditasari (22) mengaku senang adanya gerakan ASN Pemkab Kudus yang berbelanja di Pasar Kliwon. Adanya gerakan ini para pedagang merasa diperhatikan nasibnya oleh pemerintah.

Baca Juga: Status Awas, Pintu Bendung Wilalung Dibuka 20 cm ke Arah Juwana

“Sebab, selama ini keadaan pasar tradisional, termasuk Pasar Kliwon itu sepi pembeli. Makanya, pagi ini kami senang ada banyak ASN berbelanja,” ujar Laeli kepada Betanews.id.

Gadis asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tanjungrejo tersebut berjualan aneka bumbu dapur dan empon-empon. Menurutnya, dengan adanya ASN berbelanja di pasar penjualan hari ini meningkat.

“Dibanding hari biasa, penjualan hari ini meningkat drastis, kurang lebih sekira 60 persen. Tadi banyak ASN yang berbelanja di los kami,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan pedagang lain yakni, Anita Rahayu. Pedagang aneka camilan itu mengaku, ketika pagi biasanya pembeli masih sepi.

“Tetapi hari ini beda, banyak ASN datang dan berbelanja di Pasar Kliwon. Alhamdulillah tadi juga banyak yang beli,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, keadaan pasar tradisional beberapa tahun terakhir memang sepi, termasuk di Pasar Kliwon. Biasanya saat pagi belum ada pembeli sama sekali.

“Tapi hari ini alhamdulillah ada sudah kelarisan. Pagi-pagi ada beberapa ASN Pemkab Kudus yang berbelanja dan mendapatkan Rp 300 ribu,” bebernya.

Dia berharap program ASN Pemkab Kudus berbelanja di pasar tradisional terus berlanjut. Kalau bisa jangan satu bulan sekali, tetapi bisa beberapa kali.

“Kami berharap program ini terus berlanjut, dan tidak sebulan sekali, tetapi ASN dianjurkan berbelanja di pasar beberapa kali. Biar pasar bisa lebih ramai lagi,” harapnya.

Baca Juga: Festival Kopi Muria 2025 Siap Digelar, Angkat Cita Rasa Kopi Khas Kudus ke Panggung Nasional

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, program ASN belanja di pasar tradisional merupakan gerakan moral. Pasalnya, selama ini para pedagang mengeluhkan pasar tradisional sepi pembeli.

“Gerakan ini berguna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama para pedagang di pasar tradisional Kudus. Gerakan ini tidak hanya berlaku di pasar saja, tetapi juga di warung-warung sekitar kita untuk bisa meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Sam’ani di Pasar Kliwon Kudus.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Sudewo Bakal Digelar 31 Oktober Mendatang

0
Bupati Pati, Sudewo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memutuskan jadwal rapat paripurna penyampaian kinerja Pansus Hak Angket DPRD Pati terkait pemakzulan Bupati Pati Sudewo bakal digelar pada 31 Oktober 2025 mendatang.

Kepastian tersebut setelah dewan mengadakan Rapat Paripurna perubahan jadwal bulan Oktober 2025. Dalam kesempatan ini, para anggota DPRD Pati sepakat untuk menggelar rapat paripurna hasil Pansus Hak Angket pada Jumat depan.

Baca Juga: Sudewo Angkat Bicara soal Ambrolnya Jembatan di Pucakwangi yang Baru Saja Selesai Dibangun

”Tadi rapat renja tahun 2026 dan lain-lain. Kemudian dilanjutkan Rapat Paripurna perubahan jadwal bulan Oktober. Besok tanggal 31 Oktober menerima hasil kinerja pansus hak angket,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin, Jumat (24/10/2025).

Ia menyampaikan, kalau dalam rapat paripurna hak angket nanti disepakati, bakal dilanjutkan dengan penyampaian pendapat bagi anggota DPRD Kabupaten Pati. Nasib pemakzulan Bupati Pati Sudewo pun ditentukan di momen ini.

”Kalau nanti dilanjutkan dan disepakati, nanti dilanjutkan rapat penyampaian pendapat. Tapi itu harus disepakati. Bisa langsung hari itu, bisa lainnya. Tergantung kesepakatan DPRD,” sebutnya.

Ia berharap masyarakat Kabupaten Pati menerima hasil pansus  nanti. Ali meminta masyarakat percaya bahwa DPRD Kabupaten Pati bekerja sesuai dengan rel.

Ia menegaskan, bahwa tidak menginginkan terjadinya bentrok antarmasyarakat. Baik dari pendukung Bupati Pati Sudewo maupun Masyarakat Pati Bersatu diminta untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Kabupaten Pati.

”Kami berharap masyarakat Kabupaten Pati nanti menerima hasil pansus. Yakinlah, DPRD Pati melaksanakan yang terbaik. Kami harap kondusif. Yakinlah DPRD netral, tidak ada tekanan,” ucapnya.

Baca Juga: Jembatan Rp2 Miliar di Pucakwangi Ambrol Usai Diperbaiki

Untuk diiketahui, Pansus Pemakzulan Bupati Pati Sudewo kini sudah masuk tahap akhir. Pansus ini menyelidiki dugaan sejumlah kebijakan Bupati Pati Sudewo yang dinilai tidak sesuai aturan yang ada.

Sejumlah pihak telah dihadirkan untuk memberikan keterangan. Mulai dari mantan pegawai RSUD RAA Soewondo, Kepala Desa (Kades), beberapa camat hingga Bupati Pati Sudewo sendiri. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

PON Bela Diri Kudus 2025, Momentum Lahirnya Bintang Ju-jitsu Indonesia

0
Salah satu pertandingan ju-jitsu PON Bela Diri 2025. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Umum Pengurus Besar Ju-jitsu Indonesia (PBJI), Dedy Triharjanto, menyebut keikutsertaan cabang olahraga ju-jitsu dalam PON Bela Diri Kudus 2025 sebagai “hadiah besar” bagi dunia ju-jitsu nasional. 154 atlet dari 17 provinsi di seluruh Indonesia ambil bagian dalam ajang tersebut, dengan 15 nomor pertandingan yang dipertandingkan di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus.

“Ini luar biasa. PBJI mendapat hadiah besar dari KONI Pusat karena diberi kesempatan mengikuti 15 nomor pertandingan. Banyak atlet yang sebelumnya belum pernah tampil di ajang sebesar ini kini bisa berkompetisi di tingkat nasional,” ujar Dedy yang hadir bersama Sekretaris Jenderal PBJI, Ahmad Fakhrizal.

Baca Juga: 242 Karateka Perebutkan 60 Medali di PON Bela Diri Kudus 2025

Dedy yang baru dilantik sebagai Ketua Umum PBJI periode 2025–2029 menilai, gelaran PON Bela Diri Kudus menjadi momentum penting dalam pembinaan dan seleksi atlet ju-jitsu Indonesia. Ia menegaskan, ajang multi-event ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju SEA Games Bangkok 2025 yang akan berlangsung pada Desember mendatang.

Selain itu, kejuaraan ini turut mendorong perkembangan cabang olahraga ju-jitsu di berbagai daerah. Menurut Dedy, terdapat dua provinsi baru yang baru saja membentuk kepengurusan dan berhasil mengirimkan atlet ke Kudus. Ia optimistis, setelah ajang ini, semakin banyak daerah yang akan bergabung dengan PBJI.

“Saat ini PBJI sudah ada di 25 provinsi di Indonesia, tinggal beberapa lagi yang akan kami bentuk agar pemerataan pembinaan semakin kuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedy menuturkan bahwa ju-jitsu merupakan seni bela diri kuno yang telah ada sejak 230 SM dan masuk ke Indonesia pada 1940-an saat masa pendudukan Jepang. Seiring waktu, ju-jitsu tradisional berkembang pesat pada era 1980–1990-an, lalu mulai beradaptasi dengan gaya Brazilian ju-jitsu pada tahun 2000-an. PBJI kini menjadi wadah pemersatu kedua aliran tersebut dalam satu sistem pembinaan nasional.

“PBJI resmi terbentuk pada 2017 dan dilantik oleh Ketua KONI saat itu. Meski tergolong muda, organisasi ini sudah menorehkan banyak prestasi—dua kali tampil di Asian Games, tiga kali di SEA Games, satu kali di PON, satu kali di Asian Youth Games, serta berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan internasional,” paparnya.

Ia menambahkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menetapkan ju-jitsu sebagai salah satu cabang olahraga elite nasional, yang potensial menyumbang prestasi internasional bagi Indonesia.

Baca Juga: Hadi Tjahjanto: ‘PON Bela Diri Kudus 2025 Jadi Ajang Lahirkan Karateka Berkelas Dunia’

Di akhir, Dedy menyampaikan apresiasi kepada KONI Pusat atas suksesnya penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Ia juga berpesan kepada seluruh atlet untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan objektivitas selama bertanding.

“Kami berharap, PON Bela Diri Kudus 2025 ini mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak menjadi kebanggaan bangsa dan mengibarkan bendera Merah Putih di ajang dunia,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gerakan Belanja di Pasar Tradisional Mulai Dilaksanakan, Pasar Kliwon Kudus Diserbu Ratusan ASN

0
Bupati Kudus sedang berbelanja di Pasar Tradisional. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berbelanja di pasar tradisional mulai dilaksanakan, Jum’at (24/10/2025). Gerakan yang bertujuan meningkatkan perekonomian pasar tersebut disambut gembira para pedagang.

Terlihat, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus secara bersama mendatangi Pasar Kliwon pada Jum’at pagi (24/10/2025). Mereka berbondong-bondong ke lantai dua pasar tersebut untuk berbelanja berbagai keperluan.

Baca Juga: Festival Kopi Muria 2025 Siap Digelar, Angkat Cita Rasa Kopi Khas Kudus ke Panggung Nasional

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, program ASN belanja di pasar tradisional merupakan gerakan moral. Pasalnya, selama ini para pedagang mengeluhkan pasar tradisional sepi pembeli.

“Gerakan ini berguna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama para pedagang di pasar tradisional Kudus. Gerakan ini tidak hanya berlaku di pasar saja, tetapi juga di warung-warung sekitar kita untuk bisa meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Sam’ani di Pasar Kliwon Kudus.

Bupati Sam’ani mengimbau, dalam satu bulan sekali para ASN Pemkab Kudus berbelanja di pasar tradisional minimal Rp 50 ribu. Tetapi, kalau kebutuhannya di bawah atau di atas nominal tersebut, tidak jadi soal.

“Imbauan dari saya sebulan sekali. Tetapi, para ibu-ibu ASN ini kan setiap hari berbelanja, oleh karena itu seyogyanya berbelanja di pasar-pasar tradisionel,” sebutnya.

Dia mengatakan, bahwa hari pertama ASN berbelanja di pasar tradisional dilakukan secara simbolis di Paaar Klliwon. Nantinya setiap bulan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaporkan bahwa sudah berbelanja di pasar tradisional.

“Dampak dari kegiatan ini akan dihitung secara berkala. Ada beberapa indikator yang jadi acuan, apakah ada peningkatan ekonomi atau tidak. Semoga dengan ASN belanja di pasar tradisional mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga: Bonsai Rp1 M Ikut Ramaikan Pameran Nasional di Kudus

Sementara salah satu pedagang Pasar Kliwon, Anita Rahayu mengaku senang dengan adanya gerakan ASN berbelanja di pasar tradisional. Menuritnya, program tersebut sangat membantu meningkatkan penjualan.

“Tentunya senang adanya para ASN belanja di pasar tradisional. Sebab bisa mendongkrak penjualan yang selama ini sepi,” ujar Anita.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Atasi Banjir di Batangan, Gorong-gorong Raksasa Akan Dibangun di Jalur Pantura

0
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati selama tiga hari terakhir menyebabkan dua desa di Kecamatan Batangan terendam banjir. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dikabarkan akan membangun gorong-gorong berukuran besar di Jalur Pantura Pati–Rembang. Proyek ini bertujuan mengatasi banjir tahunan yang kerap melanda Kecamatan Batangan.

Hal itu disampaikan Bupati Pati Sudewo merespon terkait antisipasi banjir yang kerap melanda di Kecamatan Batangan tersebut. Menurutnya, pengerjaan pembangunan gorong-gorong itu akan dimulai tahun depan.

Baca Juga: Dua Desa di Batangan Pati Diterjang Banjir, 700 Rumah Tergenang

Bupati Pati Sudewo mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian PU terkait rencana pembangunan tersebut. Lokasi yang diusulkan berada di depan SMA Negeri 1 Batangan atau di Desa Jembangan.

“Itu menjadi kewenangan pemerintah pusat. Dan sudah saya koordinasikan dengan Menteri PU nanti di Jalan Pantura akan dibuatkan gorong-gorong besar,”ujar Sudewo saat ditemui di Masjid Agung Baitunnur Pati, Jumat (24/10/2025).

Ia menjelaskan, gorong-gorong akan dibangun di dua titik yang melintasi Jalan Pantura. Fungsinya untuk memperlancar aliran air dari sisi selatan ke sisi utara jalan, agar genangan air cepat surut saat hujan deras.

Meski begitu, Sudewo belum menjelaskan berapa besar anggaran yang akan digunakan.

“Insya Allah tahun depan akan diatasi oleh Menteri PU. Atau mungkin tahun ini sudah dicicil-cicil. Sudah saya usulkan untuk segera ditangani,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir kembali melanda wilayah Batangan pada Jumat (24/10/2025). Sekitar 700 rumah di Desa Raci dan Ketitangwetan terendam air setinggi 30 hingga 60 sentimeter setelah tanggul Sungai Widodaren jebol pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Menanggapi hal tersebut, Sudewo langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pati untuk melakukan penanganan darurat.

Baca Juga: Baru Selesai Diperbaiki, Jembatan di Pelemgede Pati Ambrol

“Tanggul yang jebol di Desa Raci sudah langsung ditangani oleh Dinas PUPR. Nanti saya cek lagi, saya udah perintah supaya segera ditangani,” katanya.

Warga berharap, perbaikan tanggul dilakukan secara permanen, mengingat banjir di kawasan tersebut sudah menjadi langganan setiap musim hujan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Atasi Krisis Air PDAM, Pemkab Jepara Siapkan Anggaran Rp500 Juta 

0
Warga Desa Kaliombo, Pecangaan, Jepara, antre mendapatkan air bersihd ari BPBD Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan anggaran senilai Rp500 juta untuk mengatasi krisis air di Perumda Tirta Jungporo atau PDAM Jepara. 

Direktur Utama PDAM Jepara, Lukman Hakim menjelaskan anggaran itu disiapkan untuk mengatasi persolaan air PDAM, khusus di Wilayah Jepara Selatan II. 

Baca Juga: Pemkab Jepara Buka Seleksi Delapan Jabatan Kosong, Terbuka Bagi PNS se-Indonesia

Meliputi Desa Kedungmalang, Karangaji, Tedunan Kecamatan Kedung; Desa Kaliombo Kecamatan Pecangaan; dan Desa Ujung Pandan Kecamatan Welahan. 

“Total investasi yang disiapkan untuk menyelesaikan persoalan air di Selatan II sekitar Rp500 juta,” kata Lukman pada Jumat, (24/10/2025). 

Lukman menjelaskan terdapat dua skema yan sudah disiapkan untuk mengatasi persolaan air di wilayah Jepara Selatan II. Yaitu penanganan jangka pendek dan jangka panjang. 

Untuk jangka pendek, langkah yang dilakukan yaitu dengan memaksimalkan sumber air dari empat sumur existing yang sudah dimiliki. 

Yaitu Sumur di Desa Gedangan, Kecamatan Welahan yang memiliki potensi air sebesar 15 liter/detik. Sumur Kalipucang, Kecamatan Welahan dengan potensi air 12 liter/detik. Sumur Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan dengan potensi air 10 liter/detik. Serta Sumur Batam di Desa Dongos dengan potensi air 8 liter/detik. 

Jika ditotal, empat sumber air itu memiliki kapasitas air 45 liter per detik. Untuk 1 liter air per detik, menurutnya mampu melayani 80 Sambungan Rumah (SR). 

“Jumlah pelanggan PDAM di lima desa itu 4.062 SR. Jika dikalikan itu baru bisa melayani 3.600 SR, karena kebutuhannya paling tidak 51 liter per detik, atau masih defisit 6 liter per detik,” jelas Lukman. 

Untuk mengatasi kekurangan sumber air itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana untuk membangun dua sumur baru di Desa Wanusobo dan Jondang, Kecamatan Kedung pada tahun 2026 mendatang.  

“Dua sumur itu, masing-masing diperkirakan bisa menghasilkan air 5-7 liter per detik, itu rencana jangka panjang untuk tahun depan,” ungkapnya. 

Kemudian untuk memastikan pasokan air bisa mengalir, sumur di Desa Gedangan akan difokuskan untuk pelanggan di Desa Ujung Pandan dengan jumlah sambungan mencapai 1.722 SR.  

“Karena jaraknya ini lumayan jauh, nanti akan kita pasang pompa booster, sehingga tekanan airnya bisa lebih kencang dan bisa mengalir sampai ke Desa Ujung Pandan,” katanya. 

Sementara untuk Sumur Purwogondo dan Kalipucang akan difokuskan untuk mengisi air di Instalasi Pengolahan Air (IPAL) yang berada di Bendungan Bongpes, Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan.  

“IPAL yang ada disana itu sudah 20 tahun tidak diganti. Sehingga saat di isi, airnya itu keruh seperti teh. Itu nanti akan kita ganti, dan digunakan untuk mengaliri air di Desa Kedungmalang, Kali Ombo, dan Karangaji,” lanjutnya. 

Sementara untuk Sumur Batam di Desa Dongos Kecamatan Kedung, akan difokuskan untuk mengaliri air di Desa Tedunan. 

Dari skema yang sudah disiapkan, alokasi anggaran Rp500 juta akan digunakan untuk perbaikan instalasi IPAL di Bendungan Bongpes, Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan sebesar Rp150 juta. Kemudian pengadaan dan pemasangan pompa booster untuk Sumur Gedangan sebesar Rp170 juta. 

Baca Juga: Air PDAM Wilayah Jepara Selatan Ditarget Mengalir Bulan Depan

Pengadaan tanah untuk sumur baru di Desa Wanusobo dan Jondang, Kecamatan Kedung sebesar Rp100 juta, dan pemasangan pipa distribusi jaringan sebesar 136 juta. 

“Harapannya dengan skema itu, di awal Bulan November nanti air sudah bisa mengalir. Ya meskipun belum bisa 24 jam, tapi kita pastikan bisa mengalir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan untuk jangka panjang akan kita tambah dua sumur baru,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Serapan Pupuk Subsidi di Jepara Tertinggi di Jateng, Capai 82 Persen

0
Petani sedang tandur di sawah yang terletak di pesisir Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID,JEPARA- Menjelang akhir tahun 2025, serapan kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Jepara sudah mencapai 82 persen. Serapan tersebut merupakan tertinggi se-Jawa Tengah. 

Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mundhofir menyebutkan di tahun 2025 alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Jepara mencapai 23.896.000 kg pupuk. 

Baca Juga: Pemkab Jepara Buka Seleksi Delapan Jabatan Kosong, Terbuka Bagi PNS se-Indonesia

Dengan rincian pupuk urea sebanyak 12.295.000 kg, pupuk NPK sebanyak 11.500.000 kg, pupuk organik sebanyak 100.000 kg, dan pupuk ZA sebanyak 1.000 kg. 

“Sampai Bulan Oktober, realisasinya sudah mencapai 82 persen. Serapannya relatif tinggi, tertinggi se-Jawa Tengah,” kata Mundhofir saat ditemui di Kantor DKPP Jepara, Jumat (24/10/2025). 

Dari serapan tersebut, Mundhofir mengatakan jika serapan pupuk di Kabupaten Jepara selama tahun 2025 berjalan lancar. 

“Serapan itu bisa diartikan bahwa proses untuk menyampaikan (pupuk) sampai ke tangan petani di Jepara berjalan lancar,” tambahnya. 

Sebab penyaluran pupuk bersubsidi untuk tahun 2025, menurut Mundhofir sudah dipersingkat. Dimana sebelumnya, penyaluran pupuk dari Pupuk Indonesia, kemudian ke distributor. Dari distributor baru kemudian diberikan ke kios pupuk lengkap atau KPL. 

Sedangkan mulai tahun 2025, penyaluran pupuk dari Pupuk Indonesia langsung disalurkan ke kios pupuk tanpa melewati distributor. Di Jepara, Mundhofir menyebutkan total terdapat 104 kios pupuk. 

“Untuk pembelian pupuk petani bisa mendapatkan langsung di kios pupuk. Penyalurannya sekarang tidak ke distributor tapi langsung ke kios pupuk, sehingga memangkas waktu penyaluran,” Jelas Mundhofir.  

Baca Juga: Air PDAM Wilayah Jepara Selatan Ditarget Mengalir Bulan Depan

Hingga Desember 2025, Mundhofir memprediksi serapan pupuk bersubsidi akan semakin tinggi. Terlebih saat ini beberapa petani sudah memasuki Masa Tanam (MT) Ke-1. Sehingga ada yang sudah mulai menanam padi.  

“Serapan pupuk sampai akhir tahun diprediksi akan terus naik. Apalagi, ada peraturan baru yang membuat harga pupuk turun, sehingga ini jadi kabar yang menggembirakan bagi petani,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -