31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Tanggul Sungai Widodaren Ambrol, Warga Ketitangwetan Cemas Ancaman Banjir Susulan

BETANEWS.ID, PATI – Suasana panik melanda warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, setelah hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (24/10/2025) malam menyebabkan tanggul Sungai Widodaren ambrol selebar 35 meter. Pondasi tanggul yang terkikis derasnya arus air membuat sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kini terancam longsor.

Sejak Jumat pagi, warga bahu-membahu bersama aparat keamanan menahan luapan air agar tak semakin meluas. Rasa cemas kian terasa, sebab curah hujan masih tinggi dan debit sungai belum juga menunjukkan tanda-tanda surut.

Baca Juga: Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Sudewo Bakal Digelar 31 Oktober Mendatang

-Advertisement-

Untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah, personel Polsek Batangan dan Koramil Batangan bersama warga setempat langsung turun tangan membangun tanggul darurat dari karung berisi tanah.

“Tanggul darurat ini dibuat agar air tidak semakin menggerus tanggul dan meluas ke permukiman,” ujar Kapolsek Batangan IPTU Muhammad Setiawan, Sabtu (25/10/2025).

Setiawan mengingatkan, jika penanganan tidak dilakukan segera, ambrolan tanggul bisa bertambah lebar. Air bahkan dikhawatirkan meluap hingga ke jalur Pantura yang letaknya tidak jauh dari lokasi.

Ia menilai, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan dan mengganggu arus lalu lintas nasional, mengingat jalur Pantura menjadi nadi utama transportasi di Jawa Tengah bagian timur.

Sementara itu, Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi. Tahun lalu, tanggul Sungai Widodaren juga sempat ambrol, namun kerusakannya tak separah kali ini.

“Tahun lalu sudah pernah ambrol, tapi tidak selebar sekarang. Kami sudah ajukan perbaikan ke BBWS maupun Dinas PU Pati, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

Baca Juga: Atasi Banjir di Batangan, Gorong-gorong Raksasa Akan Dibangun di Jalur Pantura

Ali berharap, pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera turun tangan memperbaiki tanggul secara permanen. Sebab, lokasi ambrolnya tanggul ini berada di jalur vital yang berdampak langsung pada permukiman warga dan aktivitas lalu lintas di jalur Pantura.

“Jika dibiarkan, bukan hanya warga yang dirugikan, tapi juga pengguna jalan yang melintas di jalur utama antarprovinsi ini,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER