BETANEWS.ID, PATI — Baru saja selesai diperbaiki, jembatan di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, kembali ambrol. Peristiwa ini pun langsung menjadi sorotan publik.
Jembatan yang menelan anggaran hampir Rp2 miliar dari APBD Kabupaten Pati itu kini rusak sebelum sempat dimanfaatkan oleh warga.
Bupati Pati, Sudewo, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa secara teknis, konstruksi jembatan sudah sesuai dengan spesifikasi. Namun, faktor cuaca ekstrem dan kondisi tanah yang belum stabil diduga kuat menjadi penyebab utama kerusakan tersebut.
“Itu secara konstruksi sudah sesuai spesifikasi. Hanya saja karena hujan deras dan penimbunan tanah belum sempurna. Pemadatannya belum maksimal, sudah diguyur hujan berkali-kali. Sehingga tanah mengandung air dengan beban yang sangat berat, ditambah ada kesalahan teknis, yaitu pipa pembuangan air kurang. Jadi menimbulkan jebol,” ujar Sudewo, Jumat (24/10/2025).
Ia mengaku telah meminta pihak kontraktor, CV Aji Karya Mukti, untuk segera memperbaiki jembatan tersebut.
“Tapi semua saya suruh cek. Semua pengerjaan saya minta dicek ulang agar pelaksanaannya bisa ditingkatkan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pelemgede, Hadi Mustamar, menyampaikan bahwa jembatan di wilayahnya kembali rusak setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa (21/10/2025) hingga Kamis (23/10/2025).
“Kondisi ini membuat tanggul jembatan di sebelah barat sisi utara terkikis dan ambrol,” jelasnya.
Menurut Hadi, proyek perbaikan jembatan sebenarnya sudah rampung sejak dua pekan lalu. Namun, karena curah hujan tinggi dan arus air yang kuat, bagian tanggul tidak mampu menahan tekanan.
Ia juga membantah kabar bahwa jembatan tersebut akan diresmikan.
“Rencananya hanya selametan saja,” ujarnya singkat.
Sementara itu, pelaksana lapangan proyek, Ahmad, menyebutkan bahwa ambrolnya jembatan tersebut diduga akibat hujan deras yang terjadi pada Kamis (23/10/2025) malam.
“Kemarin itu hujan deras, ada penurunan tanah, lalu dikikis air hujan dari kampung. Akhirnya jebol,” ujar Ahmad saat ditemui di lokasi, Jumat (24/10/2025).
Menurut Ahmad, proyek jembatan tersebut telah dikerjakan selama lima bulan terakhir dan baru selesai pada Kamis siang. Pekerjaan jembatan ini menelan anggaran sekitar Rp2 miliar.
“Panjangnya 12 meter dan lebarnya 7,5 meter. Sudah diserahkan kepada pemerintah, namun masih dalam masa pemeliharaan. Saat ini sedang kami tangani,” tambahnya.
Akibat ambrolnya jembatan ini, warga harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk sementara waktu.
Editor: Haikal Rosyada

