BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan anggaran senilai Rp500 juta untuk mengatasi krisis air di Perumda Tirta Jungporo atau PDAM Jepara.
Direktur Utama PDAM Jepara, Lukman Hakim menjelaskan anggaran itu disiapkan untuk mengatasi persolaan air PDAM, khusus di Wilayah Jepara Selatan II.
Baca Juga: Pemkab Jepara Buka Seleksi Delapan Jabatan Kosong, Terbuka Bagi PNS se-Indonesia
Meliputi Desa Kedungmalang, Karangaji, Tedunan Kecamatan Kedung; Desa Kaliombo Kecamatan Pecangaan; dan Desa Ujung Pandan Kecamatan Welahan.
“Total investasi yang disiapkan untuk menyelesaikan persoalan air di Selatan II sekitar Rp500 juta,” kata Lukman pada Jumat, (24/10/2025).
Lukman menjelaskan terdapat dua skema yan sudah disiapkan untuk mengatasi persolaan air di wilayah Jepara Selatan II. Yaitu penanganan jangka pendek dan jangka panjang.
Untuk jangka pendek, langkah yang dilakukan yaitu dengan memaksimalkan sumber air dari empat sumur existing yang sudah dimiliki.
Yaitu Sumur di Desa Gedangan, Kecamatan Welahan yang memiliki potensi air sebesar 15 liter/detik. Sumur Kalipucang, Kecamatan Welahan dengan potensi air 12 liter/detik. Sumur Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan dengan potensi air 10 liter/detik. Serta Sumur Batam di Desa Dongos dengan potensi air 8 liter/detik.
Jika ditotal, empat sumber air itu memiliki kapasitas air 45 liter per detik. Untuk 1 liter air per detik, menurutnya mampu melayani 80 Sambungan Rumah (SR).
“Jumlah pelanggan PDAM di lima desa itu 4.062 SR. Jika dikalikan itu baru bisa melayani 3.600 SR, karena kebutuhannya paling tidak 51 liter per detik, atau masih defisit 6 liter per detik,” jelas Lukman.
Untuk mengatasi kekurangan sumber air itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana untuk membangun dua sumur baru di Desa Wanusobo dan Jondang, Kecamatan Kedung pada tahun 2026 mendatang.
“Dua sumur itu, masing-masing diperkirakan bisa menghasilkan air 5-7 liter per detik, itu rencana jangka panjang untuk tahun depan,” ungkapnya.
Kemudian untuk memastikan pasokan air bisa mengalir, sumur di Desa Gedangan akan difokuskan untuk pelanggan di Desa Ujung Pandan dengan jumlah sambungan mencapai 1.722 SR.
“Karena jaraknya ini lumayan jauh, nanti akan kita pasang pompa booster, sehingga tekanan airnya bisa lebih kencang dan bisa mengalir sampai ke Desa Ujung Pandan,” katanya.
Sementara untuk Sumur Purwogondo dan Kalipucang akan difokuskan untuk mengisi air di Instalasi Pengolahan Air (IPAL) yang berada di Bendungan Bongpes, Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan.
“IPAL yang ada disana itu sudah 20 tahun tidak diganti. Sehingga saat di isi, airnya itu keruh seperti teh. Itu nanti akan kita ganti, dan digunakan untuk mengaliri air di Desa Kedungmalang, Kali Ombo, dan Karangaji,” lanjutnya.
Sementara untuk Sumur Batam di Desa Dongos Kecamatan Kedung, akan difokuskan untuk mengaliri air di Desa Tedunan.
Dari skema yang sudah disiapkan, alokasi anggaran Rp500 juta akan digunakan untuk perbaikan instalasi IPAL di Bendungan Bongpes, Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan sebesar Rp150 juta. Kemudian pengadaan dan pemasangan pompa booster untuk Sumur Gedangan sebesar Rp170 juta.
Baca Juga: Air PDAM Wilayah Jepara Selatan Ditarget Mengalir Bulan Depan
Pengadaan tanah untuk sumur baru di Desa Wanusobo dan Jondang, Kecamatan Kedung sebesar Rp100 juta, dan pemasangan pipa distribusi jaringan sebesar 136 juta.
“Harapannya dengan skema itu, di awal Bulan November nanti air sudah bisa mengalir. Ya meskipun belum bisa 24 jam, tapi kita pastikan bisa mengalir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan untuk jangka panjang akan kita tambah dua sumur baru,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

