Beranda blog Halaman 165

Sudewo Angkat Bicara soal Ambrolnya Jembatan di Pucakwangi yang Baru Saja Selesai Dibangun

0
Bupati Pati, Sudewo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI — Baru saja selesai diperbaiki, jembatan di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, kembali ambrol. Peristiwa ini pun langsung menjadi sorotan publik.

Jembatan yang menelan anggaran hampir Rp2 miliar dari APBD Kabupaten Pati itu kini rusak sebelum sempat dimanfaatkan oleh warga.

Bupati Pati, Sudewo, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa secara teknis, konstruksi jembatan sudah sesuai dengan spesifikasi. Namun, faktor cuaca ekstrem dan kondisi tanah yang belum stabil diduga kuat menjadi penyebab utama kerusakan tersebut.

ā€œItu secara konstruksi sudah sesuai spesifikasi. Hanya saja karena hujan deras dan penimbunan tanah belum sempurna. Pemadatannya belum maksimal, sudah diguyur hujan berkali-kali. Sehingga tanah mengandung air dengan beban yang sangat berat, ditambah ada kesalahan teknis, yaitu pipa pembuangan air kurang. Jadi menimbulkan jebol,ā€ ujar Sudewo, Jumat (24/10/2025).

Ia mengaku telah meminta pihak kontraktor, CV Aji Karya Mukti, untuk segera memperbaiki jembatan tersebut.

ā€œTapi semua saya suruh cek. Semua pengerjaan saya minta dicek ulang agar pelaksanaannya bisa ditingkatkan,ā€ ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pelemgede, Hadi Mustamar, menyampaikan bahwa jembatan di wilayahnya kembali rusak setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa (21/10/2025) hingga Kamis (23/10/2025).

ā€œKondisi ini membuat tanggul jembatan di sebelah barat sisi utara terkikis dan ambrol,ā€ jelasnya.

Menurut Hadi, proyek perbaikan jembatan sebenarnya sudah rampung sejak dua pekan lalu. Namun, karena curah hujan tinggi dan arus air yang kuat, bagian tanggul tidak mampu menahan tekanan.

Ia juga membantah kabar bahwa jembatan tersebut akan diresmikan.

ā€œRencananya hanya selametan saja,ā€ ujarnya singkat.

Sementara itu, pelaksana lapangan proyek, Ahmad, menyebutkan bahwa ambrolnya jembatan tersebut diduga akibat hujan deras yang terjadi pada Kamis (23/10/2025) malam.

ā€œKemarin itu hujan deras, ada penurunan tanah, lalu dikikis air hujan dari kampung. Akhirnya jebol,ā€ ujar Ahmad saat ditemui di lokasi, Jumat (24/10/2025).

Menurut Ahmad, proyek jembatan tersebut telah dikerjakan selama lima bulan terakhir dan baru selesai pada Kamis siang. Pekerjaan jembatan ini menelan anggaran sekitar Rp2 miliar.

ā€œPanjangnya 12 meter dan lebarnya 7,5 meter. Sudah diserahkan kepada pemerintah, namun masih dalam masa pemeliharaan. Saat ini sedang kami tangani,ā€ tambahnya.

Akibat ambrolnya jembatan ini, warga harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk sementara waktu.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Jembatan Rp2 Miliar di Pucakwangi Ambrol Usai Diperbaiki

0
Sebuah jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, ambrol hanya sehari setelah selesai dikerjakan.

BETANEWS.ID, PATI — Sebuah jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, ambrol hanya sehari setelah selesai dikerjakan. Jembatan yang berada di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, itu menghubungkan wilayah Desa Sokopuluhan dan Mencon.

Bagian jembatan yang ambrol berada di sisi kanan jalan jika dilihat dari arah utara ke selatan, atau dari Sokopuluhan menuju Mencon. Panjang bagian yang ambrol sekitar lima meter, dengan ketinggian sekitar sepuluh meter.

Baca Juga: Dua Desa di Batangan Pati Diterjang Banjir, 700 Rumah Tergenang

Dari pantauan di lokasi, tampak alat berat dikerahkan untuk memperbaiki bagian yang ambrol. Selain itu, pada badan jembatan juga terlihat retakan pada aspal dan penurunan permukaan tanah di sekitar area kejadian.

Untuk sementara, arus lalu lintas kendaraan ditutup total demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Pelaksana lapangan proyek, Ahmad, menyebutkan bahwa ambrolnya jembatan tersebut diduga akibat hujan deras yang terjadi pada Kamis (23/10/2025) malam.

ā€œKemarin itu hujan deras, ada penurunan tanah, lalu dikikis air hujan dari kampung. Akhirnya jebol,ā€ ujar Ahmad saat ditemui di lokasi, Jumat (24/10/2025).

Menurut Ahmad, proyek jembatan tersebut telah dikerjakan selama lima bulan terakhir dan baru selesai pada Kamis siang. Pekerjaan jembatan ini menelan anggaran sekitar Rp2 miliar.

ā€œPanjangnya 12 meter dan lebarnya 7,5 meter. Sudah diserahkan kepada pemerintah, namun masih dalam masa pemeliharaan. Saat ini sedang kami tangani,ā€ tambahnya.

Baca Juga: Baru Selesai Diperbaiki, Jembatan di Pelemgede Pati Ambrol

Akibat ambrolnya jembatan ini, warga harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk sementara waktu.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan penanganan di lokasi. Pihak pelaksana memastikan bahwa perbaikan akan dilakukan secepatnya agar jembatan dapat kembali dilalui oleh masyarakat.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Jepara Meningkat, Korban Rata-rata Alami Trauma

0
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Jepara, Mudrikatun. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA — Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Jepara pada tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari puluhan korban, rata-rata mengalami trauma psikis.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama tiga tahun terakhir menunjukkan fluktuasi.

Baca Juga: Pemkab Jepara Buka Seleksi Delapan Jabatan Kosong, Terbuka Bagi PNS se-Indonesia

  • Tahun 2022: Terdapat 28 kasus, terdiri atas:
    • 13 kasus kekerasan terhadap perempuan: 1 kekerasan psikis, 2 kekerasan seksual, 6 kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 1 kekerasan berbasis gender online (KGBO), dan 3 kasus pelecehan.
    • 15 kasus kekerasan terhadap anak: 1 kekerasan fisik, 1 kekerasan psikis, 10 kekerasan seksual, 1 penelantaran, dan 2 KGBO. Terdapat pula anak berhadapan dengan hukum dalam 2 kasus, yaitu narkoba dan aborsi.
  • Tahun 2023: Terdapat 25 kasus, terdiri atas:
    • 15 kasus kekerasan terhadap perempuan: 2 kekerasan psikis, 2 kekerasan seksual, 2 penelantaran, 6 KDRT, 1 KGBO, dan 2 pelecehan.
    • 10 kasus kekerasan terhadap anak: 1 kekerasan fisik, 6 kekerasan seksual, dan 3 KGBO. Serta 1 kasus anak berhadapan dengan hukum terkait pencurian.
  • Tahun 2024: Terdapat 24 kasus, terdiri atas:
    • 8 kasus kekerasan terhadap perempuan: 3 kekerasan psikis, 1 kekerasan seksual, 2 penelantaran, 1 KDRT, dan 1 KGBO.
    • 16 kasus kekerasan terhadap anak: 2 kekerasan fisik, 4 kekerasan psikis, 7 kekerasan seksual, 2 penelantaran, dan 1 KGBO. Serta 6 kasus anak berhadapan dengan hukum: 1 kekerasan fisik dan 5 kekerasan seksual.
  • Tahun 2025 (hingga Oktober): Tercatat 35 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak:
    • 16 kasus kekerasan terhadap perempuan: 3 kekerasan psikis, 4 kekerasan seksual, 2 penelantaran, 5 KDRT, dan 2 KGBO.
    • 17 kasus kekerasan terhadap anak: 1 kekerasan fisik, 6 kekerasan psikis, 6 kekerasan seksual, 2 penelantaran, 2 KDRT, dan 2 KGBO.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Jepara, Mudrikatun, menjelaskan bahwa dalam penanganan aduan kasus, pihaknya melakukan empat langkah utama: konsultasi, konseling, media, dan rujukan kepada pihak terkait.

ā€œSejauh ini kami juga terus melakukan pendampingan, baik ketika kasusnya bergulir di ranah hukum maupun tidak,ā€ ujar Mudrikatun, Jumat (24/10/2025).

Ia menambahkan bahwa bentuk pendampingan yang paling banyak diberikan adalah pendampingan psikologis, karena mayoritas korban mengalami trauma.

Baca Juga: Air PDAM Wilayah Jepara Selatan Ditarget Mengalir Bulan Depan

Untuk mencegah semakin banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, DP3AP2KB rutin mengadakan sosialisasi kepada masyarakat, baik di desa-desa maupun di sekolah-sekolah.

ā€œKami terus berupaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami mengimbau agar masyarakat lebih saling menjaga agar tidak terjadi kekerasan dalam bentuk apa pun,ā€ pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Status Awas, Pintu Bendung Wilalung Dibuka 20 cm ke Arah Juwana

0
Bendung Wilalung. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Bendung Wilalung berstatus awas. Debit air di Bendung Klambu bahkan telah melebihi ambang batas standar operasional prosedur (SOP), yaitu 800 m³/detik. Sebagai respons, bukaan pintu Bendung Wilalung saat ini dibuka secara bertahap hingga mencapai 20 centimeter ke arah Sungai Juwana.

Operator Pemeliharaan (OP) Bendung Wilalung, Karno, menyampaikan bahwa peningkatan debit air terjadi secara signifikan sejak Kamis (23/10/2025). Pada pukul 23.00 WIB, saat debit air mencapai 800 m³/detik, pintu bendung dibuka 10 centimeter ke arah Sungai Juwana.

Baca Juga: Bonsai Rp1 M Ikut Ramaikan Pameran Nasional di Kudus

ā€œSelanjutnya, pada pukul 06.00 WIB, kami menambah bukaan sebesar 10 centimeter sesuai SOP. Jadi, total bukaan ke arah Juwana saat ini adalah 20 centimeter,ā€ ujarnya saat ditemui di kantor, Jumat (24/10/2025).

Karno menjelaskan bahwa pada pukul 08.00 WIB, debit air di Bendung Klambu telah mencapai 819 m³/detik. Sementara itu, elevasi tanggul berjalan (walking tanggul) Bendung Wilalung berada di angka 232 centimeter, dengan tinggi jagaan yang tersisa hanya 32 centimeter dari puncak tanggul.

Menurutnya, status awas di Bendung Wilalung telah ditetapkan sejak Kamis pukul 09.00 WIB. Kondisi ini terus meningkat akibat kiriman air dari wilayah hulu.

ā€œPeningkatan debit air ini sangat signifikan. Faktor utamanya berasal dari Sungai Serang dan Sungai Lusi di kawasan Purwodadi, yang mengalami curah hujan tinggi. Air dari hulu tersebut mengalir ke Bendung Wilalung,ā€ jelasnya.

Karno mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada meskipun debit air tinggi. Ia juga mengajak warga untuk saling menjaga dan merawat tanggul yang ada.

Baca Juga: 13 Tahun Vakum, Kudus Kembali Gelar Pameran Bonsai Nasional

ā€œTerutama soal sampah, jangan membuangnya sembarangan ke sungai. Penumpukan sampah bisa memicu banjir. Semoga kondisi tetap aman dan terkendali,ā€ tuturnya.

Ia menambahkan bahwa cuaca di daerah hulu saat ini cerah. Ia berharap, dengan kondisi tersebut, debit air dapat segera surut.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Festival Kopi Muria 2025 Siap Digelar, Angkat Cita Rasa Kopi Khas Kudus ke Panggung Nasional

0
Seorang petani sedang memanen kopi. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Komunitas pecinta kopi dan pelaku UMKM Kudus bakal menggelar Festival Kopi Muria 2025. Kegiatan tersebut diadakan demi mengangkat potensi kopi lokal Kudus ke panggung nasional dan menjadi titik kumpul bagi komunitas pecinta kopi, barista, dan pelaku UMKM.Ā 

Beragam kegiatan akan dihadirkan untuk meramaikan acara, di antaranya Manual Brew Competition, pameran UMKM, pertunjukan seni tari, serta live music. Acara besar itu akan diadakan di kawasan wisata Pijar Park, Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus pada 1 November mendatang. 

Baca Juga: Bonsai Rp1 M Ikut Ramaikan Pameran Nasional di Kudus

Ketua Panitia Festival Kopi Muria 2025, Islah Fikri menyampaikan, acara tersebut sebagai langkah nyata untuk memperkenalkan karakter kopi Muria kepada masyarakat secara luas. Terlebih hal itu untuk memperkuat Kudus sebagai salah satu sentra kopi berkualitas di Provinsi Jawa Tengah.

“Acara ini sebagai upaya kita untuk meningkatkan potensi kopi lokal yang ada di Kudus, utamanya di kawasan Muria. Apalagi saat ini makin banyak komunitas street coffee dan kami ingin memberi ruang bagi para barista untuk berkompetisi, sekaligus memperkenalkan karakter kopi Muria,” katanya. 

Ia mengatakan, kompetisi menyeduh kopi atau Manual Brew Competition akan diikuti sebanyak 32 barista dari Paguyuban Street Coffee Kudus. Dalam perlombaan tersebut akan menggunakan sistem throwdown, mulai dari babak eliminasi, semifinal, dan final. 

Bagi peserta, kata Fikri, diwajibkan membawa perlengkapan penyeduhan kopi sendiri. Sementara biji kopi akan disediakan oleh pihak panitia yang dihasilkan dari panen di wilayah Muria.

“Salah satu bentuk pengenalan kopi Muria ini, peserta harus menggunakan biji kopi Muria untuk metode penyeduhan. Agar rasa dan aroma khas kopi Muria terasa dalam setiap cangkir,” tuturnya.

Ia menuturkan, pendaftaran untuk Manual Brew Competition dibuka secara gratis, mulai 20-25 Oktober 2025. Untuk pemenang akan mendapatkan hadiah total mencapai Rp8 juta. 

“Ketentuan lomba, peserta diberi waktu 5 menit untuk persiapan dan 5 menit berikutnya untuk waktu penyeduhan kopi. Hasil dari seduhannya itu akan dinilai melalui blinding telat atau uji cita rasa oleh para juri,”

Selain kompresi, acara itu juga akan dimeriahkan pameran UMKM lokal. Beragam produk hasil olahan kopi dan kuliner khas Kudus akan tersaji sebagai pendukung terselenggaranya festival kopi secara nasional tersebut. 

Ia menyebut, beberapa kopi Muria bahkan sudah menembus pameran internasional di Libya. Hal itu menjadi bukti betapa kuatnya potensi kopi khas Kudus yang semakin diakui oleh semua kalangan. 

“Kami berharap, kopi Muria ini bisa mendunia. Dari festival ini, kami ingin memperkuat branding bahwa Kudus punya kopi dengan cita rasa khas dan kualitasnya yang tidak kalah dengan daerah lainnya,” ujarnya. 

Baca Juga: 13 Tahun Vakum, Kudus Kembali Gelar Pameran Bonsai Nasional

Pihaknya menegaskan, acara festival tersebut dibuka secara umum. Pengunjung cukup membayar tiket masuk ke area wisata tanpa biaya tambahan untuk menikmati semua rangkaian acara.

“Festival Kopi Muria 2025 ini menjadi momentum peningkatan branding kopi lokal, sekaligus sebagai ajang silaturrahmi antara barista, petani, dan penikmat kopi dari berbagai daerah,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemprov Jateng dan Kepolisian Atur Lalu Lintas di Titik Banjir, Kemacetan Jalur Demak-Semarang Mulai Terurai

0
Kemacetan arus jalan Pantura Demak-Semarang akibat banjir. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kemacetan arus jalan Pantura Demak-Semarang akibat banjir yang terjadi tiga hari ini sudah mulai terurai. Jika sebelumnya kendaraan tidak dapat bergerak, sekarang sudah bisa melaju kendati pelan. Kondisi di titik tertentu di sepanjang jalan tersebut terpantau padat merayap.

Terurainya kemacetan tersebut tak lepas setelah Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah dan Kepolisian terjun mengatur lalu lintas serta menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara.

Baca Juga: Kaligawe dan Genuk Semarang Banjir, BPBD Jateng Kerahkan Mobil Pump

Sejumlah petugas gabungan ditempatkan di titik lokasi banjir yang menjadi penyebab kemacetan. Petugas mengatur lalu lintas dan mengarahkan kendaraan yang melintas.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, turun ke lapangan meninjau sejumlah titik kemacetan. Mulai dari Jalan Raya Kaligawe, depan RSI Sultan Agung, dan pertigaan Genuk, Kota Semarang. Setelah itu ke wilayah Sayung, tepatnya di depan Pabrik Polytron, hingga depan Pasar Buyaran, Kabupaten Demak.

ā€œKami melakukan pantauan secara intensif selama dua hari ini. Kemacetan terjadi akibat hujan dan banjir dari Jembatan Kaligawe sampai Pasar Buyaran Demak,ā€ ujar Arief ditemui saat pantauan di pertigaan Genuk, Kota Semarang, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, masih ada penumpukan kendaraan di sejumlah titik, namun sudah mulai terurai. Saat ini, pihaknya masih bekerja sama dengan Dishub Kota Semarang dan Kepolisian memperlancar kemacetan.

Terlebih Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin meminta sejumlah dinas di Pemprov Jateng terjun ke lapangan untuk bersama-sama menangani musibah banjir tersebut. Petugas gabungan juga sudah bekerja sejak Rabu malam begitu banjir melanda.

ā€œKemarin kemacetan sampai Demak, tapi hari ini sudah lancar. Di Buyaran tadi sudah tidak macet,ā€ lanjutnya.

Tidak saja terjun mengatur lalu lintas, Dishub Jateng dan Kepolisian mencarikan jalur alternatif bagi pengendara mobil maupun motor.

ā€œUntuk kendaraan yang di Genuk kita arahkan ke Jalan Woltermonginsidi,ā€ imbuhnya.

Upaya tersebut disambut baik oleh para pengguna jalan. Salah satunya adalah Kurdi, seorang sopir truk tronton yang mengaku lega karena kemacetan telah terurai.

ā€œSaya dari Lasem sampai sini lancar. Ya, Demak lancar,ā€ ungkapnya.

Baca Juga: Dubes Inggris Boyong Tim Bertemu Gubernur Ahmad Luthfi, Tindak Lanjuti Potensi Kerja Sama

Ia berharap, upaya Pemprov Jawa Tengah dalam menangani kemacetan di pantura Demak-Semarang terus dilakukan, sampai pengendara benar-benar merasakan nyaman, aman dan lancar.

ā€œUsahanya Pemprov Jateng bagus. Jadi ditingkatkan lagi agar tidak ada macet,ā€ tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dari Jualan Kunir Asem hingga Dirikan Rumah Belajar, Kisah Syarifah Raih IPK Hampir Sempurna

0
Syarifah Aulia, wisudawan UMK. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Di balik senyum lembut, Syarifah Aulia (22) menyimpan kisah perjuangan yang luar biasa. Mahasiswi jurusan Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) ini berhasil menamatkan kuliahnya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermanfaat bagi sesama.

Lahir dan besar di Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Syarifah adalah anak tunggal dari keluarga sederhana. Ayah dan ibu bekerja di salah satu perusahaan terbesar di Kudus. Untuk mencukupi penghasilan keluarga, ayahnya juga bekerja serabutan usai selesai bekerja di perusahaan. 

Baca Juga: Cerita Atlet Sambo Banten, Gagal Jadi Pramugari, Sukses Raih Emas di PON Bela Diri Kudus 2025

Meski hidup pas-pasan, semangat belajar Syarifah tak pernah surut. Ia menjalani masa kuliah selama empat tahun penuh dedikasi. 

ā€œSaya memilih jurusan psikologi karena ingin bermanfaat bagi lingkungan saya. Terutama di bidang klinis, saya merasa dampaknya bisa langsung dirasakan oleh orang lain,ā€ ungkapnya, belum lama ini.

Untuk mencukupi kebutuhan kuliah, Syarifah tak segan bekerja. Dengan menjadi asisten dosen, asisten publikasi jurnal, hingga panitia kegiatan kampus. Dari situ, ia memperoleh insentif yang digunakan untuk menambah biaya kuliah akhir dan kebutuhan sehari-hari.

Tak hanya itu, menariknya Syarifah juga berjualan kunir asem, jus, dan risol. Semua produk itu ia buat sendiri untuk dijual langsung ke konsumen di sekitar rumahnya.

ā€œWaktu itu saya pikir, daripada diam, mending usaha kecil-kecilan. Hasilnya bisa buat uang saku kuliah dan kebutuhan saya sendiri,ā€ jelasnya.

Selama kuliah, Syarifah menunjukkan ketertarikan mendalam di bidang psikologi klinis. Ia sempat magang di Klinik Psikologi RSUD Kartini Jepara, sekaligus menjadi asisten dalam berbagai kegiatan pelatihan dan penelitian.

Kegigihannya berbuah manis. Ia dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Psikologi 2023–2025, serta meraih juara pertama dalam Psychology Scientific Event – Intervention Design Category 2025.

Baca Juga: Kisah Anik, Perajin Rotan Jepara yang Tak Henti Berinovasi

Kini setelah lulus, Syarifah tak ingin berhenti memberi manfaat. Ia mendirikan rumah belajar di lingkungannya, yang sudah berjalan sekitar delapan bulan. Tempat itu terbuka untuk anak-anak usia TK hingga SD, khususnya bagi mereka yang kesulitan belajar dan berasal dari keluarga sederhana.

ā€œSaya prihatin melihat anak-anak di sekitar rumah yang kesulitan belajar. Jadi saya ingin bantu, minimal mereka punya tempat yang nyaman untuk belajar,ā€ katanya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dua Desa di Batangan Pati Diterjang Banjir, 700 Rumah Tergenang

0
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati selama tiga hari terakhir menyebabkan dua desa di Kecamatan Batangan terendam banjir. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati selama tiga hari terakhir menyebabkan dua desa di Kecamatan Batangan terendam banjir.

Sedikitnya 700 rumah warga di kecamatan tersebut, yakni Desa Ketitangwetan dan Raci tergenang air setelah dua titik tanggul Sungai Widodaren jebol akibat meluapnya debit air kiriman dari Pegunungan Kendeng Selatan.

Baca Juga: Si Manis dari Timur Berbuah di Tayu, Petani Pati Ketiban Rezeki

Kondisi banjir terlihat parah di Desa Ketitangwetan pada Jumat (24/10/2025) pagi. Air setinggi 30 hingga 60 sentimeter menggenangi permukiman dan jalan desa.

Warga menyebut, banjir datang mendadak sekitar pukul 04.00 WIB. Hal ini membuat warga panik dan bergegas menyelamatkan barang-barang berharga mereka.

ā€œBanjir datang sekitar jam empat pagi, air langsung masuk ke rumah. Ini karena tanggul di dua titik jebol, nggak kuat nahan air dari atas. Setiap tahun memang sering jebol, tapi belum ada tanggul yang permanen,ā€ ujar Deby Julian, Warga Desa Ketitangwetan.

Selain menggenangi rumah warga, banjir juga melumpuhkan aktivitas sehari-hari. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih tinggi, sementara lainnya tetap bertahan sembari menunggu air surut.

Baca Juga: Antusiasme Tinggi, Puluhan ASN Daftar Seleksi Jabatan Pimpinan Pratama

Hingga Jumat siang, kondisi tanggul yang jebol masih belum bisa diperbaiki lantaran debit air Sungai Widodaren masih tinggi dan akses menuju lokasi sulit dijangkau kendaraan berat.

Warga berharap pemerintah Kabupaten Pati segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki tanggul secara permanen, agar banjir serupa tak terus berulang setiap musim hujan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Baru Selesai Diperbaiki, Jembatan di Pelemgede Pati Ambrol

0
Jembatan yang berada di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati ambrol usai hujan dalam beberapa hari terakhir. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Jembatan yang berada di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati ambrol usai hujan dalam beberapa hari terakhir. Jembatan tersebut, baru saja selesai diperbaiki.

Video ambrolnya jembatan tersebut tersebar di sejumlah platform media sosial (medsos), WhatsApp sejak Kamis (23/10/2025) malam. Dalam video tersebut terlihat bangunan bagian samping jembatan ambrol. Terlihat pula, air mengir deras di sela-selanya.

Baca Juga: Antusiasme Tinggi, Puluhan ASN Daftar Seleksi Jabatan Pimpinan Pratama

ā€Iki lo bro, retek meh diresmino sesok, durung diresmino kog malah jebrol kabeh. (Jembatan mau diresmikan besok, belum diresmikan kog malah ambrol semua),ā€ ujar seorang lelaki yang memvideo ambrolnya jembatan tersebut.

Terkait dengan ambrolnya jembatan tersebut, Kapala Desa Pelemgede, Hadi Mustamar mengatakan, jembatan tersebut memang mengalami kerusakanĀ  usai diperbaiki. Katanya, jembatan itu diperbaiki pada beberapa bulan yang lalu.

ā€Sudah tidak ada alat berat sejak dua minggu yang lalu. Terus saya laporan ke Pak Bupati Pati kalau pekerjaannya sudah ndak ada, berarti pekerjaan dianggap selesai,ā€ ujar Hadi, Jumat (24/10/2025). 

Dirinya menyampaikan, bahwa sejak Selasa (21/10/2025), wilayahnya diguyur hujan deras hingga Kamis (23/10/2025).Ā Kondisi ini membuat tanggul jembatan di sebelah barat sisi utara terkikis dan ambrol.

ā€Terus, tiga hari kemarin dari hari selasa, Rabu dan Kamis, di sini hujan deras siang sampai malam. Sekitar jam 3-an ke atas sampai malam. Terus tadi pagi saya cek, tanggul sebelah utara sisi barat itu ada yang tergerus dari bawah. Karena mungkin curah hujan tinggi, akhirnya menggerus atasnya, ke atas sampai keatas. Jadi tanggul utara sisi barat itu ambrol,ā€ ucapnya.

Ia mengaku sudah melaporkan kondisi ini kepada Bupati Pati Sudewo. Rencananya, jembatan tersebut bakal kembali diperbaiki oleh pihak kontraktor yang sebelumnya mengerjakan.

ā€Tadi malam sudah kami laporkan ke Pak Bupati Pati. Hari ini rencana langsung ditindaklanjuti. Kemarin saya dikonfirmasi, pihak yang mengerjakan langsung tanggungjawab,ā€ katanya.

Baca Juga: Si Manis dari Timur Berbuah di Tayu, Petani Pati Ketiban Rezeki

Ia menyebut, anggaran perbaikan jembatan tersebut mencapai Rp 2 miliar dari APBD Kabupaten Pati. Sementara pihak kontraktor yang mengerjakan yakni, CV Aji Karya Mukti. Hadi juga membantah jembatan tersebut bakal diresmikan. Ia mengaku rencananya hanya selametan saja.

ā€Anggarannya kurang lebih Rp2 miliar. Sesuai papannya. Ndak peresmian, cuma selametan dulu karena warga menghendaki. Ini ditunda dulu,ā€ pungkasnya.Ā 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

242 Karateka Perebutkan 60 Medali di PON Bela Diri Kudus 2025

0
242 karateka dari berbagai provinsi di Tanah Air bersaing untuk memperebutkan total 60 medali PON Bela Diri 2025, Kamis (23/10/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – 242 karateka dari berbagai provinsi di Tanah Air bersaing untuk memperebutkan total 60 medali PON Bela Diri 2025, Kamis (23/10/2025). Pertandingan cabor Karate berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (25/10/2025) di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah.

Technical Delegate karate, Djafar Djantang, menyatakan, mayoritas atlet yang tampil pada cabang olahraga karate PON Bela Diri 2025 adalah atlet berpengalaman. Sekitar 75 persen di antara mereka bahkan sudah terbiasa bersaing di level nasional maupun gelanggang internasional, yang menjadikan persaingan sejak hari pembuka berlangsung ketat dan berkualitas tinggi.

Baca Juga: KONI Pusat Pastikan PON Bela Diri 2027 Digelar Lagi di Kudus

Ia berpendapat, ajang yang digelar pada 12-26 Oktober ini menjadi momentum strategis bagi pembinaan karateka nasional, yang tidak hanya menjadi panggung adu prestasi, tetapi juga wadah penting untuk melahirkan generasi penerus dan menemukan bibit-bibit unggul masa depan bagi karate Indonesia.

“Saya melihat di sini proses estafet regenerasi karate berlangsung. Meski ada yang belum pernah juara, mereka punya potensi besar,” ujar Djafar.

Secara keseluruhan, terdapat 15 nomor pertandingan yang dipertandingkan, terdiri atas delapan kategori putra dan tujuh kategori putri. Nomor-nomor tersebut mencakup nomor kata (perorangan dan beregu) dan nomor kumite di berbagai kelas berat badan.

“Setiap harinya digelar lima kelas pertandingan, dengan partai final dan seremoni penyerahan medali dijadwalkan dilaksanakan pada sore hari,” bebernya.

Djafar juga menyoroti kehadiran sejumlah nama besar yang ambil bagian dalam PON Bela Diri Kudus 2025, termasuk atlet pelatnas Ahmad Zigi Zaresta Yuda yang turun di nomor kata. Meski beberapa atlet nasional lainnya harus absen karena masih menjalani pemulihan cedera setelah tampil di turnamen internasional.

“Kami memberikan apresiasi kepada KONI Pusat dan panitia penyelenggara PON Bela Diri Kudus 2025 yang telah menghadirkan panggung kompetitif bagi para karateka nasional. Ajang ini menjadi momentum penting untuk menambah jam terbang, sekaligus menjaga kesinambungan pembinaan atlet karate nasional agar terus melahirkan talenta baru berprestasi,” jelasnya.

Djafar mengapresiasi langkah KONI Pusat dan panitia penyelenggara PON Bela Diri Kudus 2025 yang telah menyediakan wadah bagi para atlet karate untuk meningkatkan jam terbang. Menurutnya, ajang ini penting untuk menjaga kontinuitas pembinaan karateka nasional.

Baca Juga: Lampaui Target Emas, Jateng Optimistis Raih Juara Umum Sambo di PON Bela Diri Kudus 2025

Semakin banyaknya ajang seperti ini, akan memberi kesempatan lebih luas bagi karateka muda untuk berlatih dalam suasana kompetitif.

“Ini bukan hanya lomba, tapi proses pembelajaran dan latihan intensif menuju prestasi yang lebih tinggi,” Djafar, menegaskan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Hadi Tjahjanto: ‘PON Bela Diri Kudus 2025 Jadi Ajang Lahirkan Karateka Berkelas Dunia’

0
Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Perjalanan darat dari Semarang menuju Kudus menjadi momen napak tilas bagi Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Empat tahun silam, Hadi pernah bertugas di Kudus sebagai Panglima TNI dalam upaya penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

ā€œPerjalanan menuju Kudus kali ini terasa menyenangkan, meski sempat diwarnai sedikit kendala akibat jalan rusak dan genangan air. Namun justru itu memberi kesempatan bagi rombongan untuk menikmati pemandangan alam, termasuk hamparan hutan di wilayah Purwodadi dan Demak,ā€ tutur Hadi dalam konferensi pers di Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/10/2025) petang.

Baca Juga: KONI Pusat Pastikan PON Bela Diri 2027 Digelar Lagi di Kudus

Kedatangannya kali ini bukan dalam misi kedinasan, melainkan sebagai pimpinan cabang olahraga karate untuk membuka rangkaian pertandingan pada PON Bela Diri Kudus 2025. Ajang multi-event tersebut berlangsung pada 12–26 Oktober, dan karate menjadi salah satu dari tiga cabang olahraga yang digelar pada tahap penutup.

Hadi menjelaskan, seluruh 34 provinsi di Indonesia turut ambil bagian dalam cabang karate. Menurutnya, partisipasi penuh tersebut menjadi bukti nyata komitmen Djarum Foundation dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional, sekaligus menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga bela diri asal Jepang itu.

ā€œSaya yakin, para atlet yang tampil di PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan hasil seleksi ketat dari tiap provinsi dan telah menjalani pemusatan latihan yang matang. Karena itu, saya percaya ajang ini akan melahirkan karateka terbaik yang teruji dan berprestasi,ā€ ujar Hadi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa karateka Indonesia tidak hanya dituntut unggul dalam kemampuan teknis, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan wawasan luas, termasuk literasi digital. Ia berharap para atlet dapat terus berkembang hingga mampu bersaing di ajang internasional.

ā€œDengan jumlah penduduk mencapai 278 juta jiwa, Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet hebat. Yang dibutuhkan hanyalah komitmen dan pembinaan berkelanjutan untuk mencetak mereka menjadi karateka berkaliber dunia,ā€ tegasnya.

Baca Juga: Lampaui Target Emas, Jateng Optimistis Raih Juara Umum Sambo di PON Bela Diri Kudus 2025

Menurut Hadi, penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 menjadi momentum strategis dalam menemukan bibit-bibit baru karateka dari berbagai daerah sekaligus mempertemukan para pelatih terbaik dari seluruh Indonesia. Ia optimistis, ajang ini akan melahirkan generasi penerus yang siap memperkuat tim nasional.

ā€œIni adalah wadah penting untuk menemukan calon atlet timnas yang kelak menjadi aset berharga bagi Indonesia, dan siap tampil di kompetisi internasional,ā€ imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bonsai Rp1 M Ikut Ramaikan Pameran Nasional di Kudus

0
Kabupaten Kudus kembali menjadi tuan rumah Pameran Nasional Bonsai 2025. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan bonsai terpajang rapi di kawasan Balai Jagong, Kudus, dalam acara rangkaian acara Pameran Nasional Bonsai Kudus 2025. Berbagai jenis bonsai terpampang jelas dan menarik perhatian juri dalam memberikan penilaian.

Sebanyak 555 bonsai peserta yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, bahkan ada peserta yang datang dari Kalimantan. Menariknya, harga bonsai yang diikutkan lomba tersebut berkisar antara Rp5 juta hingga hampir mencapai Rp1 miliar.

Baca Juga: Komisi D DPRD Kudus Dorong Layanan Kesehatan RSUD Jadi yang Terdepan

Ketua Panitia Pameran Nasional Bonsai Kudus 2025, Yohan Hadi Pras mengatakan, standarisasi bonsai bisa dikatakan bagus, dinilai dari kriteria gaya, teknik, dan keindahan sesuai pakem bonsai. Menurutnya, bonsai juga memiliki banyak gaya mulai dari formal, informal, hingga gaya bunjin.

ā€œSecara teori, bonsai ada pakemnya. Tapi dari pakem itulah seniman bonsai mengembangkan kreativitas dan keindahan bonsai yang akan dibuat,ā€ ungkapnya.

Penjurian dilakukan pada 22 Oktober, dilanjutkan evaluasi hasil pada 23 Oktober sebelum pengumuman dan penancapan bendera pemenang. Setelah itu, peserta mendapat bimbingan langsung dari dewan juri PPBI Pusat.

Menariknya, sebagian bonsai yang ikut serta memiliki nilai fantastis. Sehingga kegiatan itu diharapkan sebagai wadah mengembangkan kreativitas anggota Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Kudus.

Baca Juga: Tujuh Bulan Roboh, Atap SD 2 Purwosari Akhirnya Diperbaiki

ā€œAda bonsai jenis santigi dari Rembang yang harganya hingga hampir Rp1 miliar. Pemiliknya bahkan membuka harga Rp800 juta,ā€ kata Yohan.

Harga bonsai sendiri bervariasi, mulai dari Rp5 juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung jenis, usia, dan keunikan bentuknya. Ia berharap, adanya acara ini sebagai pemicu semangat bagi pecinta bonsai dan ruang untuk menampilkan hasil karya yang dibuat oleh pebonsai di Indonesia.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kaligawe dan Genuk Semarang Banjir, BPBD Jateng Kerahkan Mobil Pump

0
Sejumlah kendaraan merobos genangan banjir di kawasan Kaligawe, Kota Semarang, Kamis (22/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Banjir terjadi di kawasan Kaligawe dan Genuk, sejak Rabu (22/10/2025) malam. Hujan deras yang mengguyur sejak sore membuat air cepat naik.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan, menjelaskan, pihaknya telah mengerahkan tim untuk mendampingi penanganan banjir di Kota Semarang.

“Sudah dari kemarin, sejak kejadian bencana atau kejadian banjir, teman-teman BPBD provinsi sudah membantu. Istilahnya sebagai pendamping teman-teman BPBD Kota Semarang beserta rekan-rekan relawan, TNI, Polri, juga masyarakat,” kata Bergas di kantor BPBD Jateng, Semarang, Kamis (23/10/2025).

Baca juga: Dubes Inggris Boyong Tim Bertemu Gubernur Ahmad Luthfi, Tindak Lanjuti Potensi Kerja Sama

Sejumlah dapur umum dan titik pengungsian juga telah disiapkan, meski hingga Rabu malam belum banyak warga yang mengungsi.

ā€œYang penting, bantuan logistik sudah kami distribusikan sejak tadi malam,ā€ kata Bergas.

Selain bantuan logistik, BPBD Jateng juga melakukan penanganan jangka pendek berupa mengerahkan mobil pump di Rumah Pompa Tenggang dan Sringin, Kota Semarang.

Di Kali Tenggang, mobile pump telah digunakan. Sedangkan di Sringin, saat ini sedang dilakukan lantaran aksesnya sulit.
ā€œAkses ke Sringin agak sulit, jadi mobilisasi pompa ke sana masih kami upayakan,ā€ ujarnya.

Dijelaskan, kondisi geografis Kota Semarang yang berada di cekungan membuat wilayah itu sangat bergantung pada sistem pompa air.

- advertisement -

Pemkab Jepara Buka Seleksi Delapan Jabatan Kosong, Terbuka Bagi PNS se-Indonesia

0
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara, Florentina Budi Kurniawati. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara resmi membuka Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPPT) di Kabupaten Jepara. Seleksi ini terbuka bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) se-Indonesia.

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Jepara, Florentina Budi Kurniawati mengatakan seleksi itu dibuka mulai tanggal 13-27 Oktober 2025.

Baca Juga: Oven Pengering Kayu di Lebak Jepara Terbakar, Petugas Butuh Waktu 4 Jam Jinakkan Api

Hingga hari ke-10 pendaftaran atau pada Rabu, (22/10/2025) baru terdapat satu pendaftar yang menyelesaikan berkas administrasi atau sudah resmi mendaftar. Sedangkan pendaftar yang lain masih berupaya melengkapi dokumen persyaratan.

“Rekan-rekan yg lain masih melengkapi dokumen persyaratan. Ini masih ada waktu empat hari,” kata Florentina pada Kamis, (23/10/2025).

Delapan posisi jabatan yang dibuka yaitu Kepala BKPSDMD, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, Pengembangan Daerah (Bappeda), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes).

Selanjutnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Beberapa syarat pendaftarannya yaitu berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Instansi Pemerintah/Daerah se-Indonesia, wajib melakukan pemutakhiran data PNS, terutama pada riwayat jabatan, riwayat pendidikan, riwayat pendidikan dan Pelatihan melalui layanan MyASN.

Memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah S1 atau DIV, diutamakan bidang ilmu yang sesuai dengan jabatan yang dilamar. Memiliki Kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural sesuai standar kompetensi jabatan. Memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait paling kurang selama lima tahun, dan sedang atau pernah menduduki Jabatan administrator atau jabatan fungsional jenjang Ahli Madya paling singkat dua tahun.

Baca Juga: Ketua DPRD Jepara Sebut Santri Harus Jadi Garda Terdepan Agent of ChangeĀ 

Dalam Pengumuman, Verifikasi, pengecekan dan pemeriksaan berkas lamaran dilakukan oleh panitia seleksi pada 13 – 27 Oktober, penilaian dokumen administrasi dan penelusuran rekam jejak dilaksanakan 28 Oktober, dan pengumuman hasil seleksi administrasi pada 29 Oktober.

Seleksi kemudian dilanjutkan dengan uji kompetensi dan presentasi uji gagasan yang dilaksanakan November mendatang. Adapun penetapan hasil akhir akan dilakukan pada 17 November. Ditargetkan pada pertengahan Desember sudah dilaksanakan pelantikan JPTP di delapan dinas.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Air PDAM Wilayah Jepara Selatan Ditarget Mengalir Bulan Depan

0
Dropping air bersih di wilayak kekeringan di Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Sudah 10 tahun lebih, pelanggan PDAM di wilayah Jepara bagian selatan selalu mengeluh hampir sepanjang tahun. Sebab, sumber air dari PDAM sering tidak mengalir dengan lancar.

Terkadang, jika mengalir pun, air nya berwarna keruh. Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan air, banyak warga yang harus membeli air galon atau mengandalkan dropping atau kiriman air.

Baca Juga: Oven Pengering Kayu di Lebak Jepara Terbakar, Petugas Butuh Waktu 4 Jam Jinakkan Api

Direktur Utama PDAM Jepara atau Perumda Tirta Jungporo, Lukman Hakim menjelaskan untuk mengatasi krisis air di wilayah selatan, beberapa waktu lalu ia sudah mengumpulkan tujuh kepala desa serta beberapa stakeholder terkait.

Dari tujuh kepala desa, lima diantaranya merupakan desa terdampak. Yaitu Desa Kedungmalang, Karangaji, Tedunan Kecamatan Kedung; Desa Kali Ombo Kecamatan Pecangaan; dan Desa Ujung Pandan Kecamatan Welahan.

“Kita sudah menyiapkan skema untuk mengatasi masalah air di wilayah selatan II. Karena ini kondisi yang sudah berjalan dan terjadi bertahun-tahun, sekitar 10 tahun, kita menawarkan dua pendekatan,” kata Lukman saat ditemui di Kantor Perumda Tirta Jungporo, Kamis (23/10/2025).

Dua pendekatan yang akan dilakukan yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, langkah yang dilakukan yaitu dengan memaksimalkan sumber air dari empat sumur existing yang sudah dimiliki.

Yaitu Sumur di Desa Gedangan, Kecamatan Welahan yang memiliki potensi air sebesar 15 liter/detik. Sumur Kalipucang, Kecamatan Welahan dengan potensi air 12 liter/detik. Sumur Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan dengan potensi air 10 liter/detik. Serta Sumur Batam di Desa Dongos dengan potensi air 8 liter/detik.

Jika ditotal, empat sumber air itu memiliki kapasitas air 45 liter per detik. Untuk 1 liter air per detik, menurutnya mampu melayani 80 Sambungan Rumah (SR).

“Jumlah pelanggan PDAM di lima desa itu 4.062 SR. Jika dikalikan itu baru bisa melayani 3.600 SR, karena kebutuhannya paling tidak 51 liter per detik, atau masih defisit 6 liter per detik,” jelas Lukman.

Untuk mengatasi kekurangan sumber air itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana untuk membangun dua sumur baru di Desa Wanusobo dan Jondang, Kecamatan Kedung pada tahun 2026 mendatang.

“Dua sumur itu, masing-masing diperkirakan bisa menghasilkan air 5-7 liter per detik, itu rencana jangka panjang untuk tahun depan,” ungkapnya.

Kemudian untuk memastikan pasokan air bisa mengalir, Sumur di Desa Gedangan akan difokuskan untuk pelanggan di Desa Ujung Pandan dengan jumlah sambungan mencapai 1.722 SR.

“Karena jaraknya ini lumayan jauh, nanti akan kita pasang pompa booster, sehingga tekanan airnya bisa lebih kencang dan bisa mengalir sampai ke Desa Ujung Pandan,” katanya.

Sementara untuk Sumur Purwogondo dan Kalipucang akan difokuskan untuk mengisi air di Instalasi Pengolahan Air (IPAL) yang berada di Bendungan Bongpes, Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan.

“IPAL yang ada disana itu sudah 20 tahun tidak diganti. Sehingga saat di isi, airnya itu keruh seperti teh. Itu nanti akan kita ganti, dan digunakan untuk mengaliri air di Desa Kedungmalang, Kali Ombo, dan Karangaji,” lanjutnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Jepara Sebut Santri Harus Jadi Garda Terdepan Agent of ChangeĀ 

Sementara untuk Sumur Batam di Desa Dongos Kecamatan Kedung, akan difokuskan untuk mengaliri air di Desa Tedunan.

“Harapannya dengan skema itu, di awal Bulan November nanti air sudah bisa mengalir. Ya meskipun belum bisa 24 jam, tapi kita pastikan bisa mengalir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -