Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pati, Yogo Wibowo Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pati hingga saat ini masih membuka pendaftaran seleksi terbuka Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Puluhan orang telah menunjukan minat untuk mengisi posisi tujuh kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Pati Yogo Wibowo mengatakan, proses pendaftaran secara online dibuka mulai 11 hingga 25 Oktober mendatang.
“Untuk sementara yang sudah mengurus berkas sekitar 24 orang,” ujarnya.
Puluhan orang itu akan mengisi tujuh formasi yang dibuka. Seperti Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Kemudian Dinas Kesehatan (Dinkes), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
“Proses pendaftaran dilakukan secara online. Sementara proses selanjutnya akan dilanjutkan dengan verifikasi dan penilaian dokumen administrasi, seleksi, rekam jejak moralitas, dan integritas yang direncanakan pada 26 Oktober 2025,” imbuhnya.
Sementara, untuk hasilnya direncanakan diumumkan pada 27 Oktober. Kemudian tahapan dilanjutkan untuk penulisan uji gagasan.
Setelah itu akan digelar uji kompetensi dan presentasi uji gagasan. Barulah dilakukan penetapan dan penyerahan hasil akhir seleksi kepada Bupati Pati yang direncanakan pada 8 November 2025 mendatang.
Proses akhir kemudian dilakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara. Barulah untuk pelantikan calon pejabat pimpinan tinggi pratama diagendakan pada 17 November 2025 mendatang.
Kabupaten Kudus kembali menjadi tuan rumah Pameran Nasional Bonsai 2025. Foto: Kaerul Umam
BETANEWS.ID, KUDUS – Setelah 13 tahun vakum, Kabupaten Kudus kembali menjadi tuan rumah Pameran Nasional Bonsai 2025. 555 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia ikut serta dalam ajang yang berlangsung mulai 19 hingga 28 Oktober tersebut.
Pameran Nasional Bonsai 2025 yang diselenggarakan di kawasan Balai Jagong itu mengusung tema “The Greatness Kudus Bonsai Observers”.
Ketua panitia, Yohan Hadi Pras mengaku, setelah pameran nasional yang pernah diadakan Kudus pada 2012 silam, kali ini Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Kudus menggelar pameran bonsai nasional lagi di tahun 2025.
Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi wadah pertemuan bagi para penyuka bonsai sekaligus upaya membina anggota PPBI Cabang Kudus agar karyanya mampu bersaing dengan bonsai dari daerah lain.
“Kami ingin anggota di Kudus punya standar yang sama dengan daerah-daerah lain, setidaknya seperti Pati dan Jepara. Pameran ini juga menjadi sarana belajar dan menambah wawasan antarpebonsai,” katanya saat ditemui, Kamis (23/10/2025).
Ia menuturkan, berbagai jenis bonsai dipamerkan, di antaranya legundi, santigi, sancang, anting putri, serut, waru, dan wulmus, dan masih banyak lagi. Sementara ada tiga kategori yang dilombakan, mulai katagori bahan, pratama, dan madya.
Selain pameran dan penjurian, kegiatan juga diisi dengan sarasehan dan bimbingan teknis dari dewan juri PPBI Pusat, yang diharapkan bisa memotivasi para perajin lokal untuk terus mengembangkan kreativitas dan teknik pembentukan bonsai.
“Pada 19-20 Oktober, kami menerima bonsai dari para peserta dari seluruh Indonesia. Lalu 21 Oktober, kita display bonsai peserta, 22 Oktober dilakukan penjurian, dan hari ini dewan juri melakukan evaluasi penjurian serta nanti sore kemungkinan sudah ada hasil pemenang lomba bonsai ini,” rincinya.
Pembukaan resmi pameran nasional dijadwalkan pada 25 Oktober, di mana pengunjung dapat menikmati keindahan ratusan bonsai hasil karya seniman dari seluruh Indonesia.
Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi, Rabu (22/10/2025). Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus selain menyidak progres pembangunan gedung poli stroke juga meninjau layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi, Rabu (22/10/2025). Pada momen tersebut Komisi D memberikan catatan agar rumah sakit milik pemerintah daerah itu jadi yang terdepan.
Di antaranya yang didatangi para anggota DPRD Kudus di Komisi D adalah poli layanan kesehatan gigi, poli layanan kesehatan mata, poli kesehatan kulit dan kelamin. Serta beberapa fasilitas lainnya.
Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto mengatakan, bahwa sidak ke RSUD Loekmono Hadi dilakukan sebagai fungsi pengawasan guna memastikan layanan berjalan dengan maksimal. Sebab, pihaknya ingin agar rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus ini jadi yang terdepan dibanding lainnya.
“Ke depan RSUD Loekmono Hadi harus jadi percontohan layanan kesehatan. Sebab ini adalah Fasilitas Kesehatan (Faskes) milik pemerintah daerah,” ujar Mardijanto.
Pada saat sidak tersebut, Komisi D juga menjumpai ada beberapa alat kesehatan yang tak lagi berfungsi, karena rusak. Menurutnya, jika alat tersebut memang penting untuk layanan kesehatan bisa diusulkan untuk pengadaan yang baru.
“Tadi saya menjumpai ada alat kesehatan yang rusak, kami mendorong agar ada pengadaan baru. Sebab kami ingin pelayanan RSUD Loekmono Hadi ini harus terbaik dibanding rumah sakit lainnya,” tandasnya.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga mengusulkan agar setiap dokter di poli kesehatan gigi punya ruangan masing-masing. Tujuannya agar ada privasi pasien ketika konsultasi terkait penyakit gigi.
“Pada intinya RSUD Loekmono Hadi sudah bagus. Tapi tetap harus ditingkatkan agar bisa jadi yang terdepan dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam menyampaikan, bahwa alat yang dimaksut oleh Komisi D DPRD Kudus total ada tiga. Sebenarnya tidak rusak, tetapi pemeliharaan dan alat tersebut sudah lebih dari lima tahun.
“Kami sudah sepakat untuk meningkatkan layanan kesehatan di RSUD Kudus. Jadi kami akan tidaklanjuti berbagai usulan dari Komisi D,” ujar Hakam.
Atap Sekolah Dasar (SD) 2 Purwosari yang telah tujuh bulan roboh akhirnya diperbaiki. Foto: Kaerul Umam
BETANEWS.ID, KUDUS – Atap Sekolah Dasar (SD) 2 Purwosari yang telah tujuh bulan roboh akhirnya diperbaiki. Bangunan tersebut dibongkar total untuk mulai dibangun dari nol.
Pelaksana dari CV Prawira, Abdul Kadir menyampaikan, perbaikan sekolah sudah dimulai sejak lima hari ini. Mulai dari pembongkaran bangunan, dan saat ini baru tahap penggalian untuk struktur bangunan.
“Jadi ini memang kita bongkar, karena bangunan sebelumnya tidak ada pondasi. Sesuai kontrak, perbaikan menang harus diperbaiki lagi dari nol,” bebernya saat ditemui di lokasi, Kamis (23/10/2025).
Pembangunan dua ruang kelas, yakni kelas 5 dan kelas 6 tersebut ditargetkan selesai sekitar 60 hari atau dua bulan. Pihaknya menyebut, ada kemungkinan pembangunan tidak tepat waktu atau molor.
“Hal itu dikarenakan kondisi cuaca. Apalagi saat ini sudah mulai musim penghujan, sehingga untuk pengerjaan tidak dapat berjalan lancar. Karena ketika hujan tiba, pekerjaan berhenti,” terangnya.
Kadir menuturkan, untuk biaya pembangunan ruang kelas SD 2 Purwosari sesuai surat perintah kerja (SPK) dengan nilai Rp337 juta. Sedangkan dana tersebut dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus Tahun 2025.
“Kalau konstrusi atap nantinya menggunakan baja ringan dan genteng biasa,” ujarnya.
Sementara itu Plt Kepala SD 2 Purwosari, Ali Ikhsan menambahkan, selama pembangunan berlangsung siswa masih tetap menempati ruang yang sama seperti perpindahan pasca atap roboh. Kelas 5 di UKS, kelas 6 ditempatkan di kelas 3, kelas 3 di ruang kelas 2, kelas 2 menempati ruang perpustakaan, kelas 4 di ruang laboratorium, dan kelas 1 menempati ruangnya sendiri.
“Untuk ruang laboratorium saat ini Alhamdulillah sudah tidak bocor lagi, seperti kemarin ada beberapa sudut yang mengalami kebocoran,” tuturnya.
Ia menyebut, ada dua kelas yang saat ini dilakukan perbaikan, yakni ruang kelas 5 dan 6. Ia mengatakan, untuk dana pembangunan menggunakan dana Tak Terduga (TT) yang bersumber dari APBD Kudus 2025. Dia berharap, bangunan bisa kokoh, anak bisa menempati ruang kelas dengan nyaman.
“Sehingga dengan adanya bangunan baru ini, bisa berprestasi dan murid baru di tahun depan bisa bertambah lagi,” imbuhnya.
Kebakaran hebat menghanguskan sebuah gudang kayu yang berada di Dukuh Nongko Dowo, Desa Lebak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara pada Rabu, (22/10/2025) sore. Foto: Ist
BETANEWS.ID, JEPARA – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah gudang kayu yang berada di Dukuh Nongko Dowo, Desa Lebak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara pada Rabu, (22/10/2025) sore.
Dari video amatir yang diterima Betanews.id, api tambak berkobar dan membumbung tinggi membakar tumpukan kayu yang berada di gudang tersebut.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Jepara, Albertus Kurniawan Wijayanto menyebutkan gudang kayu itu diketahui milik Ahmad Fahruddin (41), Warga RT 5 RW 1, Desa Lebak.
Albert melanjutkan, pihak Damkar menerima laporan peristiwa kebakaran sekitar pukul 17.12 WIB. Pihaknya kemudian memberangkatkan 3 unit mobil pemadam. Dua dari mako 113 dan satu unit dari pos pemadam Bangsri.
“Petugas sampai lokasi sekitar pukul 17.30 WIB dan api baru berhasil padam sekitar pukul 21.20 WIB atau sekitar 4 jam,” kata Albert pada Betanews.id, Kamis (23/10/2025).
Albert mengatakan petugas sempat kesulitan memadamkan api. Karena lokasi kebakaran yang cukup jauh dari sumber mata air.
Untuk mengambil air dari sungai sampai ke lokasi kebakaran, menurutnya membutuhkan waktu sekitar 20 menit.
“Sumber airnya lumayan jauh. Ngambil airnya butuh waktu sekitar 20 menit. Untuk sampai padam, itu kita bolak-balik sampai 5 kali,” ungkapnya.
Kebakaran itu sendiri, menurut Albert bersumber dari oven pengering kayu yang bertemperatur tinggi sehingga membakar kayu yang di oven.
“Penyebabnya ini karena temperatur tinggi,” sebut Albert.
Sejumlah desa di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, tengah menikmati musim panen buah matoa. Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Sejumlah desa di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, tengah menikmati musim panen buah matoa. Kondisi ini membawa berkah bagi para petani di wilayah tersebut, lantaran hasil panen tahun ini tergolong melimpah dan bernilai ekonomi tinggi.
Salah satu petani yang turut menikmati hasil panen tersebut adalah Heru Sudiharto, warga Desa Sendangrejo, Kecamatan Tayu. Setelah menunggu berbulan-bulan, ia akhirnya dapat memanen buah matoa yang telah ditanamnya.
”Bulan Oktober ini Kecamatan Tayu, khususnya Desa Sendangrejo, banyak pohon matoa yang panen,” ujarnya.
Buah matoa yang berasal dari Papua ini dikenal memiliki cita rasa manis dan legit, sehingga digemari banyak kalangan. Tingginya minat masyarakat membuat harga jual buah tersebut meningkat signifikan di wilayah Tayu.
Di tingkat petani, harga buah matoa mencapai Rp30 ribu per kilogram, bahkan lebih tinggi di tingkat pedagang.
”Harga sekilo masih bervariasi mulai Rp25 ribu sampai Rp30 ribu,” kata Heru.
Heru memiliki beberapa pohon matoa di lahannya. Setiap pohon dapat menghasilkan hingga 100 kilogram buah. Hasil panen yang melimpah tersebut membuatnya memperoleh keuntungan cukup besar. Ia mengaku bersyukur dapat menikmati hasil panen sekaligus mencicipi manisnya buah matoa.
”Saya punya dua jenis pohon. Jenis merah dan kuning. Untuk macam-macam rasanya ada kayak rasa durian atau rambutan. Manis segar,” ungkapnya.
Menurut Heru, hasil panen tahun ini meningkat sekitar 80 persen dibanding tahun 2024. Peningkatan produksi tersebut turut mendorong permintaan pasar yang datang dari berbagai daerah.
”Permintaan dari Demak, Semarang, Solo, Yogyakarta, biasanya online. Ada juga yang kirim datang dan lihat-lihat juga langsung petik sekaligus wisata petik matoa,” ucapnya.
Meski bukan tanaman asli Tayu, pohon matoa dapat tumbuh subur di wilayah tersebut. Heru menilai kondisi tanah di Kecamatan Tayu cukup mendukung untuk pengembangan tanaman ini.
”Bisa dikembangkan di sini mungkin cocok struktur tangannya. Mungkin daerah lain ada yang juga bagus,” pungkasnya.
Pementasan "Sukma" Teater As STAI Pati. Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Persoalan luka yang tumbuh dalam sebuah keluarga menjadi kegelisahan yang diwujudkan dalam sebuah pementasan oleh Teater As Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati pada Rabu (22/10/2025) malam. Bagi mereka, membicarakan luka terkadang penting disuarakan untuk berbagi kepedulian.
Kisah fiksi itu menceritakan sosok bernama Sukma yang diperankan oleh Fida mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari ibunya. Perempuan itu tak benar-benar mengerti alasan sikap kasar dari seorang ibu yang seharusnya menyayangi.
Tak ayal, hal itu menjadi konflik dalam keluarga. Sosok ayah yang diharapkan menjadi sandaran bagi Sukma rupanya juga menghilang dari keluarga tersebut. Hal itu pula yang membuat Ahmad, anak terakhir di keluarga itu menjadi membenci sang ayah. Tokoh yang diperankan oleh Luki itu menilai sang ayah menjadi orang yang tak bertanggungjawab.
Mbak Tari yang dimainkan oleh Destin menjadi tokoh yang berupaya menjaga keseimbangan rumah. Hingga akhirnya dia membuka sebuah rahasia dimana ibunya yang dimainkan oleh Sinta ternyata mengalami peristiwa besar saat mengandung Sukma. Hal itulah yang membuatnya mengalami trauma dan tak pernah benar-benar siap saat melihat sosok putri keduanya tersebut.
“Kami meyakini, lewat naskah ini, ingin berbicara tentang banyaknya luka yang justru muncul dari dalam sebuah keluarga. Barangkali mereka tampak baik saat berada diluar namun ada hal besar yang coba disimpan rapat-rapat,” ungkap Nur Hafida, lurah Teater As yang juga pemeran Sukma dalam pentas produksi tersebut.
Meski bagi sebagian orang membicarakan persoalan keluarga menjadi hal tabu, namun dia justru menyoroti hal yang sebaliknya. Menemukan teman untuk berbicara tentu penting dalam mengobati luka.
“Terkadang orang yang memiliki rasa luka, hanya butuh teman untuk didengarkan. Ketika hal itu tidak didapatkan bisa jadi rasa trauma itu justru diturun temurun kan dalam keluarga itu,” ungkap dia.
Fida juga menyebut lewat pementasan itu diharapkan dapat menjadi doa agar setiap pemain, hingga penonton bisa mendapatkan kebahagiaan dalam keluarganya masing-masing. Meski dalam bentuk yang berbeda-beda.
Pimpinan produksi, Syakira Deliilah mengatakan jika pertunjukan itu merupakan pentas produksi ke-enam Teater AS STAI Pati. Lewat pentas itu diharapkan menjadi ajang dalam mengasah ketrampilan yang selama ini telah mereka dapatkan.
“Bagaimana pun, pentas ini merupakan kerja kolektivitas. Baik tim produksi, aktor, musik, pencahayaan, artistik maupun berbagai bidang lainnya harus memili visi yang sama. Kami di teater tak hanya diajarkan persoalan berperan, namun rupanya banyak hal. Dari manajemen berorganisasi hingga berbagai ketrampilan maupun terpenting belajar akan saling menghargai,” ujarnya.
Sementara itu dosen pembimbing Teater AS, Sofiah mengapresiasi pertunjukan yang telah disajikan. Dia juga menaruh kebanggaan lantaran karya itu berasal dari naskah yang ditulis sendiri oleh anggota Teater AS STAI Pati, yakni Sinta Nur Hidayati.
“Kami berharap akan muncul karya – karya lain kedepannya. Tak terkecuali untuk naskah dan karya sastra lainnya,” pungkasnya.
BETANEWS.ID, KUDUS – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Muria Kabupaten Kudus menargetkan sudah bisa melounching produk air kemasan pada pertengahan tahun 2026. Namun, air kemasan tidak diproduksi sendiri tetapi menggunakan sistem Maklon.
Direktur Perumda Tirta Muria Kudus, Winarno mengatakan, inevtasi untuk bisa memproduksi sendiri air kemasan cukup mahal. Oleh karena itu, pihaknya memilih sistem Maklon atau kerja sama dengan pihak lain untuk memproduksi air kemasan.
“Pada tahap awal kita memang memilih sistem Maklon, tentunya sembari melihat pasar. Ketika pasar bagus dan untung maka kita bisa memproduksi air kemasan sendiri,” ujar Winarno usai mengecek aliran air bersih PDAM di Desa Terangmas.
Sistem maklon untuk produksi air kemasan, lanjut Winarno, pihak Perumda Tirta Muria akan menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Magelang. Nantinya PDAM Magelang yang menyediakan air kemasan dan pihaknya tinggal menempel merek.
“PDAM Kabupaten Magelang sudah lama kerja sama sisten maklon menyediakan air minum. Tidak hanya dengan perusahaan air minum saja, tapi juga perhotelan,” bebernya.
Winarno mengungkapkan, sudah menghitung secara rinci ketika ingin memproduksi sendiri produk air kemasan. Menurutnya, setidaknya modal atau investasi awal yang digelontorkan antara Rp1 miliar sampai Rp2 miliar.
“Dana tersebut nantinya untuk pengadaan mesin produksi, yang mana air keluar sudah terkemas dan siap minum. Selain itu juga untuk akomodasi distribusi kepada para konsumen,” ungkapnya.
Sebenarnya, tutur Winarno, pangsa pasar produk air kemasan Perumda Tirta Muria Kudus lumayan jelas. Karena ini perusahaan milik daerah, setidaknya setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa jadi konsumen.
“Namun, karena investasi awal yang cukup mahal, jadi kita memilih sistem maklon dulu. Nanti ketika sudah berjalan dan hitung-hitunganya untung maka pada awal tahun 2027 kita pengadaan mesin untuk produksi air kemasan sendiri,” sebutnya.
Terkait perizinan pengeluaran produk air kemasan, kata Winarno, saat ini baru selesai persetujuan merek. Nantinya air kemasan produk Perumda Tirta Muria Kudus bermerek SEHA+ (plusnya kecil dipojok atas).
“Saat ini kami sedang mengurus izin SNI. Kalau sudah terbit, akan dilanjut mengurus izin edar di BPOM dan kemudian sertifikasi halal. Semua perizinan harus dilakukan satu demi satu, maksutnya izin yang satu terbit baru bisa mengurus izin berikutnya, ini yang cukup memakan waktu,” jelasnya.
BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan mendorong agar dilakukan percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebab, berjalannya program ini akan mempunyai dampak multiplayer effect.
Masan menyampaikan, untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah mengantongi izin segeralah untuk beroperasi. Karena program tersebut sangat baik, untuk pemenuhan gizi bagi anak penerus bangsa.
“Bagi dapur MBG yang sudah mengantongi izin bisa segera beroperasi. Agar penerima manfaatnya makin banyak dan makin luas,” ujar Masan melalui sambungan telepon, belum lama ini.
Menurut politikus Partai Demokrasi Indoneisa Perjuangan (PDIP) tersebut, program MBG memiliki dampak multiplayer efek yang positif bagi daerah. Selain, untuk pemenuhan gizi anak juga bisa untuk mendongkrak perekonomian.
“Program MBG ini berdampak juga pada perekonomian daerah. Ekonomi masyarakat bergeliar, serta membuka lapangan pekerjaan baru. Ketika banyak dapur MBG beroperasi, tentu mereka butuh tenaga kerja,” bebernya.
Sebagai informasi, hingga saat ini sudah ada 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Kudus yang beroperasi dari target 81. Jadi masih kurang banyak.
“Oleh karena itu, segera digas poll. Karena makin banyak dapur MBG beroperasi, saya yakin akan ada perputaran ekonomi yang baik,” sebutnya.
Tekait dapur MBG di Kudus yang mayoritas belum mengantongi SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), Masan menuturkan, bahwa pengelola SPPG bisa mengurus sertifikat tersebut. Pihak Dinas Kesehatan juga jangan mempersulitnya.
“Kalau semuanya sudah terpenuhi dengan baik, segera SLHSnya untuk diterbitkan. Sembari dilakukan pengawasan terkait kebersihan penyajian menu MBG di Kudus,” imbaunya.
Dia mengatakan, bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) tentu sudah punya Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk dapur MBG. Termasuk juga agar tak terjadi kasus keracunan.
“Alhamdulillah pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kudus aman. Dan saya harap ada percepatan, agar makin banyak anak yang bisa merasakan manfaatnya serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucapnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia di kantornya, Rabu (22/10/2025). Foto: Ist
BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia di kantornya, Rabu (22/10/2025). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan “Pop-Up Embassy UK Goes to Central Java” yang diinisiasi Kedutaan Besar Inggris.
Dalam kunjungannya itu, tim dipimpin Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey. Selain dari Kedutaan Besar Inggris, tim juga dari British Council dan Kamar Dagang Inggris di Indonesia. Tim tersebut nantinya akan melakukan kajian dan pendalaman terkait kerja sama di berbagai sektor.
“Senang sekali saya bisa mengunjungi Jawa Tengah. Ini adalah kunjungan resmi pertama saya ke Semarang dan saya berterima kasih atas sambutan hangat kepada saya dan tim hari ini. Kunjungan ini sangat spesial karena saya membawa tim dari Kedutaan Besar Inggris, ini bagian dari inisiatif pop up embassy,” kata Dominic, di Kantor Gubernur, Kota Semarang.
Ia menjelaskan, Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Kelir Starmer telah sepakat meluncur kemitraan strategis yang baru tahun ini.
Hal itu tentu saja membuka hubungan dagang antara Inggris dengan Indonesia, sehingga sangat penting bagi perusahaan Inggris untuk memahami kesempatan bisnis termasuk yang ada di Jawa Tengah. Menyusul beberapa perusahaan yang sudah lebih dulu membuka cabang di Jawa Tengah.
“Kami datang untuk menjalin hubungan, mendengar perspektif lokal, dan melihat langsung bagaimana kemitraan Inggris-Indonesia memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan komunitas di Jawa Tengah,” katanya.
Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan dengan Ahmad Luthfi antara lain, terkait perkembangan sumber daya manusia, manajemen bencana, transportasi perkotaan yang berkelanjutan, hingga berbagai perkembangan industri hijau di Jawa Tengah.
Terkait industri hijau ini, Inggris sangat tertarik dengan program Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry sebagai Strategi Peningkatan Ekspor) yang digagas Pemprov Jateng.
“Tentu saja juga bagaimana mengelola sampah. Kesempatan bertemu dengan pemangku kepentingan di Jawa Tengah ini untuk memperdalam kemitraan antara Inggris dan Jawa Tengah, demi masa depan yang lebih baik dan sejahtera,” ujarnya.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, kunjungan dari Duta Besar Inggris tersebut merupakan suatu kebanggaan bagi Jawa Tengah. Beberapa hal yang dibahas tersebut akan ditindaklanjuti secara mendalam oleh dinas-dinas terkait.
Di antaranya terkait dengan ekonomi hijau, kemudian transportasi di Jawa Tengah yang perlu adanya dry port terkait konektivitas logistik yang akan dipusatkan di Batang.
Selanjutnya adalah beasiswa dan pertukaran mahasiswa di mana Dubes Inggris juga akan mengunjungi beberapa kampus di Jawa Tengah, salah satunya Universitas Diponegoro.
“Tidak kalah pentingnya adalah terkait sampah yang nanti sampah regional atau RDF yang akan kita bahas. Nanti Beliau akan menurunkan tim untuk penelitian sampah plastik di Semarang,” katanya
Ahmad Luthfi juga menawarkan terkait potensi investasi tambak nila salin di wilayah pesisir. Setidaknya ada 72 hektare yang siap untuk nila salin.
Selain itu, ia juga menawarkan potensi pariwisata dan budaya di Jawa Tengah. Di mana Jawa Tengah memiliki sekitar 1.000 desa wisata dan destinasi wisata lain seperti Karimunjawa, Borobudur, dan sebagainya.
“Kami tawarkan barangkali tertarik, lalu banyak lagi yang nanti akan didalami oleh tim Dubes Inggris dan dinas-dinas kita,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data kinerja investasi di Jawa Tengah, Inggris menempati urutan ke-20 negara teratas asal investasi di Jawa Tengah dengan nilai Rp 486,05 triliun.
Sektor Investasi Inggris di Jateng meliputi industri barang dari kulit dan alas kaki, industri makanan, perdagangan dan reparasi, serta jasa lainnya seperti hotel dan restoran.
Aliansi Pati Bangkit (APB) mendatangi Kantor DPRD Pati pada Rabu (22/10/2025). Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Aliansi Pati Bangkit (APB) berencana mendirikan posko di sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, tepatnya di sebelah posko milik Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMBP).
Rencana tersebut disampaikan oleh Koordinator APB, Sutirto, saat melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin pada Rabu (22/10/2025).
Sutirto menyebut, pendirian posko itu masih sebatas wacana dan akan dimusyawarahkan terlebih dahulu bersama anggota aliansi lainnya.
“Itu nanti kita musyawarahkan kepada rekan-rekan, masih baru rencana. Keputusannya tetap bersama, karena kami mengedepankan kebersamaan,” ujarnya Sutirto.
Menurutnya, rencana tersebut muncul setelah mengetahui bahwa pihak AMBP telah lebih dulu mendirikan posko di area DPRD dan bahkan ada anggota aliansi yang bermalam di lokasi tersebut.
“Kalau mereka boleh membuat posko, kami juga bisa membuat posko,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin menyatakan, bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan jika APB ingin mendirikan posko. Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan situasi tetap kondusif.
“Silakan buat posko, tidak masalah. Tapi saya berpesan agar tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas,” tegasnya.
Ali juga mengingatkan, bahwa gedung DPRD merupakan milik rakyat, sehingga masyarakat memiliki hak untuk datang dan menyampaikan aspirasinya selama dilakukan secara tertib.
“DPRD ini rumah rakyat, jadi siapa pun boleh masuk. Yang penting tidak mengganggu ketertiban,” pungkasnya.
Sky Power Tecoroof atau yang berarti genteng tradisional panel surya buatan siswa SMA 1 Gebog. Foto: Kaerul Umam
BETANEWS.ID, KUDUS – Siapa Sangka tumpukan sampah plastik yang biasanya hanya menumpuk di sudut sekolah, bisa disulap menjadi sumber energi?. Sekelompok siswa SMA 1 Gebog berhasil membuat angan itu menjadi nyata lewat produk bernama Sky Power Tecoroof atau yang berarti genteng tradisional panel surya.
Produk tersebut berhasil menjuarai Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) tingkat Kabupaten Kudus 2025.
Ide brilian tersebut muncul ditutupnya tempat pemprosesan akhir (TPA) Tanjungrejo milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus beberapa waktu yang lalu. Hal itu masyarakat Kudus tidak dapat membuang sampah. Selain itu, maraknya sampah plastik juga sebagai salah satu alasan produk ini dibuat sebagai inovasi yang keberlanjutan.
Salah satu siswa kelas XI SMA 1 Gebog, Muhammad Kevin Revano mengatakan, produk dibuat tak hanya limbah plastik saja. Tetapi juga ada campuran pasir dan oli walupun presentase lebih dominan limbah sampah.
“Pasir dan oli dibuat sebagai campuran untuk memperkuat genteng, supaya bisa bertahan lama. Jadi prosesnya limbah plastik kami lebur dengan campuran pasir dan oli, lalu kita masukan ke dalam cetakan genteng,” bebernya, Rabu (22/10/2025).
Ia mengatakan, dalam uji coba produk itu ada enam genteng yang ditambahkan panel surya. Dengan masing-masing satu unitnya diberi 2 watt, karena prototipe tersebut mengacu penggunaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) berdaya sekitar 10 watt.
“Inovasi ini dapat digunakan di perumahan dengan fungsi sebagai hemat energi di malam hari, seperti penggunaan lampu dan sebagainya. Tergantung nanti kapasitas daya yang dibuat,” jelasnya.
Inovasi ini tak lahir begitu saja. Proyek tersebut merupakan hasil dari adanya program double track vokasi bidang elektronika di sekolah tersebut. Dalam program ini, siswa dibekali keterampilan praktis agar siap menghadapi dunia kerja.
“Dari 15 siswa, salah satunya membuat proyek ini. Berawal dari pengalaman saya ketika berhasil membuat batako dari limbah plastik, ide ini dikembangkan siswa untuk membuat produk genteng dengan tambahan panel surya,” jelas guru fisika sekaligus pembimbing siswa dalam projek SMA 1 Gebog, Fitra Handi Kusuma.
Menurutnya, trial and error dalam pembuatan produk itu membutuhkan waktu selama enam bulan. Mulai percobaan pembuatan awal tanpa campuran atau hanya dari limbah plastik saja, hingga menemukan formulasi tepat yang lebih kokoh dan tahan lama.
“Jadi untuk komposisnya, limbah sampah sekitar 70-80 persen. Sedangkan 10-20 persen sisanya pasir dan oli yang berfungsi sebagai menguat struktur genteng,” sebutnya.
Fitria menambahkan, untuk volume produksi genteng pintar itu, dari 300 liter sampah plastik dapat menghasilkan satu genteng seberat setengah kilogram. Menariknya, satu genteng ditambahkan panel surya berdaya 2 Watt dan 12 volt.
“Sehingga enam genteng dengan daya sama itu bisa menghasilkan 10 watt, cukup untuk menyalakan lampu penerangan di rumah sederhana selama 12 jam. Sedangkan untuk pengecasan dari matahari dengan waktu sekitar enam jam,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMA 1 Gebog, Sukarno menyebut bahwa produk tersebut merupakan permulaan untuk ke depannya bisa diaplikasikan di sekolahnya. Menurutnya, hasil dari percontohan itu bisa setidaknya mengurangi sampah dan dapat mengurangi energi.
“Nanti kita kombinasikan dan aplikasikan minimal di sekolah dulu untuk prototipenya. Jadi bisa mengurangi sampah, dan nantinya bisa mengurangi energi, utamanya penggunaan energi listrik di malam hari,” katanya.
Pihaknya secara terang-terangan membuka diri agar produk tersebut bisa dikembangkan dan dapat ditiru. Apalagi adanya program Adiwiyata yang diterapkan di sekolah tersebut tidak hanya sekedar slogan, tapi bjuga berbentuk aksi nyata di lapangan.
“Saat ini masih kami proses untuk kembangkan dan rancang kembali. Ke depan kami juga akan menggandeng pengrajin genteng, kalau sudah ada pangsa pasarnya,” harapnya.
Aliansi Pati Bangkit (APB) mendatangi Kantor DPRD Pati pada Rabu (22/10/2025). Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Menjelang sidang paripurna penyampaian hasil Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati, sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pati Bangkit (APB) mendatangi Kantor DPRD Pati pada Rabu (22/10/2025).
Mereka meminta agar dewan bersikap netral, transparan dan objektif dalam proses pengambilan keputusan, khususnya terkait isu pemakzulan terhadap Bupati Pati, Sudewo.
Koordinator APB, Sutirto menyampaikan, bahwa pihaknya menolak segala bentuk intervensi maupun tekanan terhadap anggota DPRD menjelang sidang paripurna.
Ia mengaku menerima laporan adanya dugaan tekanan terhadap sejumlah anggota dewan yang diminta menandatangani dukungan pemakzulan.
“Tuntutan kami jelas, supaya sidang paripurna nanti benar-benar netral, transparan, dan objektif. Kami tidak ingin ada tekanan kepada anggota DPRD, baik secara langsung maupun psikologis,” ujarnya.
Sutirto menyebut, langkah APB turun ke DPRD merupakan bentuk kepedulian terhadap lembaga legislatif sebagai simbol rakyat.
“DPRD itu simbol demokrasi. Kalau ditekan, berarti mencederai demokrasi itu sendiri. Kami datang dari berbagai dapil untuk membela DPRD agar bisa mengambil keputusan sesuai hati nurani, bukan karena tekanan,” imbuhnya.
Sutirto juga menegaskan, bahwa pihaknya akan terus mengawal jalannya sidang paripurna supaya berjalan jujur dan terbuka.
“Harapan kami, sidang nanti berjalan murni tanpa intervensi. Kami juga berharap tidak ada upaya impeachment terhadap Bupati, karena kami melihat kinerja beliau sudah berjalan baik, terutama dalam pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan,” ungkapya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin menyambut baik audiensi yang dilakukan APB. Ia menegaskan, bahwa pihaknya terbuka terhadap aspirasi masyarakat yang ingin menjaga kondusivitas dan independensi lembaga dewan.
“Kami menerima dengan baik kedatangan teman-teman Aliansi Pati Bangkit. Intinya mereka ingin memastikan bahwa tidak ada intimidasi atau tekanan terhadap anggota DPRD menjelang sidang paripurna Pansus Angket,” ucapnya.
Ali juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga situasi Kabupaten Pati tetap kondusif, aman, dan damai menjelang rapat penting tersebut.
“Kami berharap sidang nanti bisa berjalan lancar, tertib, dan sesuai hati nurani masing-masing anggota tanpa ada tekanan dari pihak manapun,” pungkasnya.
Delegasi Kerajaan Kamboja sekaligus Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kamboja menemui Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin di Semarang, Rabu (22/10/2025). Foto: Ist
BETANEWS.ID, SEMARANG – Delegasi Kerajaan Kamboja sekaligus Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kamboja menemui Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin di Semarang, Rabu (22/10/2025).
Pertemuan tersebut menjadi kelanjutan dari kunjungan delegasi DMDI pusat yang terjadi pada Juni 2025 lalu.
Perbincangan mengerucut pada peluang sinergi yang lebih konkret antara Kamboja dan Jawa Tengah, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam, industri halal, dan pengolahan pangan.
Menteri Senior Urusan Islam Kerajaan Kamboja, Datuk Othsman Hassan, mengatakan kerja sama ini penting untuk mempererat hubungan antara komunitas Muslim dan Melayu di Asia Tenggara.
“Kegiatan seperti ini sudah sering kami lakukan, dan kami ingin memperkuat kerja sama di antara negara-negara Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), termasuk Indonesia, Malaysia, dan Kamboja,” lanjutnya.
Datuk Othsman menambahkan, Kamboja memiliki banyak potensi bahan baku untuk produk halal yang bisa dikembangkan bersama Indonesia.
“Di Kamboja, ada banyak bahan-bahan mentah untuk industri halal. Tapi dari segi tenaga kerja dan industri, upah pekerjanya masih belum tinggi. Jadi ini peluang besar untuk kita bekerja sama dalam ekspor dan pengolahan produk halal,” ungkapnya.
Ia juga berharap hubungan persaudaraan antara masyarakat Muslim Kamboja dan Indonesia bisa terus diperkuat melalui program ekonomi, budaya, dan pendidikan Islam.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah pesantren di Jawa Tengah yang menjalin hubungan dengan lembaga pendidikan dari Kamboja.
“Sudah ada kerja sama dengan beberapa pondok pesantren di Jawa Tengah, termasuk Pondok Pesantren Isy Karima. Kebetulan pimpinan Isy Karima itu kawan saya semasa kuliah di Suriah, jadi ini mudah untuk kita tindak lanjuti,” jelasnya.
Selain pendidikan, Taj Yasin mengatakan, kedua pihak juga sepakat untuk memperluas kolaborasi di sektor pertanian, khususnya pengolahan padi dan pengembangan produk halal.
“Di Kamboja itu melimpah padi, dan ini bisa kita kerja samakan pengolahannya dengan Jawa Tengah dan Indonesia. Dengan begitu, kita bisa saling menumbuhkan ekonomi, khususnya untuk produk-produk halal,” ujar Yasin.
Ia menegaskan, kerja sama seperti ini tak hanya memperkuat ekonomi umat, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan antarnegara serumpun.
“Peluang-peluang seperti ini penting untuk terus dikembangkan, agar umat Islam di Asia Tenggara bisa maju bersama,” tambahnya.
Pertemuan antara Datuk Othsman Hassan dan Wagub Jateng Taj Yasin menjadi momentum penting bagi penguatan diplomasi kultural dan ekonomi antara Kamboja dan Jawa Tengah.
Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi, Rabu (22/10/2025). Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi, Rabu (22/10/2025). Selain meninjau pelayanan, para anggota dewan juga melihat progres pembangunan gedung Stroke dan Onkologi, serta Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ponek.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus, Mardijanto mengatakan, bahwa sidak ini untuk melihat langsung progres pembangunan gedung poli stroke dan onkologi serta gedung IGD. Menurutnya, pembangunan gedung pelayanan kesehatan tersebut perlu dilakukan percepatan.
“Mengingat ini memasuki akhir tahun dan sudah musim hujan, jadi perlu dilakukan percepatan. Agar pembangunan bisa selesai tepat waktu,” ujar Mardijanto kepada awak media.
Mardujanto mengungkapkan, progres pembangunan gedung poli stroke dan Onkologi RSUD Loekmono Hadi sejauh ini baru mencapai 25 persen. Sementara yang pembangunan IGD dan PONEK progresnya sudah tercapai 38 persen.
“Masih ada waktu sekira dua bulan setengah atau 10 pekan dari sekarang, pekerjaa pembangunan gedung diharapkan bisa terselesaikan,” tandasnya.
Mardijanto mengungkapkan, gedung poli stroke dan onkologi dibangun lima lantai dengan menelan anggaran cukup besar yakni Rp44 miliar. Sementara gedung IGD dan PONEK dua lantai menelan anggaran Rp6,5 miliar.
“Kami meminta adanya percepatan. Tenaga kerja harus ditambah, dan harus lembur,” sebutnya.
Meski begitu dilakukan percepatan, Mardijanto mengimbau, pengerjaan harus tetap menjaga kulaitas dan mutu bangunan. Jangan sampai gedung bernilai puluhan miliar dikerjakan asal jadi.
“Kualitas bangunan tetap harus dijaga. Sebab gedung ini nantinya digunakan sebagai fasilitas layanan kesehatan untuk masyarakat, jadi harus bagus dan sesuai standart yang ditentukan,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam mengaku siap melaksanakan usulan dari Komisi D DPRD Kudus. Pihaknya akan segera melakukan percepatan pembangunan gedung poli stroke dan onkologi dengan menambah tenaga kerja.
“Saat ini total pekerja di gedung poli stroke dan onkologi ada 70 orang. Segera akan kita lakukan penambahan jadi 100 orang. Untuk jam kerja, selama ini sebenarnya sudah lembur sampai pukul 21:00 WIB. Sementara untuk pembangunan gedung IGD PONEK,” ujar Hakam.
Dia mengatakan, target selesai pembangunan gedung Poli Stroke dan Onkologi adalah 27 Desember 2025. Sementara pembangunan IGD dan PONEK target kelarnya pada 20 Desember 2025.
“Dengan adanya Poli Stroke dan Onkologi, nantinya bisa mengurangi kurang lebih seribu rujukan pasien ke Rumah Sakit Karyadi Semarang. Sementara pembangunan IGD ini nanti tempat tidurnya bertambah dari 20 bed jadi 40 bed,” imbuhnya.