31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

SMA 1 Gebog Sulap Genteng Berbahan Limbah Jadi Sumber Energi

BETANEWS.ID, KUDUS – Siapa Sangka tumpukan sampah plastik yang biasanya hanya menumpuk di sudut sekolah, bisa disulap menjadi sumber energi?. Sekelompok siswa SMA 1 Gebog berhasil membuat angan itu menjadi nyata lewat produk bernama Sky Power Tecoroof atau yang berarti genteng tradisional panel surya.

Produk tersebut berhasil menjuarai Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) tingkat Kabupaten Kudus 2025. 

Baca Juga: Air Kemasan Perumda Tirta Muria Kudus Mulai Diproduksi Tahun 2026, Ini Bocoran Mereknya

-Advertisement-

Ide brilian tersebut muncul ditutupnya tempat pemprosesan akhir (TPA) Tanjungrejo milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus beberapa waktu yang lalu. Hal itu masyarakat Kudus tidak dapat membuang sampah. Selain itu, maraknya sampah plastik juga sebagai salah satu alasan produk ini dibuat sebagai inovasi yang keberlanjutan. 

Salah satu siswa kelas XI SMA 1 Gebog, Muhammad Kevin Revano mengatakan, produk dibuat tak hanya limbah plastik saja. Tetapi juga ada campuran pasir dan oli walupun presentase lebih dominan limbah sampah. 

“Pasir dan oli dibuat sebagai campuran untuk memperkuat genteng, supaya bisa bertahan lama. Jadi prosesnya limbah plastik kami lebur dengan campuran pasir dan oli, lalu kita masukan ke dalam cetakan genteng,” bebernya, Rabu (22/10/2025). 

Ia mengatakan, dalam uji coba produk itu ada enam genteng yang ditambahkan panel surya. Dengan masing-masing satu unitnya diberi 2 watt, karena prototipe tersebut mengacu penggunaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) berdaya sekitar 10 watt. 

“Inovasi ini dapat digunakan di perumahan dengan fungsi sebagai hemat energi di malam hari, seperti penggunaan lampu dan sebagainya. Tergantung nanti kapasitas daya yang dibuat,” jelasnya. 

Inovasi ini tak lahir begitu saja. Proyek tersebut merupakan hasil dari adanya program double track vokasi bidang elektronika di sekolah tersebut. Dalam program ini, siswa dibekali keterampilan praktis agar siap menghadapi dunia kerja. 

“Dari 15 siswa, salah satunya membuat proyek ini. Berawal dari pengalaman saya ketika berhasil membuat batako dari limbah plastik, ide ini dikembangkan siswa untuk membuat produk genteng dengan tambahan panel surya,” jelas guru fisika sekaligus pembimbing siswa dalam projek SMA 1 Gebog, Fitra Handi Kusuma. 

Menurutnya, trial and error dalam pembuatan produk itu membutuhkan waktu selama enam bulan. Mulai percobaan pembuatan awal tanpa campuran atau hanya dari limbah plastik saja, hingga menemukan formulasi tepat yang lebih kokoh dan tahan lama. 

“Jadi untuk komposisnya, limbah sampah sekitar 70-80 persen. Sedangkan 10-20 persen sisanya pasir dan oli yang berfungsi sebagai menguat struktur genteng,” sebutnya. 

Fitria menambahkan, untuk volume produksi genteng pintar itu, dari 300 liter sampah plastik dapat menghasilkan satu genteng seberat setengah kilogram. Menariknya, satu genteng ditambahkan panel surya berdaya 2 Watt dan 12 volt.

“Sehingga enam genteng dengan daya sama itu bisa menghasilkan 10 watt, cukup untuk menyalakan lampu penerangan di rumah sederhana selama 12 jam. Sedangkan untuk pengecasan dari matahari dengan waktu sekitar enam jam,” tuturnya. 

Sementara itu, Kepala SMA 1 Gebog, Sukarno menyebut bahwa produk tersebut merupakan permulaan untuk ke depannya bisa diaplikasikan di sekolahnya. Menurutnya, hasil dari percontohan itu bisa setidaknya mengurangi sampah dan dapat mengurangi energi. 

“Nanti kita kombinasikan dan aplikasikan minimal di sekolah dulu untuk prototipenya. Jadi bisa mengurangi sampah, dan nantinya bisa mengurangi energi, utamanya penggunaan energi listrik di malam hari,” katanya. 

Baca Juga: Dua Tahun Wafatnya Sang Pendiri, Pura Group Gelar Doa Bersama dan Aksi Sosial

Pihaknya secara terang-terangan membuka diri agar produk tersebut bisa dikembangkan dan dapat ditiru. Apalagi adanya program Adiwiyata yang diterapkan di sekolah tersebut tidak hanya sekedar slogan, tapi bjuga berbentuk aksi nyata di lapangan.

“Saat ini masih kami proses untuk kembangkan dan rancang kembali. Ke depan kami juga akan menggandeng pengrajin genteng, kalau sudah ada pangsa pasarnya,” harapnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER