31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 Makin Bergengsi, 518 Atlet Bertarung dengan Format Piala Dunia

BETANEWS.ID, KUDUS – Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 kembali menjadi panggung pembinaan atlet muda dengan kualitas pertandingan yang semakin berkembang. Sebanyak 518 atlet dari 28 klub, terdiri dari 25 klub mitra PB Djarum dan tiga klub undangan, ambil bagian dalam ajang yang digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, pada 9–14 Februari 2026.

Kompetisi yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PB Djarum ini mempertandingkan nomor perorangan U-9 dan U-11 serta nomor beregu U-13 dan U-15. Khusus sektor beregu, format pertandingan tahun ini mengadopsi sistem kejuaraan dunia, yakni format Piala Thomas dan Uber untuk U-13 serta format Piala Sudirman untuk U-15.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan kejuaraan ini menjadi wadah peningkatan kualitas atlet muda yang dibina klub-klub mitra dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa klub yang ambil bagian di antaranya PB Talenta Manado, PB Champion Makassar, PB Victory Bandung, dan Hevindo Balikpapan.

-Advertisement-

Baca juga: Rebut 16 Gelar, PB Djarum Juara Umum Polytron Muria Cup Sirnas C 2025

“Kejuaraan Klub Mitra merupakan upaya PB Djarum dan Djarum Foundation untuk menjaga semangat bulutangkis Indonesia. Melalui ajang ini, klub dapat mengukur kemampuan atletnya sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan agar lahir generasi penerus pebulutangkis elite Tanah Air,” ujar Yoppy.

Ia menambahkan, pembinaan tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah atlet klub mitra berhasil menembus Pelatnas PBSI, seperti Selsi Jovika, Moh Zaki Ubaidillah, hingga Richie Duta Richardo yang sebelumnya mengawali karier di klub mitra.

Menurut Yoppy, kejuaraan ini tidak hanya penting bagi atlet, tetapi juga bagi pelatih dan klub. Mayoritas pelatih klub mitra merupakan mantan atlet PB Djarum, sehingga ajang ini turut menjaga ekosistem pembinaan tetap hidup melalui diskusi dan pemetaan kebutuhan jangka pendek maupun panjang.

Selain pertandingan, Kejuaraan Klub Mitra juga menghadirkan coaching clinic dan sesi berbagi bagi pelatih. Tahun ini, pelatih fisik PB Djarum Ari Subarkah memaparkan materi tentang peningkatan endurance untuk mendukung performa atlet saat bertanding.

Ketua Panitia Pelaksana, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa penerapan tiga sistem pertandingan berbeda dirancang untuk membiasakan atlet menghadapi tekanan kompetisi sejak usia dini. Format tersebut diharapkan mampu mengasah mental, kegigihan, dan semangat juang para pemain muda.

“Tahun ini ada tiga kategori sistem pertandingan, yakni perorangan, beregu U-13 dengan format Thomas-Uber, serta beregu campuran U-15 dengan format Piala Sudirman. Kami ingin atlet muda terbiasa dengan berbagai situasi pertandingan,” jelas Sigit.

Antusiasme klub mitra pun meningkat dibanding tahun lalu yang diikuti 439 atlet. Tahun ini jumlah peserta melonjak menjadi 518 atlet dari berbagai kelompok usia.

Panas dan Menegangkan di Partai Final

Persaingan sengit tersaji di partai final U-11 tunggal putra yang mempertemukan Zayn Abdullah Rajendra dari PB Champion Klaten melawan Kentaro Javas Kaivan Tsaqib dari PB Champion Kebumen.

Zayn tampil impresif dengan merebut gim pertama 21-16. Kentaro membalas di gim kedua dengan skor tipis 21-19 sehingga pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Zayn sempat tertinggal 11-15 sebelum akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 21-18 untuk memastikan gelar juara.

“Saya sangat bersemangat karena sebelumnya pernah kalah dari Kentaro. Senang sekali kerja keras latihan terbayar dan bisa menjadi juara,” ujar Zayn.

Pertarungan tak kalah seru terjadi di final beregu U-15 dengan format Piala Sudirman yang mempertemukan Champion Magelang dan Champion Gading Jaya. Di partai pembuka, ganda campuran Bariq Zhafran/Zahra Tinur Aripin dari Champion Magelang sempat unggul sebelum akhirnya kalah dari Jonathan Samuel Daloma/Karla Nelvina Telaumbanua dalam tiga gim dengan durasi 1 jam 31 menit.

Keunggulan Champion Gading Jaya berlanjut melalui kemenangan tunggal putra Erlan Basiturrahman Mantow. Gelar juara dipastikan setelah Allanna Campnou Djohan tampil dominan dan menyumbangkan poin penentu.

Jonathan mengaku sempat merasa terbebani saat turun di partai pertama final. Namun kemenangan tersebut justru meningkatkan kepercayaan diri tim.

Baca juga: Puncak Audisi Umum 2025, Sembilan Atlet Resmi Bergabung PB Djarum, Berikut Daftarnya

“Awalnya terasa berat, tapi setelah menang kami semakin optimistis. Semoga ini menjadi motivasi untuk meraih prestasi lebih besar,” ujarnya.

Pelatih ganda PB Gading Jaya, Daniel Bagas Irawan, juga mengaku bangga atas perjuangan anak asuhnya. Ia menyebut gelar ini terasa spesial karena diraih di tengah sejumlah kendala persiapan.

“Saya bangga dengan semangat mereka. Kejuaraan ini penting untuk menambah jam terbang atlet muda sekaligus memberi pengalaman berharga bagi pelatih,” katanya.

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 pun kembali menegaskan perannya sebagai ajang penting dalam regenerasi bulutangkis Indonesia, sekaligus panggung lahirnya calon bintang masa depan.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER