31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Tingkatkan Ekonomi Daerah, Ketua DPRD Kudus Dorong Percepatan Pelaksanaan MBG

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan mendorong agar dilakukan percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebab, berjalannya program ini akan mempunyai dampak multiplayer effect.

Masan menyampaikan, untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah mengantongi izin segeralah untuk beroperasi. Karena program tersebut sangat baik, untuk pemenuhan gizi bagi anak penerus bangsa.

Baca Juga: SMA 1 Gebog Sulap Genteng Berbahan Limbah Jadi Sumber Energi

-Advertisement-

“Bagi dapur MBG yang sudah mengantongi izin bisa segera beroperasi. Agar penerima manfaatnya makin banyak dan makin luas,” ujar Masan melalui sambungan telepon, belum lama ini.

Menurut politikus Partai Demokrasi Indoneisa Perjuangan (PDIP) tersebut, program MBG memiliki dampak multiplayer efek yang positif bagi daerah. Selain, untuk pemenuhan gizi anak juga bisa untuk mendongkrak perekonomian.

“Program MBG ini berdampak juga pada perekonomian daerah. Ekonomi masyarakat bergeliar, serta membuka lapangan pekerjaan baru. Ketika banyak dapur MBG beroperasi, tentu mereka butuh tenaga kerja,” bebernya.

Sebagai informasi, hingga saat ini sudah ada 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Kudus yang beroperasi dari target 81. Jadi masih kurang banyak.

“Oleh karena itu, segera digas poll. Karena makin banyak dapur MBG beroperasi, saya yakin akan ada perputaran ekonomi yang baik,” sebutnya.

Tekait dapur MBG di Kudus yang mayoritas belum mengantongi SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), Masan menuturkan, bahwa pengelola SPPG bisa mengurus sertifikat tersebut. Pihak Dinas Kesehatan juga jangan mempersulitnya.

“Kalau semuanya sudah terpenuhi dengan baik, segera SLHSnya untuk diterbitkan. Sembari dilakukan pengawasan terkait kebersihan penyajian menu MBG di Kudus,” imbaunya.

Baca Juga: DPRD Minta Pembangunan Gedung Stroke RSUD Kudus Dipercepat

Dia mengatakan, bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) tentu sudah punya Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk dapur MBG. Termasuk juga agar tak terjadi kasus keracunan.

“Alhamdulillah pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kudus aman. Dan saya harap ada percepatan, agar makin banyak anak yang bisa merasakan manfaatnya serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER