BETANEWS.ID, KUDUS – Tim penilai lomba Posyandu tingkat Kabupaten Kudus melakukan klarifikasi lapangan di Posyandu Marsudi Rahayu, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, pada Selasa (21/10/2025). Tim ini akan menyusuri desa-desa yang menjadi perwakilan dari masing-masing kecamatan.
Klarifikasi lapangan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat (20–24/10/2025). Adapun sembilan Posyandu peserta lomba antara lain:
Posyandu Flamboyan 4, Desa/Kecamatan Bae
Posyandu Marsudi Rahayu, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota
Posyandu Waringinsari 4, Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe
Posyandu Sakura 8, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu
Posyandu Nakula, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog
Posyandu Anggrek, Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati
Posyandu Mawar 1, Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan
Posyandu Melati, Desa/Kecamatan Mejobo
Posyandu Flamboyan 11, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo
Baca Juga: Triwulan ll 2025, Realisasi Investasi di Kudus Capai Rp719 M
Dalam penilaian lomba ini, terdapat enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi indikator, yaitu bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibumlinmas), serta sosial.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Fiza Akbar, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang evaluasi bagi desa-desa yang telah mengikuti program penguatan Posyandu. Dengan adanya enam aspek tersebut, penguatan Posyandu baik secara kelembagaan maupun fungsional diharapkan dapat berjalan optimal.

“Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memotivasi masyarakat agar berperan aktif dalam pemberdayaan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, setiap desa telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mengisi masing-masing bidang. Oleh karena itu, enam aspek penilaian ini diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan di tingkat desa.
“Kami sudah memastikan setiap bidang memiliki penanggung jawab. Para kader desa telah disiapkan sesuai dengan bidangnya,” jelasnya.
Ia berharap, desa-desa yang mengikuti penilaian ini dapat menjadi contoh bagi desa lainnya. Bahwa dari level paling bawah, masyarakat mampu berdaya dan menyelesaikan masalah secara mandiri.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kudus, Endhah Endhayani, menambahkan bahwa berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya berfokus pada sektor kesehatan, tahun ini lomba Posyandu mencakup enam SPM. Oleh karena itu, penilaian melibatkan lintas sektor dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Dalam beberapa hari ke depan, kami akan melakukan kunjungan ke desa-desa di sembilan kecamatan untuk melakukan penilaian. Ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan peran dan fungsi Posyandu di Kudus. Dulu Posyandu hanya fokus pada kesehatan, sekarang sudah mencakup lima aspek lainnya,” katanya.
Baca Juga: Viral Rumah di Mijen Kudus Dibongkar OTK, Ini Faktanya
Ia menjelaskan bahwa penerapan enam aspek tersebut masih dalam tahap sosialisasi dan evaluasi awal. Ke depannya, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi wadah penyelesaian berbagai persoalan sosial di masyarakat.
“Jadi, ketika masyarakat memiliki masalah yang perlu segera ditindaklanjuti, Posyandu dapat menjadi tempat pertama untuk mengurai dan menyelesaikan persoalan tersebut,” pungkasnya. (adv)
Editor: Haikal Rosyada

