Beranda blog Halaman 167

Ketua DPRD Jepara Sebut Santri Harus Jadi Garda Terdepan Agent of Change 

0
Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Setiap tanggal 22 Oktober, gema shalawat dan semangat perjuangan para ulama kembali menggema di seluruh penjuru negeri.

Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni atau rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali makna perjuangan dan pengabdian kaum santri bagi bangsa.

Baca Juga: Bangun Gerai UMKM di Sekolah, Perumda Jepara Buka Peluang Kerjasama

Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna menegaskan, Hari Santri harus menjadi pengingat sekaligus pemantik semangat bagi generasi muda pesantren untuk tampil sebagai garda terdepan perubahan di tengah dinamika zaman yang terus bergerak cepat.

“Santri hari ini bukan hanya penjaga moral, tapi juga penggerak perubahan sosial. Mereka harus hadir di garis depan pembangunan menjadi agent of change yang membawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan modern,” ujar Agus Sutisna.

Dalam gaya tutur yang hangat namun bernas, Agus mengajak seluruh santri untuk menafsirkan ulang makna peringatan Hari Santri bukan sekadar mengenang perjuangan masa lalu, melainkan menjadikannya energi untuk bertindak dan berkontribusi.

“Hari Santri adalah panggilan bagi mereka yang mencintai Allah, mencintai ilmu, dan mencintai tanah air. Sudah waktunya santri berdiri bukan hanya di mimbar, tapi juga di ruang inovasi, pendidikan, dan ekonomi rakyat,” katanya.

Agus menekankan, di tengah tantangan era digital dan perubahan sosial, santri memiliki peran ganda: menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan kemajuan zaman.

Ia menyebut bahwa pesantren telah lama menjadi pusat pembentukan karakter dan moral bangsa modal sosial yang kini dibutuhkan lebih dari sebelumnya.

Santri, Benteng Ideologi dan Persatuan Bangsa

Ketua DPRD Jepara juga menyinggung pentingnya peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa. 

Dengan pemahaman agama yang mendalam, santri diharapkan menjadi benteng terhadap paham-paham radikal dan intoleran yang berpotensi memecah belah persaudaraan sesama anak bangsa.

“Santri harus menjadi penjaga ideologi Pancasila dari perspektif keagamaan. Mereka punya posisi moral yang kuat untuk mengedukasi masyarakat dengan cara yang damai dan santun,” kata Agus.

Ia juga menekankan bahwa moderasi beragama adalah bagian dari jihad zaman modern jihad tanpa senjata, tetapi dengan ilmu, akhlak, dan keteladanan.

Agus Sutisna menggambarkan santri masa kini sebagai generasi yang lentur: mampu menjaga nilai-nilai spiritualitas sambil aktif di dunia profesional.

Baca Juga: Siapkan Anggaran Rp700 Juta, Pemkab Jepara Bakal Sulap Taman Kanal Jadi Sentra UMKM 

Peran mereka, kata Agus, kini meluas bukan hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga di sektor pendidikan, ekonomi, sosial, teknologi, dan pelestarian lingkungan.

“Kita ingin melihat santri yang menjadi guru, pengusaha, inovator teknologi, pegiat sosial, dan penjaga lingkungan. Karena perubahan sejati datang dari mereka yang berilmu dan berakhlak,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bea Cukai Kudus Musnahkan 10,8 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp15,9 M

0
Program Pemusnahan Serentak Bertahap Barang Hasil Penindakan (BHP) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta (Kanwil DJBC Jateng dan DIY), Rabu (22/10/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangka memperingati Hari Bea Cukai ke-79 Tahun 2025 dengan tema “Tangguh Mengawasi, Tulus Melayani,” Bea Cukai Kudus bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kudus melaksanakan Program Pemusnahan Serentak Bertahap Barang Hasil Penindakan (BHP) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta (Kanwil DJBC Jateng dan DIY), Rabu (22/10/2025).

Program ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama Bea Cukai di seluruh wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dalam menjaga peredaran barang kena cukai legal, serta memastikan bahwa setiap hasil penindakan atas pelanggaran di bidang cukai ditangani secara transparan, akuntabel, dan tuntas.

Baca Juga: Lulusan Angkatan 75 UMK Disebut Paling Istimewa, Jadi Lulusan Pertama Akreditasi Unggul

Dalam kegiatan pemusnahan di Kudus, Bea Cukai Kudus memusnahkan lebih dari 10,8 juta batang rokok ilegal berbagai merek, terdiri dari 10,8 juta batang Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan 700 batang Sigaret Putih Mesin (SPM), dengan total berat mencapai lebih dari 18 ton. Nilai barang hasil penindakan tersebut diperkirakan mencapai Rp15,98 miliar, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp10,36 miliar.

Rokok ilegal tersebut berasal dari 74 kali kegiatan penindakan dalam wilayah eks-Karesidenan Pati, meliputi Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Rembang, dan Blora sepanjang Juni 2024 hingga Juni 2025.

Seluruh barang bukti telah berstatus Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan telah mendapat persetujuan pemusnahan dari Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara atas nama Menteri Keuangan.

Pemusnahan dilakukan secara simbolis dengan membakar sebagian barang bukti di halaman Kantor Bea Cukai Kudus dan disaksikan oleh jajaran Kemenkeu Satu, aparat penegak hukum, serta pejabat daerah Kabupaten Kudus. Sisa barang yang tidak dibakar dihancurkan hingga tidak memiliki bentuk dan sifat asalnya ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kudus.

Momentum Hari Bea Cukai ke-79 menjadi refleksi bagi seluruh jajaran Bea Cukai untuk terus meningkatkan integritas, profesionalisme, dan semangat melayani kepada masyarakat. Melalui tema ‘Tangguh Mengawasi, Tulus Melayani’, Bea Cukai menegaskan peran ganda sebagai penegak hukum di bidang kepabeanan dan cukai, sekaligus pelayan publik di lingkup keuangan negara.

Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Lenni Ika Wahyudiasti, menyampaikan bahwa kegiatan pemusnahan serentak ini bukan hanya simbol keberhasilan penindakan, tetapi juga komitmen dalam menjaga keadilan dan keberlanjutan industri hasil tembakau di Indonesia.

“Pemusnahan ini menjadi bukti nyata bahwa Bea Cukai tidak hanya tegas menindak, tetapi juga tulus melayani. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memahami pentingnya menggunakan produk legal dan menolak peredaran rokok ilegal yang merugikan negara dan masyarakat,” ungkap Lenni.

Baca Juga: Tim Penilai Pastikan 6 SPM Berjalan Optimal dalam Lomba Posyandu Kudus

Lebih lanjut, Lenni menjelaskan bahwa peredaran rokok ilegal bukan sekadar pelanggaran administrasi, tetapi menggerus penerimaan negara, merusak iklim usaha, dan mengancam keberlangsungan tenaga kerja di industri resmi.

“Inilah esensi dari semangat Tangguh Mengawasi, kami tidak akan berhenti menjaga negara dari kebocoran penerimaan dan praktik
ilegal. Namun di saat yang sama, kami juga Tulus Melayani dengan memberikan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan bagi pelaku usaha agar tetap berada di jalur legal,” tambahnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Stok Beras di Bulog Pati Melimpah, Siap Didistribusikan ke Lima Daerah

0
Ketersediaan beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (KC) Pati terpantau aman. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Ketersediaan beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (KC) Pati terpantau aman. Hingga hari ini, Rabu (22/10/2025), stok beras di wilayah tersebut masih mencapai 65.340 ton.

Kepala Bulog Pati, Nur Hardiansyah menjelaskan, bahwa puluhan ribu ton beras tersebut merupakan cadangan beras pemerintah yang siap disalurkan ke lima kabupaten di wilayah kerja Bulog Pati, yakni Pati, Kudus, Rembang, Blora, dan Jepara.

Baca Juga: Liga 4 Segera Bergulir di Pati, Klub Didorong Segera Daftar Sebelum 25 Oktober

“Stok beras sampai saat ini per tanggal 20 Oktober 2025 sebanyak 65.340 ton yang berada di lima kabupaten,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, penyaluran beras tersebut mencakup beberapa agenda, di antaranya program Bantuan Pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta tanggap darurat bencana. Untuk penyaluran bantuan pangan, pihaknya masih menunggu instruksi resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Untuk penyalurannya ada beberapa yakni SPHP, bantuan pangan, dan kebutuhan tanggap darurat bencana alam atau menunggu perintah untuk mengeluarkan,” lanjutnya.

Nur menambahkan, cadangan beras untuk keperluan tanggap bencana disiapkan sekitar 100 ton per tahun untuk masing-masing daerah. Namun, biasanya pemerintah daerah juga memiliki cadangan beras sendiri.

“Saat ini belum ada beras keluar, karena secara aturan biasanya semua daerah itu punya jatah per tahun 100 ton, tetapi itu re-new-able tidak terakumulasi,” jelasnya.

Ia menuturkan, apabila terjadi bencana atau gagal panen, beras cadangan pemerintah kabupaten akan disalurkan terlebih dahulu. Jika stok daerah habis, barulah Bulog menyalurkan cadangan dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Kembali ke Era 80-an, OM Lorenza Goyang Pati di HUT Pemuda Pancasila

“Setiap kali Bulog menyalurkan beras karena kami sebagai operator, jadi kami menunggu perintah Bapanas selaku regulatornya,” kata Nur Hardiansyah.

Meskipun demikian, Nur memastikan seluruh stok yang tersimpan saat ini dalam kondisi baik dan siap didistribusikan sewaktu-waktu. Selain untuk keperluan bencana, dalam waktu dekat Bulog Pati juga dijadwalkan menyalurkan Bantuan Pangan ke lima kabupaten tersebut.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sudah Siapkan SK Bupati, Pemkab Jepara Siap Pindah Museum Kartini ke Pendopo 

0
Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana untuk memindahkan lokasi Museum RA Kartini yang saat ini berada di Kompleks Alun-Alun 1 Jepara ke Pendopo Kabupaten Jepara yang berada di Kompleks Kantor Bupati Jepara.  

Rencana pemindahan itu saat ini juga sudah dipayungi ketentuan hukum melalui Surat Keputusan (SK) Bupati yang ditandatangani oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo pada tanggal 18 Oktober 2025.

Baca Juga: Bangun Gerai UMKM di Sekolah, Perumda Jepara Buka Peluang Kerjasama

Dalam SK Bupati Jepara Nomor 4321.1/3268 tentang Penetapan Museum RA Kartini Jepara diputuskan bahwa Museum RA Kartini yang berkedudukan di Jalan Alun-Alun Nomor 1, Kelurahan Panggang, Kecamatan Jepara menjadi berkedudukan di Pendopo Kabupaten Jepara di Jalan Kartini Nomor 1, Kelurahan Panggang. 

Dalam penetapan Museum RA. Kartini Jepara ke Pendopo Kabupaten Jepara dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan setelah penetapan SK, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan untuk pelaksanaan pemindahan lokasi museum. 

“Saat ini sudah kita SK-kan (untuk pemindahan lokasi Museum RA Kartini), ini sedang kita persiapkan, mudah-mudahan ini menjadi langkah awal supaya bisa mendapat perhatian dari museum di pusat,” kata Wiwit saat ditemui usai kegiatan Bupati Ngantor di Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Selasa (21/10/2025). 

Terkait pemindahan tersebut, Wiwit melanjutkan saat ini ia belum mempersiapkan berapa anggaran yang nantinya akan dibutuhkan. 

“Kita belum menganggarkan untuk (pemindahan) museum, tapi untuk persiapan kesana ini sedang kita ajukan,” tambahnya. 

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar mengatakan rencana pemindahan lokasi Museum RA Kartini ke Pendopo sebenarnya sudah muncul sejak lama. 

“Konsep Pendapa Kartini untuk dijadikan museum ini sudah lama. Bahkan pada masa Penjabat (Pj) Bupati sebelumnya sudah ada keinginan menjadikan pendapa sebagai Museum Kartini,” kata Ary. 

Menurutnya, momentum perubahan ini semakin kuat ketika Bupati Jepara melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. 

“Keinginan pak Bupati disambut baik oleh bu Rerie, dan beliau siap membantu memfasilitasi mewujudkan pendapa menjadi Museum Kartini,” jelasnya.

Sedangkan untuk konsep dan penataan museum nantinya, Ary melanjutkan pihaknya akan melibatkan para ahli. Sebab, ia menyadari penataan tersebut tidak bisa dilakukan secara sembarangan. 

“Penataan museum tidak bisa sembarangan. Harus ada kurator yang paham konteks sejarah, penataan, dan narasi edukatifnya,” tegasnya.

Baca Juga: Siapkan Anggaran Rp700 Juta, Pemkab Jepara Bakal Sulap Taman Kanal Jadi Sentra UMKM 

Di samping itu, Ary melanjutkan pihaknya juga akan berkoordinasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk dengan Museum Kartini Rembang untuk menambah koleksi peninggalan. 

“Kami akan upayakan penambahan koleksi, termasuk kemungkinan membuat replikasi koleksi, agar masyarakat bisa mengakses informasi peninggalan Kartini secara luas,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Cerita Pengurus Koperasi Merah Putih di Jepara: Bingung Meski Banyak Informasi 

0
Pengurus Koperasi Mendaftar Menjadi Agen Dalam Agenda Temu Mitra Kopdes Merah Putih di Pendopo Kabupaten Jepara, Kamis (10/7/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) berupaya untuk mempercepat pembangunan gerai, gudang, dan bangunan fisik lainnya untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Percepatan itu dilakukan dengan menggandeng PT Agrinas Pangan Nusantara yang kemudian bekerjasama dengan TNI. Total terdapat 800 unit koperasi yang kini sedang dibangun. 

Baca Juga: Bangun Gerai UMKM di Sekolah, Perumda Jepara Buka Peluang Kerjasama

Di Kabupaten Jepara, pembangunan itu menyasar tujuh unit koperasi. Salah satunya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tubanan, Kecamatan Kembang.  

Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan unit koperasi tersebut dilakukan pada Jumat, (17/10/2025) lalu. Bersamaan dengan 799 unit koperasi Merah Putih lainnya di seluruh Indonesia. 

Ketua KDMP Tubanan, Sutris bercerita usai peletakan batu pertama hingga saat ini, memang belum terdapat aktivitas pembangunan kembali. 

Sebab, dari informasi yang ia terima pembangunan itu baru akan dilanjutkan sekitar bulan depan.  

“Kemarin baru peletakan batu pertama, belum dilanjut lagi. Saat saya tanyakan, awal bulan nanti baru akan dibangun. Ini masih proses penyusunan RAB. Target selesainya di akhir Januari 2026,” kata Sutris pada Betanews.id saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (22/10/2025). 

Terkait bagaimana jalannya operasional koperasi nantinya, Sutris mengaku sampai saat ini belum terdapat informasi yang pasti. 

Sebelumnya, Sutris mengatakan memang sudah mendapat sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) terkait pelaksanaan Koperasi Merah Putih. 

Pada Jumat, (17/10/2025) lalu, ia bersama anggota KDMP Tubanan juga sudah bertemu dengan Asisten Bisnis atau Pendamping Koperasi yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat. 

Akan tetapi, Sutris mengatakan dari pihak pendamping sendiri sampai saat ini juga belum mendapat arahan yang pasti terkait bagaimana pendampingan untuk para pengurus Koperasi Merah Putih. 

“Sosialisasi dan Bimtek memang sudah ada, meskipun belum sepenuhnya. Tapi bagaimana teknis selanjutnya kita masih bingung. Pendamping juga masih menunggu arahan terkait bagaimana pendampingan ke koperasi,” ungkap Sutris. 

Kebingungan itu menurut Sutris, juga termasuk soal pendanaan. Dari informasi awal yang ia terima, Sutris mengatakan KDKMP yang saat ini sedang proses pembangunan, nantinya akan mendapat bantuan anggaran senilai Rp3 miliar. 

Anggaran itu digunakan untuk pembangunan gedung sekitar Rp500 juta dan sisanya untuk operasional serta modal unit usaha di koperasi. Anggaran itu nantinya akan disalurkan oleh pemerintah pusat melalui Danantara ke PT Agrinas. 

“Tapi dari informasi terbaru yang baru kita terima kemarin, seluruh pembiayaan nanti bukan dari PT Agrinas tetapi dari BRI untuk pembangunan dan kegiatan modal usaha,” katanya. 

Hanya saja, penyaluran bantuan dana dari pihak BRI menurutnya memiliki syarat. Yaitu seluruh pengurus maupun pengawas harus bersih dari tunggakan macet di BRI. 

Baca Juga: Siapkan Anggaran Rp700 Juta, Pemkab Jepara Bakal Sulap Taman Kanal Jadi Sentra UMKM 

Terkait persyaratan itu, Sutris mengatakan memang belum berkoordinasi lebih lanjut dengan 14 anggota lainnya. Hanya saja, ia mengaku cukup keberatan dengan adanya persyaratan tersebut. 

“Itu juga jadi beban bagi pengurus. Karena kami bekerja saja belum terima hasil, tapi sudah dibebani dengan urusan pribadi di BRI,” keluhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Air Kemasan Perumda Tirta Muria Kudus Mulai Diproduksi Tahun 2026, Ini Bocoran Mereknya

0
Direktur Perusda Tirta Muria Kudus, Winarno. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Muria Kabupaten Kudus tengah berproses tertkait izin produksi air kemasan. Ada beberapa izin yang harus dipenuhi, sehingga target produk air kemasan paling lambat bisa dilounching pada pertengahan tahun 2026.

Direktur Perumda Tirta Muria Kudus, Winarno mengatakan, untuk memproduksi air kemasan setidaknya ada empat izin yang harus dipenuhi. Sedangkan izin tersebut tak bisa diurus secara bersama-sama, tetapi harus satu demi satu.

Baca Juga: Lulusan Angkatan 75 UMK Disebut Paling Istimewa, Jadi Lulusan Pertama Akreditasi Unggul

“Mungkin kalau bisa diurus bersama sekaligus, prosesnya bisa lebih cepat. Tetapi untuk izin produksi air kemasan harus satu demi satu. Izin satu terpenuhi, baru dilanjutkan izin berikutnya,” ujar Winarno usai meninjau aliran air bersih PDAM di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan belum lama ini.

Saat ini yang sudah terpenuhi, ungkap Winarno, adalah pengajuan merek yang sudah kelar pada Bulan Juli 2025. Menurutnya, pengajuan merek sendiri sudah dilakukan pada Bulan November tahun sebelumnya.

Pengajuan merek, lanjut Winarno, memang agak lama prosesnya, karena harus ada masa sanggah. Hal itu guna memastikan merek yang diajukan belum digunakan produk serupa. Serta, supaya tak jadi sengketa di masa yang akan datang.

“Merek yang kami ajukan tidak ada yang menyanggah dan sudah disetujui. Nantinya merek air kemasan produk Perumda Tirta Muria Kudus adalah SEHA+ (plusnya kecil di pojok atas),” jelasnya.

Winarno menuturkan, saat ini pihaknya sedang mengurus izin Standart Nasional Indonesia (SNI) untuk produk air kemasan yang bakal diproduksi. Ketika SNI terbit, pihaknya akan melanjutkan dengan mengurus izin edar ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Izin dari BPOM ini sangat penting, karena untuk memastikan air kemasan Perumda Tirta Muria Kudus aman dikonsumsi,” tandasnya.

Setelah itu, pihaknya harus mengurus sertifikasi halal ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hal itu, menurutnya, guna memastikan air kemasan Permuda Tirta Muria Kudus tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga halal.

“Untuk mengurus izin edar di BPOM serta sertifikasi halal itu harus ada sampel produk yang dihadirkan. Setelah berbagai izin terpenuhi, kita bisa memproduksi air kemasan dan melakukan penjualan,” ungkapnya.

Baca Juga: Tim Penilai Pastikan 6 SPM Berjalan Optimal dalam Lomba Posyandu Kudus

Disinggung kapan rangkaian pengurusan izin itu selesai semua, winarno menjawab sekira pertengahan tahun depan. Pasalnya, setiap pengajuan izin harus ada masa sanggah, dan itu yang menjadikan proses jadi lama.

“Mohon doa semua warga Kudus, semoga proses perizinan produksi air kemasan Perumda Tirta Muria lancar. Jika tanpa kendala, insyallah pertengahan tahun depan, kita sudah bisa memproduksi air kemasan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dua Tahun Wafatnya Sang Pendiri, Pura Group Gelar Doa Bersama dan Aksi Sosial

0
Pura Group Kudus menggelar doa bersama dan aksi sosial untuk memperingati dua tahun wafatnya Jacobus Busono, pendiri, pemilik, sekaligus Chairman Pura Group. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pura Group Kudus menggelar doa bersama dan aksi sosial untuk memperingati dua tahun wafatnya Jacobus Busono, pendiri, pemilik, sekaligus Chairman Pura Group. Acara ini diikuti oleh seluruh karyawan dari berbagai unit dan berlangsung khidmat di lingkungan perusahaan.

Kegiatan tahunan tersebut menjadi momen penting bagi keluarga besar Pura Group untuk mengenang jasa almarhum yang telah menumbuhkan perusahaan dari skala lokal menjadi industri nasional yang berdaya saing global. Sosok Jacobus Busono dikenal sebagai figur visioner yang menanamkan nilai kerja keras, inovasi, dan kepedulian sosial di setiap langkah bisnisnya.

Baca Juga: Lulusan Angkatan 75 UMK Disebut Paling Istimewa, Jadi Lulusan Pertama Akreditasi Unggul

Doa bersama digelar dengan suasana penuh haru. Para peserta mengenang dedikasi almarhum yang selama hidupnya berkomitmen menjadikan Pura Group bukan hanya perusahaan besar, tetapi juga institusi yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan, Pura Group menyiapkan 18 ribu nasi kotak untuk peserta doa bersama. Selain itu, perusahaan juga melaksanakan aksi sosial pembagian sembako di berbagai titik yang telah ditentukan di wilayah Kudus dan sekitarnya.

Bantuan sosial tersebut disalurkan ke pondok yatim, lembaga pendidikan, panti jompo, serta lembaga sosial yang menaungi ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Kegiatan ini mencerminkan semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial yang menjadi warisan nilai dari Jacobus Busono.

Selain kegiatan sosial, Pura Group juga memberikan apresiasi kepada divisi-divisi berprestasi di lingkungan internal perusahaan. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh karyawan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja, baik di pasar domestik maupun internasional.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meneladani semangat dan nilai-nilai luhur Bapak Jacobus. Beliau selalu berpesan agar Pura Group terus eksis, berdaya saing, dan berkembang demi kesejahteraan bersama,” ujar Agung Subani, Direktur HR-GA Pura Group Kudus melalui siaran tertulisnya, Rabu (22/10/2025).

Baca Juga: Tim Penilai Pastikan 6 SPM Berjalan Optimal dalam Lomba Posyandu Kudus

Agung menambahkan, semangat integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial yang diwariskan oleh almarhum kini menjadi fondasi utama dalam menjalankan operasional perusahaan. Nilai tersebut menjadi pegangan seluruh karyawan untuk menjaga reputasi Pura Group sebagai perusahaan nasional yang berorientasi pada kebermanfaatan.

“Dengan semangat kebersamaan dan warisan nilai luhur dari pendirinya, Pura Group Kudus berkomitmen untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta pembangunan ekonomi Indonesia,” imbuhnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Wagub Jateng Sebut Pesantren Punya Potensi Besar Sumbang Swasembada Pangan

0
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Kudus. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mendorong para santri untuk turut berperan aktif dalam mendukung program bidang ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Hal itu disampaikan disela acara apel puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus, pada Rabu (22/10/2025).

Baca Juga: Peringati Hari Santri Nasional, Gubernur Ahmad Luthfi Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren

Menurutnya, banyak pondok pesantren di Jawa Tengah memiliki lahan yang bisa dioptimalkan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.

“Karena itu, kami mengajak untuk berkolaborasi dalam memanfaatkan lahan-lahan tersebut, baik tegalan maupun sawah milik pesantren, agar bisa memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Ia menambahkan, kegiatan bertani bukanlah hal baru bagi kalangan santri. Tradisi mengelola lahan pertanian telah menjadi bagian dari kultur pesantren sejak lama.

“Kami juga dari kalangan pesantren, santri sudah akrab dengan dunia pertanian. Kami ingin menghidupkan kembali semangat itu, sebagai bentuk kemandirian dan kontribusi nyata pesantren untuk bangsa,” tambahnya.

Sebagai informasi, Apel puncak Hari Santri Nasional 2025 di Kudus tersebut diikuti oleh ribuan santri, dari berbagai pondok pesantren di Kudus dan sekitarnya.

Baca Juga: Dukung Angkutan Logistik dan Aglomerasi Transportasi, Pemprov Jateng-PT KAI Akan Bangun Stasiun Batang

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir memimpin apel sekaligus menyampaikan amanat Menteri Agama RI. Ia menegaskan pentingnya peran pesantren sebagai pusat peradaban Islam Nusantara dan motor penggerak kemajuan bangsa.

Adapun peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”. Selain apel rangkaian kegiatan juga meliputi, Ngaji Bandongan ASN Pemprov Jateng, pameran produk usaha santri dan pelaku UMKM binaan, dan “Jateng Bersholawat” yang digelar pada Selasa 21 Oktober 2025 malam di Simpang Tujuh, Kudus.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pastikan Kesehatan Santri, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Terjunkan Dokter Spesialis Keliling ke 5.419 Pesantren

0
Upacara peringatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Kudus. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menerjunkan dokter spesialis keliling (Speling) ke 5.419 pesantren di wilayahnya.

Hal ini untuk memastikan layanan kesehatan bagi santri, khususnya untuk penyakit dengan potensi penularan tinggi.

Baca Juga: Peringati Hari Santri Nasional, Gubernur Ahmad Luthfi Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren

“Dalam peringatan Hari Santri ini, Pemprov Jateng tidak hanya upacara, tetapi ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan, termasuk hari ini dokter Speling kita hadir. Ini kita lakukan untuk pemeriksaan santri di pesantren,” kata Luthfi usai menjadi inspektur upacara Peringatan HSN 2025 di Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Ia mengatakan, program Speling di ribuan pesantren tersebut akan diakselerasi. Selain untuk memberikan layanan kesehatan dari dokter spesialis, Speling di pesantren juga menjadi bagian untuk tracing (melacak), sejumlah penyakit, seperti tuberkulosis (TBC), penyakit kulit, dan indikasi penyakit lain yang diderita pada santri.

“TBC ini menjadi prioritas pemerintah, maka harus dilakukan tracing dan pengobatan sampai tuntas. Kalau ada satu santri yang kena, pesantren itu harus dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Menurut Luthfi, kesehatan santri juga harus diperhatikan, karena santri merupakan bagian dari masyarakat produktif dan masa depan bangsa.

“Kalau santri kita sehat, ke depannya akan menjadi anak-anak yang mempunyai daya kreativitas tinggi dan berdaya saing,” ujarnya.

Selain Speling, Pemprov Jateng juga memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan santri dan pesantren. Salah satunya adalah Pesantren Obah. Terbaru melalui pesantren obah tersebut, Pemprov Jateng juga meluncurkan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren.

“Tadi malam sudah kita launching. Santri dan pengasuh pesantren akan mendapatkan beasiswa sekolah di dalam negeri dan luar negeri seperti Mesir, Yaman, dan lainnya,” katanya.

Sementara apel peringatan HSN 2025 di Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus dihadiri oleh ribuan santri. Ahmad Luthfi sebelum membacakan amanat Menteri Agama sempat menyampaikan pesan kepada para santri tentang pentingnya hari santri.

Baca Juga: Dukung Angkutan Logistik dan Aglomerasi Transportasi, Pemprov Jateng-PT KAI Akan Bangun Stasiun Batang

“Hari santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan santri-santri dan para kiai. Mengingat tanggal 22 Oktober 1945, para santri yang membela tanah air dengan dasar hubbul waton minal iman. Ini sejarah yang perlu kita ingat,” katanya.

Sebagai informasi, peringatan HSN 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Kabupaten Kudus. Diawali dengan beberapa kegiatan pameran dan Jateng Bersholawat pada tanggal 21 Oktober, kemudian dilanjutkan hari puncak dengan apel peringatan HSN di Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus tanggal 22 Oktober 2025.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Peringati Hari Santri Nasional, Ribuan Warga Antusias Mengikuti Jateng Bersholawat

0
Ribuan santri dan warga dari berbagai daerah nampak antusias mengikuti kegiatan Jateng Bersholawat di Alun-alun Kabupaten Kudus pada Selasa (21/10/2025) malam, meskipun diguyur rintik hujan. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan santri dan warga dari berbagai daerah nampak antusias mengikuti kegiatan Jateng Bersholawat di Alun-alun Kabupaten Kudus pada Selasa (21/10/2025) malam, meskipun diguyur rintik hujan.

Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025.

Baca Juga: Lulusan Angkatan 75 UMK Disebut Paling Istimewa, Jadi Lulusan Pertama Akreditasi Unggul

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam), Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Wabup Bellinda Putri Sabrina Birton.

Sejumlah kepala daerah lain juga tampak hadir, seperti Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Kendal Dyah Kartikasari, Bupati Pati Sudewo, dan Bupati Jepara Witiarso Utomo, bersama jajaran Kanwil Kemenag Jateng.

Meski kondisi cuaca kurang bersahabat, ribuan peserta tampak tetap khusyuk berselawat bersama grup hadroh Az-Zahir. Lantunan selawat dan kibaran bendera pesantren mewarnai suasana malam itu.

“Walaupun turun hujan, alhamdulillah semangat kita semua tetap menyala untuk hadir dalam acara Jateng Bersholawat. Ini bukti cinta santri kepada ulama dan negeri,” ujar Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dalam sambutannya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengajak seluruh hadirin untuk tetap bersyukur meski hujan mengguyur.

Luthfi menegaskan, kegiatan bersholawat ini menjadi representasi masyarakat Jawa Tengah yang selalu gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo (kondisi masyarakat dan wilayah yang subur makmur, tertib, tentram, dan sejahtera).

Menurut Ahmad Luthfi, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum dan penghargaan atas kontribusi santri yang menjadi garda terdepan dan benteng terakhir dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga: Warga Undaan Mengeluh Air PDAM Macet, Ketua DPRD Kudus Pastikan Penanganan Cepat

“Resolusi jihad tanggal 22 Oktober 1945, di mana para kiai dan para santri telah membela tanah air dengan tetesan darah dan perjuangan. Tidak salah kalau hari ini kita memperingati hari santri dengan berselawat,” katanya.

Dalam acara Jateng Bersholawat tersebut, Ahmad Luthfi juga menyerahkan bantuan prestasi senilai Rp150 juta kepada khafilah musabaqoh tilawatil qutub Provinsi Jawa Tengah yang meraih juara dua.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Lulusan Angkatan 75 UMK Disebut Paling Istimewa, Jadi Lulusan Pertama Akreditasi Unggul

0
Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar Widuda ke-75 selama dua hari Rabu-Kamis (22-23/10/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar Widuda ke-75 selama dua hari Rabu-Kamis (22-23/10/2025). Sebanyak 1.566 wisudawan dari program pascasarjana dan enam fakultas di lingkungan UMK diwisuda bertajuk “Meneguhkan Keunggulan UMK, Mewujudkan Alumni Berdampak”. 

Rektor UMK, Prof. Darsono menyampaikan, peran alumni sangat penting sebagai agen perubahan di era digitalisasi yang saat ini semakin maju. Sehingga dengan adanya tema yang diangkat dalam proses wisuda kali ini dapat memberikan spirit bagi alumni, agar mereka benar-benar memahami, menyadari, dan mempraktekan apa yang didapatkan dari pendidikan di sana. 

Baca Juga: Kembali ke Era 80-an, OM Lorenza Goyang Pati di HUT Pemuda Pancasila

“Jadi kami membekali dari koridor kampus, di mana alumni ini harus bisa dikembangkan dengan baik dengan talenta hard skil dan soft skil untuk diterapkan di lingkungan masyarakat,” tuturnya. 

Ia menyebut, keistimewaan dalam Wisuda ke-75 ini, ijazah alumni tertulis akreditasi unggul. Sehingga hal itu menurutnya dapat memberikan dampak positif bagi alumni yang akan melanjutkan ke dunia kerja. 

“Istimewanya lulusan angkatan 75 ini, mereka adalah angkatan pertama kali di mana UMK terakreditasi unggul. Saya kira akan memberikan hal lebih bagi mereka untuk berkompetensi di pasar kerja,” sebutnya.

Ia berharap, semua alumni UMK bisa menjadi alumni yang berdampak yang dapat menghadirkan nilai dan solusi bagi kehidupan masyarakat, bukan sekadar mengejar keberhasilan pribadi. Alumni UMK harus menjadi pembawa perubahan, penebar manfaat, dan penggerak kemajuan di lingkungan masing-masing.

Terlebih, UMK telah memberikan bekal dan mengawal mahasiswanya dalam hal kesiapan mental pasca lulus dari sana. Mulai mengawal proses pendidikan usai PKKMB dengan design master training yang dapat membuka karakter mereka. Kemudian maintenance masa training yang ditindaklanjuti dengan Mata Kuliah Umum (MKU). 

“Di mana mahasiswa harus memiliki bekal keterampilan wajib kewirausahaan, komputing dan kebahasaan. Ini adalah on proses dalam pendidikan mereka di UMK,” terangnya. 

Tak hanya itu, lanjut Darsono, ketika mahasiswa mau lulus, ada beberapa etape khusus yang diberikan, seperti pusat karir pelacakan alumni (PKPA) dan adanya job fair yang digelar sebagai upaya pendampingan secara holistik mulai dari hulu ke hilir. 

Menurutnya, serapan dunia kerja alumni UMK selama ini menunjukan tren bagus. Di mana sebelum tiga bulan mereka lulus, tidak mendapatkan pekerjaan di dunia usaha maupun dunia kerja. Sedangkan sebanyak 62,8 persen lulusan menjadi seorang pengusaha. 

“Artinya ini sudah sesuai dengan target kampus. Sekarang ini orientasi perguruan tinggi mengarah ke enterpreneur university, yang artinya mereka bisa menciptakan enterpreneurship talent,” terangnya. 

Baca Juga: Peringati HUT ke-66, Pemuda Pancasila Pati Santuni Puluhan Anak Yatim

Sebagai informasi, prosesi wisuda UMK akan digelar selama dua hari, yakni Rabu-Kamis (22-23/10/2025). Hari pertama, ada sebanyak 775 wisudawan, yang terdiri dari Program Pascasarjana 115 wisudawan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 546 orang, Fakultas Pertanian 31 orang, dan Fakultas Psikologi 83 orang. 

Sementara pada hari kedua nanti, Kamis (23/10/2025), prosesi wisuda diikuti oleh 791 wisudawan, yang terdiri dari Fakultas Hukum 152 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 324 orang, dan Fakultas Teknik 315 orang.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Peringati Hari Santri Nasional, Gubernur Ahmad Luthfi Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren

0
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meluncurkan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meluncurkan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026. Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan acara Jateng Bersholawat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kabupaten Kudus, Selasa (21/10/2025) malam.

“Malam ini, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Provinsi Jawa Tengah me-launching program prioritas, bahwa santri pesantren berikut pengasuhnya akan mendapatkan beasiswa dari provinsi,” kata Ahmad Luthfi didampingi Taj Yasin Maimoen saat meluncurkan program.

Baca Juga: Dukung Angkutan Logistik dan Aglomerasi Transportasi, Pemprov Jateng-PT KAI Akan Bangun Stasiun Batang

Sebagai informasi, program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren merupakan komitmen Pemprov Jateng untuk meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren, serta melahirkan santri profesional yang cakap dalam ilmu agama, sekaligus unggul dalam berbagai bidang strategis.

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yakni lembaga yang anggotanya para kiai, pengasuh pesantren, serta intelektual Islam yang memiliki kepedulian terhadap penguatan pendidikan pesantren. LFSP berperan penting dalam memfasilitasi berbagai program Pemprov Jateng yang berkaitan dengan dunia pesantren, termasuk seleksi dan pendampingan penerima beasiswa.

Jenis program beasiswa yang diberikan antara lain beasiswa S1 dalam negeri berupa biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester 1-8 di universitas yang di Jawa Tengah. Meliputi bidang kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, dan keislaman.

Berikutnya beasiswa pendidikan vokasi dan S1 Luar Negeri bidang saintek. Negara tujuannya antara lain Turki, India, Jepang, Korea Selatan, dan China. Fasilitas yang diberikan berupa biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket pulang pergi (PP).

Selain itu juga ada beasiswa S1 Luar Negeri untuk double degree bidang sains dan teknologi dan S1 luar negeri bidang keislaman. Kemudian beasiswa S2 dalam Negeri untuk bidang keislaman, humaniora, dan saintek.

“Beasiswa tidak hanya dilakukan kepada pendidikan formal di dalam negeri tetapi termasuk di luar negeri. Dengan program yang namanya Pesantren Obah, 5.570 pesantren di Jawa Tengah akan kita openi,” katanya.

Selain itu, program beasiswa tersebut merupakan realisasi salah satu program prioritas Pemprov Jateng periode 2025–2030 yakni Pesantren Obah untuk mendukung pesantren yang dinamis, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Program Pesantren Obah menjadikan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan akhlak dan spiritual tetapi juga pusat inovasi, ilmu pengetahuan, dan kemandirian ekonomi umat.

“Pesantren Obah yang kita lakukan di Provinsi Jawa Tengah akan memberikan berkah kepada para santri. Karena pesantren tidak hanya tempat pendidikan, tetapi juga tempat untuk berdakwah. Pesantren juga mempunyai daya sosial dalam menciptakan santri yang bisa bermasyarakat, apalagi menjadi garda terdepan dalam rangka pembangunan,” ujar Ahmad Luthfi.

Terkait Jateng Bersholawat merupakan agenda rutin dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Khusus malam ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dengan menghadirkan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf dan Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam).

Menurut Ahmad Luthfi, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum dan penghargaan atas kontribusi santri yang menjadi garda terdepan dan benteng terakhir dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Resolusi jihad tanggal 22 Oktober 1945, di mana para kiai dan para santri telah membela tanah air dengan tetesan darah dan perjuangan. Tidak salah kalau hari ini kita memperingati hari santri dengan berselawat,” katanya.

Baca Juga: Wagub Jateng Sebut Pameran UMKM Santri Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Dalam acara Jateng Bersholawat tersebut, Ahmad Luthfi juga menyerahkan bantuan prestasi senilai Rp150 juta kepada khafilah musabaqoh tilawatil qutub Provinsi Jawa Tengah yang meraih juara dua.

Adapun acara Jateng Bersholawat tersebut juga dihadiri oleh Sekda Jateng Sumarno, Forkopimda Jateng, dan seluruh kepala OPD Pemprov Jateng. Hadir juga sejumlah bupati antara lain Bupati dan Wakil Bupati Kudus selaku tuan rumah, Bupati Pati, Bupati Jepara, Bupati Blora, Bupati Kendal, Bupati Sukoharjo, dan perwakilan dari bupati daerah lainnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Liga 4 Segera Bergulir di Pati, Klub Didorong Segera Daftar Sebelum 25 Oktober

0
Rapat Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Dunia sepak bola Pati bersiap kembali berdenyut. Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati tengah menyiapkan pelaksanaan kompetisi Liga 4 tingkat kabupaten, yang rencananya akan digelar mulai November mendatang.

“Kompetisi Liga 4 sekarang dimulai dari putaran kabupaten/kota, makanya kami tengah mempersiapkan pelaksanaannya. Tim peserta adalah klub anggota PSSI Pati yang telah memiliki badan hukum dan telah melakukan pendaftaran sebagai lembaga terafiliasi PSSI,” ujar Ketua Umum Askab PSSI Pati Dian Dwi Budianto seusai rapat pengurus, Rabu (22/10/2025).

Baca Juga: Kembali ke Era 80-an, OM Lorenza Goyang Pati di HUT Pemuda Pancasila

Turnamen yang bakal mengusung tajuk Liga 4 Piala Bupati ini akan menggunakan format home tournament. Hanya delapan klub terbaik yang akan berhak tampil di ajang ini.

“Dari Liga 4 kabupaten, nanti diambil satu klub terbaik untuk melaju ke Liga 4 putaran Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.

Dian menambahkan, pihaknya membuka peluang bagi seluruh klub di Pati yang sudah memenuhi persyaratan untuk ikut bersaing di kompetisi ini. Ia menegaskan, pendaftaran harus dilakukan sebelum 25 Oktober agar bisa masuk daftar peserta resmi.

Mengenai waktu pelaksanaan, Dian menyebut bahwa kompetisi akan dimulai pada awal November, sementara partai puncak dijadwalkan berlangsung pada 20 November.

“Jadwal yang diberikan Asprov PSSI Jateng seperti itu. Jika tidak ada perubahan maka akan dijalankan sesuai jadwal,” paparnya.

Namun, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam hal legalitas klub peserta. Dari data Askab PSSI Pati, saat ini baru dua klub lokal yang memiliki badan hukum, sementara mayoritas klub lain masih belum memenuhi syarat tersebut.

“Hanya saja, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Asprov PSSI Jateng berkait ketentuan klub. Mengingat, di Pati hanya beberapa klub lokal yang telah memiliki badan hukum,” ungkap Dian.

Sebagai catatan, musim ini PSSI melakukan perubahan format kompetisi Liga 4. Jika sebelumnya turnamen langsung digelar di tingkat provinsi, kini kompetisi dimulai dari putaran kabupaten/kota untuk musim 2025/2026.

Baca Juga: Peringati HUT ke-66, Pemuda Pancasila Pati Santuni Puluhan Anak Yatim

Sementara itu, putaran Provinsi Jawa Tengah dijadwalkan berlangsung mulai pekan kedua Desember 2025 hingga Februari 2026. Klub-klub yang akan tampil di sana merupakan juara Liga 4 dari masing-masing kabupaten/kota.

Foto: Askab PSSI Pati menggelar rapat persiapan pelaksanaan Liga 4 di sekretariatnya Kompleks Stadion Joyokusumo. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tim Penilai Pastikan 6 SPM Berjalan Optimal dalam Lomba Posyandu Kudus

0
Tim penilai lomba Posyandu tingkat Kabupaten Kudus melakukan klarifikasi lapangan di Posyandu Marsudi Rahayu, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, pada Selasa (21/10/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Tim penilai lomba Posyandu tingkat Kabupaten Kudus melakukan klarifikasi lapangan di Posyandu Marsudi Rahayu, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, pada Selasa (21/10/2025). Tim ini akan menyusuri desa-desa yang menjadi perwakilan dari masing-masing kecamatan.

Klarifikasi lapangan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat (20–24/10/2025). Adapun sembilan Posyandu peserta lomba antara lain:

Posyandu Flamboyan 4, Desa/Kecamatan Bae

Posyandu Marsudi Rahayu, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota

Posyandu Waringinsari 4, Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe

Posyandu Sakura 8, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu

Posyandu Nakula, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog

Posyandu Anggrek, Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati

Posyandu Mawar 1, Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan

Posyandu Melati, Desa/Kecamatan Mejobo

Posyandu Flamboyan 11, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo

Baca Juga: Triwulan ll 2025, Realisasi Investasi di Kudus Capai Rp719 M

Dalam penilaian lomba ini, terdapat enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi indikator, yaitu bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibumlinmas), serta sosial.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Fiza Akbar, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang evaluasi bagi desa-desa yang telah mengikuti program penguatan Posyandu. Dengan adanya enam aspek tersebut, penguatan Posyandu baik secara kelembagaan maupun fungsional diharapkan dapat berjalan optimal.

Aktivitas di Posyandu Marsudi Rahayu, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota. Foto: Rabu Sipan

“Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memotivasi masyarakat agar berperan aktif dalam pemberdayaan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, setiap desa telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mengisi masing-masing bidang. Oleh karena itu, enam aspek penilaian ini diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan di tingkat desa.

“Kami sudah memastikan setiap bidang memiliki penanggung jawab. Para kader desa telah disiapkan sesuai dengan bidangnya,” jelasnya.

Ia berharap, desa-desa yang mengikuti penilaian ini dapat menjadi contoh bagi desa lainnya. Bahwa dari level paling bawah, masyarakat mampu berdaya dan menyelesaikan masalah secara mandiri.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kudus, Endhah Endhayani, menambahkan bahwa berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya berfokus pada sektor kesehatan, tahun ini lomba Posyandu mencakup enam SPM. Oleh karena itu, penilaian melibatkan lintas sektor dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Dalam beberapa hari ke depan, kami akan melakukan kunjungan ke desa-desa di sembilan kecamatan untuk melakukan penilaian. Ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan peran dan fungsi Posyandu di Kudus. Dulu Posyandu hanya fokus pada kesehatan, sekarang sudah mencakup lima aspek lainnya,” katanya.

Baca Juga: Viral Rumah di Mijen Kudus Dibongkar OTK, Ini Faktanya

Ia menjelaskan bahwa penerapan enam aspek tersebut masih dalam tahap sosialisasi dan evaluasi awal. Ke depannya, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi wadah penyelesaian berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Jadi, ketika masyarakat memiliki masalah yang perlu segera ditindaklanjuti, Posyandu dapat menjadi tempat pertama untuk mengurai dan menyelesaikan persoalan tersebut,” pungkasnya. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

KONI Pusat Pastikan PON Bela Diri 2027 Digelar Lagi di Kudus

0
Salah satu pertandingan di PON Bela Diri 2025, Rabu (15/10/2025). Foto: PON Bela Diri 2025

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman meninjau langsung gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Selasa (21/10/2025).

Marciano mengatakan, Djarum Foundation sudah menyatakan kesediannya bersama KONI untuk menggelar PON Bela Diri lagi pada tahun 2027 di Kabupaten Kudus. Kelak, Kota Kretek bisa disebut jadi rumahnya olahraga bela diri Indonesia.

Baca Juga: Lampaui Target Emas, Jateng Optimistis Raih Juara Umum Sambo di PON Bela Diri Kudus 2025

“Tak hanya 10 cabor saja seperti saat ini, tetapi kami juga menawarkan 18 cabor bela diri kepada Djarum Foundation untuk digelar di Kudus pada tahun 2027. Semoga Djarum Foundation bersedia,” ujar Marciano.

Dengan banyaknya event yang digelar, lanjut Marciano, kelak atlet-atlet bela diri tidak hanya menjadi 30 penyumbang medali di ajang Sea Games, tapi bisa lebih lagi. Termasuk saat tampil pada ajang Asian Games, bahkan Olimpiade.

“Oleh karena itu, kita ingin mencari formula agar PON Bela Diri ini juga bisa menjadi agenda kejurnas, atau mungkin bisa jadi babak kualifikasi untuk PON Nasional,” sebutnya.

Marciano juga menyampaikan pendapatnya terkait penyelenggaran PON Bela Diri Kudus 2025. Menurutnya, ini adalah event bela diri pertama dengan mempertandingkan 10 cabor.

“Sejak hari pertama hingga saat ini, kita sudah mempertandingkan tujuh cabor. Jadi tinggal 3 cabor lagi,” ucapnya.

Terkait fasilitas, menurut Marciano, venue yang ada di event PON Bela Diri Kudus 2025 sangat repesentatif. Bahkan melebihi apa yang jadi ekspektasinya.

“Pendapat tersebut tidak hanya muncul dari saya pribadi. Tetapi juga pendapat para pimpinan cabor yang dipertandingkan,” ungkapnya.

Baca Juga: PON Bela Diri 2025 Jadi Langkah Awal Menuju Kejuaraan Dunia Kempo

Marciano juga mengapresiasi warga Kudus atas dukungannya terhadap gelaran PON Bela Diri 2025. Pada saat seremoni, lalu kirab dari Djarum Arena menuju Alun-Alun Simpang Tujuh respon masyarakat sangat luar biasa.

“Antusiasme dari masyarakat yang luar biasa membuat kami bangga dan besar hati. Warga Kudus juga sangat ramah dalam menyambut para atlet dari 38 provinsi,” ucapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -