Beranda blog Halaman 168

Kembali ke Era 80-an, OM Lorenza Goyang Pati di HUT Pemuda Pancasila

0
Dentuman musik dangdut jadul dari OM Lorenza pada HUT ke-66 Pemuda Pandasila di Stadion Joyokusumo, Pati, Selasa (21/10/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Pancasila (PP) ke-66 di Kabupaten Pati berlangsung berbeda dari biasanya. Bukan orasi atau upacara formal, melainkan dentuman musik dangdut jadul dari OM Lorenza yang sukses mengoyang halaman Stadion Joyokusumo, Selasa (21/10/2025).

Sejak tabuhan gendang pertama terdengar, suasana langsung hidup. Irama khas orkes melayu tempo dulu membuat para hadirin larut dalam nostalgia.

Baca Juga: Harga Naik Signifikan, DKP Pati Targetkan Produksi 300 Ribu Ton Garam

Menambah kesan lawas, para pemain musik tampil kompak dengan busana ala era 80-an hingga 90-an, lengkap dengan gaya rambut dan aksesori khas masa itu.

Tak hanya para musisi, penonton pun tak mau kalah. Mereka datang dengan pakaian jadul yang tak kalah nyentrik. Bahkan, ada pula yang membawa ban motor bekas sebagai properti unik yang justru menambah keseruan acara.

Diiringi lantunan lagu-lagu dangdut legendaris, para penonton tampak asyik bergoyang. Goyangan khas masa Orde Baru pun kembali mewarnai suasana malam itu, menciptakan nostalgia yang meriah sekaligus hangat.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Pati, Eko Kuswanto, menjelaskan, bahwa pihaknya memang sengaja mengundang OM Lorenza untuk memeriahkan perayaan tahun ini.

”Masyarakat Pati, mayoritas suka Lorezsa karena dangdut jadulnya enak untuk joget,” ujar Eko.

Eko menambahkan, sebelum acara puncak ini, pihaknya telah menggelar serangkaian kegiatan sosial, mulai dari senam, donor darah, hingga santunan bagi anak yatim.

”Harapannya PP kita akan gencarkan kegiatan sosial,” ucapnya.

Kemeriahan semakin terasa ketika warga dari berbagai penjuru Pati datang berbondong-bondong menyaksikan penampilan OM Lorenza tanpa dipungut biaya. Salah satunya, Ahmad Kafi, warga Kecamatan Tlogowungu, mengaku sangat terhibur.

Baca Juga: Halaman Depan Pasar Puri Akan Diaspal Hot Mix, Anggaran Tembus Hampir Rp 1 Miliar

”Bersyukur banget bisa melihat Om Lorensa dengan gratis. Bisa menikmati musik sambil goyang dikit-dikit,” ucapnya.

Dalam peringatan HUT Pemuda Pancasila kali ini, turut hadir berbagai pihak seperti Polresta Pati, Pemkab Pati, Kodim 0718/Pati, hingga Majelis Pimpinan Wilayah (MPW). Tak ketinggalan, perwakilan MPC PP se-Pati Raya juga ikut serta meramaikan momen penuh semangat dan kebersamaan ini.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Peringati HUT ke-66, Pemuda Pancasila Pati Santuni Puluhan Anak Yatim

0
Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Pati menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Pemuda Pancasila. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Pati menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Pemuda Pancasila.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Stadion Joyokusumo Pati itu diawali dengan kegiatan senam bersama sejak pagi, dilanjutkan dengan donor darah bekerja sama dengan PMI Pati.

Baca Juga: Harga Naik Signifikan, DKP Pati Targetkan Produksi 300 Ribu Ton Garam

Suasana haru dan kebersamaan makin terasa pada peringatan HUT ke-66 itu. Yakni, ketika dilakukan pemotongan tumpeng dan santunan kepada 40 anak yatim.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pati, Eko Kuswanto mengatakan, bahwa kegiatan sosial berupa santunan terhadap yatim piatu merupakan bentuk nyata kepedulian Pemuda Pancasila terhadap masyarakat.

”Harapannya PP kita akan gencarkan kegiatan sosial,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).

Ia pun berharap, organisasi Pemuda Pancasila Pati bisa bersinergi dengan pemerintah dan ikut menjaga kondusivitas Kabupaten Pati.

Baca Juga: Halaman Depan Pasar Puri Akan Diaspal Hot Mix, Anggaran Tembus Hampir Rp 1 Miliar

“Harapan kami, PP Kabupaten Pati bisa terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta TNI-Polri untuk menjaga Pati tetap damai, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia sampaikan, dengan semangat kebersamaan dan kegiatan sosial yang terus digelorakan, Pemuda Pancasila Kabupaten Pati berharap dapat terus menjadi organisasi yang dekat dengan rakyat dan berperan aktif dalam menjaga kondusivitas daerah.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bangun Gerai UMKM di Sekolah, Perumda Jepara Buka Peluang Kerjasama

0
Dirut Perumda Jepara, Wike Dwi Utomo saat berada di Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara pada Selasa, (21/10/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kabupaten Jepara berencana untuk membuat spot atau gerai UMKM yang akan ditempatkan di beberapa sekolah. 

Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Kabupaten Jepara, Wike Dwi Utomo menjelaskan spot UMKM itu nantinya akan berisi beberapa produk dari para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Jepara. 

Baca Juga: Tujuh Desa di Jepara Mulai Bangun Gerai Koperasi Merah Putih 

“Salah satu goal kita di program J-Creator, itu ada yang namanya J-snack untuk membantu memasarkan produk UMKM di Jepara. Pemasarannya kita ada dua strategi. Online dan Offline. Offlinenya nanti kita bikin spot UMKM di sekolah terutama SMP. Jadi nanti ada semacam display produk-produk UMKM,” katanya saat ditemui di Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara pada Selasa, (21/10/2025). 

Dari hasil pemetaan, Wike menyebutkan ia membutuhkan minimal 50 produk yang berbeda yang nantinya akan dipasarkan di spot UMKM. Namun saat ini, ia baru menemukan sekitar tujuh UMKM yang akan diajak untuk kerjasama. 

Salah satunya yaitu usaha kripik singkong 57 jaya milik Suparno dan istrinya, Siti Kunsururoh, warga Desa Dongos RT 3 RW 4. 

“Minimal yang kita butuhkan ini 50, tapi saat ini kita baru dapat 7. Itu ada krupuk basreng, slondok, mie lidi, juga kripik singkong yang barusan tadi dikunjungi sama pak bupati,” sebutnya. 

Kemudian terkait mekanisme kerjasama dalam program tersebut, Wike menjelaskan ada dua skema yang digunakan oleh Perumda. 

Baca Juga: Razia Rokok Ilegal, Tim Gabungan Pemkab Jepara Sita Ratusan Bungkus 

Pertama, yaitu Perumda akan membeli langsung produk yang akan dijual dari pelaku UMKM. Kemudian yang kedua, yaitu bersifat sebagai mitra. 

“Model kerjasamanya yang sudah kita terapkan ada dua metode. Pertama kita beli langsung, kita develop, baru dijual. Yang kedua langsung join dengan Perumda. Tapi yang kedua ini kita ada analisa dulu untuk potensi produknya,” jelasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Siapkan Anggaran Rp700 Juta, Pemkab Jepara Bakal Sulap Taman Kanal Jadi Sentra UMKM 

0
Survey lokasi yang dilakukan Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bakal menyulap Taman Kanal yang berada di Jalan KM Sukri, Kelurahan Potroyudan, Kecamatan Jepara menjadi sentra UMKM. 

Kawasan yang berada di tepi Kali Kanal itu juga dinilai strategis. Karena selain lokasinya tidak jauh dari pusat kota, pemandangannya juga cukup bagus. Terlebih saat sore hingga malam hari.

Baca Juga: Tujuh Desa di Jepara Mulai Bangun Gerai Koperasi Merah Putih 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan langkah tersebut merupakan upaya untuk memecah konsentrasi UMKM di Jalan Pemuda yang selama ini banyak dikeluhkan karena mengganggu arus lalu lintas kendaraan. 

“Ini untuk memecah UMKM yang ada di Jalan Pemuda. Di sana kan ada sekitar 200 UMKM, sebagian akan kita pindahkan ke sini, di Jalan KM Sukri, sebagai basis UMKM baru,” ujar Wiwit saat meninjau lokasi pada Selasa, (21/10/2025). 

Menurutnya, konsep penataan kawasan telah disiapkan agar area terlihat rapi, nyaman, dan menarik bagi pengunjung. 

“Kita tata agar bagus secara estetika dan kita prioritaskan dulu untuk UMKM agar bisa maksimal untuk berjualan,” tambahnya.

Penataan kawasan UMKM di Jalan KM Sukri ini dianggarkan sebesar Rp700 juta dan ditargetkan rampung sebelum pergantian tahun. Selain menjadi sentra UMKM, area tersebut juga dirancang sebagai ruang terbuka publik dengan pemandangan Kali Kanal yang menambah daya tarik wisata kota.

“Untuk branding nama tempat nanti akan kita diskusikan bersama dengan para pelaku UMKM agar sesuai kesepakatan bersama,” katanya. 

Rencananya, kawasan UMKM baru ini akan beroperasi 24 jam. Pemerintah daerah juga telah melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM di Jalan Pemuda yang akan dialihkan ke lokasi baru tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Hanif Kurniawan menjelaskan bahwa pekerjaan fisik telah dimulai sepanjang 230 meter, dari pos kamling hingga sebelum belokan tanjakan di sekitar taman.

Baca Juga: Razia Rokok Ilegal, Tim Gabungan Pemkab Jepara Sita Ratusan Bungkus 

“Kami usahakan selesai akhir Desember, sehingga pada awal tahun 2026 kawasan ini sudah bisa ditempati,” kata Hanif.

Ia menyebutkan fokus pekerjaan nantinya meliputi penataan trotoar, area taman, dan jalur tepi sungai agar dapat menunjang aktivitas perdagangan rakyat.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Warga Undaan Mengeluh Air PDAM Macet, Ketua DPRD Kudus Pastikan Penanganan Cepat

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan mengecek langsung aliran air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Muria di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, Selasa (21/10/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan mengecek langsung aliran air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Muria di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, Selasa (21/10/2025). Pasalnya, beberapa hari terakhir banyak warga yang mengeluhkan air dari Perumda macet sehingga kesulitan untuk mandi dan mencuci.

Peninjauan tersebut, Ketua DPRD Kudus Masan didampingi direktur Perumda Tirta Muria, Winardi dan beberapa staff. Hasilnya, ditemukan banyak air warga yang memang tidak mengalir.

Baca Juga: Triwulan ll 2025, Realisasi Investasi di Kudus Capai Rp719 M

Masan menyampaikan, beberapa hari terakhir banyak warga yang mengeluh di media sosial terkait pelayanan Perumda Tirta Muria. Mereka mengeluhkan karena air bersih dari perusahaan daerah yang tak lagi mengalir, terutama di Desa Terangmas dan Kutuk.

“Kita tadi bersama direktur Perumda Tirta Muria turun ke lapangan untuk mengecek langsung. Dan, memang sebagian ada yang mengalir, sebagiannya lagi tidak mengalir sama sekali,” ujar Masan.

Informasi dari Perumda Tirta Muria, kata Masan, persoalan terjadi karena ada beberapa instalasi pipa yang bocor. Bocor tersebut disebabkan adanya pembangunan ruas Jalan Kudus-Purwodadi.

“Pembangunan jalan dan adanya pengerukan menggunakan eskavator terkadang mengenai pipa instalasi air Perumda Tirta Muria. Sehingga menjadikan aliran air bersih terganggu, bahkan ada yang tak mengalir sam sekali,” bebernya.

Meski begitu, tutur Masan, kerusakan tersebut jangan samai mengganggu layanan. Pasalnya, air adalah kebutuhan utama, jadi Perumda Tirta Muria harus tetap optimal dan baik, sehingga harus ada solusi.

“Tadi ada beberapa solusi yang disampaikan di antaranya, distribusi air dengan menggunakan mobil tangki. Supaya masyarakat tetap terlayani dan mendapatkan air bersih,” imbuhnya.

Sementara Direktur Perumda Tirta Muria Kudus, Winarno mengakui adanya pelayanan yang kurang maksimal. Hal tersebut dikarenakan instalasi pipa yang rusak maupun bocor terdampak pembangunan infrastruktur drainase.

Selain itu, pengaliran air baku ke Kecamatan Undaan masih dari wilayah Kota. Jaraknya sekira 15 kilo meter, sehingga ketika ada pipa yang bocor beberapa desa yakni Terangmas dan Kutuk, airnya pasti ada yang tak mengalir.

“Total yang warga terdampak air tidak mengalir kurang lebih ada 100 rumah. Tetapi, hari ini kerusakan pipa tersebut telah kami perbaiki,” ujar Winarno.

Baca Juga: DPRD Kudus Dukung Kebijakan ASN Wajib Belanja di Pasar Tradisional

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mendistribusikan air bersih menggunakan dua mobil tangki. Hal tersebut sebagai tanggung jawab, dan upaya pelaksanaan yang maksimal.

“Distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ini sebagai layanan. Jadi gratis bagi masyatakat terdampak,” imbuhnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Harga Naik Signifikan, DKP Pati Targetkan Produksi 300 Ribu Ton Garam

0
Aktivitas petani tambak garam di Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Harga garam di wilayah pesisir utara Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Pati kini menanjak tajam, menembus angka Rp2.200 per kilogram.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Hadi Santosa mengatakan, dalam sepekan terakhir harga garam terus mengalami peningkatan seiring meningkatnya permintaan pasar.

Baca Juga: Halaman Depan Pasar Puri Akan Diaspal Hot Mix, Anggaran Tembus Hampir Rp 1 Miliar

“Harga garam saat ini berkisar antara Rp2.000 sampai Rp2.200 per kilogram. Permintaan sedang tinggi, jadi para petani garam mempercepat produksi. Ini tentu kabar baik,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).

Biasanya, harga garam di tingkat petani tambak hanya berada di kisaran Rp1.000 hingga Rp1.700 per kilogram. Kenaikan ini membuat keuntungan petani meningkat signifikan.

Menurut Hadi, permintaan tinggi tak hanya datang dari pasar lokal, tetapi juga dari luar daerah. Garam produksi tambak Pati kini banyak diserap industri makanan, tekstil, hingga pakan ternak.

“Faktor cuaca juga turut memengaruhi. Walaupun masih musim kemarau, curah hujan tetap ada, sehingga proses produksi perlu disiasati,” jelasnya.

Tahun ini, DKP Pati menargetkan produksi garam bisa mencapai 300 ribu ton. Pemerintah daerah juga terus mendorong petani untuk meningkatkan kualitas hasil panen agar bisa menembus pasar industri.

“Kami dorong petani menghasilkan garam berkualitas industri, karena nilai jualnya jauh lebih tinggi,” tuturnya.

Baca Juga: Progres Perbaikan Jalan di Pati Capai 80 Persen, Target Rampung Akhir Tahun

Meski demikian, Hadi mengingatkan, bahwa harga garam bersifat fluktuatif dan sulit diprediksi. Ia berharap, ketika harga kembali turun, penurunannya tidak terlalu tajam sehingga petani tetap dapat menikmati hasil kerja kerasnya.

“Semoga kalau turun tidak banyak, agar petani garam tetap memperoleh keuntungan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Viral Rumah di Mijen Kudus Dibongkar OTK, Ini Faktanya

0
Sebuah rumah di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus diduga dijarah dan dibongkar orang tak kenal. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah rumah di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus diduga dijarah dan dibongkar orang tak kenal. Video pembongkaran rumah tersebut viral di media sosial (Medsos) TikTok dengan akun Terang Jaya.

Tampak dalam video, rumah yang dibongkar tersebut kusen dan atapnya sudah hilang. Aktifitas pembongkaran tersebut pun dipergoki pemilik dan diunggah ke medsosnya.

Baca Juga: DPRD Kudus Dukung Kebijakan ASN Wajib Belanja di Pasar Tradisional

Tetangga rumah yang dibongkar, Maskuri menyampaikan, tak mengetahui bahwa pembongkaran rumah tersebut tanpa izin pemilik. Para tetangga mengira orang yang bongkar adalah para tukang yang disuruh oleh pemilik rumah untuk renovasi bangunan.

“Pembongkaran dilakukan sejak tanggal 3 Oktober 2025. Kita juga tidak tahu, kalau pembongkaran tanpa izin pemilik,” ujar Maskuri.

Oleh karena itu, ia dan tetangga kaget ketika Minggu (19/10/2025) pemilik rumah marah-marah rumahnya dibongkar, hingga akhirnya viral di TikTok. Sebab, selama ini rumah tersebut kosong.

“Persoalan aslinya seperti apa, kami kurang faham. Tetapi memang selama ini, rumah tersebut tidak ditempati, hingga ada kasus pembongkaran yang viral,” bebernya.

Sementara Kapolsek Kaliwungu Kudus, AKP Deni Dwi Noviandi mengatakan, pihaknya telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) rumah yang dibongkar di Desa Mijen dan viral di Medsos TikTok. Pihaknya juga sudah mencari informasi kasus tersebut dari para tetangga rumah tersebut.

“Sehingga kami dapat nomor pemilik rumah. Ketika kami hubungi, persoalan tersebut sudah selesai. Kedua belah pihak sudah berdamai,” ujar AKP Deni.

Pihaknya juga sudah meminta pemilik rumah untuk memberikan keterangan di kantor Polsek Kaliwungu, tetapi yang bersangkutan menyatakan tidak perlu. Karena kedua belah pihak sudah bertemu dan merasa persoalan sudah terselesaikan.

Baca Juga: SPPG di Kudus Ini Klaim Jadi Satu-satunya yang Sediakan Susu Bear Brand dalam Program MBG

“Yang bersangkutan mengaku sudah cukup. Damainya lewat WA saja pak. Intinya persoalan sudah selesai,” tandasnya.

AKP Deni mengungkapkan, rumah yang dibongkar tersebut atas nama Yadi. Sementara yang bongkar pengakuannya atas perintah saudara Yanto.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dukung Angkutan Logistik dan Aglomerasi Transportasi, Pemprov Jateng-PT KAI Akan Bangun Stasiun Batang

0
Audiensi Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, dan Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Kota Semarang, Selasa (21/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Batang dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana membangun Stasiun Batang. Stasiun tersebut akan difungsikan sebagai dry port angkutan logistik terpadu dan aglomerasi transportasi penumpang.

Rencana tersebut disampaikan langsung saat audiensi Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, dan Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Kota Semarang, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga: Jawa Tengah Jadi Magnet Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi: ‘Iklim Aman, Ekspor Tumbuh Pesat’

“Tadi ada dua hal yang dibahas dengan Gubernur dan Bupati Batang. Pertama, bagaimana kita akan membuat dry port untuk angkutan logistik terpadu di Jawa Tengah. Kedua, aglomerasi angkutan penumpang,” kata Bobby Rasyidin usai bertemu Ahmad Luthfi.

Bobby menjelaskan, latar belakang rencana pembangunan dry port tersebut adalah pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah yang cepat. Mulai dari kawasan industri eksisting seperti Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Kendal, sampai Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan kawasan industri lain yang terus berkembang.

“Kita antisipasi yang di Batang, itu nanti akan punya sekitar 300 tenant besar. Konsep KITB tidak hanya industrial park tetapi kota mandiri juga, sehingga kita bicara masalah dry port atau angkutan logistik terpadu berbasis rel. Basis rel ini cost-nya akan lebih murah, baik direct cost maupun indirect cost,” jelasnya.

Terkait aglomerasi angkutan penumpang, rencananya akan dibuat konsep commuter line laiknya di wilayah Jabodetabek. Latar belakangnya adalah kawasan industri di Jawa Tengah yang tersebar di beberapa daerah. Hal itu menuntut mobilitas pekerja yang masif dan cepat.

“Ke depannya memang diperlukan konsep commuter line, misalnya Semarang-Batang, kemudian ke Pekalongan, dan arah Timur ke Demak,” katanya.

Dua rencana tersebut telah mendapatkan dukungan dari Pemprov Jateng dan Pemkab Batang. Realisasi pembangunan diharapkan dapat segera dilakukan mengingat kebutuhan Jawa Tengah terkait dry port dan aglomerasi angkutan penumpang. Sejumlah lokasi sedang dipelajari termasuk stasiun eksisting saat ini.

“Kami bersama Kabupaten Batang kemudian Provinsi Jawa Tengah akan mewujudkan dalam 2-3 tahun ke depan. Awal minggu lalu kami sudah survei, kita sedang pelajari, ada beberapa lokasi termasuk (stasiun) eksisting. Tentu kita lihat aspek teknis dan keselamatannya juga,” ungkapnya.

Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik rencana PT KAI untuk mengembangkan dry port dan aglomerasi angkutan penumpang. Tantangan Jawa Tengah sejak dulu adalah terkait dengan angkutan logistik. Para pengusaha sudah sering menyampaikan pentingnya angkutan logistik untuk mendukung investasi.

“Saya sudah ke Menteri Perhubungan, juga sudah sampaikan langsung ke Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono,” katanya.

Pengembangan pelabuhan terus didorong agar dipercepat meskipun realisasinya sedikit lambat. Hal itu terus dikoordinasikan dengan Menteri Perhubungan. Selain pelabuhan, angkutan logistik yang efektif adalah menggunakan kereta.

“Saya sangat tertarik kalau KAI mau bangun dry port. Kapan mau dibangun, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten pasti akan mendukung penuh, karena memang ini yang diinginkan para pengusaha,” kata Ahmad Luthfi.

Baca Juga: Diminati Pasar Internasional, Pemprov Jateng dan BKHIT Tingkatkan Ekspor Produk Unggulan Hewan, Ikan, dan Tumbuhan

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang sangat menginginkan adanya dry port. Infrastruktur ini akan mendukung pengiriman atau ekspor produk dari Jawa Tengah. Apalagi di tengah keterbatasan wilayah terkait pengembangan wet port (pelabuhan).

“Rencana PT KAI ini bak gayung bersambut. Kita akan support dan kita tadi diajak agar BUMD dilibatkan, sudah kami siapkan BUMD mana yang akan bekerja sama dengan PT KAI. Dari segi regulasi dan tata ruang sudah oke, daerah Batang dan Kendal memang sudah diidentifikasi untuk pengembangan dalam RTRW provinsi,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Wagub Jateng Sebut Pameran UMKM Santri Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meresmikan Pameran UMKM Santri dalam rangka Puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 di Simpang Tujuh Kabupaten Kudus, pada Selasa (21/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meresmikan Pameran UMKM Santri dalam rangka Puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 di Simpang Tujuh Kabupaten Kudus, pada Selasa (21/10/2025).

Pameran itu diikuti berbagai pondok pesantren dan pelaku UMKM binaan di Jawa Tengah. Ada sebanyak 76 gerai (stand) yang menampilkan beragam produk unggulan dari santri dan masyarakat.

Baca Juga: Jawa Tengah Jadi Magnet Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi: ‘Iklim Aman, Ekspor Tumbuh Pesat’

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kudus dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menegaskan peringatan Hari Santri tidak hanya bermakna religius, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Kita patut bersyukur bahwa rangkaian Hari Santri Nasional 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah sudah dimulai dari berbagai kegiatan. Ada ASN Ngaji Bandongan, sarasehan tentang pesantren ramah terhadap perempuan dan anak, serta anti bullying. Termasuk hari ini, kita hadir dalam pameran UMKM dari pondok-pondok pesantren dan pelaku usaha di Jawa Tengah,” ujar Yasin.

Menurutnya, pameran UMKM ini menjadi bukti nyata kontribusi santri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Alhamdulillah, ada 76 stan yang ikut dalam pameran ini. Kegiatan seperti ini dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi, khususnya UMKM di Jawa Tengah, yang kali ini kita adakan di Kabupaten Kudus,” katanya.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini menyatakan, sektor UMKM berbasis pesantren memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi umat.

“Tadi produknya juga sudah bagus-bagus, bahkan ada pesantren di Jepara yang santrinya mengembangkan percetakan jersey, ini bagus,” ucapnya.

Menurutnya, santri tidak hanya harus cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga perlu mandiri secara ekonomi.

“Rangkaian kegiatan Hari Santri ini tidak hanya untuk memperingati momentum keagamaan, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut agar pesantren tidak hanya menjadi pusat ilmu, tapi juga pusat pemberdayaan ekonomi,” ujar Taj Yasin.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Bank Jateng yang ikut berpartisipasi dalam mendukung pameran UMKM kali ini.

Baca Juga: Diminati Pasar Internasional, Pemprov Jateng dan BKHIT Tingkatkan Ekspor Produk Unggulan Hewan, Ikan, dan Tumbuhan

Selain pameran UMKM, rangkaian Hari Santri Nasional 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kudus juga meliputi kegiatan Sarasehan Pesantren Anti Kekerasan dan Bullying, ASN Ngaji Bandongan, serta Jateng Bersholawat yang digelar pada malam harinya.

“Kita berharap selain memperingati Hari Santri Nasional, kegiatan ini juga mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus dan di 35 kabupaten/kota lainnya,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Triwulan ll 2025, Realisasi Investasi di Kudus Capai Rp719 M

0
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kudus, Mohammad Fitriyanto. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Investasi di Kabupaten Kudus pada tahun 2025 ditarget sebesar Rp 1,1 triliun. Hingga triwulan kedua atau semester pertama, investasi di Kota Kretek tumbuh positif karena sudah melampui 50 persen dari target atau tepatnya tercapai sekira 65,4 persen.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kudus, Mohammad Fitriyanto mengatakan, pada triwulan kedua realisasi investasi di Kota Kretek sudah tercapai sebesar Rp719 miliar. Jumlah tersebut setara 65,4 persen dari target investasi yang ditetapkan yakni Rp1,1 triliun.

Baca Juga: DPRD Kudus Dukung Kebijakan ASN Wajib Belanja di Pasar Tradisional

“Investasi di Kabupaten Kudus tumbuh cukup positif. Dan sektor paling besar masih di industri makanan dan olahan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, bahwa target investasi daerah ditentukan langsung oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) nasional. Menurutnya, target investasi sebesar Rp1,1 triliun di Kota Kretek tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun lalu.

“Pada tahun lalu investasi di Kabupaten Kudus ditarget sebesar Rp1 triliun. Sementara tahun ini targetnya naik jadi Rp1,1 triliun, atau ada kenaikan sekira Rp100 miliar,” bebernya.

Aan mengaku, kurang mengetahui secara detail parameter yang digunakan oleh BKPM dalam menentukan target investasi. Tetapi ketika target tersebut ditentukan, maka pemerintah daerah siap dan berupaya untuk mencapai target tersebut.

“Dengan realisasi investasi sebesar 65,4 persen di triwulan kedua, kami optimis target investasi sebesar Rp 1,1 triliun bakal bisa tercapai,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, positifnya realisasi investasi pada tahun 2025 ini dikarenakan ada beberapa faktor. Di antaranya adalah kesadaran para pelaku usaha untuk mulai melaporkan kegiatan berusahanya.

“Selain itu, kami juga melakukan pembinaan dan pengawasan secara masif terhadap pelaku usaha. Utamanya dilakukan secara personal tidak melalui digitalisasi,” bebernya.

Kepatuhan para pelaku usaha tersebut, tuturnya, juga tak terlepas dari aturan yang diterbitkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Investasi. Menurutnya, sesuai ketentuan BKPM nomor 6 tahun 2021 pelaku usaha harus melaporkan kegiatan usahanya tiap tahun.

“Jika tidak, kami bisa melakukan teguran atas ketidakpatuhan tersebut. Dan bisa sampai pencabutan izin berusahanya,” jelasnya.

Baca Juga: SPPG di Kudus Ini Klaim Jadi Satu-satunya yang Sediakan Susu Bear Brand dalam Program MBG

Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan promosi-promosi guna menarik investasi baru di Kabupaten Kudus. Satu di antaranya, dengan kemudahan perizinan dan iklim investasi yang kondusif.

“Kudus sangat terbuka bagi investasi. Kota kretek sangat aman. Terbukti ketika banyak aksi demo di daerah tetangga, Kudus tetap kondusif dan damai,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Peringati Hari Santri Nasional 2025, Taj Yasin Serukan Pesantren Ramah Anak dan Perempuan

0
Sarasehan Hari Santri Nasional 2025 bertema “Pesantren Anti-Bullying dan Kekerasan: Menuju Pesantren Aman dan Sehat”, yang digelar di Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin Bendan, Kabupaten Kudus, Selasa (21/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyerukan kepada para pengelola pesantren di wilayahnya agar mewujudkan lingkungan pesantren yang ramah terhadap anak dan perempuan.

Seruan tersebut disampaikan dalam acara Sarasehan Hari Santri Nasional 2025 bertema “Pesantren Anti-Bullying dan Kekerasan: Menuju Pesantren Aman dan Sehat”, yang digelar di Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin Bendan, Kabupaten Kudus, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga: Jawa Tengah Jadi Magnet Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi: ‘Iklim Aman, Ekspor Tumbuh Pesat’

Taj Yasin menekankan pentingnya menjadikan pesantren sebagai lingkungan yang aman dan inklusif bagi anak-anak serta perempuan. Ia menyebut bahwa kasus kekerasan terhadap kelompok rentan tersebut masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah, termasuk di lembaga pendidikan.

“Karena itu, kegiatan seperti ini penting sebagai bentuk kepedulian bersama,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, yang sejak beberapa tahun terakhir telah menginisiasi program Pesantren Ramah Anak dan Ramah Perempuan.

Menurutnya, sejumlah pesantren di Jawa Tengah telah mendeklarasikan diri sebagai lembaga ramah anak. Ia berharap Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin dapat menjadi salah satu di antaranya.

Dalam kesempatan tersebut, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini turut menyinggung nilai-nilai Islam yang menjunjung kasih sayang dan perlindungan terhadap perempuan serta anak-anak. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW menunjukkan kasih sayang kepada cucunya, Hasan dan Husain.

“Rasulullah sering mencium cucunya di depan para sahabat. Ketika ada sahabat berkata bahwa ia tidak pernah mencium anaknya, Rasulullah menjawab, ‘Barang siapa tidak menyayangi, maka Allah akan mencabut kasih sayang dari hatinya.’ Dari sini kita belajar bahwa pesantren harus menjadi pelopor pendidikan yang penuh kasih sayang dan menghormati perempuan serta anak-anak,” tutur Yasin.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah untuk memastikan lingkungan pesantren benar-benar aman.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah, jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di provinsi ini pada tahun 2024 tercatat sebanyak 1.349 kasus. Sementara itu, hingga Juli 2025, sudah terdapat 867 kasus.

“Kalau dipresentasikan terhadap jumlah santri di Jawa Tengah, angkanya kecil, sekitar nol koma sekian persen. Namun, sekecil apa pun tetap harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Ia menandaskan bahwa pesantren bukanlah tempat kekerasan, melainkan tempat pendidikan karakter dan moral. “Tunjukkan dengan tindakan nyata bahwa pesantren justru melahirkan generasi yang disiplin, berakhlak, dan penuh kasih sayang,” kata Gus Yasin.

Ia juga menyoroti peran penting guru dan pengasuh di pesantren. Menurutnya, mereka adalah pendidik sejati yang tidak hanya mengajar, tetapi juga hidup bersama santri selama 24 jam.

“Di pesantren, guru tidak hanya mengajar lewat kitab, tetapi juga memberi teladan dalam akhlak dan kehidupan sehari-hari. Ini keunggulan pesantren yang tidak dimiliki oleh pendidikan umum,” ujarnya.

Taj Yasin menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kerja sama dengan lembaga keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah untuk mendukung program Pesantren Ramah Anak dan Perempuan.

Ia bersyukur karena Jawa Tengah kini menjadi salah satu provinsi percontohan nasional dalam bidang perlindungan anak dan perempuan di lingkungan pesantren.

“Alhamdulillah, melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat, Jawa Tengah kini menjadi rujukan nasional. Saya berharap Kudus bisa menjadi pionir yang menginspirasi daerah lain,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas penunjukan wilayahnya sebagai lokasi puncak acara peringatan Hari Santri 2025 tingkat provinsi.

Baca Juga: Diminati Pasar Internasional, Pemprov Jateng dan BKHIT Tingkatkan Ekspor Produk Unggulan Hewan, Ikan, dan Tumbuhan

“Kita berharap Kudus selalu menjadi daerah yang damai, aman, dan tenteram, dengan pesantren-pesantren yang terus melahirkan santri-santri yang tidak hanya pintar mengaji, tetapi juga cerdas secara intelektual. Semoga dari kegiatan ini kita dapat menyerap ilmu yang bermanfaat dan menambah semangat keagamaan di lingkungan pesantren,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Jawa Tengah yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Kudus. Setelah sarasehan, acara dilanjutkan dengan peresmian Pameran Produk Unggulan UMKM di kawasan Simpang Tujuh Kudus.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Halaman Depan Pasar Puri Akan Diaspal Hot Mix, Anggaran Tembus Hampir Rp 1 Miliar

0
Pasar Puri Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan melakukan perbaikan halaman depan Pasar Puri. Renovasi itu direncanakan bakal menelan anggaran hampir Rp1 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati, Arif Wahyudi mengatakan, rencana renovasi Pasar Puri saat ini baru proses di Unit Kerja Penggandaan Jasa/Jasa (UKPBJ). Sehingga masih menunggu pemenang lelang.

Baca Juga: Progres Perbaikan Jalan di Pati Capai 80 Persen, Target Rampung Akhir Tahun

“Ini masih proses di UKPBJ. Belum ada rekanan pemenang,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).

Ia menyebut, surat perintah kerja (SPK) untuk renovasi pasar Puri diperkirakan keluar bulan depan. Baru setelah itu, akan dilakukan pengerjaan.

“InsyaAllah untuk SPK-nya kemungkinan diawal-awal November nanti,” ungkapnya.

Baca Juga: Harga Bandeng Meroket, Produsen Olahan Ikan di Pati Terdampak

Arif merinci, anggaran untuk renovasi pasar ini hampir mencapai Rp1 miliar. Anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pati itu akan digunakan untuk pengaspalan halaman depan Pasar Puri.

“Anggarannya sekitar Rp994 juta. Hanya untuk pengaspalan halaman depan keseluruhan dengan lapisan aspal hot mix,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tujuh Desa di Jepara Mulai Bangun Gerai Koperasi Merah Putih 

0
Peletakan batu pertama Kopdes Merah Putih pada Jumat (17/10/2035) lalu yang dipusatkan di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah pusat berupaya mempercepat pembangunan gerai, gudang, dan kelengkapan fisik untuk Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Percepatan itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan fisik di 800 unit koperasi di seluruh Indonesia.  

Kabupaten Jepara, termasuk salah satu lokasi dalam percepatan pembangunan fisik koperasi merah putih. Total terdapat tujuh desa di Jepara yang saat ini sudah mulai melakukan pembangunan. 

Baca Juga: Razia Rokok Ilegal, Tim Gabungan Pemkab Jepara Sita Ratusan Bungkus 

Groundbreaking atau peletakan batu pertama dilakukan pada Jumat (17/10/2035) lalu yang dipusatkan di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang.  

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza mengatakan pembangunan fisik koperasi merah putih di Jepara merupakan program nasional. 

Pembangunan itu dilaksanakan oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI bekerjasama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara dan TNI.  

“Harapannya untuk mempercepat beroperasinya koperasi merah putih. Ini program nasional, dari Kemenkop kerjasama dengan PT Agrinas dan TNI. Semua design dari pusat,” kata Zamroni pada Betanews.id, Selasa (21/10/2025). 

Sehingga nantinya, Zamroni melanjutkan untuk penyediaan gerai dan gudang akan dikoordinir langsung oleh PT Agrinas dan TNI.  

“Dinas hanya dilibatkan untuk pendataan desa mana yang siap (untuk membangun bangunan fisik koperasi),” ujar Zamroni. 

Terpisah, Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi mengatakan setelah adanya MoU atau kerjasama antara TNI dengan PT Agrinas, personel TNI di daerah diminta untuk membantu percepatan pembangunan gerai Koperasi Merah Putih.  

“Program pembangunan bersumber dari PT Agrinas Pangan Nusantara (BUMN). Seluruh pendanaan dari sana. Kami bantu percepatan,” katanya melalui pesan tertulis. 

Jika sudah mulai beroperasi, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan didorong untuk mensuplai kebutuhan di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

“Maka yg nanti dijual prioritas utama supporting MBG dan kebutuhan lain di desa seperti pertanian, peternakan dan lainnya,” tambahnya. 

Saat ini, Dandim Jepara menyebutkan total terdapat tujuh koperasi yang mulai melakukan pembangunan. 

Baca Juga: Kehilangan Sembilan Poin di Kandang Sendiri, Suporter Persijap Kirim Karangan Bunga 

Yaitu Desa Dongos Kecamatan Kedung, Desa Ngabul Kecamatan Tahunan, Desa Kuwasen Kecamatan Jepara, Desa Bulungan Kecamatan Pakis Aji, Desa Tubanan Kecamatan Kembang, Desa Mindahan Kecamatan Batealit, dan Desa Paren Kecamatan Welahan. 

“7 titik tersebut sudah groundbreaking sekaligus. Kita menunggu tahap pembangunan berikutnya dari PT Agrinas Pangan Nusantara,” sebutnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

DPRD Kudus Dukung Kebijakan ASN Wajib Belanja di Pasar Tradisional

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, H. Masan, S.E., M.M.. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus mewajibkan para aparatur sipil negara (ASN) di Kota Kretek untuk berbelanja minimal Rp50.000 dalam satu bulan di pasar tradisional. Kebijakan tersebut akan berlaku mulai pekan depan dengan tujuan agar ekonomi rakyat kembali bergeliat.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, H. Masan, S.E., M.M., sepakat dengan program bupati tersebut.

Baca Juga: Dana Transfer Dipangkas Rp378 M, Ketua DPRD Kudus Usul RAPBD 2026 Ditata Ulang

“Instruksi dari Pak Bupati tersebut sangat baik karena akan langsung berdampak pada perputaran uang di pasar tradisional yang meningkat,” ujar Masan, Senin (20/10/2025).

Masan menegaskan, keberhasilan program ini bergantung pada kesadaran dan komitmen para ASN. Meski tanpa pengawasan ketat, ia berharap para pegawai negeri benar-benar menjalankan instruksi tersebut dengan penuh tanggung jawab sosial.

“Kalau pimpinan sudah memerintahkan, ASN seharusnya patuh. Ini soal komitmen, bukan sekadar formalitas,” tandasnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, H. Masan, S.E., M.M., saat berada di Pasar Tradisional Kudus. Foto: Ist

Masan kemudian memaparkan potensi besar di balik program ini. Di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, terdapat kurang lebih 7.000 ASN. Jika masing-masing membelanjakan minimal Rp50.000 per bulan, maka akan tercipta perputaran uang sekitar Rp350 juta di pasar tradisional.

“Itu baru estimasi minimal. Kalau ASN berbelanja lebih dari nominal itu, perputaran uangnya tentu bisa lebih besar lagi,” jelasnya.

Namun, Masan juga memberikan catatan penting. Ia menyarankan agar hari belanja ASN tidak dibatasi hanya pada hari Jumat sebagaimana rencana awal Bupati. Menurutnya, jika seluruh ASN berbelanja di waktu yang sama, bisa saja menimbulkan kelangkaan barang dan mendorong kenaikan harga.

“Kalau semua belanja di hari Jumat, stok barang di pasar bisa menipis dan itu justru bisa memicu inflasi. Jadi, lebih baik waktunya fleksibel, bisa disesuaikan dengan rutinitas masing-masing ASN,” sarannya.

Baca Juga: Hadiri Panen Raya Jagung, Ketua DPRD Kudus Apresiasi Kinerja Polri

Ia juga menambahkan, belanja di warung keliling atau toko tetangga tetap sejalan dengan semangat gerakan ini karena sumber pasokan barang umumnya berasal dari pasar tradisional.

“Intinya bukan di mana belanjanya, tapi bagaimana uang itu tetap berputar di ekonomi lokal. Belanja di warung tetangga atau pedagang keliling pun hakikatnya membantu pasar tradisional juga,” imbuhnya. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

SPPG di Kudus Ini Klaim Jadi Satu-satunya yang Sediakan Susu Bear Brand dalam Program MBG

0
Sejumlah pelajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari Kudus, menyambut antusias masuknya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (20/10/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Yayasan Srikandi Glantengan mengklaim menjadi satu-satunya SPPG yang menyediakan susu Bear Brand dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Asisten lapangan SPPG Glantengan, Novina Agustianingrum mengatakan, penggunaan susu Bear Brand dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang mulai menerima program MBG hari ini, Senin (20/10/2025). Total, pihaknya mendistribusikan 230 porsi makanan, terdiri dari 224 porsi untuk siswa, 3 porsi untuk PIC, dan 3 porsi untuk penjaga sekolah.

Baca Juga: Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat, Bupati Sam’ani Wajibkan ASN Belanja di Pasar Tradisional

“Sepertinya ini pertama kalinya MBG menggunakan susu Bear Brand. Karena susu ini steril dan rendah gula, jadi memang sesuai dengan kebutuhan anak-anak, terutama di SLB,” ujar Novina, Senin (20/10/2025).

Ia menjelaskan, sebelum penyaluran dimulai, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sekolah untuk menyesuaikan kebutuhan gizi para siswa. Dari hasil koordinasi dengan pihak SLB, pihak sekolah memberikan catatan terkait beberapa siswa yang tidak boleh mengonsumsi sembarang makanan.

“Olahan dari dapur kami menggunakan bahan-bahan fresh, tidak menggunakan bahan pengawet, pewarna, atau micin, dan bisa diterima oleh pihak SLB. Termasuk makanan seperti coklat, mi dari gandum yang berpotensi membuat siswa bisa hiper aktif,” jelasnya.

Menurut Novina, SPPG Yayasan Srikandi telah melakukan uji coba atau trial menu sejak 13–17 Oktober. Menu yang dikirimkan sama seperti di sekolah lain, dan hasilnya tidak menimbulkan keluhan. Namun, ada penyesuaian tertentu bagi siswa SLB, seperti penggantian susu coklat menjadi susu plain atau Bear Brand.

Selain itu, katanya, pihaknya juga mengikuti arahan sekolah untuk tidak menggunakan mi sebagai pengganti nasi, karena dapat memicu tantrum pada beberapa anak.

“Selama ini kami menyesuaikan kebutuhan siswa SLB. Gula, garam, dan penyedap rasa juga sangat kami kontrol karena bisa memicu tantrum. Tapi justru ini menjadi hal baik, karena dari sini kami belajar meningkatkan standar pelayanan untuk sekolah lain juga,” paparnya.

Novina menambahkan, SPPG Glantengan saat ini melayani sembilan sekolah dengan total 3.680 porsi makanan setiap hari, mulai dari jenjang TK hingga SMA.

“Kami bersyukur bisa melayani SLB, karena dari sini kami bisa sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik untuk anak-anak di sekolah lain,” tuturnya.

- advertisement -