Beranda blog Halaman 169

Lampaui Target Emas, Jateng Optimistis Raih Juara Umum Sambo di PON Bela Diri Kudus 2025

0
Tim cabang olahraga sambo Jawa Tengah (Jateng) tampil gemilang dalam gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 yang berlangsung di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Foto: PON Bela Diri 2025

BETANEWS.ID, KUDUS – Tim cabang olahraga sambo Jawa Tengah (Jateng) tampil gemilang dalam gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 yang berlangsung di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Hingga hari kedua pertandingan, kontingen Jateng sukses memenuhi target perolehan lima medali emas, meski rangkaian laga masih menyisakan beberapa nomor hingga Selasa (21/10/2025).

“Awalnya kami menargetkan lima emas, dan Alhamdulillah target itu sudah tercapai di hari kedua. Besok masih ada empat atlet lagi yang akan bertanding. Semoga bisa menambah koleksi medali,” ujar pelatih tim Sambo Jateng, Sunoto, saat ditemui di Djarum Arena, Senin (20/10/2025).

Baca Juga: PON Bela Diri 2025 Jadi Langkah Awal Menuju Kejuaraan Dunia Kempo

Menurut Suno, capaian tersebut tidak lepas dari persiapan panjang yang dilakukan sejak akhir tahun lalu. Tim Jateng menurunkan 19 atlet terbaik hasil seleksi ketat yang digelar menjelang PON Bela Diri Kudus 2025.

“Persiapan sudah dilakukan sejak akhir tahun 2024. Tim ini lumayan lengkap, hasil seleksi terakhir sebelum turun ke Kudus,” bebernya.

Hingga hari kedua, Jateng telah membukukan lima medali emas, dua perak, dan empat perunggu. Perolehan emas terbanyak diraih dari nomor combat, sementara satu emas lainnya disumbangkan dari nomor sport sambo.

“Di hari pertama kami meraih tiga emas dan dua perunggu. Hari kedua menambah dua emas, satu perak, dan dua perunggu. Hari ini pun masih dapat dua perak dan satu perunggu,” ungkap Suno.

Ia menilai, salah satu kunci keberhasilan tim Jateng adalah strategi penempatan atlet di nomor-nomor yang potensial untuk dimenangi. “Kami membaca peluang. Beberapa nomor mungkin dikuasai daerah lain seperti Jawa Barat atau Sumatra Utara, tapi di nomor combat Jateng bisa unggul.

“Masih ada empat atlet yang akan bertanding, kami optimistis Jateng bisa menambah pundi-pundi medali. Harapannya, minimal satu emas lagi bisa kita bawa pulang,” ucapnya.

Menariknya, dalam ajang ini Jateng menurunkan kombinasi atlet utama dan pelapis. Strategi ini dilakukan untuk menjaga regenerasi sekaligus memenuhi target KONI Jateng agar bisa tampil sebagai juara umum.

“Sebagian memang atlet utama, sebagian lagi lapis kedua. Tapi semua punya semangat tinggi. Kami ingin memberi kesempatan kepada atlet muda untuk tampil, sekaligus memenuhi target medali yang diminta KONI Jateng,” tambahnya.

Baca Juga: Tiga Kali Tumbang di Kandang, Pelatih Persijap Jepara Kecewa 

Meski menghadapi sejumlah kendala, termasuk beberapa atlet yang sempat sakit menjelang pertandingan, Sunoto bersyukur seluruh tim bisa tampil maksimal. Para atlet tetap berjuang dengan semangat yang luar biasa.

“Kami berusaha menutup dengan hasil terbaik. Dengan pencapaian yang sudah melampaui target, Jateng kini semakin optimistis mengakhiri PON Bela Diri Kudus 2025 sebagai juara umum cabang olahraga sambo,” ucap Suno optimis.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Razia Rokok Ilegal, Tim Gabungan Pemkab Jepara Sita Ratusan Bungkus 

0
Razia rokok ilegal dengan menyasar ke sejumlah toko di Jepara pada Senin (20/10/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Tim gabungan lintas sektor yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten Jepara, Bea Cukai Kudus, Kejaksaan Negeri, Diskominfo, Bagian Perekonomian dan SDA Setda Jepara serta TNI/Polri menggelar razia rokok ilegal dengan menyasar ke sejumlah toko pada Senin (20/10/2025). 

Dari hasil operasi, petugas menemukan 142 bungkus rokok tanpa pita cukai di empat warung berbeda. Yaitu satu toko di Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo, dua toko di Desa Plajan Kecamatan Pakisaji dan satu warung di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang. Barang bukti yang disita berasal dari berbagai merek.

Baca Juga: Diwaduli Warga Banyak Rumah Tak Layani Huni, DPRD Jepara Minta Bantuan Stimulan Dinaikkan 

Kepala Satpol PP dan Damkar Jepara, Edy Marwoto mengatakan operasi razia rokok ilegal dilakukan dengan pendekatan humanis.

Pedagang tidak hanya diperiksa, tetapi juga diberi pemahaman tentang bahaya rokok ilegal dan manfaat cukai bagi negara. 

“Pedagang kami edukasi tentang ciri-ciri rokok tanpa pita cukai serta dampaknya bagi masyarakat. Kami berharap mereka sadar dan tidak lagi menjual rokok ilegal,” ujarnya pada Senin, (20/10/2025). 

Selain menyita barang bukti, petugas juga mendata identitas pedagang dan mengingatkan agar tidak mengulangi pelanggaran. Langkah ini diharapkan dapat menekan peredaran rokok ilegal sekaligus melindungi penerimaan negara dari sektor cukai. 

“Kami juga berharap masyarakat dapat ikut berperan menjaga ketertiban dan mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan rokok ilegal,” tambahnya. 

Baca Juga: Di Karimunjawa Jepara, Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar 

Sebelumnya, pada Rabu (15/10/2025) lalu tim gabungan juga melakukan razia rokok ilegal. 

Dari hasil operasi, petugas menemukan 61 bungkus rokok tanpa pita cukai di tiga warung, masing-masing di Desa Guyangan dan Bangsri Kecamatan Bangsri, serta Desa Plajan Kecamatan Pakisaji. Barang bukti yang disita berasal dari berbagai merek, di antaranya Sumber Baru, Sendang Biru, dan GOA.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Jawa Tengah Jadi Magnet Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi: ‘Iklim Aman, Ekspor Tumbuh Pesat’

0
Ahmad Luthfi dalam seminar bertema “Tantangan dan Peluang Ekspor Pascakebijakan Trump” di Semarang, Senin (20/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan Provinsi Jawa Tengah tetap menjadi magnet investasi dan ekspor, di tengah ketidakpastian global pascakebijakan perdagangan era Trump.

Dikatakan, meski dunia menghadapi pandemi, perang, dan dinamika geopolitik, Jawa Tengah justru mampu menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah

“Selama ini tidak ada konflik komunal atau gangguan keamanan di Jawa Tengah. Iklim masyarakat kita adem, ayem, dan nyaman. Investasi di sini aman,” ujar Ahmad Luthfi dalam seminar bertema “Tantangan dan Peluang Ekspor Pascakebijakan Trump” di Semarang, Senin (20/10/2025).

Ahmad Luthfi menekankan, pemerintah provinsi terus memperkuat iklim investasi, salah satunya dengan mempercepat perizinan.

“Baik PMA maupun PMDN, semua prosesnya cepat, transparan, dan gratis. Tidak ada lagi urusan bawah meja,” tegasnya.

Ia juga menyebut tenaga kerja di Jawa Tengah sangat kompetitif, sementara pemerintah daerah fokus mendorong industri padat karya untuk menekan pengangguran.

Menurutnya, pandemi Covid-19 dan berbagai krisis global seperti perang Ukraina–Rusia hingga konflik Timur Tengah memang mengguncang ekonomi dunia, namun Jawa Tengah mampu bertahan berkat semangat kebersamaan dan kesiapan menghadapi perubahan.

“Kita keluar dari krisis karena modal sosial yang kuat. Kini saatnya bangkit lebih cepat,” katanya.

Gubernur mengungkapkan, kebijakan perdagangan era Trump justru membawa dampak positif bagi ekonomi daerah. Sebab, sampai dengan hari ini, investor dari berbagai negara justru berbondong-bondong ke Jawa Tengah.

Amerika Serikat tercatat menjadi pasar utama ekspor Jawa Tengah dengan kontribusi sebesar 47,9 persen dari total ekspor, disusul Uni Eropa (11,2%), Jepang (8,1%), ASEAN (6,4%), dan Tiongkok (4,2%).

Nilai ekspor Jateng sepanjang Januari-Agustus 2025 mencapai US$ 7,95 miliar, naik 10 persen dibanding tahun lalu, dengan surplus perdagangan mencapai US$ 2,19 miliar.

Produk unggulan seperti sarang burung walet, kulit kambing, ikan, udang, rajungan, dan olahan kayu menjadi primadona di pasar Amerika dan Uni Eropa.

Dalam sambutannya, Gubernur menyebut ekspor dan investasi menyumbang sekitar 85 persen dari penggerak ekonomi daerah.

“APBD hanya berkontribusi 15 persen. Sisanya, kekuatan ekonomi ada di tangan para pelaku usaha dan investor” tuturnya.

Ia juga menyoroti pengembangan kawasan industri seperti KITB Batang, Kawasan Industri Kendal, dan sejumlah kawasan lainnya yang mampu menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.

“Kami juga mendorong konektivitas antarwilayah seperti Soloraya, Semarang Raya, Pati Raya, hingga Banyumas Raya untuk pemerataan ekonomi,” jelasnya.

Terkait tren global ekonomi hijau, Gubernur memperkenalkan program Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry untuk Peningkatan Ekspor Jawa Tengah) sebagai langkah nyata mendorong industri berkelanjutan.

“Uni Eropa dan negara lain tertarik karena kita sudah mulai menerapkan ekonomi hijau. Ini peluang besar yang harus kita tangkap,” ujarnya optimistis.

Ahmad Luthfi berharap seluruh pelaku usaha di Jawa Tengah memanfaatkan momentum ini, untuk meningkatkan ekspor dan memperkuat daya saing global.

Baca Juga: RPH Halal MAJT MAS Diresmikan, Dorong Tumbuhnya Ekosistem Produk Halal di Jateng

“Tugas saya itu seperti manajer marketing, tukang jualan Jawa Tengah. Saya ingin dunia tahu bahwa Jawa Tengah siap bersaing,” katanya disambut tepuk tangan peserta.

Acara tersebut turut dihadiri di antaranya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Bupati Rembang HM Hanies Cholil Barro’, Ketua GPEI Ade Siti Muksodah, Ketua Kadin Jawa Tengah Harry Nuryanto Soediro, jajaran kepala OPD, pelaku industri, sponsor perbankan, serta perwakilan buyer internasional.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kehilangan Sembilan Poin di Kandang Sendiri, Suporter Persijap Kirim Karangan Bunga 

0
Suporter Persijap Jepara mengirimkan papan karangan bunga ke Mess Persijap yang berada di Jalan Ki Mangunsarkoro, Kelurahan Panggang, Kecamatan/Kabupaten Jepara pada Senin (20/10/2025).  Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Suporter Persijap Jepara mengirimkan papan karangan bunga ke Mess Persijap yang berada di Jalan Ki Mangunsarkoro, Kelurahan Panggang, Kecamatan/Kabupaten Jepara pada Senin (20/10/2025). 

Papan karangan bunga yang didominasi warna kuning yang diletakkan di depan Mess Persijap bertuliskan turut berduka cita atas hilangnya sembilan poin di kandang sendiri. Karangan bunga itu dikirim oleh Curna Nord Syndicate (CNS). 

Baca Juga: Diwaduli Warga Banyak Rumah Tak Layani Huni, DPRD Jepara Minta Bantuan Stimulan Dinaikkan 

Salah satu anggota CNS, Genta (29) mengatakan kiriman karangan bunga itu merupakan bentuk kekecewaan dari suporter usai kekalahan yang ketiga kalinya usai melawan Bali United dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara pada Minggu (19/10/2025). 

“Jangan bahas Persijap dulu, menyedihkan. Iya, kami berikan karangan bunga sebagai bentuk simpatik kami atas hilangnya sembilan poin,” katanya pada Senin, (20/10/2025). 

Menurutnya, permainan Laskar Kalinyamat saat ini masih jauh dari kata kompak. Kualitas kedalaman skuad dinilai belum cukup mumpuni untuk bersaing di papan atas.

“Kalau cuma mengandalkan beberapa pemain inti, saat ada yang cedera atau akumulasi kartu, pasti kelabakan mencari pelapis yang sebanding. Persiapan kurang mantap, tapi kami tetap percaya perjalanan masih panjang,” ujarnya.

Genta juga menilai tim justru tampil lebih baik saat bermain tandang ketimbang di rumah sendiri.

“Kalau realistis, lawan Bhayangkara FC imbang saja sudah bagus. Tapi kami optimistis bermain away lebih meyakinkan. Main di kandang sendiri malah kacau,” katanya.

Ia menegaskan, laga kandang berikutnya melawan Malut United FC menjadi harga mati.

“Minimal lawan Bhayangkara satu poin. Kalau home lawan Malut, tiga poin harga mati. Kalau tidak dapat poin di kandang, kami pasti kecewa dan mendesak manajemen keluar. Tim ini perlu evaluasi total,” tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Umum Banaspati, Agus Supriyanto. Ia menyebut tiga kekalahan kandang beruntun sangat memukul semangat suporter.

“Semua suporter Persijap sangat kecewa. Kami tahu Liga 1 sangat ketat. Tapi di awal kompetisi, Persijap bisa bersaing dan bahkan menumbangkan Persib Bandung, juara bertahan. Ciri khas permainan dengan pressing tinggi tiba-tiba hilang. Ada apa di tim?” ujarnya.

Agus berharap manajemen segera bertindak cepat dan menyelesaikan persoalan internal jika memang ada, demi menjaga kondusivitas tim dan semangat juang pemain.

“Evaluasi dari tiga pertandingan terakhir harus dilakukan menyeluruh. Kami ingin Persijap kembali tampil seperti di awal musim, agar bisa bersaing di papan tengah,” ucapnya.

Baca Juga: Di Karimunjawa Jepara, Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar 

Para suporter kini menantikan respons manajemen dan gebrakan tim saat melawat ke markas Bhayangkara.

“Semoga bisa mencuri poin dan membangkitkan kembali semangat tim,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Progres Perbaikan Jalan di Pati Capai 80 Persen, Target Rampung Akhir Tahun

0
Proses pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS. ID, PATI — Tahun ini, proyek perbaikan sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Pati  dikabarkan sudah mencapai 80 persen.

Bupati Pati Sudewo menyampaikan, puluhan ruas jalan tengah dikerjakan dan ditargetkan tuntas sebelum tahun 2025 berakhir.

Baca Juga: Renovasi Besar Stadion Joyokusumo Segera Dimulai, KPU Pati Harus Hengkang Awal 2026

“Progres pembangunan jalan bisa dibilang sudah 80 persen untuk yang akan dikerjakan tahun 2025 ini,” ujarnya.

Dari data yang dihimpun, perbaikan jalan tersebar di berbagai titik strategis di Kabupaten Pati. Proyek ini menjadi salah satu program prioritas Bupati Sudewo dengan total anggaran mencapai Rp320 miliar.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, mengungkapkan bahwa sebagian besar pekerjaan fisik telah diselesaikan.

“Untuk perbaikan jalan sudah berkontrak 53 titik. Perbaikan jembatan 4 titik,” jelasnya.

Hasto menambahkan, sejauh ini sudah ada 26 titik jalan yang rampung dikerjakan, sementara sisanya dalam proses kontrak dan segera dilanjutkan ke tahap pelaksanaan. Selain proyek utama, Pemkab juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan anggaran dari Perubahan APBD 2025.

“Masih ada banprov 5 titik dan perubahan anggaran 9 titik. Rencana minggu depan proses pemilihan penyedia,” sebutnya.

Baca Juga: Stadion Joyokusumo Direnovasi, Kantor KPU dan KONI Pati Bakal Kena Gusur

Untuk jadwal penyelesaian, proyek utama ditargetkan selesai akhir November, sementara pekerjaan tambahan dari Banprov dan Perubahan APBD diproyeksikan rampung Desember mendatang.

“Yang lainnya selain banprov dan perubahan anggaran diperkirakan akhir November sudah selesai semua. Untuk yang perubahan anggaran dan banprov diperkirakan selesai akhir Desember,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Diminati Pasar Internasional, Pemprov Jateng dan BKHIT Tingkatkan Ekspor Produk Unggulan Hewan, Ikan, dan Tumbuhan

0
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah, Willy Indra Yunani saat bertemu Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin (20/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat sinergisitas dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah untuk meningkatkan ekspor produk unggulan. Dalam waktu dekat, Jawa Tengah akan melepas ekspor produk unggulan hewan, ikan, dan tumbuhan dalam jumlah besar ke berbagai negara.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah, Willy Indra Yunani, mengatakan, perhatian Gubernur Ahmad Luthfi terhadap ekspor produk hewan, ikan, dan tumbuhan, sangat besar.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah

“Beliau sangat concern bagaimana produk-produk tersertifikasi untuk ekspor dari Jawa Tengah. Balai karantina Jateng akan ada go export. Nanti akan dilepas gubernur dan kepala badan. Agendanya awal November,” kata Willy usai bertemu Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin (20/10/2025).

Dijelaskan, potensi ekspor untuk sektor produk hewan, ikan, dan tumbuhan, di Jawa Tengah sangat besar. Komoditas dari tiga sektor tersebut terus mencatatkan hasil ekspor yang signifikan.

“Negara tujuan ekspor ada Amerika, Tiongkok, dan beberapa negara Asia lainnya,” ungkap Willy.

Dikatakan, jumlah sertifikasi ekspor di Jawa Tengah periode Januari-September 2025 antara lain karantina hewan ada 448 sertifikasi, karantina ikan 2.548 sertifikasi, dan karantina tumbuhan 15.809 sertifikasi.

Adapun komoditas unggulan karantina hewan terdiri atas sarang burung walet sebanyak 35,386 kg senilai Rp 1,27 triliun. Ada 14 negara tujuan ekspor sarang burung walet, termasuk China, AS, Jepang, Australia.

Komoditas lainnya adalah bulu bebek, kulit kambing, minyak jelantah, dan tokek konsumsi juga mencatat volume ekspor signifikan.

Menurut Willy, komoditas unggulan karantina ikan terdiri atas cumi-cumi (9,5 juta kg, Rp 427,9 miliar), udang, layur, tuna, rajungan, dan rumput laut. Negara tujuan ekspor komoditas ikan lebih dari 15 negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Portugal, & Selandia Baru.

Sedangkan komoditas unggulan karantina tumbuhan ada kayu olahan (11,1 juta m³ senilai Rp 1,36 triliun), kayu albasia, sengon, veneer, kayu lapis, serta bunga melati segar yang diekspor ke berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Afrika.

“Kayu olahan kita banyak diminati di mancanegara. Untuk bidang ikan ada ikan segar, cumi, udang. Hampir setiap hari ada pengiriman ke negara tujuan yang tersertifikasi,” kata Willy.

Terkait ekspor produk ke Amerika Serikat, Willy mengatakan, tidak banyak terpengaruh oleh kebijakan Donald Trump. Secara ekonomi, produk yang ada sekarang, terutama yang dikeluarkan dari Jawa Tengah tidak terpengaruh. Grafik pengiriman ekspor juga masih signifikan.

“Ekspor ke Amerika itu banyak kayu olahan dan furnitur. Amerika butuh produk itu dari kita, kayu olahan yang sudah berbentuk mebel,” katanya.

Baca Juga: RPH Halal MAJT MAS Diresmikan, Dorong Tumbuhnya Ekosistem Produk Halal di Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi dalam audiensi tersebut mengatakan, di tengah tantangan global, ekspor dari Jawa Tengah masih cukup bagus. Khususnya untuk produk hewan, ikan, dan tumbuhan. Tentunya hal itu harus terus didukung, dijaga, dan ditingkatkan.

“Sinergi antara Pemprov Jateng dengan Balai Karantina kita dorong untuk hal ini,” kata Ahmad Luthfi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dikunjungi DPD RI, Bupati Jepara Curhat Masalah Karimunjawa hingga Abrasi 

0
Bupati Jepara Witiarso Utomo mendapat kunjungan kerja dari jajaran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada Senin,(20/10/2025).  Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID,JEPARA- Bupati Jepara Witiarso Utomo mendapat kunjungan kerja dari jajaran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada Senin,(20/10/2025). 

Pertemuan dengan senator asal daerah tersebut membahas inventarisasi materi atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014.

Baca Juga: Diwaduli Warga Banyak Rumah Tak Layani Huni, DPRD Jepara Minta Bantuan Stimulan Dinaikkan 

Dalam pertemuan tersebut, Wiwit bercerita jika ia banyak menerima berbagai aspirasi dari masyarakat selama menjalankan program Bupati Ngantor di Desa. Salah satu isu yang disampaikan yaitu persoalan abrasi dan usulan agar Karimunjawa ditetapkan sebagai wilayah kepulauan.

“Kami sering turun langsung menemui masyarakat. Banyak aspirasi yang kami dengar, seperti masalah abrasi dan keinginan warga agar Karimunjawa dijadikan kepulauan,” kata Wiwit usai menerima kunjungan anggota DPD RI, di Ruang Kerja Bupati Jepara. 

Menurutnya, masyarakat melihat manfaat besar jika Karimunjawa berstatus sebagai kepulauan, terutama dalam hal kemudahan transportasi. 

“Dengan status kepulauan, subsidi transportasi bisa diberlakukan seperti di Batam. Kalau di sana antar-pulau hanya sekitar tiga puluh ribu rupiah, di sini bisa ratusan ribu. Ini tentu memberatkan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti dampak abrasi di wilayah pesisir, seperti di Pantai Bondo, yang menyebabkan sebagian warga kehilangan lahan. Sehingga masyarakat meminta perhatian pemerintah terkait lahan mereka yang hilang akibat abrasi. 

“Ini juga perlu menjadi catatan penting dalam pembahasan undang-undang tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite I DPD RI, Muhdi menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendalami aspirasi masyarakat terkait usulan perubahan status Karimunjawa.

“Kami perlu meninjau lebih dalam permintaan masyarakat Karimunjawa untuk menjadi kepulauan. Karena, sejauh ini pemahaman kami, kepulauan itu bukan wilayah administratif, tapi bersifat geografis,” kata Muhdi. 

Ia menegaskan, DPD RI sangat fokus terhadap masyarakat kepulauan agar mereka tidak terisolasi karena keterbatasan akses. 

Baca Juga: Di Karimunjawa Jepara, Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar 

“Ini masukan yang bagus. Intinya, masyarakat kepulauan harus difasilitasi, ada konektivitas antar-pulau, dan negara harus hadir di sana agar mereka tidak menjadi masyarakat yang terasing,” katanya. 

Melalui pertemuan tersebut diharapkan mampu menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dengan DPD RI dalam mewujudkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat pesisir dan kepulauan di Kabupaten Jepara. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pastikan MBG Berjalan Aman, Seribu Penjamah Makanan dapat Bekal Khusus dari BGN 

0
Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penjamah makanan bagi sekitar seribu petugas dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penjamah makanan bagi sekitar seribu petugas dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jepara. 

Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Jepara, Muhammad Wildan mengatakan pelatihan bagi petugas penjamah makanan ini penting untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lancar. 

Baca Juga: Diwaduli Warga Banyak Rumah Tak Layani Huni, DPRD Jepara Minta Bantuan Stimulan Dinaikkan 

Pelatihan digelar selama dua hari, pada Sabtu-Minggu, (18-19/10/2025) di Ono Joglo Resort. Peserta yang mengikuti pelatihan mendapat sertifikat yang membuktikan peningkatan kompetensi.

Selain untuk memastikan keamanan pangan, pelatihan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan ketrampian dan profesionalitas petugas SPPG. Serta membangun kesadaran para pelaksana progam MBG akan pentingnya higienitas, keamanan, dan keberlanjutan pangan. 

“SPPG menjadi ujung tombak keberhasilan program MBG. Sebagai penjamah makanan atau relawan merupakan kesempatan terbaik untuk berkontribusi dalam penyiapan asupan makanan bergizi bagi anak-anak dalam mempersiapkan generasi unggul, sehat dan berdaya saing menyongsong Indonesia Emas 2045,” jelas Wildan dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025). 

Pelaksanaan Bimtek Penjamah Pangan SPPG di Kabupaten Jepara ini merupakan bagian dari rangkaian bimtek yang diselenggarakan oleh Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN secara serentak di 34 kabupaten/kota di enam provinsi pada tanggal 18–19 Oktober 2025 dengan melibatkan partisipasi masif sekitar 30.000 peserta.

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Dr.Nurjaeni, menyampaikan, melalui Bimtek itu pihaknya ingin memastikan bahwa setiap penjamah makanan memiliki kompetensi dan ketrampilan yang memadai.

“Yaitu dalam seluruh tahapan penyediaan makanan bergizi. Mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat,” kata Wildan. 

Dalam arahannya, dia menyebut sepuluh langkah strategis peningkatan layanan MBG yang mencakup aspek teknis, manajerial, dan kualitas pelayanan. Yaitu  penempatan 5.000 Chef profesional dari Indonesian Chef Association (ICA) di SPPG baru untuk transfer pengetahuan dalam pengolahan makanan bergizi dan aman, pelaksanaan rapid test food berkala oleh Balai POM guna menjamin keamanan pangan, penerapan wajib Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap SPPG.

Baca Juga: Di Karimunjawa Jepara, Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar 

Selain itu, pemanfaatan platform LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan untuk pembelajaran daring bagi tenaga pelaksana, penggunaan air bersih berstandar kesehatan serta sterilisasi alat makan dengan air panas 80° celcius, penambahan tenaga ahli gizi agar pendampingan gizi lebih optimal, penerapan sertifikasi halal untuk memastikan kepatuhan nilai keagamaan, pemasangan CCTV di dapur SPPG untuk menjamin transparansi dan pengawasan proses produksi, kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) sebagai dasar tata kelola layanan yang profesional dan akuntabel, penguatan edukasi dan monitoring berkelanjutan untuk menjaga mutu pelayanan MBG. 

Melalui pelaksanaan bimtek serentak ini, lanjut dia, BGN berharap terbentuk jaringan penjamah pangan yang kompeten, beretika, dan berdedikasi, serta menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh makanan yang layak, sehat, dan bergizi seimbang.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Harga Bandeng Meroket, Produsen Olahan Ikan di Pati Terdampak

0
Aktivitas di tempat produksi olahan ikan bandeng di Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Harga ikan bandeng di Kabupaten Pati mengalami kenaikan selama beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga ini dipicu menurunnya hasil produksi.

Kondisi ini mengakibatkan usaha kecil menengah (UKM) olahan ikan bandeng ikut terdampak. Salah satunya dirasakan oleh Hana Tri Wahyuni, pelaku UKM olahan bandeng di Desa Dukutalit, Kecamatan Juwana, Pati.

Baca Juga: Renovasi Besar Stadion Joyokusumo Segera Dimulai, KPU Pati Harus Hengkang Awal 2026

Hana mengaku, produksi olahan ikan bandengnya terganggu sejak pasokan dan harga kulakan ikan bandeng yang tinggi. Dirinya pun kesulitan untuk memenuhi pesanan pelanggan akibat kondisi tersebut.

“Pasokan bandeng agak susah. Karena tidak musim panen pasokan bandeng agak susah. Kita kesulitan mencari bandeng dengan ukuran besar,” ujarnya.

Hana pun memutar otak agar usahanya tetap bertahan dengan kondisi yang ada. Ia berusaha mendapat pasokan ikan bandeng walaupun tidak sesuai dengan standar normal.

Ia khawatir dengan kondisi tersebut  berlangsung lama akan mengganggu keberlangsungan usahanya. Termasuk salah satunya untuk memenuhi kebutuhan pesanan konsumen.

“Untuk kelancaran produksi kita setiap hari mencari ikan walaupun agak susah. Jadi masih tetap untuk memenuhi kebutuhan rumah makan,” ucapnya.

Saat ini, Hana mendapatkan bandeng dengan harga yang tembus Rp30 ribu per kilogramnya. Kondisi ini membuat keuntungannya pun makin menipis.

Baca Juga: Stadion Joyokusumo Direnovasi, Kantor KPU dan KONI Pati Bakal Kena Gusur

“Harga kisaran Rp30 ribu ke atas. Jadi keuntungan terhambat,” ucapnya.

Dirinya pun berharap kondisi tersebut segera kembali normal. Sehingga keberlangsungan usaha tetap bisa berjalan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat, Bupati Sam’ani Wajibkan ASN Belanja di Pasar Tradisional

0
Bupati Kudus berbincang dengan pedagang Minggu (19/10/2025) pagi. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana Pasar Kaliputu tampak berbeda pada Minggu (19/10/2025) pagi. Di antara para pedagang dan pembeli yang sibuk bertransaksi, tampak Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut larut dalam suasana pasar, menenteng kantong belanja berisi sayur dan bahan pokok.

Kedatangannya bukan sekadar untuk berbelanja, melainkan bagian dari Gerakan ASN Belanja di Pasar Tradisional, sebuah inisiatif yang digagas Pemkab Kudus guna menggairahkan kembali aktivitas ekonomi rakyat kecil.

Baca Juga: Royal Superfeed Meriahkan Kontes Embek Kudus, Tawarkan Kemitraan untuk Peternak

Sambil tersenyum orang nomor satu di Kudus tersebut berbincang akrab dengan para pedagang, Sam’ani membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga. Ia menegaskan, langkah sederhana ini memiliki makna besar dalam membangkitkan semangat para pelaku UMKM dan pedagang pasar.

“Hari ini kami belanja di Pasar Kaliputu agar pedagang lebih berdaya. Hasil belanja kami serahkan ke panti asuhan. Semoga membawa manfaat dan berkah,” ujar Bupati Sam’ani penuh semangat.

Menurutnya, gerakan tersebut akan digalakkan secara rutin di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap hari Jumat, terutama setelah ASN menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), mereka dianjurkan menyisihkan minimal Rp50 ribu untuk berbelanja di pasar tradisional.

“Kita niatkan ini sebagai ibadah sosial. Gerakan ini bisa jadi amal bersama yang bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnnya.

“Dengan begitu, pasar-pasar di Kudus kembali hidup dan pedagang makin bersemangat.” imbuhnya.

Belanja bisa dilakukan setelah kegiatan olahraga Jumat pagi atau sepulang kerja. Barang yang dibeli boleh dibawa pulang untuk keluarga atau disumbangkan ke panti sosial, lembaga yatim, atau warga yang membutuhkan.

Langkah ini juga menjadi bentuk empati pemerintah terhadap kondisi pasar tradisional yang sempat sepi pembeli beberapa waktu terakhir. Bupati memastikan, Pemkab Kudus akan segera menerbitkan surat edaran resmi agar seluruh ASN berpartisipasi aktif dalam gerakan ini.

“ASN jangan hanya bekerja di balik meja, tapi juga harus hadir di tengah masyarakat. Dengan berbelanja di pasar tradisional, kita ikut menggerakkan ekonomi rakyat,” tegas Sam’ani.

Usai berbelanja, Bupati menyerahkan hasil belanjaan tersebut ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Samsah di Desa Singocandi. Ia berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi banyak pihak untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.

Baca Juga: Anak Kudus Masuk Paling Mager di Indonesia, Begini Tanggapan Bupati Sam’ani

Bagi Sam’ani, gerakan ini bukan hanya soal transaksi ekonomi, melainkan gerakan moral dan sosial. Di tengah tantangan ekonomi yang kian berat, langkah sederhana ini menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga denyut ekonomi lokal.

“Kalau pasar ramai, pedagang senang, ekonomi daerah pun ikut bergerak,” jelas Sam’ani.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemprov Jateng dan BPN Sepakat Jaga Lahan Pangan, Siapkan 240 Sertifikasi LP2B di 2025

0
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat menandatangani nota kesepakatan soal sinergi penyelenggaraan urusan pertanahan, agraria, dan penataan ruang. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat menandatangani nota kesepakatan soal sinergi penyelenggaraan urusan pertanahan, agraria, dan penataan ruang.

Acara penandatanganan nota kesepakatan tersebut dilaksanakan di aula Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah, di Kota Semarang pada Senin (20/10/2025). Acara tersebut dihadiri sejumlah bupati serta pejabat Pemprov Jateng.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah

Kesepakatan ini disebut sebagai langkah nyata menjaga ketahanan pangan, sekaligus memperkuat tata kelola aset dan investasi di daerah.

Dalam dokumen kesepakatan pada 2025 ini, BPN bersama Pemprov Jateng akan melakukan sertifikasi 240 bidang tanah, masing-masing 80 bidang di tiga kabupaten. Yakni, Cilacap, Blora, dan Wonosobo. Lahan tersebut akan dijadikan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Selain itu, dilakukan pemetaan Zona Nilai Tanah (ZNT) di Kabupaten Klaten, dan sertifikasi 52 bidang aset Pemprov di enam kabupaten, termasuk Sragen, Kudus, Banjarnegara, Tegal, Pemalang, dan Cilacap .

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah (Kanwil BPN Jateng), Lampri mengatakan, kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen menjaga Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), agar tidak dialihfungsikan.

“LP2B ini memang tidak boleh dialihfungsikan, karena terkait langsung dengan ketahanan pangan berkelanjutan. Oleh karena itu, lahan tersebut harus kita pertahankan sebagai lahan olahan pangan yang berkelanjutan,” terang Lampri.

Berdasarkan data BPN, luas Lahan Baku Sawah (LBS) di Jawa Tengah mencapai 987.468 hektar. Sementara itu, LP2B tersebar di tiga kabupaten, yakni Blora (48.967 ha), Cilacap (53.000 ha), dan Wonosobo (10.168 ha).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan, sertifikasi tanah menjadi hal krusial untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan investor.

Ia mengatakan, posisi strategis Jawa Tengah di tengah Pulau Jawa, membuat provinsi ini berpotensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nusantara.

“Jawa Tengah itu diapit Jawa Barat dan Jawa Timur. Kalau kita kuat dalam tata ruang dan pertanahan, investasi pasti datang,” ujarnya.

Di bidang pertanian, menurut Luthfi, Jawa Tengah menyumbang sekitar 16,5% atau hampir 11 juta ton gabah nasional. Maka, sektor pangan dan industri harus berjalan seimbang. Ia juga terus mendorong kabupaten/kota untuk segera menyiapkan zonasi kawasan industri, sebelum Desember 2025.

“Saya minta para bupati dan wali kota untuk segera mengajukan rencana kawasan industri. Sistemnya harus one gate service — perizinan mudah, lahan siap pakai, dan semuanya terintegrasi,” katanya.

Baca Juga: RPH Halal MAJT MAS Diresmikan, Dorong Tumbuhnya Ekosistem Produk Halal di Jateng

Tak hanya soal industri, Gubernur Luthfi juga menyoroti peran BPN dalam membantu masyarakat miskin ekstrem, lewat program perbaikan rumah layak huni. Menurutnya, rumah yang layak akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan.

“Kalau rumahnya sudah diperbaiki, maka aspek lainnya ikut meningkat. Sanitasi, pekerjaan, kesehatan, dan pendidikan,” tambahnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Redam Dampak Panas Ektrem, Pemkab Kudus Semprot Jalan dengan Air Bersih

0
Pemkab Kudus saat melakukan penyemprotan jalan dengan air. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah gelombang panas ekstrem yang terjadi beberapa hari ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengambil tindakan cepat. Dengan berupaya menyemprotkan air bersih di sejumlah ruas jalan utama di daerah perkotaan. 

Setidaknya, ada empat unit mobil tangki air yang dikerahkan demi menjalankan langkah ini. Terdiri satu unit dari BPBD Kudus dan tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar). 

Baca Juga: Anak Kudus Masuk Paling Mager di Indonesia, Begini Tanggapan Bupati Sam’ani

Titik penyemprotan air dimulai dari kawasan padat, yakni dari depan Pendapa Kudus mengelilingi Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, lalu ke Jalan Ahmad Yani, Jalan Dr. Loekmono Hadi, Jalan Dr. Ramelan, hingga di Jalan Jenderal Sudirman.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, pihaknya memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus melakukan penyemprotan air bersih di sejumlah ruas jalan. Hal itu dilakukan guna mengurangi efek panas dan menekan suhu permukaan jalan. 

“Kemudian langkah ini juga dapat menjaga kebersihan kota dari debu akibat musim kemarau yang berkepanjangan,” katanya. 

Selain itu, kata Sam’ani, sebagai langkah darurat untuk menekan dampak buruk suhu panas ekstrem terhadap aktivitas keseharian warga di jalan. Sehingga hal itu dapat menyejukkan lingkungan.

“Kami berupaya menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman bagi masyarakat. Selain itu, penyemprotan ini juga berfungsi membersihkan jalan dari debu mikro yang bisa mengganggu pernapasan dan kesehatan warga,” ujarnya.

Pihaknya memastikan, penyemprotan yang dilakukan tidak berhenti begitu saja. Ke depannya pihaknya akan melibatkan pihak swasta apa ila kondisi cuaca panas masih bertahan hingga beberapa hari ke depan. 

“Kita akan terus pantau perkembangan suhu harian secara ketat. Jika suhu ekstrem terus terjadi, penyemprotan akan kita jadwalkan ulang, terutama di titik-titik yang memiliki tingkat kepadatan aktivitas masyarakat yang tinggi. Kita akan libatkan pihak swasta,” terangnya.

Ia menyebut, bahwa kegiatan itu dapat memperkuat koordinasi antarlintas instansi dalam penanganan dampak cuaca ekstrem. Dia berharap, adanya langkah tersebut, bisa mengurangi panas yang berada di wilayah Kabupaten Kudus. 

Baca Juga: Royal Superfeed Meriahkan Kontes Embek Kudus, Tawarkan Kemitraan untuk Peternak

“Harapannya, suhu jalan dapat berkurang signifikan, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman,” sebutnya.

Sam’ani mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi air putih. Tak hanya itu pihaknya mengingatkan agar tetap membatasi paparan sinar matahari langsung, terutama saat siang hari.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

MBG di Kudus Mulai Sasar Anak Berkebutuhan Khusus

0
Sejumlah pelajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari Kudus, menyambut antusias masuknya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (20/10/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pelajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari Kudus, menyambut antusias masuknya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (20/10/2025). 

PIC MBG sekaligus Humas SLBN Purwosari Kudus, Ismira Wahyu Lestari Lewa menyampaikan, masuknya program MBG di sekolahan tersebut sangat dinantikan para siswa. Terutama bagi siswa kurang mampu dan beberapa anak yang memang tidak sarapan di rumah. 

Baca Juga: Royal Superfeed Meriahkan Kontes Embek Kudus, Tawarkan Kemitraan untuk Peternak

“Alhamdulillah, kalau MBG di SLB, sangat dinanti oleh anaj, terutama siswa-siswi yang kurang mampu, yang dari rumah mungkin tidak bisa sarapan. Mungkin semuanya sibuk, jadi tidak bisa mengurus anak, sehingga adanya MBG sangat dinanti,” katanya saat ditemui di sekolah, Senin (20/10/2025).

Meski menurutnya ada beberapa orang tua yang menolak adanya program itu dijalankan di sana, namun presentasenya cukup sedikit. Masih banyak orang tua yang senang adanya program itu. 

“Karena memang anak berkebutuhan khusus ini tidak sembarangan dalam hal makanan. Jadi ada orang tua yang mungkin merasa takut dan menolak adanya program ini, tapi secara keseluruhan mereka sangat antusias,” terangnya.

Bahkan pihaknya menilai, bahwa MBG yang didistribusikan ke SLB sangat tepat sasaran. Hanya saja, pihak sekolah memberikan catatan penting bagi dapur MBG yang mensuplai makan ke sana. 

Contohnya tidak boleh ada menu mi dari gandum dan coklat yang dapat berpotensi khusus bagi anak autis, tantrum atau berperilaku tambah hiper aktif. Selain itu makanan juga disarankan tidak memakai bahan pengawet, pewarna, dan tidak menggunakan MSG. 

“Karena untuk anak autis harus ada diet khusus. Bagi anak-anak yang tidak mau makan menunya, kita sudah mengimbau bahwa orang tua harus membawakan tempat bekal untuk menunya bisa dibawa pulang,” tuturnya. 

Asisten Lapangan SPPG Glantengan Yayasan Srikandi, Novina Agustianingrum menambahkan, hari pertama untuk pendistribusian ke SLBN Purwosari Kudus, jumlahnya 230 porsi. Rinciannya, untuk siswa ada 224 porsi dan enam sisanya untuk PIC MBG dan penjaga sekolah masing-masing dapat tiga porsi.

“Yang pasti kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Jadi mereka mereka sudah memberikan catatan, ada berapa siswa yang mungkin tidak boleh coklat, ada beberapa siswa yang tidak boleh tepung, pengawet, micin, sehingga kami menyesuaikan yang dibutuhkan anak yang ada di SLB,” terangnya.

Baca Juga: Anak Kudus Masuk Paling Mager di Indonesia, Begini Tanggapan Bupati Sam’ani

Ia menegaskan, bahwa olahan dari dapur MBG-nya menggunakan bahan fresh, tidak menggunakan bahan pengawet, pewarna, micin dan bisa diterima oleh pihak SLB. Apalahi susu yang diberikan kepada anak di hari pertama pendistribusian MBG ke SLB dengan susu Bear Brand. 

“Mungkin SPPG kami merupakan SPPG satu-satunya yang menggunakan susu Bear Brand untuk anak,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

PON Bela Diri 2025 Jadi Langkah Awal Menuju Kejuaraan Dunia Kempo

0
Wakil Ketua Umum II Persatuan Kempo Seluruh Indonesia (Perkemi), Beni Sukawanto. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Cabang olahraga (cabor) Shorinji Kempo menjadi salah satu magnet utama dalam gelaran PON Bela Diri Kudus 2025, yang berlangsung pada 12–26 Oktober di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Cabor Kempo dipertandingkan sejak Sabtu (18/10/2025) dan antusiasme luar biasa tampak dari ratusan atlet yang datang dari berbagai provinsi untuk jadi yang terbaik.

Wakil Ketua Umum II Persatuan Kempo Seluruh Indonesia (Perkemi), Beni Sukawanto, hadir langsung untuk meninjau ragam pertandingan nomor randori dan embu yang berlangsung, sekaligus menjaring bibit-bibit atlet kempo dari berbagai daerah, yang bersaing ketat pada ajang multi-cabang ini.

Baca Juga: Tiga Kali Tumbang di Kandang, Pelatih Persijap Jepara Kecewa

Ia mengapresiasi semangat dan keseriusan para kontingen dalam mengikuti ajang bela diri bergengsi ini.

“Antusiasmenya sudah sangat bagus. Bahkan, 25 provinsi ikut berpartisipasi. Artinya mereka melihat ajang ini sudah setara dengan event multi-cabang besar di Indonesia,” ujar Beni saat ditemui di Djarum Arena, Sabtu (18/10/2025).

Beni yang juga menjabat sebagai Director World Shorinji Kempo Organization menilai, perhatian pengurus provinsi terhadap cabang olahraga Kempo semakin meningkat. Hal itu terbukti dari banyaknya atlet yang dikirim untuk memperebutkan total 96 medali, terdiri atas 28 emas, 28 perak, dan 40 perunggu.

Menurutnya, sejumlah provinsi masih menunjukkan dominasi dalam cabang olahraga ini. Biasanya yang stabil itu NTT (Nusa Tenggara Timur), Jawa Barat, dan Kalimantan Timur.

“Untuk Jawa Tengah sebagai tuan rumah, saya lihat mulai tumbuh lagi. Beberapa atletnya kualitasnya sudah bagus,” jelasnya.

Beni juga menyebut DKI Jakarta mulai bangkit setelah beberapa tahun terakhir mengalami penurunan prestasi. Ia memuji penyelenggaraan pertandingan yang berjalan dengan baik dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Fairness-nya bagus, semangat atletnya luar biasa, dan wasit juga objektif dalam mengambil keputusan. Tidak ada yang memihak. Ini yang membuat kami puas,” tuturnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, PON Bela Diri Kudus juga dimanfaatkan PB Perkemi sebagai wadah penjaringan atlet potensial untuk Pelatnas. Beni menjelaskan, hasil kejuaraan ini akan menjadi bahan seleksi menuju Kejuaraan Internasional Shorinji Kempo ke-80 di Nagoya, Jepang, tahun 2027 mendatang.

“Ranking tiga besar di Kudus akan kita panggil untuk seleksi tim nasional. Dari situ nanti akan disaring lagi untuk menentukan tim utama Indonesia,” ungkapnya.

Beni menambahkan, proses seleksi di Pelatnas akan dilakukan secara terbuka dan profesional. Biasanya yang diambil tiga besar dari tiap nomor.

“Namun, semuanya tetap dilihat dari komitmen dan kesiapan atlet. Sebab, kadang ada yang bagus, tapi terkendala pekerjaan atau hal lain. Dari situ baru kita kerucutkan menjadi tim inti,” jelasnya.

Baca Juga: Keterbatasan Biaya, Tim Sambo Tempuh Perjalanan Darat 3 Hari Untuk Ikut PON Bela Diri Kudus 2025

Ia berharap penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 dapat menjadi batu loncatan bagi para atlet muda untuk menembus level nasional dan internasional.

“Event ini bukan hanya kompetisi, tapi juga pintu menuju Pelatnas dan prestasi dunia,” tegas Beni.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Cerita Atlet Sambo Banten, Gagal Jadi Pramugari, Sukses Raih Emas di PON Bela Diri Kudus 2025

0
Febby Tri Santoso, atlet sambo asal Banten. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Siapa sangka, kegagalan bisa menjadi awal dari kesuksesan. Itulah yang dialami Febby Tri Santoso, atlet sambo asal Banten yang berhasil mempersembahkan medali emas pada PON Bela Diri Kudus 2025.

Bertanding di kelas -54 kg putri sport, Febby tampil gemilang di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (19/10/2025) petang. Ia menang telak 8-0 atas wakil Sumatera Barat, Anugrah R. Anggun, di partai final.

Baca Juga: Kisah Anik, Perajin Rotan Jepara yang Tak Henti Berinovasi

“Persaingannya cukup ketat, tapi mungkin ini rezeki saya. Makanya saya bisa dapat medali emas,” ujar Febby dengan senyum lega usai pertandingan.

Kemenangan ini menjadi buah manis dari kerja keras dan latihan intensif selama tiga bulan terakhir. Atlet berusia 21 tahun itu berlatih rutin setiap pagi dan sore di Toray Judo Club, bahkan sering menggabungkan sesi latihan sambo dengan judo.

Namun di balik keberhasilannya, Febby menyimpan kisah menarik. Sebelum menjadi atlet, ia sempat bercita-cita menjadi pramugari. Sayangnya, impian itu kandas di tengah jalan.

“Saya dulu pengin banget jadi pramugari, tapi gagal karena tinggi badan saya kurang satu sentimeter,” kenangnya.

“Akhirnya saya pikir, ya sudah, saya fokus di olahraga saja.” imbuhnya sembari tertawa.

Keputusan itu terbukti tepat. Dari sekadar iseng ikut ajakan teman sekolah mencoba judo, Febby jatuh cinta pada dunia bela diri. Ia menekuni judo sejak 2016, lalu beralih ke sambo pada 2023, setelah diajak oleh rekan-rekannya di komunitas judo.

“Dari judo itu, kebetulan pengurus judo dan sambo saling berkaitan. Jadi saya diajak coba sambo, dan ternyata seru banget,” ceritanya.

Ketika ditanya apa yang membuatnya betah di olahraga keras itu, Febby mengaku, olahraga Sambo seru. Karena bisa banting orang.

“Karena seru aja sih, bisa banting-banting orang,” katanya ringan.

Baca Juga: Menyusuri Kampung, Menyisir Rezeki: Kisah Tukang Cukur Keliling dari Pati

Perjalanannya tidak sia-sia. Sejak terjun ke sambo, Febby terus menunjukkan progres signifikan. Ia bahkan sukses meraih dua medali emas berturut-turut, yakni di PON Aceh–Sumut 2024 dan kini di PON Bela Diri Kudus 2025.

“Bersyukur sekali. Ternyata gagal jadi pramugari bukan akhir, tapi justru awal buat saya bisa terbang lebih tinggi lewat prestasi di sambo,” ucap Febby penuh semangat.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -