Beranda blog Halaman 170

Renovasi Besar Stadion Joyokusumo Segera Dimulai, KPU Pati Harus Hengkang Awal 2026

0
Kantor KPU Pati, Jalan Kolonel Sunandar, Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pada awal Tahun 2026 mendatang, Stadion Joyokusumo Pati direncanakan bakal direnovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI. Imbas dari pekerjaan itu, nantinya sejumlah fasilitas termasuk Kantor KPU Pati bakal kena gusur.

Kondisi tersebut, membuat pegawai di jajaran KPU Pati harus angkat kaki dari kantor yang ditempati saat ini.

Baca Juga: Stadion Joyokusumo Direnovasi, Kantor KPU dan KONI Pati Bakal Kena Gusur

Terkait rencana adanya renovasi Stadion Joyokusumo itu, Ketua KPU Pati Supriyanto mengakui sudah mendapatkan kabar pada bulan lalu. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai hal ini.

”Kami sudah dapat informasi sebulan yang lalu terkait pembangunan Stadion Joyokusumo Pati. Nah, kami KPU sudah Bulan lalu berkoordinasi dengan instansi terkait, dengan dinas terkait, dengan bupati,” ujar Supriyanto, Senin (20/10/2025).

Ia pun tak menampik bahwa Kantor KPU Pati saat ini bakal dibongkar imbas renovasi Stadion Joyokusumo Pati. Pihaknya pun dijanjikan mendapatkan gedung pengganti dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

”Nah, itu kira-kira mau dipindah kemana Kantor KPU? Karena sesuatu regulasi memang Pemerintah Kabupaten/Kota itu kan harus memberi fasilitas tempat,” ungkapnya.

Ia juga tak mempermasalahkan pembongkaran ini. Apalagi, menurutnya, Kantor KPU seharusnya tak berada di kompleks stadion atau olah raga.

”Tidak apa-apa, itu kan memang harusnya mendapatkan tempat hibah tersendiri, tidak di stadion itu, tidak di kompleks stadion seharusnya. Karena itu kan masih pinjam pakai ya gedung kita itu. Dan ini sudah diproses oleh BPKAD, Pak Sekda, dan Pak Bupati,” ucapnya.

Ia mengaku ada beberapa alternatif lokasi Kantor KPU Pati yang baru. Pertama, di Plaza Progola Pati. Namun menurutnya, lokasi tersebut tak cocok. Mengingat ada bioskop di lokasi tersebut.

”Oke, opsinya itu salah satu opsinya Pak, tapi juga belum final. Opsi pertama itu di Plaza Pragolo, tapi memang itu tidak layaknya. karena masih ada gedung bioskop dan toko-toko itu kan,” ucapnya.

Ia menilai KPU itu merupakan instansi yang sangat sensitif. Banyak dokumen-dokumen rahasia yang perlu dijaga. Ia menganggap KPU tidak boleh berdampingan dengan yang lainnya.

”Dan satu-satu memang tidak boleh. Ada surat suara juga kan, kalau pemilu kan,” kata dia.

Opsi lainnya yakni di Kantor Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati. Ia menilai, lokasi tersebut paling cocok dibandingkan opsi lainnya.

”Yang paling representatif itu gedungnya dinas dan lahan sampingnya itu Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata,” imbuhnya.

Baca Juga: Populasi Sapi di Pati Anjlok, Peternak Alihkan ke Kambing dan Domba

Supriyanto pun mengungkapkan, pihaknya diminta secepatnya pindah untuk mendukung renovasi Stadion Joyokusumo Pati. Setidaknya awal 2026, KPU Pati sudah mendapatkan kantor baru.

“Itu prosesnya aslinya kan secepatnya mas, ini dari pembeda itu kan sudah mengalokasikan anggaran untuk pemindahan dinasnya. Dinas Pariwisata dan Olahrga pindah dulu, baru kita pindah, jadi itu harusnya secepatnya karena anggarannya kan tahun 2026, jadi tahun 2026 awal itu kita KPU harusnya sudah pindah, seharusnya ya,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tiga Kali Tumbang di Kandang, Pelatih Persijap Jepara Kecewa 

0
Konferensi pers usai Laga pertandingan di pekan ke-delapan BRI Super League antara Persijap Jepara melawan Bali United di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara pada Minggu, (19/10/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Laga pertandingan di pekan ke-delapan BRI Super League antara Persijap Jepara melawan Bali United di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara pada Minggu, (19/10/2025) kembali berakhir dengan kekecewaan bagi Laskar Kalinyamat. 

Setelah sebelumnya dua kali kalah di kandang sendiri saat melawan Persita Tangerang dan Persik Kediri, Tim Laskar Kalinyamat kembali tumbang dengan skor 1-2 melawan Serdadu Tirtatu. 

Baca Juga: Keterbatasan Biaya, Tim Sambo Tempuh Perjalanan Darat 3 Hari Untuk Ikut PON Bela Diri Kudus 2025

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi tim Laskar Kalinyamat yang tampil penuh semangat namun terbentur situasi sulit di lapangan.

Sejak awal laga, Persijap tampil penuh semangat. Namun situasi berubah ketika salah satu pemainnya diganjar kartu merah pada babak kedua, membuat tim harus bermain dengan sepuluh pemain. 

Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu untuk mencetak gol penentu kemenangan. Pelatih Persijap, Mario Lemos, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya seusai pertandingan.

“Sangat sulit ketika kami menerima kekalahan untuk ketiga kalinya. Kami semua di sini pemain dan tim pelatih merasakan hal yang sama. Artinya patah hati, kecewa dengan hasil ini,” kata Mario saat Konferensi Pers usai pertandingan pada Minggu, (19/10/2025). 

Namun, Lemos menegaskan bahwa timnya telah berjuang maksimal di lapangan.

“Kami sudah berusaha, bahkan dengan sepuluh pemain pun kami tetap mencoba mencetak gol dan meraih poin,” ungkapnya.

Meski bermain dengan 10 pemain, Persijap sempat bangkit lewat gol yang dicetak Carlos Franca. Sayangnya, euforia gol tersebut hanya bertahan kurang dari satu menit. Bali United FC langsung membalas, membuat skor kembali berubah menjadi 1-2. 

“Franca dapat peluang lewat penalti tapi tidak masuk. Lalu dia berhasil cetak gol, tapi dalam waktu singkat kami kebobolan lagi. Kami kurang pengalaman menghadapi tekanan seperti ini,” kata Lemos. 

Sementara itu, Franca menilai hasil akhir bukan segalanya.

“Gol saya tidak terlalu penting. Yang paling penting adalah tim. Hasilnya memang tidak bagus, tapi bukan berarti kami kalah lalu semuanya salah,” ujarnya.

Franca tetap optimistis timnya masih punya peluang di pertandingan berikutnya.

Baca Juga: 271 Pesilat Siap Berlaga di PON Bela Diri Kudus 2025

“Kami harus tetap percaya dan bekerja keras. Masih ada peluang ke depan,” tegasnya.

Meski kalah, semangat juang Persijap Jepara mendapat apresiasi dari para pendukungnya. Laga ini menjadi evaluasi penting untuk memperkuat mental dan konsistensi tim dalam menghadapi laga-laga besar mendatang. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kisah Anik, Perajin Rotan Jepara yang Tak Henti Berinovasi

0
Anik Hidayati, perajin rotan asal Desa Telukwetan, Kecamatan Welahan, Jepara. Foto: Muhammad Amaruddin

BETANEWS.ID, JEPARA – Anik Hidayati (55) merupakan seorang pemilik usaha kerajinan berbahan rotan di Desa Telukwetan, Kecamatan Welahan, Jepara. Meskipun usahanya dirintis sejak 1992, hal itu bukanlah halangan untuk terus berinovasi.

Anik mengaku, bahwa usaha tersebut dirintis bersama sang. Awalnya, ia hanya membuat vas bunga dan parcel buah.

Baca Juga: Kisah Karni, Penjahit Rumahan yang Berubah Jadi Juragan Sayur

“Awalnya hanya membuat vas bunga, terus tambah parcel buah. Kemudian saya setor ke toko-toko di Semarang, Pasar Johar, Kudus dan Blora. Terus kemarin waktu Pandemi saya berhenti setor, tapi diambil ke sini,” terangnya saat ditemui beberapa hari lalu.

Selain membuat kerajinan, kini Anik juga menyewakan dekorasi berbahan rotan untuk berbagai acara. Menurutnya, ide tersebut muncul dari sang suami yang pernah bekerja di jasa dekorasi pernikahan.

“Jadi sebelum menikah suami saya itu buruh pasang dekor nikahan. Setelah di pikir, masak mau jadi buruh terus. Akhirnya bikin usaha sendiri,” bebernya.

Ia juga menjelaskan, penyewaan dekorasi miliknya memiliki tiga model dekorasi. Namun, terkait harga menyesuaikan jarak. Harga paling murah mulai Rp500 ribu khusus untuk warga di kampungnya sendiri.

Baca Juga: Cita-cita Fadloli Bangun Museum Mini yang Simpan Ribuan Koleksi Tentang Kretek

“Harganya murah kalau jaraknya dekat. Kalau luar desa itu harganya paling Rp600 ribu hingga Rp700 ribuan. Biasanya untuk acara pernikahan maupun kelulusan sekolah, TK atau SMA juga pernah,” katanya.

Selain menyewakan dekorasi, ia juga menerima pesanan berbagai produk berbahan rotan. Mulai dari keranjang parcel, lampu hias dan vas bungan dengan berbagai ukuran.

Penulis: Muhammad Amaruddin, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Royal Superfeed Meriahkan Kontes Embek Kudus, Tawarkan Kemitraan untuk Peternak

0
Produsen pakan ternak Royal Superfeed turut memeriahkan ajang Kontes Embek yang digelar di Balai Jagong, Kudus , Jumat–Sabtu (17–18/10/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Produsen pakan ternak Royal Superfeed turut memeriahkan ajang Kontes Embek yang digelar di Balai Jagong, Kudus , Jumat–Sabtu (17–18/10/2025). Royal Superfeed membuka stan pameran dan menampilkan beragam produk unggulan pakan ternak serta menawarkan kemitraan bagi para peternak.

Kontes Embek diikuti ratusan kambing dan domba dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara ini menjadi ajang unjuk kualitas hewan ternak sekaligus memperkuat jaringan antarpeternak di wilayah tersebut.

Baca Juga: Mangkrak 10 Tahun, Lahan Eks SMP 3 Kudus Bakal Disulap Jadi Restoran Cepat Saji

Staff Quality Control (QC) Royal Superfeed, Muhammad Hasan Noor, menjelaskan bahwa Royal Superfeed merupakan produsen pakan ternak asal Kabupaten Kudus yang menyediakan beragam jenis pakan untuk ruminansia, seperti kambing, domba, sapi, dan kuda. Serta unggas seperti ayam petelur, bebek, dan puyuh.

“Keunggulan produk kami adalah selalu fresh. Setiap pesanan langsung diproduksi dan segera dikirim ke konsumen. Selain itu, harga pakan Royal Superfeed juga lebih terjangkau dibandingkan merek lain,” ujar Hasan kepada Betanews.id, Sabtu (18/10/2025).

Hasan menegaskan, pihaknya sangat menjaga mutu dan komposisi pakan, mulai dari kandungan protein, lemak, serat, hingga kalsium dan nutrisi penting lainnya.

“Pakan Royal Superfeed terbukti mampu memaksimalkan potensi ternak dan unggas. Untuk hewan ternak, pertumbuhannya lebih cepat dan tahan penyakit. Sementara untuk unggas, produksi telurnya bisa meningkat dan lebih tahan terhadap virus,” jelasnya.

Selain memproduksi pakan, Royal Superfeed juga membuka program kemitraan peternakan, terutama untuk ternak kambing dan ayam petelur. Melalui kerja sama ini, peternak akan mendapatkan pendampingan penuh hingga usahanya berjalan sukses.

“Kami tidak hanya menyediakan pakan, tetapi juga memberikan pendampingan dalam hal pemeliharaan, manajemen pakan, dan pemeriksaan kesehatan hewan. Tim lapangan kami rutin berkunjung ke kandang untuk memastikan semua berjalan baik,” tambah Hasan.

Baca Juga: Bupati Kudus Gratiskan Retribusi PBG Pesantren dan Rumah Ibadah

Ia juga menuturkan, Royal Superfeed kini tengah mengembangkan pakan ayam petelur khusus yang dapat menghasilkan telur berkandungan omega tinggi. Produk ini tengah diminati pasar karena mengandung protein dan asam lemak baik, namun rendah kolesterol.

“Untuk mitra ayam petelur, hasil telurnya juga bisa kami bantu pasarkan. Bagi yang berminat, bisa menghubungi kami melalui media sosial Royal Superfeed di Instagram, TikTok, maupun marketplace Shopee,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Menyusuri Kampung, Menyisir Rezeki: Kisah Tukang Cukur Keliling dari Pati

0
Supardi, tukang cukur keliling saat mencukur rambut pelanggannya. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI — Jarum jam menunjuk angka sebelas saat Supardi tiba dengan mengendarai sepeda motor bututnya di halaman sebuah rumah di perkampungan Desa Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Pria berusia 53 tahun itu sudah ditunggu oleh pelanggannya yang ingin menggunakan jasanya untuk potong rambut.

Begitu turun dari sepeda motor, Supardi lantas membuka tas gendong yang berisi perkakas cukur. Satu per satu, peralatan seperti gunting, sisir, sikat, dan alat cukur elektrik ia keluarkan dari tas hitam yang warnanya mulai memudar.

Baca Juga: Kisah Karni, Penjahit Rumahan yang Berubah Jadi Juragan Sayur

Selang beberapa menit, ia sudah menyiapkan sebuah kursi plastik untuk pelanggannya. Supardi kemudian memasangkan celemek kepada pelanggan tersebut.

Sejurus kemudian, ia mulai memotong rambut menggunakan alat cukur elektrik. Potongan rambut pun disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Hanya sekitar 15 menit, ia sudah tuntas menyelesaikan potong rambut pelanggan itu.

“Biasanya memang mampir ke sini karena sudah langganan. Ya, sebulan sekali mampir, karena biasanya memang potong rambut,” ujar Supardi.

Pria yang berdomisili di Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati itu menceritakan bahwa ia memang keliling kampung setiap hari untuk menawarkan jasa potong rambut. Pekerjaan itu, katanya, sudah ia tekuni sejak Agustus lalu.

Di tengah menjamurnya barbershop modern, ia memilih untuk keliling dari kampung ke kampung menawarkan jasanya. Selain karena keterbatasan modal untuk mendirikan tempat cukur rambut, hal ini dilakukan agar ia bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.

Apalagi, menurutnya, sudah banyak tempat atau kios potong rambut yang berdiri, khususnya di sekitar lokasi tempat tinggalnya. Dengan kondisi seperti itu, persaingan menjadi lebih ketat, apalagi ia termasuk baru dalam bidang tersebut.

“Saya memang nggak buka kios karena sudah banyak. Saya pilih keliling saja, biar tidak terlalu bersaing,” ungkapnya.

Supardi mengaku setiap hari keliling ke desa-desa secara bergantian, bahkan sampai ke luar kabupaten yang wilayahnya berbatasan dengan Pati, yaitu Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.

“Kalau ke utara biasanya sampai Karangsari (Jepara), Puncel, Tambak, dan sekitarnya. Kalau ke selatan, ya sampai Wedusan,” sebutnya.

Dalam sehari, rata-rata ia mendapatkan konsumen sebanyak 10 hingga 12 orang. Sedangkan untuk jasa potong rambut, ia mematok tarif sebesar Rp10.000, baik untuk dewasa maupun anak-anak.

“Kalau ramai, biasanya pas mau Lebaran atau tahun baru. Itu yang ramai,” imbuhnya.

Supardi pun menceritakan bahwa ia dulunya adalah seorang sopir. Namun, karena sempat sakit beberapa tahun dan tidak bisa bekerja berat lagi seperti sedia kala, ia memutar otak agar tetap bisa mencukupi kebutuhan ekonomi.

Akhirnya, setelah sembuh dari sakit, ia mengikuti kursus potong rambut. Begitu dirasa sudah mampu, ia memutuskan untuk keliling menawarkan jasanya.

“Saya ini nggak bisa kerja berat lagi, Mas. Jadi, ya bagaimana agar tetap bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ya, akhirnya keliling potong rambut ini,” ceritanya.

Sementara itu, Ali Ahmadi, salah satu pelanggan, mengaku rutin menggunakan jasa potong rambut Supardi.

Baca Juga: Cita-cita Fadloli Bangun Museum Mini yang Simpan Ribuan Koleksi Tentang Kretek

“Iya, sebulan sekali biasanya potong. Biasanya Pak Pardi-nya mampir ke sini. Sudah tahu dia kalau waktunya potong rambut,” ungkap warga Wedusan itu.

Ia pun mengaku senang karena tidak perlu susah payah ke tempat tukang potong rambut. Supardi sudah datang ke rumah, sehingga hemat waktu dan tarifnya pun murah.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pernah Rugi Ratusan Juta Rupiah, Purnomo Kini Sukses Geluti Budidaya Jamur, Hasilkan 100 Kg per Hari

0
Usaha budidaya jamur di Desa Kaligarang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA — Berbekal peralatan sederhana, Purnomo (52), warga Desa Kaligarang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, dengan penuh semangat memulai kembali usaha bisnisnya setelah sempat terpuruk dan mengalami kerugian senilai ratusan juta rupiah.

Ditemui di kediamannya, RT 6 RW 2 Desa Kaligarang, Purnomo bercerita bahwa ia telah menggeluti bisnis budidaya jamur tiram selama 20 tahun. Awalnya, ia memulai usaha tersebut pada tahun 2005.

Baca Juga: Bamantara Guppy Farm, Hobi yang Berubah Jadi Sumber Rezeki

Bisnis budidaya jamur tiram yang kini mampu menghasilkan rata-rata 70–100 kg jamur per hari, hal tersebut tidak dibangun dengan usaha yang instan.

Sebelum menggeluti usaha budidaya jamur, Purnomo bercerita bahwa dulunya ia merupakan eksportir mebel. Saat terjadi krisis moneter di Indonesia yang mengakibatkan nilai dolar naik dan rupiah anjlok, banyak pemasok mebel yang, menurut Purnomo pada waktu itu, terjun langsung bahkan hingga ke daerah pelosok.

Saat itu, Purnomo mendapatkan pesanan dari pemasok asal Belgia. Usaha tersebut sempat berjalan sekitar satu tahun lebih. Hingga akhirnya, pada tahun 2000, usaha itu mandek dan gulung tikar karena mebel yang telah ia produksi gagal dibayar.

“Dulu saya usaha mebel, ekspor sendiri. Mulai sekitar tahun 1997. Di tahun 2000, saya pernah kena komplain. Ada pembeli pesan dengan nominal sekian ratus juta, tidak dibayar. Waktu itu kami kirim beberapa kontainer, tidak dibayar. Akhirnya saya mencari sesuatu yang tidak berhubungan dengan negara luar,” katanya kepada Betanews.id, Sabtu (18/10/2025).

Setelah gulung tikar, Purnomo mengaku tidak langsung menggeluti budidaya jamur. Sebelumnya, ia sempat beberapa kali mencoba usaha budidaya di bidang lain, yaitu ternak kambing etawa dan ternak lele.

Namun, lagi-lagi usaha yang ia bangun tidak berjalan dengan mudah. Saat beternak kambing etawa dan lele, ia kembali gulung tikar dan mengalami kerugian modal.

Akhirnya, pada tahun 2004, Purnomo memutuskan untuk merantau ke luar kota dan bergabung dengan temannya menjadi pemborong interior hotel.

Satu tahun berjalan, pada tahun 2005, muncul keinginan dalam diri Purnomo untuk pulang ke Jepara.

“Dari usaha mebel ke jamur itu tidak langsung. Jeda lima tahun. Jatuhnya mebel itu tahun 2000, sempat beberapa bulan berhenti tidak bekerja. Tapi prinsip saya, saya selalu bersandar pada Tuhan, sehingga pasti ada jalan,” ujar Purnomo.

Setelah kembali ke kampung halaman, Purnomo mendapatkan informasi mengenai pelatihan budidaya jamur tiram yang berlokasi di Kota Yogyakarta.

Untuk mengikuti pelatihan tersebut, menurut Purnomo, tidak gratis. Ia harus membayar sebesar Rp3 juta untuk tiga hari pelatihan.

“Setelah pelatihan, pulang, lalu praktik. Waktu itu alatnya masih sederhana, belum ada mesin pres, mixer, steamer, masih pakai drum kecil-kecil,” ungkap Purnomo.

Di awal usaha, Purnomo mengatakan bahwa ia baru bisa memproduksi baglog atau media tanam jamur sendiri. Sedangkan untuk bibitnya, ia masih membeli dari luar.

Untuk mengembangkan usaha budidaya jamur, Purnomo mengaku membutuhkan waktu lima tahun hingga usahanya bisa berjalan dalam skala yang cukup besar.

Waktu itu, terdapat 30 petani mitra yang bergabung dengan usaha budidaya jamur miliknya. Purnomo juga mulai dipanggil untuk memberikan pelatihan budidaya jamur, mulai dari instansi sekolah, organisasi karang taruna, hingga ibu-ibu PKK dari berbagai desa di Kabupaten Jepara.

“Pelatihan dulu saya masih sering buka, sering diundang juga. Sekarang kalau pelatihan di rumah sudah saya batasi, karena saya tidak mau menjual ilmu. Tapi kalau ada yang datang ke rumah, saya ajari gratis, tidak usah bayar,” ujar Purnomo.

Saat ini, Purnomo memiliki dua rumah kumbung atau tempat produksi jamur dengan ukuran 8 × 30 meter. Satu rumah kumbung memiliki kapasitas sekitar 30 ribu baglog.

Dengan rata-rata hasil panen sekitar 70–100 kg per hari, Purnomo bisa memanen 2 ton 4 kuintal atau sekitar 2.400 kg jamur per bulan.

Baca Juga: Gunakan Pewarna Alami dan Corak Lokal Jadi Cara April Kenalkan Batik Khas Jepara 

Terdapat tiga jenis jamur yang ia budidayakan, yaitu jamur tiram putih, jamur tiram cokelat, dan jamur truffle khusus untuk ekspor. Untuk harganya, jamur tiram putih berkisar Rp15.000–Rp16.000 per kg, sedangkan jamur tiram cokelat Rp20.000 per kg.

“Omzetnya rata-rata, kalau dikalikan dengan kisaran harga tengahnya, sekitar Rp36 juta per bulan,” ungkap Purnomo.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Anak Kudus Masuk Paling Mager di Indonesia, Begini Tanggapan Bupati Sam’ani

0
Bupati Sam'ani pada konferensi pers di Djarum Arena, Sabtu (18/10/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, mengungkap survei yang menunjukkan bahwa anak-anak di Kabupaten Kudus termasuk paling malas bergerak (mager) di Indonesia. Fakta tersebut mendorong Djarum Foundation untuk terus berkomitmen menggelar turnamen olahraga usia dini, guna menumbuhkan semangat gerak dan kecintaan terhadap olahraga di kalangan generasi muda Kota Kretek.

Menanggapi hal itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai, langkah Djarum Foundation sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan prestasi olahraga sejak dini.

Baca Juga: Mangkrak 10 Tahun, Lahan Eks SMP 3 Kudus Bakal Disulap Jadi Restoran Cepat Saji

“Gagasan Pak Victor untuk terus menggelar turnamen olahraga usia dini di Kudus ini sangat baik. Pemerintah daerah tentu akan selalu mendukung penuh program tersebut,” ujar Sam’ani di sela kunjungannya ke Djarum Arena, Sabtu (18/10/2025).

Menurut Sam’ani, penyelenggaraan berbagai turnamen olahraga, baik berskala regional maupun nasional, tidak hanya bermanfaat bagi dunia olahraga, tetapi juga memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah.

“Banyak hotel yang tingkat okupansinya meningkat dan penuh. Kos-kosan juga ramai, kuliner dan jasa transportasi ikut bergairah. UMKM menerima dampak manis dari gelaran turnamen olahraga seperti PON Bela Diri Kudus 2025 ini,” bebernya.

Lebih lanjut, Bupati Sam’ani menilai bahwa komitmen Djarum Foundation dalam menggelar turnamen olahraga secara rutin dapat menjadi peluang investasi baru, khususnya di sektor perhotelan. Ia pun mengundang para investor untuk ikut berkontribusi membangun fasilitas penunjang pariwisata olahraga di Kudus.

“Kami persilakan para investor membangun hotel di Kudus. Pemerintah akan mempermudah proses perizinannya,” jelasnya.

Bupati juga menegaskan komitmennya dalam memajukan dunia olahraga di Kabupaten Kudus agar para atlet lokal dapat bersaing dan menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

“Nanti kami akan bekerja sama dengan KONI dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) untuk meningkatkan pembinaan atlet. Saya ingin seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan di PON, SEA Games, hingga Olimpiade bisa berkembang di Kudus,” sebutnya.

Baca Juga: Bupati Kudus Gratiskan Retribusi PBG Pesantren dan Rumah Ibadah

Pada kesempatan yang sama, Sam’ani juga meninjau langsung pertandingan PON Bela Diri Kudus 2025 yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu. Ia menyempatkan diri menonton beberapa cabang olahraga seperti pencak silat, sambo, dan kempo.

“Gelaran PON Bela Diri ini memberi semangat bagi kita semua. Semoga membawa dampak positif bagi Kudus sebagai Kota Sport Tourism, yang tidak hanya berprestasi tetapi juga menggeliat secara ekonomi,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Keterbatasan Biaya, Tim Sambo Tempuh Perjalanan Darat 3 Hari Untuk Ikut PON Bela Diri Kudus 2025

0
Tim Sambo kontingen Provinsi Sumatra Barat. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Tim Sambo kontingen Provinsi Sumatra Barat berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua medali, masing-masing emas dan perunggu, dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Sabtu (18/10/2025).

Perjalanan panjang selama tiga hari tiga malam dari Padang menuju Kudus akhirnya terbayar tuntas dengan keberhasilan para atlet membawa pulang dua medali sesuai target awal. Meski melelahkan, semangat juang para atlet tak pernah padam hingga laga terakhir.

Baca Juga: 271 Pesilat Siap Berlaga di PON Bela Diri Kudus 2025

Pelatih tim Sambo Sumatra Barat, Hendri Gusman Darma, mengungkapkan perjuangan luar biasa timnya yang harus beradaptasi dengan berbagai keterbatasan, termasuk masalah transportasi dan pendanaan. Namun, berkat kreativitas dan tekad kuat, seluruh anggota tim berhasil tiba dan tampil maksimal di arena pertandingan.

“Kami harus menyiasati segala keterbatasan. Kalau naik pesawat, mungkin hanya lima atau enam atlet yang bisa berangkat. Tapi dengan inovasi dan semangat kebersamaan, kami berangkat lewat jalur darat menggunakan dua mobil Hiace dan bisa membawa 20 atlet serta 5 ofisial,” ujarnya.

Menurut Hendri, strategi perjalanan darat itu justru menjadi pengalaman berharga. Ia mengubah pola pikir para atlet agar tidak menganggap perjalanan panjang itu sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari perjalanan wisata dan pembentukan mental.

“Kami sampaikan ke anak-anak, kita bukan sekadar berangkat bertanding, tapi juga sport tourism. Di perjalanan, kami sempat berhenti di beberapa tempat wisata seperti Palembang, Pekalongan, dan Jakarta. Jadi tidak terasa capeknya, malah jadi lebih semangat,” jelasnya.

Hendri menambahkan, prestasi dua medali ini merupakan hasil kerja keras dan latihan disiplin yang dilakukan selama berbulan-bulan. Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Barat serta KONI Sumbar yang telah memberikan dukungan penuh meski baru terbentuk.

“Ketua KONI Sumbar baru terpilih tanggal 29 September lalu, tapi langsung bergerak cepat membantu pemberangkatan tim. Saya juga diberi kepercayaan menjadi Ketua Kontingen PON Bela Diri Sumbar, dan Alhamdulillah target kami tercapai,” tuturnya.

Hendri berharap capaian ini menjadi motivasi bagi para atlet muda Sumatra Barat agar tidak takut bermimpi dan terus berlatih. Ia juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap atlet berprestasi, termasuk dalam bentuk dukungan karier dan kesejahteraan.

“Anak-anak ini luar biasa. Mereka berjuang dengan segala keterbatasan, tapi bisa membuktikan hasil nyata. Semoga setelah ini pemerintah bisa memberi apresiasi dan membuka peluang kerja bagi para atlet berprestasi,” imbuhnya.

Baca Juga: NTB Rebut Juara Umum Tarung Derajat di PON Bela Diri Kudus 2025

Sementara itu, salah satu peraih medali emas dari cabang Sambo Sumbar, Yusril Mahendra mengaku bangga bisa membawa nama baik daerahnya. Ia mengatakan kunci kemenangan ada pada latihan keras, mental kuat, dan doa dari keluarga serta masyarakat Sumatra Barat.

“Saya bangga bisa menyumbangkan emas untuk Sumbar. Latihan keras dan semangat pantang menyerah jadi kunci kemenangan saya,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Semangat Beternak Kambing Hasilkan Jutaan Rupiah, Rian: ‘Walaupun Prengus, yang Penting Fulus’

0
Kontes Embek Piala Pemkab Kudus 2025. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Bagi sebagian orang, beternak kambing dianggap pekerjaan yang kotor dan bau. Namun bagi Rian Irawan (35), warga Desa Tanjungrejo RT 4/5, Kecamatan Jekulo, Kudus, hal itu justru menjadi ladang rezeki yang menjanjikan. 

Sebagai penyemangat menekuni peternakan kambing, ia mempunyai semboyan tersendiri dan bermakna baginya dan menjadi pesan bagi generasi muda yang ikut terjun ke dunia peternakan. Kata yang diucapkannya adalah “walaupun prengus, yang penting fulus”. 

Baca Juga: Mangkrak 10 Tahun, Lahan Eks SMP 3 Kudus Bakal Disulap Jadi Restoran Cepat Saji

Pria yang akrab disapa Rian itu kini memiliki sekitar 20 hingga 30 ekor kambing di rumahnya. Dua di antaranya rutin ia ikutkan dalam kontes kambing, termasuk dalam ajang Kontes Embek Piala Pemkab Kudus 2025 yang digelar di halaman Balai Jagong, Sabtu (18/10/2025).

Menurutnya, kambing jenis Peranakan Etawa (PE) Kaligesing memiliki keunggulan tersendiri dibanding jenis lain. 

“Kambing Kaligesing itu anti rugi. Dari sisi branding, penggemukan, sampai produksi susu, semua bisa jalan. Jadi mencakup semua sektor,” jelasnya di sela kegiatannya mengikuti Kontes Embek Kudus 2025. 

Selain dari lomba, keuntungan juga datang dari penjualan susu kambing. Rian mematok harga Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per liter, tergantung kualitas. Sedangkan harga kambing kontes bisa sangat beragam, mulai dari Rp1,5 juta hingga tembus Rp100 juta per ekornya.

“Harga itu tergantung spek dan kualitasnya. Selama ikut lomba, biasanya kambing saya masuk 10 besar. Pernah juga dijual Rp35–50 juta,” ujarnya.

Rian menuturkan, penilaian kambing kontes ditentukan dari 12 parameter. Mulai dari bentuk kepala, telinga, tanduk, keserasian warna, dan lain sebagainya.

“Kepala yang melengkung setengah lingkaran, telinga panjang melipat ke depan, ekor menculak tegak lurus, warna kepala sampai leher hitam dan ke bawah putih, itu salah satu ciri kambing kontes yang bagus,” ujarnya.

Ia bahkan pernah menjual kambing juara kontes untuk hewan kurban dengan harga di atas harga sapi, yakni mencapai harga lebih dari Rp30 juta.

Baca Juga: Bupati Kudus Gratiskan Retribusi PBG Pesantren dan Rumah Ibadah

Baginya, lomba seperti Kontes Embek ini bukan sekadar ajang bergengsi, tetapi juga sebagai motivasi bagi generasi muda. Bahwa kegiatan beternak kambing sangatlah menjanjikan, apalagi harganya yang bisa mencapai ratusan juta per ekor. 

“Acara seperti ini bagus banget. Anak muda sekarang kan pergaulannya rawan, kalau diarahkan ke dunia ternak kan positif. Nggak usah malu, meskipun prengus, yang penting fulus,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Diwaduli Warga Banyak Rumah Tak Layani Huni, DPRD Jepara Minta Bantuan Stimulan Dinaikkan 

0
Salah satu contoh rumah yang tak layak huni di Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara meminta agar dana bantuan stimulan untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dinaikkan. 

Hal itu seperti disampaikan oleh Ketua Komisi B, DPRD Kabupaten Jepara, Purwanto usai melakukan sidak lapangan ke beberapa wilayah di Kabupaten Jepara pada Jumat-Minggu, (10-12/10/2025). 

Baca Juga: Di Karimunjawa Jepara, Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar 

Dari hasil kunjungan tersebut, Purwanto mengungkapkan banyak warga yang menyampaikan keluhan terkait kondisi rumah mereka yang tidak layak huni. 

“Kemarin banyak sekali masukan, ada sekitar 100 lebih pengajuan bantuan RTLH yang disampaikan ke saya. Ini harus menjadi prioritas, di samping program jalan mulus,” katanya pada Sabtu, (18/10/2025). 

Terkait banyaknya aduan tersebut, Purwanto mengaku akan berkoordinasi dengan DPR RI dan DPRD Provinsi. Sebab, ia menyadari jika hanya mengandalkan APBD kabupaten hal tersebut cukup sulit. 

“Maka kita perlu dukungan pemerintah pusat dan provinsi supaya percepatan penanganan RTLH bisa terwujud,” ujar Purwanto.

Ia juga menyoroti, besaran bantuan RTLH yang dinilai terlalu pas untuk membuat rumah, yaitu Rp 20 juta. Angka tersebut, kata Purwanto, sangat mepet membuat Rumah Sangat Sederhana (RSS). 

“Kalau untuk membangun rumah sangat sederhana, minimal butuh Rp20 juta. Apalagi penerima RTLH ini rata-rata benar-benar warga tidak mampu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara, Aditya Hendra, memaparkan bahwa usulan penanganan RTLH di Kabupaten Jepara pada Tahun 2025 mencapai 9.191 rumah. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 unit telah terakomodir melalui anggaran APBD, dan 91 di antaranya sudah terealisasi. Selain itu, terdapat 104 unit yang mendapatkan bantuan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang saat ini masih dalam proses di satuan kerja.

Baca Juga: Ratusan Petani di Jepara Dapat Bantuan Alsintan Sebanyak 141 Unit 

Kemudian dari Baznas RI juga turut mengakomodir 50 unit RTLH. Sementara itu, Bantuan Keuangan dari Pemerintah Desa dan Provinsi menanggung 734 unit, dengan 285 unit di antaranya sudah berjalan.

“Setiap unit RTLH menerima bantuan sebesar Rp20 juta. Program ini bersifat stimulan, sehingga tetap membutuhkan partisipasi swadaya dari masyarakat,” sebutnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Stadion Joyokusumo Direnovasi, Kantor KPU dan KONI Pati Bakal Kena Gusur

0
Bupati Pati, Sudewo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Stadion Joyokusumo Pati direncanakan bakal direnovasi mulai awal Tahun 2026 mendatang. Imbasnya, sejumlah bangunan yang ada di sekitar lokasi bakal dibongkar, termasuk Kantor KPU dan KONI juga bakal kena gusur.

Rencananya, renovasi terhadap stadion tersebut akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI. Nantinya, Stadion Joyokusumo akan dipoles sesuai standar FIFA.

Baca Juga: Permintaan DPRD Diacuhkan, Pemkab Pati Tetap Lanjut Isi Jabatan Kepala Dinas

”Stadion Joyokusumo memang akan direnovasi agar menjadi standar FIFA. Insya Allah akan lebih indah dan bagus, memberi penyemangat anak muda agar aktif sepakbola, menjadi obsesi agar anak bisa main di Stadion Joyokusumo,” ujar Bupati Pati Sudewo.

Sudewo menyebut, nantinya Kantor KPU rencananya akan dipindah dan menempati Gedung Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati.

”KONI dan KPU akan dipindah. Opsi yang kami siapkan adalah Kantor Dinas pemuda Olahraga dan pariwisata akan menjadi kantor KPU. Dinporapar juga akan dicari lokasi lain,” ungkapnya.

Sementara, untuk Kantor KONI Kabupaten Pati, rencananya ditempatkan di bawah tribun Stadion Joyokusumo. Lokasi itu, menurutnta memungkinkan untuk dibuat kantor KONI.

”Kalau KONI kan ada banyak opsi. Nanti di bawah tribun Stadion Joyokusumo kan luas. nanti bisa di situ juga,” sebutnya.

Untuk diketahui, Kementerian PU bakal merenovasi Stadion Joyokusumo yang anggarannya diperkirakan mencapai Rp 150 miliar.

Bupati Pati Sudewo mengatakan, imbas renovasi itu, nantinya juga lintasan atletik dan sepatu roda di Stadion Joyokusumo Pati dihilangkan dan dipindah di area Alun-alun Kembang Joyo.

”Sementara sepatu roda dan atletik dipindah di Alun-alun Kembangjoyo Pati,” ujar Sudewo.

Baca Juga: Dua Desa di Kecamatan Dukuhseti Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak hingga Roboh

Kata bupati, selain mengubah bentuk Stadion Joyokusumo Pati, lintasan atletik dan sepatu roda, renovasi ini juga bakal mengubah letak lapangan bola basket dan panjat tebing. Dua arena tersebut bakal dipindah di belakang Stadion Joyokusumo Pati.

”Panjat tebing masih ada di sini dan lapangan basket di sini (kawasan Stadion Joyokusumo Pati). Dipindah dibelakang. Dekat lapangan tenis,” ungkapnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Populasi Sapi di Pati Anjlok, Peternak Alihkan ke Kambing dan Domba

0
Ilustrasi: Beberapa sapi saat akan diturunkan dari truk. Foto: Nila Rustiyani.

BETANEWS.ID, PATI – Kabupaten Pati, kini tengah menghadapi penurunan populasi hewan ternak sapi yang cukup signifikan. Dari awal tahun hingga September 2025 lalu, jumlah sapi di Bumi Mina Tani ini terus menyusut tajam.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Andi Hirawadi. Menurut Andi, salah satu penyebab utama penurunan ini adalah trauma masyarakat terhadap wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat merebak beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Permintaan DPRD Diacuhkan, Pemkab Pati Tetap Lanjut Isi Jabatan Kepala Dinas

Katanya, kondisi tersebut diperparah dengan harga bibit sapi yang kini melambung tinggi, sehingga banyak peternak enggan menambah populasi.

Data Dispertan mencatat, hingga September 2025 populasi sapi di Pati hanya tersisa sekitar 60 ribu ekor, padahal tahun sebelumnya masih mencapai 100 ribuan ekor.

“Tahun 2025, populasi kita turun karena kasus kemarin ada masalah PMK dan lain-lain. Yang dulu ada 100 ribuan, sekarang tinggal 60 ribuan. Turunnya turun drastis karena masyarakat mulai trauma ada penyakit lagi habis itu harga bibit mahal,” ujar Andi.

Fenomena ini membuat banyak peternak mengalihkan fokus ke komoditas lain, khususnya kambing dan domba yang dinilai lebih tahan terhadap penyakit dan lebih mudah dipelihara. Andi menuturkan, populasi dua jenis hewan tersebut justru menunjukkan tren positif.

“Kalau yang kambing sama domba masih stabil cenderung ada peningkatan untuk yang kambing dan domba karena ada peralihan komoditas dari Sapi ke Kambing,” jelasnya.

Berdasarkan data terbaru, populasi kambing di Kabupaten Pati kini mencapai sekitar 200 ribu ekor, meningkat sekitar 2 hingga 5 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kambing secara umum sekitar 200 ribuan kurang lebih. Ada peningkatan hampir 2 sampai 5 persen,” ungkapnya.

Baca Juga: Dua Desa di Kecamatan Dukuhseti Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak hingga Roboh

Menurutnya, tidak hanya berdampak di tingkat lokal, penurunan jumlah sapi juga berimbas pada suplai hewan ternak ke wilayah Jabodetabek, yang selama ini menjadi salah satu pasar utama bagi peternak Pati.

“Jelas sekali, kita kan sebagai pemasok sapi ke Jakarta, Jabodetabek itu ya mengalami penurunan karena memang di pasar lagi sepi harganya mahal di tingkat peternak juga sedikit,” pungkasnya.

- advertisement -

Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah

0
Gubernur Jateng saat Malam Penganugerahan Radar Kudus Award, yang digelar di Pendopo Bupati Kabupaten Blora, Jumat, (17/10/2025) malam. Foto: Ist

BETANEWS.ID, BLORA – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima penghargaan untuk kategori pemimpin percepatan ekonomi daerah 2025, dalam ajang Malam Penganugerahan Radar Kudus Award, yang digelar di Pendopo Bupati Kabupaten Blora, Jumat, (17/10/2025) malam.

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan, meningkatkan investasi dalam negeri dan asing, memberdayakan UMKM dan industri lokal untuk bersaing di level nasional dan internasional, serta mengembangkan infrastruktur penunjang ekonomi di Jawa Tengah.

Baca Juga: RPH Halal MAJT MAS Diresmikan, Dorong Tumbuhnya Ekosistem Produk Halal di Jateng

“Saya sebagai Gubernur mengucapkan apresiasi yang tinggi, Ini dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terbaik,” katanya usai menerima penghargaan.

Di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah triwulan II 2025 mencapai 5,28% secara year on year (yoy), atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,12%. Realisasi investasi di Jawa Tengah juga tertinggi di Pulau Jawa, mencapai sekitar Rp57 triliun sampai kuartal III 2025, dari jumlah itu sekitar 65% merupakan penanaman modal asing (PMA).

Kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian di Pulau Jawa menduduki ranking 4 sebesar 14,43%. Tingginya investasi itu juga berdampak pada penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Tengah.

Capaian itu tak lepas dari strategi kepemimpinan Ahmad Luthfi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, di antaranya jaminan kemudahan berusaha dan iklim investasi, pengendalian inflasi, penguatan daya saing dan nilai tambah industri, peningkatan produktivitas sumber daya manusia yang berdaya saing kuat, hingga pengembangan aglomerasi ekonomi di wilayah eks karesidenan.

Untuk menumbuhkan ekonomi di wilayahnya, Ahmad Luthfi juga menggenjot sektor koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya. Diketahui jumlah koperasi di Jawa Tengah sampai triwulan III-2025 tercatat sebanyak 28.365 unit. Dari jumlah itu, jumlah anggotanya mencapai 7.001.282 orang dengan serapan tenaga kerja mencapai 118.667 orang. Nilai aset koperasi mencapai Rp51,09 triliun dengan omzet Rp42,22 triliun.

Sementara jumlah UMKM yang dibina sebanyak 197.539 unit dengan nilai aset mencapai Rp39,65 triliun dan omzet sebesar Rp69,88 triliun. Serapan tenaga kerja pada sektor ini mencapai 1.376.600 orang. Kontribusi sektor koperasi dan UMKM terhadap PDRB Jawa Tengah triwulan II 2025 sebesar 8,36%.

“UMKM ini urat nadi yang perlu dikembangkan, karena sektor ini tidak pernah mengenal krisis atau resesi,” kata Luthfi.

Untuk menunjang geliat perekonomian di wilayahnya, Ahmad Luthfi juga menggenjot infrastruktur. Hingga akhir 2025, ditergetkan 94 persen kondisi jalan provinsi di Jawa Tengah dalam kondisi mantap.

Ahmad Luthfi juga terus mendorong percepatan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selain itu juga mendorong pertambahan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di wilayahnya.

Baca Juga: Pengusaha Tionghoa di Jawa Tengah Rasakan Jaminan Kemudahan dan Kondusivitas Investasi

Dalam kesemapatan itu, Luthfi menyampaikan, bahwa dalam membangun Jawa Tengah butuh kebersamaan. Perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari integrasi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa, kemudian stakeholder terkait termasuk potensi masyarakat, perguruan tinggi, dan media massa.

Adapun dalam acara tersebut ada 35 tokoh yang mendapatkan penghargaan. Termasuk di antaranya para bupati di eks karesidenan Pati, yaitu Bupati Blora, Bupati Kudus, Bupati Jepara, Bupati Pati, Bupati Grobogan, dan Bupati Rembang. Ada juga pengharapan khusus yang diberikan kepada tokoh Samin yaitu Pramugi Prawiro Wijoyo yang telah mengembangkan Desa Wisata Samin di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Buka Kontes Embek, Bupati Sam’ani Kaget dengan Harga Kambingnya

0
Bupati Kudus dalam acara Kontes Embek Piala Pemkab Kudus 2025. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan peternak kambing dan domba dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti Kontes Embek Piala Pemkab Kudus 2025. Acara tersebut bertempat di halaman Balai Jagong, Kelurahan Wergu Wetan, Sabtu (18/10/2025). 

Kontes Embek Piala Pemkab Kudus 2025 merupakan dari hasil kolaborasi antara Dispertan Kudus dengan DPD Perkumpulan Peternak Kambing Nasional (Perkanas) Pati. Setidaknya ada sekitar 500 ekor kambing Kaligesing dan domba ekstrem yang mengikuti kontes. 

Baca Juga: Bupati Kudus Gratiskan Retribusi PBG Pesantren dan Rumah Ibadah

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, even kontes embek digelar sebagai wadah komunikasi peternak maupun pecinta kambing. Tak hanya itu, adanya pagelaran itu juga sebagai bentuk dukungan nyata Pemkab Kudus dalam pengembangan peternakan, utamanya di Kota Kretek. 

“Kegiatan ini digelar untuk memberikan ruang bagi para pecinta dan peternak kambing agar bisa saling berbagi informasi dan menumbuhkan semangat beternak di Kudus,” bebernya usai membuka acara, Sabtu (18/10/2025).

Ia mengatakan, kegiatan itu juga untuk dapat mensuport para peternak dalam hal ketahanan pangan. Daging kambing dan domba mempunyai nilai protein hewani yang bernilai gizi tinggi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. 

Tentunya, dampak adanya kegiatan itu bisa mendongkrak penjualan. Sehingga pendapatan para peternak lebih meningkat. Bahkan pihaknya mengapresiasi kualitas kambing Kaligesing yang ikut serta. 

“Saya kaget juga, ternyata harga kambing kaligesing luar biasa. Yang kecil saja harganya sampai Rp10 juta, apalagi kalau menang bisa Rp20 juta. Ini bisa jadi motivasi bagi peternak untuk lebih semangat lagi,” ungkapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah mengaku, adanya kontes embek menjadi sarana promosi dan edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami tentang pembibitan, pakan berkualitas, serta manajemen kesehatan hewan. 

“Kontes ini menjadi ajang peningkatan kapasitas dan kualitas genetik kambing dan domba lokal melalui seleksi berbasis kontes, sekaligus wadah jejaring antarpeternak dari berbagai daerah,” jelasnya.

Menurutnya, kontes embek tersebut ada 10 katagori untuk kambing Kaligesing dan empat katagori suntuk domba ekstrem. Masing-masing katagori akan dipilih menjadi juara dan mendapatkan uang pembinaan.

Baca Juga: Tak Hanya Gondoharum, Inspektorat Kudus Bakal Audit Seluruh Desa Penerima Bantuan Puso

Salah satu peserta, Rian Irawan (35) mengaku, senang mengikuti lomba di sana. Dengan membawa dua ekor kambing berjenis peranakan etawa (PE) Kaligesing, dia berharap bisa menjadi juara. 

“Sering mengikuti even seperti ini, biasanya masuk 10 besar. Terlebih untuk peternakan kambing jenis ini salah satu keuntungannya adalah harga kambing kontes yang sampai Rp35-50 juta, bahkan ada yang sampai ratusan juta,” imbuhnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Mangkrak 10 Tahun, Lahan Eks SMP 3 Kudus Bakal Disulap Jadi Restoran Cepat Saji

0
Gedung bekas SMP 3 Kudus yang mangkrak sejak tahun 2014. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Gedung bekas SMP 3 Kudus yang mangkrak sejak tahun 2014 disebut diminati oleh investor. Rencananya lahan yang berada di tepi timur Jalan dr. Leokmono Hadi tersebut bakal dibuat restoran siap saji.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Djati Solechah membenarkan hal tersebut. Ada investor yang berminat akan menyewa lahan eks SMP 3 Kudus.

“Kendalanya di lokasi tersebut masih ada gedung eks SMP 3 Kudus. Saat ini kami nilaikan ke Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk pembongkaran gedung eks SMP 3 Kudus tersebut,” ujar Djati di ruang kerjanya belum lama ini.

Djati mengungkapkan, rencananya investor akan diikat dengan Memorandum of Understanding (MoU) terlebih dulu. Setelah itu dilakukan perjanjian sewa lahan dengan Pemkab Kudus, dalam hal ini BPPKAD.

“Untuk harga sewa lahan eks gedung SMP 3 Kudus kurang lebih sebesar Rp 78 juta per tahun, dengan luas sekira 1.300 meter persegi,” jelasnya.

Terkait kontrak sewanya, lanjut Djati, langsung diikat perjanjian lima tahun, tetapi pembayarannya tetap dilakukan per tahun. Kemudian, pihak investor punya hak eksklusif memperpanjang hingga tiga periode lagi.

“Satu periodenya itu lima tahun. Berarti, kumulatif investor bisa memanfaatkan lahan eks SMP 3 Kudus hingga 20 tahun, berikut dengan periode pertama,” bebernya.

Dia mengungkapkan, bahwa investor yang berminat menyewa lahan eks SMP 3 Kudus adalah PT Buana Boga Nusantara. Perusahaan tersebut merupakan investor lokal Kudus.

Djati juga menegaskan bahwa investasi tersebut hampir dipastikan terjadi. Bahkan pihak investor disebut segera ingin bisa menempati lahan eks gedung SMP 3 Kudus untuk memulai usahanya.

“Makanya kami tawarkan MoU terlebih dulu, tetapi gress periodnya terhitung sejak bangunan dibongkar, biar investor tidak rugi. Dan mereka sepakat,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, dengan adanya investasi di gedung eks SMP 3 Kudus ini tentu sangat baik sekali bagi bagi perekonomian Kudus. Aset yang sebelumnya mangkrak, bisa kembali dimanfaatkan melalaui skema sewa lahan.

“Di tengah kebijakan pemerintah pusat yang memangkas dana transfer ke daerah, investasi ini tentu sangat bagus bagi Kudus. Adanya investasi ini tentu bakal menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui pajak,” imbuhnya

- advertisement -