BETANEWS.ID, KUDUS – Bagi sebagian orang, beternak kambing dianggap pekerjaan yang kotor dan bau. Namun bagi Rian Irawan (35), warga Desa Tanjungrejo RT 4/5, Kecamatan Jekulo, Kudus, hal itu justru menjadi ladang rezeki yang menjanjikan.
Sebagai penyemangat menekuni peternakan kambing, ia mempunyai semboyan tersendiri dan bermakna baginya dan menjadi pesan bagi generasi muda yang ikut terjun ke dunia peternakan. Kata yang diucapkannya adalah “walaupun prengus, yang penting fulus”.
Baca Juga: Mangkrak 10 Tahun, Lahan Eks SMP 3 Kudus Bakal Disulap Jadi Restoran Cepat Saji
Pria yang akrab disapa Rian itu kini memiliki sekitar 20 hingga 30 ekor kambing di rumahnya. Dua di antaranya rutin ia ikutkan dalam kontes kambing, termasuk dalam ajang Kontes Embek Piala Pemkab Kudus 2025 yang digelar di halaman Balai Jagong, Sabtu (18/10/2025).
Menurutnya, kambing jenis Peranakan Etawa (PE) Kaligesing memiliki keunggulan tersendiri dibanding jenis lain.
“Kambing Kaligesing itu anti rugi. Dari sisi branding, penggemukan, sampai produksi susu, semua bisa jalan. Jadi mencakup semua sektor,” jelasnya di sela kegiatannya mengikuti Kontes Embek Kudus 2025.
Selain dari lomba, keuntungan juga datang dari penjualan susu kambing. Rian mematok harga Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per liter, tergantung kualitas. Sedangkan harga kambing kontes bisa sangat beragam, mulai dari Rp1,5 juta hingga tembus Rp100 juta per ekornya.
“Harga itu tergantung spek dan kualitasnya. Selama ikut lomba, biasanya kambing saya masuk 10 besar. Pernah juga dijual Rp35–50 juta,” ujarnya.
Rian menuturkan, penilaian kambing kontes ditentukan dari 12 parameter. Mulai dari bentuk kepala, telinga, tanduk, keserasian warna, dan lain sebagainya.
“Kepala yang melengkung setengah lingkaran, telinga panjang melipat ke depan, ekor menculak tegak lurus, warna kepala sampai leher hitam dan ke bawah putih, itu salah satu ciri kambing kontes yang bagus,” ujarnya.
Ia bahkan pernah menjual kambing juara kontes untuk hewan kurban dengan harga di atas harga sapi, yakni mencapai harga lebih dari Rp30 juta.
Baca Juga: Bupati Kudus Gratiskan Retribusi PBG Pesantren dan Rumah Ibadah
Baginya, lomba seperti Kontes Embek ini bukan sekadar ajang bergengsi, tetapi juga sebagai motivasi bagi generasi muda. Bahwa kegiatan beternak kambing sangatlah menjanjikan, apalagi harganya yang bisa mencapai ratusan juta per ekor.
“Acara seperti ini bagus banget. Anak muda sekarang kan pergaulannya rawan, kalau diarahkan ke dunia ternak kan positif. Nggak usah malu, meskipun prengus, yang penting fulus,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

