BETANEWS.ID, KUDUS – Kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB) tampil luar biasa dalam cabang olahraga tarung derajat di ajang PON Bela Diri Kudus 2025. Setelah melalui pertarungan sengit selama beberapa hari, tim tarung derajat NTB berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan sembilan medali.
Dari total perolehan tersebut, NTB sukses memborong lima medali emas, tiga perak, dan satu perunggu, jauh melampaui target awal yang hanya dua emas. Kemenangan ini menjadi pencapaian luar biasa bagi kontingen NTB yang tampil penuh semangat di Djarum Arena, Kudus.
Baca Juga: Harga Telur di Kudus Melonjak Jadi Rp31 Ribu per Kilogram, Pedagang: ‘Imbas Program MBG’
Pelatih kepala tarung derajat NTB, Dedy Noorcholish, mengaku bangga dengan perjuangan para atletnya. Ia menyebut kemenangan ini buah dari kerja keras dan disiplin panjang selama masa persiapan.
“Awalnya kami menargetkan dua emas saja, tapi para atlet benar-benar berjuang luar biasa. Setiap pertandingan berlangsung ketat, penuh semangat, dan menunjukkan sportivitas tinggi,” ujarnya, Jum’at (17/10/2025)
Dedy juga menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, yang menurutnya berjalan sangat profesional dan tertata rapi.
“Kami sangat berterima kasih kepada Djarum Foundation dan KONI Pusat. Penyelenggaraan, fasilitas, hingga atmosfer pertandingannya luar biasa. Ajang ini benar-benar jadi pembuktian kualitas bela diri nasional,” tambahnya.
Di posisi kedua, kontingen Bali berhasil mengoleksi tujuh medali, terdiri atas tiga emas, tiga perak, dan satu perunggu. Disusul Jawa Timur di peringkat ketiga dengan enam medali (tiga emas, satu perak, dan dua perunggu).
Baca Juga: Kudus Jadi Tuan Rumah HSN Jateng, Beragam Kegiatan Bakal Digelar
Sementara Jawa Barat menempati urutan keempat dengan tujuh medali (tiga emas dan empat perunggu), dan Jawa Tengah di posisi kelima lewat sembilan medali (dua emas, empat perak, dan tiga perunggu).
Keberhasilan NTB ini sekaligus menutup rangkaian pertandingan cabang tarung derajat di PON Bela Diri 2025 dengan penuh kejutan. Ajang bela diri ciptaan Achmad Dradjat itu kini menjadi bukti nyata bahwa daerah-daerah di luar Pulau Jawa mampu bersaing dan tampil sebagai juara di level nasional.
Editor: Haikal Rosyada

