BETANEWS.ID, JEPARA – Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah yang berada di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara memiliki teknologi baru untuk mengolah sampah.
Teknologi itu bernama Fast Pyrolysis atau Faspol yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar setara solar, yang disebut petasol.
Baca Juga: Ratusan Petani di Jepara Dapat Bantuan Alsintan Sebanyak 141 Unit
Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia, Sridana Paminto menyampaikan keberadaan teknologi Faspol di PDU Karimunjawa merupakan hasil kolaborasi antara PT Pertamina Gas Negara (PGN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Bank Sampah Banjarnegara.
Untuk itu, Sridana menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas lembaga yang menghadirkan inovasi ramah lingkungan tersebut.
“Kehadiran teknologi mesin Fast Pyrolysis ini yang dapat mengubah sampah menjadi petasol merupakan langkah besar dalam penanganan masalah sampah, khususnya di wilayah Karimunjawa,” ujar Sridana pada Sabtu, (18/10/2025).
Sridana menjelaskan, Karimunjawa dengan jumlah penduduk 10.048 jiwa dan kunjungan wisatawan mencapai 82.586 orang pada tahun 2024 menghasilkan timbunan sampah 1,5—2 ton per hari. Dari jumlah itu, sekitar 46,69 persen merupakan sampah anorganik seperti plastik.
“Keberadaan mesin ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurangi volume sampah, menekan dampak lingkungan, sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” terangnya.
Mesin Faspol berkapasitas 50 kilogram per siklus ini merupakan hasil riset dan modifikasi tim BRIN bersama Bank Sampah Banjarnegara. Teknologi tersebut mengonversi plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar petasol.
Peluncuran juga disertai uji performa mesin melalui tiga alat sekaligus, yakni mesin Dongfeng milik PDU Karimunjawa, excavator di TPA, dan perahu nelayan setempat.
Uji coba dipimpin oleh Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Alinandar. Hasilnya menunjukkan petasol mampu menggantikan fungsi solar secara optimal.
Selain menekan timbunan plastik, teknologi Faspol juga diharapkan menjadi solusi saat musim baratan, ketika pasokan BBM ke pulau sering terganggu akibat cuaca buruk. Dengan petasol, nelayan memiliki alternatif bahan bakar yang lebih mudah diakses.
Baca Juga: Petani Jepara yang Lahan Sawahnya Hilang Karena Abrasi Bakal Dibebaskan Pajak
Sridana menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kapasitas SDM di PDU Karimunjawa agar pengoperasian mesin berlangsung berkelanjutan.
“Kami berharap inisiatif ini menjadi titik awal kemandirian energi dan pengelolaan sampah yang lebih bijak di Karimunjawa. Semoga kerja sama ini terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

