Beranda blog Halaman 171

Di Karimunjawa Jepara, Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar 

0
Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah yang berada di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah yang berada di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara memiliki teknologi baru untuk mengolah sampah. 

Teknologi itu bernama Fast Pyrolysis atau Faspol yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar setara solar, yang disebut petasol. 

Baca Juga: Ratusan Petani di Jepara Dapat Bantuan Alsintan Sebanyak 141 Unit 

Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia, Sridana Paminto menyampaikan keberadaan teknologi Faspol di PDU Karimunjawa merupakan hasil kolaborasi antara PT Pertamina Gas Negara (PGN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Bank Sampah Banjarnegara. 

Untuk itu, Sridana menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas lembaga yang menghadirkan inovasi ramah lingkungan tersebut. 

“Kehadiran teknologi mesin Fast Pyrolysis ini yang dapat mengubah sampah menjadi petasol merupakan langkah besar dalam penanganan masalah sampah, khususnya di wilayah Karimunjawa,” ujar Sridana pada Sabtu, (18/10/2025). 

Sridana menjelaskan, Karimunjawa dengan jumlah penduduk 10.048 jiwa dan kunjungan wisatawan mencapai 82.586 orang pada tahun 2024 menghasilkan timbunan sampah 1,5—2 ton per hari. Dari jumlah itu, sekitar 46,69 persen merupakan sampah anorganik seperti plastik. 

“Keberadaan mesin ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurangi volume sampah, menekan dampak lingkungan, sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” terangnya.

Mesin Faspol berkapasitas 50 kilogram per siklus ini merupakan hasil riset dan modifikasi tim BRIN bersama Bank Sampah Banjarnegara. Teknologi tersebut mengonversi plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar petasol. 

Peluncuran juga disertai uji performa mesin melalui tiga alat sekaligus, yakni mesin Dongfeng milik PDU Karimunjawa, excavator di TPA, dan perahu nelayan setempat. 

Uji coba dipimpin oleh Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Alinandar. Hasilnya menunjukkan petasol mampu menggantikan fungsi solar secara optimal.

Selain menekan timbunan plastik, teknologi Faspol juga diharapkan menjadi solusi saat musim baratan, ketika pasokan BBM ke pulau sering terganggu akibat cuaca buruk. Dengan petasol, nelayan memiliki alternatif bahan bakar yang lebih mudah diakses.

Baca Juga: Petani Jepara yang Lahan Sawahnya Hilang Karena Abrasi Bakal Dibebaskan Pajak 

Sridana menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kapasitas SDM di PDU Karimunjawa agar pengoperasian mesin berlangsung berkelanjutan. 

“Kami berharap inisiatif ini menjadi titik awal kemandirian energi dan pengelolaan sampah yang lebih bijak di Karimunjawa. Semoga kerja sama ini terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

271 Pesilat Siap Berlaga di PON Bela Diri Kudus 2025

0
Cabang olahraga pencak silat resmi memulai pertandingan perdana dalam PON Bela Diri 2025, Jumat (17/10/2025). Foto: PON Bela Diri 2025

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara hentakan kaki dan pekikan semangat menggema di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, saat cabang olahraga pencak silat resmi memulai pertandingan perdana dalam PON Bela Diri 2025, Jumat (17/10/2025). Sebanyak 271 pesilat dari 34 provinsi siap unjuk jurus terbaik dalam ajang bergengsi ini.

Pertandingan dibuka dengan prosesi “Buka Gelanggang”, sebuah tradisi khas silat yang menjadi simbol doa dan harapan agar seluruh laga berjalan lancar dan penuh sportivitas. Suasana khidmat terasa ketika atraksi silat menggunakan golok ditampilkan, lalu disusul dengan penyerahan senjata kepada Technical Delegate Pencak Silat PON Bela Diri Kudus 2025, Agung Nugroho, sebagai tanda resmi dibukanya gelanggang pertandingan.

Baca Juga: Vinka Widyaningrum, Petarung Asal Kudus Raih Emas di PON Bela Diri 2025

Tiga arena pertandingan disiapkan untuk menggelar babak penyisihan yang berlangsung sejak pagi. Nomor tanding putra dan putri menjadi pembuka, diikuti kategori seni atau jurus yang hanya mempertandingkan satu nomor untuk masing-masing putra dan putri.

Salah satu pesilat muda yang mencuri perhatian adalah Siti Khairani S. Mokoginta (17) asal Gorontalo. Ia mengawali langkah dengan manis setelah mengalahkan Safira Irzan dari Papua Tengah dengan skor telak 33-0 di laga pembuka kelas A putri.

“Perjalanannya jauh dari Gorontalo ke Kudus, tapi terbayar dengan kemenangan besar di laga pertama. Semoga bisa terus melaju sampai meraih emas,” ujar Echa, sapaan akrabnya, yang juga peraih perunggu Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2024 di Semarang.

Sementara dari ujung timur Indonesia, pesilat Steivy Maleke dari Papua Barat juga datang dengan semangat juang tinggi. Ia dan timnya menempuh perjalanan panjang dari Manokwari menuju Kudus untuk berlaga.

“Kami ingin membuktikan bahwa Papua Barat bisa bersaing. Target kami jelas, meraih sebanyak mungkin medali dan pulang sebagai juara,” tegasnya.

Technical Delegate Pencak Silat PON Bela Diri Kudus 2025, Agung Nugroho menyampaikan, di cabor pencak silat ini yang dipertandingkan ada 16 kelas. Dari jumlah tersebut masing-masing kontingen maksimal boleh mengikutsertakan 10 kelas.

“Jadi 16 kelas, mereka bisa pilih maksimal 10 kelas. Secara umum setelah kami rekap, animo peserta cukup besar, satu kelas itu ada 30 sampai 34 peserta,” ujar Agung.

Pada penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, kata dia, Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) ingin mencari bibit-bibit atlet baru yang potensial yang usianya 17 tahun sampai 23 tahun. Sehingga PB IPSI akan mempunyai atlet dengan level berjenjang.

Baca Juga: PON Bela Diri Kudus 2025: Jatim Unggul di Gulat, Jakarta Berjaya di Judo, Jabar Dominasi Taekwondo

“Jadi di ajang ini, para atlet muda punya kesempatan untuk unjuk kebolehan. Mengeskplore kemampuan agar mampu meraih juara di PON Bela Diri Kudus 2025. Semoga, 4 tahun kemudian atlet-atlet ini bisa mencapai golden age (usia emas) dengan menjuarai event-event Internasional,” harapnya.

Pertandingan pencak silat di PON Bela Diri Kudus 2025 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai dari babak penyisihan hingga final pada Selasa (21/10/2025). Ajang ini menjadi salah satu cabang yang paling dinantikan, mengingat pencak silat kerap menjadi andalan Indonesia dalam meraih medali di tingkat internasional.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

NTB Rebut Juara Umum Tarung Derajat di PON Bela Diri Kudus 2025

0
NTB berhasil meraih juara umum tarung derajat di PON Bela Diri 2025. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB) tampil luar biasa dalam cabang olahraga tarung derajat di ajang PON Bela Diri Kudus 2025. Setelah melalui pertarungan sengit selama beberapa hari, tim tarung derajat NTB berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan sembilan medali.

Dari total perolehan tersebut, NTB sukses memborong lima medali emas, tiga perak, dan satu perunggu, jauh melampaui target awal yang hanya dua emas. Kemenangan ini menjadi pencapaian luar biasa bagi kontingen NTB yang tampil penuh semangat di Djarum Arena, Kudus.

Baca Juga: Harga Telur di Kudus Melonjak Jadi Rp31 Ribu per Kilogram, Pedagang: ‘Imbas Program MBG’

Pelatih kepala tarung derajat NTB, Dedy Noorcholish, mengaku bangga dengan perjuangan para atletnya. Ia menyebut kemenangan ini buah dari kerja keras dan disiplin panjang selama masa persiapan.

“Awalnya kami menargetkan dua emas saja, tapi para atlet benar-benar berjuang luar biasa. Setiap pertandingan berlangsung ketat, penuh semangat, dan menunjukkan sportivitas tinggi,” ujarnya, Jum’at (17/10/2025)

Dedy juga menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, yang menurutnya berjalan sangat profesional dan tertata rapi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Djarum Foundation dan KONI Pusat. Penyelenggaraan, fasilitas, hingga atmosfer pertandingannya luar biasa. Ajang ini benar-benar jadi pembuktian kualitas bela diri nasional,” tambahnya.

Di posisi kedua, kontingen Bali berhasil mengoleksi tujuh medali, terdiri atas tiga emas, tiga perak, dan satu perunggu. Disusul Jawa Timur di peringkat ketiga dengan enam medali (tiga emas, satu perak, dan dua perunggu).

Baca Juga: Kudus Jadi Tuan Rumah HSN Jateng, Beragam Kegiatan Bakal Digelar

Sementara Jawa Barat menempati urutan keempat dengan tujuh medali (tiga emas dan empat perunggu), dan Jawa Tengah di posisi kelima lewat sembilan medali (dua emas, empat perak, dan tiga perunggu).

Keberhasilan NTB ini sekaligus menutup rangkaian pertandingan cabang tarung derajat di PON Bela Diri 2025 dengan penuh kejutan. Ajang bela diri ciptaan Achmad Dradjat itu kini menjadi bukti nyata bahwa daerah-daerah di luar Pulau Jawa mampu bersaing dan tampil sebagai juara di level nasional.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bupati Kudus Gratiskan Retribusi PBG Pesantren dan Rumah Ibadah

0
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang diperingati pada 22 Oktober, Bupati Kudus memberikan kado dengan menggratiskan retribusi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Pondok Pesantren (Ponpes) serta rumah ibadah.

Bupati Sam’ani pun segera menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan sosialisasi pentingnya dokuman PBG dan SLF. Serta melakukan pendampingan ke pihak ponpes atau rumah ibadah yang mengurus izin tersebut.

Baca Juga: Harga Telur di Kudus Melonjak Jadi Rp31 Ribu per Kilogram, Pedagang: ‘Imbas Program MBG’

“Saya juga segera perintahkan Kabag hukum dan OPD terkait segera membuat penjabaran lebih lanjut Perda Pesantren dan Madin dalam bentuk PERBUP agar kedua Perda tersebut dapat diimplementasikan secara efektif,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Herry Wibowo, menyatakan siap menindaklanjuti arahan Bupati dengan mendampingi setiap yayasan atau pesantren yang tengah merencanakan pembangunan.

“Harapan kami, dengan kebijakan ini pesantren bisa lebih tertib dan aman secara teknis. Kami juga akan berkoordinasi dengan Kemenag yang memiliki data dan kewenangan terhadap pesantren di Kudus,” ujar Herry.

Baca Juga: Kudus Jadi Tuan Rumah HSN Jateng, Beragam Kegiatan Bakal Digelar

Dinas PUPR Kudus akan memberikan rekomendasi dan panduan teknis bagi pesantren atau rumah ibadah yang ingin memperluas atau membangun fasilitas baru.

”Kami akan bantu agar pembangunan dilakukan lebih tertib, aman, dan berfungsi sesuai kebutuhan para santri serta jamaah. Kasus seperti di Jawa Timur agar tidak terjadi di Kudus. Ini sangat berisiko, dan jangan sampai terjadi lagi,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ratusan Petani di Jepara Dapat Bantuan Alsintan Sebanyak 141 Unit 

0
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mendapat alokasi bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) sebanyak 141 buah dari Kementerian Pertanian (Kementan). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mendapat alokasi bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) sebanyak 141 buah dari Kementerian Pertanian (Kementan). 

Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir mengatakan bantuan tersebut nantinya akan diberikan kepada 100 kelompok tani. 

Baca Juga: Petani Jepara yang Lahan Sawahnya Hilang Karena Abrasi Bakal Dibebaskan Pajak 

Agar bisa menerima bantuan, kelompok tani harus memenuhi dua syarat. Yaitu terdaftar di database kementerian pertanian atau dinas terkait melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) dan kelompoknya harus aktif. 

Untuk penyalurannya sendiri, dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama pada tanggal 2 Juli 2025 lalu, tahap kedua pada tanggal 17 Juli 2025, dan untuk tahap ketiga akan disalurkan pada Bulan Oktober ini.  

“Dari 100 kelompok tani, sudah ada 64 kelompok yang sudah menerima bantuan alsintan pada tahap 1 dan tahap 2,” kata Mudhofir melalui pesan tertulis, Jumat (17/10/2025). 

Sedangkan untuk 36 kelompok tani lainnya, Mudhofir mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan verifikasi dan sedang menyelesaikan kelengkapan berkas administrasi, agar para petani bisa segera mendapat bantuan Alsintan.  

“Bantuan tahap 3 ini barangnya sudah ada, yang menerima nanti untuk 36 kelompok tani,” tambahnya. 

Adapun bantuan Alsintan yang diterima Kabupaten Jepara yaitu tiga unit mesin Combine harvester, 32 unit Traktor r2 , 3 unit Trantor r4 crowler, 8 unit Traktor R4, 13 unit Mesin tanam padi, 25 unit Pompa air, dan 50 unit Hand spraiyer 50. 

Selain bantuan dari pemerintah pusat, pada tahun 2025 Pemkab Jepara juga memberikan bantuan sejumlah Alsintan yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara. 

“Dari APBD itu ada Hand traktor r2  5 unit dan Pompa air 4 inch 1 unit. Yang dari APBD sudah kita salurkan semua di Bulan Oktober ini,” kata Mudhofir. 

Baca Juga: Gunakan Lahan Sawah, Tambang Ilegal di Damarjati Jepara Ditutup Paksa 

Melalui bantuan Alsintan tersebut, diharapkan bisa membantu untuk mendorong pelaksanan program ketahanan pangan nasional, terutama untuk tanaman padi. 

“Serta sebagai mekanisasi pertanian sehingga budidaya dan panen padi bisa lebih efisien,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tak Hanya Gondoharum, Inspektorat Kudus Bakal Audit Seluruh Desa Penerima Bantuan Puso

0
Kepala Inspektorat Kudus, Eko Djumartono. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dugaan pemotongan bantuan gagal panen (puso) di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, kini tengah diaudit oleh Inspektorat Kabupaten Kudus. Kasus tersebut menjadi pintu masuk bagi Inspektorat untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh desa di Kudus yang menerima bantuan serupa.

Bantuan puso merupakan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang digulirkan setelah terjadinya banjir pada tahun 2023. Bantuan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2024.

Baca Juga: Harga Telur di Kudus Melonjak Jadi Rp31 Ribu per Kilogram, Pedagang: ‘Imbas Program MBG’

Namun, dalam pelaksanaannya, penyaluran bantuan puso di sejumlah desa di Kudus menimbulkan polemik. Salah satunya di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, dan Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, yang sebelumnya sempat diberitakan oleh Betanews.id.

Kepala Inspektorat Kudus, Eko Djumartono, membenarkan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan audit terhadap penyaluran bantuan puso di Desa Gondoharum. Kasus tersebut bahkan telah dilaporkan oleh warga ke Polres Kudus, dengan dugaan adanya tindak pidana korupsi berupa pemotongan bantuan oleh oknum ketua kelompok tani (poktan).

“Kami pastikan audit bantuan puso tidak hanya dilakukan di Desa Gondoharum saja, tetapi akan menyeluruh ke seluruh desa di Kudus yang menerima bantuan serupa,” ujar Eko di ruang kerjanya, belum lama ini.

Eko menambahkan, pihaknya akan meminta data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus terkait jumlah penerima bantuan serta desa mana saja yang mendapatkan program tersebut.

“Kami juga akan menelusuri mekanisme penentuan petani penerima bantuan puso agar semua prosesnya jelas dan transparan,” bebernya.

Lebih lanjut, Eko menegaskan, apabila dalam hasil audit ditemukan adanya pola penyimpangan yang serupa dengan dugaan di Desa Gondoharum, maka rekomendasi dari Inspektorat akan berlaku sama untuk seluruh desa penerima bantuan di Kudus.

Program bantuan puso di Kudus diketahui menyasar ribuan petani yang terdampak banjir dan gagal panen. Informasinya, ungkap Eko, total petani di Kudus yang diusulkan menerima bantuan puso tersebut sebanyak 8.020 orang.

“Kami hanya mengetahui jumlah petani yang diusulkan. Kalau jumlah penerima bantuan kami belum mengetahui secara pasti, termasuk total bantuan yang tersalurkan di Kudus,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, bantuan puso yang diterima para petani Kudus yang terdampak bervariatif yakni antara Rp 4 juta sampai Rp 8 juta. Nominal tersebut tergantung dengan luas lahan para petani yang gagal panen.

“Namun, di Desa Gondoharum ada dugaan bantuan tersebut dipotong oleh oknum ketua Poktan. Dan itu yang dilaporkan oleh warga kepada Polres Kudus,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan itu disampaikan ke Polres Kudus pada 22 Januari 2025. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa 16 saksi, terdiri atas para petani penerima bantuan, ketua Poktan, kepala desa, dan seorang aparatur sipil negara (ASN).

Pada Selasa (14/10/2025), Inspektorat resmi menerima pelimpahan kasus dari Polres Kudus untuk melakukan audit mendalam terhadap penyaluran dana puso di Desa Gondoharum.

Baca Juga: Kudus Jadi Tuan Rumah HSN Jateng, Beragam Kegiatan Bakal Digelar

“Kami segera membentuk tim dan melakukan penugasan untuk menindaklanjuti kasus ini. Hasil audit nantinya akan kami laporkan kembali ke Polres Kudus,” terang Eko.

Ia menegaskan, tugas Inspektorat hanya sebatas melakukan audit dan pemulihan aset jika ditemukan penyimpangan. Namun, apabila hasil audit membuktikan adanya unsur pidana atau niat jahat (mens rea), maka penegakan hukum akan menjadi kewenangan pihak kepolisian.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Lawan Bali United, Persijap Targetkan Raih Poin Penuh 

0
Latihan tim Persijap Jepara. Foto: Ist

BETANEWS.ID,JEPARA- Setelah dua kali tumbang pada dua pertandingan sebelumnya, Persijap Jepara menarget membawa poin penuh dalam laga pertandingan melawan Bali United yang akan berlangsung pada Minggu, (19/10/2025) pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara. 

Saat ini, Tim Laskar Kalinyamat harus bertengger di posisi ke-14 dengan hanya memperoleh 8 poin dalam klasemen sementara pertandingan BRI Super League Musim 2025/2026.  

Baca Juga: Ditinggal Tiga Pilar, Persijap Optimis Raih Poin Penuh Lawan Persik Kediri 

Head Coach Persijap Jepara, Mario Lemos menegaskan bahwa timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh dan siap tampil maksimal demi mengejar point penuh. 

Apalagi pada laga home kali ini, Gelandang Persijap Jepara, Alexis Gomes dan Pemain Sayap Persijap, Franca akan kembali ke lapangan setelah absen dalam pertandingan melawan Persik Kediri akibat akumulasi kartu. 

“Dari pertandingan terakhir kami, ada beberapa pemain yang kembali, yaitu Alexis dan Franca. Kami harus bertahan lebih baik dan menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol. Kami juga telah membuat beberapa skema serangan baru, dan semoga bisa mengejutkan Bali United.” Ujar Mario dalam sesi latihan pada Jumat, (17/10/2025). 

Dalam situasi yang menuntutnya untuk bangkit, Mario juga menyoroti semangat juang para pemain muda Persijap yang dinilainya siap memberikan kontribusi besar bagi tim.

“Kami memiliki sekelompok besar pemain muda seperti Rahmat, Adzikry, Dicky, Arya, Rendi, Restu, dan Firman. Mereka semua bekerja keras dan siap untuk bermain,” tambahnya.

Menghadapi tekanan untuk memperbaiki posisi di klasemen, Lemos tidak menutup-nutupi bahwa laga kali ini akan menjadi ujian mental dan teknis bagi skuatnya.

Baca Juga: Lawan Persita Tangerang, Persijap Tegaskan Siap Jadi Tim Kuda Hitam 

“Ini adalah ujian bagi kami, karena dua pertandingan terakhir belum cukup baik, jadi sangat penting bagi kami untuk bangkit. Dan satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan meraih 3 poin,” tegas pelatih asal Portugal itu.

Pertandingan melawan Bali United diprediksi akan berjalan sengit, namun Persijap optimis bisa memberikan kejutan dan mempersembahkan kemenangan bagi para pendukung setianya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Permintaan DPRD Diacuhkan, Pemkab Pati Tetap Lanjut Isi Jabatan Kepala Dinas

0
Bupati Pati, Sudewo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tetap melanjutkan proses pengisian jabatan kepala dinas meski Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta penundaan.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pati memastikan, seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tetap berjalan sesuai jadwal.

Baca Juga: Pasokan Menurun, Harga Ikan Bandeng di Pati Melonjak Tajam

”Kita sesuaikan ketentuan yang ada. Karena itu memang boleh dilaksanakan ya kami laksanakan. Sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Pati Yogo Wibowo, Jumat (17/10/2025).

Tahapan seleksi tersebut mencakup tujuh posisi kepala dinas. Masing-masing adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala BKPSDM, Dinas Kesehatan (Dinkes), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

”Jadi tetap dilaksanakan meskipun ada permintaan penundaan dari Dewan. Ada tujuh yang dibuka. Seperti kemarin,” ucapnya

Bupati Pati, Sudewo juga menegaskan, pengisian jabatan tetap dilakukan karena posisi kepala dinas yang kosong sudah berlangsung cukup lama.

”DPRD tidak meminta seperti itu. Itu sudah kosong lama. Ndak sehat kalau kosong,” tegasnya saat ditemui terpisah.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Pati melalui Komisi A meminta agar Pemkab menunda proses seleksi jabatan kepala dinas.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati Narso menilai, keputusan Pemkab melanjutkan seleksi pada situasi saat ini tergesa-gesa dan tidak bijak.

”Pada saat paripurna terakhir, kami sudah menyampaikan agar rencana pengisian JPT ditunda. Kondisi di Pati belum kondusif, dan kami berharap menunggu sampai pansus selesai,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Geng Remaja di Sukolilo, 12 Pelajar Diamankan

Narso menambahkan, meski secara prosedural Bupati tidak wajib meminta izin DPRD, koordinasi antar lembaga penyelenggara pemerintahan daerah tetap diperlukan.

”Kami ini kan juga bagian dari penyelenggara pemerintahan daerah. Sudah selayaknya ada koordinasi dengan DPRD sebelum melangkah,” katanya. 

- advertisement -

RPH Halal MAJT MAS Diresmikan, Dorong Tumbuhnya Ekosistem Produk Halal di Jateng

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin meresmikan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Halal di Masjid Agung Jawa Tengah-Masjid Agung Semarang (MAJT MAS) pada Jumat (17/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin meresmikan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Halal di Masjid Agung Jawa Tengah-Masjid Agung Semarang (MAJT MAS) pada Jumat (17/10/2025).

RPH tersebut berdiri di kompleks MAJT MAS Semarang, dengan bangunan dan fasilitas yang memadai. Di dalamnya terdapat juru sembelih halal, dokter hewan, juru kelet, serta mesin penggilingan daging, dan fasilitas lainnya.

Baca Juga: Pengusaha Tionghoa di Jawa Tengah Rasakan Jaminan Kemudahan dan Kondusivitas Investasi

RPH tersebut memastikan proses pemotongan hewan berjalan sesuai syariat Islam, dan sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong tumbuhnya ekosistem produk halal di Jawa Tengah.

Taj Yasin mengatakan, keberadaan RPH Halal MAJT MAS sejalan dengan 11 program prioritas yang diusungnya bersama Gubernur Ahmad Luthfi, yakni melahirkan ekosistem ekonomi syariah, melalui penguatan regulasi dan pengembangan wisata ramah muslim.

Keberadaan RPH Halal, sambungnya, akan memudahkan masyarakat, dalam mengakses kepastian produk makanan halal. 

“Harapannya, bupati dan wali kota di daerah juga melakukan hal yang sama, dengan membangun RPH berbasis halal,” ujar Taj Yasin dalam sambutannya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah, Ahmad Darodji menambahkan, pada Idul Adha tahun ini, RPH Halal MAJT MAS telah memotong 112 ekor sapi. Daging hasil sembelihan, diolah menjadi kornet untuk mendukung program percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dan penanggulangan stunting di Jawa Tengah.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (Apmiso) Lasiman, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng atas fasilitasi pendirian RPH Halal tersebut.

Menurutnya, keberadaan RPH Halal MAJT MAS, memberi kemudahan pedagang makanan berbasis daging, dalam mendapatkan daging halal. Kepastian halal itu, juga akan meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur. Dengan adanya RPH Halal MAJT MAS ini, para pedagang tidak perlu ragu lagi soal kehalalan daging yang digunakan. Konsumen pun akan semakin yakin dengan produk yang mereka konsumsi,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, Baznas dan MUI se-Jawa juga menginisiasi Deklarasi Hari Halal Nasional. Deklarasi tersebut menegaskan bahwa jaminan produk halal merupakan kewajiban negara sekaligus hak rakyat yang harus dilindungi.

Baca Juga: Tumbuhkan Ekonomi dan Turunkan Kemiskinan, KEK Kendal Jadi Percontohan Daerah Lain

Selain itu, MUI dan Baznas berkomitmen memperkuat jaminan produk halal di Indonesia, serta menjadi pelopor dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal global.

Mereka juga mencanangkan penerapan “tertib halal” yang mencakup tertib regulasi, produksi, distribusi, dan budaya, serta mengusulkan tanggal 17 Oktober ditetapkan sebagai Hari Halal Nasional.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Harga Telur di Kudus Melonjak Jadi Rp31 Ribu per Kilogram, Pedagang: ‘Imbas Program MBG’

0
Salah satu pedagang telur di Pasar Bitingan Kudus sedang menata dagangannya. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Harga telur horen di Kabupaten Kudus melonjak cukup signifikan. Kenaikan harga telur disebut imbas dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu pedagang telur di Pasar Bitingan Kudus, Irma Siti Khoiriyah menyampaikan harga telur horen saat ini mencapai Rp31 ribu per kilogram. Harga tersebut naik cukup signifikan dibanding biasanya yang berkisar antara Rp26 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram.

Baca Juga: Masan Dorong Anggaran Pemeliharaan Sekolah Masuk Pembahasan APBD 2026, Minimal Rp5 M

“Kenaikan harga telur horen sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Kenaikan harga telur ini imbas adanya program MBG,” ujar Irma saat ditemui di kiosnya, Jum’at (17/10/2025).

Irma pun menjelaskan, adanya program MBG menyebabkan pasokan telur dari peternak ke pedagang berkurang. Sebab, para pemilik dapur MBG memilih membeli telur langsung ke peternak, tidak ke pedagang.

“Akibatnya, pasokan telur ke pedagang berkurang. Sehingga menyebabkan harga telur naik cukup signifikan,” bebernya.

Harga telur yang mahal, tuturnya, berdampak pada penjualan yang turun drastis. Apalagi, sejak awal tahun 2025 keadaan pasar tradisional di Kudus ini sepi.

“Harga telur naik mengakibatkan penjualan turun sekira 30 persen. Biasanya saya mampu menjual 1,5 kwintal telur, tetapi sejak harga telur naik satu kwintal saja tidak habis,” ungkapnya.

Kenaikan harga telur horen juga dibenarkan oleh pedagang lainnya di Pasar Bitingan Kudus, yakni Robihatudh Dhifiroh. Perempuan yang akrab disapa Firoh menuturkan bahwa sejak sepekan terakhir harga telur Rp31 ribu per kilo gram.

“Harga telur memang naik jadi Rp31 kikogram. Penyebabnya, mungkin karena adanya program MBG, serta banyaknya orang hajatan juga berpengaruh pada harga,” ujar Firoh saat ditemui di kiosnya.

Firoh menuturkan, bahwa telur merupakan sumber protein paling gampang didapatkan. Sementara menu MBG mewajibkan adanya protein harian bagi penerima manfaat harus terpenuhi.

“Sehingga dapur MBG membutuhkan banyak telur sebagai lauk menu di program MBG. Ketika permintaan banyak, maka harga telur pun naik,” jelasnya.

Firoh bersyukur kenaikan harga selama sepekan terakhir tak berdampak pada penjualan telur di kiosnya. Menurutnya, penjualan tetap sama, sebab sudah mempunyai pelanggan tetap.

“Penjualan masih tetap sama. Kami masih bisa menjual telur horen secara ecer sebanyak 800 sampai 100 kilogram dalam sehari,” ungkapnya.

Baca Juga: Sumbang 250 Buku, Rerie Tekankan Peningkatan Literasi Membaca di Kudus

Meski begitu, Firoh berharap harga telur horen bisa stabil lagi. Agar masyarakat bisa mendapatkan protein dengan harga yang terjangkau.

“Semoga harga telur bisa stabil lagi. Dan penjualan kami bisa lebih laris,” harap Firoh.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dua Desa di Kecamatan Dukuhseti Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak hingga Roboh

0
Dua desa di wilayah Kecamatan Dukuhseti, Pati, diterjang angin kencang pada Kamis (16/10/2025) malam. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Dua desa di wilayah Kecamatan Dukuhseti, Pati, diterjang angin kencang pada Kamis (16/10/2025) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Imbang peristiwa itu, setidaknya ada 22 rumah warga yang mengalami rusak parah. Bahkan satu rumah roboh.

Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri mengataman, peristiwa tersebut terjadi di Desa Kembang dan Desa Dukuhseti.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Geng Remaja di Sukolilo, 12 Pelajar Diamankan

“Pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB, wilayah Dukuhseti dilanda angin puting beliung. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan di bagian atap, dan satu rumah dilaporkan roboh,” ujar Kapolsek, Jumat (17/10/2025).

Menurutnya, kejadian bermula ketika hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah setempat.

“Angin bertiup sangat kencang disertai hujan deras. Warga sempat panik karena suara gemuruh dan genting rumah mulai berjatuhan,” jelasnya.

Kapolsek menyebut, data sementara tercatat, di Dukuh Slempung, Desa Dukuhseti ada sembilan rumah mengalami kerusakan di bagian atap. Sementara satu rumah milik Lasidi, warga RT 04/03, roboh akibat terpaan angin.

“Kami mendata total sembilan rumah di Dukuh Slempung yang rusak, dan satu di antaranya ambruk. Syukurlah tidak ada korban jiwa,” tutur Kapolsek.

Kerusakan juga terjadi di Dukuh Tambakjati dan Dukuh Kandangan (Desa Kembang). Di dua dukuh itu, belasan rumah warga mengalami kerusakan serupa.

“Di Dukuh Tambakjati ada sembilan rumah rusak, sedangkan di Dukuh Kandangan empat rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Total keseluruhan 22 rumah terdampak,” jelas AKP Ali Mashuri.

Polsek Dukuhseti bersama warga setempat kemudian membantu proses evakuasi pascakejadian.

“Kami bersama perangkat desa dan warga langsung melakukan evakuasi serta membantu menyingkirkan puing-puing genting dan kayu yang berserakan. Kami juga memastikan semua warga dalam kondisi aman,” kata  Kapolsek.

Ia menambahkan, tak hanya personel kepolisian, aparat TNI dan relawan juga turut membantu proses pembersihan serta pendataan kerusakan.

“Kami berkoordinasi dengan unsur Muspika Dukuhseti, BPBD, dan relawan untuk menyalurkan bantuan darurat kepada warga yang terdampak,” imbuhnya.

Baca Juga: Pansus Pemakzulan Bupat Sudewo Bakal Konsultasi dengan Mahfud MD

Dari hasil pendataan awal, total kerugian material akibat bencana angin puting beliung tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta.

“Kerugian material sekitar seratus juta rupiah. Meski begitu, kami bersyukur karena tidak ada korban jiwa. Kami imbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Petani Jepara yang Lahan Sawahnya Hilang Karena Abrasi Bakal Dibebaskan Pajak 

0
Abrasi yang mengikis pesisir Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Bencana abrasi yang terjadi di Kabupaten Jepara kian mengkhawatirkan. Dampaknya, banyak lahan sawah milik petani yang kini hilang berganti menjadi lautan.  

Namun, meski lahan sawahnya sudah tidak ada, terdapat petani yang mengaku masih mendapat tagihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas lahan sawah yang dimiliki.  

Baca Juga: Gunakan Lahan Sawah, Tambang Ilegal di Damarjati Jepara Ditutup Paksa 

Mengetahui hal tersebut, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan akan memberikan keringanan bagi para petani yang lahan sawahnya sudah hilang terkikis abrasi. 

Hal itu ia sampaikan saat meninjau dampak bencana abrasi di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.  

“Di Desa Bondo, ada masyarakat yang mengeluh tanahnya terdampak abrasi. Ini kita tinjau, kita cek legalitas tanahnya, ada yang masih bayar pajak akan kita bebaskan pajaknya karena tanahnya sudah tidak ada,” katanya pada Jumat, (17/10/2025).  

Di Desa Bondo, Wiwit menyebutkan ada lima warga yang mengadu tanahnya hilang terdampak abrasi. Ukuran lahan sawahnya bervariasi. Ada yang berukuran 3,4 hektare, 1,5 hektare, sampai 2 hektare. 

“Dampaknya ada yang hilang sebagian, ada yang hilang semua,” ungkap Wiwit.  

Selain di Desa Bondo, Berdasarkan data dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara pada tahun 2023, terdapat empat desa di wilayah pesisir utara Jepara yang lahan sawahnya terdampak abrasi. 

Yaitu di Desa Bondo Kecamatan Bangsri, lahan sawah yang terdampak sekitar 200 hektare dengan panjang sekitar 5,5 km; Desa Balong Kecamatan Kembang sekitar 1 hektare sepanjang 1 km; Desa Bandungharjo Kecamatan Donorojo sekitar 16 hektare sepanjang 4,9 km; dan Desa Jambu Kecamatan Mlonggo sekitar 39 hektare sepanjang 4 km. 

“(Pembebasan pajak tanah) mulai berlaku tahun ini, masyarakat yang tanahnya sudah tidak ada, tidak akan kita terbitkan lagi pajaknya,” katanya. 

Sedangkan untuk penanganan abrasi, Wiwit melanjutkan ia sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Sebab penanganan abrasi menurutnya membutuhkan biaya yang cukup mahal. Segi tidak bisa jika hanya mengandalkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara. 

“Rencana penanganan abrasi kita sudah ada, sudah kita sampaikan ke pemerintah pusat dan provinsi. Rencananya nanti akan dibangun Sea wall,” sebutnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Bondo, Purwanto mengatakan abrasi yang mengikis lahan pertanian di desanya mulai terjadi sejak tahun 2000. Saat itu lahan yang terkikis hanya beberapa hektare. Sedangkan saat ini sudah mencapai puluhan hektare. 

Baca Juga: Tak Pernah Dilepas Selama 40 Tahun, Warga Jepara Datangi Damkar Lepaskan Cincin di Jari Manis 

Akibat terkikis abrasi, beberapa petani di desanya ada yang tidak bisa menggarap lahan sawahnya kembali.  

“Beberapa yang hilang itu dekat dengan PLTU, sehingga warga meminta ganti rugi. Mintanya Rp1 juta per meter. Cuma ini masih kita kaji dulu dan kita rasionalisasi untuk besaran ganti ruginya,” kata Purwanto. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kudus Jadi Tuan Rumah HSN Jateng, Beragam Kegiatan Bakal Digelar

0
Potret santri di Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjadi tuan rumah peringatan Hari Santri Nasional (HSN) se-Jawa Tengah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus bakal meramaikan dengan sejumlah kegiatan. Di antaranya kegiatan apel ribuan santri hingga pameran UMKM di sepanjang Jalan Sunan Kudus. 

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kudus, Shony Wardhana menyampaikan, peringatan HSN 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia. Di mana pelaksanaan acara puncak HSN itu akan diselenggarakan pada 21-22 Oktober. 

Baca Juga: Masan Dorong Anggaran Pemeliharaan Sekolah Masuk Pembahasan APBD 2026, Minimal Rp5 M

“Rangkaian menyambut hari santri diawali dengan membaca Al-Qur’an sepekan sebelum pembelajaran sekolah, Ro’an atau kerja bakti membersihkan lingkungan pondok, hingga pemasangan spanduk perayaan,” bebernya.

Ia menuturkan, untuk memeriahkan peringatan HSN tersebut, pihaknya menggelar pameran UMKM dengan melibatkan 72 tenan. Pameran tersebut bakal dibuka Selasa (21/10/2025) mulai pukul 9.00 WIB.

Puncaknya, kata Shony, apel peringatan Hari Santri Nasional dilaksanakan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus dengan peserta sebanyak 4.000 santri. Menurutnya, apel nantinya dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan mengundang bupati/wali kota hingga unsur Forkopimda se-Jawa Tengah.

“Untuk santri, nantinya memakai pakaian adat kudusan. Agar sebagai gambaran bahwa Kudus layak disebut kota santri,” sebutnya.

Sejumlah layanan seperti cek kesehatan gratis, dokter spesialis keliling, penyuluh pesantren ramah anak, hingga ngaji badongan atau ngaji kitab kuning bersama 500 santri di Pendapa Kudus juga turut memeriahkan acara.

Baca Juga: Sumbang 250 Buku, Rerie Tekankan Peningkatan Literasi Membaca di Kudus

Shony berharap, santri-santri khususnya di Kudus, umumnya di seluruh Indonesia dapat menjaga nilai-nilai dan ikut berkontribusi membangun peradaban yang lebih mulia.

“Santri itu punya tradisi dan peran yang unik. Kemudian perilaku santun dan humanis diharapakan bisa berkontribusi di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pasokan Menurun, Harga Ikan Bandeng di Pati Melonjak Tajam

0
Aktivitas pedagang bandeng di Pasar Porda Juwana. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI — Harga ikan bandeng di Kabupaten Pati melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga ini dipicu oleh menurunnya pasokan dari petani tambak yang banyak beralih ke produksi garam selama musim kemarau.

Berdasarkan pantauan di Pasar Porda Juwana, harga kulakan ikan bandeng yang sebelumnya berkisar antara Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp23.000 hingga Rp24.000 per kilogram.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Geng Remaja di Sukolilo, 12 Pelajar Diamankan

Kenaikan harga di pasar itu turut mendorong harga jual yang kini tembus Rp26.000 per kilogram.

“Sejak pertengahan Agustus kemarin pasokan mulai menurun. Banyak petani yang ubah tambaknya jadi tambak garam, jadi stok bandeng berkurang,” ujar Sudarso, salah satu penjual ikan bandeng di Pasar Porda Juwana, Jumat (17/10/2025).

Menurut Sudarso, kondisi ini membuat para pedagang harus memutar otak untuk tetap memenuhi permintaan pelanggan dari berbagai daerah seperti Cirebon, Solo, Ambarawa, hingga lokal Pati.

“Kadang saya harus cari ikan langsung ke petambak atau bahkan ambil dari luar daerah. Mau bagaimana lagi, permintaan tetap banyak,” ujarnya.

Sudarso menambahkan, meski harga naik, minat konsumen terhadap ikan bandeng tidak berkurang. Justru menjelang akhir tahun, permintaan biasanya semakin meningkat, terutama dari daerah yang memasok kebutuhan pasar dan rumah makan.

Menurutnya, fenomena peralihan fungsi tambak ikan menjadi tambak garam memang sudah menjadi hal lumrah di wilayah pesisir Pati setiap musim kemarau.

Produksi garam dianggap lebih menjanjikan karena cuaca panas memudahkan proses kristalisasi garam, sedangkan air tambak yang dangkal menyulitkan budidaya ikan.

Baca Juga: Pansus Pemakzulan Bupat Sudewo Bakal Konsultasi dengan Mahfud MD

Namun, kondisi ini berdampak langsung terhadap stabilitas harga ikan bandeng di pasaran. Jika musim hujan belum segera tiba, bukan tidak mungkin harga bandeng akan terus merangkak naik dalam waktu dekat.

Dirinya, memperkirakan, kondisi seperti ini masih terjadi hingga bulan depan. “Mungkin sampai bulan depan seperti ini baru berakhir, ” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Masan Dorong Anggaran Pemeliharaan Sekolah Masuk Pembahasan APBD 2026, Minimal Rp5 M

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SDN Terangmas, Kecamatan Undaan, Kamis (16/10/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan menekankan pentingnya adanya anggaran pemeliharaan untuk sekolah di bawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Hal itu dilakukan supaya kondisi sekolah yang membutuhkan perbaikan, bisa langsung dikerjakan. 

Oleh karena itu, Masan mendorong dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, supaya ada anggaran pemeliharaan yang dialokasikan untuk perbaikan sekolah minimal Rp5 miliar bagi sekolah di Kabupaten Kudus. 

Baca Juga: Anak Kudus Masuk Daftar Paling Mager, Bos Djarum Bakal Rutinkan Turnamen Olahraga Usia Dini

“Kami berharap dalam pembahasan APBD 2026, anggaran pemeliharaan sekolah dasar minimal Rp5 miliar se-Kabupaten Kudus. Karena apa keuangan kita yang hari ini tidak mampu untuk bangun-bangun (sekolah rusak),” bebernya usai melakukan sidak di SDN Terangmas, Kamis (16/10/2025).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, anggaran pemeliharaan harus diperbesar demi meminimalisir permasalahan darurat. Ia menilai, anggaran pemeliharaan yang memadai dapat menjadi langkah alternatif terhadap kerusakan bangunan yang ada. 

Masan menyebut, walaupun saat ini sudah ada dana Tak Terduga (TT), namun hal itu dianggap kurang relevan. Sebab prosesnya yang rumit dan tidak bisa langsung digunakan semestinya. 

“Karena tahun 2026 nanti transfer dana ke daerah turun banyak, ya memang skala prioritas harus dilakukan. Salah satu caranya menganggarkan dana pemeliharaan,” jelasnya. 

Menurutnya, Bupati Kudus telah menyiapkan konsep itu. Di mana anggaran pemeliharaan bersifat stanby agar dapat digunakan sewaktu-waktu ketika ditemukan adanya kondisi yang membutuhkan perbaikan cesara mendesak.

“Kami berharap, dari Disdikpora, dalam proses pembahasan APBD 2026, juga mengidentifikasi sekolah-sekolah yang memang dalam kondisi rusak berat,” tuturnya.

Ia menegaskan, anggaran pemeliharaan tak hanya difokuskan untuk sekolah, tapi pihaknya juga memfokuskan ke beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Di antaranya seperti Dinas Perdagangan (Disdag), DPUPR, dan Dinas PKPLH. 

Baca Juga: Selter UPT PPA Bocor dan Rusak, Dinsos P3AP2KB Rencanakan Pembangunan Tahun Depan

“Kami prioritaskan di beberapa OPD, tak hanya di Disdikpora, tapi juga Disdag, DPUPR, dan PKPLH. Jadi ada beberapa OPD yang memang punya anggaran pemeliharaan yang tentunya diharapkan, eksennya akan lebih fleksibel dan lebih cepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, anggaran pemeliharaan itu memang disiapkan untuk dipergunakan dalam kondisi darurat. Yang mana sewaktu-waktu ada perbaikan bisa digunakan secara langsung.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -