Beranda blog Halaman 172

Masan Dorong Anggaran Pemeliharaan Sekolah Masuk Pembahasan APBD 2026, Minimal Rp5 M

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SDN Terangmas, Kecamatan Undaan, Kamis (16/10/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan menekankan pentingnya adanya anggaran pemeliharaan untuk sekolah di bawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Hal itu dilakukan supaya kondisi sekolah yang membutuhkan perbaikan, bisa langsung dikerjakan. 

Oleh karena itu, Masan mendorong dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, supaya ada anggaran pemeliharaan yang dialokasikan untuk perbaikan sekolah minimal Rp5 miliar bagi sekolah di Kabupaten Kudus. 

Baca Juga: Anak Kudus Masuk Daftar Paling Mager, Bos Djarum Bakal Rutinkan Turnamen Olahraga Usia Dini

“Kami berharap dalam pembahasan APBD 2026, anggaran pemeliharaan sekolah dasar minimal Rp5 miliar se-Kabupaten Kudus. Karena apa keuangan kita yang hari ini tidak mampu untuk bangun-bangun (sekolah rusak),” bebernya usai melakukan sidak di SDN Terangmas, Kamis (16/10/2025).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, anggaran pemeliharaan harus diperbesar demi meminimalisir permasalahan darurat. Ia menilai, anggaran pemeliharaan yang memadai dapat menjadi langkah alternatif terhadap kerusakan bangunan yang ada. 

Masan menyebut, walaupun saat ini sudah ada dana Tak Terduga (TT), namun hal itu dianggap kurang relevan. Sebab prosesnya yang rumit dan tidak bisa langsung digunakan semestinya. 

“Karena tahun 2026 nanti transfer dana ke daerah turun banyak, ya memang skala prioritas harus dilakukan. Salah satu caranya menganggarkan dana pemeliharaan,” jelasnya. 

Menurutnya, Bupati Kudus telah menyiapkan konsep itu. Di mana anggaran pemeliharaan bersifat stanby agar dapat digunakan sewaktu-waktu ketika ditemukan adanya kondisi yang membutuhkan perbaikan cesara mendesak.

“Kami berharap, dari Disdikpora, dalam proses pembahasan APBD 2026, juga mengidentifikasi sekolah-sekolah yang memang dalam kondisi rusak berat,” tuturnya.

Ia menegaskan, anggaran pemeliharaan tak hanya difokuskan untuk sekolah, tapi pihaknya juga memfokuskan ke beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Di antaranya seperti Dinas Perdagangan (Disdag), DPUPR, dan Dinas PKPLH. 

Baca Juga: Selter UPT PPA Bocor dan Rusak, Dinsos P3AP2KB Rencanakan Pembangunan Tahun Depan

“Kami prioritaskan di beberapa OPD, tak hanya di Disdikpora, tapi juga Disdag, DPUPR, dan PKPLH. Jadi ada beberapa OPD yang memang punya anggaran pemeliharaan yang tentunya diharapkan, eksennya akan lebih fleksibel dan lebih cepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, anggaran pemeliharaan itu memang disiapkan untuk dipergunakan dalam kondisi darurat. Yang mana sewaktu-waktu ada perbaikan bisa digunakan secara langsung.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sumbang 250 Buku, Rerie Tekankan Peningkatan Literasi Membaca di Kudus

0
Wakil Ketua Majelis Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Lestari Moerdijat memberikan ratusan buku kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Kabupaten Kudus, Kamis (16/10/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Ketua Majelis Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Lestari Moerdijat memberikan ratusan buku kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Kabupaten Kudus, Kamis (16/10/2025). Pemberian sejumlah buku tersebut sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan literasi masyarakat di daerah.

Dalam kunjungannya tersebut, wanita yang akrab disapa Rerie itu didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Akhwan Sukandar. Ia menyampaikan, bahwa perpustakaan adalah mitra kerjanya yang bisa menumbuhkan wawasan literasi bagi generasi muda. 

Baca Juga: Selter UPT PPA Bocor dan Rusak, Dinsos P3AP2KB Rencanakan Pembangunan Tahun Depan

“Perpustakaan adalah mitra kami. Beberapa bulan lalu, saya ketemu dengan mahasiswa Jepara dan Kudus, rupanya mereka mulai memiliki kesadaran literasi,” bebernya. 

Untuk menunjang dan memfasilitasi mereka, pihaknya memberikan 250 buku baru di perpustakaan Kudus. Ia menyebut, para mahasiswa itu mengeluhkan keterbatasan mengakses perpustakaan karena jam kerja yang terbatas. 

“Setelah saya bersurat ke Pak Bupati, Alhamdulillah langsung direspons cepat oleh beliau dan Kepala Perpustakaan. Sekarang perpustakaan di Kudus sudah buka sampai malam,” ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah positif untuk memperluas akses literasi, terutama bagi kalangan muda. Ia menilai kehadiran perpustakaan bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi kebutuhan utama dalam membangun generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.

“Di era teknologi seperti sekarang, kemampuan membaca bacaan yang mendalam dan menganalisis makin rendah. Karena itu, keberadaan perpustakaan harus terus didukung agar tetap hidup dan tumbuh. Pemerintah daerah memang menghadapi keterbatasan anggaran, tapi di sinilah pentingnya dukungan dari masyarakat dan pemerintah provinsi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Arpusda Kudus, Mutrikah menyampaikan, rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, 250 buku baru tersebut akan menambah koleksi bacaan sekaligus memperkaya bahan literasi bagi pengunjung.

“Saya sangat bersyukur dan bahagia atas bantuan ini. Buku-buku baru ini akan menjadi daya tarik tersendiri, karena selama ini koleksi kami dianggap masih kurang dan banyak yang sudah lama,” ujarnya.

Mutrikah menambahkan, uji coba jam operasional malam hari sudah mulai berjalan dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Baca Juga: Anak Kudus Masuk Daftar Paling Mager, Bos Djarum Bakal Rutinkan Turnamen Olahraga Usia Dini

“Beberapa hari terakhir sudah ada pengunjung yang datang malam. Ke depan kami akan terus meningkatkan pelayanan, misalnya menyediakan kopi dan air putih agar pengunjung lebih nyaman dan betah membaca,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran koleksi baru serta layanan hingga malam hari dapat semakin meningkatkan minat baca masyarakat Kudus dan menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Selter UPT PPA Bocor dan Rusak, Dinsos P3AP2KB Rencanakan Pembangunan Tahun Depan

0
Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus, Putut Winarno. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Kondisi bangunan ruang aman atau Selter di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengalami sejumlah kerusakan. Terutama di bagian atap bocor dan beberapa struktur lain yang sudah tak layak pakai. 

Adanya beberapa kerusakan ruang tersebut, Dinas Sosial Pemberdayaan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) bakal melakukan perbaikan. Untuk perbaikan, rencananya akan dilakukan pada tahun depan. 

Baca Juga: Sidak SDN Terangmas, Ketua DPRD Pastikan Sekolah Rusak di Kudus Tertangani dengan Baik

Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus, Putut Winarno menjelaskan, usia bangunan Selter sudah cukup tua. Sehingga membutuhkan perbaikan agar kembali layak digunakan. 

Sebab menurutnya, ruang tersebut sebagai tempat perlindungan sementara bagi perempuan dan anak yang mengalami tindakan tak menyenangkan.

”Bangunannya sudah cukup lama, beberapa bagian rusak dan bocor. Untuk sementara kami akan lakukan perbaikan ringan di atap agar tidak bocor lagi,” ujarnya belum lama ini.

Ia menyampaikan, perbaikan akan dilakukan tahun depan. Hal itu dilakukan sebab saat ini sudah mendekati akhir tahun anggaran. Ia berharap, tahun 2026 mendatang anggaran perbaikan dapat tersedia.

”Kami ingin ruang aman ini benar-benar layak, nyaman, dan aman bagi siapa pun yang membutuhkan perlindungan. Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan layanan terbaik bagi perempuan dan anak korban kekerasan,” tambahnya.

Untuk memberikan layanan UPT PPA, sementara ini ruang dipindahkan ke lantai dua kantor Dinsos P3AP2KB Kudus. Ruang itu dimanfaatkan untuk tetap melayani masyarakat yang memerlukan pendampingan atau perlindungan. 

Ia menegaskan, bahwa keberadaan Selter perempuan dan anak itu sangat vital untuk memastikan korban mendapat tempat perlindungan yang layak. Sehingga ketika bangunan dinilai tidak nyaman akan menjadi perhatian pemerintah. 

Baca Juga: Perputaran Ekonomi Gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 Disebut Capai Rp 500 M

”Permasalahan perempuan dan anak terus menjadi perhatian serius Pemkab Kudus. Kami ingin memastikan setiap orang mendapatkan perlindungan dan rasa aman yang maksimal,” tandasnya.

Adanya rencana perbaikan itu, Dinsos P3AP2KB Kudus berharap ke depannya fasilitas layanan UPT PPA semakin memadai, representatif, dan bisa mendukung upaya pemerintah. Terutama untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan nyaman.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Anak Kudus Masuk Daftar Paling Mager, Bos Djarum Bakal Rutinkan Turnamen Olahraga Usia Dini

0
President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, meninjau langsung gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kabupaten Kudus, Selasa (14/10/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Djarum Foundation terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga usia dini di Kabupaten Kudus. Langkah ini dilakukan sebagai respon terhadap hasil survei yang menyebut anak-anak di Kota Kretek tergolong malas bergerak atau mager.

President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri PON Bela Diri Kudus 2025 di Djarum Arena, Kaliputu, belum lama ini.

Baca Juga: Sidak SDN Terangmas, Ketua DPRD Pastikan Sekolah Rusak di Kudus Tertangani dengan Baik

“Ada lembaga survei yang menyebut anak-anak di Kudus termasuk yang paling mager di Indonesia. Mereka jarang berolahraga,” ujarnya kepada awak media.

Victor menduga, salah satu penyebab utama anak-anak semakin malas bergerak adalah penggunaan smartphone yang berlebihan. Banyak anak kini lebih suka bermain gim di rumah daripada beraktivitas fisik.

“Kalau bisa, anak-anak Kudus lebih aktif. Entah itu lewat olahraga pencak silat, wushu, atau cabang olahraga lainnya. Itu jauh lebih baik daripada hanya duduk main gawai di rumah,” imbuhnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan, Djarum Foundation berkomitmen menyelenggarakan berbagai turnamen olahraga usia dini di Kudus dan sekitarnya. Tujuannya agar anak-anak memiliki wadah untuk berkompetisi, sekaligus menumbuhkan semangat berolahraga sejak dini.

“Kami ingin kemampuan anak-anak meningkat dan mereka tertarik menekuni olahraga. Dengan begitu, mereka tak lagi mager,” kata Victor.

Baca Juga: Perputaran Ekonomi Gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 Disebut Capai Rp 500 M

Selama ini, Djarum Foundation telah aktif mengadakan beragam kompetisi olahraga anak, mulai dari sepak bola putri, atletik, hingga panahan. Upaya ini dinilai efektif membangun karakter disiplin dan semangat juang sejak usia muda.

“Ke depan, kami juga berencana menggelar turnamen bela diri anak-anak di Kudus. Pembinaan olahraga usia dini penting untuk mengaktifkan kembali jiwa dan raga generasi muda bangsa,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Polisi Gagalkan Tawuran Dua Geng Remaja di Sukolilo, 12 Pelajar Diamankan

0
Tawuran dua kelompok geng remaja di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, berhasil digagalkan aparat kepolisian. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Tawuran dua kelompok geng remaja di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, berhasil digagalkan aparat kepolisian. Dua geng yang nyaris bentrok itu adalah Genk GEEM asal Desa Prawoto dan Genk SPISAKO dari Desa Sukolilo.

Rencananya, mereka akan saling serang di sekitar area makam Desa Sukolilo pada Rabu (15/10/2025) malam. Namun, hal itu berhasil terendus polisi setelah adanya laporan dari warga.

Baca Juga: Paripurna Hasil Pansus Pemakzulan Bupati Sudewo Segera Digelar, Paling Lambat Awal November

Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan mengatakan, bahwa laporan pertama diterima sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya warga melaporkan adanya sekelompok remaja yang mondar-mandir dengan sepeda motor tanpa arah yang jelas.

“Kami langsung menerjunkan personel SPKT dan fungsi lainnya ke lokasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar AKP Sahlan, Kamis (16/10/2025).

Begitu petugas tiba di lapangan, tiga remaja berhasil diamankan di depan SMP Negeri 2 Sukolilo.

“Tiga pelajar tersebut merupakan bagian dari kelompok yang hendak bergabung dengan rekan-rekannya untuk tawuran. Mereka kami amankan terlebih dahulu untuk dikembangkan,” jelas Kapolsek.

Dari pemeriksaan awal, ketiganya diketahui berasal dari Desa Prawoto dan tergabung dalam kelompok Genk GEEM. Tak berhenti di situ, penyelidikan berlanjut hingga akhirnya total 12 remaja berhasil diamankan.

“Mereka rata-rata masih duduk di bangku SMP dan MA. Ini yang sangat kami sayangkan, usia yang seharusnya digunakan untuk belajar malah terseret masalah geng,” kata AKP Sahlan.

Menurutnya, langkah cepat diambil bukan semata untuk menggagalkan tawuran, tetapi juga menyelamatkan masa depan para remaja yang terlibat.

“Tindakan kami bukan hanya represif, tapi juga preventif. Kami ingin menyelamatkan masa depan mereka agar tidak terjerumus lebih jauh,” tuturnya.

Menurutnya, daripada menyeret para pelajar ke jalur hukum, polisi memilih pendekatan pembinaan.

“Kami sudah sepakat bersama pihak keluarga dan sekolah bahwa anak-anak ini akan menjalani pembinaan, termasuk wajib absen setiap Senin dan Kamis di Polsek sebagai bentuk pengawasan,” ungkap Kapolsek.

Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam mengawasi pergaulan remaja.

“Fenomena genk remaja ini harus menjadi peringatan bersama. Jangan dibiarkan anak-anak berkeliaran malam hari tanpa tujuan. Peran keluarga dan guru sangat penting,” tegasnya.

Baca Juga: 34 Siswa SD Wakili Pati pada Ajang MAPSI Jateng 2025

AKP Sahlan menegaskan, komitmen kepolisian untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pembina generasi muda.

“Polsek Sukolilo tidak hanya bertugas menindak, tapi juga membimbing. Kami akan terus melakukan patroli dan sosialisasi agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gunakan Lahan Sawah, Tambang Ilegal di Damarjati Jepara Ditutup Paksa 

0
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menutup tambang ilegal yang berada di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara pada Kamis, (16/10/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menutup tambang ilegal yang berada di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara pada Kamis, (16/10/2025). 

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jepara Tahun 2023–2043, lokasi tambang tanah urug di Desa Damarjati itu termasuk dalam kawasan tanaman pangan dan kawasan pertanian pangan berkelanjutan, serta lahan sawah yang dilindungi.

Baca Juga: Dua Warga Jepara Meninggal Akibat Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

“Berdasarkan peraturan, lokasi tersebut tidak sesuai peruntukannya. Sehingga kami lakukan tindakan,” kata Aris pada Kamis, (16/10/2025). 

Sebelum melakukan penutupan, Aris melanjutkan pada tanggal 9 Oktober 2025, Tim Terpadu Penataan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) telah mengirimkan surat nomor 660/217 perihal penutupan kegiatan usaha kepada pemilik tambang. Peninjauan lapangan juga telah dilakukan pada tanggal 24 September 2025.

“Penutupan ini juga sebagai lanjutan dari upaya kita dalam merespon aduan masyarakat,” tambah Aris. 

Aris mengatakan selama ini banyak laporan dari masyarakat terkait kerusakan jalan, kemacetan lalu lintas, serta guguran material di jalan dekat lokasi tambang. 

Baca Juga: 96 Sekolah di Jepara Dapat Kucuran Bantuan Senilai Rp45 Miliar  

Lingkungan di sekitar area tersebut juga banyak yang rusak. Hal tersebut menurut Aris menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk menutup tambang ilegal tersebut. 

Sebagai tindak lanjut, petugas lapangan telah memasang garis pengamanan (Satpol PP line) di area masuk pertambangan. Aris menegaskan, apabila di kemudian hari ditemukan pelanggaran, pihaknya akan menyerahkan kasus tersebut kepada aparat.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Vinka Widyaningrum, Petarung Asal Kudus Raih Emas di PON Bela Diri 2025

0
Vinka Widyaningrum, petarung asal Kudus meraih emas di PON Bela Diri 2025. Foto: PON Bela Diri 2025

BETANEWS.ID, KUDUS – Rasa tegang sempat menyelimuti atlet tarung derajat asal Jawa Tengah, Vinka Widyaningrum, sebelum naik ke atas matras pada partai final cabang tarung derajat PON Bela Diri Kudus 2025. Namun begitu pertandingan dimulai, rasa gugup itu sirna, berganti fokus penuh untuk mempersembahkan hasil terbaik di hadapan publik sendiri.

Bertanding di kelas 54,1–58 kilogram putri di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Kamis (16/10/2025), Vinka tampil gemilang. Ia berhasil mengalahkan Dewi Yosilia dari Sumatera Barat dengan skor tipis 2-1, sekaligus mempersembahkan medali emas untuk Jawa Tengah.

Baca Juga: PON Bela Diri Kudus 2025: Jatim Unggul di Gulat, Jakarta Berjaya di Judo, Jabar Dominasi Taekwondo

“Awalnya saya deg-degan karena main di kandang sendiri. Tapi pas sudah di atas matras, saya lepas saja. Yang penting tampil maksimal dan hasilnya saya serahkan pada yang di atas. Alhamdulillah bisa sesuai target, dapat emas,” ujar Vinka usai laga.

Sayangnya, kemenangan itu harus dibayar mahal. Hasil pemeriksaan rontgen di RS Aisyiyah Kudus menunjukkan adanya dislokasi pada jari tangan kanan. Cedera itu sempat membuatnya trauma, karena sebelumnya ia juga pernah mengalami retak tulang di bagian yang sama.

“Ini dulu pernah retak dan sempat dipasang pen. Tapi sudah dilepas. Kalau masuk rumah sakit agak trauma, tapi tetap senang karena bisa dapat emas,” katanya dengan senyum lega.

Usai mendapat perawatan, Vinka justru kembali datang ke arena pertandingan untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekannya yang masih bertanding. Dengan tangan kanan yang dibalut perban, ia tetap tampak bersemangat menonton laga penutup cabang tarung derajat.

Bagi Vinka, tampil di kota kelahiran sendiri menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Dukungan langsung dari keluarga dan teman-teman membuatnya semakin bersemangat.

“Karena ini di rumah sendiri, jadi lebih semangat. Tadi ada bapak, ibu, dan teman-teman yang nonton. Mereka ikut senang dengan hasil ini,” tuturnya.

Menariknya, Vinka mengaku hanya menjalani pemusatan latihan selama dua minggu di Semarang, sebelum tampil di PON Bela Diri Kudus 2025. Selebihnya, ia berlatih mandiri di rumah dan di Universitas Muria Kudus (UMK).

“Saya latihan di Semarang dua minggu, sisanya latihan mandiri di Kudus. Yang penting tampil maksimal,” ujarnya.

Vinka mulai menekuni tarung derajat sejak duduk di bangku SMP. Sebelumnya, ia sempat menekuni bulu tangkis dan karate, namun belum berhasil menembus level nasional.

“Dulu saya atlet badminton dan karate, tapi mentok di situ saja. Akhirnya pindah ke tarung derajat, dan ternyata bisa berprestasi sampai sekarang,” ungkapnya.

Baca Juga: Kontingen Jateng Turunkan 204 Atlet di PON Bela Diri Kudus 2025, Target Masuk Lima Besar

Menutup perbincangan, Vinka memberikan pesan bagi atlet muda yang ingin berprestasi seperti dirinya.

“Harus giat latihan dan disiplin. Enggak ada cara cepat untuk sukses. Semua harus lewat kerja keras,” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pansus Pemakzulan Bupat Sudewo Bakal Konsultasi dengan Mahfud MD

0
Ketua Pansus, Bandang Teguh Waluyo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Menjelang akhir masa kerja Pansus Hak Angket DPRD Pati terkait Pemakzulan Bupati Pati Sudewo, rencananya pihak pansus akan melakukan konsultasi dengan Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD.

Ketua Pansus Hak Angket, Teguh Bandang Waluyo mengatakan, bahwa pansus sudah sepakat meminta masukan Mahfud MD terkait pemakzulan Sudewo. Namun untuk kepastian waktunya, pihaknya masih belum bisa memutuskan.

Baca Juga: DPRD Pati  Soroti Dibukanya Kembali Seleksi JOT, Minta Prosesnya Ditunda

“Kami sudah komunikasi, entah nanti kami pansus akan mengundang beliau atau kami akan yang ke Jakarta, nanti tergantung bentuk komunikasi,” ujar Bandang, Kamis (16/10/2025).

Pihaknya saat ini baru menjalin komunikasi dengan pihak Mahfud MD. Apakah nanti hasilnya menghadirkan, atau tim pansus datang ke tempat eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) itu.

“Kami masih menunggu informasinya, sore ini kami kasih keputusan terkait Prof Mahfud atau nanti hasil rembugan kami sebelum kami bawa ke Paripurna akan kami konsulkan,” imbuhnya.

Selain Mahfud MD, pansus juga akan berkonsultasi dengan Pakar Hukum Tata Negara lainnya. Seperti Bivitri Susanti dan Junaidi yang juga merupakan wakil Rektor III Universitas Semarang.

“Hari ini sudah kami konsulkan data-data kami ke tim ahli kami. Mulai dari teman kami yang ada di Semarang, yang kemarin hadir di tempat Pansus, Bivitri, Pak Junaidi, Pak Jun, itu juga sudah kita konsulkan,” sebutnya.

Baca Juga: Musim Hajatan, Harga Gabah Ketan di Pati Melonjak

Setelah konsultasi ini, pansus akan dilanjutkan ke tahapan selanjutnya. Yakni menyusun kesimpulan hasil sidang pansus sebelum diparipurnakan.

“Setelah itu, setelah konsulkan data itu, kita nanti baru bahas per item per item sesuai dengan hari atau bab yang kita bahas, terutama dari 12 item itu. Ada 12 poin betul yang diajukan teman-teman, tapi tidak semuanya kita pakai. Salah satunya terkait KPK bukan ranah kami. Sehingga kami tidak masuk dong ke sana,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bantuan Puso Petani Gondoharum Diduga Dikorupsi, Inspektorat Kudus Lakukan Audit

0
Kepala Inspektorat Kudus, Eko Djumartono. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Inspektorat Kabupaten Kudus tengah melakukan audit terhadap penyaluran bantuan gagal panen (puso) bagi petani di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo. Audit dilakukan menyusul dugaan adanya pemotongan nominal bantuan yang seharusnya diterima oleh para petani terdampak banjir.

Kepala Inspektorat Kudus, Eko Djumartono, menjelaskan bahwa bantuan puso merupakan program dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diberikan kepada petani terdampak bencana banjir pada tahun 2023, dan baru disalurkan pada 2024.

Baca Juga: Sidak SDN Terangmas, Ketua DPRD Pastikan Sekolah Rusak di Kudus Tertangani dengan Baik

“Salah satu wilayah yang terdampak puso adalah Desa Gondoharum. Para petani yang lahannya gagal panen berhak menerima bantuan tersebut,” ujar Eko di ruang kerjanya, Rabu (15/10/2025).

Menurut Eko, bantuan tersebut disalurkan melalui kelompok tani (Poktan) sebelum akhirnya diterima petani. Setiap penerima memperoleh bantuan antara Rp4 juta hingga Rp8 juta, tergantung luas lahan yang terdampak gagal panen.

Namun, dalam pelaksanaannya, muncul dugaan adanya pemotongan dana bantuan oleh ketua Poktan. Akibatnya, nominal bantuan yang diterima petani tidak sesuai dengan yang seharusnya.

“Total ada 13 Poktan di Desa Gondoharum. Berdasarkan laporan masyarakat, dugaan pemotongan dilakukan oleh beberapa ketua Poktan,” ungkapnya.

Laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan itu disampaikan ke Polres Kudus pada 22 Januari 2025. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa 16 saksi, terdiri atas para petani penerima bantuan, ketua Poktan, kepala desa, dan seorang aparatur sipil negara (ASN).

Pada Selasa (14/10/2025), Inspektorat resmi menerima pelimpahan kasus dari Polres Kudus untuk melakukan audit mendalam terhadap penggunaan dana puso di Desa Gondoharum.

“Kami segera membentuk tim dan melakukan penugasan untuk menindaklanjuti kasus ini. Hasil audit nantinya akan kami laporkan kembali ke Polres Kudus,” terang Eko.

Baca Juga: Perputaran Ekonomi Gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 Disebut Capai Rp 500 M

Ia menegaskan, tugas Inspektorat hanya sebatas melakukan audit dan pemulihan aset jika ditemukan penyimpangan. Namun, apabila hasil audit membuktikan adanya unsur pidana atau niat jahat (mens rea), maka penegakan hukum akan menjadi kewenangan pihak kepolisian.

“Kalau nanti terbukti ada tindak pidana korupsi dalam bentuk pungutan atau pemotongan bantuan, maka proses hukumnya akan ditangani Polres Kudus,” tegasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tak Pernah Dilepas Selama 40 Tahun, Warga Jepara Datangi Damkar Lepaskan Cincin di Jari Manis 

0
Prosesi pelepasan cincin oleh Damkar Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Sampurno (59), Warga RT 04 RW 09 Desa Jerukwangi, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara terpaksa datang ke Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berada di Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara. 

Sampurno datang untuk meminta bantuan kepada petugas Damkar agar melepaskan cincin yang terpasang di jari manis tangan kanannya selama 40 tahun. Ia tiba di Kantor Damkar sekitar pukul 09.00 WIB. 

Baca Juga: Dua Warga Jepara Meninggal Akibat Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

“Tadi pagi tiba-tiba saya merasa jari saya agak sesak. Saya mau lepasin cincin enggak bisa,” Kamis, (16/10/2025). 

Sebelum ke Damkar, Sampurno bercerita sudah berusaha melepaskan cincinnya dengan sabun dan minyak goreng. Tetapi usahanya itu, justru membuat jarinya menjadi bengkak. Karena merasa takut, ia akhirnya menghubungi Damkar untuk meminta tolong.

“Saya khawatir kalau malah terjadi apa-apa. Soalnya tadi sudah bengkak. Sebelumnya belum terasa apa-apa,” bebernya. 

Sesampainya di kantor Damkar Jepara, petugas langsung melepaskan dengan cara digerinda. Cincin dipotong menjadi tiga bagian. Saat proses pemotongan, raut wajah Sampurno tampak meringis seperti merasakan sakit. 

“Untung bisa dilepas. Sekarang bengkaknya sudah tidak ada,” katanya. 

Sampurno mengingat, cincin itu ia pakai sejak lulus SMA atau sekitar 40 tahun silam. Seingatnya, cincin itu ia temukan berada di peralatan bengkel. Hingga anak sulungnya kini berusia 28 tahun, dari yang tubuhnya dulu kurus sampai sekarang berat badannya 72 kilogram, cincin itu tak pernah ia lepas.

“Orang-orang mengira cincin akik, padahal tidak. Itu cincin saya nemu. Memang tidak pernah saya lepas,” ujarnya. 

Baca Juga: 96 Sekolah di Jepara Dapat Kucuran Bantuan Senilai Rp45 Miliar  

Sementara itu, Kasi Damkar pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara, Teguh Iswanto mengatakan untuk melepaskan cincin, ia terpaksa menggunakan gerinda karena memang sudah sulit dilepas. Saking sesaknya, petugas membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk melepaskan cincin monel itu.

“Memang sudah sesak sekali. Jadi kami pakai gerinda,” kata Teguh.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Disdikpora Kudus Tegaskan Perbaikan SDN Terangmas Segera Dilakukan

0
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengungkapkan secepatnya bakal memperbaiki SDN Terangmas, Kecamatan Undaan. Saat ini Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar untuk perbaikan SDN Terangmas telah disusun. 

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho mengatakan, pihaknya memastikan bahwa proses rehabilitasi SDN Terangmas akan segera dikerjakan. Sebab menurutnya, RAB dan gambar sudah disusun.

Baca Juga: Sidak SDN Terangmas, Ketua DPRD Pastikan Sekolah Rusak di Kudus Tertangani dengan Baik

“Mudah-mudahan mungkin dua pekan kedepan proses pengadaan dan pemilihan penyedia nanti kita laksanakan. Supaya pengerjaan perbaikan segera dilakukan,” bebernya. 

Ia menyebut, rencana perbaikan SDN Terangmas sudah masuk laporan di awal tahun ini. Sedangkan untuk pengusulan rehabilitasi sekolah dilaksanakan pada anggaran APBD perubahan tahun 2025. 

“Untuk SDN Terangmas, perbaikan menggunakan APBD perubahan dan sudah dialokasikan ikut skema rehab reguler. Jadi memang sudah terpetakan (untuk perbaikan) sebelumnya,” jelasnya. 

Sementara untuk anggaran perbaikan SDN Terangmas, kata Anggun, kurang lebih Rp190 juta. Biaya tersebut bakal digunakan untuk perbaikan atap yang sesuai dengan RAB. 

Apabila dengan dana tersebut masih bisa digunakan untuk pengerjaan di bawah atap, akan dilakukan. “Namun kalau tidak (cukup biayanya), fokusnya di atap,” terangnya.

Proses rehabilitasi sekolah di Kudus tahun ini ada sebanyak puluhan sekolah, baik jenjang SD maupun SMP. Terlebih pembangunan pelaksanaan pengerjaan dibagi menjadi dua sesi, pertama pada anggaran APBD murni ada sebanyak 58 sekolah, dan APBD perubahan ada 24 sekolah, termasuk SDN Terangmas. 

Baca Juga: Perputaran Ekonomi Gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 Disebut Capai Rp 500 M

“Walaupun ada pergeseran, yang kemarin tidak bisa dilaksanakan pengerjaan digeser ke perubahan,” terangnya.

Anggun menyebut, hingga kini setidaknya ada sekitar 50 sekolah yang sudah selesai diperbaiki di tahun ini. Sehingga hanya tinggal beberapa sekolah lagi yang harus diselesaikan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dua Warga Jepara Meninggal Akibat Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

0
Proses evakuasi dua orang warga Desa Banyuputih, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara yang tersengat listrik. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Nasib pilu dialami oleh dua orang warga Desa Banyuputih, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. 

Mereka meninggal dunia akibat tersengat listrik tegangan tinggi saat menurunkan tanah dari bak damp truk. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, (16/10/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. 

Baca Juga: 96 Sekolah di Jepara Dapat Kucuran Bantuan Senilai Rp45 Miliar  

Dua korban yang meninggal yaitu Nur Wahyudi (48) warga RT 20 RW 05 Desa Banyuputih dan Mustain (47) warga RT 12 RW 03 Desa Banyuputih.

Petugas Satpol PP Kecamatan Kalinyamatan, Agung mengatakan kejadian bermula saat Nur Wahyudi yang bertugas sebagai sopir truk dam hendak menurunkan tanah di lokasi brak atau pembuatan batu bata di rumah Mustain. 

Saat bak truk dinaikkan, bagian atas truk menyenggol kabel listrik tegangan tinggi.

Saat itu, Mustain yang merupakan pemilik brak batu bata ikut membantu proses penurunan tanah. Keduanya tersetrum seketika.

“Warga sempat memberikan pertolongan. Nur Wahyudi dibawa ke Puskesmas Kalinyamatan karena saat itu masih ada gerakan pada jari korban. Namun sesampainya di puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan Mustain meninggal di lokasi,” katanya pada Betanews.id, Kamis (16/10/2025). 

Baca Juga: Program Bupati Jepara Ngantor di Desa Kembali Berjalan, Wiwit Bakal Fokus Monitoring 

Setelah dilakukan evakuasi, jenazah kedua korban dibawa ke rumah duka menggunakan mobil pelayanan Kecamatan Kalinyamatan.

Pihak pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap keberadaan kabel listrik tegangan tinggi, terutama saat beraktivitas menggunakan kendaraan atau alat berat. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Paripurna Hasil Pansus Pemakzulan Bupati Sudewo Segera Digelar, Paling Lambat Awal November

0
Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dipastikan segera menggelar rapat Paripurna untuk menentukan nasib Bupati Pati, Sudewo. Paripurna tersebut direncanakan berlangsung pada akhir Oktober atau paling lambat awal November 2025.

Rapat tersebut menjadi tindak lanjut dari hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Bupati Sudewo yang terakhir bersidang pada 3 Oktober 2025. Dalam sidang terakhir, Pansus memeriksa Wakil Bupati Pati dan Pj Sekda Pati. Setelah itu, belum ada saksi lain yang dipanggil untuk dimintai keterangan.

Baca Juga: Musim Hajatan, Harga Gabah Ketan di Pati Melonjak

Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo menyampaikan, bahwa pihaknya kini tengah merumuskan kesimpulan dari seluruh hasil pembahasan Pansus.

”Hari ini Pansus dalam pembahasan masing-masing di anggota Pansus. Kita mempelajari masing-masing, kita baca-baca, membuka video-video hasil pembahasan pendalaman di pansus, sekaligus hari ini kita juga sedang merumuskan bagaimana cara supaya kita ini di posisi yang apa ya,” ujar Bandang, Kamis (16/10/2025).

Menurut Bandang, hasil kerja Pansus nantinya akan disampaikan dalam rapat Paripurna DPRD untuk kemudian diputuskan bersama seluruh anggota dewan.

”Karena (hasil) Pansus ini akan kami kirim di Paripurna, setelah itu tinggal Paripurna. Teman-teman anggota DPRD nanti memutuskan seperti apa. Tugas Pansus hanya melaporkan apa yang menjadi data kami di Pansus, kita laporkan di paripurna,” ungkapnya.

Bandang menjelaskan, terdapat 12 poin dugaan pelanggaran yang dibahas oleh Pansus. Namun, dugaan kasus korupsi jalur kereta api yang menyeret nama Bupati Sudewo tidak termasuk dalam pembahasan karena dianggap bukan ranah Pansus.

”Sekali lagi pansus ini tidak bisa langsung memutuskan ini bersalah, ini pemakzulan, tidak. Tugas pansus adalah mendalami dan kita melaporkan ke pimpinan lewat paripurna,” ungkapnya.

Selain laporan dari Masyarakat Pati Bersatu (MPB), Pansus juga menyoroti sejumlah dugaan pelanggaran lain, seperti permasalahan kepala puskesmas, dugaan monopoli notaris koperasi desa (kopdes), hingga dugaan nepotisme dalam penunjukan Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo Pati.

”Ada 12 poin betul, yang diajukan teman-teman, tapi tidak semuanya kita pakai. Salah satunya terkait KPK bukan ranah kami. Sehingga kami tidak masuk dong ke sana. Kita sepakat dengan teman-teman pansus, kita mempelajari semua dulu,” jelas Bandang.

Baca Juga: DPRD Pati  Soroti Dibukanya Kembali Seleksi JOT, Minta Prosesnya Ditunda

Ia menambahkan, Pansus akan kembali menggelar rapat pada pekan depan. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung secara maraton dengan target penyelesaian laporan sebelum akhir bulan.

”Insya Allah mulai minggu depan kita akan mulai rapat maraton. Dan target kami akhir bulan atau awal bulan depan kami sudah harus kirim ke paripurna,” ucapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

34 Siswa SD Wakili Pati pada Ajang MAPSI Jateng 2025

0
34 siswa Sekolah Dasar (SD) asal Kabupaten Pati resmi dilepas untuk mengikuti Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – 34 siswa Sekolah Dasar (SD) asal Kabupaten Pati resmi dilepas untuk mengikuti Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025. Ajang tersebut digelar di Kabupaten Purbalingga pada 17–19 Oktober 2025.

Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Kabupaten Pati, Sahal Ahmad menyampaikan, bahwa terdapat 13 cabang lomba yang akan diikuti oleh para peserta dari Pati.

Baca Juga: DPRD Pati  Soroti Dibukanya Kembali Seleksi JOT, Minta Prosesnya Ditunda

Cabang tersebut meliputi, pengetahuan PAI dan praktik ibadah, azan dan ikomah, tilawah, khifdzil Qur’an, kaligrafi, khutbah, macapat islami, cerita islami, serta seni musik rebana.

“Total peserta ada 34 anak yang akan mewakili Kabupaten Pati di tingkat provinsi. Mereka semua adalah hasil seleksi ketat dari tingkat kecamatan hingga kabupaten,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

Sahal menegaskan, kegiatan MAPSI bukan semata-mata kompetisi, melainkan sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi peserta didik. Ia juga berharap dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan tersebut dapat lebih optimal di masa mendatang.

“Sungguh ironi ketika kami diminta membangun karakter anak bangsa, tapi anggaran kegiatan seperti MAPSI belum sepenuhnya terkaver oleh pemerintah daerah. Kami berharap tahun-tahun mendatang bisa mendapat perhatian seperti lomba-lomba lainnya,” ungkapnya.

Meski demikian, Sahal tetap mengapresiasi dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, khususnya kepada Plt Kepala Disdikbud, Andrik Sulaksono, yang telah memfasilitasi keberangkatan peserta ke tingkat provinsi.

Sementara itu, Bupati Pati, Sudewo menyampaikan rasa bangganya terhadap para peserta. Ia menilai seluruh siswa yang berangkat merupakan hasil seleksi terbaik di tingkat kabupaten.

“Mereka ini sudah punya mental juara. Karena dalam lomba, yang utama bukan hanya kemampuan, tapi juga keberanian dan mental. Saya yakin anak-anak Pati bisa menjadi juara dan membawa nama baik daerah di tingkat provinsi,” katanya.

Baca Juga: Musim Hajatan, Harga Gabah Ketan di Pati Melonjak

Sudewo menambahkan, dirinya siap mendampingi langsung kontingen Pati ke Purbalingga apabila memiliki kesempatan.

“Kalau saya ada waktu, pasti saya ikut. Sekalian nostalgia di Purbalingga,” ucapnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sidak SDN Terangmas, Ketua DPRD Pastikan Sekolah Rusak di Kudus Tertangani dengan Baik

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SDN Terangmas, Kecamatan Undaan, Kamis (16/10/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SDN Terangmas, Kecamatan Undaan, Kamis (16/10/2025). Hal itu dilakukan karena melihat ada ruang kelas di SD tersebut yang kondisi atapnya sudah lapuk, hingga tak layak untuk dibuat untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Masan ingin memastikan, bahwa sekolah-sekolah di bawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tertangani dengan baik. Supaya proses KBM tetap berjalan lancar tanpa ada kekhawatiran.

Baca Juga: Perputaran Ekonomi Gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 Disebut Capai Rp 500 M

“Jadi kontrol sosial dari masyarakat ini saya mengucapkan terimakasih. Karena saya tahunya kondisi rusaknya sekolah rusak ini dari medsos (media sosial),” katanya. 

Untuk itu, pihaknya bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus melakukan tinjauan. Pihaknya meminta kepada dinas agar melakukan perbaikan dengan secepatnya. 

“Karena jangan sampai ada sekolah yang ruangnya dikosongkan gara-gara atapnya mau rubuh. Apalagi kalau terjadi rubuh dan ada korban kan repot juga,” tuturnya.

Ia mengatakan, rencana untuk dana pembangunan sudah mulai dialokasikan dan diharapkan secara dilaksanakan. Masan menyebut, alokasi anggaran yang digunakan untuk perbaikan SDN Terangmas melalui APBD perubahan 2025. 

“Karena kita prioritaskan tahun ini pembenahan atap tanpa plafon, nanti 2026 karena kami tanya tadi ada RKPD-nya dan seluruh yang belum ada plafonnya termasuk ada usulan pagar dan lain sebagainya, itu juga dimasukkan di 2026,” jelasnya.

Mengingat adanya pengurangan dana transfer ke daerah pada 2026, pihaknya berharap ada skala prioritas untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan segera. Sehingga pihaknya mendorong kepada Pemkab Kudus agar mempunyai dana stanby. 

“Dana itu bisa digunakan untuk pemeliharaan kondisi sekolah yang memang membutuhkan penanganan segera. Dan tentunya kami berharap nanti dalam proses pembahasan APBD 2026, anggaran pemeliharaan di sekolah dasar ini minimal 5 miliar lah di Kabupaten Kudus, minimal itu,” terangnya.

Ia menyampaikan, walaupun saat ini sudah ada dana Tak Terduga (TT), Namun menurutnya prosesnya yang terlalu rumit. Sehingga dana pemeliharaan ini bisa menjadi solusi untuk menangani sekolah yang mungkin tidak terdeteksi mengalami kerusakan.

“Ketika ada masukan dari masyarakat bisa segera kita eksekusi. Harapannya juga nanti dari Dinas Pendidikan dalam proses pembahasan APBD 2026, mengidentifikasi sekolah-sekolah yang memang dalam kondisi rusak berat,” sebutnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN Terangmas, Kliwon menyampaikan, bahwa informasi yang diterimanya pembangunan sudah disetujui. Menurutnya, Oktober ini akan dimulai perbaikan untuk atap kelas 4, 5, dan 6.

Baca Juga: Puskesmas Rejosari Kudus Tambah Ruang Pelayanan dan Aula Baru, Telan Anggaran Rp1,36 M

“Karena kayunya lapuk. Di Undaan ini kayu kan rawan sekali, makanya kita mintanya atap dengan baja ringan tidak kayu,” tuturnya.

Dia berharap, tidak hanya ruang kelas rusak saja, pihaknya juga meminta pembangunan plafon, pagar, serta halaman. Ia menyebut, pelaksanaan pekerjaan itu bakal dilakukan tahun 2026.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -