31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Perputaran Ekonomi Gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 Disebut Capai Rp 500 M

BETANEWS.ID, KUDUS – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kabupaten Kudus yang berlangsung pada tanggal 11–26 Oktober 2025 membawa dampak ekonomi signifikan bagi daerah. Bahkan, perputaran ekonomi selama event dua pekan itu diperkirakan mencapai Rp 500 miliar.

Ajang ini merupakan hasil kolaborasi antara KONI Pusat, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus.

Baca Juga: Dinas PMD Dorong BUMDes Kembangkan Multi Usaha untuk Tingkatkan Kontribusi Terhadap PADes

-Advertisement-

Sejak awal pelaksanaan, Ketua Panitia PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali disibukkan dengan pengawasan seluruh aspek kegiatan, mulai dari kesiapan arena, akomodasi, hingga pelayanan bagi lebih dari 2.500 atlet dan ofisial dari sepuluh cabang olahraga bela diri.

Menurutnya, penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 berjalan cukup lancar dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Namun, ia tak menampik masih ada sejumlah hal yang bisa ditingkatkan.

“Tentu kami akan terus melakukan perbaikan. Jika ke depan waktu persiapan lebih panjang, jumlah peserta bisa saja melampaui 2.500 atlet,” ujarnya di Djarum Arena, Kudus, Selasa (14/10/2025).

Ryan juga mengungkapkan bahwa ide penyelenggaraan PON Bela Diri berawal dari gagasan KONI Pusat yang ingin menambah ajang multi-event di luar PON reguler empat tahunan. Dari gagasan itu lahirlah beberapa konsep seperti PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja.

“Untuk bela diri, kami ingin menjadikannya event dua tahunan yang bisa menjadi ajang kejurnas bagi setiap cabang olahraga. PON Bela Diri Kudus 2025 ini merupakan kontribusi Djarum Foundation dalam pembinaan olahraga nasional,” jelas Ryan.

Dari sisi potensi prestasi, olahraga bela diri dianggap memiliki peran penting. Berdasarkan catatan KONI, cabang olahraga bela diri menyumbang 33 persen medali emas di setiap ajang multi-event nasional.

“Cabang bela diri peminatnya besar dan potensinya tinggi. Kami merasa mampu menyelenggarakannya, jadi kami jalankan di Kudus,” tambahnya.

Ryan mengakui persiapan event tersebut berlangsung cukup singkat, hanya sekitar empat bulan. Meski demikian, ia menilai pelaksanaan berjalan baik dan antusiasme masyarakat tinggi.

Pemilihan Kota Kudus sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Selain menjadi tempat lahirnya Djarum Foundation, Kudus kini tengah didorong sebagai destinasi sport tourism di Jawa Tengah.

“Kami ingin berkontribusi untuk kota yang telah melahirkan Djarum. Pak Bupati sempat menyampaikan, dampak ekonomi selama event ini bisa mencapai Rp 500 miliar. Kami harap Kudus bisa merasakan manfaatnya,” ujar Ryan.

Selain memberikan dampak ekonomi, ajang ini juga menjadi sarana memperkenalkan budaya dan kuliner khas Kudus kepada ribuan tamu dari seluruh Indonesia.

“Banyak kontingen mencicipi kuliner lokal. Seperti kata salah satu mantan presiden, soto terenak di Indonesia itu soto Kudus,” ucapnya sambil tersenyum.

Baca Juga: Siswa Kenyang Makan Bergizi Gratis dan Bisa Nabung Rp5 Ribu Per Hari

Dari sisi penyelenggaraan, para atlet dan ofisial menilai fasilitas di Kudus memadai dan suasana kompetisi kondusif. Bahkan, sejumlah pengurus cabang olahraga menyampaikan keinginan agar kejuaraan nasional ke depan juga digelar di Kudus.

“Banyak yang bilang mereka senang dan minta agar kejurnas berikutnya diadakan di sini. Kami juga membuka peluang bagi cabor yang ingin membentuk pengurus kabupaten di Kudus dan menggunakan GOR ini secara gratis untuk latihan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER