BETANEWS.ID, PATI — Menjelang akhir tahun, harga gabah beras ketan di Kabupaten Pati mengalami lonjakan signifikan. Harganya bahkan melampaui gabah beras biasa dan menjadi primadona baru di kalangan petani.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga gabah beras ketan di tingkat petani saat ini mencapai Rp8.500 per kilogram, naik sekitar Rp500 hingga Rp1.000 hanya dalam sepekan terakhir.
Baca Juga: Stadion Joyokusumo Pati Bakal Direnovasi, Lintasan Atletik dan Sepatu Roda Dipindah
Sementara itu, harga gabah beras biasa berada di kisaran Rp7.500 per kilogram, lebih rendah dari ketan.
Kenaikan harga ini disebut-sebut terjadi karena meningkatnya permintaan dari masyarakat, terutama untuk kebutuhan hajatan dan upacara adat yang banyak digelar menjelang akhir tahun.
“Sekarang harga gabah ketan lebih tinggi dari beras biasa. Permintaan sedang tinggi karena banyak orang punya hajatan,” ujar Kamelan, salah satu petani di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Rabu (15/10/2025).
Kamelan menuturkan, kondisi ini membuat sebagian petani mulai melirik untuk menanam padi ketan, mengingat selisih harga yang cukup menggiurkan.
“Kalau harga ketan terus tinggi seperti ini, banyak petani bisa beralih menanam ketan,” tambahnya.
Dalam tiga tahun terakhir, harga gabah beras ketan di Pati memang dikenal fluktuatif. Namun, pada periode tertentu, terutama saat permintaan meningkat, harganya bisa menembus hingga Rp10.000 per kilogram.
Baca Juga: 49 Lansia di Juwana Diwisuda, Kenakan Toga Bak Mahasiswa
Sementara itu, harga acuan pemerintah untuk gabah beras biasa saat ini berada di angka Rp6.500 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang berlaku.
Lonjakan harga ketan ini diharapkan bisa menjadi angin segar bagi petani, meski di sisi lain perlu diwaspadai potensi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan di musim tanam berikutnya.
Editor: Haikal Rosyada

