BETANEWS.ID, JEPARA – Suporter Persijap Jepara mengirimkan papan karangan bunga ke Mess Persijap yang berada di Jalan Ki Mangunsarkoro, Kelurahan Panggang, Kecamatan/Kabupaten Jepara pada Senin (20/10/2025).
Papan karangan bunga yang didominasi warna kuning yang diletakkan di depan Mess Persijap bertuliskan turut berduka cita atas hilangnya sembilan poin di kandang sendiri. Karangan bunga itu dikirim oleh Curna Nord Syndicate (CNS).
Baca Juga: Diwaduli Warga Banyak Rumah Tak Layani Huni, DPRD Jepara Minta Bantuan Stimulan Dinaikkan
Salah satu anggota CNS, Genta (29) mengatakan kiriman karangan bunga itu merupakan bentuk kekecewaan dari suporter usai kekalahan yang ketiga kalinya usai melawan Bali United dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara pada Minggu (19/10/2025).
“Jangan bahas Persijap dulu, menyedihkan. Iya, kami berikan karangan bunga sebagai bentuk simpatik kami atas hilangnya sembilan poin,” katanya pada Senin, (20/10/2025).
Menurutnya, permainan Laskar Kalinyamat saat ini masih jauh dari kata kompak. Kualitas kedalaman skuad dinilai belum cukup mumpuni untuk bersaing di papan atas.
“Kalau cuma mengandalkan beberapa pemain inti, saat ada yang cedera atau akumulasi kartu, pasti kelabakan mencari pelapis yang sebanding. Persiapan kurang mantap, tapi kami tetap percaya perjalanan masih panjang,” ujarnya.
Genta juga menilai tim justru tampil lebih baik saat bermain tandang ketimbang di rumah sendiri.
“Kalau realistis, lawan Bhayangkara FC imbang saja sudah bagus. Tapi kami optimistis bermain away lebih meyakinkan. Main di kandang sendiri malah kacau,” katanya.
Ia menegaskan, laga kandang berikutnya melawan Malut United FC menjadi harga mati.
“Minimal lawan Bhayangkara satu poin. Kalau home lawan Malut, tiga poin harga mati. Kalau tidak dapat poin di kandang, kami pasti kecewa dan mendesak manajemen keluar. Tim ini perlu evaluasi total,” tegasnya.
Hal serupa juga disampaikan Ketua Umum Banaspati, Agus Supriyanto. Ia menyebut tiga kekalahan kandang beruntun sangat memukul semangat suporter.
“Semua suporter Persijap sangat kecewa. Kami tahu Liga 1 sangat ketat. Tapi di awal kompetisi, Persijap bisa bersaing dan bahkan menumbangkan Persib Bandung, juara bertahan. Ciri khas permainan dengan pressing tinggi tiba-tiba hilang. Ada apa di tim?” ujarnya.
Agus berharap manajemen segera bertindak cepat dan menyelesaikan persoalan internal jika memang ada, demi menjaga kondusivitas tim dan semangat juang pemain.
“Evaluasi dari tiga pertandingan terakhir harus dilakukan menyeluruh. Kami ingin Persijap kembali tampil seperti di awal musim, agar bisa bersaing di papan tengah,” ucapnya.
Baca Juga: Di Karimunjawa Jepara, Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar
Para suporter kini menantikan respons manajemen dan gebrakan tim saat melawat ke markas Bhayangkara.
“Semoga bisa mencuri poin dan membangkitkan kembali semangat tim,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

