BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan mengecek langsung aliran air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Muria di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, Selasa (21/10/2025). Pasalnya, beberapa hari terakhir banyak warga yang mengeluhkan air dari Perumda macet sehingga kesulitan untuk mandi dan mencuci.
Peninjauan tersebut, Ketua DPRD Kudus Masan didampingi direktur Perumda Tirta Muria, Winardi dan beberapa staff. Hasilnya, ditemukan banyak air warga yang memang tidak mengalir.
Baca Juga: Triwulan ll 2025, Realisasi Investasi di Kudus Capai Rp719 M
Masan menyampaikan, beberapa hari terakhir banyak warga yang mengeluh di media sosial terkait pelayanan Perumda Tirta Muria. Mereka mengeluhkan karena air bersih dari perusahaan daerah yang tak lagi mengalir, terutama di Desa Terangmas dan Kutuk.
“Kita tadi bersama direktur Perumda Tirta Muria turun ke lapangan untuk mengecek langsung. Dan, memang sebagian ada yang mengalir, sebagiannya lagi tidak mengalir sama sekali,” ujar Masan.
Informasi dari Perumda Tirta Muria, kata Masan, persoalan terjadi karena ada beberapa instalasi pipa yang bocor. Bocor tersebut disebabkan adanya pembangunan ruas Jalan Kudus-Purwodadi.
“Pembangunan jalan dan adanya pengerukan menggunakan eskavator terkadang mengenai pipa instalasi air Perumda Tirta Muria. Sehingga menjadikan aliran air bersih terganggu, bahkan ada yang tak mengalir sam sekali,” bebernya.
Meski begitu, tutur Masan, kerusakan tersebut jangan samai mengganggu layanan. Pasalnya, air adalah kebutuhan utama, jadi Perumda Tirta Muria harus tetap optimal dan baik, sehingga harus ada solusi.
“Tadi ada beberapa solusi yang disampaikan di antaranya, distribusi air dengan menggunakan mobil tangki. Supaya masyarakat tetap terlayani dan mendapatkan air bersih,” imbuhnya.
Sementara Direktur Perumda Tirta Muria Kudus, Winarno mengakui adanya pelayanan yang kurang maksimal. Hal tersebut dikarenakan instalasi pipa yang rusak maupun bocor terdampak pembangunan infrastruktur drainase.
Selain itu, pengaliran air baku ke Kecamatan Undaan masih dari wilayah Kota. Jaraknya sekira 15 kilo meter, sehingga ketika ada pipa yang bocor beberapa desa yakni Terangmas dan Kutuk, airnya pasti ada yang tak mengalir.
“Total yang warga terdampak air tidak mengalir kurang lebih ada 100 rumah. Tetapi, hari ini kerusakan pipa tersebut telah kami perbaiki,” ujar Winarno.
Baca Juga: DPRD Kudus Dukung Kebijakan ASN Wajib Belanja di Pasar Tradisional
Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mendistribusikan air bersih menggunakan dua mobil tangki. Hal tersebut sebagai tanggung jawab, dan upaya pelaksanaan yang maksimal.
“Distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ini sebagai layanan. Jadi gratis bagi masyatakat terdampak,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

