BETANEWS.ID, PATI – Harga garam di wilayah pesisir utara Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Pati kini menanjak tajam, menembus angka Rp2.200 per kilogram.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Hadi Santosa mengatakan, dalam sepekan terakhir harga garam terus mengalami peningkatan seiring meningkatnya permintaan pasar.
Baca Juga: Halaman Depan Pasar Puri Akan Diaspal Hot Mix, Anggaran Tembus Hampir Rp 1 Miliar
“Harga garam saat ini berkisar antara Rp2.000 sampai Rp2.200 per kilogram. Permintaan sedang tinggi, jadi para petani garam mempercepat produksi. Ini tentu kabar baik,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Biasanya, harga garam di tingkat petani tambak hanya berada di kisaran Rp1.000 hingga Rp1.700 per kilogram. Kenaikan ini membuat keuntungan petani meningkat signifikan.
Menurut Hadi, permintaan tinggi tak hanya datang dari pasar lokal, tetapi juga dari luar daerah. Garam produksi tambak Pati kini banyak diserap industri makanan, tekstil, hingga pakan ternak.
“Faktor cuaca juga turut memengaruhi. Walaupun masih musim kemarau, curah hujan tetap ada, sehingga proses produksi perlu disiasati,” jelasnya.
Tahun ini, DKP Pati menargetkan produksi garam bisa mencapai 300 ribu ton. Pemerintah daerah juga terus mendorong petani untuk meningkatkan kualitas hasil panen agar bisa menembus pasar industri.
“Kami dorong petani menghasilkan garam berkualitas industri, karena nilai jualnya jauh lebih tinggi,” tuturnya.
Baca Juga: Progres Perbaikan Jalan di Pati Capai 80 Persen, Target Rampung Akhir Tahun
Meski demikian, Hadi mengingatkan, bahwa harga garam bersifat fluktuatif dan sulit diprediksi. Ia berharap, ketika harga kembali turun, penurunannya tidak terlalu tajam sehingga petani tetap dapat menikmati hasil kerja kerasnya.
“Semoga kalau turun tidak banyak, agar petani garam tetap memperoleh keuntungan,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

