31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

PON Bela Diri Kudus 2025, Momentum Lahirnya Bintang Ju-jitsu Indonesia

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Umum Pengurus Besar Ju-jitsu Indonesia (PBJI), Dedy Triharjanto, menyebut keikutsertaan cabang olahraga ju-jitsu dalam PON Bela Diri Kudus 2025 sebagai “hadiah besar” bagi dunia ju-jitsu nasional. 154 atlet dari 17 provinsi di seluruh Indonesia ambil bagian dalam ajang tersebut, dengan 15 nomor pertandingan yang dipertandingkan di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus.

“Ini luar biasa. PBJI mendapat hadiah besar dari KONI Pusat karena diberi kesempatan mengikuti 15 nomor pertandingan. Banyak atlet yang sebelumnya belum pernah tampil di ajang sebesar ini kini bisa berkompetisi di tingkat nasional,” ujar Dedy yang hadir bersama Sekretaris Jenderal PBJI, Ahmad Fakhrizal.

Baca Juga: 242 Karateka Perebutkan 60 Medali di PON Bela Diri Kudus 2025

-Advertisement-

Dedy yang baru dilantik sebagai Ketua Umum PBJI periode 2025–2029 menilai, gelaran PON Bela Diri Kudus menjadi momentum penting dalam pembinaan dan seleksi atlet ju-jitsu Indonesia. Ia menegaskan, ajang multi-event ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju SEA Games Bangkok 2025 yang akan berlangsung pada Desember mendatang.

Selain itu, kejuaraan ini turut mendorong perkembangan cabang olahraga ju-jitsu di berbagai daerah. Menurut Dedy, terdapat dua provinsi baru yang baru saja membentuk kepengurusan dan berhasil mengirimkan atlet ke Kudus. Ia optimistis, setelah ajang ini, semakin banyak daerah yang akan bergabung dengan PBJI.

“Saat ini PBJI sudah ada di 25 provinsi di Indonesia, tinggal beberapa lagi yang akan kami bentuk agar pemerataan pembinaan semakin kuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedy menuturkan bahwa ju-jitsu merupakan seni bela diri kuno yang telah ada sejak 230 SM dan masuk ke Indonesia pada 1940-an saat masa pendudukan Jepang. Seiring waktu, ju-jitsu tradisional berkembang pesat pada era 1980–1990-an, lalu mulai beradaptasi dengan gaya Brazilian ju-jitsu pada tahun 2000-an. PBJI kini menjadi wadah pemersatu kedua aliran tersebut dalam satu sistem pembinaan nasional.

“PBJI resmi terbentuk pada 2017 dan dilantik oleh Ketua KONI saat itu. Meski tergolong muda, organisasi ini sudah menorehkan banyak prestasi—dua kali tampil di Asian Games, tiga kali di SEA Games, satu kali di PON, satu kali di Asian Youth Games, serta berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan internasional,” paparnya.

Ia menambahkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menetapkan ju-jitsu sebagai salah satu cabang olahraga elite nasional, yang potensial menyumbang prestasi internasional bagi Indonesia.

Baca Juga: Hadi Tjahjanto: ‘PON Bela Diri Kudus 2025 Jadi Ajang Lahirkan Karateka Berkelas Dunia’

Di akhir, Dedy menyampaikan apresiasi kepada KONI Pusat atas suksesnya penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Ia juga berpesan kepada seluruh atlet untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan objektivitas selama bertanding.

“Kami berharap, PON Bela Diri Kudus 2025 ini mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak menjadi kebanggaan bangsa dan mengibarkan bendera Merah Putih di ajang dunia,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER