31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Karate, Ju-jitsu, dan Wushu Jadi Kunci Perburuan Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025

BETANEWS.ID, KUDUS – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), menyisakan perburuan medali di tiga cabang olahraga, yaitu karate, ju-jitsu, dan wushu. Pada Sabtu (25/10/2025), tiga cabang olahraga ini menjadi bidikan para atlet dari berbagai kontingen provinsi demi menjaga asa meraih gelar juara umum dalam ajang multi-event nasional yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut.

Ketua Panitia PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, menuturkan persaingan sengit meraih gelar juara umum sangat terasa di tiga cabang olahraga tersebut, yang merupakan cabor tahap ketiga PON Bela Diri Kudus 2025. Sebelumnya, pada tahap pertama yakni Minggu (12/10/2025) hingga Kamis (16/10/2025) sebanyak empat cabang olahraga dipertandingkan yakni taekwondo, gulat, tarung derajat, dan judo. Sementara pada tahap kedua mempertandingkan pencak sIlat, sambo, dan shorinji kempo, pada Jumat (17/10/2025) hingga Selasa (21/10/2025).

Baca Juga: Liga 4 Tak Jadi Bergulir di Pati

-Advertisement-

“Kalau melihat tabel klasemen perebutan medali, memang menarik sekali, jarak beberapa kontingen sangat rapat sehingga juara umum masih terbuka lebar. Ini membuat peta persaingan semakin ketat, khususnya di cabang olahraga wushu yang masih akan mempertandingkan beberapa nomor di hari terakhir,” ujar Ryan saat sesi jumpa pers pada Sabtu (25/10/2025).

Sinyal ketatnya persaingan perburuan medali pada tahap ketiga PON Bela Diri Kudus 2025 terlihat dari kontingen Jawa Timur (Jatim), yang berhasil mendominasi perolehan medali emas sementara pada cabang olahraga wushu sejak Jumat (24/10/2025). Dari delapan medali emas yang diperebutkan pada nomor taolu – kung fu, Jatim berhasil memborong setengah lusin keping emas sekaligus.

Sehari kemudian, Sabtu (25/10/2025), Jatim kembali menambah dua medali emas melalui Muhammad Daffa “Golden Boy” Hidayatullah di nomor jian shu putra dan Jennifer Tjahyadi di nomor gun shu putri. Jatim kini memimpin klasemen sementara perolehan medali wushu dengan 12 medali yang terdiri atas delapan medali emas, tiga medali perak, serta satu perunggu.

Daffa dan Jennifer kembali melanjutkan tren positif setelah sehari lalu masing-masing atlet sukses merebut medali emas di nomor chang quan putra dan putri. Jennifer pun meluapkan rasa gembiranya atas pencapaian dua keping emas yang berhasil diraih dalam dua hari terakhir.

“Saya bangga bisa menyumbangkan dua medali emas untuk Jawa Timur, tetapi perjuangan belum selesai karena masih ada satu pertandingan lagi besok. Semoga saya bisa tetap tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Jawa Timur,” katanya.

Hampir senada dengan Jennifer, Daffa juga mengungkapkan rasa syukur atas raihan medali emas keduanya dari tiga nomor yang diikuti. Ia menilai, kunci keberhasilannya tidak semata berasal dari kemampuan pribadi, melainkan juga dari kekompakan tim yang solid. Dukungan pelatih, rekan-rekan atlet, serta para pengurus yang terus memberikan semangat.

“Tim yang tidak terlihat di lapangan itu, bagi saya, juga menjadi hal penting dari kemenangan seorang atlet,” ujar sang “Golden Boy”.

Sementara, Ketua Pengurus Provinsi Wushu Jatim HM Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti menyatakan, target delapan medali emas yang dicanangkan sejak awal akhirnya tercapai. Meski demikian, ia menegaskan para atlet tetap harus rendah hati, mengingat masih ada lima nomor pertandingan yang berpeluang menambah koleksi medali.

“Jadi saya sampaikan ke rekan-rekan atlet dan ofisial, jangan jadikan target ini menjadi beban, tapi justru menjadi inspirasi. Bermain lepas, jangan terlalu tertekan,” ujar pria berkacamata yang karib disapa Andi ini.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI), Ngatino, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya PON Bela Diri Kudus 2025. Menurutnya, ajang ini menjadi momentum penting yang mampu membangkitkan kembali semangat para atlet yang telah lama berlatih dan menantikan kesempatan untuk unjuk kemampuan di level nasional.

Bagi PBWI, ajang yang berlangsung pada 11-26 Oktober ini menjadi kesempatan penting untuk menjaring dan menggali potensi atlet-atlet berbakat. Data dan rekam jejak para atlet pada ajang multi-event ini juga menjadi bahan pertimbangan utama dalam proses pemanggilan ke pelatnas.

“PON Bela Diri Kudus 2025 menjadi bagian pengamatan kami dalam menilai dan mengambil atlet berdasarkan record pertandingannya,” jelasnya.

Sementara itu, menukil perebutan medali di cabang olahraga karate, sebanyak 242 karateka dari berbagai provinsi di Tanah Air beradu ketangkasan untuk memperebutkan total 60 medali. Satu di antara ratusan karateka yang berlaga di Djarum Arena adalah atlet muda asal Kudus, Muhammad Dzaka Hibatullah, yang mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Jateng pada PON Bela Diri Kudus 2025.

Bertanding di nomor kumite -75 kg putra, Dzaka tampil percaya diri sejak babak penyisihan. Langkahnya terhenti di semifinal setelah kalah dari atlet pelatnas asal Jatim, Ignatius Joshua Kandou. Meski gagal menembus partai final, pencapaian Dzaka tetap menjadi sumber kebanggaan bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat Kudus.

Debut di hadapan publik sendiri memberi semangat tersendiri bagi Dzaka. Ia mengaku telah mempersiapkan diri menghadapi lawan-lawan tangguh pada ajang multi-cabang ini. Meski di babak awal lawan-lawan yang dihadapinya tampil kuat, ia terus mendapatkan arahan dari pelatih untuk tetap tampil tenang dan menikmati permainan agar performanya bisa maksimal.

“Walaupun cuma perunggu, tapi ini sudah hasil terbaik,” Dzaka, sumringah.

Sementara, Umar Syarief, legenda karate Indonesia yang hadir di Djarum Arena, mengapresiasi pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025 yang disebutnya sebagai gebrakan luar biasa dalam upaya membangun ekosistem kompetisi cabang olahraga bela diri di Tanah Air. Ia berharap kegiatan yang digagas KONI Pusat bersama Djarum Foundation itu tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Umar juga menekankan pentingnya keberlanjutan kompetisi sebagai wadah bagi atlet-atlet muda untuk terus mengasah kemampuan dan memperkuat mental bertanding.

“Semua prestasi itu datang dari bawah. Kalau mau membangun, ya harus ada kompetisi seperti ini. Kita berikanlah ruang bertanding, karena dari situ atlet naik ke nasional, lalu ke multi-event seperti SEA Games dan Asian Games,” ujarnya.

Pada daftar akhir perolehan medali cabang olahraga karate, DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan total enam medali yang terdiri atas tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu). Jawa Barat (Jabar) menyusul di peringkat kedua dengan tujuh medali (2 emas, 2 perak, dan 3 perunggu), sementara Sulawesi Selatan melengkapi tiga besar lewat raihan enam medali (2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu).

Adapun pada daftar terakhir perolehan medali cabang olahraga ju-jitsu, kontingen Jawa Timur menempati posisi teratas dengan raihan delapan medali (5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu). Di posisi kedua terdapat Jawa Barat dengan 11 medali (4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu), disusul DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan enam medali (4 emas dan 2 perunggu). Sementara itu, Jawa Tengah menempati posisi keempat dalam klasemen akhir dengan 1 emas, 7 perak, dan 6 perunggu.

Kilas Balik Perolehan Medali dari Tujuh Cabang Olahraga

Menjelang hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 pada Minggu (26/10/2025), tujuh cabang olahraga telah merampungkan pertandingan. Gulat dan judo menjadi dua cabang olahraga yang menuntaskan seluruh rangkaian pertandingannya pada tahap pertama PON Bela Diri Kudus 2025 pada Selasa (14/10/2025).

Jatim menempati posisi teratas klasemen akhir pada cabang olahraga gulat dengan raihan total 10 medali (6 emas, 3 perak, dan 1 perunggu). Di posisi kedua, Jateng mengumpulkan 15 medali (5 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), disusul Jabar di peringkat ketiga dengan sembilan medali (3 emas, 2 perak, dan 4 perunggu).

Adapun pada cabang olahraga judo, DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan raihan 15 medali, (7 emas, 4 perak, dan 4 perunggu). Jabar di peringkat kedua dengan 16 medali (5 emas, 4 perak, dan 7 perunggu), sementara Bali melengkapi tiga besar dengan torehan 11 medali (3 emas, 3 perak, dan 5 perunggu).

Begitu pun dengan rangkaian pertandingan pada cabang olahraga taekwondo yang rampung pada hari yang sama, Selasa (14/10/2025). Kontingen Jabar menempati peringkat teratas dalam klasemen terakhir perolehan medali taekwondo dengan raihan 14 medali (10 emas dan 4 perunggu). Jateng, yang mengoleksi total 19 medali (4 emas, 6 perak, dan 9 perunggu), menempati peringkat kedua, lalu peringkat ketiga ditempati oleh DKI Jakarta dengan raihan 11 medali, (3 emas, 4 perak, dan 4 perunggu).

Sementara pada Kamis (16/10/2025), kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan sejarah dengan menempati posisi teratas daftar perolehan medali terakhir cabang olahraga tarung derajat. Para atlet tarung derajat NTB memborong sembilan medali (5 medali emas, 3 perak, 1 perunggu).

Setelah NTB, posisi tiga besar perolehan medali akhir tarung derajat dilengkapi oleh Bali di urutan kedua dengan tujuh medali (3 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Jawa Timur menempati peringkat ketiga dengan enam medali (3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu).

Pencak silat, sambo, dan shorinji kempo, menjadi tiga cabang olahraga yang mengisi tahap kedua penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Jateng menegaskan dominasinya pada cabang olahraga sambo dengan torehan lima medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu, sekaligus menambah daftar panjang prestasi mereka pada PON Bela Diri 2025.

Peringkat kedua pada cabang olahraga ini ditempati oleh Kalimantan Timur (4 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), lalu DKI Jakarta di peringkat ketiga (4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu), dalam daftar perolehan medali terakhir.

Baca Juga: Kalah di Tiga Laga Terakhir, Manajemen Persijap Bakal Evaluasi Tim

Pencak silat juga menjadi lumbung medali bagi kontingen Jateng dengan perolehan setengah lusin keping emas serta satu perunggu. Peringkat kedua ditempati DKI Jakarta dengan delapan medali (3 emas, 2 perak, dan 3 perunggu), lalu Lampung melengkapi tiga teratas daftar perolehan medali terakhir, dengan catatan lima medali (2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu).

DKI Jakarta keluar menempati posisi teratas tabel medali terakhir pada cabang olahraga shorinji kempo dengan raihan 11 medali (7 emas, 2 perak, 2 perunggu). Jabar menyusul di posisi kedua dengan lima medali (3 emas dan 2 perak), disusul Maluku di peringkat ketiga dengan empat medali (3 emas dan 1 perunggu).

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER