Beranda blog Halaman 162

Banjir Datang Lagi, Enam RT di Ketitangwetan Pati Terendam

0
Setelah sempat surut, banjir di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, kembali naik. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Setelah sempat surut, banjir di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, kembali naik. Sedikitnya enam RT di desa tersebut kembali terendam air akibat meluapnya Sungai Widodaren setelah diguyur hujan deras pada Senin malam (27/10/2025) hingga hari ini, Selasa (28/10/2025).

Dari pantauan di lapangan,  permukiman warga di beberapa titik masih tergenang air. Jalanan desa berubah menjadi aliran sungai kecil, sementara sejumlah rumah warga tampak terkurung genangan dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 centimeter.

Baca Juga: PSSI Pati Pasang Target Lolos Kualifikasi Porprov 2026

Naiknya debit air ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Batangan. Aliran air dari Sungai Widodaren tak mampu tertampung karena kondisi tanggul yang sebagian sudah rusak.

“Tadi malam sempat surut, tapi karena hujan lagi cukup deras, akhirnya air naik lagi dan merendam enam RT,” ujar Ismail, Sekretaris Desa Ketitangwetan, Selasa (28/10/2025).

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul yang jebol.  Sebab, dalam sepekan terakhir, wilayah Ketitangwetan sudah dua kali dilanda banjir yang menyebabkan aktivitas warga terganggu.

Baca Juga: Rumah Tua di Tlogoharum Pati Tiba-tiba Ambruk, Seorang Warga Terluka

“Kami berharap ada perhatian terkait tanggul yang jebol, supaya warga tidak was was kalau hujan deras datang,” imbuhnya.

Di lokasi, tampak sejumlah warga terlihat masih berjibaku membersihkan rumah dari sisa lumpur, sementara lainnya mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Porvit Kudus Wakili Jateng di Livoli Divisi 1, Targetkan Tembus Semifinal

0
Tim bola voli Porvit Kudus kembali mengharumkan nama Jawa Tengah. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Tim bola voli Porvit Kudus kembali mengharumkan nama Jawa Tengah setelah sukses menjuarai Kejurprov Antar Klub Jateng dan berhak mewakili provinsi di ajang Livoli Divisi 1 yang digelar di Lamongan, Jawa Timur.

Pelatih Porvit Kudus, Zahrul Anam mengatakan, timnya telah beberapa kali tampil di Livoli Divisi 1, dan tahun ini mereka kembali bertekad untuk tampil lebih baik. Tim Porvit berambisi meraih prestasi gemilang demi promosi ke even yang lebih besar.

Baca Juga: PSSI Pati Pasang Target Lolos Kualifikasi Porprov 2026

“Sebenarnya sudah beberapa kali Porvit main di Livoli Divisi 1. Tahun kemarin di Purwodadi kami ikut tapi hanya sampai delapan besar. Tahun ini kita masuk lagi, dan insyaallah tahun depan bisa tetap eksis di Livoli Divisi 1,” katanya melalui sambungan telepon, Selasa (28/10/2025).

Porvit Kudus yang turun di sektor putra menargetkan bisa lolos ke babak semifinal. Pasalnya, empat tim semifinalis Livoli Divisi 1 nantinya akan promosi ke Livoli Divisi Utama.

“Target kami masuk semifinal, karena empat tim di babak itu akan promosi ke divisi utama. Semua tim punya kekuatan yang hampir merata, karena di Livoli Divisi 1 ini diikuti oleh tim terbaik dari setiap provinsi,” jelasnya.

Pihaknya mengungkapkan, untuk sektor putra terdapat 29 tim peserta, sementara sektor putri diikuti 25 tim. Masing-masing memperebutkan empat tiket promosi ke Livoli Devisi Utama.

Porvit Kudus sendiri saat ini tengah berjuang di fase grup. Setelah kalah tipis 3-2 dari Bukit Asam Palembang. Hari ini, laga melawan KWK Ponorogo menjadi penentu langkah tim Porvit untuk melaju ke babak 16 besar.

“Hari ini laga penentu untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Harapannya kita bisa mengambil poin penuh,” katanya.

Mengenai persiapan, ia mengakui timnya sempat menghadapi jadwal yang padat karena berbagai kompetisi di tingkat provinsi. Di antaranya Kejurprov Senior, Praporprov, dan Kejurprov U-19.

“Persiapan sudah kita lakukan dengan latihan dan instruksi rutin. Hanya saja memang cukup mepet karena di Jawa Tengah jadwal kejuaraan padat — dari Praporprov, Kejurprov antar klub, hingga Kejurprov U-19,” ungkapnya.

Baca Juga: Guyang Cekathak Desa Colo, Kudus Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Meski begitu, pihaknya tetap optimistis dengan performa anak asuhnya. Apalagi, Porvit Kudus berhasil mencatat prestasi gemilang sebagai juara di tiga kategori sekaligus di tingkat Jawa Tengah tahun ini. Mulai Praporprov, Kejurprov Senior, dan Kejurprov U-19 Antar Klub berhasil juara 1.

“Kita di Jawa Tengah kemarin triple winner. Jadi semoga tren positif ini bisa berlanjut di Livoli Divisi 1,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Guyang Cekathak Desa Colo, Kudus Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

0
Tradisi Guyang Cekathak di Colo. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Tradisi Guyang Cekathak yang menjadi ciri khas Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) secara nasional. Tradisi syarat makna tersebut dinobatkan sebagai WBTb berdasarkan hasil Sidang Penetapan Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Arief Zuli Tanjung menyampaikan, penetapan WBTb Tradisi Guyang Cekathak diberlakukan mulai Jumat (10/10/2025). Sebelum ditetapkan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pemaparan di Kementerian Kebudayaan pada 7 Oktober 2025.

Baca Juga: Kudus Jadi Percontohan Nasional, Bupati Sam’ani Dukung Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD

“Dalam pemaparan itu, kami di sidang selama lima hari. Alhamdulillah pengusulan WBTb Tradisi Guyang Cekathak disetujui dan ditetapkan,” bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (28/10/2025). 

Kata Tanjung, penetapan itu, juga bebarengan dengan daerah lainnya di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Ia menyebut, Jateng merupakan daerah terbanyak yang mengusulkan WBTb di tahun ini. 

“Jumlah pengusulan Jateng ada sebanyak 53 pengusulan. Tapi yang ditetapkan ada 52, termasuk Tradisi Guyang Cekathak,” jelasnya. 

Guyang Cekathak, tuturnya, merupakan salah satu tradisi di Kabupaten Kudus yang masih dilestarikan di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Tradisi ini, menurutnya sudah ada sejak masa hidup Sunan Muria yang bermula saat terjadinya musim kemarau panjang dan kesulitan air.

“Masa itu, yang dimandikan adalah kuda Sunan Muria, namun karena kuda sudah tidak ada lagi. Maka tradisi masih dilestarikan dengan memandikan pelana kudanya, sebagai simbol keberkahan,” terangnya.

Ia menuturkan, tradisi yang masih lestari itu juga sebagai simbol harapan kepada pencipta agar diturunkannya hujan. Hingga saat ini, tradisi tetap dilestarikan karena merupakan peninggalan Sunan Muria berupa cekathak (pelana kuda).

Hal tersebut yang menjadikan nilai lebih untuk pengusulan WBTb lolos dan ditetapkan oleh tim juri. Dia berharap, dengan penetapan WBTb Tradisi Guyang Cekathak, masyarakat tetap nguri-uri tradisi yang ada sampai kapanpun.

Baca Juga: Pelatihan Berpikir Komputasional Hadir untuk Calon Pelatih PAUD Se-Indonesia

Tanjung menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah menginventarisasi beberapa tradisi yang ada untuk diusulkan lagi. Termasuk melengkapi data dan memperkuat kajian yang mau diusulkan untuk dinobatkan sebagai WBTb nasional.  

“Salah satunya adalah keberadaan wayang klitik Wonosoco yang menjadi entitas kita, yang juga akan kita usulkan,” imbuhnya.  

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

PSSI Pati Pasang Target Lolos Kualifikasi Porprov 2026

0
Ketua Umum Askab PSSI Pati Dian Dwi Budianto seusai audiensi dengan DPRD, Senin (27/10/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati menargetkan tim sepak bola Bumi Mina Tani lolos dari babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026. Pihaknya menyatakan, timnya telah siap untuk berlaga dan meraih hasil maksimal.

“Target kami memang lolos kualifikasi Porprov Jateng, sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi tim Kabupaten Pati,” ujar Ketua Umum Askab PSSI Pati Dian Dwi Budianto seusai audiensi dengan DPRD, Senin (27/10/2025).

Baca Juga: Soal Jembatan Ambrol, Kades Pelemgede Berharap Perbaikan Segera Selesai

Dia mengaku, proyeksi membawa tim sepak bola yang menjadi duta Pati untuk berlaga di Porprov Jateng XVII/2026 disampaikan kepada wakil rakyat. Itu merupakan bagian dari program yang diupayakan keras terwujud oleh PSSI Pati tahun ini.

Sejauh ini, lanjut dia, tim Pati belum pernah lolos kualifikasi dan mendapat tiket berlaga di Porprov Jateng. Tahun ini, menurutnya kesempatan besar untuk mewujudkan target tersebut.

Tim Pati merupakan satu dari 22 kabupaten/kota di Jateng yang bersaing dalam kualifikasi yang dijadwalkan berlangsung pada 2-19 November 2025. Tim Bumi Mina Tani berada dalam Grup D bersama Blora, Rembang, dan Demak.

Sementara dalam audiensi, pengurus Askab PSSI diterima Ketua DPRD Pati Ali Badrudin yang didampingi Ketua Komisi D Teguh Bandang Waluyo beserta jajarannya. Tampak pula Ketua Komisi C Joni Kurnianto yang hadir sebagai Dewan Penyantun Askab PSSI Pati.

“Kami menyampaikan semua program yang sudah dan akan dilaksanakan Askab PSSI Pati di hadapan dewan. Tujuannya untuk meminta dukungan agar semua program kami dapat sukses,” katanya.

Selain rencana menjalani laga kualifikasi Porprov, Dian mengaku juga menyampaikan sejumlah programnya. Di antaranya melakukan pembinaan dengan mendukung keberlangsungan persatuan sepak bola (PS) dan sekolah sepak bola (SSB) di Pati.

Baca Juga: Ratusan Rumah Terendam Banjir, Warga Ketitangwetan Pati Ngadu ke Presiden Prabowo

“Program ini konsisten kami jalankan. Karena menjadi salah satu sarana untuk memunculkan talenta pesepakbola berbakat. Sekaligus untuk melahirkan pemain berkelas regional dan nasional,” ungkapnya.

Ketua DPRD Pati Ali Badrudin menyatakan, pihaknya mendukung penuh upaya Askab PSSI memajukan sepak bola daerah. Mulai dari pembinaan pemain muda hingga target-target pencapaian prestasi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kudus Jadi Percontohan Nasional, Bupati Sam’ani Dukung Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD

0
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mendukung adanya program Implementasi Berpikir Komputasional di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diinisiasi oleh Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Non-Formal serta Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (GTK PG). 

Pihaknya bersyukur serta berterimakasih kepada Bhakti Pendidikan Djarum Foundation atas fasilitasi “Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD” yang digelar di Kudus, mulai Senin-Jumat (27-31/10/2025). Menurutnya dengan adanya program tersebut, Kudus sebagai percontohan dalam penerapan program secara nasional. 

Baca Juga: Dinkes Kudus Fasilitasi Pengurusan SLHS Dapur MBG

“Semoga sistem komputasional ini bisa meningkatkan pola pikir anak di tingkat PAUD dan jenjang pendidikan lainnya, sehingga anak didik lebih paham bagian-bagian. Ini merupakan cara berpikir yang bagus tidak tergantung pada sistem tapi tergantung pada step by step nalar, logika, kreatif dan adaptif anak,” katanya, Senin (27/10/2025).

Dia berharap, sistem program pendidikan tersebut dapat diterapkan di semua jenjang pendidikan, terutama di Kabupaten Kudus. Sebab menurutnya, berpikir secara komputasional sangat dibutuhkan di semua kagitan. 

“Kalau bisa nanti setiap sekolah semua jenjang paud SD SMP SMA bahwa berpikir secara komputasional ini sangat digunakan untuk semua kegiatan, termasuk untuk mata pelajaran. Sehingga anak didik paham tentang detail pembelajarannya dapat teranalisis secara baik apa yang menjadi persoalan di sekolahan itu,” jelasnya.

Sam’ani berkomitmen akan memberlakukan program tersebut di semua satuan PAUD di Kudus. Sebab menurutnya, program itu menjadi kebutuhan yang terkoneksi adanya Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Bunda PAUD Kudus, Endhah Endhayani menegaskan, dasar manfaat komputasional berimbas pada pemikiran anak yang secara cepat dalam menyelesaikan masalah. Sehingga anak tidak perlu dipaksa untuk bisa menguasai semuanya. 

“Jadi tidak kita paksa anak untuk bisa menguasai semua keinginan kita. Harus pelan-pelan dan salah satu solusinya anak bisa mengatasi permasalahan sendiri ya dengan sistem program ini,” ujarnya. 

Baca Juga: PON Bela Diri Kudus 2025 Berakhir, Perputaran Ekonomi Capai Rp100 M

Terpisah, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non-Formal (PNF), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Suparto manambahkan, berpikir komputasional merupakan salah satu upaya meningkatkan empat aspek kompetensi guru. Yakni profesional, pedagogik, sosial, dan personal (kepribadian). 

“Melalui komputasional ini, guru-guru dilatih untuk mengembangkan, pertama bahan ajar, tujuan mengajar, mengorganisasi belajar, dan mengevaluasi belajar. Arahnya adalah membekali anak didik untuk berpikir secara sistematis, kreatif, logis, dan mampu memecahkan masalah,” terangnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pelatihan Berpikir Komputasional Hadir untuk Calon Pelatih PAUD Se-Indonesia

0
Puluhan para calon pelatih jenjang PAUD dari 15 provinsi di Indonesia berkumpul di Kudus, Jawa Tengah, untuk mengikuti program “Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD”. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan para calon pelatih jenjang PAUD dari 15 provinsi di Indonesia berkumpul di Kudus, Jawa Tengah, untuk mengikuti program “Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD”, yang berlangsung sejak Senin (27/10/2025) hingga Jumat (31/10/2025) mendatang. 

Mereka akan mendalami konsep berpikir komputasional dan implementasinya, yang sejalan dengan langkah strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mendorong Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). 

Baca Juga: Dinkes Kudus Fasilitasi Pengurusan SLHS Dapur MBG

Acara seremoni pembukaan “Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD” berlangsung di Wisma Djarum, Senin (27/10/2025). Pelatihan ini melibatkan 8 guru PAUD dari Kabupaten Kudus dan Kabupaten Sumbawa Barat, sebagai dua daerah yang telah lebih dulu konsisten mengembangkan dan mengimplementasikan berpikir komputasional pada jenjang PAUD.  

Dalam proses penyusunan panduan dan materi pelatihan, delapan guru tersebut didampingi oleh Ketua  Kelompok Kerja PAUD Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN PDM), Dr. Irma Yuliantina, M.Pd, serta di-review oleh Tim Bebras Indonesia. Sebuah inisiatif internasional yang mempromosikan keterampilan berpikir komputasional sejak dini. 

Panduan dan materi pelatihan yang dihasilkan juga akan menjadi salah satu rujukan bagi pengembangan pelatihan dan diseminasi berpikir komputasional di jenjang PAUD pada tahap selanjutnya, baik di tingkat daerah maupun nasional. 

Sejak 2023, lebih dari 700 kepala sekolah dan guru dari 211 satuan PAUD telah mengintegrasikan berpikir komputasional dalam pembelajaran sehari-hari, melalui pendampingan dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten (Disdikpora) Kabupaten Kudus dan Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus yang didukung oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation. 

Sementara itu di Kabupaten Sumbawa Barat, pendekatan berpikir komputasional telah diterapkan oleh 135 guru dan kepala sekolah dari 29 satuan PAUD yang difasilitasi oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) sejak tahun 2023. 

Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non-Formal (PNF), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Suparto menyampaikan, pengembangan kapasitas guru dalam implementasi berpikir komputasional menjadi program prioritas. Sebab berpikir komputasional, anak diharapkan bisa memecahkan masalah sesederhana mungkin.

“Pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Peran guru PAUD sangat strategis untuk menanamkan fondasi berpikir komputasional sejak dini — kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif, yang menjadi dasar untuk memecahkan masalah kompleks di berbagai bidang,” bebernya.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengapresiasi inisiatif program pelatihan untuk calon pelatih ini yang terselenggara di Kudus dan diharapkan dapat memberi manfaat lebih luas ke berbagai daerah lainnya di Indonesia.  

“Semoga dengan pelatihan ini, guru-guru di Kabupaten Sumbawa Barat bisa berkolaborasi dengan guru-guru dari Kabupaten Kudus. Sehingga pelatihan ini menjadi bekal para guru PAUD dari daerah lainnya untuk mengajarkan anak-anak tentang menerapkan cara berpikir komputasional,” ungkpanya.

Kerjasama itu, katanya, sangat baik antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Pusat Belajar Guru Kudus yang difasilitasi oleh Djarum Foundation, Amman Mineral, dan Inspirasi Foundation. Ke depannya ia berharap, agar program ini menjadi program yang berkelanjutan.

Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio menuturkan, pelatihan tersebut dapat meluruskan miskonsepsi, bahwa berpikir komputasional adalah kurikulum atau kegiatan baru, melainkan proses berpikir terstruktur yang dibangun lewat kegiatan sehari-hari. Contohnya, dalam pembiasaan cucu tangan atau bermain lompat karet. 

“Yang menjadi pembedanya adalah cara guru memberikan contoh dan pertanyaan pemantik untuk membangun cara berpikir anak dalam suatu kegiatan. Pengalaman dari Kudus maupun Sumbawa Barat menunjukkan, proses berpikir komputasional ketika diterapkan secara konsisten, akan meningkatkan kemampuan kognitif, sosial-emosional, dan fisik motorik anak,” jelasnya. 

Secara terpisah, Vice President Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Priyo Pramono menambahkan, program ini menjadi fondasi kuat untuk membentuk karakter anak demi mempunyai pola pikir yang adaptif. Semakin dinu ditanamkan, maka akan semakin berdampak besar bagi perkembangan pola pikir anak.

“Dengan kolaborasi bersama pendidik dan pemangku kepentingan dari berbagai provinsi, kami berharap langkah ini dapat mempercepat lahirnya sumber daya manusia yang siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya.

Sebagai informasi, Pelatihan Calon Pelatih diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari guru PAUD, kepala sekolah dari 15 provinsi di Indonesia. Di antaranya Kalimantan dan Sumatera hingga Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Jawa, serta perwakilan dari Direktorat Guru PAUD dan PNF, Direktorat PAUD dan UPT Ditjen GTK dan PG dari Provinsi Jawa Tengah dan NTB. 

Baca Juga: PON Bela Diri Kudus 2025 Berakhir, Perputaran Ekonomi Capai Rp100 M

Selama pelatihan, peserta akan mempelajari konsep berpikir komputasional dan cara mengintegrasikannya ke dalam kurikulum nasional PAUD melalui pendekatan pembelajaran mendalam. Pelatihan juga mencakup praktik langsung dan kunjungan ke 4 satuan PAUD percontohan di Kudus yang telah mengimplementasikan berpikir komputasional. 

Melalui serangkaian aktivitas ini, guru yang terlibat diharapkan mampu menjadi pelatih, yang akan melakukan diseminasi kepada lebih banyak guru di daerah-nya masing-masing.  

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Rumah Tua di Tlogoharum Pati Tiba-tiba Ambruk, Seorang Warga Terluka

0
Sebuah rumah berusia sekitar satu abad di Desa Tlogoharum RT 07 RW 02, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati tiba-tiba roboh, Senin (27/10/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Sebuah rumah berusia sekitar satu abad di Desa Tlogoharum RT 07 RW 02, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati tiba-tiba roboh, Senin (27/10/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah bernama Sugiyanti (60) harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius setelah tertimpa reruntuhan.

Rumah kuno berdinding kayu itu roboh di bagian tengah hingga teras. Kayu rumah mulai tiang, usuk, hingga reng terlihat banyak yang sudah lapuk. 

Baca Juga: Soal Jembatan Ambrol, Kades Pelemgede Berharap Perbaikan Segera Selesai

Di bagian tengah rumah, dua sepeda motor, yaitu Honda Vario 125 dan Beat ikut tertimpa reruntuhan. Begitupun juga perabotan rumah banyak yang rusak akibat tertimpa atap. Akibat kejadian tersebut, kerugian korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Anak korban, Fika menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat ibunya sedang menerima paket dari kurir di teras rumah. Seusai menerima, tiba-tiba saja rumah ambruk dan menimpa ibunya.

“Tadi ibu saya nampani paketan. Ibu di situ (teras rumah) trus ujuk-ujuk omahe ruboh. (Tadi ibu saya menerima paketan. Ibu di teras rumah, terus tiba-tiba rumahnya ambruk),” ujarnya. 

Saat kejadian, Fika sedang di dalam kamar bersama anaknya. Ketika mendengar reruntuhan, dia langsung bergegas keluar kamar dan mendapati rumah sudah ambruk dan ibunya tertimpa bangunan.

“Lha aku seketika dungu kan gak iso nulungi ibuku. Terus aku mlayu mengguri pas tekan ngarep, ibukku wes kebrukan. (Lha aku ketika mendengar reruntuhan itu kan tidak bisa menolong ibukku. Terus aku lari lewat belakang kemudian ke depan, dan mendapati ibukku sudah tertimpa bangunan),” jelasnya. 

Menurut Fika, saat kejadian tidak ada hujan deras atau angin kencang. Namun, Minggu (26/10/2025) kemarin sempat ada hujan angin di desanya. Fika juga menyebut kondisi kediamannya itu memang sudah miring dan saat ada angin kencang seperti bergoyang. 

“Ya nek angin ya biasa, gak patiko banter. Selain rumah dah tua, ya angin juga bisa. Angin kencang kan ndek bengi. (Ya kalau anginnya sih biasa, tidak kencang. Selain rumah sudah tua, angin juga bisa. Apalagi semalam ada angin kencang,” ungkap Fika. 

Baca Juga: Ratusan Rumah Terendam Banjir, Warga Ketitangwetan Pati Ngadu ke Presiden Prabowo

Saat ini, lanjut Fika, ibunya sudah dilarikan ke Rumah Sakit As-Suyuthiyyah Pati. Kondisi ibunya terluka di bagian wajah dan kaki kiri dan akan menjalani operasi di bagian kaki karena tak bisa digerakkan.

“Ibu saya dalam kondisi sadar. Yang terluka di bagian muka berdarah dan kaki,” sebutnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Meriahnya Peringatan Hari Jadi ke-20 Desa Berugenjang Kudus

0
Karnaval Budaya Desa Berugenjang, Kudus, Minggu (26/10/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan warga tumplek blek mengikuti kegiatan karnaval budaya Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, dalam rangka peringati Hari Jadi ke-20, Minggu (26/10/2025). Baik anak-anak, remaja, hingga orang tua antusias berjalan keliling desa sekitar 4 kilometer. 

Sejumlah warga dari masing-masing RT berkostum kebaya dengan membawa gunungan dibawa, sebagai bentuk syukur terhadap hasil bumi. Setidaknya ada tujuh gunungan yang diarak dalam perayaan tersebut.

Baca Juga: Malam Puja Doa Kretek, Antara Tradisi, Doa, dan Budaya

Tak jarang sebagian dari peserta karnaval tampak mengabadikan momen tersebut dengan menampil video untuk diposting di media sosial. Tak hanya masyarakat setempat, warga desa lain yang hadir melihat kemeriahan itu juga mengambil video. 

Kepala Desa Berugenjang, Kiswo menyampaikan, kegiatan karnaval budaya yang digelar itu merupakan pesta rakyat untuk memperingati Hari Jadi Desa Berugenjang ke-20 tahun. Hal itu menurutnya sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur terhadap para pendahulu yang berjuang melepaskan diri dari Desa Lambangan beberapa waktu silam. 

“Sebenarnya untuk hari jadi Desa Berugenjang bertepatan dengan Hari Santri Nasional, yakni tanggal 22 Oktober. Karena kemarin bukan hari libur, maka perayaan dilakukan hari ini,” bebernya usai acara, Minggu (26/10/2025). 

Ia mengatakan, karnaval budaya tersebut merupakan perayaan yang digelar secara meriah. Karena sebelum-sebelumnya, hanya dirayakan sederhana dengan menggelar doa tirakatan bersama warga. 

“Ini merupakan kali kedua perayaan yang meriah. Sebelumnya pada periode kades sebelumnya juga pernah meriah seperti ini tapi saya lupa tahunnya kapan,” tuturnya.

Banyak kreasi yang ditampilkan, kata dia, merupakan hasil ide dari masing-masing RT dengan biaya swadaya masyarakat. Pihaknya mengaku, meski ada sokongan dana dari pemerintah desa (Pemdes), namun tak seberapa. 

“Hari ini yang ditampilkan ide dari masyarakat sendiri, mayoritas pendanaan dilakukan oleh masyarakat semua, desa hanya membantu sedikit, masing-masing RT dengan swadaya, sehingga kita terimakasih dengan semua masyarakat yang kompak dengan mengikuti karnaval,” jelasnya.

Kiswo juga menyinggung adanya pembawaan sound horeg dalam perayaan tersebut. Menurutnya, hal itu wajar karena di era sekarang banyak yang memang sudah menggunakan. Hanya saja, pihaknya telah memberikan ketentuan, agar penggunaan sound horeg tidak merugikan bagi masyarakat. 

Baca Juga: Lesbumi PCNU Pati Gelar Ngaji Budaya “Jawa Njawani, Lesbumi Ngrukti”

Perayaan itu, lanjutnya, sebagai simbol dan pengingat bagi warga untuk terus mencintai, membangun, dan berbuat bagi untuk kemajuan desanya. Untuk memeriahkan acara, pihak desa juga banyak memberikan door prize untuk masyarakat.

“Hal ini juga untuk mengingatkan, bahwa dulu desa ini berdiri, hasil kerja keras dari para pendahulu. Hasil perjuangan beliau-beliau, makanya harus kita peringati dan syukuri. SK Bupati kita dijadikan desa definitif tertanggal 22 tahun 2005. Ini perjalanan desa baru yang baru merangkak atas semua pihak, persatuan sebagai kekuatan bersama membangun desa,” ujarnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Wagub Jateng Sebut Perlu Tambahan Pompa untuk Atasi Banjir Semarang

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, meninjau operasional rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang, Kota Semarang, Senin (27/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, meninjau operasional rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang, Kota Semarang, Senin (27/10/2025). Ia ingin memastikan, pompa-pompa yang ada berfungsi dengan baik, sehingga air dapat dibuang ke kolam retensi di kawasan tersebut.

Berdasarkan data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, total kapasitas pompa yang dikerahkan di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang (Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru) mencapai 30.360 liter per detik.

Baca Juga: Atasi Banjir Semarang, Gubernur Ahmad Luthfi Upayakan Modifikasi Cuaca

Di Rumah Pompa Sringin, terdapat dua pompa eksisting dan dua pompa hasil peremajaan, berkapasitas masing-masing 2.000 liter per detik, serta satu pompa apung berkapasitas serupa, dengan total 10.000 liter per detik.

Untuk kawasan Terboyo, penanganan dilakukan BBWS, dengan total kapasitas 6.570 liter per detik. BBWS yang terlibat dalam penanganan banjir ini meliputi BBWS Serayu Opak, Cimanuk Cisanggarung, Bengawan Solo, Brantas, dan Ciliwung Cisadane.

Sementara itu, di Kawasan Kali Tenggang, tersedia pompa eksisting dan pompa apung berkapasitas besar, ditambah bantuan mobile pump dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, dengan total 10.250 liter per detik.

Adapun di Pasar Waru, pengendalian dilakukan dengan satu pompa eksisting, berkapasitas 2.000 liter per detik, satu pompa submersible, serta beberapa mobile pump dari DPU Kota Semarang, dengan total kapasitas 3.540 liter per detik.

Dikatakan Taj Yasin, kolam retensi yang berada di Terboyo dan Sriwulan sudah berfungsi, namun masih belum optimal, karena sistem pembuangan air di kolam-kolam belum dilengkapi pompa.

“Memang sudah berfungsi, namun belum maksimal karena pompanya belum terpasang,” jelasnya.

Diakui Taj Yasin, banjir di kawasan Kaligawe dan sekitarnya menjadi pekerjaan rumah sejak Mei 2025 lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk mempercepat pengadaan pompa.

Menurutnya, sebagai langkah cepat untuk menyurutkan air, maka Pemprov Jateng memilih opsi meminjam pompa di daerah sekitar Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Baca Juga: Tinjau Korban Banjir, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

“Kalau memang sangat dibutuhkan, kita bisa minta bantuan dari Demak atau daerah tetangga, untuk meminjam pompa tambahan, agar air bisa segera dibuang ke laut,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wagub menyebutkan, meski kolam retensi sudah mampu menampung air hujan, namun pengendaliannya masih harus ditingkatkan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

DKI Jakarta Sabet Juara Umum PON Bela Diri 2025

0
DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum PON Bela Diri 2025. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 berakhir manis. Selama 16 hari penyelenggaraan sejak Sabtu (11/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025) di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, sebanyak 2.645 atlet bela diri murni yang berasal dari berbagai provinsi menunjukkan pertarungan sengit demi meraih gelar juara.

Hasilnya, kontingen DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan total 99 medali yang terdiri atas 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, dalam ajang multi-cabang yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini.

Baca Juga: Karate, Ju-jitsu, dan Wushu Jadi Kunci Perburuan Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025

Ketua Panitia Pelaksana PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, mengucap syukur atas kelancaran dan kesuksesan selama penyelenggaraan ajang multi-cabang olahraga tersebut. la berharap, kenangan dan kemenangan manis para atlet yang diraih di tengah arena dapat menjadi pelecut motivasi untuk berlatih lebih keras guna meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

“Selama lebih dari dua minggu, kita telah menyaksikan atlet-atlet terbaik Indonesia dari berbagai cabang olahraga bela diri unjuk kemampuan dan bertarung di level terbaik guna meraih juara. Kami berharap, tidak hanya membawa pulang medali, tapi para atlet-atlet ini juga membawa semangat membara untuk tetap mengasah kemampuan agar bisa berprestasi lebih tinggi di masa depan,” ujar Ryan usai upacara penutupan di Djarum Arena Kaliputu, Minggu (26/10/2025).

Selain itu, Ryan juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan juga masyarakat setempat yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap penyelenggaraan event ini. la optimistis, gelaran ajang multi-event skala nasional yang diadakan di Kudus ini, dapat menjadi pendorong terbentuknya sport tourism yang pada akhirnya membuat roda perekonomian masyarakat Kudus semakin berputar.

“Selaras dengan misi Pemkab Kudus yang sedang menggiatkan sport tourism bagi kota ini, kehadiran PON Bela Diri Kudus 2025 diharapkan dapat memberi dampak positif baik dari sisi ekonomi maupun pembangunan sumber daya masyarakat. Karena kami melihat selama penyelenggaraan, berbagai lini bisnis Kudus berputar cukup kuat seperti tingginya okupansi hotel, ramainya tempat wisata hingga rumah makan dan restoran yang dipadati pengunjung. Semoga segenap masyarakat Kudus dapat merasakan manfaat besar dari kegiatan ini,” bebernya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyampaikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara atas keberhasilan menggelar PON Bela Diri Kudus 2025 dengan lancar dan sukses. la juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kudus atas sambutan hangat yang diberikan kepada para atlet dan ofisial dari berbagai daerah di Indonesia, yang turut menciptakan suasana kompetisi penuh semangat dan persaudaraan.

Marciano juga menjelaskan, PON Bela Diri Kudus merupakan ajang dua tahunan yang mendapat dukungan penuh dari Djarum Foundation. la berharap kolaborasi antara KONI Pusat dan Djarum Foundation dapat terus berlanjut pada penyelenggaraan PON Bela Diri pada 2027, sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong kemajuan, memperluas partisipasi, dan memperkuat ekosistem pengembangan olahraga bela diri di Tanah Air.

“Di sini nanti, satu hari, Kudus menjadi rumahnya cabang olahraga bela diri Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, Marciano menilai, Djarum Arena yang digunakan sebagai lokasi pertandingan 10 cabang olahraga bela diri selama 16 hari terakhir, sudah sangat representatif, sebagaimana juga diakui oleh sejumlah pimpinan cabang olahraga. Namun, pihaknya akan melakukan sejumlah penyesuaian di masa mendatang agar khalayak dapat lebih leluasa menyaksikan jalannya pertandingan.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses yang lebih luas bagi warga Kudus dan sekitarnya untuk menonton, tetapi juga memungkinkan mereka menikmati suasana acara melalui berbagai hiburan serta ragam kuliner khas lokal yang tersedia di sekitar arena.

“Tempat ini sudah representatif dan jauh lebih bagus dari perkiraan kita sebelumnya,” jelas Marciano.

Adapun, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, menuturkan segenap masyarakat Kudus berterima kasih kepada KONI Pusat dan juga Djarum Foundation yang telah berkolaborasi mendukung sport tourism di Kudus melalui penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Ke depannya, pintu Kota Kretek akan selalu terbuka dengan berbagai event olahraga baik skala nasional maupun internasional.

“Dengan hadirnya para atlet, ofisial, serta penonton dari berbagai daerah di Kabupaten Kudus, tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Sektor UMKM, perhotelan, hingga jasa transportasi, turut merasakan manfaatnya. Ini merupakan karunia yang luar biasa. Harapannya, penyelenggaraan PON Bela Diri di Kabupaten Kudus pada 2027 dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna,” ujar Sam’ani.

Sementara itu, dari arena pertandingan, DKI Jakarta keluar sebagai juara umum usai “menyalip di tikungan terakhir” dan menggeser Jawa Barat yang sebelumnya dijagokan keluar sebagai kampiun.

Pada tahap ketiga penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Jumat (24/10/2025), yang mempertandingkan ju-jitsu, karate, dan wushu, kontingen ibu kota tampil impresif dengan menambah koleksi medali secara signifikan. Mereka akhirnya menegaskan dominasi pada ajang multi-event bela diri murni tersebut.

“Memang cabor-cabor (cabang olahraga) yang di pekan terakhir PON Bela Diri Kudus 2025 ini adalah cabor-cabor unggulan DKI Jakarta,” ujar Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta Fatchul Anas.

Skuad DKI Jakarta datang ke Kudus berkekuatan 138 atlet dan 45 ofisial. Setelah hanya finis di peringkat kedua pada PON Aceh-Sumut 2024, KONI DKI Jakarta langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga dan menyiapkan program latihan intensif selama satu tahun.

Hasil pembenahan itu kini mulai terlihat, seiring keputusan digelarnya PON Bela Diri Kudus 2025, yang menjadi ajang pembuktian bagi para atlet DKI Jakarta.

“Kami memang sudah mencanangkan untuk menjadi juara umum di PON Bela Diri Kudus 2025 ini. Selain itu ajang ini menjadi tolok ukur atas hasil latihan tim DKI Jakarta selama setahun terakhir,” bebernya.

Lebih lanjut Anas mengatakan, pada ajang PON Bela Diri 2025, tim DKI Jakarta menurunkan kombinasi atlet lapis pertama dan kedua. Namun, sejumlah atlet andalan yang tergabung dalam tim nasional tidak diturunkan karena tengah dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games 2025 Bangkok.

Meski demikian, seluruh cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan pada PON Bela Diri Kudus 2025, sangat membutuhkan peningkatan jam terbang dan frekuensi kompetisi yang lebih rutin.

“Kehadiran ajang ini menjadi sarana penting bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, memperbanyak pengalaman bertanding, serta meningkatkan mental dan konsistensi performa di level yang lebih tinggi,” ujar Anas.

Di sisi lain, catatan gemilang juga lahir di cabang olahraga wushu yang menjadi satu-satunya cabang olahraga yang dipertandingkan pada hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Olahraga bela diri tradisional yang berasal dari China ini menjadi lumbung emas bagi Jawa Timur (Jatim).

Muhammad Daffa “Golden Boy” Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, duo-atlet wushu andalan Jatim yang menyumbangkan separuh dari delapan medali emas yang diraih tim wushu Jatim sehari lalu, masing-masing kembali menyumbangkan satu keping emas pada hari penutup.

“Saya tentu sangat bangga bisa memberikan yang terbaik untuk Jawa Timur dengan meraih tiga medali emas dari tiga nomor yang saya ikuti,” tanggap Jennifer, dengan penuh rasa syukur.

Medali emas kembali menjadi milik Daffa dan Jennifer yang tampil impresif di kategori taolu. Daffa berhasil merebut emas di nomor qiang shu putra, sementara Jennifer memastikan kemenangan di nomor daoshu putri. Prestasi serupa juga diraih Lawrence Dean Kurnia, atlet wushu asal DKI Jakarta, yang tampil luar biasa dengan menjuarai nomor nanquan, nandao, dan nangun.

Baca Juga: Berkah PON Bela Diri Kudus 2025, Sate Kambing Tejual 2 Ribu Tusuk Per hari

Dengan masing-masing mengoleksi tiga medali emas, ketiganya kini tercatat sebagai trio atlet tersukses sekaligus peraih emas terbanyak dalam PON Bela Diri Kudus 2025.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur atas hasil ini. Semua berkat doa dari orang tua, dukungan penuh dari pelatih, serta perhatian dan dukungan dari pengurus KONI Jatim yang terus mendampingi sejak proses latihan hingga pertandingan, sehingga saya bisa meraih prestasi terbaik,” kata Daffa.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Upaya Pemprov Jateng Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja

0
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat melakukan peresmian dan meninjau pabrik PT Formosa Industrial Park di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada Senin (27/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di wilayahnya, guna mengikis angka pengangguran dan kemiskinan.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat melakukan peresmian dan meninjau pabrik PT Formosa Industrial Park di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada Senin (27/10/2025).

Baca Juga: Atasi Banjir Semarang, Gubernur Ahmad Luthfi Upayakan Modifikasi Cuaca

Sejumlah upaya yang dilakukan di antaranya optimalisasi balai Latihan kerja (BLK), sekolah vokasi, penyediaan kawasan industri, dan sebagainya.

Dikatakan Luthfi, kehadiran pabrik tekstil PT Formosa Industrial Park di bawah naungan Korrun Group ini akan menambah daya serap tenaga kerja di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Jepara. Tercatat Korrun Group telah menyerap sekitar 20 ribu tenaga kerja di Jawa Tengah.

“Terima kasih atas dibukanya PT Formosa di bawah Korrun Group yang berinvestasi sangat luar biasa di Jawa Tengah. Ini adalah perusahaan yang sangat luar biasa dengan sistem padat karya,” kata Luthfi.

Investasi yang ditanamkan oleh oleh Korrun Group tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan investasi. Terutama investasi padat karya yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Dengan begitu, mampu menyerap tenaga kerja, sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan. Ia menargetkan, angka kemiskinan di Jateng bisa di nawah 9%.

“Dengan besarnya investasi yang ditanamkan dari dalam dan luar negeri,minimal pengurangan pengangguran juga akan tercapai,” katanya.

Lebih lanjut, kehadiran Korrun Group di Jepara akan meningkatkan pendapatan asli daerah. Di mana produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut diekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Sebagai informasi, geliat investasi di Jawa Tengah terus menunjukkan tren postif. Hingga triwulan III tahun 2025, capaian nilai investasi di provinsi ini sudah mencapai Rp66,13 triliun, atau 84,42 persen dari target tahunan penanaman modal. Dari jumlah itu, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 326.462 orang.

Sementara itu, Founder Korrun Group, Fan Jinsong, mengatakan Korrun Group merupakan perusahaan global dan go public. Produk utamanya adalah pakaian, tekstil, tas, dan koper yang melayani produk-produk terkenal di dunia.

Korrun Group sudah memiliki lima pabrik produksi di Indonesia. Empat di antaranya ada di Jawa Tengah dengan jumlah karyawan mencapai sekitar 20 ribu orang, termasuk PT Formosa yang merupakan pabrik terbaru milik Korrun Group.

“Kami berencana meningkatkan investasi di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan dengan memperluas kapasitas produksi. Kami berharap jumlah karyawan kami dapat meningkat sampai 40 ribu atau 50 ribu orang,” katanya.

Baca Juga: Tinjau Korban Banjir, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Jinsong juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas dukungan yang diberikan untuk mengembangkan investasi di wilayahnya. Ia juga bangga dengan seluruh karyawan Korrun Group di Indonesia karena kecerdasan, kerja keras, dedikasi, serta sikap terbuka dalam mendukung peningkatan besar manajemen dan efisiensi operasional perusahaan.

“Karyawan adalah aset berharga kami di Indonesia. Kami ingin mengembangkan perusahaan ini bersama masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pantura Pati–Rembang Tergenang Banjir, Arus Lalu Lintas Tersendat

0
Jalan Pantura Pati–Rembang, tepatnya di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, tersendat akibat banjir, Senin (27/10/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Jalan Pantura Pati–Rembang, tepatnya di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, tersendat akibat banjir, Senin (27/10/2025).

Badan jalan yang tergenang banjir sepanjang 100 meter. Hal ini membuat penumpukan kendaraan mencapai hingga 1 kilometer.

Baca Juga: Ratusan Rumah Terendam Banjir, Warga Ketitangwetan Pati Ngadu ke Presiden Prabowo

Ratusan kendaraan mengantre untuk melintasi jalan tersebut. Mereka terpaksa harus mengarungi kecepatan lantaran badan jalan digenangi banjir sejak Senin (27/10/2025) dini hari. Ketinggian banjir mencapai 30 sentimeter dengan panjang seratus meter.

Petugas dari Satlantas Polresta Pati mengimbau kepada pengendara, khususnya pengendara sepeda motor, untuk berhati-hati karena banjir membawa lumpur.

”Jalur Pantura Pati Rembang khususnya Ketitangwetan. Dari timur maupun barat memang terjadi perlambatan. Kurang lebih 1 km. Kurang lebih 30 cm. Namun arus lalu lintas masih bisa melintas meski ada pelambatan. Tidak sampai macet,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Polresta Pati, Iptu Purwanto.

Petugas juga mengimbau bagi pengendara roda dua dari arah timur agar melewati jalur alternatif ketika hendak ke Pati Kota atau sebaliknya. Hingga Senin siang, banjir masih menggenangi jalan tersebut, namun mulai surut.

Selain menggenangi Jalan Pantura Pati–Rembang, banjir juga merendam permukiman warga Desa Ketitangwetan. Ratusan rumah di desa itu kebanjiran sejak Jumat (24/10/2025) lalu.

Baca Juga: Pria Asal Jawa Barat Ditemukan Tewas di Rumah Penuh Sampah

Belum diperbaikinya tanggul Sungai Widodaren yang jebol sepanjang 35 meter membuat limpasan air ke permukiman warga semakin tak terbendung. Saat ini, ketinggian air di jalan mencapai satu meter, sementara di dalam rumah mencapai 60 centimeter.

Ketinggian air yang terus bertambah membuat warga khawatir. Mereka berupaya membuat tanggul darurat dari batu bata di depan pintu rumah masing-masing agar air tidak masuk lebih tinggi ke dalam rumah. Selain itu, warga juga gotong royong membuat tanggul darurat dengan sak berisi tanah di lokasi tanggul sungai yang jebol.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dinkes Kudus Fasilitasi Pengurusan SLHS Dapur MBG

0
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus diimbau segera mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal tersebut menindaklanjuti kejadian luar biasa di beberapa daerah lain, yang mana terdapat kasus siswa keracunan MBG.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya sudah memfasilifasi pengurusan SLHS bagi SPPG di Kota Kretek. Bahkan, dapur MBG yang mengajukan sertifikasi jumlahnya melebihi dari yang beroperasi saat ini.

Baca Juga: Street Coffee Mulai Menjamur, Pemkab Kudus Bakal Kenakan Retribusi, Segini Besarannya

“Jumlah SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Kudus saat ini ada 21. Tetapi yang mengajukan SLHS ada sekira 31 dapur MBG,” ujar Nuryanto di ruang kerjanya belum lama ini.

Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan pelatihan bagi penjamah makanan yang ada di dapur MBG, kaitannya dengan keamanan penyajian makanan. Pelatihan tersebut menjadi penting, karena menjadi syarat diterbitkannya SLHS.

“Rata-rata dapur MBG di Kudus itu terdapat 45 tenaga. Total yang sudah ikut pelatihan keamanan penyajian makanan kurang lebih 1.400 orang,” beber Nuryanto.

Saat ini, lanjut Nuryanto, pengajuan SLHS untuk dapur MBG di Kudus sudah diproses. Setelah para tenaga SPPG selesai mengikuti pelatihan keamanan pangan, kemudian dilakukan Inspeksi Kesehatan Lapangan (IKL) di dapur MBG.

Selain itu, lanjutnya, Dinas Kesehatan juga bakal mengambil sampel, baik itu dari menu makanan maupun air bersih yang digunakan, untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Hal tersebut guna memastikan menu MBG yang disajikan sesuai standart Badan Gizi Nasional (BGN).

“Air bersih di dapur MBG Kudus juga diuji di laboratorium. Tujuannya, guna memastikan air yang digunakan untuk memasak menu MBG terbebas dari bakteri Escherichia coli (E.coli). Sebab, bakteri E.coli ini penyebab terjadinya kasus keracunan, mulai dari diare, muntah-muntah dan lain sebagainya,” jelas Nuryanto.

Nuryanto menegaskan, sangat mendukung dan mengakomodir SPPG yang mengajukan SLHS. Ketika segala persyaratan terpenuhi maka sertifikat tersebut bisa segera diterbitkan.

“Saat ini SLHS sudah kita proses serta sudah banyak yang kita tanda tangani. Ketika semua persyaratan sudah selesai, akan segera kita kasihkan ke pihak SPPG,” imbuhnya.

Baca Juga: Berkah PON Bela Diri Kudus 2025, Sate Kambing Tejual 2 Ribu Tusuk Per hari

Untuk langkah pencegahan agar di Kabupaten Kudus tak ada kejadian luar biasa yakni siswa keracunan MBG, pihaknya bakal melakukan pengawasan langsung penyajian menu di SPPG. Mulai dari pengolahan lauk, proses memasak, penirisan serta saat pengemasan.

“Apalagi nantinya semua dapur MBG harus dilengkapi dengan CCTV, jadi pengawasan akan lebih maksimal. Kita juga kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) untuk mengimbau kepada guru supaya mengecek menu MBG sebelum dibagikan ke siswa. Ketika ditemukan makanan berkeringat dan ada indikasi basi, swbaiknya tidak diberikan ke siswa,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Soal Jembatan Ambrol, Kades Pelemgede Berharap Perbaikan Segera Selesai

0
Jembatan yang berada di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati ambrol usai hujan dalam beberapa hari terakhir. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Talud jembatan di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan, Pucakwangi, Pati ambrol pada pada Kamis (23/10/2025) lalu. Kejadian tersebut, juga sempat viral di media sosial dan menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Jembatan berukuran 12×7 meter itu, mulai diperbaiki pada Mei 2025 akibat mengalami kejadian serupa sebelumnya. Sejatinya, pembangunan jembatan yang menggunakan dana APBD Kabupaten Pati tahun anggaran 2025 sebesar sekitar Rp1,89 miliar itu, baru saja selesai dibangun. Warga setempat pun, telah berencana menggelar acara syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut pada Jumat (24/10/2025). Namun, acara terpaksa ditunda menyusul peristiwa jebolnya talud.

Baca Juga: Ratusan Rumah Terendam Banjir, Warga Ketitangwetan Pati Ngadu ke Presiden Prabowo

Kepala Desa Pelemgede, Hadi Mustamar juga angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait viralnya video talud jembatan jebol tersebut. Pihaknya pun menyangkal sejumlah narasi negatif yang dituduhkan kepada dirinya maupun pihak pemerintah desa.

“”Pada waktu itu, Kamis sore, saya dapat laporan berupa kiriman video dari Pak RT. Saya pun berterima kasih pada beliau dan saya sampaikan, akan langsung saya tindak lanjuti ke Pak Bupati Pati. Saya pun menegaskan bahwa laporan video jembatan talud jebol tersebut untuk pihaknya, karena akan langsung disampaikan ke Bupati Pati. Kejadian kurang lebih jam 17.00 WIB, saya melaporkan ke Bupati sekitar jam 7 malam dan langsung direspon oleh beliau, ” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Ia mengatakan, dalam laporan tersebut, Hadi menyampaikan kepada Bupati Pati terkait video tersebut serta terpaksa menunda acara syukuran. Bupati Pati Sudewo pun, katanya mengiyakan laporan tersebut, serta menegaskan segera menugaskan dinas terkait yakni DPUTR agar segera menindaklanjuti jebolnya talud jembatan tersebut.

“Saya menyampaikan kepada Bupati Pati, apakah saya perlu melapor juga ke pihak pemborongnya, atau kontraktornya atau bagaimana? Beliau pun menegaskan bahwa telah menugaskan PU untuk segera ditindaklanjuti. Dan benar, pada Jumat pagi, dinas terkait langsung terjun ke lokasi”, ungkapnya.

Hadi menilai, bahwa dari pihak pemborong maupun kontraktor yang lebih mengetahui penyebab pasti jebolnya talud jembatan tersebut.

Namun demikian, sebelum jebolnya talud jembatan, memang terjadi hujan selama beberapa hari sejak sore hingga malam.

“Jadi seperti itu kronologinya, saya tidak ada niatan melarang warga untuk posting kejadian tersebut di media sosial. Sebab, langsung segera mendapat tindak lanjut. Terlebih, pembangunan jembatan tersebut bukan merupakan swakelola, melainkan dari pihak pemerintah daerah. Tugas saya kemarin melaporkan kejadian awal ambrolnya jembatan tersebut baik kepada Bupati Pati, BPBD, Camat serta pihak terkait lainnya”, sebutnya.

Kemudian, terkait kejadian kemarin, Hadi mengaku memang langsung melaporkan kepada Bupati Pati. Sebab, saat perbaikan jembatan selama lima bulan kemarin, pihaknya selalu melaporkan progres perkembangannya kepada Bupati.

“Sebelum kejadian itu saya mengecek memang di beberapa titik, kanan kiri jembatan itu, untuk pengurukannya kurang maksimal. Jadi kejadian kemarin itu memang karena faktor intensitas hujan, kontruksi tanggulnya juga menurut saya perlu adanya tiang atau penyangga untuk membantu menopang tanggul yang kemarin jebol”, jelasnya.

Terkait waktu pengerjaan perbaikan talud jembatan yang jebol, pihaknya mengaku belum mengkonfirmasi lagi kapan bakal selesai. Namun demikian, Hadi berharap dapat segera diselesaikan lantaran jembatan penghubung tersebut merupakan akses fital masyarakat.

“Karena jembatan itu kan tidak hanya untuk warga Pelemgede saja, namun dari Desa Mencon, Desa Kletek serta Desa Terteg juga menggunakan jembatan tersebut. Terlebih itu merupakan akses jalan kabupaten. Harapan saya secepatnya perbaikan dapat terselesaikan agar segera dapat digunakan masyarakat”, pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya Bupati Pati Sudewo menargetkan perbaikan jembatan di Desa Pelemgede yang kembali ambrol itu bisa selesai dalam sepekan.

Sudewo mengaku sudah mendapatkan laporan terkait peristiwa tersebut. Ia langsung memerintahkan kontraktor yang mengerjakan untuk memperbaiki jembatan ambrol Desa Pelemgede.

Baca Juga: Pria Asal Jawa Barat Ditemukan Tewas di Rumah Penuh Sampah

”Pelemgede Pucakwangi hari ini langsung ditangani dengan jumlah pekerja yang sangat besar,” ujar Sudewo.

Sudewo menilai perbaikan jembatan yang ambrol ini bisa rampung dalam beberapa hari kedepan. Setidaknya satu pekan ini, jembatan tersebut sudah bisa digunakan kembali. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

PON Bela Diri Kudus 2025 Berakhir, Perputaran Ekonomi Capai Rp100 M

0
Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 resmi berakhir, Minggu petang (26/10/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 resmi berakhir Minggu (26/10/2025). Penyelenggaraan ajang multi-cabang olahraga sangat sukses, tidak hanya dari sisi turnamen tetapi juga dari dampak terhadap perekonomian daerah.

“Kita sudah melakukan riset, bahwa selama gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 yang berlangsung 16 hari tersebut terjadi perputaran ekonomi mencapai Rp 100 miliar,” ujar Ketua Panitia Pelaksana PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali usia acara penutupan di Djarum Arene, Minggu petang (26/10/2025).

Baca Juga: Karate, Ju-jitsu, dan Wushu Jadi Kunci Perburuan Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025

Selama gelaran PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan melihat lini bisnis di Kudus bergeliat cukup signifikan. Di antaranya okupansi hotel yang penuh, ramainya tempat wisata serta rumah makan dan restoran yang dipadati pengunjung.

“Tentu ini juga selaras dengan misi Pemkab Kudus yang sedang menggiatkan sport tourism bagi kota ini,” bebernya.

Ia mengungkapkan, bahwa PON Bela Diri akan jadi ajang dua tahunan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan pada tahun 2027 bakal digelar lagi di Kudus. Tak hanya itu, Djarum Foundation juga punya beberapa agenda penyelenggaraan turnamen olahraga lain.

“Di antara Audisi Umum PB Djarum. Kejuaraan panahan, atletik, kompetisi sepak bola putri dan turnamen lainnya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Ryan, melihat perputaran ekonomi di gelaran PON Bela Diri yang mencapai Rp 100 miliar, tentu ini bisa jadi peluang para investor untuk mendirikan hotel di Kudus. Sebab, semua hotel di Kudus selalu penuh setiap ada turnamen olahraga yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation.

“Bahkan, beberapa peserta sampai kesulitan cari penginapan, sehingga harus menginap di hotel kota sebelah,” ungkapnya..

Menanggapi perputaran ekonomi gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 yang mencapai Rp 100 miliar, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, rasa terima kasihnya kepada Djarum Foundation dan KONI Pusat. Sesuai prediksinya, bahwa gelaran PON Bela Diri akan berdampak pada bergeliatnya perekonomian daerah.

“Gelaran PON Bela Diri ini tentu akan menghadirkan ribuan orang ke Kudus, baik atlet, official maupun pengunjung. Tentunya hal tersebut berdampak pada UMKM, okupansi hotel, alat transportasi dan lainnya. Ini merupakan karunia yang luar biasa,” ujar Sam’ani.

Tak lupa, Bupati Sam’ani mengajak para investor untuk membangun hotel di Kota Kretek. Menurutnya, banyaknya turnamen olahraga tentu jadi peluang manis usaha perhotelan.

“Kami selaku Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sangat terbuka terhadap investasi. Kudus merupakan kota yang aman dan ramah untuk investasi, termasuk kami juga akan beri kemudahan perizinan,” imbuhnya.

Baca Juga: Berkah PON Bela Diri Kudus 2025, Sate Kambing Tejual 2 Ribu Tusuk Per hari

Sebagai informasi, PON Bela Diri Kudus 2025 resmi berakhir. Selama 16 hari penyelenggaraan sejak Sabtu (11/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025) di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, sebanyak 2.645 atlet bela diri murni yang berasal dari berbagai provinsi menunjukkan pertarungan sengit demi meraih gelar juara.

Hasilnya, kontingen DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan total 99 medali yang terdiri atas 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, dalam ajang multi-cabang yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -