31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Kudus Jadi Percontohan Nasional, Bupati Sam’ani Dukung Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mendukung adanya program Implementasi Berpikir Komputasional di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diinisiasi oleh Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Non-Formal serta Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (GTK PG). 

Pihaknya bersyukur serta berterimakasih kepada Bhakti Pendidikan Djarum Foundation atas fasilitasi “Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD” yang digelar di Kudus, mulai Senin-Jumat (27-31/10/2025). Menurutnya dengan adanya program tersebut, Kudus sebagai percontohan dalam penerapan program secara nasional. 

Baca Juga: Dinkes Kudus Fasilitasi Pengurusan SLHS Dapur MBG

-Advertisement-

“Semoga sistem komputasional ini bisa meningkatkan pola pikir anak di tingkat PAUD dan jenjang pendidikan lainnya, sehingga anak didik lebih paham bagian-bagian. Ini merupakan cara berpikir yang bagus tidak tergantung pada sistem tapi tergantung pada step by step nalar, logika, kreatif dan adaptif anak,” katanya, Senin (27/10/2025).

Dia berharap, sistem program pendidikan tersebut dapat diterapkan di semua jenjang pendidikan, terutama di Kabupaten Kudus. Sebab menurutnya, berpikir secara komputasional sangat dibutuhkan di semua kagitan. 

“Kalau bisa nanti setiap sekolah semua jenjang paud SD SMP SMA bahwa berpikir secara komputasional ini sangat digunakan untuk semua kegiatan, termasuk untuk mata pelajaran. Sehingga anak didik paham tentang detail pembelajarannya dapat teranalisis secara baik apa yang menjadi persoalan di sekolahan itu,” jelasnya.

Sam’ani berkomitmen akan memberlakukan program tersebut di semua satuan PAUD di Kudus. Sebab menurutnya, program itu menjadi kebutuhan yang terkoneksi adanya Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Bunda PAUD Kudus, Endhah Endhayani menegaskan, dasar manfaat komputasional berimbas pada pemikiran anak yang secara cepat dalam menyelesaikan masalah. Sehingga anak tidak perlu dipaksa untuk bisa menguasai semuanya. 

“Jadi tidak kita paksa anak untuk bisa menguasai semua keinginan kita. Harus pelan-pelan dan salah satu solusinya anak bisa mengatasi permasalahan sendiri ya dengan sistem program ini,” ujarnya. 

Baca Juga: PON Bela Diri Kudus 2025 Berakhir, Perputaran Ekonomi Capai Rp100 M

Terpisah, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non-Formal (PNF), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Suparto manambahkan, berpikir komputasional merupakan salah satu upaya meningkatkan empat aspek kompetensi guru. Yakni profesional, pedagogik, sosial, dan personal (kepribadian). 

“Melalui komputasional ini, guru-guru dilatih untuk mengembangkan, pertama bahan ajar, tujuan mengajar, mengorganisasi belajar, dan mengevaluasi belajar. Arahnya adalah membekali anak didik untuk berpikir secara sistematis, kreatif, logis, dan mampu memecahkan masalah,” terangnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER