31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Dinkes Kudus Fasilitasi Pengurusan SLHS Dapur MBG

BETANEWS.ID, KUDUS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus diimbau segera mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal tersebut menindaklanjuti kejadian luar biasa di beberapa daerah lain, yang mana terdapat kasus siswa keracunan MBG.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya sudah memfasilifasi pengurusan SLHS bagi SPPG di Kota Kretek. Bahkan, dapur MBG yang mengajukan sertifikasi jumlahnya melebihi dari yang beroperasi saat ini.

Baca Juga: Street Coffee Mulai Menjamur, Pemkab Kudus Bakal Kenakan Retribusi, Segini Besarannya

-Advertisement-

“Jumlah SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Kudus saat ini ada 21. Tetapi yang mengajukan SLHS ada sekira 31 dapur MBG,” ujar Nuryanto di ruang kerjanya belum lama ini.

Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan pelatihan bagi penjamah makanan yang ada di dapur MBG, kaitannya dengan keamanan penyajian makanan. Pelatihan tersebut menjadi penting, karena menjadi syarat diterbitkannya SLHS.

“Rata-rata dapur MBG di Kudus itu terdapat 45 tenaga. Total yang sudah ikut pelatihan keamanan penyajian makanan kurang lebih 1.400 orang,” beber Nuryanto.

Saat ini, lanjut Nuryanto, pengajuan SLHS untuk dapur MBG di Kudus sudah diproses. Setelah para tenaga SPPG selesai mengikuti pelatihan keamanan pangan, kemudian dilakukan Inspeksi Kesehatan Lapangan (IKL) di dapur MBG.

Selain itu, lanjutnya, Dinas Kesehatan juga bakal mengambil sampel, baik itu dari menu makanan maupun air bersih yang digunakan, untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Hal tersebut guna memastikan menu MBG yang disajikan sesuai standart Badan Gizi Nasional (BGN).

“Air bersih di dapur MBG Kudus juga diuji di laboratorium. Tujuannya, guna memastikan air yang digunakan untuk memasak menu MBG terbebas dari bakteri Escherichia coli (E.coli). Sebab, bakteri E.coli ini penyebab terjadinya kasus keracunan, mulai dari diare, muntah-muntah dan lain sebagainya,” jelas Nuryanto.

Nuryanto menegaskan, sangat mendukung dan mengakomodir SPPG yang mengajukan SLHS. Ketika segala persyaratan terpenuhi maka sertifikat tersebut bisa segera diterbitkan.

“Saat ini SLHS sudah kita proses serta sudah banyak yang kita tanda tangani. Ketika semua persyaratan sudah selesai, akan segera kita kasihkan ke pihak SPPG,” imbuhnya.

Baca Juga: Berkah PON Bela Diri Kudus 2025, Sate Kambing Tejual 2 Ribu Tusuk Per hari

Untuk langkah pencegahan agar di Kabupaten Kudus tak ada kejadian luar biasa yakni siswa keracunan MBG, pihaknya bakal melakukan pengawasan langsung penyajian menu di SPPG. Mulai dari pengolahan lauk, proses memasak, penirisan serta saat pengemasan.

“Apalagi nantinya semua dapur MBG harus dilengkapi dengan CCTV, jadi pengawasan akan lebih maksimal. Kita juga kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) untuk mengimbau kepada guru supaya mengecek menu MBG sebelum dibagikan ke siswa. Ketika ditemukan makanan berkeringat dan ada indikasi basi, swbaiknya tidak diberikan ke siswa,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER