Beranda blog Halaman 161

Khawatir Pemangkasan TKD Berdampak Pada ADD, Kades Kudus Kompak Temui Bupati

0
Sekretaris Paguyuban Persaudaraan Kepala Desa Kudus, Moch Khanafi. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Paguyuban Persaudaraan Kepala Desa (PPKD) Kabupaten Kudus melakukan audiensi dengan Bupati Kudus, Selasa (28/10/2025). Audensi tersebut guna membahas isu pengurangan dana transfer pusat yang diperkirakan mencapai sekitar Rp379 miliar.

Total ada 14 kepala desa (kades) yang menghadap Bupati Kudus. Para kades khawatir kebijakan pemangkasan dana transfer akan berdampak langsung terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di seluruh Kota Kretek.

Baca Juga: Pengendara Terjatuh saat Lewati Perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi, Johan: “Ada Kesengajaan Terobos Jalan”

Sekretaris Paguyuban Persaudaraan Kepala Desa Kudus, Moch Khanafi, menjelaskan bahwa pertemuan ini dilakukan sebagai bentuk komunikasi dan antisipasi dini agar desa-desa tetap bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik meskipun menghadapi potensi pengurangan dana.

“Kami bersilaturahmi dengan Pak Bupati terkait rencana pengurangan dana transfer dari pusat. Angkanya mencapai sekitar Rp379 miliar dan tentu akan sangat berpengaruh terhadap kabupaten dan desa,” ujar Khanafi di Pendopo Kudus, Selasa (21/10/2025).

Menurutnya, pengurangan dana transfer tersebut berpotensi memengaruhi Alokasi Dana Desa (ADD), yang selama ini menjadi tumpuan utama pembiayaan operasional pemerintah desa.

“Kami berharap pengurangan itu tidak terlalu berdampak pada ADD, karena ADD digunakan untuk biaya operasional pemerintahan desa dan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti PKK, posyandu, karang taruna, hingga kegiatan sosial seperti pemulasaran jenazah serta insentif RT dan RW,” jelasnya.

Khanafi menambahkan, jika pengurangan anggaran tidak bisa dihindari, pihaknya mengusulkan agar penyesuaian lebih difokuskan pada Dana Desa (DD), tanpa mengganggu sektor operasional desa yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.

“Walaupun di Dana Desa nanti ada prioritas penggunaan untuk program seperti Koperasi Merah Putih dan ketahanan pangan melalui BUMDes, kami tetap harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada,” imbuhnya.

Baca Juga: Guyang Cekathak Desa Colo, Kudus Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Ia menegaskan, momentum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang akan digelar pada November–Desember 2025 menjadi saat penting bagi pemerintah desa untuk menyusun APBDes tahun 2026 secara realistis dan adaptif terhadap kondisi fiskal.

“Kami ingin agar pemerintah desa benar-benar siap menghadapi situasi ini. Harapannya, roda pemerintahan dan pelayanan publik di desa tetap berjalan meskipun ada pengurangan dana transfer,” tegas Khanafi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tunggu Regulasi Upah Minimum, Ahmad Luthfi Serap Aspirasi dari Buruh dan Pengusaha

0
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengumpulkan Dewan Pengupahan, Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit, dan Satuan Tugas (Satgas) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Provinsi Jawa Tengah di kantornya, Selasa (28/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengumpulkan Dewan Pengupahan, Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit, dan Satuan Tugas (Satgas) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Provinsi Jawa Tengah di kantornya, Selasa (28/10/2025).

Pertemuan tersebut untuk melakukan dialog, konsolidasi, serta menyerap aspirasi dari buruh dan pengusaha sebelum pembahasan dan penetapan upah minimum provinsi (UMP) Jawa Tengah.

Baca Juga: Ahmad Luthfi, Bapaknya Difabel Jawa Tengah yang Hadir dengan Hati

Dalam kesempatan itu, Luthfi menyatakan, regulasi mengenai upah minimum hingga kini belum terbit dari pemerintah pusat. Pihaknya masih membangun kekompakkan di antara unsur-unsur tersebut.

“Nanti saat regulasi dari pemerintah turun baru kita bahas secara detail,” kata Luthfi.

Ia menjelaskan, dialog tersebut merupakan komunikasi dari berbagai arah, mulai dari buruh, pengusaha, akademisi, dan pemerintah, agar memiliki pemahaman yang sama. Dengan begitu, tidak ada sumbatan-sumbatan informasi.

Setelah pertemuan itu ia akan melakukan dialog secara parsial dengan perwakilan buruh atau pekerja, pengusaha, dan akademisi guna menjaring aspirasi terkait formula dan penetapan upah minimum.

“Jadi perlu menyamakan persepsi. Jangan sampai buruh, pengusaha, dan pemerintah ada dikotomi yang merugikan kedua belah pihak (buruh dan pengusaha),” jelasnya saat memberikan arahan.

Dikatakan Luthfi, investasi di Jateng hingga kini terus menggeliat. Realisasi investasi di Jawa Tengah sampai triwulan III 2025 sudah menyentuh Rp66 triliun. Di mana 65 persennya merupakan penanaman modal asing (PMA), sisanya adalah penanaman modal dalam negeri (PMDN).

“Iklim investasi di Jateng ini golnya adalah kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Ketua Asosiasi Pengusha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi menilai, Jawa Tengah sangat strategis untuk investasi. Tidak hanya dukungan pemerintah dengan kawasan industri yang ada, tetapi juga karena upah minimum yang kompetitif.

Baca Juga: Mampu Tekan Angka Pengangguran, BPKP Apresiasi Program Pendidikan Vokasi Gubernur Ahmad Luthfi

“Saya setuju dengan Gubernur bahwa upah kita itu kompetitif,” kata dia.

DI tempat yang sama, Perwakilan buruh Nanang Setyono mengatakan, dalam formula penetapan upah harus benar-benar berdasarkan pada kebutuhan hidup layak (KHL). Berdasarkan survey, ada sekitar 69 item yang terdapat dalam KHL. Maka dari itu, ia berharap data mengenai KHL itu harus benar-benar mencerminkan apa yang dibutuhkan ,untuk meningkatkan kesejahteraan buruh atau pekerja.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Seleksi Terbuka Pengisian Kepala Dinas Pemkab Kudus Molor

0
Bupati Kudus, Samani Intakoris

‎BETANEWS.ID, KUDUS – Seleksi terbuka (selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dipastikan molor Pengisian jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang awalnya direncanakan pada Bulan Oktober ini molor menjadi November 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kudus, Tulus Tri Yatmika mengatakan, bahwa selter jabatan kepala dinas masih berproses. Namun, memang pelaksanaannya tidak bisa di Bulan Oktober ini.

Baca Juga: Pengendara Terjatuh saat Lewati Perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi, Johan: “Ada Kesengajaan Terobos Jalan”

“Rencananya selter pengisian jabatan kepala dinas bakal dilaksanakan pada Bulan November 2025. Semoga saja bisa di awal bulan,” ujar Tulus melalui sambungan telepon, Selasa (28/10/2025).

Sebagai informasi, total ada 7 jabatan kepala dinas Pemkab Kudus hingga saat ini maasih kosong dan dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Antara lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Kemudian, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Jabatan kepala dinas yang kosong untuk sementara ini dipimpin oleh pejabat Plt. Kondisi ini dinilai penting segera ditangani agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Sebelumnya, usai pelaksanaan mutasi 12 pejabat eselon II beberapa waktu lalu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa jabatan kepala dinas yang masih kosong hanya bersifat sementara. Pemkab Kudus dalam waktu dekat akan membuka seleksi terbuka untuk mengisi posisi yang masih kosong.

“Kemungkinan pertengahan Oktober akan dilakukan lelang jabatan. Siapapun yang memenuhi syarat bisa mendaftar, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dari luar Kudus,” ujar Sam’ani saat ditemui di Pendopo Kudus.

Sam’ani berharap, proses seleksi nanti dapat menghasilkan pejabat yang profesional, kompeten, dan berintegritas tinggi. Dengan begitu, roda pemerintahan daerah dapat berjalan lebih baik dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Kudus.

Baca Juga: Guyang Cekathak Desa Colo, Kudus Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh pejabat, baik yang baru dilantik maupun yang menjabat sebagai Plt, untuk tetap menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Harapan kami, para pejabat bisa cepat menyesuaikan diri, bekerja maksimal, dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga Kudus,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Demi Ketertiban, Kuota Street Coffee di Jalan Jensud dan Ahmad Yani Kudus Tak Lagi Ditambah

0
Kedai kopi street coffee atau yang disebut coffee maker di Kabupaten Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memastikan tidak akan menambah jumlah pedagang street coffee di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan Ahmad Yani. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta menata kawasan kuliner malam agar tetap nyaman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Djati Solechah, menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan batas wilayah yang boleh digunakan untuk berjualan. Beberapa titik di dua ruas jalan utama tersebut harus tetap steril dari pedagang.

Baca Juga: Pengendara Terjatuh saat Lewati Perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi, Johan: “Ada Kesengajaan Terobos Jalan”

“Tidak semua area bisa digunakan untuk berjualan. Misalnya, di depan PT Djarum di Jalan Ahmad Yani, serta di depan kantor Kodim, Kejaksaan, dan Kepolisian yang berada di Jalan Jenderal Soedirman, itu semua harus steril,” tegas Djati di ruang kerjanya belum lama ini.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan paguyuban pedagang untuk mengawasi keberadaan penjual baru. Apabila ada pedagang yang tidak terdaftar, paguyuban akan menindak langsung. “Kami sudah bersepakat, jika ada penjual baru yang belum terdata, mereka sendiri yang akan menertibkan,” ujarnya.

Selain penataan lokasi, Dinas Perdagangan juga memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha agar menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan. Pemerintah tetap membuka ruang bagi generasi muda yang ingin berwirausaha, namun tetap dalam koridor aturan yang berlaku.

“Jam operasional kami sarankan mulai pukul 20.00 WIB ke atas agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat pada jam kerja. Harapannya, penataan ini bisa menciptakan suasana kuliner malam yang tertib, nyaman, dan tetap produktif,” beber perempuan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Dinas Perdagangan Kudus tersebut.

Berdasarkan pendataan sementara, lokasi usaha street coffee di Kudus tersebar di beberapa titik strategis. Di Jalan Jenderal Soedirman terdapat tiga zona, yaitu Jensud 1 (mulai Alun-Alun Simpang Tujuh hingga Perempatan SMP 2 Kudus), Jensud 2 (depan SMP 2 hingga Pasar Kliwon), dan Jensud 3 (Pasar Kliwon sampai Perempatan Pentol).

Baca Juga: Guyang Cekathak Desa Colo, Kudus Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

“Di Jensud 1 tercatat ada 37 pedagang street coffee. Sementara di Jensud 2 dan 3 total sekitar 40 pedagang. Sedangkan di Jalan Ahmad Yani terdapat sekitar 26 pedagang yang aktif berjualan setiap malam,” jelas Djati.

Menurutnya, pembatasan jumlah pedagang ini sekaligus menjadi upaya pengendalian agar pertumbuhan usaha kuliner jalanan tidak berlebihan dan tetap tertata. Dengan demikian, geliat ekonomi kreatif di Kudus dapat terus berkembang tanpa mengabaikan ketertiban umum dan keindahan kota.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Belasan ASN Berebut Lima Kursi Kepala Dinas di Pemkab Pati

0
Proses seleksi pengisian jabatan kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Suasana persaingan tengah memanas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Belasan aparatur sipil negara (ASN) kini tengah berebut lima kursi kepala dinas (kadis) yang masih kosong. Mereka bukan hanya berasal dari jajaran Pemkab Pati sendiri, tetapi juga dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pati, Alfianingsih Firman Wigati mengungkapkan, bahwa pihaknya sebenarnya membuka seleksi untuk tujuh jabatan kepala dinas yang lowong. Antusiasme cukup tinggi, tercatat ada 47 ASN mendaftarkan diri.

Baca Juga: Sekolah Kebanjiran, Siswa Ketitangwetan Terpaksa Diliburkan

Namun, proses seleksi tidak berjalan serentak untuk semua posisi. Sebagai untuk dua posisi kadis harus ada perpanjangan karena minimnya peserta yang lolos administrasi.

“Hanya lima pengisian kadis yang dilanjut tahapannya. Untuk dua pengisian kadis diperpanjang masa pendaftarannya selama tujuh hari, dan dilanjutkan tujuh hari berikutnya bila tak mencapai 3 pelamar yang lolos administrasi,” ujarnya Alfianingsih, Selasa (28/10/2025).

Ia menyebut, dari total pelamar, hanya 19 orang yang berhasil lolos seleksi administrasi dan berhak maju ke tahap berikutnya, yaitu uji gagasan.

”Hari ini dilakukan tahap kedua penulisan uji gagasan atau makalah. Ada 19 peserta yang mengikuti. 18 dari internal Kabupaten Pati dan 1 dari balai besar penjaminan mutu pendidikan provinsi Jawa Tengah. Jadi punyanya Kemendikdasmen,” ungkapnyam

Seleksi tidak berhenti di situ. Setelah menulis makalah, para peserta masih harus menghadapi uji psikologi untuk menilai kecocokan kepribadian dan kemampuan manajerial mereka. Dari seluruh tahapan tersebut, panitia seleksi akan menentukan tiga besar untuk masing-masing jabatan kepala dinas.

Nama-nama terpilih itu nantinya akan diserahkan kepada Bupati Pati Sudewo, yang akan menentukan siapa yang akhirnya duduk di kursi kepala dinas.

Baca Juga: Banjir Datang Lagi, Enam RT di Ketitangwetan Pati Terendam

Alfianingsih menegaskan, proses seleksi ini menggandeng pihak akademisi agar berjalan transparan dan profesional.

”Kami bekerja sama dengan UNS. Karena dalam aturannya juga mensyaratkan ada lembaga akademis dan satu profesional akademis yang harus terlibat dari Panpel,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Minim Peserta yang Lolos Administrasi, Dua Kursi Kepala Dinas di Pati Diperpanjang Pendaftarannya

0
Proses seleksi pengisian jabatan kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Proses seleksi pengisian jabatan kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati belum berjalan mulus. Dua dari tujuh posisi yang dibuka, terpaksa memperpanjang masa pendaftaran karena minimnya peserta yang lolos seleksi administrasi.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pati, Alfianingsih Firman Wigati menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan proses pengisian tujuh jabatan kepala dinas (kadis).

Baca Juga: Sekolah Kebanjiran, Siswa Ketitangwetan Terpaksa Diliburkan

Tujuh jabatan itu meliputi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Dinas Kesehatan (DKK), Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Namun, dari tujuh formasi tersebut, dua jabatan yakni BPKAD dan Dishub Pati belum memenuhi syarat jumlah peserta yang lolos administrasi. Karena itu, pendaftarannya diperpanjang.

“Ada tujuh lowongan. Saat ini yang bisa lanjut itu ada 5 OPD kecuali Dishub dan BPKAD harus diperpanjang pengumumannya,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Alfianingsih mengungkapkan, perpanjangan ini dilakukan karena jumlah pelamar yang lolos administrasi di dua jabatan tersebut masih di bawah ketentuan.

Baca Juga: Banjir Datang Lagi, Enam RT di Ketitangwetan Pati Terendam

“Jadi total ada 47 pelamar. Ada dua OPD yang jumlah lulus administrasi kurang dari 3. Ketentuannya jumlah pelamar yang lolos kurang dari 3 harus diperpanjang 7 hari. Kalau kurang lagi diperpanjang lagi 7 hari lagi. Ini perpanjang pertama sampai 7 hari kalender ke depan. Mudah-mudahan bisa terpenuhi jumlah pelamar yang lolos,” ungkapnya.

Sementara itu, lima jabatan lainnya telah melangkah ke tahap berikutnya, yakni penulisan uji gagasan atau makalah. Sebanyak 19 ASN dinyatakan lolos administrasi dan berhak bersaing memperebutkan lima kursi kepala dinas yang masih kosong di Pemkab Pati.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemkab Kudus Tetapkan Kawasan Industri Gula Tumbu, Empat Desa Jadi Sentra Pengembangan

0
Pembuat gula tumbu di Desa Kandangmas menunjukkan hasil kolak godang yang telah jadi. Foto: Mahasiswa magang PBSI UMK

BETANEWS.ID, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus resmi menetapkan kawasan perdesaan industri gula tumbu sebagai kawasan strategis pengembangan ekonomi lokal.

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Kudus Nomor 148.4/144.1/2019 yang menetapkan empat desa di Kecamatan Dawe sebagai pusat kegiatan industri gula tumbu.

Empat desa yang ditetapkan sebagai kawasan pengembangan adalah Desa Kandangmas sebagai pusat kawasan, lalu Desa Cranggang, Rejosari, dan Margorejo.

Desa Kandangmas memiliki jumlah penduduk tertinggi, yaitu 13.400 jiwa, dengan luas wilayah 12,92 km².

Keempat desa ini memiliki potensi besar dalam produksi gula tumbu dengan produksi tebunya yang mencapai 3.409,55 ton dari lahan seluas 1.019,04 hektar.

Empat desa yang masuk dalam wilah Kecamatan Dawe itu dikenal sebagai sentra produksi gula tumbu, yang melibatkan proses mulai dari penanaman tebu, pemerahan nira, pemasakan, hingga pencetakan gula.

Para pekerja sedang membuat gula tumbu. Foto: Rabu Sipan

Data menunjukkan, total produksi gula tumbu di wilayah itu adalah 577,11 kg/tahun, dengan serapan tenaga kerja mencapai 2.079 orang, dan tempat pengolahannya mencapai 189 industri rumahan.

Rekomendasi Kemendes PDTT

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memberikan sejumlah rekomendasi untuk pengembangan kawasan, antara lain:

Ekonomi: Mendorong kerja sama BUMDesa dengan perbankan untuk akses kredit.

Sosial Budaya: Pembangunan fasilitas budaya inklusif bagi difabel dan kelompok rentan.

Lingkungan: Edukasi pelestarian lingkungan dan pembentukan tim siaga bencana.

Prasarana: Penyediaan tempat pelatihan dan akses bahan bakar gas (BBG).

Kelembagaan: Peninjauan RTRWK dan RPJMD untuk menetapkan kawasan sebagai strategis.

Penetapan kawasan ini didukung oleh berbagai regulasi nasional dan daerah, serta menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka menengah Kabupaten Kudus. Biaya pengembangan kawasan akan dibebankan kepada APBN, APBD, dan sumber dana sah lainnya. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Diguyur Hujan, Pengecoran Jalan di Jepara Tersendat

0
Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat meninjau perbaikan jalan. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Hujan deras yang mengguyur beberapa daerah termasuk di Kabupaten Jepara selama satu minggu terakhir membuat proyek perbaikan jalan sedikit terganggu. 

Hal itu seperti diungkapkan oleh Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Dimas Hanantiyo. 

Baca Juga: Pabrik Baru di Jepara Resmi Beroperasi, Diprediksi Serap 6 Ribu Tenaga Kerja 

“Memang jadwal ada yang mundur. Tapi tetap kita usahakan on schedule,” kata Dimas pada Selasa (28/10/2025).

Dimas mengatakan kondisi cuaca yang sering terjadi hujan membuat proyek pengecoran atau betonisasi membutuhkan waktu lebih lama dibanding pengaspalan. Sebab proses pengeringan membutuhkan cuaca panas yang baik.

“Tapi kalau aspal, begitu hujan reda, kita bisa maksimalkan. Tidak seperti pengecoran. Yang memang butuh effort lebih kalau di kondisi cuaca seperti ini,” ujarnya. 

Sampai saat ini, total terdapat 25 titik proyek perbaikan jalan yang sedang dikerjakan. Dari jumlah itu, empat titik diantaranya sudah selesai pengerjaan. 

“Yang lain progresnya variatif. Karena ada kendala cuaca. Kalau yang pengaspalan sudah 20 persen lebih. Kalau yang betonisasi ada yang sudah 50 persen, 30 persen, macam-macam,” sebutnya. 

Dimas memarget perbaikan jalan di 25 titik itu bisa selesai pada akhir Desember 2025 mendatang. Meskipun terjadi hujan deras, ia mengatakan suah terdapat beberapa upaya yang dilakukan. Sehingga ia yakin proyek-proyek tersebut akan selesai tepat waktu.

Seperti diberikan sebelumnya, hingga triwulan akhir tahun 2025, progres perbaikan jalan kabupaten baru mencapai 42 persen.

Berdasarkan data dari Dinas PUPR Jepara, tahun ini ada 106 kilometer jalan yang diperbaiki. Itu terdiri dari peningkatan jalan sepanjang 70 kilometer, pelebaran 7,3 kilometer, pemeliharaan 19,9 kilometer, dan sisanya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sepanjang 9 kilometer.

Baca Juga: Tercemar Air Asin, 1.032 Hektare Lahan Padi di Jepara Terancam Gagal Panen

Anggaran yang dialokasikan untuk memuluskan 106 kilometer jalan kabupaten itu sebesar Rp133 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara.

Dengan rincian, Rp47 miliar bersumber dari APBD murni, dan sisanya Rp86 miliar berasal dari dana utang atau pinjaman daerah.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ahmad Luthfi, Bapaknya Difabel Jawa Tengah yang Hadir dengan Hati

0
Suasana hangat di Warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Kota Semarang saat Gubernur Jateng makan bersama dengan para penyandang difabel. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sepotong siang pada Selasa (28/10/2025) langit Kota Semarang masih nampak kelabu. Rintik gerimis masih membasahi jalan-jalan di ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini.

Walakin, suasana kehangatan justu nampak di Warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Kota Semarang. Senyum hangat nampak dari wajah-wajah para penyandang difabel saat berbincang dengan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di warung tersebut.

Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pemuda Berkontribusi dalam Pembangunan

Ahmad Luthfi tampak tak canggung sama sekali saat bertemu, berdialog, dan menyaksikan anak-anak difabel unjuk kebolehan.

Ya. Itulah cara sederhana orang nomor satu di Jawa Tengah itu untuk berbagi kebahagiaan dengan kelompok difabel.

“Saya adalah bapaknya difabel Jawa Tengah. Setiap (kunjungan) di wilayah pasti saya temui. Saya juga punya anak difabel, dari kecil dekat dengan saya, dan saya tidak pernah malu dan canggung,” kata Luthfi saat berdialog dengan kelompok difabel.

Usia acara, Luthfi kembali menegaskan bahwa kelompok difabel tidak hanya sebagai objek semata, tetapi memiliki hak yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya. Kesetaraan hak untuk kelompok difabel itulah yang terus digaungkan di Provinsi Jawa Tengah. Tentunya dengan kolaborasi antara pemerintah provinsi melalui dinas sosial, kementerian terkait, serta seluruh kelompok masyarakat.

“Mereka mempunyai suatu kebahagiaan di tengah kekurangan yang dimiliki. Ini yang menjadi concern kita, sehingga pemerintah dan negara hadir,” kata dia.

Diketahui, jumlah penyandang disabilitas di Jawa Tengah sebanyak 117.404 orang atau 0,003% dari total penduduk.

Luthfi mengaku, Pemprov Jateng memiliki perhatian khusus terhadap kelompok disabilitas/difabel untuk mewujudkan Jateng inklusi.

Perhatian itu diwujudkan dalam langkah nyata seperti membantu pemenuhan kebutuhan dasar, mengupayakan pendidikan, mendorong terbukanya lapangan pekerjaan, penyediaan aksesibilitas dan berbagai kebutuhan penyandang disabilitas.

“Kita punya program kecamatan berdaya, di dalamnya mewadahi potensi wilayah di antaranya kelompok difabel, kelompok perempuan dan lansia, kelompok pemuda, dan lainnya. Kecamatan berdaya ini salah satu upaya kreatif yang kita munculkan agar kelompok difabel terlindungi di sana, termasuk bantuan hukum bagi mereka,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus mengupayakan agar perusahaan, baik BUMD, BUMN maupun swasta, untuk dapat menyerap tenaga kerja dari kelompok disabilitas.

“Kesempatan kerja untuk difabel itu 2% di BUMD atau BUMN, kemudian 1% di perusahaan lain, ini sudah jalan di Jawa Tengah dan terus kita dorong,” kata Ahmad Luthfi.

Adapun terkait makan soto bareng Gubernur Ahmad Luthfi dan Kelompok Difabel itu digagas oleh pemilik warung Soto Pak Wito. Acara itu digelar sebagai bagian dari tasyakuran 1 tahun cabang Soto Pak Wito Kariadi Kota Semarang.

Baca Juga: Wagub Jateng Sebut Perlu Tambahan Pompa untuk Atasi Banjir Semarang

Dalam kesempatan itu, Pak Wito juga secara terbuka mendeklarasikan akan menjadi sahabat difabel.

“Mulai hari ini saya akan menjadi sahabat difabel. Hari ini, besok, dna seterusnya saya akan dukung kelompok difabel,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Wiwit Targetkan 50 Persen Dapur MBG di Jepara Beroperasi Hingga Akhir Tahun 

0
Prosesi MBG salah satu SMA di Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo menarget hingga akhir tahun 2025, 50 persen dari total kebutuhan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara bisa beroperasi. 

Untuk itu, ia mendorong generasi muda, khususnya petani muda, untuk ikut mengambil bagian dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Jepara. 

Baca Juga: Pabrik Baru di Jepara Resmi Beroperasi, Diprediksi Serap 6 Ribu Tenaga Kerja 

“Kami ingin petani muda semakin banyak dan berperan aktif. Dengan adanya SPPG, kita membuktikan bahwa kebutuhan sayur-mayur dan gizi nasional bisa dipenuhi sendiri tanpa bergantung pada negara lain. Petani muda adalah masa depan, terutama bagi Jepara,” katanya saat meresmikan Dapur SPPG di Desa Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Selasa (28/10/2025). 

Wiwit melanjutkan SPPG di Desa Kelet merupakan SPPG ke-43 yang sudah beroperasi di Kabupaten Jepara. Sedangkan target keseluruhan dapur SPPG di Jepara sebanyak 130 dapur. 

Dengan diresmikannya SPPG tersebut, Wiwit mengatakan bahwa program unggulan Presiden Prabowo tersebut sudah menyasar ke kawasan Jepara utara yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Pati. 

“Sudah beroperasi 43 SPPG, mudah-mudahan bisa bermanfaat dalam rangka menyiapkan generasi muda untuk bangsa Indonesia, khususnya Jepara. Targetnya, semua SPPG bisa beroperasi dan benar-benar menggerakkan ekonomi masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Kelet, Lia Khoirun Nisa, menjelaskan bahwa penerima manfaat program MBG di wilayahnya mencapai 3.503 orang. Jumlah itu belum termasuk penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang berjumlah 329 orang dan dijadwalkan mulai disalurkan pada minggu depan.

“Sebanyak 1.500 penerima manfaat pertama sudah mulai didistribusikan. Kami juga telah melakukan sosialisasi kepada 41 satuan pendidikan penerima manfaat, dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik ke depannya,” kata Lia. 

Baca Juga: Tercemar Air Asin, 1.032 Hektare Lahan Padi di Jepara Terancam Gagal Panen 

Salah satu sekolah yang dilayani SPPG Kelet yaitu MAN 2 Jepara. Usai peresmian SPPG, Wiwit bersama rombongan perangkat daerah dan Dandim 0719/Jepara Letkol (Arm) Khoirul Cahyadi meninjau langsung pembagian MBG di MAN 2 Jepara.

Menu yang diterima para pelajar MAN 2 Jepara pada saat ditinjau adalah nasi putih dengan lauk ayam goreng, tempe dan sayur wortel serta buah anggur segar. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Anak Usia 13 dan 14 Tahun di Jepara Ajukan Dispensasi Nikah 

0
Ilustrasi buku nikah. Foto: Haikal

BETANEWS.ID, JEPARA – Angka pengajuan dispensasi menikah di Kabupaten Jepara masih cukup tinggi. Usia terkecil adalah pasangan anak usia 13 dan 14 tahun yang diajukan untuk mendapat surat permohonan dispensasi menikah. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara, Mudrikatun mengungkapkan pengajuan dispensasi tersebut terjadi pada tahun ini. 

Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pemuda Berkontribusi dalam Pembangunan

Pengajuan dilakukan oleh orang tua anak tersebut dengan alasan untuk menghindari perbuatan zina. Atas alasan tersebut, Mudrikatun mengatakan pihaknya tidak memberikan rekomendasi. 

“Karena usia 13 tahun, statusnya masih anak dan secara reproduksi belum matang. Secara UU usia pernikahan minimal kan 19 tahun, tapi kalau usia reproduksi itu 21 tahun,” kata Mudrikatun di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Jepara, Selasa (28/10/2025).  

Selain dari sisi kesehatan reproduksi, Mudrikatun melanjutkan pihaknya tidak memberikan rekomendasi dengan mempertimbangkan sisi psikologis, ekonomi, dan sosial. Dimana di usia tersebut, anak belum siap secara mental untuk menikah.  

Namun, Mudrikatun menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan pengajuan dispensasi menikah. Pihaknya hanya memberikan surat rekomendasi dan yang memutuskan apakah dispensasi tersebut disetujui atau tidak yaitu pihak Pengadilan Agama. 

“Kewenangan kami yaitu melakukan pendampingan jika ada usia anak yang mengajukan dispensasi menikah. Yang mempunyai kewenangan untuk memutuskan Pengadilan Agama,” katanya. 

Mudrikatun menyebutkan, hingga Bulan Oktober 2025 total terdapat 263 pemohon yang mengajukan surat rekomendasi dispensasi menikah. 

Dari jumlah tersebut, 224 pemohon dari perempuan dan sisanya 39 dari laki-laki. Adapun untuk rentang usianya kurang dari 16-17 tahun sebanyak 42 pemohon. Usia 17-18 tahun sebanyak 187 pemohon, dan usia 18 tahun ke atas 34 pemohon. 

“Alasannya itu biasanya karena sudah hamil supaya ada yang tanggung jawab. Kalau itu, mau tidak mau kita berikan rekomendasi. Tapi jika belum hamil kita kasih solusi, kita berikan pendampingan,” ungkapnya.

Baca Juga: Wagub Jateng Sebut Perlu Tambahan Pompa untuk Atasi Banjir Semarang

Untuk mencegah terjadinya kasus pernikahan usai dini, Mudrikatun mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi sampai ke desa/kelurahan dengan melibatkan tokoh masyarakat. Serta melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. 

“Kita juga sedang mengupayakan terbentuknya kampung keluarga berkualitas di masing-masing kecamatan,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pengendara Terjatuh saat Lewati Perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi, Johan: “Ada Kesengajaan Terobos Jalan”

0
Rekaman cctv terjatuhnya pengendara saat melewati perbaikan jalan Kudus-Purwodadi. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Rekaman cctv milik warga Desa Undaan Lor Gang 14 beredar di salah satu grup aplikasi pengirim pesan. Di mana rekaman tersebut memperlihatkan beberapa pengguna jalan, utamanya sepeda motor terjatuh dampak proyek Jalan Kudus-Purwodadi yang saat ini sedang diperbaiki. 

Sontak hal itu memicu kekhawatiran pengguna jalan ketika melewati jalur tersebut. Beragam pendapat dilontarkan yang mengeluhkan tidak adanya rambu peringatan, bahwa jalan di sana belum siap untuk dilalui kendaraan.

Baca Juga: Guyang Cekathak Desa Colo, Kudus Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Minimnya rambu peringatan proyek jalan menjadi faktor utama, banyak kendaraan yang terjatuh. Material bambu yang sebelumnya digunakan untuk rambu kini terlihat berserakan dan membahayakan bagi pengguna jalan. 

Padahal umur beton usai pengecoran, tepatnya di Desa Undaan Lor Gang 14 itu, baru 14 hari. Namun rambu sudah tidak terpasang dengan benar dan berserakan di tengah jalan hingga membahayakan bagi pengguna jalan. 

Saat dikonfirmasi Betanews, Pelaksana proyek perbaikan jalan dari CV Guna Karya Putra, Johan Wahyudi menegaskan, bahwa seluruh prosedur keamanan dalam pekerjaan proyek jalan yang tengah dikerjakan telah dijalankan sesuai prosedur. Bahkan ia mengaku, beberapa kali memperbaiki rambu yang menurutnya ditabrak oleh pengguna jalan dengan sengaja. 

“Kalau prosedur sudah kita jalankan. Berhubung tepat di depan (gang 14) sudah dibuka paksa warga, sehingga rambu tersebut sudah berserakan di tengah jalan. Karena kita bukan seenaknya membongkar rambu kalau memang jalan belum siap dilalui,” katanya, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya adanya geotexile atau kain selimut untuk jalan usai pengecoran masih terpasang di sana. Hal itu sebagai tanda bahwa jalan masih belum bisa dilalui oleh kendaraan. Beton kuat, ketika berumur 21 hari.

Meski begitu, ia menilai bahwa rekaman cctv itu pengguna jalan dianggap sengaja untuk menerobos jalan yang belum siap dilalui. Sebab katanya, masih terpampang rambu peringatan beserta batu material. 

“Kesalahan dari pengendara. Ada kesengajaan pengendara yang menerobos jalan baru, padahal ada rambu dan batunya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak adanya rambu peringatan untuk jalan yang belum siap dilalui itu karena sengaja dirusak oleh warga. Sehingga rambu yang sebelumnya terpasang beserta police line-nya kini sudah berserakan di tengah jalan. 

“Saat ini kami sudah memperbaiki rambu-rambu jalan yang sudah rusak, terutama di titik Desa Undaan Lor Gang 14. Termasuk semua arahan dinas terkait, sudah kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya (DPU BMCK) Provinsi Jawa Tengah, Budi Utomo mengaku sudah sering mengingatkan dan mengimbau agar selalu menjaga keselamatan pengguna jalan. Setiap lokasi pekerjaan diminta untuk dikasih rambu-rambu peringatan dengan dipasang scootligt atau lampu penerangan. 

“Dan rambu-rambu yg sudah rusak untuk di perbaiki, itu sudah sering kali kita ingatkan,” jelasnya. 

Baca Juga: Kudus Jadi Percontohan Nasional, Bupati Sam’ani Dukung Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD

Menurutnya, rambu yang rusak sebenanrnya sudah diperbaiki dan rambu yang roboh ditata ulang. Meski begitu, ia menilai bahwa hal tersebut dilakukan kurang maksimal.

“Terutama untuk rambu-rambu peringatan yang bertuliskan (hati hati dan lain sebagainya) dan di kasih scootligt dan lampu kelap kelip,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Mampu Tekan Angka Pengangguran, BPKP Apresiasi Program Pendidikan Vokasi Gubernur Ahmad Luthfi

0
Penyerahan laporan BPKP Jateng kepada Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Semarang pada Selasa (28/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG — Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menilai, kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam memperkuat pendidikan vokasi dan membangun kemitraan dengan industri menunjukkan hasil positif.

Melalui program tersebut, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di provinsi ini mengalami penurunan.

Baca Juga: Wagub Jateng Sebut Perlu Tambahan Pompa untuk Atasi Banjir Semarang

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah (BPS Jateng), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di provinsi ini pada Februari 2025 mencapai sebesar 4,33 % dari total angkatan kerja. Persentase tersebut menurun dari Agustus 2024 yang mencapai 4,78 %.

Kepala Perwakilan BPKP Jawa Tengah, Buyung Wiromo Samudra mengatakan, berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan, Pemprov Jateng serius dalam menekan angka pengangguran melalui penguatan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Untuk semester I ini, laporannya sudah relatif baik. Pendidikan vokasinya diarahkan untuk mengurangi pengangguran,” ucap Buyung saat menyerahkan laporan BPKP Jateng kepada Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Semarang pada Selasa (28/10/2025).

Dikatakan doa, fokus pengawasan semester I tahun ini menyoroti empat aspek utama, yakni peningkatan akses dan kualitas lulusan vokasi, kemudian penguatan kualitas pendidikan dan pelatihan.

Selain itu juga optimalisasi penyerapan lulusan di kawasan industri, serta peran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam mendukung percepatan penurunan pengangguran.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyambut baik laporan tersebut. Sejauh ini pihaknya gencar dalam menarik investor dari berbagai sektor. Ia juga mendorong agar investasi yang masuk banyak yang bersifat padat karya.

“Kita kembangkan padat karya, dengan harapan serapan tenaga kerja akan lebih banyak,” ujar Luthfi.

Dibeberkan Luthfi, lulusan sekolah vokasi banyak terserap di sejumlah perusahaan yang berada di kawasan industri.

Baca Juga: Upaya Pemprov Jateng Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja

Saat ini, pihaknya juga memaksimalkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“BLK juga kita disambungkan dengan perusahaan. Sehingga secara tidak langsung akan menekan tingkat pengangguran terbuka,” ucapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sekolah Kebanjiran, Siswa Ketitangwetan Terpaksa Diliburkan

0
SD Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati terendam banjir. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Sudah sepekan ini, banjir menggenangi Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Selain merendam ratusan rumah dan tempat ibadah, sekolah dasar (SD) juga ikut terdampak banjir tahunan tersebut. Imbasnya, para siswa terpaksa diliburkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pantauan di lokasi, sekolah yang berada di tengah permukiman warga ini terendam banjir dengan kedalaman air mencapai 75 centimeter. Tampak semua ruangan kelas sudah kemasukan banjir.

Baca Juga: PSSI Pati Pasang Target Lolos Kualifikasi Porprov 2026

Di sana, para guru, warga, dan siswa terlihat membersihkan ruangan kelas. Mereka menata bangku dan mengevakuasi barang-barang, seperti buku ke tempat lebih tinggi agar tak terkena air banjir.

Guru SD Ketitangwetan, Dian Sofiana mengatakan, semua ruangan sekolah kemasukan air banjir, mulai dari ruangan kepala sekolah, ruang guru, perpustakaan, dan enam ruang kelas. Untuk itu, pihaknya kemudian meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sejak Senin (27/10/2025) kemarin.

“Akibat banjir, siswa kami diliburkan dulu. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena air cukup tinggi,” ungkapnya saat ditemui di sekolah, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya, banjir seperti ini terjadi hampir setiap tahun. Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar terganggu dan fasilitas sekolah cepat rusak. Bahkan, dia mengungkapkan, sekolah tersebut pernah kebanjiran 17 kali hanya dalam sebulan.

“Setiap tahunnya seperti ini. Bahkan pernah dalam satu bulan itu 17 kali banjir. Berarti sekolah 17 kali diliburkan gara-gara banjir,” kata Dian.

Baca Juga: Rumah Tua di Tlogoharum Pati Tiba-tiba Ambruk, Seorang Warga Terluka

Maka dari itu, pihak sekolah berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat memberikan perhatian, agar sekolah dapat ditinggikan dan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan normal tanpa terganggu banjir. Mengingat, hampir setiap tahun Desa Ketitangwetan kebajiran.

“Harapan pihak sekolah kepinginnya ruangan itu ditinggikan supaya kalau ada banjir tidak terjadi seperti itu tiap bulannya,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pemuda Berkontribusi dalam Pembangunan

0
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai menjadi inspektur upacara peringatan ke-97 Hari Sumpah Pemuda tingkat provinsi di gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Selasa (28/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak kepada para pemuda di wilayahnya untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menjadi inspektur upacara peringatan ke-97 Hari Sumpah Pemuda tingkat provinsi di gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Selasa (28/10/2025).

Baca Juga: Wagub Jateng Sebut Perlu Tambahan Pompa untuk Atasi Banjir Semarang

Menurutnya, pemuda memiliki energi lebih dalam rangka memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Untuk para pemuda, berikan warna kepada Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2045 nanti kalian adalah pemimpin-pemimpin masa depan, baik di Jawa Tengah maupun Indonesia,” kata Luthfi sebelum membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga.

Adapun dalam amanat yang dibacakan oleh Ahmad Luthfi, disebutkan bahwa pemuda saat ini menghadapi tantangan zaman dan dunia yang bergerak cepat. Semangat yang diwujudkan oleh para pendahulu saat berkumpul dalam Kongres Pemuda 1928 harus diimplementasikan dalam tindakan nyata. Pemuda bukanlah pelengkap sejarah, melainkan penentu sejarah.

Sebagai informasi, upacara peringatan Sumpah Pemuda tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut diikuti oleh berbagai elemen pemuda. Di antaranya pelajar, mahasiswa dari berbagai universitas, organisasi pemuda lintas agama, serta zilenial Jawa Tengah.

Seorang peserta upacara, Guntur Pramudya mengatakan, bertepatan dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda ini, diharapkan para pemuda dapat semakin cinta tanah air. Selain itu juga semakin meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya, serta selalu semangat dalam membangun negara.

“Kita harus meningkatkan kapasitas diri agar dapat berkontribusi dalam membangun negeri,” ujar mahasiswa asal Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro tersebut.

Baca Juga: Upaya Pemprov Jateng Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja

Adapun setelah upacara, Gubernur Ahmad Luthfi menyerahkan penghargaan kepada lima pemuda-pemudi pelopor di Jawa Tengah. Di antaranya juara 1 Bidang Pendidikan diberikan kepada Safira Mufida Azmi dari Kabupaten Karanganyar; Juara 1 Bidang Pangan kepada Ainun Nurusy Syahida asal Kabupaten Temanggung; Juara 1 Bidang Inovasi dan Teknologi kepada Ahmad Fajar Ivandra dari Kabupaten Magelang; Juara 1 Bidang Seni Budaya kepada Ashallom Daniel asal Kota Salatiga; Juara 1 Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan, dan Pariwisata kepada Wulandari Lestari dari Kabupaten Pekalongan.

Dalam peringatan Sumpah Pemuda di Jawa Tengah tahun ini, juga dimeriahkan dengan berbagai acara. Di antaranya GubernurRun by Zilenial, pameran inovasi dan UMKM, serta talk show dan seminar kepemudaan. Seluruh acara tersebut digelar di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah dari pagi hingga malam hari.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -